Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Edukasi Pengolahan Limbah Minyak Jelantah menjadi Lilin Aromaterapi di Rt 04 Rw 14 Griya Jatinangor 2 Kecamatan Tanjungsari Sumedang Ilyas, Nur Ilman; Dewi, Rahma; Nurhidayanti, Nisa; Riandani, Andini Putri; Suri, Anita
Lentera Pengabdian Vol. 1 No. 04 (2023): Oktober 2023
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v1i04.157

Abstract

Minyak goreng yang telah digunakan lebih dari tiga kali proses pemanasan dapat membahayakan bagi kesehatan manusia jika digunakan lagi, namun jika di buang secara langsung dapat mencemari lingkungan, seperti penyumbatan pipa saluran pembuangan air, pencemaran air bersih, pencemaran sungai dan pencemaran tanah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan memotivasi dan membekali kemampuan warga khususnya ibu rumah tangga dalam mengolah limbah minyak jelantah yang sebelumnya merupakan limbah cair yang dapat mencemari lingkungan menjadi produk lilin aroma terapi yang memiliki nilai jual tinggi. Kegiatan pengabdian ini meliputi lima tahapan yaitu perencanaan, koordinasi, sosialisasi, pendampingan pembuatan produk lilin aromaterapi dan evaluasi kegiatan. Tim pengabdi terdiri dari Dosen Universitas Pelita Bangsa dan Dosen Universitas Islam Bandung bersama dengan 20 peserta PkM yang merupakan ibu rumah tangga . Tim pengabdi dari Universitas Pelita Bangsa bersama dengan peserta PkM telah melakukan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi sebagai produk bernilai jual tinggi yang ramah lingkungan dan upaya pengendalian lingkungan dari pencemaran air akibat minyak jelantah. Hasil evaluasi kegiatan PkM diperoleh dari masukan beberapa peserta PkM yaitu perlu dilakukan uji coba pembuatan lilin aroma terapi dalam skala yang lebih besar seperti pemanfaatan limbah minyak goreng bekas pada komunitas rukun tetangga atau rukun warga, sehingga dapat dijadikan kegiatan produktif bagi ibu rumah tangga yang ingin mengembangkan usaha atau memproduksi lilin aromaterapi sesuai inovasi dan kreativitas untuk digunakan secara mandiri. Produk lilin aromaterapi yang dihasilkan dari kegiatan ini lebih aman karena tidak ada penambahan berbagai macam bahan kimia.
Kontribusi Latihan Drop Push-Up dan Latihan Bar Twist Terhadap Kecepatan Pukulan Gyaku-Tsuki Pada Atlet Karate Putera Dojo Kodim 0206 Dairi Tumanggor, Uni Jumat Sari; Dewi, Rahma
Jurnal Jendela Ilmu Olahraga (J2IO) Vol. 1 No. 1 (2023): J2IO NOVEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi latihan Drop Push-Up dan latihan Bar Twist terhadap kecepatan pukulan Gyaku Tsuki pada atlet karate putera Dojo Kodim 0206 Dairi. Penelitian ini berjenis eksperimen mengacu pada dilakukannya pre-test, treatment, dan post-test. Populasi penelitian ini adalah seluruh atlet Dojo Kodim 0206 Dairi berjumlah 60 orang, sampel penelitian berjumlah 10 orang menggunakan purposive sampling. Penelitian dilaksanakan selama 6 minggu, dalam 18 pertemuan dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu. Instrumen tes menggunakan: 1) Seated medicine ball throw test, 2) Sit and reach test, 3) Tes kecepatan pukulan gyaku tsuki. Teknik pengumpulan data melalui prosedur pretest (tes awal), treatment (perlakuan), dan posttest (tes akhir). Yang kemudian data tersebut dianalisis dengan regresi sederhana dan regresi berganda. Pada hipotesis pertama diperoleh F0 = 19,32 > Ft(1,8) = 5,32, sehingga disimpulkan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan dari latihan drop push-up terhadap kecepatan pukulan gyaku tsuki pada atlet karate putera Dojo Kodim 0206 Dairi dengan kontribusi sebesar 70,72%. Kemudian pada hipotesis kedua diperoleh F0= 29,51 >Ft(1,8) = 5,32, sehingga disimpulkan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan dari latihan bar twist terhadap kecepatan pukulan gyaku tsuki pada atlet karate putera Dojo Kodim 0206 Dairi dengan kontribusi sebesar 78,67%. Selanjutnya hipotesis ketiga, dengan uji regresi berganda diperoleh F0= 13,69> Ft(2,7) = 4,74, sehingga disimpulkan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan dari latihan drop push-up dan latihan bar twist secara bersama-sama terhadap kecepatan pukulan gyaku tsuki pada atlet karate Putera Dojo Kodim 0206 Dairi dengan kontribusi sebesar 63,42%.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PERMAINAN LOMPAT TERHADAP HASIL BELAJAR LOMPAT TINGGI GAYA STRADDLE PADA SISWA KELAS 9 DI SMP SHAFIYYATUL AMALIYYAH Lubis, Khairul Azmi; Supriadi, Amir; Dewi, Rahma
Indonesia Sport Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Indonesia Sport Journal (Januari-Juni)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/isj.v7i1.55146

Abstract

Proses belajar mengajar hanya didominasi oleh beberapa  siswa  saja, hal ini menunjukan kurang efektifnya suatu metode dalam proses belajar dan pembelajaran yang diterapkan oleh guru dan kurangnya tingkat partisipasi  siswa dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen. Penelitian eksperimen merupakan model penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment). Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen yang berbentuk Nonequivalent Control Group Design, hanya pada desain ini kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak dipilih secara acak. Penelitian ini menggunakan tiga kelompok eksperimen. Subjek penelitian diambil dari siswa kelas IX-LS, IX-A dan IX-B di SMP Shafiyyatul Amaliyyah yang berjumlah 62 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: (1) Hasil belajar lompat tinggi siswa kelas IX-LS yang menggunakan pendekatan permainan labirin jump memiliki peningkatan dari semula 42,8% meningkat menjadi 76,1%, (2) Hasil belajar lompat tinggi siswa kelas IX-A yang menggunakan pendekatan permainan lompat tali memiliki peningkatan dari semula 38%% meningkat menjadi 85,7%, (3) Hasil belajar lompat tinggi siswa kelas IX-B yang menggunakan pendekatan permainan lompat gawang memiliki peningkatan dari semula 60%% meningkat menjadi 90%. (4) Adapun perbedaan antara penggunaan 4 pendekatan permainan tersebut terhadap hasil belajar siswa kelas IX di SMP Shafiyyatul Amaliyyah pada kelas IX-LS terjadi peningkatan hasil belajar siswa dengan 33,3% ketuntasan dengan penerapan permainan labirin jumpa. Kemudian  pada kelas IX-LA terjadi peningkatan hasil belajar siswa dengan 47,7% ketuntasan dengan penerapan permainan lompat tali. Seterusnya pada kelas IX-B terjadi peningkatan hasil belajar siswa dengan 30% ketuntasan dengan penerapan permainan lompat gawang. Berdasarkan hasil tersebut maka jenis permainan lompat yang paling efektif dalam meningkatkan hasil belajar lompat tinggi gaya straddle pada siswa kelas 9 di SMP Shafiyyatul Amaliyyah adalah permainan lompat tali.
HUBUNGAN MOTIVASI, MINAT, DAN PERSEPSI TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI Br Manurung, Ira Kenyosi; Harahap, Miftahul Irfanda; Tanjung, Khairul Azan; Sinulingga, Albadi; Dewi, Rahma
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpor.v10i2.59498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi, minat, dan persepsi terhadap hasil belajar pendidikan jasmani. Menggunakan metode penelitian regresi berganda. Populasi dalam penelitian merupakan seluruh siswa SD Negeri 066661 Medan Deli. Teknik sampel menggunakan probabilitas sampling dengan simple random sampling yaitu siswa kelas V SD yang mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani, 35 siswa laki-laki dan 29 siswa perempuan. Instrumen penelitian berupa angket. Berdasarkan hasil pengolahan data, terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi, minat, dan persepsi terhadap hasil belajar pendidikan jasmani yaitu dengan rhitung 2,117 > rtabel 0,038, rhitung 2,547 > rtabel 0,013 dan rhitung 2,378 > rtabel 0,021 dengan taraf signifikan 5%, karena nilai R square sebesar 0,585 atau setara 58,5%. Dapat disimpulkan bahwa, ada hubungan yang signifikan antara motivasi terhadap hasil belajar pendidikan, ada hubungan yang signifikan antara minat terhadap hasil belajar pendidikan, ada hubungan yang signifikan antara persepsi terhadap hasil belajar pendidikan dan ada hubungan yang signifikan antara motivasi, minat dan persepsi secara bersama-sama terhadap hasil belajar pendidikan jasmani.
The Effect of Augmented Reality as Learning Media on Table Tennis Learning Interest Pane, Bessy Sitorus; Mahmuddin; Amansyah; Chairad, Muhammad; Dewi, Rahma
JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtp.v27i1.54339

Abstract

This study aims to see the effect of augmented reality as a learning media on interest in learning table tennis. The research method used is a quasi-experimental method with the research design The Maching Only Pretest-Posttest Control Group Design. The results of this study indicate that the pretest results of students' learning interest show that there is a difference between the average value of learning interest. The average of the experimental class (72.34) is greater than the average value of learning interest in the control class (72.04). To determine whether the difference is significant or not, it is necessary to test the difference. The conclusion in this study based on the results of the t-test shows that the pretest value of learning interest is 0.48 smaller than the t table value at a significant level of 5%. So it can be concluded that there is no difference in the initial ability of experimental and control class students. The prerequisite test results show that the experimental and control class data are normal and homogeneous so that the para-metric statistical test is carried out, namely the t-test. So it can be concluded that there is a significant difference in student learning interest between the experimental class and the control class.
Pengaruh Pemanfaatan Hutan Mangrove Sebagai Sumber Belajar Ipa Terhadap Sikap Peduli Lingkungan Siswa Kelas VII SMP Misaya Mina Kandanghaur Karsandi, Karsandi; Dewi, Rahma; Suniah, Suniah
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v9i2.21973

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan hutan mangrove Panjiwa Sumbermas sebagai sumber belajar IPA terhadap sikap peduli lingkungan siswa kelas VII SMP Misaya Mina Kandanghaur. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain pre-test post-test control group. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu VII A sebagai kelompok eksperimen dan VII B sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.Hasil uji-t menunjukkan nilai thitung = 2,59 dan ttabel = 2,005, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan hutan mangrove sebagai sumber belajar memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan sikap peduli lingkungan siswa. Tiga indikator yang diukur, yaitu tanggung jawab, kebijaksanaan, serta menghargai dan menjaga lingkungan, menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan pada kelas eksperimen dibanding kelas kontrol. Kata Kunci: Quasi Experiment, Hutan Mangrove, Sumber Belajar IPA, Sikap Peduli Lingkungan Abstract This study aims to examine the effect of utilizing the Panjiwa Sumbermas mangrove forest as a science learning resource on students’ environmental awareness at SMP Misaya Mina Kandanghaur. The research employed a quasi-experimental method with a pre-test post-test control group design. The sample consisted of two classes: class VII A as the experimental group and class VII B as the control group. Data were collected using a Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. The t-test results showed that the calculated t-value (2.59) exceeded the critical t-table value (2.005), indicating a significant difference between the experimental and control groups. This finding suggests that using mangrove forests as a learning resource has a positive effect on improving students’ environmental awareness. The three measured indicators—responsibility, wisdom, and respect and care for the environment—showed greater improvement in the experimental class compared to the control class. Keywords: Quasi Experiment, Mangrove Forest, Science Learning Resource, Environmental Awareness 
PERENCANAAN LANSKAP UNTUK PENGEMBANGAN WISATA ALAM DI SEMPDAN SUNGAI KEMIRI KECAMATAN MARGADANA– KOTA TEGAL Dewi, Rahma
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v2i1.1110

Abstract

Kegiatan wisata alam merupakan perjalanan di alam dan tidak melakukan perusakan dengan tujuan spesifik mempelajari, mengagumi, dan menikmati pemandangan. Pengembangan wisata alam yang baik harus diawali dengan perencanaan lanskap yang baik pula. Perencanaan lanskap yang baik harus melindungi badan air dan menjaga air tanah, mengkonservasi hutan, dan sumber mineral, menghindari erosi, menjaga kestabilan iklim, menyediakan tempat untuk rekreasi dan suaka margasatwa, melindungi tapak yang memiliki nilai keindahan ekologi, serta mampu mengakomodasi dan mengintegrasi ekologi dan sistem soasial. Oleh karena itu, tujuan penelitian adalah terwujudnya integritas dan produktivitas lanskap dan multifungsi sumber daya alam di Sempadan Sungai Kemiri. Data dianalisis menggunakan metode kuantitatif (mendeskripsikan hasil kuesioner tentang peresepsi masyarakat) dan kualitatif (memaknai kondisi objek alamiah, pemetaan zonasi dan memaknai hasil wawancara dengan informan kunci). Hasil penelitian menunjukkan Perencanaan Lanskap untukPengembangan Wisata Alam di Sempadan Sungai Kemiri dapat dilaksanakan dengan baik dan sumberdaya alam dapat terintegrasi pengelolaannya serta multifungsi.Kata Kunci : perencanaan, lanskap, wisata alam, sempadan sungai kemiriABSTRACT: Landscape Planning For Nature Tourism Development In The Border Of Kemiri River, Margadana District – City Of Tegal. Nature Tourism activity is a traveling activity within the nature that does not harm its fragment which has specific aim to studying, admiring, and enjoying the scenery. A good nature tourism development has to be established by a good landscape planning as well. A high quality of landscape planning should cover protection of water bodies, ground water preservation, and also mineral and forest conservation in order to prevent erosion, maintain a stable climate; provide place for wildlife and human recreation; protecting the beauty of the site which has ecological value; accommodate and integrate both ecological and social system. Therefore the purposes of this study were to actualize the integrity and productivity of landscape with multifunction natural resources in The Border of Kemiri River. Data were analyzed using quantitative methods to describe the questionnaire related to community perception. However, qualitative method was used to interpret condition of natural object, zonation mapping, and interview with key informants. The result showed that landscape planning for The Border of Kemiri River were performed well and management of the natural resources were both integrated and multifunctional.Keywords : planning, landscape, nature tourism, border of kemiri river
STRATEGI KEBIJAKAN PENGELOLAAN AIR MINUM PERDESAAN DI KABUPATEN CIAMIS Dewi, Rahma; Sucipto, Bambang; Prastawa, Kharisma Syaefuloh; Pratama, Bayu
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v3i2.1966

Abstract

Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum merupakan salah satu kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ciamis Tahun 20014-2019 yang tercantum dalam salah satu misi pembangunan Kabupaten Ciamis Tahun 2014-2019 yaitu “Meningkatkan Ketersediaan dan Kualitas Infrastruktur serta Pengelolaan Lingkungan Hidup”. Strategi pengelolaan air bersih harus memenuhi kebutuhan masyarakat dari berbagai sektor yang didasarkan pada,1). Air merupakan benda sosial dan benda ekonomi, 2). Sebagai dasar dalam pendekatan tanggap kebutuhan, 3). Pembangunan berwawasan lingkungan, 4). Pendidikan perilaku hidup bersih dan sehat, 5). Keberpihakan pada masyarakat miskin, 6). Akuntabilitas proses pembangunan, 7). Peran pemerintah sebagai fasilitas, 8). Peran aktif masyarakat, dan 9). Pelayanan optimal dan tepat sasaran. Berdasarkan 9 (Sembilan) dasar strategi pengelolaan air minum secara umum tersebut maka strategi kebijakan pengelolaan air minum Kabupaten Ciamis harus berpihak pada masyarakat dan mewujudkan keberlanjutan. Strategi yang akan dilakukan terkait satu dengan lainnya secara komprehensif, serta berorientasi kepada pelaksanaan kebijakan dan pencapaian tujuan. Guna pencapaian tujuan dalam setiap strategi pengelolaan air bersih, maka pendekatan kebijakan pengelolaannya melalui 3 (tiga) tipe pendekatan yaitu, Tipe A : berbasis lembaga, Tipe B : pengelolaan bersama dan Tipe C : pengelolaan berbasis masyarakat. Berdasarkan konsep pendekatan kelembagaan dan peraturan pengelolaan dan penyelenggaraan air minum, kebijakan yang akan diterapkan di Kabupaten Ciamis pengenai pengelolaan berbasis pada Pemerintah Kabupaten/Kota,masyarakat dan swasta. Dimana semua elemen yang terkait akan bertugas sesuai tupoksi masing-masing. Pemerintah daerah dibagi menjadi dua zona, yaitu zona perkotaan dan pedesaan. Zona perkotaan ditangai oleh Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang dan bekerjasama dengan lembaga-lembaga pengelolaan air jaringan perpipaan di perkotaan, sedangkan zona pedesaan akan dikelola oleh Dinas Perumahan Permukiman dan Lingkungan Hidup, yang akan bekerjasama dengan masyarakat dan lembaga-lembaga yang sudah dan akan dibentuk untuk pengelolaan air minum.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN EKSPERIMEN TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PESAWAT SEDERHANA DI KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NU KAPLONGAN KECAMATAN KARANGAMPEL KABUPATEN INDRAMAYU Rasnita, Rasnita; Dewi, Rahma; Ilmi, Aziz Rizki Miftahul
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v5i1.4714

Abstract

ABSTRAK Pentingnya pendidikan bukan satu hal yang diragukan lagi diseluruh dunia khususnya di Indonesia. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT., dalam Al Qur’an surah Al-Mujadilah Ayat 11. Pendidikan adalah salah satu sektor yang memiliki kedudukan yang sangat penting, selain itu pendidikan saat ini sedang mengalami perubahan yang sangat pesat. Sesuai dengan Pasal 1 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Darmaningtyas, 2004: 235).Proses pendidikan bertujuan untuk merubah tingkah laku dan sikap siswa dengan tujuan kognitif, afektif dan psikomotor.Proses ini merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem pendidikan. Pada sistem pendidikan yang hanya mengembangkan salah satu ranah yaitu kognitif, afektif, atau bahkan rana psikomotor saja tidak akan dapat menghasilkan lulusan yang professional. Dengan tingginya ranah kognitif dan psikomotorik seseorang tanpa dibekali dengan rana afektif (sikap) maka siswa tidak akan mampu memanfaatkan kemampuannya dengan optimal. Ketiga aspek tersebut saling berkaitan antara satu sama lainnya. Penelitisn ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan bentuk quasi eksperimen ( quasi experimental ). Desain ini mempunyai kelompok control tetapi tidak berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabelvariabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen (sugiyono, 2013:116). Hasil belajar siswa dengan menggunakan metode pembelajaran eksperimen terbimbing didapat dari data pretest dan posttest yang terdiri dari 15 item soal yang berbentuk pilihan ganda dengan jumlah siswa 36 siswa. Dalam penelitian ini penulis mengambil dari dua kelas yang dijadikan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol, pada kelas ekperimen diberi perlakuan berupa metode pembelajaran eksperimen terbimbing.Kata kunci : Pendidikan, kognitif, afektif, psikomotor, quasi eksperimen, professional.ABSTRACT The Effect Of Guided Experimental Learning Methods On Students' Learning Outcomes On Simple Aircraft Materials In Class VIII Of The First Middle School (SMP) NU Kaplongan Karangampel District Indramayu Regency. The importance of education is not one thing that is not in doubt throughout the world, especially in Indonesia. This is in line with the word of Allah SWT, in the Qur'an Surah AlMujadilah Verse 11. Education is one sector that has a very important position, besides that education is currently undergoing very rapid changes. In accordance with Article 1 of the Republic of Indonesia Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System (Sisdiknas), education is a conscious and planned effort to create a learning atmosphere and learning process so that students actively develop their potential to have the power of self-control, self-control, personality, intelligence, noble character, and skills needed by himself, society, nation and state (Darmaningtyas, 2004: 235). The educational process aims to change the behavior and attitudes of students with cognitive, affective and psychomotor goals. This process is a very important component. important in the education system. In an education system that only develops one domain, namely cognitive, affective, or even psychomotor shutters, it will not produce professional graduates. With a person's cognitive and psychomotor domains without being equipped with affective (attitude) then they will not be able to utilize their abilities optimally. These three aspects are interrelated with each other. This researcher uses an experimental research method in the form of a quasi-experimental (quasi-experimental). This design has group control but does not fully function to control external variables that affect the implementation of the experiment (Sugiyono, 2013: 116). Student learning outcomes using the guided experimental learning method were obtained from pretest and posttest data consisting of 15 items in the form of multiple choice questions with a total of 36 students. In this study, the authors took from two classes that were used as the experimental class and the control class, the experimental class was treated in the form of a guided experimental learning method.Keywords: Education, cognitive, affective, psychomotor, quasi-experimental, professional.
EMBUNG SEBAGAI ALTERNATIF CADANGAN AIR PADA SAWAH TADAH HUJAN (Study Kasus Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu) Dewi, Rahma; Wahidin, Wahidin
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v4i1.2401

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu Jawa Barat, memliki luas sekitar 37,16 Km2 dan sebagian besar lahan di daerah ini merupakan sawah tadah hujan. Mata pencaharian utama masyarakat adalah petani, umumnya komoditi yang terdapat di daerah ini adalah padi sawah. Pada umumnya rata-rata produksi di Kecamatan Kroya adalah 4-5 ton/ha. Sawah tadah hujan bergantung  pada pasokan air hujan dan akan mengalami kekeringan dimusim kemarau panjang, sehingga menurunkan perekonomian  masyarakat. Selin itu topografi  Kecamatan Kroya yang relatif datar sehingga air yang turun akan lebih banyak limpas dari pada terserap kedalam tanah, hal tersebut dapat dilihat dari bentangan lanskapnya sebagian besar pesawahan dan permukiman. Sumber air di Kecamatan Kroya adalah mata air dan irigasi. Jika menggunakan air tanah, maka biaya yang dikeluarkan cukup besar dan perlu pemeliharaan daerah tangkapan air agar air tanah terus banyak, selanjutnya mengandalkan irigasi sulit dijadikan satu-satunya alternatif dikarenakan luas lahan sawah yang besar sedangkan pasokan air tidak dapat memenuhi. Alternatif yang mungkin dilakukan adalah pembuatan bak penampung air hujan atau lebih dikenal dengan embung. Kajian pembuatan embung yang sesuai dengan kondisi Kecamatan Kroya, dengan menggunakan metode library research (penelitian kepustakaan) yaitu mengkaji literatur berupa buku dan kajian-kajian terdahulu untuk diterapkan di Kecamatan Kroya sehingga kendala-kendala kekurangan air untuk pesawahan dapat segera teratasi, selain itu hujan yang selama ini menyebabkan genangan atau banjir dapat dtampung dan lebih bermanfaat kedepannya. Kata Kunci: embung, sawah tadah hujan  ABSTRACT Embung As Alternative Water Reserve In The Field Of The Rain (Case Study Of Kroya District, Indramayu Regency). Kroya Subdistrict, Indramayu Regency, West Java, has an area of around 37.16 Km2 and most of the land in this area is rain-fed rice fields. Most of the residents' livelihoods here are farmers, generally the commodities contained in this area are paddy rice. In general, the average production in this area is 4-5 tons / ha. Rainfed lowland rice once depends on the supply of rain water and will experience drought in the long dry season, thereby reducing the community's economy. In addition, the topography of Kroya Subdistrict is relatively flat so that the water that drops will be more runoff than absorbed into the ground, it can be seen from the landscape stretch of most rice fields and settlements. Water sources in Kroya Subdistrict are springs and irrigation. If using ground water, the costs are quite large and need to maintain the water catchment area so that groundwater continues to be numerous, then relying on irrigation is difficult to be the only alternative because of the large area of paddy fields while the water supply cannot meet. Possible alternative is to make a rainwater reservoir or better known as an embung. Study of making an embung that is in accordance with the conditions of Kroya Subdistrict, using the library research method, which is studying literature in the form of books and previous studies to be applied in the District of Kroya so that the constraints of water shortages for rice fields can be overcome immediately, besides the rain that has been causing flooding or flooding can be accommodated and more useful going forward. Keywords: embung, rain-filled rice fields
Co-Authors Aida Farida Albadi Sinulingga Amansyah Aninda, Sahda Apriyansyah, Chandra Asniati Bahari Aushaf, Inka Fadilla Nur Ayurani, Isma Bayu Pratama, Bayu Br Manurung, Ira Kenyosi Chairad, Muhammad Dewi Purwanti, Dewi Fatmadewi, Rose Firdaus, Rose Maryana Gultom, Evi Depiana Habibi, MHD Ray Hadiansyah, Yudi Harahap, Abdul Majid Harahap, Miftahul Irfanda Harvi, Novhal Pramudia Hasibuan, Ismail Saleh hasyim, hasyim Hutapea, Ricky Marcos Hutasoit, Christina Ilmi, Aziz Rizki Miftahul Ivo, A Pratama Karsandi, Karsandi Kesumawati, Kesumawati Khairiyah Khairiyah Khairul Fahmi Khairun Nisa Kismono, Agus Kurniawan, Sophi Ayni Putri Lely Syiddatul Akliyah Lubis, Khairul Azmi Lubis, Rico Tempati M. Irfan Mahmuddin Mahmuddin Mandalahi, Agustin Manik, Syahputra Maryadi, Ferdi Masduki Masduki Meilina, Rulia Mhmd. Habibi Musyaffa, Najwa Aufa Muta'aliyah, Hikmah Nafis’aly, Muhammad Zharfan Nazara, Krisman Faeri Berkat Nentika, Rindayu Bidara Caela Nesra Barus, Jan Bobby Ningsih, Sri Wahyuni Retno Nur Ilman Ilyas Nurhayati Simatupang, Nurhayati Nurhidayanti, Nisa Nurkadri, Nurkadri Nurmantoro, Arifin Nursalim Nursalim Pangondian Hotliber Purba Periskila Dina Kali Kulla Poni Sukaesih Kurniati Prastawa, Kharisma Syaefuloh Putri, Nova Belinda Rahayu, Wening Raihan, Ananda Muhammad Rasnita, Rasnita Reyza, Muhammad Fakhrul Rezeki, Sahbainur Riandani, Andini Putri Rini Andriani Ritonga, Ahmad Syarif Rizky Hidayat, Rizky Salwa, Tetalia Samsuddin Siregar Santoso, Nilam Cahya Ressawati Sari, Putri Anggun Setiawan , Martin Darma Sihombing, Gulasa Octo Gilbert Silmi, Reina Zahira Sitorus Pane, Bessy Sitorus, Ahmad Syukri SRI RAHAYU Sucipto, Bambang Sunandari, Nissa Fauziyah suniah, suniah Supriadi, Amir Supriyanto Supriyanto Suri, Anita tanjung, Khairul azan Tantri, Afri Titis Kurniawan Tumanggor, Uni Jumat Sari V. Luluk Prijambodo Vebrianto, Rian Virssyani, Khansa Auliya Wahidin Wahidin Walisyah, Tengku Wandri, Rades Wijayanti, Niken Ayu Yuanda, Dea Mona Yudiana, Zahra Haurannisa Zebua, Syukur Damai