Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Akulturasi Budaya Pada Anak Pernikahan Multikultural Aceh–Jawa Dalam Penggunaan Bahasa Di Desa Buket Hagu Cut Filda Sari; Ainol Mardhiah; Awaluddin Arifin; Anismar Anismar; Zahari Zahari
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengkaji akulturasi budaya dalam penggunaan bahasa, yang tercermin dari kosa kata, gaya bahasa dan ungkapan kultural pada anak dari pernikahan multikultural dan menganalisis strategi komunikasi orang tua multikultural dalam akulturasi bahasa pada anak dari pernikahan multikultural suku Aceh-Jawa di Desa Buket Hagu, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. Kajian ini dibedah menggunakan teori akulturasi budaya oleh Jhon. W. Berry (1987), dengan empat strategi asimilasi, separasi, integrasi dan marginalisasi. Metode yang digunakan yaitu kualitatif melalui pendekatan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data observasi wawancara dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa akulturasi budaya dalam penggunaan bahasa sehari-hari pada anak dari pernikahan suku Aceh-Jawa di Desa Buket Hagu, berdasarkan temuan dari informan menyatakan, bahasa yang di gunakan dalam komunikasi sehari-hari pada anak dari pernikahan multikultural suku Aceh-Jawa yaitu, menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama, adapun bahasa campuran Aceh dan Jawa tercermin dalam bentuk gaya bahasa, kosa kata dan ungkapan kultural (sapaan kepada keluarga dalam bahasa Aceh maupun Jawa, tradisi dan makanan khas Aceh dan Jawa). Sedangkan strategi orang tua multikultural (suku Aceh-Jawa) dalam akulturasi bahasa kepada anak, yaitu dengan menggunakan bahasa oleh masing-masing pihak dalam interaksi keluarga besar, memperkenalkan adat dan praktik budaya sejak dini, memilih lingkungan pendidikan yang mendukung, serta mengintegrasikan kegiatan budaya (masakan, pertunjukan, upacara) sebagai upaya menciptakan paparan bahasa yang berkelanjutan.
Optimalisasi Start Up Bisnis Entrepreneurs Mahasiswa dan Milenial Kota Lhoksemawe Aceh Kamaruddin Hasan; Awaludin Arifin; Asmaul Husna; Muchlis Muchlis; Zahari Zahari; Jafaruddin Jafaruddin; Zulfadli Zulfadli
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PM) ini bertujuan untuk mengoptimalkan keterampilan StartUp Bisnis Entrepreneurs kalangan Mahasiswa Universitas Malikussaleh. Pengabdian melibatkan mahasiswa yang akan dan sedang menjalankan bisnis startup baik di dalam maupun luar Kampus. Melalui startup bisnis dengan digital entrepreneurship memberikan pengetahuan dan keterampilan pada mahasiswa untuk dapat memulai, mengelola, mengembangkan usaha dengan memanfaatkan digitalisasi. Memilih menjadi entrepreneur startup era digital, merupakan pilihan dan solusi yang tepat. Menjadi digital entrepreneur dapat memperkaya pengalaman dan pengetahuan. Mahasiswa akan memahami, menjalankan, mengembangkan bisnis startup untuk dapat meminimalisir kegagalan usaha, mau mengambil resiko untuk menjadi lebih sukses, tentu tidak perlu ragu untuk memulai bisnis di era kemudahan teknologi digital. Metode pengabdian dengan proses observasi, need assesment, wawancara, focus group discustion (FGD), pelatihan, monitoring evaluasi dan pendampingan. Hasil pengabdian ini mampu memotivasi, meningkatkan pemahaman, mempengaruhi minat untuk melakukan bisnis start up. Terdapat ada tiga sektor startup yaitu sektor on demand service berbasis sociopreneur, sektor e-commerce dan sektor public service. Faktor pendorog mahasiswa dalam mendirikan startup antara lain motivasi sosial ekonomi, lapangan pekerjaan, kesempatan peluang bisnis dan pemberdayaan. Tantangan dalam menjalankan startup yaitu paradigma masyarakat, komitmen tim, ekosistem startup, pendanaan termasuk kemampuan pemanfaatkan teknologi digital. Pengembangan startup bisnis tidak perlu menunggu tua, kalau bisa sukses usia muda, kenapa harus ditunda. Bagaimana sukses di usia muda yang cerdas mencari peluang dan giat dalam berusaha sehingga apa yang diimpikan dan dianggap mustahil oleh banyak orang berhasil dicapai oleh anak muda mahasiswa. Memang, setiap menit muncul start up digital baru dengan fitur yang hampir sama antara satu dengan yang lain. Maka keterampilan, inovasi, ide-ide kreatif, keberanian dan kreativitas yang cenderung dimiliki mahasiswa yakin mampu diaplikasikan.