Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Efektivitas Peran Kader ‘Srikandi’ Dalam Pemantauan Ibu Hamil Sebagai Upaya Menurunkan Angka Kematian Ibu (Di Wilayah Pleret Kabupaten Bantul) Witisnasari, Dita; Rindu, Rindu; Widiyantara, Agus Tri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10989

Abstract

Angka Kematian Ibu di Bantul tahun 2021 mencapai 374,1 tiap 100.000 kelahiran hidup, sedangkan target nasional yaitu 183 per 100.000 kelahiran hidup. Salah satu penyebab AKI adalah adanya kelompok ibu hamil yang beresiko. Salah satu upaya Dinas Kesehatan Bantul menurunkan AKI yaitu meluncurkan kader ‘Srikandi’ yang berperan mengidentifikasi ibu hamil terutama bumil beresiko di wilayahnya. Kapanewon Pleret termasuk wilayah dengan jumlah ibu hamil beresiko paling banyak dan beberapa tahun ini terdapat kematian ibu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Efektivitas Peran Kader ‘Srikandi’ Dalam Pemantauan Ibu Hamil Sebagai Upaya Menurunkan Angka Kematian Ibu (di Wilayah Pleret Kabupaten Bantul). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengkaji dan menganalisis bagaimana efektivitas peran kader ‘srikandi. Pengambilan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi dengan informan sejumlah 9 kader srikandi, 8 ibu hamil, 3 bidan penanggungjawab Kalurahan, 1 Kepala Puskesmas dan 1 Dinas Kesehatan. Hasil penelitian ini  menunjukkan bahwa kader ‘srikandi’ sudah menjalankan peran melakukan pendataan ibu hamil, kunjungan rumah, pembagian makanan tambahan, pelaporan dan edukasi. Kader mendapatkan dukungan baik dari keluarga, masyarakat, puskesmas, Kalurahan, PKK, pemerintah daerah. Upaya peningkatan efektivitas peran kader ‘srikandi’ dengan pertemuan, pembinaan, peningkatan kapasitas kader melalui workshop, pelatihan, forum kader kesehatan, pelibatan kader, reward dan regulasi. Namun masih ada hambatan seperti kurangnya jumlah kader, rangkap tugas kader, reward belum optimal serta keterbatasan pengetahuan kader. Sehingga dibutuhkan upaya dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak seperti masyarakat untuk aktif melaporkan bumil baru, Puskesmas dalam peningkatan kapasitas kader, Kalurahan dalam fasilitasi dan dana, Kapanewon, tim penggerak pemberdayaan kesejahteraan keluarga (TP PKK) dalam pembinaan, Pemerintah serta organisasi profesi dan swasta
Peran Pendampingan dalam Program Pemberdayaan Keluarga: Studi pada Keluarga TB Paru di Kelurahan Wajo Kecamatan Murhum Kota Baubau Nurjana, Nurjana; Rindu, Rindu; Yuslina, Yuslina
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12677

Abstract

Sejak tahun 2020-2022 Kasus TBC di wilayah kerja Puskesmas Wajo merupakan penyumbang terbesar di Kota Baubau. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas peran pendampingan dalam program pemberdayaan keluarga pada keluarga TB Paru (kontak erat/kontak serumah). Dimana kader memberikan pendampingan pada keluarga dengan memberikan edukasi yang terkait dengan peningkatan sikap yang meliputi aspek pengetahuan/kognitif, afektif dan konatif dalam pencegahan penularan, dan perilaku terhadap pencegahan penularan penyakit pada keluarga penderita tuberkulosis (kontak serumah/kontak erat) meliputi perilaku pencegahan, perilaku peningkatan kesehatan, perilaku gizi dan upaya mencari pengobatan (pemeriksaan diri sejak dini). Selain itu dalam penelitian ini juga bertujuan mengetahui jumlah anggota keluarga yang melakukan pemeriksaan TB, serta kasus TB secara dini. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi experimental menggunakan metode Times Series Eksperimen,dalam penelitian ini hanya ada kelompok eksperimen tanpa adanya kelompok control. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan/pemberian edukasi kepada keluarga pasien dan pendampingan melalui kunjungan rumah sebanyak 4 kali (1 bulan). Sebanyak 65% dari total 40 responden memiliki sikap terhadap pencegahan penularan penyakit yang berada pada kategori tinggi, 14% berada pada kategori sedang, dan 0% pada kategori rendah pada saat dilakukan pre-test. Sedangkan pada hasil post-test terdapat peningkatan sikap terhadap pencegahan penularan penyakit yang berada pada kategori tinggi menjadi 82,5% dan sisanya 17,5% berada pada kategori sedang; sebanyak 62,5% dari total 40 responden memiliki perilaku terhadap pencegahan penularan penyakit yang berada pada kategori baik, 37,5% berada pada kategori cukup baik, dan 0% pada kategori tidak baik pada saat dilakukan pre-test. Sedangkan pada hasil post-test terdapat peningkatan perilaku terhadap pencegahan penularan penyakit yang berada pada kategori baik menjadi 72,5% dan sisanya 27,5% berada pada kategori cukup baik; Berdasarkan Uji Paired Sample T Test, diperoleh nilai Sig. (2-tailed) baik pada variabel sikap maupun pada variabel perilaku sebesar 0,002 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara hasil sikap dan perilaku responden terhadap pencegahan penularan penyakit TB pada data pre test dan post test; dari 40 sampel kontak erat pasien dilakukan TST pada 26 sampel, dan diperoleh hasil TST Negatif sebanyak 11 orang (42,31%) dan TST Positif sebanyak 15 orang (57,69%).
Optimalisasi Peran Kader Yuk Jaim (Yuk Jadi Remaja Anti Anemia) dalam Pencegahan Anemia Remaja Putri di SMPN 14 Kota Tangerang Rakhmawati, Yenny Dewi; Rindu, Rindu; Fitri, Yuni Pradilla
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 06 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i06.3273

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan global yang berpengaruh terhadap pembangunan kesehatan, sosial, dan ekonomi. Salah satu kelompok yang rentan mengalami anemia adalah remaja putri. Upaya pencegahan anemia remaja putri dilakukan dengan suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD), dimana pelaksanaannya dibantu oleh Kader Kesehatan Remaja (KKR) di sekolah yang disebut Kader Yuk Jaim. Penelitian dilakukan di SMPN 14 dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh optimalisasi peran Kader Yuk Jaim dalam pencegahan anemia remaja putri di SMPN 14 Kota Tangerang. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober sampai Desember 2023 menggunakan desain quasi eksperimental dengan model one group pretest posttest. Kader Yuk Jaim diberi intervensi pelatihan. Remaja putri diberi intervensi pemberian informasi oleh Kader Yuk Jaim mengenai anemia sebelum pemberian TTD sebanyak 1 kapsul setiap minggu selama 4 minggu. Pengetahuan terkait anemia diukur menggunakan kuesioner. Hasil pemberian TTD dicatat menggunakan format laporan suplementasi TTD. Kadar hemoglobin diukur menggunakan Hemocue. Pengetahuan Kader Yuk Jaim dan status anemia remaja putri dianalisis dengan uji T. Peran Kader Yuk Jaim, pengetahuan remaja putri dan konsumsi TTD remaja putri dianalisis dengan uji Wilcoxon. Selain itu, dilakukan uji bivariat menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan intervensi terhadap Kader Yuk Jaim meningkatkan pengetahuan (p=0,000) dan peran Kader Yuk Jaim (p=0,005), intervensi terhadap remaja putri meningkatkan pengetahuan remaja putri (p=0,000) dan konsumsi TTD (p=0,000) serta terdapat hubungan yang signifikan antara peran Kader Yuk Jaim dengan status anemia remaja putri (p=0,000). Pencegahan anemia pada remaja putri di SMPN 14 dapat dilakukan dengan mengoptimalkan peran Kader Yuk Jaim, sehingga perlu diaplikasikan secara menyeluruh di tingkat Kota Tangerang.
Analisis Efektivitas Penerapan Layanan e-Puskesmas di UPT Puskesmas Cangkurawok Kabupaten Bogor Hestiana, Widia; Rindu, Rindu; Arini, Nining
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 03 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i03.3891

Abstract

Perkembangan revolusi industri 4.0 saat ini menjadi teknologi informasi, yang dapat membantu efektivitas dalam pekerjaan, salah satunya pada bidang pelayanan kesehatan, dan didukung Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 pasal 45. Pelayanan kesehatan dalam hal ini UPT Puskesmas Cangkurawok telah menggunakan layanan e-puskesmas sejak bulan September tahun 2022. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas penerapan layanan e-puskesmas di UPT Puskesmas Cangkurawok Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode penelitian analisis deskriptif dan terdiri dari 4 orang key informan serta 6 informan pendukung. Hasil dari penelitian yang menghubungkan implementasi layanan e-puskesmas di UPT Puskesmas Cangkurawok dengan kriteria efektivitas Gibson. Selain itu juga menghubungkan dengan pasal yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022. Layanan e-puskemas di UPT Puskesmas Cangkurawok sudah tercapai secara kualitas, yakni seluruh pasien berkunjung selesai dilayani. Secara kualitas layanan e-puskesmas di UPT Puskesmas Cangkurawok belum sempurna, karena konten belum lengkap terisi pada bagian asuhan keperawatan dan skrining pasien. Meskipun demikian e-puskemas ini efektif dalam meningkatkan kepuasan pelanggan, meningkatkan efisiensi dan kinerja staf puskesmas. Hal tersebut diperoleh dari hasil wawancara, dokumentasi dan observasi terhadap informan. Saran bagi puskesmas untuk meningkatkan kualitas layanan e-puskesmas agar melengkapi pengisian e-puskesmas sesuai SOP dan standar Permenkes nomor 24 tahun 2022. Puskesmas memberikan reward kepada staf pelaksana layanan e-puskesmas atas setiap perkembangan baik yang ditemukan oleh tim mutu puskesmas. Selain itu juga puskesmas secara berkala melakukan sosialisasi terkait pelayanan e-puskesmas melalui media informasi yang dimiliki, agar masyarakat bisa menjangkau informasi tentang perkembangan layanan e-puskesmas.
Pengaruh Peran Tenaga Kesehatan, Dukungan Suami, Pengetahuan dan Kebutuhan Ibu Terhadap Pengambilan Keputusan Ibu Memilih Kontrasepsi Metode Operatif Wanita (MOW) Wiwik, Wiwik; Hafizurrachman, Hafizurrachman; Rindu, Rindu
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 03 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i03.3892

Abstract

Penggunaan kontrasepsi di Indonesia masih di dominasi oleh metode kontrasepsi hormonal dan bersifat jangka pendek. Keputusan memilih kontrasepsi menjadi tanggungjawab bersama suami istri, sehingga dalam pengunaan ada keterlibatan/partisipasi akseptor dan pasangannya. Pengguna kontrasepsi MOW di Puskesmas Kenanga masih rendah (2,0%) dibandingkan dengan kontrasepsi suntik (65,2%). Padahal kontrasepsi MOW mempunyai efektivitas yang tinggi, sedikit efek samping dibandingkan dengan kontrasepsi hormonal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya antara peran tenaga kesehatan, dukungan suami, pengetahuan dan kebutuhan ibu terhadap pengambilan keputusan ibu memilih kontrasepsi Metode Operatif Wanita (MOW) di Puskesmas Kenanga Kabupaten Bangka Tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memilih metode KB MOW yang tercatat dalam register yang ada di Puskesmas Kenanga selama periode Januari– Desember 2023 sebanyak 80 orang. Pengambilan sampel mengunakan total sampling Analisis data dilakukan dengan menggunakan Partial Least Square (PLS).
Penerapan Higiene Sanitasi dan Keselamatan Kerja Pengolah Makanan pada Unit Gizi di RS X Tahun 2024: Implementation of Hygiene, Sanitation, and Occupational Safety Practices among Food Handlers in the Nutrition Unit at Hospital X Gunaputri, Ramandha Eka; Rindu, Rindu; Syafei, Abdullah
Journal of Public Health Education Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Public Health Education
Publisher : MPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jphe.v5i2.370

Abstract

Introduction: In Indonesia, it is estimated that more than 20 million cases of food poisoning occur each year, with a considerable portion linked to hospital kitchens. This alarming statistic underscores the critical need for strict adherence to hygiene and sanitation standards, as well as occupational safety protocols in food processing. Despite the presence of regulations, including the Indonesian Ministry of Health's guidelines on food hygiene and sanitation, challenges persist. Method: This study employed a qualitative case study approach to provide an in-depth exploration of the phenomena associated with hygiene, sanitation, and occupational safety practices, emphasizing the perspectives and experiences of those involved. Result: Food handlers demonstrated adequate knowledge; however, implementation of hygiene, sanitation, and occupational safety was inconsistent, particularly in PPE use and SOP adherence. Long working hours and kitchen conditions affected compliance. Food receiving procedures complied with Minister of Health Regulation No. 2 of 2023. Conclution: The study concludes that although employees in RS X's nutrition department are aware of hygiene, sanitation, and occupational safety, there are notable gaps in their implementation. This includes inconsistent use of personal protective equipment (PPE), incomplete adherence to standard operating procedures, and insufficient training on workplace safety.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL DI SMK KOMPUTER AKP Silawati, Melani; Hanifa, Fanni; Rindu, Rindu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53350

Abstract

Banyak kejadian perilaku yang tidak diinginkan telah menjadi hal biasa dalam kehidupan remaja. Remaja seringkali mengalami berbagai bentuk pelecehan, termasuk pelecehan fisik, verbal, dan seksual, yang sangat terkait dengan perilaku ini. Dari apa yang dapat kita lihat dalam sejumlah kasus, pelaku pelecehan seringkali adalah orang-orang terdekat korban, termasuk kenalan, teman sekelas, tetangga, pasangan, dan bahkan kerabat. Menemukan bagaimana sikap dan pengetahuan siswa SMK Komputer AKP Kabupaten berkaitan dengan perilaku pencegahan pelecehan seksual merupakan pendorong utama penelitian ini. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif yang menggunakan metode cross-sectional. Kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku diberikan, dan SPSS digunakan untuk analisis data. Dengan menggunakan teknik sampel purposif, 76 partisipan yang memenuhi kriteria inklusi dipilih dari populasi siswa kelas XI di SMK Komputer AKP. Kami menggunakan uji Chi-Square untuk menilai data. Temuan penelitian Sebanyak 53 responden (69,7%) memiliki pengetahuan yang sangat baik tentang topik tersebut, 43 (56,5%) memiliki sikap yang baik, dan 53 (69,7%) menunjukkan tindakan positif terkait dengan pencegahan kekerasan seksual. Nilai p 0,006 <0,05 menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan remaja dan perilaku pencegahan kekerasan seksual di SMK Komputer AKP Kabupaten Cianjur pada tahun 2025, sedangkan nilai p 0,012 <0,05 menunjukkan adanya hubungan antara sikap remaja dan perilaku pencegahan kekerasan seksual. Hal ini memberikan bukti lebih lanjut bahwa keyakinan dan pemahaman remaja memengaruhi tindakan mereka dalam memerangi kekerasan seksual.
The 7Ps Marketing Mix in Hospital Services: A Systematic Mapping of Applications Through a Scoping Review Rindu, Rindu; Hafizurrachman, Muhammad; Haryanto, Astrid Novita; Zakaria, Wan Nur Amalina
Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia Vol 11, No 1 (2025): Volume 11, Nomor 1, Juni 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v11i1.82221

Abstract

Background: The marketing mix is a vital framework for optimizing hospital services, improving patient satisfaction, and maintaining competitiveness in the healthcare sector. Despite its growing adoption, implementation remains inconsistent, with limited comprehensive reviews evaluating its overall effectiveness.Objective: This scoping review explores the application of the marketing mix in hospital services, identifies key challenges and opportunities, and highlights research gaps to inform future healthcare marketing strategies.Methods: A scoping review was conducted following Arksey and O’Malley’s framework and PRISMA-ScR guidelines. A systematic search across PubMed, Scopus, and Web of Science identified peer-reviewed studies published between 2019 and 2023. Studies focusing on the marketing mix in hospital services were included, while non-peer-reviewed and irrelevant articles were excluded. Data extraction analyzed the implementation of the 7Ps framework and its outcomes.Results: Seven studies examined the marketing mix in hospitals, highlighting key findings. Hospitals differentiate through specialized services, pricing strategies influence affordability, and accessibility affects patient choices. Digital marketing enhances engagement, and expert professionals improve service quality, though workforce shortages pose challenges. Streamlined procedures and modern infrastructure enhance patient experience, but barriers like high service costs, geographic constraints, digital literacy gaps, and operational inefficiencies limit full implementation.Conclusion: The marketing mix is essential for hospital services and patient satisfaction but faces challenges in accessibility, workforce management, and digital transformation. Future research should assess its long-term impact and develop tailored frameworks to enhance hospital marketing effectiveness
Co-Authors Abdullah Syafei Agus Tri Widiyantara, Agus Tri Agustina, Desy Alamsyah, Putri Rahmah Alfarel, Muhammad Adny Amelia, Sri Rezki Apriyani, Magdalena Tri Putri Arini, Nining Astrid Novita, Astrid Atiq Amanah Retna Palupi Badriyah, Lulu'ul Darmadja, Sobar Dasuki, Ahmad Desy Sulistiyorini Diana Diana Dina Indriyanti Dwi Ayu, Yennyka Fatimah, Siti Nurul Fatma, Rita fitra, Ardana Al Fitra Fitriani, Dianita GP, Lazuardi Gunaputri, Ramandha Eka Hafidz, Hafizurrachman Hafizurrachman Hafizurrachman Hafizzurrachman, M. Hanifa, Fanni Harimat Hendarwan Hartono, Risky Kusuma Harvianza, Ardo Haryanto, Astrid Novita Hayatullah, Madinah Munawaroh Hestiana, Widia Janah, Esti Nur Julianti Julianti, Julianti K, Milka Anggraeni Karubuy, Milka Anggreni Khairunnisa, Gunanti Khartini Kaluku Kurniawati, Lise Kusumastuti, Istiana Lisca, Shinta Mona LUKMAN, LUKMAN Mantrono, Margaretha Josephine Maryani, Ayu Miya Maulida, Hilma Hasro Meirawan, Rizky Fajar Meirita, Titalusi Mistiana, Intan Mukhlida, Halma Zahro Mulachela, Zainab Husin Natalia, Maria Desi noviyani, ernita prima Nurdiana, Maida Nurhayati Nurhayati Nurhayati, Fitria Nurhayati, Rika Nurjana Nurjana, Nurjana Pangestu, Gaidha Khusnul purnama, Dedeh Purnama Purnamasari, Eka R W Putri, Magdalena Tri Rakhmawati, Yenny Dewi RATNA SARI Reni Reni, Reni retnani, Dwi Ari Retnani Rini, Ageng Septa Rizkiyah, Raudatul Sadela, Ria Sancka Stella G. Sihura Sandi, Sri Waluyati saputra, fajar Sari, Agustina Sihura, Sancka Stella G. Silawati, Melani Sinorita, Marice Sipayung, Romaulina Sipayung Solehudin, Solehudin Sugeng Suryanto Sumanti, Nurwita Trisna Sumarno . sumiyati, Babay Sumiyati Syarifah Nur Ruliani Syaripah, Pipih Wardani, Indah Sevti Witisnasari, Dita Wiwik, Wiwik Yuni Pradilla Fitri Yuslina, Yuslina Zakaria, Wan Nur Amalina