Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Hubungan Peran Tenaga Kesehatan dan Pengetahuan Ibu Terhadap Motivasi Pemberian Imunisasi PCV Pada Bayi Usia 0-11 Bulan di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Poris Gaga Lama Kota Tangerang Tahun 2024 Fatimah, Siti Nurul; Rindu, Rindu; Putri, Magdalena Tri
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION, Volume 5 Nomor 2, Juni 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v5i2.2582

Abstract

Pneumonia is a disease caused by infection with the bacteria Streptococcus pneumoniae or pneumococcus. This disease attacks the respiratory tract and can infect the lungs. The lungs consist of small sacs called alveoli, which fill with air when healthy people breathe. When a person has pneumonia, the alveoli fill with pus and fluid, which makes breathing painful and limits oxygen intake. WHO data for 2022 states that pneumonia killed 740,180 children under 5 years of age in 2019, accounting for 14% of all deaths in children under 5 years but 22% of all deaths in children aged 1 to 5 years (World Health Organization, 2022). In the 2021 health profile, national data, the percentage of toddlers affected by pneumonia was 31.4%. One way to prevent the occurrence of pneumonia in children is the use of the Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) which is able to provide more long-lasting and effective protection for children. Therefore, the aim of this research is to determine the relationship between the role of health workers and maternal knowledge regarding motivation for providing PCV immunization to babies aged 0-11 months, especially in the working area of ​​the UPT Poris Gaga Lama Health Center, Tangerang City in 2023
The Effect Of Work Stress And Work Motivation On The Performance Of Civil Servants At The Cikarang Health Training Center, Ministry Of Health, Republic Of Indonesia Sumarno, Sumarno; Rindu, Rindu; Atiq Amanah Retna Palupi
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 04 (2024): Jurnal EduHealt (inpres), Year 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Since the onset of the COVID-19 pandemic, the public service sector has faced significantly increasing work demands. Government agencies, including the Cikarang Health Training Center under the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, have been challenged to meet higher performance targets without a proportional increase in staff or rapid technological adaptation. This situation has led to heightened levels of work stress among civil servants, potentially affecting their motivation and overall performance. In this complex era, managing work stress and motivating employees have become crucial to maintaining productivity and performance in government institutions. This study applied a quantitative approach by distributing questionnaires to 55 civil servants at the Cikarang Health Training Center who met the inclusion criteria. Data analysis was conducted using Structural Equation Modeling (SEM) with the Partial Least Square (PLS) approach. The findings show that work motivation has a positive and significant impact on performance (path coefficient = 0.712, p-value < 0.05), and work stress also significantly affects performance (path coefficient = 0.243, p-value < 0.05). Furthermore, work stress positively affects motivation (path coefficient = 0.677, p-value < 0.05), with motivation mediating the relationship between work stress and performance. This suggests that work stress, when managed effectively, can improve performance through increased motivation. The study concludes that stress management and work motivation enhancement programs should be implemented at the Cikarang Health Training Center to optimize civil servant performance.
Effectiveness Of Breastfeeding Counseling Training Programs In Efforts To Increase The Competency Of Health Human Resources In West Java Ratna Sari; Rindu, Rindu; Dina Indriyanti
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 04 (2024): Jurnal EduHealt (inpres), Year 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the main health problems faced by children in Indonesia is malnutrition Malnutrition in toddlers, one of which is caused because in infancy and childhood they do not getting intake in accordance with the best feeding patterns for infants, this shows the need to increase the competence of This shows the need to increase the competence of Human Resources for Health Health Human Resources to improve public knowledge about breastfeeding and increase exclusive breastfeeding coverage. This study aims to determine the breastfeeding counseling training program and to determine and analyze the effectiveness of the breastfeeding counseling training program on improving the competence of Health Human Resources Health Human Resources in West Java region.  A quantitative approach was used with an explanation of relationship between variables. The samples used were grouped based on region of the breastfeeding counseling training participants. Secondary data that is Quantitative secondary data were obtained from Bapelkes Cikarang documentation, annual reports and questionnaires. Data processing was carried out using Microsoft excel and Smart PLS 3 applications. Data analysis using analysis (Structural Equation Modeling) SEM analysis. The results of the research and hypothesis testing illustrate that the training program which includes effective facilitators, organizers and participants has an effect on increasing the competency of breastfeeding counseling training participants and the Facilitator variable through organizing the training plays the most important role in increasing the competency of training participants, this can be seen in the interpretation of the results (Inner Model) indirect relationship where the p value of the Facilitator's influence on increasing competence through implementation is 0.042, this can be interpreted as meaning that there is a significant influence between the Facilitator Variable on increasing Competency through the implementation Variable.
STRATEGI PROMOSI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PROGRAM PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SMP 2 PABUARAN SUBANG 2024 Nurhayati, Rika; Kusumastuti, Istiana; Rindu, Rindu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36003

Abstract

Masalah kesehatan remaja di lingkungan sekolah memiliki hubungan erat dengan prestasi akademik dan kondisi kesehatan mereka. Prevalensi masalah kesehatan seperti diare (33%), cacingan (15%), dan pneumonia (13%) menunjukkan pentingnya keterlibatan remaja dalam Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi promosi kesehatan yang efektif guna meningkatkan pelaksanaan program PHBS di SMPN 2 Pabuaran, Subang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi, melibatkan 10 informan yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sekolah telah menerapkan tiga strategi promosi kesehatan utama, program khusus yang mendukung advokasi, dukungan sosial, dan pemberdayaan masyarakat belum dioptimalkan. Fasilitas sanitasi dan edukasi kesehatan telah tersedia, namun belum cukup mendukung perubahan perilaku secara menyeluruh di kalangan siswa. Selain itu, keterlibatan siswa sebagai kader kesehatan masih perlu dikembangkan agar lebih terintegrasi dengan upaya promosi kesehatan sekolah. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pelaksanaan kegiatan edukasi kesehatan yang terjadwal dan menyeluruh untuk seluruh warga sekolah. Kerja sama antara guru dan siswa dalam pembentukan kader remaja melalui pelatihan dan edukasi kesehatan yang konsisten diperlukan untuk mengembangkan program promosi kesehatan yang lebih komprehensif. Koordinasi yang tepat memberikan implementasi yang berguna bagi setiap elemen. Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan juga diperlukan guna mendukung keberlanjutan program PHBS di sekolah secara efektif.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, PEKERJAAN DAN PENDIDIKAN IBU DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI CAMPAK DI PUSKESMAS X TAHUN 2024 Nurhayati, Fitria; Rindu, Rindu; Kusumastuti, Istiana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36272

Abstract

Imunisasi campak merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam rangka menurunkan angka kejadian penyakit menular pada anak. Namun, cakupan imunisasi campak di beberapa wilayah masih belum mencapai target yang ditetapkan. Faktor-faktor seperti pengetahuan ibu, pekerjaan, dan tingkat pendidikan ibu dapat mempengaruhi kelengkapan imunisasi anak. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 56 responden di Wilayah Kerja Puskesmas X. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitasnya Analisis data menggunakan uji t-test dan uji regresi linier. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 34 responden (60.7 %) memiiki imunisasi tidak lengkap, dalam hasil uji statitis menunjukan bahwa ada pengaruh pengetahuan (p=0,000; r=0,804), pekerjaan (p= 0,000; r=0,647), dan pendidikan (p=0,000; r=0,672) terhadap kelengkapan imunisasi campak dimana hubungan antar variabel termasuk pada kategori kuat. Berdasarkan uji regresi linier, diperoleh nilai F hitung > F tabel (31,778 > 3,180), maka terdapat hubungan antara pengetahuan, pekerjaan, dan pendidikan secara bersama-sama terhadap kelengkapan nimunisasi campak. Nilai koefisien (R2) sebesar 0,647 yang berarti pengetahuan, pekerjaan, dan pendidikan secara bersama-sama berpengaruh 64,7% terhadap kelengkapan imunisasi campak. Dan dapat diartikan pula bahwa ada 35,3% % variabel lainnya yang mempengaruhi kelengkapan imunisasi campak yang tidak masuk dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini maka diharapkan pihak puskesmas agar dapat meningkatkan tingkat pengetahuan ibu  mengenai imunisasi dengan cara meningkatkan penyuluhan-penyuluhan.
Pengaruh Kesehatan Tehadap Penggunaan Lensa Blue Ray di Optik Sarimbit Dasuki, Ahmad; Rindu, Rindu; Saputra, Fajar
Navigation Physics : Journal of Physics Education Vol 6, No 2 (2024): Navigation Physics : Journal of Physics Education Vol. 6 No. 2 Tahun 2024
Publisher : UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/npjpe.v6i2.3396

Abstract

Studi ini menyelidiki dampak promosi kesehatan terhadap penggunaan lensa sinar biru di antara pelanggan Optik Sarimbit Bogor, didorong oleh meningkatnya penggunaan perangkat digital di Indonesia. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, studi ini mensurvei 80 pelanggan yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian menunjukkan validitas dan reliabilitas yang tinggi (α = 0,900 untuk promosi kesehatan; α = 0,880 untuk keputusan penggunaan). Analisis regresi linier sederhana mengungkapkan pengaruh positif yang signifikan dari promosi kesehatan (X) pada penggunaan lensa blue ray (Y), dengan persamaan Y = 14,994 + 0,685X. Koefisien determinasi (R Square) 0,608 menunjukkan bahwa promosi kesehatan menjelaskan 60,8% dari variasi dalam penggunaan lensa blue ray. Temuan ini mendukung Teori Perilaku Terencana dan Model Keyakinan Kesehatan, yang menunjukkan pentingnya strategi promosi kesehatan yang efektif dalam memasarkan lensa sinar biru. Studi ini merekomendasikan untuk mengeksplorasi faktor-faktor tambahan yang memengaruhi keputusan penggunaan dalam penelitian di masa depan.
HUBUNGAN PARITAS, BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR, DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG TEKNIK MENERAN DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL fitra, Ardana Al Fitra; Sipayung, Romaulina Sipayung; rindu, Rindu; sumiyati, Babay Sumiyati; purnama, Dedeh Purnama; diana, Diana; retnani, Dwi Ari Retnani
Jurnal Ilmiah Bidan Vol. 8 No. 2 (2024): JIDAN Jurnal Ilmiah Bidan Edisi Oktober 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pelita Ilmu Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69935/jidan.v8i2.74

Abstract

Ruptur perineum merupakan komplikasi yang sering terjadi pada persalinan pervaginam, menyebabkan ketidaknyamanan dan nyeri pasca persalinan. Beberapa faktor risiko yang mempengaruhi kejadian ini adalah paritas, berat badan bayi lahir (BBBL), dan pengetahuan ibu tentang teknik meneran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paritas, BBBL, dan pengetahuan ibu mengenai teknik meneran dengan kejadian ruptur perineum pada persalinan normal di PMB D Parung tahun 2024.Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah 30 ibu bersalin yang dipilih menggunakan teknik probability sampling dan diambil menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara paritas dengan kejadian ruptur perineum (p-value 0,035, OR=5,20), BBBL dengan kejadian ruptur perineum (p-value 0,034, OR=0,114), dan pengetahuan ibu dengan kejadian ruptur perineum (p-value 0,011, OR=7,80).
DETERMINANTS OF COMMUNITY HEALTH CENTRE BASIC IMMUNIZATION PROGRAM ACHIEVEMENT DURING THE COVID-19 PANDEMIC: A MIXED METHODS STUDY FROM TABANAN REGENCY Maryani, Ayu Miya; Rindu, Rindu; Hendarwan, Harimat; Nurhayati, Nurhayati
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 33 No. 3 (2023): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v33i3.1716

Abstract

Imunisasi adalah salah satu strategi pencegahan kesehatan masyarakat yang paling hemat biaya di semua tingkat sosioekonomi. Pada tahun 2020, pada saat pandemic COVID-19, capaian imunisasi di wilayah Kabupaten Tabanan, Bali, mengalami penurunan, bahkan pada tahun 2021 terdapat 3 puskesmas di wilayah Kabupaten Tabanan yang capaian imunisasinya di bawah 50 %. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian program imunisasi dasar Puskesmas di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali selama pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan rancangan metode campuran (mixed method), studi kuantitatif dan kualitatif, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi Capaian Program Imunisasi Dasar Puskesmas pada Masa pandemi COVID-19 di Kabupaten Tabanan. Survei kuantitatif dan wawancara semi-terstruktur menilai perspektif 100 ibu yang memiliki anak di bawah 12 bulan dan 5 penyedia layanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap ibu dan dukungan keluarga merupakan faktor yang paling mempengaruhi status imunisasi dasar lengkap di Puskesmas Kabupaten Tabanan. Masih terdapat kesalahan informasi mengenai dampak negatif imunisasi terhadap masyarakat di salah satu Puskesmas di Kabupaten Tabanan. Pengawasan pada saat pemberian imunisasi perlu ditingkatkan sehingga dapat meminimalisir tindakan anti vaksin, dan juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi. Perencanaan pelaksanaan imunisasi dasar dengan menggunakan sistem clustering dan sistem monitoring dan evaluasi dengan pendekatan teknologi informasi dapat diterapkan pada situasi pandemi COVID-19.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN KOMPRES DAUN DADAP DAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH BAYI PASCA PEMBERIAN IMUNISASI DI PUSKESMAS SUKARAME TAHUN 2023 Meirita, Titalusi; Pangestu, Gaidha Khusnul; Rindu, Rindu
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 5 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Mei 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i5.2747

Abstract

Kasus kejadian KIPI di Puskesmas Sukarame Kabupaten Garut pada tahun 2021 sebanyak 523 Kasus dengan mengalami demam yaitu sebesar 51,5%. Hasil wawancara kepada 10 Ibu terdapat 50% mengatakan apabila anaknya demam setelah imunisasi maka diberi obat penurun panas dari petugas kesehatan, lalu 30% mengatakan jika anaknya panas/ demam cukup diberi kompres. Upaya yang dilakukan terhadap anak ketika mengalami demam yaitu dapat dilakukan dengan tindakan farmakologis, tindakan non farmakologis maupun kombinasi keduanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas pemberian kompres daun dadap dan kompres hangat terhadap penurunan suhu tubuh bayi pasca pemberian imunisasi. Penelitian ini menggunakan Pre test - Post test with control group design. Populasi pada penelitian seluruh bayi usia 2-9 bulan sebanyak 158 orang. Sampel dalam penelitain menggunakan Accidental Sampling sebanyak 32 bayi yang dibagi dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrument yang digunakan berupa lembar observasi, petunjuk teknis kompres, Thermometer. Analisis data menggunakan uji Paired T-test dan Independent Samples Test. Rata-rata suhu tubuh bayi setelah diberikan kompres daun dadap sebesar 37,575 dan dengan p-value 0,000 sedangkan pada kelompok kompres hangat sebesar 37,406 dengan p-value 0,000. Hasil independent menunjukkan p-value sebesar 0,110. Pemberian kompres daun dadap dan kompres hangat sama-sama efektif dalam menurunkan suhu tubuh bayi sehingga tidak terdapat perbedaan efektivitas antara kompres daun dadap dan kompres hangat terhadap penurunan suhu tubuh bayi pasca imunisasi. Diharapkan mampu memberikan intervensi kompres daun dadap dan melakukan kompres air hangat untuk menurunkan suhu tubuh anak dengan baik sebelum diberikan pengobatan lebih lanjut.
HUBUNGAN MOTIVASI IBU, DUKUNGAN KELUARGA DAN PERAN BIDAN TERHADAP KUNJUNGAN NIFAS DI PUSKESMAS MARIPARI KABUPATEN GARUT TAHUN 2023 Syaripah, Pipih; Rindu, Rindu; Noviyani, Ernita Prima
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 5 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Mei 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i5.2812

Abstract

Cakupan kunjungan nifas lengkap di Kabupaten Garut tahun 2021 sebesar 96,31%. Puskesmas Maripari pada tahun 2022 cakupan kunjungan nifas lengkap baru mencapai 54,6% artinya masih banyak ibu nifas yang tidak melakukan kunjungan atau pemeriksaan secara lengkap. Salah satu faktor yang mempengaruhi kunjungan nifas adalah motivasi ibu, dukungan keluarga dan peran bidan. Dampak apabila tidak melakukan kunjungan nifas adalah dapat terjadi komplikasi persalinan di masa nifas atau komplikasi masa nifas yang tidak terkontrol oleh tenaga kesehatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan motivasi ibu, dukungan keluarga dan peran bidan terhadap kunjungan nifas. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Pupulasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Maripari pada bulan September 2023 sebanyak 54 orang, tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling karena populasi kurang dari 100. Analisa data yaitu analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square test untuk melihat hubungan terhadap 2 variabel yang diduga berhubungan atau berkolerasi. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 59,1% melakukan kunjungan nifas dengan lengkap, sebanyak 53,7% memiliki motivasi kurang baik, sebanyak 50% dukungan keluarga baik, dan sebanyak 55,6% peran bidan baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan motivasi ibu p-value 0,000, dukungan keluarga p-value 0,014 dan peran bidan p-value 0,031. Terdapat hubungan yang bermakna antara motivasi ibu, dukungan keluarga dan peran bidan terhadap kunjungan nifas. Diharapkan dapat membantu masyarakat khususnya ibu hamil, bersalin dan nifas dalam mendapatkan informasi untuk meningkatkan pengetahuan seputar kesehatan terutama perawatan ibu post partum sehingga dapat meningkatkan kepatuhan dalam melakukan kunjungan masa nifas
Co-Authors Abdullah Syafei Agus Tri Widiyantara, Agus Tri Agustina, Desy Alamsyah, Putri Rahmah Alfarel, Muhammad Adny Amelia, Sri Rezki Apriyani, Magdalena Tri Putri Arini, Nining Astrid Novita, Astrid Atiq Amanah Retna Palupi Badriyah, Lulu'ul Darmadja, Sobar Dasuki, Ahmad Desy Sulistiyorini Diana Diana Dina Indriyanti Dwi Ayu, Yennyka Fatimah, Siti Nurul Fatma, Rita fitra, Ardana Al Fitra Fitriani, Dianita GP, Lazuardi Gunaputri, Ramandha Eka Hafidz, Hafizurrachman Hafizurrachman Hafizurrachman Hafizzurrachman, M. Hanifa, Fanni Harimat Hendarwan Hartono, Risky Kusuma Harvianza, Ardo Haryanto, Astrid Novita Hayatullah, Madinah Munawaroh Hestiana, Widia Janah, Esti Nur Julianti Julianti, Julianti K, Milka Anggraeni Karubuy, Milka Anggreni Khairunnisa, Gunanti Khartini Kaluku Kurniawati, Lise Kusumastuti, Istiana Lisca, Shinta Mona LUKMAN, LUKMAN Mantrono, Margaretha Josephine Maryani, Ayu Miya Maulida, Hilma Hasro Meirawan, Rizky Fajar Meirita, Titalusi Mistiana, Intan Mukhlida, Halma Zahro Mulachela, Zainab Husin Natalia, Maria Desi noviyani, ernita prima Nurdiana, Maida Nurhayati Nurhayati Nurhayati, Fitria Nurhayati, Rika Nurjana Nurjana, Nurjana Pangestu, Gaidha Khusnul purnama, Dedeh Purnama Purnamasari, Eka R W Putri, Magdalena Tri Rakhmawati, Yenny Dewi RATNA SARI Reni Reni, Reni retnani, Dwi Ari Retnani Rini, Ageng Septa Rizkiyah, Raudatul Sadela, Ria Sancka Stella G. Sihura Sandi, Sri Waluyati saputra, fajar Sari, Agustina Sihura, Sancka Stella G. Silawati, Melani Sinorita, Marice Sipayung, Romaulina Sipayung Solehudin, Solehudin Sugeng Suryanto Sumanti, Nurwita Trisna Sumarno . sumiyati, Babay Sumiyati Syarifah Nur Ruliani Syaripah, Pipih Wardani, Indah Sevti Witisnasari, Dita Wiwik, Wiwik Yuni Pradilla Fitri Yuslina, Yuslina Zakaria, Wan Nur Amalina