Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

STRATEGI DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI JEPANG SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN RISIKO BENCANA BANJIR DI INDONESIA Darmansyah, Supriyanto; Kusuma, Kusuma; Sutisna, Sobar; Widodo, Pujo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 6 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i6.2023.2954-2962

Abstract

Tanpa adanya keseragaman dalam rencana manajemen risiko, perdebatan mengenai kebijakan pengendalian banjir memicu polemik dalam wacana publik. Karena fenomena ini, proyek-proyek pekerjaan umum didorong untuk mengatasi kesulitan-kesulitan dalam manajemen risiko karena teknologi tidak dapat menyelesaikannya sendiri. Salah satu tugas pekerjaan umum yang paling penting adalah mengubah pikiran masyarakat melalui pembelajaran dari pengalaman orang lain. Seperti yang dikatakan oleh para ahli perilaku, "pikiran menentukan sikap." Fokus penelitian ini adalah bagaimana memanipulasi pikiran orang Indonesia dengan mengajarkan mereka tentang pikiran orang Jepang. Untuk membantu orang Indonesia mengenali dan memanfaatkan budaya asli mereka sendiri, penelitian ini sendiri melihat budaya asli Jepang. Metodologi kualitatif deskriptif analitik digunakan untuk melakukan penelitian ini secara efektif.
PERAN PROFESI PEKERJA SOSIAL DALAM UPAYA MENGURANGI TRAUMA PASCABENCANA ALAM Candra Novian, Yohanes; Maarif, Syamsul; Kusuma, Kusuma; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 4 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i4.2024.1791-1795

Abstract

Bencana yang disebabkan oleh alam sangat berpengaruh terhadap kondisi mental penduduk terdampak. Penyintas bencana sangat rentan mengalami gangguan stres presisi dan gangguan stres pasca trauma akibat peristiwa traumatis yang  dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pekerja sosial dalam kegiatan pengurangan trauma pasca bencana alam dengan menggunakan  metode penelitian kepustakaan kualitatif. Selain berperan sebagai advokat, pekerja sosial juga dapat bertindak sebagai konselor untuk membantu korban bencana pulih dari peristiwa buruk tersebut.  Dengan menggunakan pendekatan kognitif, proses pemulihan khususnya pada anak dapat mengubah perilaku dan cara pandang negatif terhadap peristiwa traumatis yang dialami serta mengurangi stigma  terhadap bencana
STRATEGI PENERAPAN TEKNOLOGI IOT DALAM SISTEM KOMUNIKASI KEBENCANAAN DI INDONESIA Warbung, Brian; Kusuma, Kusuma; Wahyudi, Bambang; Noor Gibran, Muhammad; Widodo, Pujo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 8 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i8.2024.3108-3117

Abstract

Indonesia berisiko tinggi bencana alam; teknologi IoT penting untuk deteksi dini, pemantauan, dan respons cepat, menyelamatkan nyawa. Pengelolaan bencana yang efektif menggunakan IoT dapat meminimalkan kerugian dan menyelamatkan nyawa dalam menghadapi bencana yang sering terjadi di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa Strategi Penerapan Teknologi IoT dalam Sistem Komunikasi Kebencanaan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan tools SWOT Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dalam komunikasi bencana di Indonesia memberikan solusi efektif dalam mitigasi dan penanganan bencana. Indonesia, yang rawan berbagai jenis bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dan letusan gunung berapi, memerlukan sistem yang mampu memberikan peringatan dini dan respons cepat. Teknologi IoT memungkinkan pemantauan kondisi lingkungan secara real-time, memberikan data yang akurat untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. Misalnya, sensor LoRa untuk pemantauan aktivitas gunung berapi, deteksi kebakaran hutan dengan sensor suhu dan kelembaban, serta penggunaan accelerometer untuk mendeteksi gempa bumi. IoT juga efektif dalam penanganan banjir dengan memantau tinggi muka air secara otomatis. Namun, tantangan seperti keamanan data, infrastruktur yang belum memadai, dan keterbatasan sumber daya manusia perlu diatasi untuk memastikan implementasi yang sukses.
INFRASTRUKTUR TANGGUH BENCANA SEBAGAI BENTUK MITIGASI DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA Wibisono, Naufal; Sukendro, Achmed; Heridadi, Heridadi; Widodo, Pujo; Kusuma, Kusuma; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 7 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i7.2024.2893-2898

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang dilintasi garis lintang nol derajat yang biasa disebut dengan garis khatulistiwa, memiliki posisi geografis yang berdekatan dengan Benua dan Samudera, yaitu Benua Asia dan Benua Australia, Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Kondisi tersebut membuat bentang alam dan demografinya sangat kompleks. Kondisi ini membuat Indonesia menjadi negara dengan risiko bencana alam, non-alam, maupun buatan manusia/sosial yang sangat tinggi sehingga Indonesia dipandang sebagai negara yang memiliki laboratorium bencana. Dengan banyaknya kemungkinan bencana yang akan terjadi, maka diperlukan upaya pengurangan risiko bencana melalui riset dan aplikasi teknologi yang berkaitan dengan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana. Hal tersebut sejalan dengan program Sustainable Development Goals yang telah ditetapkan oleh organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui badan bentukannya yaitu United Nation for Disaster Risk Reduction. Salah satu programnya berfokus pada “Sustainable Cities and Communities” yang menjelaskan pentingnya memiliki infrastruktur yang tangguh dalam upaya pengurangan risiko bencana merupakan sebagai bentuk mitigasi dan investasi untuk menciptakan kota dan permukiman manusia yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu adanya perhatian khusus terkait infrastruktur oleh pemangku kebijakan.
POTENSI KONFLIK DAN BENCANA SOSIAL GANGGUAN EMOSI AKIBAT OVERTIME SCREENING GAWAI PADA GENERASI MUDA Diang Kirana, Rininta; Widodo, Pujo; Kusuma, Kusuma; Sukendro, Achmed
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 8 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i8.2024.3172-3183

Abstract

Penggunaan gawai berlebihan pada remaja Indonesia mengakibatkan masalah kesehatan mental dan sosial yang serius, mempengaruhi keamanan nasional melalui potensi konflik sosial dan disintegrasi sosial yang dapat mengancam stabilitas. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa Potensi Konflik dan Bencana Sosial Gangguan Emosi Akibat Overtime Screening Gawai pada Generasi Muda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan tools analisa SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dalam upaya mengatasi dampak negatif penggunaan gawai berlebihan pada remaja, strategi yang diusulkan meliputi pengembangan program edukasi berbasis teknologi seperti aplikasi mobile atau platform online interaktif. Program ini tidak hanya mengedukasi remaja tentang manajemen waktu layar, teknik relaksasi, dan pengelolaan stres, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan stabilitas emosional mereka, serta kontribusi positif dalam bidang pendidikan dan kreativitas. Selain itu, pengembangan aplikasi kesehatan mental yang mencakup monitoring waktu layar dan saran-saran efektif pengelolaan waktu, serta konten kesehatan mental seperti meditasi dan panduan mengatasi kecanduan teknologi, juga menjadi fokus. Kerjasama internasional dalam penanggulangan kesehatan mental, melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar negara untuk mengembangkan panduan terbaik, penelitian bersama, dan kampanye global, diharapkan dapat memperkuat kapasitas negara dalam menanggapi tantangan global, serta meningkatkan stabilitas dan keamanan nasional secara keseluruhan.
ANALISIS SPASIAL TINGKAT KERAWANAN BANJIR DI KECAMATAN PASAR REBO, KOTA JAKARTA TIMUR, DKI JAKARTA Steven Purba, Ramses; Widodo, Pujo; Kusuma, Kusuma; Suar Pelita Pandjaitan, Berton; Pranoto, Sugimin; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 7 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i7.2024.2663-2667

Abstract

Provinsi DKI Jakarta merupakan Ibu Kota negara Indonesia yang memiliki beragam fungsi strategis, seperti pusat pemerintahan, dan pusat ekonomi dan bisnis. Namun, jika dilihat dari kondisi geografis, Provinsi DKI Jakarta merupakan wilayah dataran rendah yang memiliki ancaman tinggi terhadap bahaya banjir. Sehingga dapat berpotensi menghasilkan tingginya risiko kerugian terhadap bencana. Kecamatan Pasar Rebo adalah salah satu kecamatan di Provinsi DKI Jakarta yang terdampak banjir tiap tahunnya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan memprediksi daerah yang rawan bencana, memprediksi infrastruktur dan tingkat kepadatan penduduk terdampak, serta menyediakan peta jalur evakuasi apabila terjadi bencana banjir di Kecamatan Pasar Rebo dengan menggunakan perangkat lunak QGIS 3.34 sebagai pendekatan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil dari penelitian ini didapatkan dampak banjir terhadap infrastruktur dan penduduk di kecamatan Pasar Rebo serta penentuan jalur evakuasi dari area banjir ke kantor kecamatan Pasar Rebo. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam upaya mitigasi banjir untuk meminimalisir kerugian, baik korban jiwa maupun kerusakan fisik.
PEMANFAATAN SIG DALAM MANAJEMEN BANJIR DI JAKARTA: STUDI KASUS KECAMATAN CENGKARENG Jatining Wahyu Argo, Henrikus; Haryadi, Haryadi; Widodo, Pujo; Kusuma, Kusuma; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.325-331

Abstract

Banjir merupakan masalah krusial di Kecamatan Cengkareng, Jakarta, yang berdampak signifikan pada infrastruktur, populasi, dan proses evakuasi. Penelitian ini memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menganalisis dampak banjir, menentukan jalur evakuasi, dan mengevaluasi infrastruktur terdampak. Data sekunder, termasuk kepadatan penduduk, distribusi infrastruktur, dan jaringan jalan, dianalisis menggunakan QGIS 3.34. Hasil penelitian berupa peta tematik yang menunjukkan area terdampak, jalur evakuasi, dan kepadatan penduduk. Banjir berdampak pada 828.040 m² infrastruktur, dengan perumahan seluas 609.095 m² (73,5%). Sebanyak 178.382,22 meter jalan terendam, menghambat akses evakuasi. Analisis populasi mengungkapkan 327.491 jiwa terdampak, dengan konsentrasi tertinggi di wilayah padat penduduk (1.140 jiwa per piksel). Jalur evakuasi tercepat ke lokasi aman, Kantor Kecamatan Cengkareng, dipetakan menggunakan analisis jaringan, memastikan evakuasi yang efisien. Penelitian ini menyoroti pentingnya strategi manajemen banjir terpadu. Kerusakan infrastruktur, kerentanan populasi, dan logistik evakuasi menekankan perlunya perencanaan tata ruang yang lebih baik, peningkatan kondisi jalan, dan jalur evakuasi alternatif. SIG terbukti penting dalam manajemen bencana real-time, memberikan data akurat untuk perencanaan evakuasi dan mitigasi risiko. Integrasi data spasial yang efektif mendukung penyaluran bantuan yang efisien dan meminimalkan dampak sosial-ekonomi.
Strategi Penanggulangan Bencana Pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah: Kajian Literatur Manurung, Andryman; Sutisna , Sobar; Kurniadi , Anwar; Widodo, Pujo; Kusuma, Kusuma
Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 2 (2024): Manajemen Kewirausahaan
Publisher : Manajemen FEB Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/mk.v5i2.9590

Abstract

Kejadian bencana meningkat pesat selama beberapa dekade terakhir Berdasarkan data statistik BNPB sepanjang tahun 2023 telah terjadi 3 239 kejadian bencana alam di seluruh Indonesia Dalam hal penyelenggaraan penanggulangan bencana pemerintah daerah membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD yang salah satu fungsinya adalah pengoordinasian pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana secara terencana terpadu dan menyeluruh Tujuan penelitian ini untuk mengkaji lebih dalam tentang faktor faktor yang mempengaruhi koordinasi BPBD dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana Metode penelitian dengan melakukan literature review dengan mencari dan mengumpulkan studi pustaka melalui media elektronik menggunakan beberapa databased seperti Google Scholar dan Semantic Scholar dengan kata kunci dan pemilihan artikel untuk penelitian ini menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi Berdasarkan hasil literature review terdapat beberapa faktor yang memengaruhi koordinasi BPBD dalam penanggulangan bencana yaitu: Hubungan Koordinasi baik vertikal maupun horizontal; elemen mekanisme dasar koordinasi yaitu Hierarki Manajemen Peraturan dan Prosedur serta Perencanaan dan Penetapan Tujuan; Komunikasi; Kompetensi dan Evaluasi Penting untuk memastikan koordinasi yang baik antara BPBD dan lembaga instansi terkait agar penanggulangan bencana dapat berjalan lebih efisien dan efektif < p> < p> Disaster events have increased rapidly over the past few decades with 3 239 natural disasters occurring throughout Indonesia in 2023 BNPB 2024 In terms of organizing disaster management the local government forms a Regional Disaster Management Agency BPBD one of whose functions is to coordinate the implementation of disaster management activities in a planned integrated and comprehensive manner The purpose of this study is to examine more deeply the factors that influence the coordination of BPBDs in organizing disaster management The research method is to conduct a literature review by searching and collecting literature studies through electronic media using several databases such as Google Scholar and Semantic Scholar with keywords and selecting articles for this study using inclusion and exclusion criteria Based on the results of the literature < em>review several factors influence BPBD coordination in disaster management namely: Coordination Relationships both vertical and horizontal; elements of the basic coordination mechanism namely Management Hierarchy Regulations and Procedures and Planning and Goal Setting; Communication; Competence and Evaluation It is important to ensure good coordination between BPBDs and related institutions agencies so that disaster management can run more efficiently and effectively< em>< p>
Strategi Resolusi Konflik Sipil-Militer Dalam Era Disinformasi: Klaim Ilegal Pasukan Garuda Hitam PMPP TNI Tadore Alauddin, Nur Afiyin; Rachmat Setiawibawa; Arifuddin Uksan; M. Adnan Madjid; Kusuma, Kusuma
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13257

Abstract

Era digital menghadirkan kompleksitas baru dalam hubungan sipil–militer, di mana disinformasi menjadi salah satu bentuk ancaman non-tradisional terhadap stabilitas nasional. Penelitian ini menganalisis strategi resolusi konflik sipil–militer di era disinformasi dengan studi kasus “Pasukan Garuda Hitam” yang mencatut nama Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami bagaimana narasi palsu terbentuk, menyebar, serta memengaruhi persepsi publik terhadap lembaga militer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disinformasi digital dapat menimbulkan konflik perseptual, mengikis kepercayaan publik, dan menciptakan ketegangan sipil–militer. Melalui integrasi teori hubungan sipil–militer (Huntington), kekerasan struktural (Galtung), transformasi konflik (Lederach), komunikasi krisis (Coombs), dan ketahanan informasi nasional, penelitian ini menemukan bahwa strategi resolusi yang efektif perlu berbasis kolaborasi multi-aktor, literasi digital, serta komunikasi strategis pertahanan. Selain itu, teori information warfare (Bennett, 2020), cognitive security, dan strategic communication (NATO StratCom, 2022) memperkuat pemahaman bahwa disinformasi merupakan instrumen geopolitik yang dapat dimitigasi melalui diplomasi militer dan pendekatan digital peacebuilding. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model resolusi konflik adaptif berbasis ketahanan informasi nasional.
Peran Korban Dalam Peacebuilding Dan Implikasinya Terhadap Keamanan Nasional Afithasari, Devi; Widodo, Pujo; Kusuma, Kusuma; Setiawibawa, Rachmat; Uksan, Arifuddin
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 5 (2025): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v5i5.1040

Abstract

Penelitian ini membahas pergeseran paradigma peran korban dalam proses pembangunan perdamaian serta implikasinya terhadap keamanan nasional di Indonesia. Secara historis, korban sering diposisikan sebagai penerima pasif kebijakan negara, hanya dipandang sebagai objek perlindungan atau penerima bantuan kemanusiaan. Namun, melalui perspektif viktimologi aktif dan teori peacebuilding yang dikembangkan oleh Johan Galtung dan John Paul Lederach, penelitian ini menunjukkan bahwa korban dapat menjadi aktor strategis dalam proses rekonsiliasi dan rekonstruksi pascakonflik. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis data sekunder, studi ini menelaah berbagai kasus di Indonesia dan dunia, termasuk Ambon, Kolombia, dan Rwanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi korban berkontribusi terhadap transformasi konflik dalam tiga aspek utama: narasi (pergeseran wacana dari kebencian ke dialog), struktur (pembangunan ruang komunitas inklusif), dan relasi (pemulihan kepercayaan sosial). Partisipasi aktif korban memperkuat legitimasi negara, mencegah radikalisasi, dan memperluas dimensi keamanan manusia. Dengan demikian, pelibatan korban dalam peacebuilding bukan sekadar keharusan normatif, melainkan strategi keamanan nasional untuk menciptakan stabilitas yang inklusif dan tangguh.