Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pembelajaran Project Citizen dalam Mengembangkan Keterampilan Abad 21 Putu Ronny Angga Mahendra; Rudi Ana Pali; Andriyanto
JOCER: Journal of Civic Education Research Vol. 2 No. 2 (2024): JOCER: Journal of Civic Education Research
Publisher : CV Tirta Pustaka Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60153/jocer.v2i2.101

Abstract

Diangkatnya topik ini karena di abad ke-21 ini, dunia mengalami perubahan yang sangat cepat. Perubahan ini menyangkut di segala lini kehidupan, yaitu bidang ekonomi, transportasi, teknologi, komunikasi, informasi, dan lain-lain. Perubahan ini perlu diantisipasi dengan menguasai keterampilan abad ke-21. Keterampilan abad ke-21 ini meliputi berpikir kritis dan pemecahan masalah, kreativitas dan inovasi, komunikasi, dan kolaborasi. Pengembangan keterampilan abad ke-21 ini dapat dilakukan pada semua disiplin. Salah satu tantangan nyata bagi lembaga pendidikan harus mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi lengkap, yang dikenal dengan kompetensi atau keterampilan abad 21.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembelajaran project citizen dalam mengembangkan keterampilan abad 21. Jenis kualitatif yang digunakan ialah studi pustidaka yang dapat digunakan untuk mengkaji topik adalah 1) penentuan sumber data 2) seleksi dan pengumpulan data. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa pada abad 21, mereka memiliki beberapa keterampilan yang meliputi 1) keterampilan belajar dan inovasi, 2) keterampilan dalam menggunakan teknologi dan media informasi dan 3) keterampilan hidup dan karir. Untuk dapat meningkatkan keterampilan abad 21 pada siswa diperlukan suatu upaya yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar dan salah satu rekomendasi inovasi pembelajaran adalah melalui penerapan model project citizen. Project citizen adalah pembelajaran berbasis masalah dan berbasis portofolio, melalui model ini siswa tidak hanya diajak untuk memahami konsep dan prinsip ilmiah, tetapi juga mengembangkan kemampuannya untuk bekerja secara kooperatif, inovatif, kreatif, dan kritis melalui kegiatan pembelajaran praktik empiris (pengalaman). Dengan demikian, proses pembelajaran akan lebih menantang, aktif dan lebih bermakna.
Rekonstruksi Narasi Ekonomi dalam Materi Sejarah: Membangun Jiwa Kewirausahaan Siswa Melalui Pembelajaran Berbasis Proyek Muslikh; Andriyanto
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 6 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v6i2.6432

Abstract

Pembelajaran sejarah di Indonesia masih didominasi oleh pendekatan hafalan fakta, dengan porsi narasi ekonomi yang minim dibandingkan aspek politik dan militer. Hal ini menghambat siswa dalam memahami dinamika ekonomi historis dan potensi pengembangan jiwa kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi narasi ekonomi dalam materi sejarah melalui pembelajaran berbasis proyek guna membangun keterampilan kewirausahaan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis konten terhadap kurikulum, buku teks, serta literatur tentang pembelajaran sejarah dan kewirausahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi narasi ekonomi dalam pembelajaran sejarah dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap sejarah ekonomi Indonesia serta mengembangkan kompetensi kewirausahaan, seperti identifikasi peluang, pengambilan risiko, inovasi, dan resiliensi. Model rekonstruksi yang diusulkan meliputi pemetaan ulang konten sejarah ekonomi, pengembangan narasi kewirausahaan historis, kontekstualisasi dengan isu ekonomi kontemporer, dan pendekatan pedagogis transformatif berbasis proyek. Meskipun memiliki potensi signifikan, implementasi model ini masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kapasitas guru, kurangnya sumber belajar yang relevan, serta resistensi terhadap pendekatan interdisipliner. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kurikulum yang lebih fleksibel, pelatihan guru secara komprehensif, serta penyediaan materi ajar yang menghubungkan sejarah dan kewirausahaan secara integratif. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam revitalisasi pembelajaran sejarah yang lebih kontekstual, relevan, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan abad ke-21.
Enhancement of Ovarian Development in Striped Catfish (Pangasianodon Hypophthalmus) Through Supplementation of Katuk Extract (Sauropus Androgenus), Turmeric Powder (Curcuma Longa), and Vitamin C Awaludin; Manalu, Wasmen; Andriyanto; Sudrajat, Agus Oman; Haryadi, Joni
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 13 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.13.1.22-29

Abstract

Perkembangan ovarium ikan mempengaruhi kualitas anakan yang dihasilkan. Penelitian bertujuan mempercepat kematangan gonad ikan patin dengan suplemetasi ekstrak katuk (0,6 g/kg pakan), tepung kunyit (4,8 g/kg pakan), dan vitamin C (599 mg/kg pakan). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap, 8 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu CON (Kontrol), SA (ekstrak katuk), TU (tepung kunyit), VC (vitamin C), SATU (ekstrak katuk dan tepung kunyit), SAVC (ekstrak katuk dan vitamin C), TUVC (tepung kunyit dan vitamin C), dan COM (ekstrak katuk, tepung kunyit, dan vitamin C). Induk ikan dipelihara selama 2 bulan dengan pemberian pakan dosis 5% bobot tubuh. Parameter yang diamati adalah bobot induk, bobot gonad, gonadosomatik indeks (GSI), histologi ovarium, dan diameter oosit fase endogenous vitelogenesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak katuk, tepung kunyit, dan vitamin C menghasilkan nilai GSI dan bobot gonad yang lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol. Perkembangan oosit dengan suplementasi ekstrak katuk, tepung kunyit, dan vitamin C mencapai fase endogenous vitelogenesis, sedangkan pada perlakuan kontrol masih banyak oosit pada fase previtelogenesis. Ukuran oosit fase endogenous vitelogenesis tertinggi ditemukan pada perlakuan kombinasi (603.60±99.09 µm) dan terendah pada kontrol (412.60±39.76 µm). Dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak katuk, tepung kunyit, dan vitamin C mampu mempercepat perkembangan dan kualitas oosit ikan patin.
Analisis Implementasi Program Pendidikan dan Pelatihan Tanggap Bencana pada Lembaga Korp Pelajar Putri Kabupaten Pasuruan: Pendekatan Studi Kasus Irawati Azizah; Andriyanto
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 11 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v11i2.17419

Abstract

Abstract: Pasuruan Regency has a significant level of disaster vulnerability, particularly related to hydrometeorological events such as tornadoes, landslides, and floods. The purpose of this study was to evaluate the disaster response education and training program of the Pasuruan Regency Female Student Corps (KPP) and identify factors that contribute to and reduce its effectiveness. This study employed a case study design and a qualitative approach. In-depth interviews, documentation, and observation were among the methods used to collect data. Although the training program has not been optimally implemented, research findings indicate that it has had a positive impact on participants' knowledge and preparedness. Several challenges identified include a lack of a comprehensive needs analysis, a lack of facilities and qualified trainers, and training techniques that do not adequately consider participants' age and background. In summary, although the training program was deemed highly effective, its planning, implementation, and assessment still need improvement. For the program to reach all participants equitably and sustainably, a more inclusive and participatory training approach is needed. Abstrak: Kabupaten Pasuruan memiliki tingkat kerentanan bencana yang signifikan, terutama terkait dengan peristiwa hidrometeorologi seperti tornado, tanah longsor, dan banjir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi program pendidikan dan pelatihan tanggap bencana Korps Pelajar Putri (KPP) Kabupaten Pasuruan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi dan mengurangi efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dan pendekatan kualitatif. Wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi merupakan beberapa metode yang digunakan untuk mengumpulkan data. Meskipun program pelatihan belum berjalan optimal, temuan penelitian menunjukkan bahwa program tersebut memberikan dampak yang baik terhadap pengetahuan dan kesiapan peserta. Beberapa tantangan yang ditemukan antara lain kurangnya analisis kebutuhan yang menyeluruh, kurangnya fasilitas dan pelatih yang berkualifikasi, serta teknik pelatihan yang tidak mempertimbangkan usia dan latar belakang peserta secara memadai. Singkatnya, meskipun program pelatihan dinilai sangat efektif, perencanaan, pelaksanaan, dan penilaiannya masih perlu ditingkatkan. Agar program dapat menjangkau semua peserta secara merata dan berkelanjutan, diperlukan pendekatan pelatihan yang lebih inklusif dan partisipatif.
Optimalisasi Peran Humas dalam Menjalin Komunikasi dan Distribusi Bantuan Sosial Etty Zuliawati Zed; Medeline; Ferawati; Anggini Widya Alvianti; Fikri Al-Munawar; A Zeze; Reza Irawan; Faris Iqbal H; Andriyanto; Bayu Adi Putra; Anang Lukmana; Irene Abelianata
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/31164t76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fungsi strategis humas desa dalam membangun komunikasi dan mendukung distribusi bantuan sosial di Desa Cibarusah Jaya. Dengan menerapkan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara dan pengumpulan dokumen, penelitian ini menemukan berbagai strategi komunikasi humas, tantangan, serta langkah-langkah pengoptimalan yang telah dilaksanakan. Humas berfungsi sebagai penghubung antara pemerintah desa dan warga, tidak hanya menyampaikan informasi secara jelas dan transparan tetapi juga menerima masukan, menjelaskan isu yang ada, dan memperkuat kepercayaan publik. Strategi yang digunakan mencakup pemanfaatan platform media sosial, interaksi langsung, dan kerja sama di antara berbagai pemangku kepentingan. Beberapa tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, sarana komunikasi, dan kemampuan literasi digital dari masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peran humas yang fleksibel dan bersinergi dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas dalam program bantuan sosial di tingkat desa.
Legal Protection for BPJS Kesehatan Patients in Healthcare Services at the Dr. Soetomo General Academic Hospital Surabaya Toyib, Muchammad; Yustianti, Surti; Kurnia, Sinarianda; Andriyanto; Nuri Herachwati
YURISDIKSI : Jurnal Wacana Hukum dan Sains Vol. 19 No. 3 (2023): December
Publisher : Faculty of Law, Merdeka University Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/yurisdiksi.v19i3.188

Abstract

This study explores the implementation of healthcare services for BPJS Kesehatan patients at Dr. Soetomo General Academic Hospital in Surabaya, Indonesia. The research objectives were to investigate patients' perceptions of the services provided, their understanding of rights and obligations, and the legal remedies available. Employing a juridical-empirical approach, the study surveyed 50 patients using qualitative data analysis. Findings revealed that 78% of patients considered the hospital's services good, despite some shortcomings such as inadequate drug information and attention from medical staff. Additionally, only 24% of patients were aware of their rights and obligations. Legal remedies within the hospital, handled by the Public Service Complaints Section, addressed patient complaints effectively, with approximately 12% of patients expressing dissatisfaction. However, non-litigation efforts through external organizations like the Indonesian Consumers Foundation were not reported. This study highlights the need for enhanced patient education and awareness, efficient complaint mechanisms, and further exploration of external legal recourse avenues to ensure comprehensive legal protection for BPJS Kesehatan patients.
Aktivitas Imunomodulator Infusa Ginseng Jawa (Talinum paniculatum) pada Mencit (Mus musculus) Digyo, Oscar Daniel Kusumo; Safika; Andriyanto
Jurnal Veteriner dan Biomedis Vol. 2 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jvetbiomed.2.1.1-8.

Abstract

Ginseng jawa diketahui mengandung senyawa aktif yang berpotensi sebagai imunomodulator. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kemampuan infusa ginseng jawa sebagai imunomodulator berdasarkan aktivitas dan indeks fagositosis makrofag peritoneal mencit serta menentukan dosis yang paling efektif sebagai imunomodulator. Penelitian ini menggunakan 30 ekor mencit galur DDY jantan yang dibagi dalam 5 kelompok, yaitu kontrol negatif (air mineral), kontrol positif (sediaan imunomodulator komersial), infusa ginseng jawa (IGJ) dosis 33 mg/kg BB, 66 mg/kg BB, dan 200 mg/kg BB. Pemberian infusa ginseng jawa dilakukan satu kali sehari selama 14 hari secara peroral dengan mikropipet. Mencit diinduksi dengan Staphylococcus aureus nonpatogen (108 CFU/ml) pada hari ke-15 secara intraperitoneal sebelum dilakukan koleksi cairan peritoneal. Cairan peritoneal lalu dibuat preparat ulas dan dilakukan pengamatan terhadap jumlah makrofag aktif dan S. aureus yang terfagositosis. Selanjutnya aktivitas fagositosis dan indeks fagositosis makrofag dihitung. Hasil pengujian menunjukkan aktivitas fagositosis dan indeks fagositosis pada seluruh kelompok yang diberikan infusa ginseng jawa berbeda nyata (p<0,05) dibandingkan dengan kelompok kontrol. Aktivitas dan indeks fagositosis tertinggi ditemukan pada kelompok IGJ 200 mg/kg BB dengan nilai berturut-turut 74,83%±2,32% dan 3,07±0,05. Infusa ginseng jawa memiliki kemampuan sebagai imunomodulator dengan meningkatkan respons imun nonspesifik berupa aktivitas dan indeks fagositosis makrofag.
Uji Toksisitas Akut Sari Buah Apel (Malus domestica) pada Mencit (Mus musculus) Ifana, Cindy Anola; Andriyanto; Pristihadi, Diah Nugrahani
Jurnal Veteriner dan Biomedis Vol. 2 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jvetbiomed.2.1.22-28.

Abstract

Sari buah apel banyak beredar dan dikonsumsi masyarakat sebagai minuman dengan kandungan nutrisi tinggi. Berbagai potensi sari buah apel sebagai bahan alami perlu didukung oleh informasi mengenai tingkat keamanannya. Tingkat keamanan penggunaan sari buah apel dapat diuji dengan uji toksisitas. Pengujian dilakukan pada 20 ekor mencit betina yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok perlakuan dosis 0 g/kg BB diberi aquades, sedangkan kelompok lain diberi sari buah apel dengan dosis pemberian 5, 10, 15, dan 20 g/kg BB dalam dosis tunggal secara peroral. Mortalitas, respon fisiologis, dan gejala klinis diamati selama 14 hari setelah satu kali pemberian sediaan. Parameter lain yang diamati pada penelitian ini yaitu bobot badan, bobot organ absolut, bobot organ relatif, dan makro anatomi organ. Hasil pengujian toksisitas akut pada sari buah apel tidak menyebabkan perbedaan yang nyata terhadap gejala klinis, bobot badan, bobot organ, makroanatomi organ, maupun tingkat kematian. Disimpulkan bahwa sari buah apel termasuk ke dalam sediaan yang bersifat praktis tidak membahayakan.
Efek Potensial Sari Buah Apel (Malus domestica) sebagai Penumbuh Rambut pada Tikus (Rattus norvegicus) Nur Nabilla, Cintya; Andriyanto; Subangkit, Mawar
Jurnal Veteriner dan Biomedis Vol. 2 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jvetbiomed.2.1.29-34.

Abstract

Rambut berfungsi untuk memberikan kehangatan, perlindungan, keindahan serta penunjang penampilan. Kerontokan rambut yang dapat mengakibatkan kebotakan merupakan salah satu problema yang paling dikhawatirkan setiap orang. Kebotakan biasanya diobati dengan mengkonsumsi obat tertentu namun keamanan dari obat-obatan tersebut belum tentu terjamin. Bahan alami menjadi salah satu alternatif yang dapat dipilih, diantaranya adalah sari buah apel (Malus domestica). Penelitian ini bertujuan menguji dan mempelajari efektivitas sari buah apel sebagai penumbuh rambut serta menganalisis frekuensi pengolesan terbaik dengan parameter pertumbuhan rambut dan reaksi iritasi pada tikus (Rattus norvegicus). Sebanyak 6 ekor tikus dibagi menjadi 4 perlakuan pada masing-masing tikus yaitu kontrol (tidak diberi olesan), 1 kali oles sehari, 2 kali oles sehari, dan 3 kali oles sehari. Pengukuran panjang rambut tikus dilakukan pada hari ke-6, 9, 12, dan 15 serta menganalisis skor eritema dan edema atau Primary Dermal Irritation Index (PDII). Hasil penelitian menunjukkan sari buah apel memiliki efek yang signifikan sebagai pemacu pertumbuhan rambut. Pemberian olesan sebanyak 3 kali sehari menjadi kelompok dengan frekuensi pemberian olesan terbaik karena memiliki perbedaan nyata terhadap kelompok kontrol. Tidak ada reaksi iritasi yang ditimbulkan dari sari buah apel saat dilakukan uji iritasi pada tikus.
Aspek Yuridis Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan Implementasinya di Provinsi Maluku Kalew, Robby; Sirajuddin; Andriyanto
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 4 No. 3 (2025): JAKADARA: JURNAL EKONOMI, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v4i3.5264

Abstract

Pemerintah Republik Indonesia mengambil langkah penting dalam permasalahan stunting di Indonesia dengan mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, dengan harapan di tahun 2024 prevalensi stunting turun pada angka 14%. Langkah ini diambil mengingat prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi di tahun 2020, melebihi 20% atau belum di bawah 20% seperti yang ditentukan oleh WHO. Selain itu, stunting dapat mempengaruhi tumbuh kembang seorang anak dikemudian hari. Sila-sila dalam Pancasila dan Pasal 28 H ayat (1) UUD 1945, merupakan payung hukum dikeluarkannya Peraturan Presiden tersebut. Dalam Peraturan Presiden ini telah mengatur bagaimana masing-masih Pemerintah Daerah mengimplementasi dan menggerakkan semua sektor terkait untuk mempercepat penurunan stunting di daerahnya. TPPS menjadi garda terdepan mengkoordinasi semua sektor terkait dalam percepatan penurunan stunting di daerahnya. Pasal 14 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan memperjelas perlunya Peraturan Daerah dengan muatan materinya dan fungsinya, yaitu sebagai penyelenggara otonomi daerah, juga tugas pembantuan serta menampung kondisi khusus daerah dan/atau penjabaran lebih lanjut peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis aspek yuridis Peraturan Presiden tersebut terhadap kedudukan hukumnya serta bagaimana Pemerintah Daerah Provinsi Maluku mengimplementasikannya. Dengan demikian penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan pendekatan deskritif kualitattif. Data diperoleh melalui Focus Group Discussion dengan peserta TPPS Provinsi Maluku. Hasil penelitian dengan menganalisis kedudukan hukum Peraturan Presiden tersebut. Satuan Kerja TPPS menyimpulkan oleh karena tidak adanya Peraturan Daerah yang di keluarkan oleh Pemerintah Daerah sehingga prevalensi stunting di Provinsi Maluku tetap pada angka 28,4% sama dengan di tahun 2023. SK gubernur yang dikeluarkan mengadopsi semua instruksi dalam Peraturan Presiden, padahal dengan Peraturan Daerah, maka percepatan penurunan stunting dapat disesuaikan dengan kondisi dan permasalahan di Provinsi Maluku yang tentunya berbeda dengan provinsi lainnya. Kurangnya koordinasi dari tiap bidang dalam struktur TPPS sebagai akibat kurang harmonisnya TPPS mengakibatkan rembuk stunting, penilaian kinerja OPD tidak dilaksanakan dengan baik. Selain itu peran masyarakat, sumber daya manusia dan penganggaran juga mempengaruhi prevalensi stunting di Provinsi Maluku sehingga tidak turun seperti yang diharapkan.