Claim Missing Document
Check
Articles

Bentuk Kesantunan dalam Tuturan Masyarakat Melayu Jambi di Desa Jumbak: Studi Pragmatik Lini, Saplini; Akhyaruddin, Akhyaruddin; Saputra, Ade Bayu; Purba, Andiopenta
CARAKA Vol 11 No 2 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v11i2.19941

Abstract

This study aims to describe the forms of politeness in the utterances of the Malay Jambi-speaking community in Jumbak Village, Jujuhan Subdistrict, Bungo Regency. This research employs a qualitative approach with a descriptive pragmatic method. Data were collected through uninvolved conversational observation, recording, and note-taking techniques during natural interactions in various contexts such as homes, markets, and traditional events. The findings reveal 31 utterances representing 17 forms of politeness. These forms were analyzed using the theories of Leech (1983), Grice (1975), and Brown & Levinson (1987), which include politeness maxims, the cooperative principle, and strategies of positive and negative politeness. The study shows that the use of politeness in the Malay Jambi language reflects the cultural values and social norms of the local community. This linguistic politeness serves to maintain social harmony and is a vital part of cultural and linguistic preservation. The study contributes to the development of local pragmatic studies and may serve as a reference in language and regional culture education, particularly in integrating local values into communicative competence. Keywords: Forms of politeness, Malay Jambi language, Pragmatic study
Fungsi dan Makna Pantun Upacara Sekujang Masyarakat Serawai di Desa Tapak Gedung Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu Saputra, Ade Bayu; Manjato, Ajat
DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 8 No. 1 (2025): DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/dikbastra.v8i1.44165

Abstract

This research aims to describe the function and meaning of pantun in sekujang ceremony of Serawai community in Tapak Gedung Village, Kepahiang Regency. The sekujang ceremony is held on the second or third day of Eid as a form of supplication and expression of gratitude through rhymes. This research used descriptive qualitative method with data collection techniques through semi-structured interviews, participatory observation, and documentation. Data analysis was conducted using an interactive approach consisting of data reduction, data presentation in the form of narratives and pantun quotations, and conclusion drawing through interpretation of the socio-cultural context. Data validity was strengthened through source triangulation, peer discussion, and member checking. The results showed that pantun in sekujang ceremony functions as a symbolic communication medium that conveys messages implicitly and politely, strengthens social interaction, and becomes a vehicle for preserving local cultural values. The functions of pantun include aesthetic aspects (beauty of sound and rhyme), phatic (maintaining social communication), conative (directing listener response), and emotive-referential (conveying emotions and cultural information). Apart from being entertainment, pantun also plays an educative role in teaching manners and strengthening solidarity through the egalitarian practice of meradai. The meaning of pantun reflects respect for ancestors, the value of politeness, and social solidarity that maintains harmony in the life of the Serawai people. This research recommends the preservation of pantun values to encourage the sustainability of traditions and awareness of the younger generation towards local culture.
Nilai-nilai sosial dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andini Dwifatma Zulfia, Dinda Pebri; Nazurty, Nazurty; Saputra, Ade Bayu
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i1.743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kajian nilai sosial dalam novel Lebih senyap dari bisikan karya Andina Dwifatma. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini mendeskripsikan nilai-nilai sosial dalam novel Lebih senyap dari bisiskan karya Andina Dwifatma. Sumber data penelitian ini adalah Novel Lebih Senyap dari Bisikan Karya Andina Dwifatma yang diterbitkan tahun 2021, dan data dalam penelitian ini didapatkan dari kalimat dan kutipan dialog. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik studi pustaka dan analisis data ini memiliki tahapan yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Analisis nilai sosial yang terdapat dalam novel Lebih senyap dari bisikan bahwa nilai-nilai sosial yang terdapat dalam novel tersebut antara lain: (1) Kasih Sayang, (2) Kesetiaan, (3) Tolong menolong, (4) Kerja sama, (5)Tanggung jawab, (6) Kerja keras, (7) Kepercayaan atau keyakinan, (8) Empati, (9) Kepedulian. Hasil penelitian dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan Karya Andina Dwifatma ditemukan 40 data yang mengandung nilai-nilai sosial. Dari data berjumlah 40 tersebut kemudian dikelompokkan menjadi 8 bagian susai dengan jenis-jenis nilai sosial.Ditemukan 6 data yang tergolong kedalam nilai sosial kasih sayang, 5 nilai sosial kesetiaan, 3 nilai sosial tolong menolong, 3 nilai sosial kerja sama, 7 nilai sosial tanggung jawab, 8 nilai sosial empati, 3 nilai sosial kepercayaan dan keyakinan, dan 9 nilai sosial kepedulian. Dari keseluruhan jenis-jenis nilai sosial menurut Zubaedi dapat ditemukan dalam Novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma pada kehidupan Baron dan Amara dalam menyikapi peristiwa-peristiwa dalam kehidupannya dan pengaruh orang sekitar dalam kehidupan Baron dan Amara.Kata kunci: Nilai-nilai sosial, Novel, Sastra
Analisis Semiotika Ulua Nang Bajawek pada Adat Pernikahan Muara Bungo di Desa Koto Jayo Vandini, Ferna; Kusmana, Ade; Saputra, Ade Bayu
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i2.786

Abstract

Penelitian ini membahas makna semiotika Ulua Nang Bajawek pada adat Pernikahan Muara Bungo di Desa Koto Jayo. Ulua Nang Bajawek merupakan tradisi menyerahkan pengantin laki-laki kepada pihak keluarga pengantin perempuan. Sebelum arak-arakan, lembaga adat mendatangi rumah pengantin laki-laki untuk menyerahkan keris beserta diiringi sebuah pepatah. Setiap pepatah yang disampaikan mengandung makna mendalam, bukan sekadar ungkapan, melainkan simbol nilai budaya dan ajaran moral. Setelah itu, keris diserahkan kembali kepada pihak perempuan setelah semua prosesi dilaksanakan, lalu pengantin dibawa ke pelaminan. Penelitian ini bertujuan untuk mennganalisis makna yang terkandung dalam setiap prosesi Ulua Nang Najawek menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes yang mencakup denotasi, konotaso, dan mitos. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model Roland Barthes untuk mengungkap makna dalam setiap prosesinya. Hasil penelitian menunnjukkan bahwa setiap tahapan dalam prosesi adat pernikahan Ulua Nang Bajawek mengandung makna yang mendalam. Dari hasil analisis, peneliti menemukan sebelas makna, baik denotasi maupun konotasi, pada setiap tahapan prosesi tersebut. Selain itu, terdapat mitos yang juga menjadi bagian dari makna yang terkandung dalam prosesi ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa prosesi Ulua Nang Bajawek bukan sekadar sebuah prosesi dalam sebuah tradisi, tetapi juga menjadi refleksi nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. prosesi ini menekankan pentingnya kesiapan, penghormatan , dan kebersamaan dalam membangun ikatan keluarga dalam masyarakat Melayu Jambi di Desa Koto Jayo.
Nilai Sosial Dalam Legenda Rangkayo Hitam Karya Rini Febriani Hauri Monica, Juwita Serli; D, Yusra; Saputra, Ade Bayu
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i2.874

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami nilai sosial dalam karya sastra, khususnya cerita rakyat yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat. Legenda Rangkayo Hitam sebagai salah satu cerita rakyat Jambi tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sarana pewarisan nilai-nilai kehidupan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk nilai sosial yang terkandung dalam Legenda Rangkayo Hitam karya Rini Febriani Hauri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan nilai sosial yang terdapat dalam legenda tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data penelitian berupa kutipan teks yang mengandung nilai sosial, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga kategori nilai sosial yang ditemukan, yaitu nilai material, nilai vital, dan nilai kerohanian. Nilai material ditemukan sebanyak 5 kutipan, nilai vital sebanyak 6 kutipan, dan nilai kerohanian 9 kutipan. Dengan demikian, legenda Rangkayo Hitam bukan hanya cerita sejarah, tetapi juga media pendidikan nilai sosial dan moral yang relevan hingga masa kini, serta memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat Jambi.
Kepribadian Tokoh Theo dalam Naskah Drama Pilu Karya Enny Asrinawati: Tinjauan Psikologi Sastra Amanda, Nurhaliza; Akbar, Oky; Saputra, Ade Bayu
Lintang Aksara Vol. 2 No. 1 (2023): Lintang Aksara
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jla.v2i1.28163

Abstract

Naskah drama Pilu karya Enny Asrinawati menghadirkan konten psikologis yang kuat pada tokoh Theo sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepribadian tokoh Theo dengan menerapkan teori psikoanalisis Sigmund Freud, yakni struktur dan dinamika kepribadian. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan jenis kualitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa tokoh Theo dipengaruhi oleh struktur kepribadian dan dinamika kepribadian yang dilihat dari dialog, narasi, dan respons Theo terhadap dialog tokoh lain. Struktur kepribadian id, ego, dan superego muncul dari dalam diri Theo. Theo dikendalikan oleh kepribadian id dalam bentuk keinginan untuk mendapat kenikmatan salah satunya ingin dibanggakan oleh orang tuanya. Namun, kepribadian ego dalam wujud prinsip realitas hadir dalam diri Theo yang membuatnya menahan segala keinginan tersebut. Nilai moral yang merupakan konten kepribadian superego diwujudkan dalam upaya Theo mengesampingkan kepentingan pribadi dengan menjadi orang yang pertama membela adiknya dan melakukan segala perintah orang tuanya. Pada aspek dinamika kepribadian, Theo berusaha untuk mempertahankan kehidupannya dengan memenuhi hasrat yang diistilahkan dengan insting hidup. Tetapi, tokoh Theo juga memiliki kecemasan yang tinggi karena mengalami hidup yang penuh kesengsaraan sehingga menghadirkan insting kematian dalam dirinya.
NILAI SOSIAL NASKAH DRAMA ORANG PINGGIRAN KARYA IPIN CEVIN: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Khairiyah, Wildatul; Akbar, Oky; Saputra, Ade Bayu
Lintang Aksara Vol. 3 No. 2 (2024): Lintang Aksara
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jla.v3i2.28189

Abstract

Peneliti memilih karya sastra naskah drama ini dikarenakan dalam penulisannya banyak mengandung permasalahan sosial terutama kemiskinan yang dihadapi dalam sebuah keluarga. Permasalahan ini sering terjadi di masyarakat yang tergolong ke dalam perekonomian rendah sehingga peneliti ingin menjadikan penulisan ini sebagai acuan terhadap orang tua dan masyakat luas. Data dalam penelitian ini bersumber dari naskah drama Orang Pinggiran  karya Ipin Cevin. Naskah drama Orang Pinggiran berjumlah 25 halaman yang diterbitkan oleh Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 2022. Data yang diambil dari penelitian ini dikutip dari dialog naskah drama Orang Pinggiran karya Ipin Cevin yang tentunya memiliki kaitan dengan nilai sosial. Data diperoleh melalui teknik simak dan catat. Nilai material merupakan nilai yang berkaitan dengan apa yang berguna bagi jasmani manusia, pada umumnya nilai material menyerupai barang dan jasa tersebut terlihat wujudnya. Nilai yang sangat diperlukan serta esensial dalam terlaksananya beberapa tindakan merupakan pengertian dari nilai vital. Setiap manusia memiliki nilai spiritualitas yang berkaitan erat dengan nilai kerohanian. Nilai kerohanian terbagi menjadi empat. Disimpulkan bahwa nilai-nilai sosial yang terkandung dalam naskah drama Orang Pinggiran karya Ipin Cevin sesuai dengan nilai kehidupan manusia.
ANALISIS WACANA KRITIS MENGGUNAKAN TEORI THEO VAN LEUWEEN PADA BERITA ONLINE “GAJI HONORER TAK DI BAYAR, KEPSEK DI MARGO TABIR JADI TERSANGKA” Monica, Juwita Serli; Alhadjrath, Elza Rahila Alhadjrath; Saputra, Ade Bayu
Lintang Aksara Vol. 2 No. 1 (2023): Lintang Aksara
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jla.v2i1.44224

Abstract

Critical Discourse Analysis is a method that can be used to analyze both spoken and written discourse. In critical discourse analysis, not only the language aspect is studied but also the context that accompanies it. This study aims to look at the different points of view from various online media including Tribun Jambi.com, kuatbaca.com, PikiranRakyat.com, and Kompas.com in constructing the case of a 12-year-old child running away from an Islamic boarding school and being fined 37 million. The discourse analysis model used is Theo Van Leuween’s model with the aim of detecting and researching how parties are marginalized in a discourse. The data for this research were obtained from online media coverage in the period 5-12 November 2022. The method used in this research is descriptive qualitative. . Van Leeuwen’s analysis in general shows how parties and actors (can be a person or group) are presented in the news. Differences in writing in various online media give rise to various perceptions from readers. Keywords: critical discourse, Theo Van Leuween, online media
Assistance in Developing STEM-Based Independent Curriculum Learning Tools Integrated with the Muaro Jambi Temple Archaeological Site for Teachers at SMPN 17 Kota Jambi Dani, Rahma; M.Salam, M.Salam; Sanusi, Anwar; Hudaya, Padhil; Saputra, Ade Bayu; Lestari, Neneng
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1888

Abstract

In the context of the Independent Curriculum (Kurikulum Merdeka), emphasis is placed on integrating elements of local wisdom into the learning process to support the development of student profiles aligned with Pancasila principles. Therefore, teachers are expected to prepare instructional materials that incorporate elements of local heritage in line with the Independent Curriculum. However, field observations, particularly in Kota Jambi, indicate that some schools, such as SMPN 17 Kota Jambi, still rely on teaching materials based on the previous curriculum, which do not incorporate local heritage or STEM aspects related to cultural sites. The purpose of this community service activity is to train teachers at SMPN 17 Kota Jambi to develop Independent Curriculum learning tools that integrate local wisdom and STEM aspects using the Muaro Jambi Temple archaeological site as a contextual learning source. Heyzine was utilized in this program to create interactive digital learning modules, enabling teachers to visually and contextually present the cultural significance of the Muaro Jambi Temple site. The method used in this activity is a workshop comprising three stages: preparation, implementation, and evaluation. This training took place on August 29, 2024, at SMPN 17 Kota Jambi. The results of this training indicate that teachers at SMPN 17 Kota Jambi gained a solid understanding of the concepts, techniques, and use of Heyzine in preparing learning tools in line with the Independent Curriculum, thereby enabling more effective integration of local heritage and STEM aspects associated with the Muaro Jambi Temple into the learning process.
Pemikiran Kritis melalui Sastra:: Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Pendidikan Bahasa Indonesia untuk Menghadapi Tantangan Global Akbar, Untung; Saputra, Ade Bayu
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1398

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui pembelajaran sastra di mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu  wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Kota Jambi dengan melibatkan 21 siswa, terdiri dari 14 siswi dan 7 siswa. Metode penelitian yang digunakan terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data,  serta penarikan kesimpulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan analitis siswa dalam menghubungkan teks sastra dengan masalah-masalah global. Penelitian ini menunjukkan bahwa PBL, yang memadukan unsur literasi sastra, efektif dalam membantu siswa memahami masalah nyata melalui sudut pandang yang kritis dan kreatif. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa untuk mengevaluasi, menganalisis, dan menciptakan solusi terhadap permasalahan global.