Kemajuan teknologi komunikasi mengubah pola interaksi pejabat publik dengan masyarakat, salah satunya melalui TikTok. Purbaya Yudhi Sadewa memanfaatkan platform ini untuk memulihkan Personal Branding-nya pasca isu negatif akibat pernyataan terkait demo “17+8” tuntutan rakyat. Penelitian ini bertujuan mengetahui Personal Branding yang dibangun Purbaya melalui akun TikTok @purbayayudhis dalam memulihkan citranya. Penelitian menggunakan delapan konsep Personal Branding Peter Montoya sebagai kerangka analisis, dengan pendekatan kualitatif melalui metode netnografi. Objek penelitian adalah lima video pada akun TikTok @purbayayudhis yang diunggah sepanjang September 2025-Mei 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan lima unggahan tersebut merepresentasikan seluruh delapan konsep Personal Branding Peter Montoya, meskipun tidak semua konsep muncul pada setiap unggahan. Konsep Spesialisasi dan Kepemimpinan konsisten muncul pada konten formal, seperti klarifikasi kebijakan, pidato di forum resmi, dan kunjungan kerja. Sebaliknya, konsep Kepribadian, Perbedaan, Kenampakan, Kesatuan, Keteguhan, dan Nama Baik tampil konsisten melalui konten nonformal, seperti sarapan bersama pegawai di warung kopi Aceh dan kegiatan Car Free Day bersama masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa Purbaya membangun Personal Branding melalui dua pendekatan yang saling melengkapi, yaitu otoritatif sebagai pejabat ekonomi yang kompeten dan humanis sebagai pribadi yang autentik serta dekat dengan rakyat, sehingga sehingga berkontribusi terhadap pemulihan citra secara efektif dan berkelanjutan pasca pernyataan “17+8.