Claim Missing Document
Check
Articles

Representasi Emosional dalam Dialog-dialog Film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film Karya Yandy Laurens Berdasarkan Teori Emosi Izard Azzahra Ananda Putri; Yusra D; Ade Bayu Saputra
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i1.3981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis fungsi representasi emosional tokoh dalam dialog film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film karya Yandy Laurens berdasarkan pendekatan emotif dan teori emosi Izard (2013). Secara khusus, penelitian ini tidak hanya memetakan jenis-jenis emosi yang muncul, tetapi juga menjelaskan fungsi representasi emosi tersebut dalam membangun makna dialog, relasi antartokoh, serta penguatan alur naratif film. Dengan demikian, penelitian ini menawarkan kebaruan berupa penerapan teori emosi Izard pada dialog film Indonesia kontemporer yang dianalisis melalui pendekatan emotif berbasis kebahasaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan emotif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian berupa dialog-dialog yang mengandung representasi emosional, dengan sumber data berasal dari dialog dalam film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film karya Yandy Laurens. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode menyimak, mentranskripsi, dan mengklasifikasikan dialog berdasarkan kategori emosi. Pengecekan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam dialog film tersebut ditemukan sepuluh jenis emosi, yaitu ketertarikan (1 data), kebahagiaan (2 data), keterkejutan (3 data), kesedihan (4 data), kemarahan (8 data), rasa jijik (2 data), penghinaan (2 data), ketakutan (2 data), rasa malu (2 data), dan perasaan bersalah (3 data). Representasi emosional dalam dialog film ini berfungsi tidak hanya sebagai sarana ekspresi perasaan tokoh, tetapi juga sebagai strategi naratif untuk menarik perhatian penonton, membangun empati, memperkuat konflik, serta memperjelas pesan emosional dan tematik cerita.
Analisis Representasi Citra Perempuan dalam Puisi Bertema Perempuan Karya Penyair Indonesia Citra Sulistia Utami; Yusra D; Ade Bayu Saputra
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i1.3982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk representasi citra perempuan dalam puisi bertema perempuan karya penyair Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya penggunaan puisi sebagai medium ekspresi identitas perempuan, khususnya dalam mengangkat isu sosial, budaya, dan gender, serta pentingnya memahami bagaimana citra perempuan dipertahankan di tengah perubahan sosial dan perkembangan era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori feminisme sastra Simone de Beauvoir, yang meliputi tiga aspek: fisik, psikologis, dan sosial. Data diperoleh melalui teknik baca, simak, rekam, dan catat terhadap bait puisi dalam karya-karya penyair Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan metode padan ekstralingual dan dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan menurut Miles & Huberman.
Pre-Service Bahasa Teachers’ Readiness for the Integration of Bengkulu Ethnopedagogy in the Merdeka Curriculum to Reinvigorate Local Wisdom in Modern Education Friantary, Heny; Manjato, Ajat; Saputra, Ade Bayu; Saputra, Hendro Ade
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 7 No. 3 (2025): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v7i3.9185

Abstract

This study critically analyzes the readiness of pre-service teachers to integrate Bengkulu ethnopedagogy into modern classroom settings. Using a mixed-methods approach, data were collected from 150 pre-service teachers at several universities in Bengkulu through a readiness scale survey and semi-structured interviews. This study employs a mixed-methods approach by collecting data from 150 pre-service teachers in Bengkulu through readiness scale surveys and semi-structured interviews, which were subsequently analyzed using descriptive-ANOVA anlysis and thematic analysis. The findings reveal a significant gap: while pre-service teachers possess high affective readiness (valuing local culture), their pedagogical readiness specifically in transforming indigenous knowledge into structured lesson plans remains moderate to low. Key barriers identified include the lack of standardized ethnopedagogical teaching materials and a perceived tension between traditional values and global 21st-century skill requirements. This research suggests that teacher education programs must move beyond theoretical appreciation and provide practical frameworks for "indigenizing" the curriculum. Reinvigorating local wisdom is not merely a nostalgic endeavor but a strategic necessity to foster students' cultural identity amidst global modernization.
RELIGIUSITAS DALAM NASKAH DRAMA “SKETSA-SKETSA DI KEBUN WARISAN” KARYA RACHMAT HIDAYAT MUSTAMIN Shilpa Nuraini; Yusra Dewi; Ade Bayu Saputra
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40328

Abstract

This study aims to describe and analyze religiosity in the drama script Sketsa-Sketsa di Kebun Warisan by Rachmat Hidayat Mustamin using a sociology of literature approach. Religiosity is understood as a multidimensional phenomenon that is not limited to religious beliefs and practices, but also includes inner experiences, value-based knowledge, and the behavioral implications of characters within a social context. This research employed a descriptive qualitative method, with data sources consisting of dialogues and narrative elements in the drama script. Data were collected through library research using reading and note-taking techniques, while data analysis was conducted through content analysis based on five dimensions of religiosity, namely belief, religious practice, religious feelings, religious knowledge, and religious effects. The results show that religiosity in the drama script Sketsa-Sketsa di Kebun Warisan is represented holistically and contextually through all five dimensions. Religious feelings emerge as the most dominant dimension, followed by belief and religious effects, while religious practice and religious knowledge appear implicitly. The characters’ religiosity is not presented in a normative-dogmatic manner, but rather as an existential response to agrarian conflict, structural pressure, and social trauma. These findings indicate that religiosity in the drama functions as a source of meaning, moral resilience, and social awareness. This study contributes theoretically to the field of religious literary studies by offering a contextual and multidimensional analysis, and practically by providing insights that can be utilized as teaching material for literature learning oriented toward value formation and social understanding.
ANALISIS STRUKTURAL-SEMIOTIK PUISI “LORONG GELAP DALAM BAHASA” KARYA AFRIZAL MALNA: A STRUCTURAL-SEMIOTIC ANALYSIS OF THE POEM “THE DARK CORRIDOR IN LANGUAGE” BY AFRIZAL MALNA Luthfi, Syifa Dzakia; Fitria, Suci; Zarkasi, A.; Melisa, Melisa; Saputra, Ade Bayu
Lintang Aksara Vol. 5 No. 1 (2026): Lintang Aksara
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jla.v5i1.51808

Abstract

Puisi "Lorong Gelap dalam Bahasa" karya Afrizal Malna merepresentasikan kompleksitas puisi Indonesia kontemporer yang mengeksplorasi krisis bahasa dan fragmentasi pengalaman modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem pertandaan dalam puisi tersebut menggunakan pendekatan strukturalisme semiotik Roland Barthes. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka dan pembacaan berulang untuk mengidentifikasi elemen struktural dan unit semiotik. Analisis dilakukan dalam dua tahap yaitu analisis struktural untuk mengidentifikasi relasi antar-unsur puisi (diksi, citraan, metafora, ritme, tipografi) dan analisis semiotik dalam tiga tingkatan signifikasi (denotasi, konotasi, mitos). Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi membangun struktur yang koheren melalui fragmentasi sistematis, di mana setiap elemen struktural berfungsi sebagai penanda dalam sistem pertandaan yang kompleks. Pada tingkat denotasi, puisi mendeskripsikan ruang dan bahasa secara harfiah. Pada tingkat konotasi, puisi menghasilkan makna simbolik tentang krisis representasi, ketidakpastian epistemologis, dan kondisi eksistensial manusia urban. Pada tingkat mitos, puisi membangun ideologi kritis terhadap logosentrisme, transparansi bahasa, dan mitos pencerahan modernitas. Integrasi strukturalisme dan semiotik memperlihatkan bahwa struktur puisi adalah sistem pertandaan itu sendiri, di mana bentuk dan makna tidak dapat dipisahkan, menciptakan kritik meta- linguistik terhadap keterbatasan fundamental bahasa dalam merepresentasikan kompleksitas pengalaman manusia kontemporer.
Penggunaan Media Pembelajaran Film Pendek Dalam Mengulas Karya Fiksi Siswa Kelas VIII SMPN 5 Kota Jambi Muhammad Afif Hibatullah; Nazurty Nazurty; Ade Bayu Saputra
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 16, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v16i1.894

Abstract

This study aims to describe the use of short film media in teaching students to review fictional works in Grade VIII at SMPN 5 Kota Jambi. The background of this research stems from students’ low reading interest and their difficulty in understanding fictional elements when learning relies solely on written texts. Short films were selected as learning media because they provide concrete visualizations of stories, are engaging, easy to access, and capable of improving students’ ability to analyze and evaluate fictional works. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through classroom observations, interviews, and document analysis of students’ review assignments. Data were analyzed using the interactive model by Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the use of short films enhances students’ activeness during the learning process, strengthens their understanding of themes, characters, plot, setting, and moral messages, and helps them produce more structured and coherent reviews. Students demonstrated higher responsiveness, enthusiasm, and comprehension when the material was presented through audiovisual media. However, the study also found that teachers need to manage class time more effectively and provide additional guidance to ensure that students focus not only on the viewing experience but also on deeper analytical processes. Overall, the use of short film media proves to be relevant and effective in supporting Indonesian language learning, particularly in teaching the skill of reviewing fictional works, and it offers a creative and contextual alternative learning method that can be applied in schools.
Pengaruh Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi Berbasis Project Based Learning M Apri Yoza Aditya Surya; Hary Soedarto Harjono; Ade Bayu Saputra
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 16, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v16i1.904

Abstract

This study aims to determine the effect of Project Based Learning (PjBL) on students’ ability to write explanatory texts. The research employed a quantitative approach using a pretest–posttest control group experimental design. The subjects were tenth-grade vocational high school students divided into experimental and control groups. Data were collected through explanatory text writing tests administered before and after the treatment. Data analysis used N-Gain and Independent Sample t-Test. The results indicate a significant difference in the improvement of students’ explanatory text writing skills between the experimental and control groups. Therefore, Project Based Learning has a significant effect on improving students’ explanatory text writing skills.
Mendesain Modul Ajar Bahasa Indonesia Menggunakan Model Poe2We Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis (Critical Thinking) Berbasis Project Based Learning (PjBL) Rustam; Wini, Lusia Oktri; Saputra, Ade Bayu
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 7 No. 1 (2024): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v7i1.1073

Abstract

Mendesain modul ajar bahasa Indonesia menggunakan model POE2WE untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis (critical thinking) berbasis project based learning didasari atas fenomena bahwa sebagian besar mahasiswa yang mengontrak mata kuliah perencanana pembelajaran bahasa Indonesia belum mampu merancang modul ajar berorintasi pada peningkatan keterampilan berpikir kritis (critical thinking skills). Tujuan penelitian ini mendeskripsikan kompetensi mahasiswa dalam membuat desain pembelajaran POE2WE berorientasi meningkatkan keterampilan berpikir kritis berbasis project based learning. Penelitian ini menerapkan Pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Adapun langkah-langkah dalan pengumpulan data dilakukan dengan cara, (1) mengamati proses pembelajaran di dalam kelas, memperhatikan interaksi antara guru dan siswa, serta dinamika belajar mengajar yang terjadi; (2) melakukan wawancara dengan guru dan siswa untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang tantangan, kebutuhan, dan persepsi terkait proses dan hasil pembelajaran; dan (3) mengumpulkan data dokumen seperti hasil tes, tugas, atau catatan kelas untuk memberikan gambaran tentang kinerja siswa dan efektivitas pembelajaran. Analisis data terdiri dari (1) Kategorisasi data, yaitu mengelompokkan data yang dikumpulkan berdasarkan tema atau pola tertentu, misalnya permasalahan yang dihadapi siswa atau aspek-aspek yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran; (2) Interpretasi, kegiatan menganalisis data untuk mengidentifikasi pola, tren, atau temuan yang muncul, dan memahami implikasinya terhadap proses dan hasil pembelajaran; dan (3) Kolaborasi, melibatkan guru dalam proses analisis data untuk mendapatkan berbagai perspektif dan pemahaman yang komprehensif. Data dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk narasi deskriptif untuk menggambarkan perubahan hasil pada belajar mahasiswa. Hasil yang diperoleh mengambarkan kompetensi mahasiswa dalam mendesain modul ajar bahasa Indonesia menggunakan model POE2WE berorientasi meningkatkan keterampilan berpikir kritis (critical thinking) berbasis Project Based Learning sangat baik. Hal itu ditandai dengan kualitas mahasiswa dalam proses perkulihan, sedangan untuk hasil belajar mahasiswa menunjukkan peningkatan dari dari baik menjadi sangat baik terutama pada penguasaan pengetahuan mendesain modul ajar bahasa Indonesia.
Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Orang Miskin Dilarang Sekolah Karya Wiwid Prasetyo Ade Bayu Saputra
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 6 No. 2 (2023): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v6i2.1144

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konflik batin yang dialami tokoh utama dalam novel Orang Miskin dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis yang melibatkan penjelasan faktual dan disusul dengan analisis untuk menjabarkan hasil penelitian melalui kata-kata. Data dalam penelitian ini adalah unsur konflik batin yang dialami oleh tokoh utama, yakni Faisal. Proses pengumpulan data dilakukan dengannlangkah-langkah yang mengacu pada pendekatan psikologi sastra, yaitu (1) membaca novel secara menyeluruh; (2) membaca ualng novel sambil membuat catatan yang relevan dengan fokus penelitians; (3) mengumpulkan bagian-bagian karya sastra yang mengandung unsur konflik batin dan mencatatnya dalam bentuk daftar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Orang Miskin dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo terdapat konflik batin yang dapat diklasifikasikan sebagai konflik eksternal dan internal. Konflik eksternal meliputi konflik sosial yang muncul dari interaksi sosial antara karakter-karakter dalam cerita. Selain itu, ada juga konflik fisik yang melibatkan pertikaian fisik antara Faisal dan tokoh-tokoh lain. Selain itu, terdapat juga konflik internal yang kompleks yang dirasakan oleh Faisal. Konflik internal yang dialami oleh Faisal meliputi pertentangan dalam dirinya sendiri, seperti tekadnya untuk memperjuangkan nasib ketiga temannya dan warga kampung Genteng agar dapat sekolah. Faisal juga merasakan tekanan batin dalam usahanya mencari solusi agar ketiga temannya bisa sekolah dengan biaya yang terjangkau. Kesedihan Faisal terhadap Mat Karmin, yang memanfaatkan arti pendidikan secara negatif, dan Faisal juga mengalami tekanan batin akibat pandangan negatif yang diberikan oleh orang tuanya dan warga Kampung Genteng yang menganggapnya gila.
Nilai-Nilai Profil Pelajar Pancasila dalam Legenda Datuk Marsam Sang Belalang Kunyit Karya Muhammad Ikhsan Malika Hijirati Dewi; Yusra Dewi; Ade Bayu Saputra
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v11i1.2221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan nilai-nilai profil pelajar Pancasila dalam Legenda Datuk Marsam Sang Belalang Kunyit karya Muhmmad Ikhsan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan Didaktis. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat dari tingkah laku tokoh Datuk Marsam dalam Legenda Datuk Marsam Sang Belalang Kunyit karya Muhammad Ikhsan. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan buku berjudul Legenda Datuk Marsam Sang Belalang Kunyit. Teknik pengumpulan dalam penelitian ini ialah studi pustaka. Ditemukan nilai-nilai profil pelajar Pancasila pada Legenda Datuk Marsam Sang Belalang Kunyit Karya Muhammad Ikhsan yakni, 1) Beriman, Bertakwa, dan Berakhlak Mulia yang ditunjukkan dengan a. akhlak beragama, b. akhlak pribadi, c. akhlak kepada manusia, d. akhlak kepada alam, e. akhlak bernegara. 2) Dimensi berkebhinekaan global perwujudan dari a. mengenal dan menghargai budaya, b. komunikasi dan interaksi antar budaya, c. refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebhinekaan, dan d. berkeadilan sosial. Berikutnya dimensi 3) bergotong royong yang menekankan sikap a.kolaborasi, b. kepedulian, dan c. berbagi, berikutnya 4) dimensi mandiri yang diperlukan a. pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, b. regulasi diri, dimensi 5) bernalar ritis dengan a. memeroleh dan memproses informasi dan gagasan, b. menganalisis dan mengevaluasi penalaran, c. merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri, dan yang terakhir dimensi 6) kreatif merujuk pada a.tindakan menghasilkan gagasan yang orisinal, b. menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal, c. memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan yang dihadapi.