Claim Missing Document
Check
Articles

Career Guidance for Students of Grade XI IPA SMAN 8 Tanjung Jabung Timur Hidayat, M.; Dani, Rahma; Sanusi, Anwar; Hudaya, Padhil; Saputra, Ade Bayu; Al-Rawafi, Abdulkhaleq
Jurnal Al Maesarah Vol 3 No 1 (2024): Education, Social, and Community
Publisher : LPPM STAI Darul Falah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58988/jam.v3i1.377

Abstract

The school is required to assist students in determining choices according to their interests and talents and to assist them make plans to realize the decisions that have been taken. The activities carried out are career guidance that provides students. Guidance participants are class XI students at SMAN 8 Tanjung Jabung Timur. The activity begins with the preparation stage, followed by a report on the results of community service activities. The time needed is six months, starting from April to September 2023. The methods used in this guidance activity are lectures, discussion methods, and question-and-answer methods. The material provided is in the form of knowledge about work and continuing studies at university. The desired output of this activity is to increase students' understanding of SMA Negeri 8 Tanjung Jabung Timur in the field of work and continue their studies at university. The data were questionnaires distributed to 21 students at the beginning and end of the activity, an average increase in student understanding was obtained from 39.86 to 42.71. If calculated, the N Gain is 0.31, included in the moderate category. Thus, this activity has succeeded in increasing students' awareness of career choices in the future
PENGGUNAAN MEDIA VIDEO ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BERITA KELAS VII A SMPN 4 MUARO JAMBI Yusuf, Jiwanda Agri; Rustam, Rustam; Saputra, Ade Bayu
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i2.11823

Abstract

Penelitian ini dilakukan menggunakan media video animasi Powtoon dalam pembelajaran menulis teks berita untuk memperbaiki kualitas pembelajaran di kelas. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) berdasarkan model kurt Lewin. Model ini terdiri dari dua siklus dengan empat tahapan: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas VII A SMPN 4 Muaro Jambi berjumlah 21 siswa. Data dan sumber data penelitian adalah hasil unjuk kerja siswa dan penilaian unjuk kerja siswa. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, tes, observasi, dan dokumentasi. Validitas data diuji dengan triangulasi teknik. Teknik analisis data menggunakan model interaktif miles dan Huberman yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penggunaan media video animasi Powtoon dapat meningkatkan kualitas pembelajaran menulis teks berita di kelas VII A SMPN 4 Muaro Jambi. Peningkatan proses pembelajaran terlihat meningkatnya pada tiap tindakan, pada pra tindakan hanya 3 siswa yang terlibat aktif, siklus I berjumlah 9 siswa, dan siklus II sebanyak 14 siswa. Peningkatan hasil pembelajaran siswa telah mencapai KKTP yaitu hasil belajar pra tindakan dengan rata-rata 68,1, siklus I menjadi 74, dan siklus II meningkat menjadi 78,7. Kata kunci: media video animasi, menulis teks berita
Analisis Butir Soal Elemen Membaca Dalam Buku Teks Bahasa Indonesia SMP Kelas VIII Berdasarkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) Kirana, Dewi; Nazurty, Nazurty; Saputra, Ade Bayu
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 14, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v14i1.628

Abstract

This research aims to describe the use of the Higher Order Thinking Skills (HOTS) cognitive category in the questions contained in the Indonesian language textbook for Class VIII Middle Schools published by the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia, Independent Curriculum 2021 Edition. This research uses qualitative research methods. The type of research used is content analysis. This research is also called analytical research, where the study is based on document analysis. The data for this research were taken from the HOTS type reading element questions found in the Indonesian Middle School Class VIII textbook published by the Ministry of Education and Culture in 2021. Based on the research results, it can be concluded that there are 51 questions in the Class VIII Indonesian Middle School textbook published by the Ministry of Education and Culture, Merdeka Curriculum In 2021, spread over 6 CHAPTERS, the lesson topics are HOTS (Higher Order Thinking Skills). These practice questions have the same question characteristics and are included in the cognitive categories C4 (analyzing), C5 (evaluating), and C6 (creating). These questions are included in the realm of KKO (Operational Verbs) level 3 (reasoning). The suggestions that can be put forward from this research are that textbook writers are advised to make efforts to improve the characteristics of HOTS C4, C5 and C6 questions based on Learning Objectives (TP) and other researchers are advised to research other aspects of HOTS.
Penerapan Model Kooperatif Tipe Jigsaw pada Menulis Teks Berita Siswa Kelas VII B SMP Negeri 15 Muaro Jambi Riduwan, Riduwan; Harahap, Eddy Pahar; Saputra, Ade Bayu
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 12: Special Issue No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v12i1.9611

Abstract

Sulitnya siswa dalam memahami teks berita dianggap menjadi kendala dalam kegiatan pembelajaran terutama dalam penulisannya dan faktor kegiatan pembelajaran yang kurang efektif sehingga siswa menjadi pasif dan hanya bergantung pada guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran teks berita. Metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah modul ajar, evaluasi, wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian modul ajar yang dibuat oleh guru memuat semua komponen modul ajar yang sesuai dengan kurikulum merdeka.  Selain itu, kegiatan pembelajaran telah terlaksana dengan baik sesuai dengan modul ajar dan langkah-langkah penerapan model kooperatif tipe jigsaw mulai dari pengelompokan siswa, pemberian materi, pemberian tanggung jawab, pengelompokan siswa dengan materi yang sama, presentasi siswa ke kelompok awal, guru merefleksi, mengevaluasi, dan menutup kegiatan pembelajaran sehingga menghasilkan kegiatan pembelajaran yang efisien.
Asesmen Diagnostik Menggunakan Design Thinking dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Kabupaten Muaro Jambi Rustam, Rustam; Karim, Maizar; Saputra, Ade Bayu; Ningsih, Arum Gati; Wini, Lusia Oktri
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.936

Abstract

This community service program aims to help teachers make learning designs in the form of diagnostic assessment portfolios that are in accordance with the content and learning phases, contain diagnostic assessment grids, and integrate them with learning outcomes and learner readiness needs. This community service method consists of four stages: (1) preparation, (2) implementation, (3) evaluation, and (4) reflection. In the preparation stage, preparing materials, determining the system for implementing activities, and preparing pre-test and post-test for teacher reflection in designing cognitive diagnostic assessments using Design Thinking in Indonesian language learning. The implementation stage includes counseling and small group practice (peer teaching). Evaluation is done through diagnostic assessment with initial competency test and post-test. The reflection stage produced a portfolio that recorded the entire process and results of the activity. For the Design Thinking Empathize process, 95% of junior high school Indonesian language teachers understand and interpret diagnostic assessment material. Define, 80% of Indonesian language teachers are able to construct the problems experienced by their students. Ideate, 80% of Indonesian language teachers analyze patterns/types of construction of competency ideas experienced by their learners. Prototype, 70% of Indonesian language teachers are able to find and compile a portfolio of diagnostic assessment instruments. Test, 72% of Indonesian language teachers are able to design cognitive diagnostic assessment instruments and non-cognitive diagnostic assessments.ABSTRAKProgram pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu guru membuat rancangan pembelajaran dalam bentuk portofolio asesmen diagnostik yang sesuai dengan content dan fase pembelajaran, memuat kisi-kisi asesmen diagnostik, dan mengintegrasikannya dengan capaian pembelajaran dan kebutuhan kesiapan peserta didik. Metode pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari empat tahap: (1) persiapan, (2) pelaksanaan, (3) evaluasi, dan (4) refleksi. Pada tahap persiapan, menyusun materi, menentukan sistem pelaksanaan kegiatan, serta menyiapkan pre-test dan post-test untuk refleksi guru dalam merancang asesmen diagnostik kognitif menggunakan Design Thinking dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Tahap pelaksanaan mencakup penyuluhan dan praktik kelompok kecil (peer teaching). Evaluasi dilakukan melalui asesmen diagnostik dengan uji kompetensi awal dan post-test. Tahap refleksi menghasilkan portofolio yang mencatat seluruh proses dan hasil kegiatan. Untuk proses Design Thinking Empathize, 95%, guru bahasa Indonesia SMP memahami dan menginterpretasikan materi asesmen diagnostik. Define, 80% guru bahasa Indonesia mampu mengkonstruksi permasalahan yang dialami peserta didiknya. Ideate, 80% guru bahasa Indonesia menganalisis pola/tipe konstruksi ide-ide kompetensi yang dialami peserta didiknya. Prototype, 70% guru bahasa Indonesia mampu menemukan dan menyusun portofolio instrumen asesmen diagnostik. Test, 72% guru bahasa Indonesia mampu mendesain instrumen asesmen diagnostik kognitif dan asesmen diagnostik non kognitif.
Bentuk dan Penggunaan Homonim dalam Bahasa Kerinci Akhyaruddin, Akhyaruddin; Yusra, Hilman; Saputra, Ade Bayu; Pratama, Deri Rachmad; Permana, Putia R
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 6, No 2 (2024): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v6i2.4182

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan homonim dalam bahasa Kerinci yang mencakup: bentuk, makna, dan penggunaannya. Jenis penelitian ini ialah kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan yang berupa kata-kata berbentuk homonim dalam bahasa Kerinci. Kata-kata tersebut berupa percakapan lisan antarmasyarakat Kerinci. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat penutur asli bahasa Kerinci, Provinsi Jambi. Pendekatan yang digunakan dalam menganalisi data yaitu pendekatan semantik, yang menggunakan analisis makna atau arti. Hasil penelitian menyatakan bahwa dalam bahasa Kerinci ada dua jenis homonim yaitu homonim yang homograf dan homonim yang homofon dan homograf.  Homonim yang homograf berjumlah 12 kata, yang mempunyai dua makna sebanyak 10 kata, dan yang mempunyai tiga makna sebanyak 2 kata. Homonim yang homofon dan homograf berjumlah 13 kata, yang mempunyai dua makna sebanyak 8 kata, yang memiliki tiga makna sebanyak 4 kata, dan yang mempunyai empat makna sebanyak 1 kata. Dalam bahasa Kerinci, tidak terdapat homonim yang homofon. Dari hasil penelitian ini, diharapkan pendengar (sebagai lawan bicara) atau yang bukan penutur asli bahasa Kerinci di Hamparan Rawang supaya dapat memahami dan menggunakan bahasa Kerinci dengan baik dan benar sehingga tidak terjadi kesalahan dalam memaknai kata. 
Aspek Simbol dalam Tradisi Naik Garudo pada Adat Perkawinan di Desa Mersam Kabupaten Batanghari Rohmadani, Leni; Karim, Maizar; Saputra, Ade Bayu
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3802

Abstract

Tradisi Naik Garudo merupakan salah satu prosesi penting dalam upacara perkawinan adat masyarakat Mersam, Kabupaten Batanghari, yang sarat dengan simbol-simbol budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna simbol atau menafsirkan unsur-unsur simbolik yang terkandung dalam tradisi Naik Garudo, yang meliputi bentuk Garudo, tandu pengantin, busana adat, arak- arakan, serta iringan musik tradisional. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dengam menggunakan pendekatan semiotik Charles Sanders Pierce yang berfokus pada simbolnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa simbol-simbol dalam tradisi ini menggambarkan nilai kekuatan, kehormatan, perlindungan, keseimbangan, serta pengakuan sosial bagi pasangan pengantin. Tradisi Naik Garudo juga memiliki fungsi sosial, ritual, dan estetika yang memperkuat identitas budaya lokal serta mengokohkan hubungan antarkomunitas. Selain itu, tradisi ini berperan sebagai warisan budaya yang terus dilestarikan dan menjadi sarana pewarisan nilai kehidupan kepada generasi muda. Dengan demikian, Naik Garudo bukan hanya prosesi seremonial, tetapi merupakan representasi filosofi hidup masyarakat Mersam yang kaya makna.
Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel 3726 Mdpl Karya Nurwina Sari: Studi Kasus Pada Kajian Psikologi Sastra Setiawan, Deden; Warni, Warni; Saputra, Ade Bayu
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3922

Abstract

Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian psikologi sastra serta pemahaman mengenai dinamika batin tokoh dalam karya sastra Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengkaji konflik batin tokoh utama dalam novel 3726 MDPL karya Nurwina Sari dengan pendekatan psikologi sastra berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa teks novel yang memuat kata, frasa, dialog, dan narasi terkait konflik batin tokoh Rangga Raja dan Andini. Analisis difokuskan pada interaksi struktur kepribadian id, ego, dan superego serta bentuk-bentuk konflik batin yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik batin kedua tokoh muncul akibat pertentangan antara dorongan emosional, realitas sosial, dan tuntutan moral. Bentuk konflik batin yang ditemukan meliputi depresi, obsesi, rasa takut, rasa bersalah, kemarahan, sakit hati, ketidakpuasan, dan perhatian. Tokoh Rangga cenderung mengalami konflik batin yang bersifat emosional dan ekspresif akibat dominasi id, sedangkan tokoh Andini lebih dipengaruhi oleh superego sehingga konflik batinnya didominasi dilema moral dan kebimbangan. Temuan ini menunjukkan bahwa konflik batin berperan penting dalam pembentukan karakter dan penggerak alur cerita. Dengan demikian, teori psikoanalisis Freud relevan digunakan untuk mengungkap dinamika psikologis tokoh dalam novel 3726 MDPL
Analisis Nilai-Nilai Sosial dalam Novel Warung Bujang Karya Jessica Carmelia Putri Angkoso Lestari; Yundi Fitrah; Ade Bayu Saputra
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurribah.v5i1.8265

Abstract

This study aims to describe the social values ​​contained in the novel Warung Bujang by Jessica Carmelia. This study uses a qualitative descriptive method with a sociology of literature approach. The research data are in the form of words, sentences, dialogues, and paragraphs containing social values ​​in the novel. The main data source is the novel Warung Bujang by Jessica Carmelia, published in 2023. Data collection techniques were carried out through thorough reading, recording, and classifying data relevant to the research focus. Data analysis techniques were carried out by identifying, describing, interpreting, and concluding social values ​​based on Zubaedi's theory. The results of the study show that the novel Warung Bujang contains various social values, namely the values ​​of family, loyalty, mutual assistance, cooperation, caring, responsibility, justice, tolerance, and empathy. These values ​​are reflected through the behavior of the characters, conflicts, and social interactions that depict community life realistically. Thus, the novel Warung Bujang functions not only as a work of entertainment literature, but also as a means of learning social values ​​relevant to community life.
Citra Perempuan dalam Antologi Puisi Selendang Pelangi Karya Toeti Heraty Syafira, Dini Naftali; Yusra D, Yusra D; Saputra, Ade Bayu
Salingka Vol 22, No 2 (2025): SALINGKA, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v22i2.1148

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konstruksi citra perempuan dalam antologi puisi Selendang Pelangi karya Toeti Heraty dengan fokus pada dimensi fisik, psikis, dan sosial menggunakan kerangka feminist literary criticism. Metode kualitatif deskriptif diterapkan dengan teknik reading dan note-taking terhadap 8 puisi terpilih dari 17 puisi dalam antologi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi teori, data, dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra fisik perempuan direpresentasikan sebagai medan negosiasi identitas melalui metafora naturalistik, pengalaman maternal, dan seksualitas yang menolak objektifikasi male gaze; citra psikis melampaui stereotip emosional dengan menampilkan kesadaran kritis, kemampuan reflektif, dan agensi psikologis dalam menghadapi subordinasi; citra sosial mengungkapkan ketegangan antara ekspektasi patriarki dan resistensi perempuan terhadap double burden serta eksploitasi peran keibuan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kritik sastra feminis Indonesia dengan menerapkan pendekatan intersectional feminism yang mengeksplorasi persilangan gender dengan usia dan status biologis. Penelitian lanjutan disarankan memperluas korpus dengan membandingkan karya sastrawan perempuan Indonesia kontemporer lainnya untuk mengeksplorasi perbedaan generasional dalam representasi perempuan. This study aims to describe the construction of female imagery in Toeti Heraty's poetry anthology Selendang Pelangi, focusing on physical, psychological, and social dimensions using a feminist literary criticism framework. A descriptive qualitative method was applied using reading and note-taking techniques on eight selected poems from the 17 poems in the anthology. The data analysis technique used the Miles and Huberman model with triangulation of theory, data, and methods. The results of the study show that the physical image of women is represented as a field of identity negotiation through naturalistic metaphors, maternal experiences, and sexuality that rejects the objectification of the male gaze; the psychological image transcends emotional stereotypes by displaying critical awareness, reflective abilities, and psychological agency in the face of subordination; while the social image reveals the tension between patriarchal expectations and women's resistance to the double burden and exploitation of the maternal role. This research contributes to the development of Indonesian feminist literary criticism by applying an intersectional feminism approach that explores the intersection of gender with age and biological status. Further research is recommended to expand the corpus by comparing the works of other contemporary Indonesian women writers to explore generational differences in the representation of women