Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Triton

Substitusi MOL sebagai Biostarter EM4 terhadap Peningkatan Kualitas Nutrisi Pakan Fermentasi Limbah Bongkol dan Tumpi Jagung di Kabupaten Sumbawa Imam Munandar; Rezki Amalyadi; Husni Husni; Ning Ayu Dwitya
JURNAL TRITON Vol 15 No 2 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i2.725

Abstract

Pengolahan pakan fermentasi merupakan cara peningkatan nilai nutrien yang Limbah tumpi dan bongkol jagung dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif bagi ternak ruminansia. Nilai protein yang rendah pada limbah tersebut menyebabkan perlu adanya pengolahan yang melibatkan bioaktifator seperti Mikro Organisme Lokal (MOL) dan Effective Microorganisme 4 (EM4). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh MOL terhadap kualitas pakan berbasis bongkol dan tumpi jagung. Bahan yang digunakan daun gamal, urea, tumpi jagung, bongkol jagung dan MOL (air cucian beras, tebong pisang, molases). Metode fermentasi menggunakan metode SSF (Solid state fermentation) selama 21 hari dengan perlakuan, PO : Bongkol pisang 1 Kg, Daun Gamal 1 Kg, Air cucian beras 1 L, Molases 100 ml, P1 : Bongkol pisang 2 Kg, Daun Gamal 2 Kg, Air cucian beras 1 L, Molases 100 ml, P2 : Bongkol pisang 3 Kg, Daun Gamal 3 Kg, Air cucian beras 1 L, Molases 100 ml, P3 : Bongkol pisang 4 Kg, Daun Gamal 4 Kg, Air cucian beras 1 L, Molases 100 ml. Hasil penelitian dianalisis mengunakan metode proksimat dengan nilai Protein kasar tertingi P2 4.30%, Lemak kasar tertinggi P0 0.95%, Serat kasar paling rendah P2 18.70%, Fermentasi pakan berbasis bongkol jagung dan tumpi jagung dengan bioaktvator MOL memberikan hasil protein pakan yang masih relatif rendah, rendahnya kandungan protein karena kandungan protein limbah masih sangat rendah, perlu subtitusi limbah lain seperti limbah kacang tanah dan lamtoro untuk mendapatkan kandungan nutrisi sesuai standar kebutuhan ternak ruminansia.
Transformasi Genetik pada Tanaman Pakan Lokal: Sebuah Tinjauan Literatur tentang Peningkatan Nutrien untuk Peternakan Berkelanjutan Rezki Amalyadi
JURNAL TRITON Vol 17 No 1 (2026): JURNAL TRITON (Issue in Progress)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v17i1.1487

Abstract

Transformasi genetik merupakan strategi potensial untuk meningkatkan nilai gizi dan ketahanan tanaman pakan, sehingga memberikan manfaat besar bagi produktivitas ternak dan pertanian berkelanjutan, terutama di negara berkembang dengan keterbatasan kualitas pakan. Artikel ini meninjau penerapan berbagai teknik transformasi genetik, termasuk transformasi yang dimediasi Agrobacterium, biolistik, CRISPR/Cas9, transgenik, dan interferensi RNA (RNAi) dalam perbaikan kualitas nutrisi serta pengurangan faktor anti-gizi pada tanaman pakan utama. Pendekatan yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap lebih dari 60 publikasi internasional terindeks Scopus, Web of Science, PubMed, dan ScienceDirect pada periode 2000–2025. Seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi yang relevan dengan tanaman pakan seperti jagung, kedelai, singkong, dan sorgum. Data dianalisis secara deskriptif-komparatif, dengan peringkasan kuantitatif menggunakan analisis kecenderungan rata-rata dan perbandingan antarspesies. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa transformasi genetik mampu meningkatkan kadar asam amino esensial, kandungan energi, serta menurunkan faktor anti-nutrisi pada tanaman pakan. Perubahan ini terbukti meningkatkan performa hewan dan efisiensi konversi pakan dalam berbagai sistem produksi. Namun, adopsi di negara berkembang masih rendah karena kendala biaya, keterbatasan infrastruktur, tantangan regulasi, dan skeptisisme publik. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, investasi pada sarana penelitian, serta edukasi masyarakat, transformasi genetik berpotensi menjadi instrumen kunci dalam memperkuat kualitas pakan dan mendukung ketahanan pangan di wilayah dengan sumber daya terbatas melalui pengembangan sistem peternakan yang lebih berkelanjutan.