Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Penerapan Model Kooperatif Tipe Jigsaw pada Menulis Teks Berita Siswa Kelas VII B SMP Negeri 15 Muaro Jambi Riduwan, Riduwan; Harahap, Eddy Pahar; Saputra, Ade Bayu
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 12: Special Issue No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v12i1.9611

Abstract

Sulitnya siswa dalam memahami teks berita dianggap menjadi kendala dalam kegiatan pembelajaran terutama dalam penulisannya dan faktor kegiatan pembelajaran yang kurang efektif sehingga siswa menjadi pasif dan hanya bergantung pada guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran teks berita. Metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah modul ajar, evaluasi, wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian modul ajar yang dibuat oleh guru memuat semua komponen modul ajar yang sesuai dengan kurikulum merdeka.  Selain itu, kegiatan pembelajaran telah terlaksana dengan baik sesuai dengan modul ajar dan langkah-langkah penerapan model kooperatif tipe jigsaw mulai dari pengelompokan siswa, pemberian materi, pemberian tanggung jawab, pengelompokan siswa dengan materi yang sama, presentasi siswa ke kelompok awal, guru merefleksi, mengevaluasi, dan menutup kegiatan pembelajaran sehingga menghasilkan kegiatan pembelajaran yang efisien.
PENGGUNAAN MEDIA TIKTOK DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK TEKS PROSEDUR KELAS VII SMP NEGERI 17 KOTA JAMBI Melly Oktapiyana Putri; Rasdawita; Hilman Yusra; Ade Bayu Saputra
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 3 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i3.514

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan Penggunaan Media TikTok dalam Pembelajaran Menyimak Teks Prosedur Kelas VII SMP 17 Kota Jambi. Analisis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengunakan metode deskriptif. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media TikTok dapat digunakan sebagai media pembelajaran menyimak teks prosedur kelas VII SMP 17 Kota Jambi, berjalan sesuai dengan tahapan pembelajaran yang telah dirancang berdasarkan modul ajar. Selain itu terlihat hasil pemerolehan kerja siswa yang didapatkankan dengan nilai 86 kategori baik sekali. Mengingat TikTok mempunyai fitur yang beragam dengan cara pengoperasian yang mudah membuat media TikTok diharapkan dapat digunakan sebagai media dalam peningkatan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui materi teks prosedur.
Asesmen Diagnostik Menggunakan Design Thinking dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Kabupaten Muaro Jambi Rustam, Rustam; Karim, Maizar; Saputra, Ade Bayu; Ningsih, Arum Gati; Wini, Lusia Oktri
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.936

Abstract

This community service program aims to help teachers make learning designs in the form of diagnostic assessment portfolios that are in accordance with the content and learning phases, contain diagnostic assessment grids, and integrate them with learning outcomes and learner readiness needs. This community service method consists of four stages: (1) preparation, (2) implementation, (3) evaluation, and (4) reflection. In the preparation stage, preparing materials, determining the system for implementing activities, and preparing pre-test and post-test for teacher reflection in designing cognitive diagnostic assessments using Design Thinking in Indonesian language learning. The implementation stage includes counseling and small group practice (peer teaching). Evaluation is done through diagnostic assessment with initial competency test and post-test. The reflection stage produced a portfolio that recorded the entire process and results of the activity. For the Design Thinking Empathize process, 95% of junior high school Indonesian language teachers understand and interpret diagnostic assessment material. Define, 80% of Indonesian language teachers are able to construct the problems experienced by their students. Ideate, 80% of Indonesian language teachers analyze patterns/types of construction of competency ideas experienced by their learners. Prototype, 70% of Indonesian language teachers are able to find and compile a portfolio of diagnostic assessment instruments. Test, 72% of Indonesian language teachers are able to design cognitive diagnostic assessment instruments and non-cognitive diagnostic assessments.ABSTRAKProgram pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu guru membuat rancangan pembelajaran dalam bentuk portofolio asesmen diagnostik yang sesuai dengan content dan fase pembelajaran, memuat kisi-kisi asesmen diagnostik, dan mengintegrasikannya dengan capaian pembelajaran dan kebutuhan kesiapan peserta didik. Metode pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari empat tahap: (1) persiapan, (2) pelaksanaan, (3) evaluasi, dan (4) refleksi. Pada tahap persiapan, menyusun materi, menentukan sistem pelaksanaan kegiatan, serta menyiapkan pre-test dan post-test untuk refleksi guru dalam merancang asesmen diagnostik kognitif menggunakan Design Thinking dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Tahap pelaksanaan mencakup penyuluhan dan praktik kelompok kecil (peer teaching). Evaluasi dilakukan melalui asesmen diagnostik dengan uji kompetensi awal dan post-test. Tahap refleksi menghasilkan portofolio yang mencatat seluruh proses dan hasil kegiatan. Untuk proses Design Thinking Empathize, 95%, guru bahasa Indonesia SMP memahami dan menginterpretasikan materi asesmen diagnostik. Define, 80% guru bahasa Indonesia mampu mengkonstruksi permasalahan yang dialami peserta didiknya. Ideate, 80% guru bahasa Indonesia menganalisis pola/tipe konstruksi ide-ide kompetensi yang dialami peserta didiknya. Prototype, 70% guru bahasa Indonesia mampu menemukan dan menyusun portofolio instrumen asesmen diagnostik. Test, 72% guru bahasa Indonesia mampu mendesain instrumen asesmen diagnostik kognitif dan asesmen diagnostik non kognitif.
Bentuk dan Penggunaan Homonim dalam Bahasa Kerinci Akhyaruddin, Akhyaruddin; Yusra, Hilman; Saputra, Ade Bayu; Pratama, Deri Rachmad; Permana, Putia R
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 6, No 2 (2024): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v6i2.4182

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan homonim dalam bahasa Kerinci yang mencakup: bentuk, makna, dan penggunaannya. Jenis penelitian ini ialah kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan yang berupa kata-kata berbentuk homonim dalam bahasa Kerinci. Kata-kata tersebut berupa percakapan lisan antarmasyarakat Kerinci. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat penutur asli bahasa Kerinci, Provinsi Jambi. Pendekatan yang digunakan dalam menganalisi data yaitu pendekatan semantik, yang menggunakan analisis makna atau arti. Hasil penelitian menyatakan bahwa dalam bahasa Kerinci ada dua jenis homonim yaitu homonim yang homograf dan homonim yang homofon dan homograf.  Homonim yang homograf berjumlah 12 kata, yang mempunyai dua makna sebanyak 10 kata, dan yang mempunyai tiga makna sebanyak 2 kata. Homonim yang homofon dan homograf berjumlah 13 kata, yang mempunyai dua makna sebanyak 8 kata, yang memiliki tiga makna sebanyak 4 kata, dan yang mempunyai empat makna sebanyak 1 kata. Dalam bahasa Kerinci, tidak terdapat homonim yang homofon. Dari hasil penelitian ini, diharapkan pendengar (sebagai lawan bicara) atau yang bukan penutur asli bahasa Kerinci di Hamparan Rawang supaya dapat memahami dan menggunakan bahasa Kerinci dengan baik dan benar sehingga tidak terjadi kesalahan dalam memaknai kata. 
Aspek Simbol dalam Tradisi Naik Garudo pada Adat Perkawinan di Desa Mersam Kabupaten Batanghari Rohmadani, Leni; Karim, Maizar; Saputra, Ade Bayu
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3802

Abstract

Tradisi Naik Garudo merupakan salah satu prosesi penting dalam upacara perkawinan adat masyarakat Mersam, Kabupaten Batanghari, yang sarat dengan simbol-simbol budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna simbol atau menafsirkan unsur-unsur simbolik yang terkandung dalam tradisi Naik Garudo, yang meliputi bentuk Garudo, tandu pengantin, busana adat, arak- arakan, serta iringan musik tradisional. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dengam menggunakan pendekatan semiotik Charles Sanders Pierce yang berfokus pada simbolnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa simbol-simbol dalam tradisi ini menggambarkan nilai kekuatan, kehormatan, perlindungan, keseimbangan, serta pengakuan sosial bagi pasangan pengantin. Tradisi Naik Garudo juga memiliki fungsi sosial, ritual, dan estetika yang memperkuat identitas budaya lokal serta mengokohkan hubungan antarkomunitas. Selain itu, tradisi ini berperan sebagai warisan budaya yang terus dilestarikan dan menjadi sarana pewarisan nilai kehidupan kepada generasi muda. Dengan demikian, Naik Garudo bukan hanya prosesi seremonial, tetapi merupakan representasi filosofi hidup masyarakat Mersam yang kaya makna.