Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pemanfaatan Tenaga Kesehatan Masyarakat dalam Mengisi Jabatan di RS Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Amanda, Fadhila Dwi; Samino, Samino; Muhani, Nova; Dwiyana, M Rizal
Jurnal Dunia Kesmas Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v12i4.17835

Abstract

Berdasarkan UU no 36/2014, tenaga kesmas yang dapat mengisi jabatan RS berupa entomolog kesehatan, epidemiolog kesehatan, administrator kesehatan, sanitarian dan kesehatan kerja. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Peneliti menggunakan teknik wawancara mendalam serta telaah dokumen. Informan berjumlah 2 orang yang dipilih berdasarkan pengetahuan dan pemahaman serta kewenangannya terkait Sumber Daya Manusia (SDM) di RSPBA. Analisis data menggunakan analisis konten. Berdasarkan hasil analisis data, pada struktur organisasi di RSPBA tidak ditemukan kotak jabatan untuk tenaga kesmas dikarenakan tidak ada regulasi yang mewajibkan RS privat tipe C untuk menyediakan tenaga tersebut dalam kebutuhan SDM-nya. Tugas pokok dan fungsi masing-masing individu dalam jabatan dituangkan secara tertulis di dalam struktur organisasi RSPBA dan ditemukan tugas pokok dan fungsi tenaga kesehatan masyarakat dalam jabatan non kesehatan masyarakat. Penempatan individu di dalam struktur organisasi didasarkan pada job specification dan kewenangan dalam penempatan pejabat berdasarkan surat perjanjian antara representatif pemilik dan Pertamina. Pemanfaatan tenaga kesmas dalam struktur organisasi RSPBA diisi oleh 3 orang di level manajemen dan 4 orang di level pelaksana. Peneliti menyarankan supaya tugas yang merupakan kompetensi tenaga kesmas dapat diisi oleh tenaga yang sesuai agar menunjang SDM RSPBA
Analisis Survival Lama Keberhasilan Pengobatan Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Hajimena Lampung Selatan 2021-2023 Antika, Bernadeta Ramah; Perdana, Agung Aji; Muhani, Nova
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i1.16817

Abstract

Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara dengan jumlah penderita Tuberkulosis dan di Provinsi Lampung Jumlah kasus Tuberkulosis mencapai 19.835 kasus. Peningkatan angka kejadian Tuberkulosis juga dapat disebabkan karena masih adanya ketidakberhasilan dalam pengobatan Tuberkulosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, dan keteraturan berobat terhadap lama keberhasilan pengobatan pasien Tuberkulosis di Puskesmas Hajimena tahun 2021-2023. Jenis Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian Kohort Retrospektif. Data diuji dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Analisis Survival melalui metode Kaplan Meier dan uji Log Rank. Sampel yang digunakan yaitu sebanyak 114 sampel. Teknik sampling menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin perempuan (53,5%) dan laki-laki (46,5%), usia, teratur berobat (97,4%) dan tidak teratur berobat (2,6%), berhasil pengobatan (94,7%) dan tidak berhasil (5,3%). Tidak ada perbedaan yang signifikan antara usia p value =0,782 > 0,005 dan jenis kelamin p value = 0,681 >0,005 dan pada variabel keteraturan berobat, tidak terdapat p value karena adanya keterbatasan sampel. Diharapkan petugas kesehatan dapat melakukan pengawasan melalui pelatihan dan pendampingan Pengawas Minum Obat (PMO) agar dapat membantu pasien terutama pada pasien laki-laki dan pasien dengan usia tidak produktif untuk selalu teratur minum obat hingga selesai menjalani pengobatan. Kata Kunci : Tuberkulosis, Keteraturan Berobat, Jenis Kelamin, usia
Analisis Faktor Stres Pada Warga Binaan Di Lembaga Pemasayarakatan Perempuan Kelas Iia Way Hui Bandar Lampung Jaya, Hernandi Ashari; Sary, Lolita; Muhani, Nova; Setiawati, Octa Reni; Amperaningsih, Yuliati
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i2.18175

Abstract

Prevalensi stres pada narapidana wanita di seluruh dunia adalah sekitar 70%. Stres pada narapidana wanita merupakan masalah serius yang memerlukan perhatian dan penanganan khusus untuk meningkatkan kesejahteraan mental mereka di dalam lingkungan pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor stres pada warga binaan di lembaga pemasayarakatan perempuan kelas IIA Way Hui Bandar Lampung 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sampel sebanyak 134 orang. Analisis data terdiri analisis univariat, analisis bivariat. Sebagian besar responden tidak mengalami stres (94.8%). pengetahuan kurang (52.8%), usia 18-64 tahun (99.3%), dukungan sosial baik (59.7%), masa tahanan < 3 tahun (70.9%), penyesuain diri baik (64.2%), mengalami perasaaan kepadatan hunian (70.9%). Ada hubungan pengetahuan (p–value = 0.002: OR = 2.59) dengan stres dan tidak ada hubungan dukungan sosial ( p–value = 0.70), lama masa hukuman (p–value = 0.67), penyesuian diri (p–value = 1.00)  kepadatan hunian (p–value = 0.67),  dan usia  ( p–value = 0.493) dengan stres. Dukungan sosial, lama masa hukuman, penyesuaian diri, kepadatan hunian tidak berhubungan dengan stres pada warga binaan permasyarakatan di Lembaga Permasyarakatan Perempuan Kelas IIA Way Hui Bandar Lampung Tahun 2023. Diharapkan bagi warga binaan hendaknya dapat memahami tentang hak-hak sebagai narapidana, termasuk hak untuk mendapatkan informasi tentang proses hukuman, akses ke layanan kesehatan dan komunikasi dengan keluarga dan teman.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seks Pranikah pada Mahasiswa Kesehatan di Kota Bandar Lampung Muhani, Nova; Wati, Putri Vega; Sary, Lolita; Amperaningsih, Yuliati; Febriani, Christin Angelina; Dwiyana, M Rizal
Jurnal Dunia Kesmas Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v13i1.15669

Abstract

Program kampus sehat mendukung dan mendorong setiap mahasiswa di lingkungan kampus untuk mewujudkan perubahan perilaku khususnya perilaku kesehatan reproduksi yang sehat. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah pada mahasiswa kesehatan di Kota Bandar Lampung. Jenis penelitian kuantatif, populasi seluruh mahasiswa aktif program studi kesehatan semester genap 2022- 2023 berjumlah 721 orang dan sampel sebanyak 345 orang. Alat ukur kuesioner dan data dianalisis menggunakan chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan responden tidak berperilaku seks pranikah sebanyak 267 orang (77,4%), pengetahuan tentang kesehatan reproduksi baik sebanyak 199 orang (57,7%), sikap menolak perilaku seksual pranikah 201 orang (58,3%), tidak terdapat pengaruh teman sebaya 209 orang (60,6%), tidak terpapar media/konten pornografi 227 orang (65,8%). Terdapat hubungan pengetahuan (p- value 0,05 OR= 1,7), sikap akan perilaku seksual pranikah (p-value 0,002 OR=2,3), pengaruh teman sebaya (p-value 0,000 OR=5,4), paparan media/konten pornografi (p-value 0,017 OR=1,9) terhadap perilaku seks pranikah. Pengaruh teman adalah variabel yang paling berhubungan dengan perilaku seks pranikah dengan OR 5,0. Hendaknya memfasilitasi layanan kesehatan reproduksi remaja dengan edukasi menggunakan alat bantu poster, leaflet banner, melakukan talksow serta membentuk Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) sebagai wadah teman sebaya menyebarluaskan infomasi tentang kesehatan reproduksi Kata kunci: perilaku sesksual pranikah, teman sebaya, mahasiswa kesehatan
Factors Associated with Risky Sexual Behaviour among Junior High School Adolescents in Lampung Province in 2024 Shintani, Clara; Muhani, Nova; Aryawati, Wayan; Febriani, Christin Angelina
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i1.17233

Abstract

According to the World Health Organization, adolescents aged 10-19 years make up more than 16% of the global population and have a significant impact on achieving the Sustainable Development Goals by 2030. The purpose of this study was to determine the factors associated with sexual behaviour of junior high school adolescents in Lampung Province. This study used a cross sectional design. With the sampling process, namely Purposive Random Sampling, the sample size was 132 respondents using research instrument data, namely questionnaires distributed in several forms. The results of this study are of the five variables taken (place of residence, ims & hiv knowledge, use of information and communication technology, the role of parents, the role of peers) found that the factors associated with sexual behaviour are the use of information and communication technology p-value 0.014. Multivariate modelling showed that the use of information and communication technology was the dominant factor with p-value 0.027 and OR 3.133 (95%CI 1.136-8.637) so that it was found that the use of technology and communication was the most influential factor on sexual behaviour in junior high school adolescents. Conclusion The use of information and communication technology increases the risk 3.1 times to perform sexual behaviour or not to perform premarital sexual behaviour with the suggestion that it is necessary to provide education that is more concerned and supervises adolescents in using information and communication technology.
Gambaran Kesetaraan Gender Dan Kekerasn Berbasis Gender Di SMP Provinsi Lampung Muhani, Nova; Aryastuti, Nurul; Sary, Lolita; Dwiyana, M Rizal; Daka, Rohman
Jurnal Dunia Kesmas Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v13i3.20262

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap perilaku seksual berisiko dan kekerasan berbasis gender, terutama di tengah dinamika perubahan sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi kesetaraan gender serta pengalaman kekerasan berbasis gender pada siswa SMP di Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 171 responden yang dipilih secara purposive. Hasil menunjukkan bahwa norma sosial, budaya, dan agama memengaruhi persepsi peran gender (71,9%), dan mayoritas siswa menyatakan memahami isu kekerasan berbasis gender (73,7%). Namun, masih ditemukan kasus perundungan (25,7%), pelecehan seksual (12,3%), dan pemerkosaan (1,8%). Sebanyak 38% responden juga menyatakan bahwa wilayah tempat tinggal mereka memiliki kasus kekerasan berbasis gender. Pihak sekolah diharapkan dapat mengintegrasikan pendidikan kesetaraan gender dan kesehatan reproduksi ke dalam kurikulum serta membentuk unit khusus penanganan kekerasan.
Hubungan Tempat Tinggal (Urban dan Rural) Dan Penggunaan Media Sosial dengan perilaku berisiko seksual Remaja awal di provinsi Lampung Muhani, Nova; Aryastuti, Nurul; Sary, Lolita; Dwiyana, M Rizal; Daka, Rohman
Jurnal Dunia Kesmas Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v13i4.20263

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang kompleks dan rentan terhadap pengaruh lingkungan, termasuk dalam hal perilaku seksual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tempat tinggal (urban dan rural) serta penggunaan media sosial dengan perilaku seksual berisiko pada remaja awal di Provinsi Lampung. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 171 siswa SMP diperoleh melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan uji bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tempat tinggal dengan perilaku seksual berisiko (p-value = 0,12). Sementara itu, terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial yang mengandung konten pornografi dengan perilaku seksual berisiko (p-value = 0,01; OR = 3,6). Disarankan agar sekolah, orang tua, dan pemangku kebijakan lebih aktif dalam memberikan edukasi dan pengawasan terhadap penggunaan media sosial dan akses informasi remaja. Pendidikan kesehatan reproduksi berbasis teknologi dan keluarga merupakan langkah strategis dalam upaya pencegahan perilaku seksual berisiko di kalangan remaja.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Burnout Pada Perawat Ruangan Inap di RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Tahun 2023 Pinarsih, Retno; Dwi Nuryani, Dina; Muhani, Nova; Ekasari, Fitri
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v6i3.2506

Abstract

Burnout menjadi perhatian bagi pekerja di seluruh dunia, pada tahun 2019 WHO (World Health Organization) secara resmi mengatakan burnout selaku fenomena pekerjaan serta masuk dalam International Classification of Diseases (ICD-11). Laporan suatu penelitian systematic review mengenai prevalensi burnout yang menyertakan 182 penelitian dari 109.628 orang di 45 negeri dari tahun 1991-2018, prevalensi burnout yang dilaporkan ialah 67.0%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi burnout (Kelelahan Kerja) pada perawat ruangan inap di RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung tahun 2023. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif pendekatan desain cross sectional. Jumlah sampel 104 responden dengan teknik purposive sampling, dengan melakukan pengisian kuesioner Maslach Burnout Infentory (MBI). Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square. Berdasarkan hasil analisis uji bivariat, diketahui responden yang mengalami burnout tinggi sebanyak 22 perawat (21,2%), dan yang mengalami beban kerja berlebih (work overload) 71 perawat (68,3%), serta setuju adanya rewarded of work sebanyak 67 perawat (64.6%). Terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja berlebih (work overload) dengan nilai p-value = 0,010 dengan OR = 0,287 dan ada hubungan yang signifikan antara setuju adanya rewarded of work dengan nilai p = 0,036 dengan OR = 0,365 terhadap dengan kejadian burnout. RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo diharapkan dapat memberikan pelatihan mengenai faktor-faktor yang terjadinya burnout, sehingga diharapkan perawat mampu mencegah dan mengendalikan kejadian burnout terutama pada dirinya sendiri.
Analisis Pemilihan Tempat Merokok Pada Usia 16 – 64 Tahun Di Wilayah Merbau Mataram Sintawati, Dewi; Sary, Lolita; Febrani, Christin Angelina; Aryawati, Wayan; Muhani, Nova
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17602

Abstract

Berdasarkan data Global Adult Tobacco Survey  (GATS) tahun 2021 diketahui Sebanyak  44,8% orang dewasa terpapar asap tembakau di area tertutup di tempat kerja mereka. Sebanyak 59,3% orang terpapar asap tembakau di dalam rumah mereka. Tujuan penelitian diketahui analisis pemilihan tempat merokok pada 16 – 64 tahun di wilayah kerja Puskesmas Merbau Mataram. Jenis penelitian kuantitatif rancangan cross sectional. Populasi adalah masyarakat usia 15-64 tahun sebanyak 27.864 orang dengan sampel yang digunakan sebanyak 379 responden menggunakan teknik multistage random sampling. Penelitan telah dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Merbau Mataram pada bulan Juli 2024. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan cara angket dan dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian diketahui ada hubungan pengetahuan (p-value = 0.0001), sikap (p-value = 0.0001), orang penting sebagai referensi (p-value = 0.0001), fasilitas merokok (p-value = 0.019) dengan pemilihan tempat merokok pada usia produktif sedangkan tidak ada hubungan pendapatan (p-value = 0.997) dengan pemilihan tempat merokok pada usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Merbau Mataram tahun 2024. Variabel fasilitas merokok merupakan faktor dominan dengan nilai p-value = 0.038, OR = 3.753 terhadap pemilihan tempat merokok. Disarankan untuk edukasi mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan non KTR kepada masyarakat, agar menimbulkan kesadaran akan pemilihan tempat rokok.
Kolaborasi FIK dan HPU dalam menumbuhkan kesadaran pemeriksaan kesehatan rutin sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular Nuryani, Dina Dwi; Listyaningsih, Erna; Sary, Lolita; Oktarina, Devi; Chrisanto, Eka Yudha; Muhani, Nova; Perdana, Agung Aji; Setiawati, Setiawati
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i6.1382

Abstract

Background: Maintaining health is a fundamental aspect in supporting quality of life, especially for vulnerable groups such as mothers and children. Prevention through early detection and health education is a key strategy in building public awareness. As a concrete manifestation of the university's role in improving public health, the Faculty of Health Sciences (FIK) of Malahayati University, in collaboration with Health Promoting University (HPU), conducted a community service activity. Purpose: To raise awareness and increase knowledge of mothers and children regarding the importance of regular health check-ups and adopting a healthy lifestyle as a preventative measure for non-communicable diseases (NCDs). Method: The activity was held on Sunday, May 24, 2025, involving 136 orphans and 120 mothers of orphans. The series of activities included a fun walk, health checks by FIK lecturers (measurement of blood pressure, blood sugar, uric acid, weight, and height), and distribution of iron tablets. Additionally, educational games were provided by the Psychology Study Program, reproductive health counseling by the Midwifery Study Program, and education on NCD prevention by the Public Health Study Program. Results: The number of participants in this activity was quite significant, demonstrating high public enthusiasm for the free health screening service. The majority of participants were housewives and school-aged children from communities with limited access to routine health services. The examination results indicated that some participants had test results that were outside the normal range, particularly for blood pressure and blood sugar levels. In children, several cases were found with a body mass index (BMI) below the standard. Conclusion: The basic health screening activity for mothers and orphans went smoothly and received high enthusiasm from participants. The basic health screening activity for mothers and orphans had a positive impact in raising awareness of the importance of early detection for preventing non-communicable diseases (NCDs). Suggestion: Participants are expected to undergo regular health checks, and relevant parties are also encouraged to facilitate access and improve health education in the community. Keywords: Community service; Early detection; Health education; Non-communicable diseases Pendahuluan: Menjaga kesehatan merupakan aspek fundamental dalam menunjang kualitas hidup, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu dan anak. Pencegahan melalui deteksi dini dan edukasi kesehatan menjadi strategi utama dalam membentuk kesadaran masyarakat. Sebagai wujud nyata peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Malahayati bekerja sama dengan Health Promoting University (HPU) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. Tujuan: Untuk menumbuhkan kesadaran serta meningkatkan pengetahuan ibu dan anak mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan penerapan gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan penyakit tidak menular (PTM). Metode: Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 24 Mei 2025, dengan melibatkan 136 anak yatim dan 120 ibu dari anak-anak yatim. Rangkaian kegiatan meliputi jalan sehat, pemeriksaan kesehatan oleh dosen FIK (pengukuran tekanan darah, gula darah, asam urat, berat badan, dan tinggi badan), serta pemberian tablet Fe. Selain itu, terdapat permainan edukatif oleh Prodi Psikologi, penyuluhan kesehatan reproduksi oleh Prodi Kebidanan, serta edukasi pencegahan PTM oleh Prodi Kesehatan Masyarakat. Hasil: Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini cukup signifikan, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Mayoritas peserta merupakan ibu rumah tangga dan anak-anak usia sekolah dari kelompok masyarakat dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan rutin. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian peserta memiliki hasil pemeriksaan yang tidak berada dalam rentang normal, khususnya dalam hal tekanan darah dan kadar gula darah. Pada anak-anak, ditemukan beberapa kasus dengan indeks massa tubuh (IMT) yang berada di bawah standar. Simpulan: Kegiatan pemeriksaan kesehatan dasar bagi ibu-ibu dan anak-anak yatim berjalan dengan lancar, mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Kegiatan pemeriksaan kesehatan dasar bagi ibu-ibu dan anak-anak yatim berdampak positif dalam meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini untuk pencegahan terjadinya penyakit tidak menular (PTM). Saran: Diharapkan pada peserta untuk memeriksakan kesehatannya secara rutin dan pihak terkait juga diharapkan untuk memberikan kemudahan dalam peningkatan akses dan edukasi kesehatan di masyarakat.
Co-Authors Agung Aji Perdana Akhmalbih, Muhamad Amanda, Fadhila Dwi Amangsa Mas Gede, Aranda Amperaningsih, Yuliati Angelina F, Christin Angelina, Christin Anita Anita Anita Antika, Bernadeta Ramah Arisandi, Syafik Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan ashari, Hernandi Astika Winahyu, Diah Astri, Hanifah Awaliyah, Kharismatul Ayu Pariza, Cici Belkis, Happy Aprilia Besral . Budi , Ersya Chrisanto, Eka Yudha Christin Angelina Febriani Daka, Rohman Dekotyanti, Trivira Dewi, Friska Novira Maya Dina Dwi Nuryani Dwi Nuryani, Dina Dwiyana, M Rizal Eka Nurhayati Eka Sari Siregar, Fitri Eka Sari, Fitri Ekasari, Fitri Erna Listyaningsih Farich, Achmad Fatihah, Azzahra Kania Fatmawati, Iin Febrani, Christin Angelina Forcepta, Chania Furqoni, Prima Dian Gustiawan, Ricki Hajinah, Ferriyal Sepriza Fauzan Handayani, Dina Dwi Handayani, Opsi Okta Hermawan, Dessy Hidayat, Nurdin I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan Iing Lukman Ismunarti, Diah Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah iswanto Jaya, Hernandi Ashari Juwita Khoidar Amirus Kurniane Hartono, Bella Kurniati, Mala Lia Amelia Lolita Sary Mardiani, Nia Maryam, Riyanti MasrBABSi Mawardi, Kholiq MS, Shaharuddin Murtado, Ahmad Murtianingsih, Erni Nawawi, Achmad Ningtyas, Febrianti Harum Novera, Elsa Nurhalina Sari Oktarina, Devi Pinarsih, Retno Praidha Putri, Premieranisha Pratiwi, Yolandha Adinda Rafika, Echa Rahmah, Aulyya Rahmat Effendi, Rahmat Ramasarie, Dina Rapingah, Siti Reni, octa Reza Mahendra Risdinar, Risa Rismaya Rivaldi, Muhammad Ilham Riyanti Riyanti Rosmayani, Rosmayani Rudi, Renna Oktavia Samino Samino Saputri, Firdha Azzahra Sari, Fadhilah Amanda Sari, Fitri Eka Sastini, Ketut Setiawati Setiawati Setiawati, Octa Reni Shintani, Clara Sihotang, Lydia Sintawati, Dewi Siti Nurjanah Slamet Widodo Syarifah, Dinda Rachma Tasyarani, Nazla Taufiqqurokhim, Taufiqqurokhim terta, Riesca lavenia Tetra Dewi, Fatwa Sari TH, Dalfian Adnan Triyono Triyono Utari, Elitha M Waser, Waser Wati, Putri Vega Yanti, Dhiny Easter Yuanita, Desy Yulyani, Vera Yuniar, Poppy Yunita Sari Yusuf, Ghina Gabrilla Yuyun Riantika