Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pemilihan Tempat Merokok Pada Usia 16 – 64 Tahun Di Wilayah Merbau Mataram Sintawati, Dewi; Sary, Lolita; Febrani, Christin Angelina; Aryawati, Wayan; Muhani, Nova
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17602

Abstract

Berdasarkan data Global Adult Tobacco Survey  (GATS) tahun 2021 diketahui Sebanyak  44,8% orang dewasa terpapar asap tembakau di area tertutup di tempat kerja mereka. Sebanyak 59,3% orang terpapar asap tembakau di dalam rumah mereka. Tujuan penelitian diketahui analisis pemilihan tempat merokok pada 16 – 64 tahun di wilayah kerja Puskesmas Merbau Mataram. Jenis penelitian kuantitatif rancangan cross sectional. Populasi adalah masyarakat usia 15-64 tahun sebanyak 27.864 orang dengan sampel yang digunakan sebanyak 379 responden menggunakan teknik multistage random sampling. Penelitan telah dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Merbau Mataram pada bulan Juli 2024. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan cara angket dan dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian diketahui ada hubungan pengetahuan (p-value = 0.0001), sikap (p-value = 0.0001), orang penting sebagai referensi (p-value = 0.0001), fasilitas merokok (p-value = 0.019) dengan pemilihan tempat merokok pada usia produktif sedangkan tidak ada hubungan pendapatan (p-value = 0.997) dengan pemilihan tempat merokok pada usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Merbau Mataram tahun 2024. Variabel fasilitas merokok merupakan faktor dominan dengan nilai p-value = 0.038, OR = 3.753 terhadap pemilihan tempat merokok. Disarankan untuk edukasi mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan non KTR kepada masyarakat, agar menimbulkan kesadaran akan pemilihan tempat rokok.
Kolaborasi FIK dan HPU dalam menumbuhkan kesadaran pemeriksaan kesehatan rutin sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular Nuryani, Dina Dwi; Listyaningsih, Erna; Sary, Lolita; Oktarina, Devi; Chrisanto, Eka Yudha; Muhani, Nova; Perdana, Agung Aji; Setiawati, Setiawati
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i6.1382

Abstract

Background: Maintaining health is a fundamental aspect in supporting quality of life, especially for vulnerable groups such as mothers and children. Prevention through early detection and health education is a key strategy in building public awareness. As a concrete manifestation of the university's role in improving public health, the Faculty of Health Sciences (FIK) of Malahayati University, in collaboration with Health Promoting University (HPU), conducted a community service activity. Purpose: To raise awareness and increase knowledge of mothers and children regarding the importance of regular health check-ups and adopting a healthy lifestyle as a preventative measure for non-communicable diseases (NCDs). Method: The activity was held on Sunday, May 24, 2025, involving 136 orphans and 120 mothers of orphans. The series of activities included a fun walk, health checks by FIK lecturers (measurement of blood pressure, blood sugar, uric acid, weight, and height), and distribution of iron tablets. Additionally, educational games were provided by the Psychology Study Program, reproductive health counseling by the Midwifery Study Program, and education on NCD prevention by the Public Health Study Program. Results: The number of participants in this activity was quite significant, demonstrating high public enthusiasm for the free health screening service. The majority of participants were housewives and school-aged children from communities with limited access to routine health services. The examination results indicated that some participants had test results that were outside the normal range, particularly for blood pressure and blood sugar levels. In children, several cases were found with a body mass index (BMI) below the standard. Conclusion: The basic health screening activity for mothers and orphans went smoothly and received high enthusiasm from participants. The basic health screening activity for mothers and orphans had a positive impact in raising awareness of the importance of early detection for preventing non-communicable diseases (NCDs). Suggestion: Participants are expected to undergo regular health checks, and relevant parties are also encouraged to facilitate access and improve health education in the community. Keywords: Community service; Early detection; Health education; Non-communicable diseases Pendahuluan: Menjaga kesehatan merupakan aspek fundamental dalam menunjang kualitas hidup, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu dan anak. Pencegahan melalui deteksi dini dan edukasi kesehatan menjadi strategi utama dalam membentuk kesadaran masyarakat. Sebagai wujud nyata peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Malahayati bekerja sama dengan Health Promoting University (HPU) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. Tujuan: Untuk menumbuhkan kesadaran serta meningkatkan pengetahuan ibu dan anak mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan penerapan gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan penyakit tidak menular (PTM). Metode: Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 24 Mei 2025, dengan melibatkan 136 anak yatim dan 120 ibu dari anak-anak yatim. Rangkaian kegiatan meliputi jalan sehat, pemeriksaan kesehatan oleh dosen FIK (pengukuran tekanan darah, gula darah, asam urat, berat badan, dan tinggi badan), serta pemberian tablet Fe. Selain itu, terdapat permainan edukatif oleh Prodi Psikologi, penyuluhan kesehatan reproduksi oleh Prodi Kebidanan, serta edukasi pencegahan PTM oleh Prodi Kesehatan Masyarakat. Hasil: Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini cukup signifikan, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Mayoritas peserta merupakan ibu rumah tangga dan anak-anak usia sekolah dari kelompok masyarakat dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan rutin. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian peserta memiliki hasil pemeriksaan yang tidak berada dalam rentang normal, khususnya dalam hal tekanan darah dan kadar gula darah. Pada anak-anak, ditemukan beberapa kasus dengan indeks massa tubuh (IMT) yang berada di bawah standar. Simpulan: Kegiatan pemeriksaan kesehatan dasar bagi ibu-ibu dan anak-anak yatim berjalan dengan lancar, mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Kegiatan pemeriksaan kesehatan dasar bagi ibu-ibu dan anak-anak yatim berdampak positif dalam meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini untuk pencegahan terjadinya penyakit tidak menular (PTM). Saran: Diharapkan pada peserta untuk memeriksakan kesehatannya secara rutin dan pihak terkait juga diharapkan untuk memberikan kemudahan dalam peningkatan akses dan edukasi kesehatan di masyarakat.
Analisis Faktor Risiko Analisis Paritas Terhadap Kejadian Stunting Usia 0-24 Bulan di Indonesia (Studi Data Sekunder Ssgi 2022) Aryawati, Wayan; Kesuma, Dyah Gaby; F, Christin Angelina; Sari, Fitri Eka; Muhani, Nova
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49513

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, khususnya pada anak usia 0–24 bulan, dengan dampak meliputi keterlambatan pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, produktivitas masa depan, dan risiko penyakit kronis. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan antara paritas ibu dan faktor pelayanan kesehatan, seperti kunjungan antenatal care (ANC), ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI), serta akses layanan kesehatan, dengan kejadian stunting. Metode: Penelitian cross-sectional menggunakan data sekunder Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, melibatkan 124.250 anak usia 0–24 bulan, dianalisis dengan regresi logistik univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Prevalensi stunting sebesar 7,7%. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara stunting dengan paritas (p=0,000), ASI eksklusif (p=0,006), dan kunjungan ANC (p=0,000). Analisis multivariat mengonfirmasi paritas sebagai determinan signifikan stunting (p=0,000; OR=0,908; 95% CI: 0,871–0,946), terutama pada anak dari ibu multiparitas. Kesimpulan: Pencegahan stunting perlu fokus pada peningkatan cakupan dan kualitas ANC, akses layanan kesehatan, serta edukasi kesehatan reproduksi untuk ibu multigravida.
Analisis Faktor Risiko Antenatal Care Terhadap Stunting Usia 0-24 Bulan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022 Aryawati, Wayan; Indriani, Annisa; F, Christin Angelina; Sari, Fitri Eka; Muhani, Nova
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49514

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi utama yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Pelayanan antenatal (ANC) menjadi strategi kunci pencegahan stunting, namun kepatuhan terhadap standar ANC masih rendah. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan kepatuhan ANC standar dengan kejadian stunting pada anak usia 0–24 bulan di Indonesia menggunakan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Metode: Studi potong lintang kuantitatif ini menggunakan data sekunder SSGI 2022 dengan populasi 334.878 individu dan sampel 118.736 anak usia 0–24 bulan. Data dianalisis dengan metode univariat, bivariat (Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik biner). Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara stunting dengan kunjungan ANC standar (p=0,000), paritas (p=0,000), ASI eksklusif (p=0,000), dan akses layanan kesehatan (p=0,000). Usia ibu saat hamil pertama (p=0,776) dan pemberian MP-ASI (p=0,349) tidak signifikan. Anak dari ibu tanpa ANC standar berisiko stunting 1,33 kali lebih tinggi. Kesimpulan: Ketidakpatuhan ANC meningkatkan risiko stunting. Penguatan layanan ANC dan edukasi kesehatan ibu hamil penting untuk menurunkan stunting.
IDENTIFIKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA MASYARAKAT DUSUN VIII DESA SUKAJAYA LEMPASING KECAMATAN TELUK PANDAN KABUPATEN PESAWARAN Aryastuti, Nurul; Muhani, Nova; Triyono, Triyono; Murtianingsih, Erni; Amangsa Mas Gede, Aranda; Kurniane Hartono, Bella; Amelia, Lia; Nawawi, Achmad; Waser, Waser
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 5 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i5.2042-2051

Abstract

Aktivitas penyuluhan kesehatan bertujuan untuk memperbaiki keinginan dan daya dukung masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan, dimulai dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat, dengan memperhatikan lingkungan sosial dan budaya setempat, agar masyarakat mampu membantu dirinya sendiri dalam hal kesehatan. Tujuan dari ini adalah untuk meningkatkan pemahaman responden mengenai PHBS dan DAGUSIBU serta mengurangi penyakit menular, penyakit tidak menular, pencemaran lingkungan, dan dampak negatif lainnya. Metode pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan adalah melalui sosialisasi, wawancara, dan pengisian kuesioner. Agar penyampaian materi lebih mudah, digunakan alat bantu seperti Banner, Proyektor, Laptop, Kamera, dan Alat Pengeras Suara. Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada Kamis, 30 Januari 2025 dengan tema “Identifikasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Upaya Peningkatan DAGUSIBU di Masyarakat Dusun VIII Desa Sukajaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran”. Target dari kegiatan penyuluhan adalah seluruh warga desa Sukajaya yang berjumlah 100 orang, termasuk lansia dan non-lansia. Kegiatan ini memberikan informasi kepada masyarakat tentang DAGUSIBU. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman dengan tingkat keberhasilan meningkat dari 47% menjadi 100%. Ini mengindikasikan bahwa intervensi melalui penyuluhan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan obat yang aman dan tepat.
Pengaruh penyuluhan pencegahan wabah covid 19 meliputi 5m Terhadap pengetahuan masyarakat Novera, Elsa; Yanti, Dhiny Easter; Muhani, Nova
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 1 No. 2 (2024): April Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v1i2.1117

Abstract

Pendahuluan: Pandemi virus corona menjadi masalah kesehatan masyarakat saat ini. Sekitar 10,2 juta kasus di dunia per 29 Juni 2020 di 215 negara, Di Indonesia sendiri, hingga 29 Juni 2020 terdapat 54.010 kasus Covid 19. Di Provinsi Lampung per 16 Maret 2021 terkonfirmasi sebanyak 13.347 kasus, Kabupaten Lampung Utara per 16 Maret 2021 terdapat 1.083 kasusdi Kecamatan Abung Tengah 10 kasus covid19 perMaret 2020 sd Februari 2021. Tujuan: Diketahui pengaruh promosi kesehatan pencegahan wabah Covid19 meliputi 5M terhadap pengetahuan pada Masyarakat diKelurahanSubik kecamatan Abung Tengah. Metode: Jenis penelitian menggunakan kuantitatif, rancangan penelitian menggunakan eksperimen, dengan pendekatan one group pretes postes design.Populasi yang digunakan di penelitian ini sebanyak 249 orang pada tahun 2021, pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 30 orang.analisa data menggunakan univariat dan bivariat, menggunakan uji statistik uji-t tes dependen Hasil: Rata-rata pengetahuan sesudah diberi penyuluhan pencegahan wabah Covid19 meliputi 5M dengan mean 7,47.Hasil analisa data bivariat menggunakan uji t-tes didapat nilai p-value 0,000<0,05 ditarik kesimpulan terdapat pengaruh penyuluhan pencegahan wabah Covid19 meliputi 5M terhadap pengetahuan pada masyarakat di Kelurahan Subik. Kesimpulan: Diharapkan petugas kesehatan setempat memberikan penyuluhan rutin untuk masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan 5M saat masa pandemi. Kata Kunci: Penyuluhan; Covid 19; 5M; Pengetahuan. Introduction: The corona virus pandemic is a public health problem today. Around 10.2 million cases in the world as of June 29, 2020 in 215 countries, In Indonesia alone, as of June 29, 2020 there were 54,010 cases of Covid 19. In Lampung Province as of March 16, 2021 there were 13,347 confirmed cases, North Lampung Regency as of March 16, 2021 there were 1,083 cases in Abung Tengah District 10 cases of covid19 as of March 2020 to February 2021. Purpose: to know the effect of health promotion on the prevention of the Covid-19 outbreak including 5M on knowledge in the community in Subik Sub-district, Abung Tengah sub-district. Methods: This type of research uses quantitative, experimental research design, with a one group pretest posttest design approach. The population used in this study was 249 people in 2021, sampling using simple random sampling was 30 people. data analysis using univariate and bivariate, using t-test statistical test dependent test. Results: The average knowledge after being given counseling on preventing the Covid-19 outbreak included 5M with a mean of 7.47. The results of the bivariate data analysis using the t-test obtained a p-value of 0.000 <0.05, it was concluded that there was an effect of counseling on preventing the Covid-19 outbreak including 5M on knowledge in the community in Subik Village. Conclusion: It is expected that local health workers will provide regular counseling for the community to comply with the 5M health protocol during the pandemic. Keywords: Counseling; Covid 19; 5M; Knowledege
Edukasi pencegahan hipertensi melalui media poster dengan metode think pair share terhadap pengetahuan dan sikap Belkis, Happy Aprilia; Muhani, Nova; Yanti, Dhiny Easter
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 2 No. 2 (2025): Edition April 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v2i2.1286

Abstract

Background: Hypertension is now a health problem that is not only experienced by the elderly, but also by adolescents who are at risk of experiencing high blood pressure due to bad habits and unhealthy lifestyles. The prevalnce of hypertension in Lampung Province is 15.10 % of the 6.216.638 population aged 15 years and over. The high cases of hypertension in adolescensts today are caused by one of the low knowledge and attitudes about the risk factors for hypertension. It is necessary to in increase adolescent knowledge and attitudes thourgh poster media with the think pair share method, which is not yet known how effective this method is in increasing knowledge and attitudes in adolescent student. Purpose: To determine the differences in knowledge and attitudes towards preventing hypertension in adolescents through poster media with the think pair share method. Method: This study employed a quantitative research design with a quasi-experimental approach. The population consisted of 185 students from grades 10 and 11. The sampling technique used was proportional simple random sampling. Data were collected through a questionnaire. Data were analyzed using univariate (frequency distribution) and bivariate (Wilcoxon) tests. Results: There was a difference in knowledge (p-value = 0.001) and attitudes (p-value = 0.001) between posters and the think-pair method. Conclusion: Schools use posters and the think-pair-share method when providing hypertension education materials. Keywords: Attitude; Adolescents; Hypertension Prevention; Knowledge. Pendahuluan: Hipertensi kini menjadi masalah kesehatan yang tidak hanya dialami oleh lansia, tetapi juga oleh remaja yang berisiko mengalami tekanan darah tinggi akibat kebiasaan buruk dan gaya hidup tidak sehat. Prevaleni hipertensi di Provinsi Lampung sebesar 15.10% dari 6.216.638 penduduk berusia 15 tahun ke atas. Tingginya kasus hipertensi pada remaja saat ini disebabkan salah satunya pengetahuan dan sikap yang rendah tentang faktor risiko kejadian hipertensi. Perlu meningkatkan pengetahuan remaja dan sikap melalui media poster dengan metode think pair share yang belum diketahui bagaimana efektifitas metode ini dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap pada siswa remaja. Tujuan: Untuk mengatahui perbedaan pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan hipertensi pada remaja melalui media poster dengan metode think pair share. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi ekperimen. Populasi dari penelitian dari kelas 10 dan 11, yakni sebanyak 185 siswa. Teknik pengambilan sampel proposional simple random sampling. Teknik pengumpulan data melalui lembar kuesioner. Analisis data menggunakan unvariat (distribusi frekuensi) dan bivariat (wilcoxon). Hasil: Ada perbedaan pengetahuan (p-value = 0.001) dan Sikap (p-value = 0.001). dengan media poster dan metode think pair. Simpulan: Sekolah menggunakan poster dengan metode think pair share pada saat memberikan materi penyuluhan hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi; Pencegahan Remaja; Pengetahuan; Sikap.
Capaian indikator kapitasi berbasis kinerja (KBK) dan faktor yang menghambat Taufiqqurokhim, Taufiqqurokhim; Amirus, Khoidar; Sari, Nurhalina; Muhani, Nova
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 2 No. 2 (2025): April Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v2i2.672

Abstract

Background: Performance-Based Capitation Payments, hereinafter referred to as KBK Payments, are adjustments to the amount of capitation rates based on the results of an assessment of achievement of agreed individual health service indicators in the form of performance results of First Level Health Facilities in the context of improving service quality. The indicators referred to are the number of contacts, the ratio of non-specialist outpatient referrals and the ratio of controlled prolanis participants. Purpose: To determine Performance-Based Capitation Indicator Achievements (Kbk) and Inhibiting Factors Method: This study uses a qualitative case study approach using in-depth interviews, observation, and document review as a way to collect data. There were five informants in this study, namely the Head of the Health Center, General Practitioner, PIC JKN, PIC P-Care, PIC Prolanis. Data analysis in qualitative research consists of the stages of data reduction, data presentation, drawing conclusions, and verification. Results: The contact number indicator was not achieved because people were afraid to go to the puskesmas for treatment and health visit activities were not carried out during the COVID-19 pandemic so that sick visits and health visits decreased. Conclusion: The outpatient referral ratio for non-specialist cases was not achieved more due to the lack of understanding of the participants regarding the referral flow. Prolanis activities did not run optimally such as medical consultations, education of prolanis participant groups and monitoring of health status while home visits, SMS Gateway reminders and club activities did not done.   Keywords: Indicators; Inhibiting Factors; Performance-Based Capitation (CBC).   Abstrak   Pendahuluan: Pembayaran Kapitasi Berbasis Kinerja, yang selanjutnya disebut dengan Pembayaran KBK, adalah penyesuaian besaran tarif kapitasi berdasarkan hasil penilaian pencapaian indikator pelayanan kesehatan perseorangan yang disepakati berupa hasil kinerja Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dalam rangka peningkatan mutu pelayanan. Adapun indikator   dimaksud   adalah   angka   kontak,   rasio   rujukan   rawat   jalan   non spesialistik dan rasio peserta prolanis terkendali. Tujuan: Untuk mengetahui Capaian Indikator Kapitasi Berbasis Kinerja (Kbk) Dan Faktor Yang Menghambat Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen sebagai cara untuk mengumpulkan data. Informan penelitian ini berjumlah lima orang, yaitu Kepala Puskesmas,Dokter umum, PIC JKN, PIC P-Care, PIC Prolanis. Analisis data dalam penelitian kualitatif terdiri dari tahap reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasie. Hasil: Tidak tercapainya indikator angka kontak disebabkan karena masyarakat takut berobat ke puskesmas dan tidak terlaksananya kegiatan kunjungan sehat pada masa pandemi COVID-19 sehingga kunjungan sakit dan kunjungan sehat menurun. Simpulan: Rasio rujukan rawat jalan kasus non spesialistik tidak tercapai lebih di sebabkan oleh belum pahamnya peserta terkait alur rujukan,  Kegiatan prolanis tidak berjalan optimal seperti konsultasi medis, edukasi kelompok peserta prolanis dan pemantauan status kesehatan sedangkan home visit, reminder SMS Gateway dan aktivitas klub tidak terlaksana.    Kata Kunci : Faktor Penghambat; Indikator; Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK).
Edukasi kekerasan seksual dengan media video pada remaja Astri, Hanifah; Muhani, Nova; Febriani, Christin Angelina
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 2 No. 2 (2025): April Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v2i2.1292

Abstract

Background: Sexual violence remains a serious problem in educational settings, including secondary schools. According to data from the 2022 Symfoni PPA (PPA Children's Empowerment and Child Protection) report, there were 4,908 cases of sexual violence against children in Indonesia, with 362 cases occurring in Lampung Province. Preventing sexual violence requires effective and accessible educational efforts for adolescents. Purpose: To determine the effectiveness of sexual violence education using video media on improving students' knowledge. Method: A one-group pretest-posttest study with a randomly selected sample of 84 students. The research instrument was a knowledge questionnaire, measured before and after the intervention. Data analysis was performed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: The study showed an increase in the average knowledge score from 97.26 before the intervention to 99.93 after the intervention, with a p-value of 0.001 (p<0.05), indicating a significant difference. Conclusion: Educational videos are considered effective in improving students' knowledge regarding sexual violence prevention. Routine use of video media in schools is a strategy for promoting reproductive health and preventing sexual violence against adolescents   Keywords: Education; Knowledge; Sexual Violence; Video.   Pendahuluan: Kekerasan seksual masih menjadi salah satu masalah serius di lingkungan pendidikan, termasuk di sekolah menengah. Berdasarkan data Simfoni PPA tahun 2022, tercatat sebanyak 4.908 kasus kekerasan seksual pada anak di Indonesia, dengan 362 kasus terjadi di Provinsi Lampung. Pencegahan kekerasan seksual memerlukan upaya edukasi yang efektif dan mudah dipahami oleh remaja. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas edukasi kekerasan seksual dengan media video terhadap peningkatan pengetahuan siswa. Metode: Penelitian desain one group pretest-posttest dengan sampel 84 siswa yang dipilih secara acak. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan yang diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 97,26 sebelum intervensi menjadi 99.93 setelah intervensi, dengan p-value 0,001 (p<0,05) yang menunjukkan perbedaan signifikan. Simpulan: Video edukasi dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan kekerasan seksual. Penggunaan media video dilakukan secara rutin di sekolah sebagai strategi promosi kesehatan reproduksi dan pencegahan kekerasan seksual pada remaja.   Kata kunci: Edukasi; Kekerasan Seksual; Pengetahuan; Video.
Evaluasi pelayanan posbindu penyakit tidak menular selama pandemi covid-19 Handayani, Opsi Okta; Muhani, Nova
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 1 No. 2 (2024): Edition April 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v1i2.135

Abstract

Pendahuluan: Transisi epidemiologi penyebab kematian di dunia 71% disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM) dan 22% oleh penyakit menular. Dari jumlah tersebut, hampir tiga perempat (72,3%) berasal dari penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, dan kanker. Tujuan: evaluasiPosbindu Penyakit Tidak Menular Pelayanan(PTM) pada masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Yosomulyo. Metode: Jenis evaluasi penelitian kualitatif dengan model context, input, process, product (CIPP). Instrumen menggunakan pedoman wawancara. Analisis data dengan triangulasi sumber, metode dan teori. Hasil: Hasil evaluasi masukan dari Posbindu Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) di Puskesmas Yosomulyo Kota Metro tahun 2021 terdiri dari upaya sosialisasi yang dilakukan berkoordinasi dengan dinas kesehatan terkait zona penyebaran covid-19, dengan exit dan RT RW sesegera mungkin memberikan pembahasan tentang tempat dan jadwal pelaksanaan posbindu serta pelaksanaan protokol kesehatan. Simpulan: hasil pelaksanaan protokol kesehatan telah dilakukan walaupun tindakan sterilisasi tempat dan peralatan secara berkala tidak timbul dari hasil wawancara dan observasi di lapangan. Jumlah kunjungan yang sebagian besar menyatakan terjadi penurunan jumlah kunjungan, target target yang tidak tercapai terutama untuk target remaja dan bapak-bapak.
Co-Authors Adinda Pratiwi, Yolandha Afriza, Zelda Nora Agung Aji Perdana Akhmalbih, Muhamad Amanda Sari, Fadilah Amanda, Fadhila Dwi Amangsa Mas Gede, Aranda Amperaningsih, Yuliati Angelina F, Christin Angelina, Christin Anita Anita Anita Antika, Bernadeta Ramah Ardiansyah, Deni Arisandi, Syafik Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan ashari, Hernandi Astri, Hanifah Awaliyah, Kharismatul Belkis, Happy Aprilia Besral . Chrisanto, Eka Yudha Christin Angelina Febriani Daka, Rohman Dekotyanti, Trivira Dewi, Friska Novira Maya Dina Dwi Nuryani Dwi Nuryani, Dina Dwiyana, M Rizal Dyah Gaby Kesuma Eka Sari Siregar, Fitri Eka Sari, Fitri Ekasari, Fitri Erna Listyaningsih F, Christin Angelina Farich, Achmad Fatmawaty, Desy Febrani, Christin Angelina Fikri, Rahmat Forcepta, Chania Furqoni, Prima Dian Gustiawan, Ricki Hajinah, Ferriyal Sepriza Fauzan Handayani, Dina Dwi Handayani, Opsi Okta Hermawan, Dessy I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan Iing Lukman Indrawati, Nuke Indriani, Annisa Ismunarti, Diah iswanto Jaya, Hernandi Ashari Juwita Khoidar Amirus Kurniane Hartono, Bella Kurniati, Mala Lia Amelia Lolita Sary Maryam, Riyanti MasrBABSi Mawardi, Kholiq MS, Shaharuddin Murtianingsih, Erni Nawawi, Achmad Novera, Elsa Nurhalina Sari Oktarina, Devi Pinarsih, Retno Pratiwi, Yolandha Adinda Putra, Agung Pradana Putri, Govindha Rafika, Echa Rahmah, Aulyya Rahmat Effendi, Rahmat Ramasarie, Dina Rapingah, Siti Reni, octa Reza Mahendra Risdinar, Risa Rismaya Rivaldi, Muhammad Ilham Rizka Rahmawati, Rizka Rosmayani, Rosmayani Rudi, Renna Oktavia Samino Samino Samino Saputri, Firdha Azzahra Sari, Fadhilah Amanda Sari, Fitri Eka Sastini, Ketut Setiawati Setiawati Setiawati, Octa Reni Shintani, Clara Sihotang, Lydia Sintawati, Dewi Siti Nurjanah Slamet Widodo Syarifah, Dinda Rachma Tasyarani, Nazla Taufiqqurokhim, Taufiqqurokhim terta, Riesca lavenia Tetra Dewi, Fatwa Sari TH, Dalfian Adnan Triyono Triyono Utari, Elitha M Waser, Waser Wati, Putri Vega Yanti, Dhiny Easter Yuanita, Desy Yulyani, Vera Yuniar, Poppy Yusuf, Ghina Gabrilla