p-Index From 2021 - 2026
5.383
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Analisis pembelajaran Synchronous dan Asynchronous dalam meningkatkan Civic Competence di Sekolah Wardana, Adam Yusuf; Fitri, Aldiska Adelina; Lunggana, Haifa Zahwa; Kusuma, Kayla Neisha; Fathurrachman, M.; Rozak, Rama Wijaya Abdul; Insani, Nisrina Nurul
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v2i2.683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pengaruh Civic Competence yang didalamnya mencakup (civic knowledge, civic skills, dan civic disposition) dalam Pembelajaran di sekolah baik secara synchronus ataupun asynchronus. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan analisis menggunakan kuesioner kepada guru dan siswa. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa banyak dari siswa yang kurang memahami ataupun tidak memahami materi selama pembelajaran dilaksanakan secara daring. Ada juga beberapa siswa yang mengeluh terkendala kuota ataupun jaringan saat pembelajaran daring dilakukan. Berbeda dengan pembelajaran daring, pembelajaran luring sangat dirasa lebih efektif oleh siswa karena, dapat lebih memahami materi. Dan siswa pun mudah bergaul dengan sesama karena lebih banyak interaksi saat pembelajaran dilakukan secara luring. Sama halnya dengan siswa, guru pun banyak merasakan perbedaan dari pembelajaran daring dan luring. Banyak guru yang merasa kurang efektifnya pembelajaran daring terutama dalam peningkatan kompetensi kewarganegaraan. Guru juga harus memberikan pengetahuan dengan mengkombinasikan pembelajaran yang di sesuaikan dengan karakter peserta didik dalam kelas baik secara daring maupun luring.
AI-based interactive digital game development in social studies learning to enhance students’ computational thinking Anggraini, Diana Noor; Kokom Komalasari; Sopianingsih, Pitria; Insani, Nisrina Nurul; Sudrajat, Fajar Agustian
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol. 12 No. 4 (2025): December (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jitp.v12i4.89738

Abstract

Students’ computational thinking skills in higher education remain relatively low, particularly in learning contexts that require problem decomposition, abstraction, and systematic problem solving. This condition highlights the need for innovative learning approaches that actively engage students through digital technology. This study aims to develop an Artificial Intelligence (AI)-based interactive digital game project in Social Studies learning to enhance students’ computational thinking skills. The study employed a Research and Development (R&D) design involving a preliminary study, conceptual model development, validation, revision, and implementation. The research population consisted of undergraduate students enrolled in Social Studies Education courses at an Indonesian university, from whom 60 were selected using purposive sampling based on their participation in project-based learning activities. Data were collected through questionnaires, observations, and field notes. Qualitative data were analysed using interactive analysis techniques, while quantitative data were examined using Pearson correlation and simple linear regression. The findings reveal that student involvement in AI-based interactive digital game development projects positively influences computational thinking skills, including decomposition, pattern recognition, abstraction, and algorithmic thinking. These results indicate that integrating AI into project-based learning effectively supports the development of essential 21st-century skills.
Pelatihan Pembuatan Games Interaktif "Word Wall" sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bagi Guru SMA di Kabupaten Subang Jawa Barat Rahmat, Rahmat; Bestari, Prayoga; Insani, Nisrina Nurul; Sopianingshi, Pitria; Anggraeni, Laila Puspita; Hadi, Muhammad Rusydan Abdul
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7056

Abstract

Era Revolusi Industri 4.0 telah menyoroti pentingnya literasi digital dalam meningkatkan hasil belajar di berbagai domain, termasuk pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Dalam konteks pendidikan, teknologi menjadi bagian integral dari pembelajaran, sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 65 Tahun 2013. Namun, tantangan muncul dengan generasi digital natives yang cenderung kurang konsentrasi. Solusi inovatif seperti pembelajaran berbasis game dan media word wall dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Di Kabupaten Subang, pelatihan pembuatan game interaktif "Word Wall" bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan pendekatan yang menarik dan interaktif. Pelatihan ini melibatkan model workshop dan pendampingan, dimulai dari identifikasi kebutuhan peserta hingga pengembangan modul panduan. Diharapkan pelatihan ini memberikan manfaat bagi 50 guru PPKn tingkat SMA di Kabupaten Subang dalam meningkatkan keterampilan mereka dalam mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran kewarganegaraan, sesuai dengan arus perkembangan teknologi dan dukungan kebijakan pemerintah. Evaluasi akan dilakukan untuk memastikan keberhasilan pelatihan dan dampak positifnya terhadap pembelajaran.
Pengaruh Model Edukasi Kesadaran Hak Asasi Manusia melalui Kampanye Digital terhadap Pemahaman tentang Kekerasan Berbasis Gender Online Prayoga Bestari; Aim Abdulkarim; Rahmat Rahmat; Pitria Sopianingsih; Nisrina Nurul Insani; Diva Dwi Juliana
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/ped.v5i2.1939

Abstract

This study examines the effect of a human rights awareness education model delivered through a digital campaign on university students’ understanding of Online Gender-Based Violence. The growing prevalence of online gender-based violence among students has become a critical concern due to its implications for digital security, privacy, and gender equality. Employing a quantitative approach with a correlational design, the study collected data through a questionnaire administered to 277 students at Universitas Pendidikan Indonesia. The digital campaign utilized an educational animated video titled Aku Ingin Rasa Aman as the primary intervention instrument. Descriptive analysis indicates a strong positive response from participants, with more than 90 percent of respondents agreeing or strongly agreeing that the video effectively enhanced their understanding of online gender-based violence. The findings demonstrate a positive and statistically significant influence of the human rights awareness education model implemented through digital campaigning on students’ comprehension of online gender-based violence. These results affirm the effectiveness of digital campaigns as an educational strategy for strengthening human rights awareness and promoting safer and more equitable digital spaces among university students.
DIGITAL CITIZENSHIP SKILLS SURVEY IN HIGH SCHOOL: SURVEI KETERAMPILAN KEWARGANEGARAAN DIGITAL DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Nisrina Nurul Insani; Aim Abdul Karim; Kokom Komalasari; Rahmat Rahmat
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i4.6458

Abstract

This research is motivated by the need to understand the digital citizenship skills of high school students as part of strengthening Global Citizenship Education and integrating the Pancasila Education curriculum. The purpose of the research is to measure students' digital citizenship skills, identify strengths and weaknesses in each dimension, and provide recommendations for curriculum development. The method used was a quantitative survey with 896 respondents from public high schools in the city of Bandung. The instrument in the form of a Likert scale questionnaire covers four dimensions: Digital Access, Digital Communication, Digital Etiquette, and Digital Rights & Responsibilities. The results showed that students' skills were in the medium to high category, with strengths in the aspects of digital security and polite communication, while weaknesses were seen in the creativity of positive content and the ability to explain ideas clearly. These findings underscore the importance of learning that emphasizes not only technical literacy, but also critical communication, empathy, and productive contributions in the digital space. As a result, the results of this study provide an empirical basis for schools and policymakers in strengthening the Pancasila Education curriculum based on deep learning. The next recommendation is the need for longitudinal research and curriculum interventions to optimize the role of students as critical, ethical, and participatory digital citizens.
The effect of civic sustainability-based civic education learning models on students' awareness of green citizenship Pitria Sopianingsih; Nisrina Nurul Insani; Diana Noor Anggraini; Aura Sabrina Malika; Kim Vincent P Evangelista
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Directorate of Research and Community ServiceUniversitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v10i1.91653

Abstract

This research aims to develop and systematically evaluate a Civic Sustainability-integrated Civic Education learning model designed to cultivate students' Green Citizenship awareness within the digital era. The proposed pedagogical framework synthesises core civic concepts with contemporary sustainability imperatives, employing gamified project-based learning, interactive digital media, and comprehensive, authentic assessments to rigorously evaluate student processes, academic outcomes, and deliverables. Employing a quantitative correlational design, empirical data were gathered via a structured questionnaire administered to a cohort of 65 students at the Indonesia University of Education. Statistical analyses, including simple linear regression and Pearson's correlation coefficient, were conducted to assess the relationship between the model's implementation and increased environmental consciousness. The results yielded a statistically significant positive correlation (r = 0.580, p < 0.01) and a coefficient of determination (R² = 0.336), indicating that 33.6% of the variance in Green Citizenship awareness is directly attributable to the instructional model. These findings substantiate the efficacy of the Civic Sustainability-based paradigm in fostering ecological awareness, pro-environmental attitudes, and the capacity for active, responsible digital citizenship. Ultimately, this framework presents a strategic educational innovation within higher education, significantly contributing to the realisation of the Sustainable Development Goals (SDGs) and cultivating a generation profoundly committed to sustainability.
Comparative Analysis of The 2013 Curriculum and The Merdeka Curriculum for Civic Education Suriaman Suriaman; Nisrina Nurul Insani; Aim Abdulkarim; T Heru Nurgiansah; Muhammad Asriadi
Jurnal Pendidikan Amartha Vol. 5 No. 1 (2025): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpa.v5i1.8068

Abstract

The pandemic has resulted in a learning crisis, demanding a curriculum change. A comparative analysis between the 2013 Curriculum and the Merdeka Curriculum at the Secondary School level in civic education becomes relevant to evaluate the education system's response to these challenges. This research aims to identify the differences and similarities in the approaches of both curricula towards civic education and understand their potential in addressing potential learning disparities and inequalities arising from the pandemic. Focusing on the values of Pancasila and intracurricular learning, this study provides profound insights into the adaptability and effectiveness of the curriculum during a crisis. The results are expected to offer guidance for the development of a responsive and inclusive curriculum in facing the dynamics of learning amid global challenges.
Implementasi Civic Culture Melalui Tradisi Tutunggulan Dalam Kehidupan Bermasyarakat di Kampung Palalangon Neng Rika Susanti; Dasim Budimansyah; Nisrina Nurul Insani
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8423

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi Civic Culture melalui tradisi Tutunggulan pada masyarakat Kristen-Sunda di Kampung Palalangon, Kabupaten Cianjur. Tradisi Tutunggulan yang telah berlangsung sejak sekitar tahun 1980 mengandung nilai gotong royong, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial yang menjadi landasan budaya kewarganegaraan masyarakat setempat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan pendeta, masyarakat petani, dan generasi muda sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Tutunggulan tidak sekadar berfungsi sebagai praktik budaya, melainkan juga sebagai ruang internalisasi nilai-nilai Civic Culture yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari, seperti kerja bakti, kepedulian sosial, dan partisipasi aktif warga. Tradisi ini sekaligus berperan dalam pembentukan civic skills dan civic disposition yang mendorong terwujudnya masyarakat yang toleran, solidaritas, dan partisipatif.
Studi Eksplorasi Karakter Tanggung Jawab Terhadap Pembelajaran pada Siswa SMA Negeri di Kota Bandung Syfa Kaila Damayanti; Dasim Budimansyah; Nisrina Nurul Insani
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v12i2.17249

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan gejala moral yang menjadi masalah utama pada penanaman karakter tanggung jawab pada siswa.  Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa ada kenaikan angka pada jumlah kasus kenakalan remaja di Indonesia sebanyak 10,7% di tahun 2013-2015. KPAI juga merilis pernyataan mengenai kasus tawuran pelajar di Indonesia pada tahun 2018 mencapai angka 114 kasus atau 32,35%. Hasil penelitian lain juga menyebutkan Indonesia menjadi negara dengan tingkat perundungan paling tinggi di Asia dengan data 84% anak-anak Indonesia pernah mengalami perundungan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat karakter tanggungjawab terhadap pembelajaran pada siswa SMA Negeri di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode jenis eksploratif, dengan Teknik pengumpulan data memakai angket dan Teknik analisis data memakai tabulasi silang atau crosstabulation dengan hasil akhir berupa deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat presentase pelaksanaan karakter tanggung jawab terhadap pembelajaran pada siswa di SMAN Negeri di Kota Bandung berada pada tingkat yang kurang baik. This research is motivated by the decline in moral symptoms which is the main problem in instilling the character of responsibility in students.  The Central Bureau of Statistics stated that there was an increase in the number of cases of juvenile delinquency in Indonesia by 10.7% in 2013-2015. KPAI also released a statement regarding cases of student brawls in Indonesia in 2018 reaching 114 cases or 32.35%. The results of another study also stated that Indonesia became a country with the highest level of bullying in Asia with data on 84% of Indonesian children having experienced bullying. The purpose of this study is to determine the level of character responsibility for learning in public high school students in Bandung City. This study uses a quantitative approach with an exploratory type method, with data collection techniques using questionnaires and data analysis techniques using cross tabulation with the final result in the form of descriptive percentages. The results showed that the percentage level of the implementation of the character of responsibility for learning in students at State Senior High Schools in Bandung City was at a poor level. 
Membangun Karakter Warga Negara Digital dan Pendidikan Hukum Global Menuju Indonesia Emas 2045 Mitra Permatasari; Zindan Baynal Hubi; Heny Mulyani; Nisrina Nurul Insani; Maria Lufransiya Bribin
Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum Vol. 4 No. 2 (2024): April
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/nomos.v4i1.2099

Abstract

Era globalisasi saat ini menunjukkan segala sesuatu mengalami dinamika dan perkembangan kearah digital, termasuk kewarganegaran digital yang eksis di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini membangun karakter warga negara digital dan pendidikan hukum global yang berkualitas menuju masa depan Indonesia Emas 2045. Jenis penelitian menggunakan penelitian studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan membangun karakter warga negara digital dan pendidikan hukum global sangat penting melalui digital literasi. Digital literasi sebagai realitas untuk dapat mengimbangi kemajuan zaman sesuai dengan kondisi global menuju Indonesia emas pada tahun 2045. Kewarganegaraan digital merupakan media yang sangat sentral dalam mempersiapkan generasi emas terutama karakternya. UNESCO menetapkan visi pendidikan kewarganegaraan global di seluruh dunia yang berfokus pada pentingnya membangun warga negara digital yang sadar literasi. Kewarganegaraan digital dalam agenda global mencerminkan komitmen terhadap pengembangan kualitas pendidikan untuk pemahaman internasional. Pendidikan kewarganegaraan digital dan pendidikan hukum global sangat penting memberikan kesempatan kepada generasi emas untuk mengeksplorasi wawasan dalam konteks yang lebih luas dengan kualitas yang berkemajuan.
Co-Authors - Sapriya Abdul Rozak, Rama Wijaya Achmad Syauky Adam Yusuf Wardana Adham, M Januar Ibnu Adipriyani, Intan Permata Aim Abdul Karim Aim Abdulkarim Aldiska Adelina Fitri Ali Wafa Rabbani Andrian, Dewi Rifani Anggraeni, Laila Puspita Anggraini, Diana Noor Armi Alzzaini Alkautzhar Asyifa Nurul Liah Aulia, Giva Nur Aura Sabrina Malika Azmi Muhammad Dahlan Baeihaqi Dadang Sundawa, Dadang Dasim Budimansyah Dasim Budimansyah, Prayoga Bestari, Redi Yamanto, Dasim Budimansyah, Dede Iswandi Destra Karlinda Dewi Andriani Diana Noor Anggraeni Dita Lutfiah Diva Dwi Juliana Fajar Sidik Maulana Fathurrachman, M. Feni Verawati Fitri, Aldiska Adelina Gita Puspita Sari Giva Nur Aulia Hadi, Muhammad Rusydan Abdul Haifa Zahwa Lunggana Hubi, Zindan Baynal Ida Ayu Putu Sri Widnyani Iis Masitoh Imam Solehudin Indah Syifa Virani Intan Purnama Kayla Neisha Kusuma Kim Vincent P Evangelista Kokom Komalasari Kokom Komalasari Kusuma, Kayla Neisha Liah, Asyifa Nurul Lunggana, Haifa Zahwa M. Fathurrachman Malika, Aura Sabrina Maria Lufransiya Bribin Maryan Wilman Masna Bonita Hutabarat Masyitoh, Iim Siti Maulana, Fajar Sidik Mepina Nursyabani Mitra Permatasari Muhammad Asriadi Muhammad Mikdad Mulyani, Heny Muthaqin, Dwi Iman Nazhifatun Zulfa Nabilah Neng Rika Susanti Nisa Nurmaulida Tsani Nurgiansah, T Heru Nurhaliza, Sofi Pitria Sopianingsih Pitria Sopianingsih Rahmat Rahmat Rahmat Rahmat Rama Wijaya A. Rozak Rama Wijaya Abdul Rozak Restifani Aulia Rozak, Rama Wijaya Abdul Salfa Syahira Sintya Rodiani Makmur Siska Gandari Siti Hamidah Siti Hamidah Siti Patimah Sofi Nurhaliza Sopianingshi, Pitria Sopianingsih, Pitria Sudrajat, Fajar Agustian Suriaman Suriaman Susan Fitriasari Susan Fitriasari Syahira, Salfa Syfa Kaila Damayanti Syifa Fauziah Syifa Fauziah T Heru Nurgiansah Tanti Wulandari Tresnayadi, Sandra Tubagus Saputra Wardana, Adam Yusuf Widianti Utami Martadinata Widianti Utami Martadinata