Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : JURNAL PAUD AGAPEDIA

Permainan Bola Kecil Untuk Meningkatkan Keterampilan Motorik Kasar Anak Usia Dini pada Kelompok B di TK Pertiwi DWP Kota Tasikmalaya Nur, Lutfi; Mulyana, Edi Hendri; Perdana, Muhammad Azhar
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.162 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v1i1.7161

Abstract

Gross motor development is one that needs to be considered by all parties, especially the elderly because of its urgency in the growth of early child development. Gross motor development when inhibited will affect the achievement of child maturity. Gross motor development is divided into 3 aspects namely Lokomotor basic motion, basic motion Non Lokomotor, and Manipulative basic motion. Problems found in Group B in TK Pertiwi DWP Tasikmalaya City still low Motorik Crude Child skills caused by learning that is still conventional that less touched the motor directly. This is shown from the observation of the achievement of gross motor skills as much as 0-2 children (0% - 14.28%). One way to improve Gross motor skills of early childhood Gross small ball games. The result of Gross Motor Skill Study in Group B in TK Pertiwi DWP Tasikmalaya showed that in cycle I, there was an increase of 3 - 5 children (21.42% - 35.71%). Cycle II action after reflection increased the achievement of the number of children for each indicator as much as 6 - 8 children (42.85% -57.14%). In the third cycle action there was an increase showing that as many as 10-12 children (71.42% - 85.71%) for each indicator. So with the results of small ball game research is considered successful able to improve the Gross motor skills of children in group B TK Pertiwi DWP Kota Tasikmalaya. Perkembangan motorik kasar merupakan salah satu yang perlu diperhatikan oleh semua pihak khususnya orang tua karena urgensinya dalam tumbuh kembang anak usia dini.Perkembangan motorik kasar ketika terhambat akan mempengaruhi terhadap pencapaian kematangan anak. Perkembangan motorik kasar terbagi menjadi 3 aspek yaitu gerak dasar Lokomotor, gerak dasar Non Lokomotor, dan gerak dasar Manipulatif. Masalah yang ditemukan pada Kelompok B di TK Pertiwi  DWP Kota Tasikmalaya masih rendahnya keterampilan Motorik Kasar Anak yang disebabkan pembelajaran yang masih konvensional yang kurang menyentuh motorik secara langsung . Hal tersebut ditunjukan dari hasil observasi pencapaian keterampilan motorik kasar sebanyak 0 – 2 anak (0 % – 14,28 %).   Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar anak usia dini melalui permainan bola kecil. Hasil penelitian Keterampilan Motorik Kasar pada kelompok B di TK Pertiwi DWP Kota Tasikmalaya  menunjukan pada tindakan siklus I terjadi peningkatan sebanyak 3 – 5 anak (21,42% - 35,71%). Tindakan Siklus II setelah melakukan refleksi terjadi peningkatan pencapaian jumlah anak untuk setiap indikatornya sebanyak 6 – 8 anak (42,85% -57,14%). Pada tindakan siklus III terjadi peningkatan yang menunjukan bahwa sebanyak 10 – 12 anak (71,42% - 85,71%) untuk setiap indikatornya. Sehingga dengan hasil tersebut penelitian permainan bola kecil dianggap berhasil mampu meningkatkan keterampilan motorik kasar anak pada kelompok B TK Pertiwi DWP Kota Tasikmalaya.
Pengembangan Media Pembelajaran Model STEM pada Konsep Terapung Melayang Tenggelam untuk Memfasilitasi Keterampilan Saintifik Anak Usia Dini Santika, Desi Arianti; Mulyana, Edi Hendri; Nur, Lutfi
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 4, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.552 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v4i1.27207

Abstract

This research is motivated by problems that occur in the field related to the use of STEM learning media in the concept of floating, floating and sinking which are limited and even lack of learning media facilities. The learning process in PAUD will be carried out optimally if it gets the support of relevant components and is very important in the delivery of information on the concept of learning materials in this case the learning media. STEM is an interdisciplinary merger of science related to science, technology, engineering and mathematics. STEM learning media model "Sink, Float and Fun" on the concept of floating, floating and sinking aims to facilitate the scientific skills of early childhood in group B. The scientific skills of children focused in this research are observing, classifying and communicating. Researchers use a mixed research approach (mix method) with the type of development, namely the EDR (Educational Design Research) method with 3 stages, namely the analysis and exploration phase is the first step by conducting literature studies and preliminary studies to the field to find the core research problems, design and construction of this product design development the researchers conducted the design and manufacture of the product being developed, and evaluation and reflection. However, in this study only up to stage II, namely to expert validation, where the results of the validation state that the STEM model of learning media is feasible to be used in the learning process with a slight revision. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terjadi dilapangan terkait dengan penggunaan media pembelajaran model STEM pada konsep terapung, melayang dan tenggelam yang terbatas bahkan kekurangan fasilitas media pembelajaran. Proses pembelajaran di PAUD akan terlaksana secara optimal apabila mendapatkan dukungan komponen yang relevan dan sangat berfungsi penting dalam penyampain informasi konsep materi pembelajaran dalam hal ini media pembelajaran. STEM merupakan penggabungan interdisiplin ilmu terkait sains, teknologi, teknik dan matematika. Media pembelajaran model STEM “Sink, Float and Fun” pada konsep terapung, melayang dan tenggelam bertujuan untuk memfasilitasi keterampilan saintifik anak usia dini kelompok B. Keterampilan saintifik anak yang difokuskan dalam penelitian ini yaitu mengamati (observasi), mengklasifikasi dan mengkomunikasikan. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian campuran (mix method) dengan jenis pengembangan yaitu dengan metode penelitian EDR (Educational Design Researh) dengan 3 tahap, yaitu tahap analysis and exploration ini merupakan langkah pertama dengan melakukan studi literatur dan studi pendahuluan ke lapangan untuk menemukan inti permasalahan penelitian, design and construction pengembangan desain produk ini peneliti melakukan rancangan dan pembuatan terhadap produk yang dikembangkan,  dan evaluation and reflection. Namun dalam penelitian ini hanya sampai tahap II saja yaitu sampai validasi ahli, dimana hasil dari validasi menyatakan bahwa media pembelajaran model STEM layak untuk digunakan dalm proses pembelajaran dengan sedikit revisi.
Kemampuan Matematika Anak Usia 5-6 Tahun di Kober Al-Hidayah Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis Sumardi, Sumardi; Nur, Lutfi; Sa’diyyah, Hilma Halimatus
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.504 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v1i1.7164

Abstract

This research is motivated by the theory of mathematics learning in early childhood which has two main areas of numbers and geometry, so the researcher focuses this research on two fields. The research is a descriptive study on the mathematical ability of children aged 5-6 years in Kober Al-Hidayah Cikoneng subdistrict Ciamis regency. The purpose of this study is to describe the level of mathematical ability such as describe the ability to recognize numbers in the cardinal and ordinal, and the ability to recognize the shape of 2 dimensional geometry and 3 dimensions. The approach of research method used is quantitative method with the aim to test the theory about variable Mathematical ability in children aged 5-6 years. The research method used is survey method. The stages of this research are: 1) conducting preliminary study and problem identification. 2) data collection phase. 3) data analysis as the answer to the problem. 4) conclusion. The sample used is a saturated sample of 17 children. Data collection tools are test and observation sheet. The result of this research that 1) the mathematics ability of children aged 5-6 years in Kober Al-Hidayah Cikoneng sub-district of Ciamis Regency included in the criteria develop as expected with percentage 74,26% from total of all children, 2) ability to know cardinal number of child age 5 -6 years in Kober Al-Hidayah Cikoneng subdistrict Ciamis regency has a percentage of 94.11% of the total of all children, and the ability to recognize ordinal numbers has a percentage of 69.11% of the total of all children, and 3) the ability to recognize 2 dimensional geometry Children aged 5-6 years in Kober Al-Hidayah Cikoneng subdistrict Ciamis regency has a percentage of 70.58% of the total of all children, while the ability of 3-dimensional geometry has a percentage of 57.35% of the total of all children.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya teori tentang pembelajaran matematika pada anak usia dini yang memiliki dua bidang utama yaitu angka dan geometri, sehingga peneliti memfokuskan penelitian ini pada dua bidang tersebut. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif terhadap kemampuan matematika anak usia 5-6 tahun di Kober Al-Hidayah Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan matematika diantaranya mendeskripsikan kemampuan mengenal angka dalam kardinal dan ordinal, serta kemampuan mengenal bentuk geometri 2 dimensi dan 3 dimensi. Pendekatan metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan tujuan untuk menguji teori tentang variabel kemampuan matematika pada anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Tahapan penelitian ini yaitu : 1) melakukan studi pendahuluan dan identifikasi masalah. 2) tahap pengumpulan data. 3) analisis data sebagai jawaban dari masalah. 4) kesimpulan. Sampel yang digunakan ialah sampel jenuh yang berjumlah 17 anak. Alat pengumpulan data berupa tes dan lembar observasi. Hasil dari penelitian ini bahwa 1) kemampuan matematika anak usia 5-6 tahun di Kober Al-Hidayah Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis termasuk dalam kriteria berkembang sesuai harapan dengan persentase 74,26% dari total seluruh anak, 2) kemampuan mengenal angka kardinal anak usia 5-6 tahun di Kober Al-Hidayah Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis memiliki persentase sebanyak 94,11% dari total seluruh anak, dan pada kemampuan mengenal angka ordinal memiliki persentase sebanyak 69,11% dari total seluruh anak, dan 3) kemampuan mengenal geometri 2 dimensi anak usia 5-6 tahun di Kober Al-Hidayah Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis memiliki persentase sebanyak 70,58% dari total seluruh anak, sedangkan pada kemampuan geometri 3 dimensi memiliki persentase sebanyak 57,35% dari total seluruh anak.
KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN ANAK TAMAN KANAK-KANAK KELOMPOK B SE-KELURAHAN LENGKONGSARI KOTA TASIKMALAYA Maesaroh, Maya; Sumardi, Sumardi; Nur, Lutfi
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 3, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.175 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v3i1.26669

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the ability to count the beginning of kindergarten children group B village Lengkongsari Tasikmalaya City. This is based on the importance of numeracy skills for early childhood. In addition, the ability to start counting also needs to be developed so that children have the readiness to continue to higher education again that is elementary school. This research is descriptive research using survey method. Population in this research is kindergarten children group B Se-village Lengkongsari Tasikmalaya City. The data retrieval technique is using purposive sampling. The population of this research is Children of Kindergarten of Lengkongsari Urban Village. The results of data analysis of early numeracy skills include the ability to split the numbers 1-10, write 1-10 numbers, the ability of addition and reduction of 1-10 numbers. The ability to spell shows an average of 9.87. In terms of criteria according to Acep Yoni the ability to count is very well developed. Ability to write an average of 9.53 and is in the criteria developed very well. Furthermore, the summation ability of 9.25 and the average abatement capability is 9.08 and is in excellent growing criteria. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berhitung permulaan anak TK kelompok B Se-kelurahan Lengkongsari Kota Tasikmalaya. Hal ini dilatar belakangi oleh pentingnya kemampuan berhitung untuk anak usia dini. Selain itu kemampuan berhitung permulaan juga perlu dikembangkan sehingga anak memiliki kesiapan melanjutkan ke pendidikan yang tinggi lagi yaitu sekolah dasar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah anak TK kelompok B Se-kelurahan Lengkongsari Kota Tasikmalaya. Teknik pengambilan data yaitu menggunakan sampling purposive. Hasil analisis data mengenai kemampuan berhitung permulaan yang meliputi kemampuan membilang angka 1-10, menulis angka 1-10, kemampuan penjumlahan dan pengurangan angka 1-10. Kemampuan membilang menunjukan rata-rata sebesar 9,87. Kemampuan membilang sudah berkembang sangat baik (BSB). Kemampuan menulis rata-rata sebesar 9,53 dan berada dalam kriteria berkembang sangat baik. Selanjutnya kemampuan penjumlahan 9,25 dan kemampuan pengurangan rata-rata sebesar 9,08 dan berada dalam kriteria berkembang sangat baik (BSB).
KETERAMPILAN PROSES PADA PEMBELAJARAN PERMAINAN SAINS KELOMPOK B2 TK PERWARI 1 KOTA TASIKMALAYA Listiani, Elisa; Mulyana, Edi Hendri; Nur, Lutfi
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.203 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v3i2.26676

Abstract

ABSTRACTThis research was initiated against the backdrop to reply to a question problems that had occurred about the extent to which the influence of the game of science on skill the process of a group of B2 in TK Perwari 1 Tasikmalaya City. In proving and analyze these problems, then the researcher uses the quantitative in pre-eksperimental with the approach one shot case study or could be called to the study the case of one shot. The subject of study were 6 child up to the age 5-6 years .The sample collection nonprobability sample using a technique that is purposive sampling. This research using a technique data collection by the use of observation and documentation. An instrument the research uses sheets of observation skills the process of science children and a record of observation science teachers in the management of learning the game. Data were analyzed by descriptive qualitative. The result of this research suggests that skills science the process was increased on each meeting starting from the meeting I of 65,27 %, meeting II of 75,69 %, and the meeting of 86,11 % III. %, with the science process skills of each indicator over three meetings as follows: (1) The observation process skills are 54.16%, 61.11%, 68, 05%; (2) classifying process skills is 47.22%, 62.5%, 69.44; (3) the skill of communicating processes 37.5%, 43.75%, 60.41%. Activities of teachers has increased, the first meeting by 61%, amounting to 91% of meeting II and III meeting of 92%. ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi untuk menjawab pertanyaan permasalahan mengenai sejauh mana pengaruh permainan sains terhadap keterampilan proses kelompok B2 TK Perwari 1 Kota Tasikmalaya. Dalam membuktikan dan menganalisis permasalahan diatas, maka peneliti menggunakan metode kuantitatif secara Pre-Eksperimental  dengan pendekatan One Shot Case Study atau bisa disebut dengan Studi Kasus Satu Tembakan. Subjek penelitian berjumlah 6 anak berusia 5-6 tahun. Pengambilan sampel menggunakan teknik Nonprobability Sampel yaitu Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan  observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi keterampilan proses sains anak dan lembar observasi guru dalam pengelolaan pembelajaran permainan sains. Data yang terkumpul dianalisis  secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keterampilan proses sains anak ternyata mengalami peningkatan pada setiap pertemuannya dari mulai  pertemuan I sebesar 65,27%, pertemuan II sebesar 75,69%, dan pertemuan III sebesar 86,11%, dengan keterampilan proses sains  masing-masing indikator selama tiga pertemuan sebagai berikut: (1) keterampilan proses observasi adalah 54,16%, 61,11%, 68,05%; (2) keterampilan proses mengklasifikasi adalah 47,22%, 62,5%, 69,44; (3) keterampilan proses mengkomunikasikan 37,5%, 43,75%, 60,41%. Aktivitas guru mengalami peningkatan, pertemuan I sebesar 61%, pertemuan II sebesar 91 %, dan pertemuan III sebesar 92%.
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Penggunaan Play Dough Sumardi, Sumardi; Nur, Lutfi; Anggraeni, Peny
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 2, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.831 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v2i1.24392

Abstract

ABSTRACTEarly childhood is laying the foundation for growth and development is crucial for the child in the future. To be able to support that teachers should provide a wide range of strategies to achieve the expected competencies based on standard achievement level child development (STPPA). The scope of development listed in STPPA among which the religious and moral values, physical, motor, cognitive, language, social, emotional and artistic. Based on observations conducted in children aged 5-6 years group B TK Sejahtera 4 motor ability in the physical aspects of the scope of the development of fine motor skills are still low, especially related to the children imitate the skills varied line, cutting, writing letters of the alphabet and learning hijaiyah this is due to improve fine motor skills is not optimal and does not vary. Researchers hope that by using the right learning media can improve fine motor development and can improve learning outcomes are optimal. To the researchers undergo a learning improvement through action research methods class (PTK) developed by Kemmis McTaggart. Through play dough (play dough) kneading child, print and form. Through the experience of children practicing coordinate eye and hand control, agility and strength are important capabilities that they will need later to write. The results of the study in the first cycle there are 4 children in underdeveloped and 16 children began to grow with the overall percentage of the first cycle of 46% and the number of children who attended as many as 20 children, in the second cycle are 9 children begin to develop and 8 children to develop according expectations with the overall percentage of 63% as well as the number of children who attended were 17 children and the third cycle, there were 13 children develop according to expectations and 4 children is growing very well with the overall percentage of 84% as well as the number of children who attended as many as 17 children. This shows an increase in the fine motor skills of children aged 5-6 years through the use of play dough in group B TK Sejahtera 4 Karsamenak,  Kawalu, Tasikmalaya in the academic year 2016-2017. Pendidikan anak usia dini merupakan penyelenggaraan pendidikan yang menik beratkan pada pertumbuhan dan perkembangan, sedangkan usia dini merupakan peletakkan dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan yang sangat menentukan bagi anak di masa depannya. Untuk dapat mendukung hal tersebut guru harus menyediakan berbagai macam strategi guna tercapainya kompetensi yang diharapkan berdasarkan standar tingkat pencapaian perkembangan anak (STPPA). Lingkupnya yaitu nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional dan seni. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada anak usia 5-6 tahun kelompok B TK Sejahtera 4 kemampuan dalam aspek fisik motorik lingkup perkembangan motorik halusnya masih rendah terutama yang berhubungan dengan keterampilan anak meniru garis bervariasi, menggunting, menulis huruf abjad dan hijaiyah hal ini disebabkan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan motorik halus belum optimal dan tidak bervariasi. Peneliti berharap media ini dapat meningkatkan perkembangan motorik halus. Untuk itu peneliti melakuan perbaikan pembelajaran melalui metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis McTaggart. Melalui bermain adonan (play dough) anak meremas, mencetak dan membentuk. Lewat pengalaman tersebut anak berlatih mengkoordinasikan mata dan tangan yang terkontrol, ketangkasan dan kekuatan merupakan kemampuan penting yang mereka akan butuhkan kelak untuk menulis. Hasil penelitian pada siklus I terdapat 4 orang anak belum berkembang dan 16 orang anak mulai berkembang dengan persentase keseluruhan siklus I sebesar 46% serta jumlah anak yang hadir sebanyak 20 orang anak, pada siklus II terdapat 9 orang anak mulai berkembang dan 8 orang anak berkembang sesuai harapan dengan persentase keseluruhan 63% serta jumlah anak yang hadir sebanyak 17 orang anak dan siklus III terdapat 13 orang anak berkembang sesuai harapan dan 4 orang anak berkembang sangat baik dengan persentase keseluruhan 84% serta jumlah anak yang hadir sebanyak 17 orang anak. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus anak usia 5-6 tahun melalui penggunaan play dough pada kelompok B TK Sejahtera 4 Kelurahan Karsamenak Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya Tahun Pelajaran 2016-2017.
PENGEMBANGAN MEDIA HEALTHY DENTAL BOX (HDB) UNTUK MEMFASILITASI KETERAMPILAN MENGGOSOK GIGI ANAK USIA 4-5 TAHUN Najiah, Irna; Nur, Lutfi; Rahman, Taopik
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 4, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.794 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v4i1.27204

Abstract

This research is based on the results of preliminary studies that have been conducted by researchers regarding the importance of brushing teeth. Brushing teeth in children aged 4-5 years is not explained in detail in the curriculum and has an impact on the difficulties faced by teachers in selecting and designing learning media to brush their teeth, therefore researchers design learning media with approaches that are appropriate to the conditions of children in the field. Researchers developed the tooth puppet media into a Healthy Dental Box (HDB) medium to facilitate the brushing skills of children aged 4-5 years. The method used in this research is Design Based Research (DBR) developed by Reeves to design, develop, and test the feasibility of a product to overcome problems in learning. Data collection is done by observation, interview and validation of media experts. In general, the product is declared suitable for use as a learning medium regarding brushing teeth based on the results of media validation by experts in the health sector, experts in the field of learning media and pedagogical experts. Reflections on product development, namely producing Healthy Dental Box (HDB) media to facilitate tooth brushing skills in children aged 4-5 years. Penelitian ini didasarkan pada hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti mengenai pentingnya menggosok gigi. Menggosok gigi pada anak usia 4-5 tahun tidak dijelaskan secara rinci dalam kurikulum dan berdampak pada kesulitan yang dihadapi guru dalam memilih dan merancang media pembelajaran menggosok gigi anak, untuk itu peneliti merancang media pembelajaran dengan pendekatan yang sesuai dengan kondisi anak di lapangan. Peneliti mengembangkan media boneka gigi menjadi media Healthy Dental Box (HDB) untuk memfasilitasi keterampilan menggosok gigi anak usia 4-5 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Design Based Research (DBR) yang dikembangkan oleh Reeves untuk merancang, mengembangkan, dan menguji kelayakan suatu produk untuk mengatasi masalah dalam pembelajaran.   Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan validasi ahli media. Secara umum produk dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran mengenai menggosok gigi berdasarkan hasil validasi media oleh ahli dalam bidang kesehatan, ahli bidang media pembelajaran dan ahli pedagogik. Refleksi dari pengembangan produk, yaitu menghasilkan media Healthy Dental Box (HDB) untuk memfasilitasi keterampilan menggosok gigi pada anak usia 4-5 tahun.
METODE GABUNGAN PEMBELAJARAN HAFALAN AL-QUR’AN UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA KELAS B DI TK ABA SUTOPADAN YOGYAKARTA (Penelitian Deskriptif Kualitatif di TK ABA Sutopadan Yogyakarta) Lestari, Gina Amalia; Yasbiati, Yasbiati; Nur, Lutfi
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 3, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.897 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v3i1.26665

Abstract

ABSTRACTThis study aims to describe the combined method of rote learning the Qur'an to improve discipline students in kindergarten class B Sutopadan ABA Yogyakarta. This type of research is descriptive qualitative. Subjects were teachers and students. Research held in April 2017. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using a model Milles and Huberman of data reduction, data display, and conclusion. Mechanical examination of the validity of data by triangulation of sources and techniques. The results showed that: the combined method of memorization of the Koran are applied in TK ABA Yogyakarta Sutopadan very helping teachers to improve discipline children through various stages that are contained within the combined method recitation of the Qur'an, not only improve discipline children get from a combined method of memorizing Qur'anic memorization but can improve children's ability to quickly and correctly, role of teachers in the implementation of the discipline through a combined method of recitation of the Qur'an is to provide room for the recitation of the Qur'an and also provide a special teacher for Qur'an memorization activities in order to apply the combined method recitation of the Qur'an properly, combined method recitation of the Qur'an are now children are able to follow all the activities in an orderly manner, to respect teachers and friends, to comply with the pseudoa regulation that exist in schools, only that children in kindergarten ABA Sutopadan has been able to memorize up to 30 juz quickly and correctly. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan metode gabungan pembelajaran hafalan al-qur’an untuk meningkatkan kedisiplinan siswa kelas B di TK ABA Sutopadan Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru dan siswa. Penelitian dipelaksanakan pada bulan April 2017. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan model Milles and Huberman yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menujukkan bahwa: Metode gabungan hafalan Al-Qur’an yang diterapkan di TK ABA Sutopadan Yogyakarta sangat membantu guru untuk meningkatkan kedisiplinan anak melalui berbagai tahapan-tahapan yang terdapat didalam metode gabungan hafalan Al-Qur’an ini, bukan hanya meningkatkan kedisiplinan yang anak dapatkan dari metode gabungan hafalan Al-Qur’an ini melainkan dapat meningkatkan kemampuan menghafal anak dengan cepat dan benar, Peran guru dalam pelaksanaan kedisiplinan melalui metode gabungan  hafalan Al-Qur’an ialah dengan menyediakan ruangan khusus untuk hafalan Al-Qur’an dan juga menyediakan guru khusus untuk kegiatan hafalan Al-Qur’an agar dapat menerapkan metode gabungan hafalan Al-Qur’an dengan baik dan benar, memalui penerapkan metode gabungan hafalan Al-Qur’an sekarang anak-anak mampu mengikuti semua kegiatan dengan tertib, dapat menghargai guru dan temannya, mampu mematuhi semua peraturan yang ada disekolah,bukan hanya itu anak-anak di TK ABA Sutopadan ini sudah mampu menghafal hingga juz ke 30 dengan cepat dan benar.
PERMAINAN TRADISIONAL KAULINAN BARUDAK UNTUK MENGEMBANGKAN SIKAP EMPATI DAN POLA GERAK DASAR ANAK USIA DINI Nur, Lutfi; Halimah, Momoh; Nurzaman, Istikhoroh
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.655 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v1i2.9357

Abstract

This research is based on the facts in the field regarding the process of achieving early childhood education that is not optimal. Eeducational attainment is about to manage sel emotion of early childhood. The traditional games "kaulinan barudak" are one of the learning process approaches could be expected to provide positive stimulation toward developmental aspect of children’s potential. This study is conducted to determine the contribution of traditional games "kaulinan barudak" to the development of self emotion manage of children aged 5-6 years. This study uses quasi-experimental method with Pretest and Posttest control group design. Data is collected using structured observation, notes, and documentation. The results of this study are 1) the ability of self emotion manage of children aged 5-6 years in kindergarten Artanita Tasikmalaya entered into category”positive significant”; 2) the ability of self emotion manage of children aged 5-6 years of conventional game in kindergarten Artanita Tasikmalaya entered into category”no siginificant positive effect”; 3) the ability of self emotion manage of children aged 5-6 years in kindergarten Artanita Tasikmalaya entered into category”Different effect of traditional game “kaulinan barudak” from the conventional game”. The traditional game of “kaulinan barudak” gives a more significant positive effect than the conventional game. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta-fakta di lapangan mengenai kondisi proses pencapaian pendidikan anak usia dini yang belum optimal. Proses pencapaian pendidikan yang dimaksud adalah sikap empati dan pola gerak dasar anak usia dini. Permainan tradisional “kaulinan barudak” merupakan salah satu pendekatan proses belajar yang diduga dapat memberikan stimulasi positif terhadap aspek perkembangan potensi anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kontribusi permainan tradisional “kaulinan barudak” terhadap pengembangan sikap empati dan pola gerak dasar anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan Pretest-Posttest control group design. Subjek siswa yang akan dilibatkan adalah anak usia dini di TK Perwari dan RA Istiqomah , dan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 17 orang sesuai jumlah di TK Perwari dan RA Istiqomah. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan  observasi terstruktur, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini 1) profil kemampuan bersikap empati dan pola gerak dasar anak usia 5-6 tahun di TK Perwari Kota Tasikmalaya dan RA Istiqomah Kota Tasikmalaya masuk ke dalam kategori “Muncul”, 2) program kegiatan pembelajaran  meningkat, 3) program kegiatan pembelajaran dengan permainan konvensional menunjukan cukup baik, 4) kemampuan pola gerak dasar pada kelompok eksperimen meningkat.; 5) profil sikap empati dan pola gerak dasar setelah melalui penerapan permainan konvensional meningkat, 6) terdapat perbedaan yang signifikan antara sikap empati dan pola gerak dasar di kelompok kontrol dan eksperimen. 
PENGEMBANGAN RANCANGAN MEDIA PERMAINAN SAINS LAMPU LAVA BERBASIS SEL (SOCIAL AND EMOTIONAL LEARNING) UNTUK ANAK USIA 5-6 TAHUN Lestari, Sindi Lia; Mulyana, Edi Hendri; Nur, Lutfi
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.867 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v4i2.30443

Abstract

The problem in this research is limited of game media, specifically media games science for social emotionaldevelopment. The research aims to develop of lava lamp science play media based on SEL for children aged 5-6years. The research method is Educational Design Research model of McKenney Reeves. The research wascarried out up to the design and construction stage. This is based on the existence of the pandemic corona virusdisease-19 (Covid-19). Data collection techniques used observation, interviews, and expert judgment. Theresults of this study found that the science game media used in learning were not optimal, teachers tended to usemedia in the form of images and reality media as they were; SEL-based lava lamp science social media designin the form of development of science game tools and materials tailored to the stages of science games that referto SEL potential, there is a guidebook as a companion of the use of developed media; SEL-based lava lampscience game media are considered suitable for use in learning with some suggestions for improvement fromexperts. After the product has been repaired, the design of the media deserves to be tested for effectivenessthrough the testing phase.Permasalahan dalam penelitian ini yakni keterbatasan penggunaan media permainan sains, khususnya mediapermainan sains yang berfokus pada perkembangan sosial emosional anak. Penelitian ini bertujuan untukmengembangkan mengembangan media permainan sains lampu lava berbasis SEL (Social and EmotionalLearnng) untuk anak usia 5 s.d. 6 tahun sebagai solusi permasalahan di lapangan. Metode penelitian dalampenelitian ini yaitu EDR (Educational Design Research) model McKenney Reeves, terdiri dari tiga tahapanyakni analisis dan eksplorasi; desain dan konstruksi; evaluasi dan refleksi. Pelaksanaan penelitian ini dilakukansampai pada tahap desain dan konstruksi, karena tidak memungkinkan untuk melakukan uji coba akibatpandemi corona virus disease-19 (Covid-19) dan kebijakan belajar di rumah. Teknik pengumpulan data padatahap penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara semiterstruktur, dan validasi ahli (expertjudgment). Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa 1) media permainan sains yang digunakan dalampembelajaran di lapangan belum optimal, guru cenderung menggunakan media berupa gambar dan media realitaseadanya; 2) rancangan media permainan sains lampu lava berbasis SEL (social and emotional learning) berupapengembangan alat dan bahan permainan sains disesuaikan dengan tahapan permainan sains yang mengacu padakompotensi SEL, terdapat buku panduan sebagai pendamping/kelengkapan penggunaan media yangdikembangkan; 3) media permainan sains lampu lava berbasis SEL (social and emotional learning) untuk anakusia dini dinilai layak untuk digunakan dalam pembelajaran dengan beberapa saran perbaikan dari ahli. Setelahproduk selesai diperbaiki, rancangan media layak untuk diuji keefektivitasannya melalui tahap uji coba.
Co-Authors ., Yasbiati AA Sudharmawan, AA Adang Suherman Adha, Imelda Febrianty Nur Adi Rahadian Aditya, Nadhif Surya Agi Ginanjar Agustian, Eka Agustin, Hanum Widyanti Ahmad Hamidi Ali, Wisnu Taqiudin Andi Kurniawan Pratama Anggraeni, Peny Annamayra, Ajeng anne Hafina, anne Arhesa, Sandra Asep Ramdan Afriyuandi Aziz, Rafi Abdul Azzahra, Arwa Bakhri, Rafdlal Saeful Camalia, Rafika Sita Chaeroni, Ahmad Chatarina Umbul Wahyuni Dede Iman Suhendra Dian Budiana, Dian Dina Mayasari, Dina Disman, Disman Eeng Ahman, Eeng Erlangga, Ariel Gita Febria Friskawati Gita Mustika, Gita Guntara, Rangga Gelar Haeriah, Yayah Halimah, Momoh Hambali, Burhan Hanifah, Hani Hardianti, Dewi Hartini, Yanti Hasanah, Hana Nur Heny Hendrayati Heri Yusuf Herman Subarjah Kadek Dian Vanagosi Karlimah Karlimah Kastrena, Ervan Komang Ayu Krisna Dewi Kusdinar, Yopi Lestari, Gina Amalia Lestari, Sindi Lia Listiani, Elisa Loita, Aini Luky Adrianto Maesaroh, Maya Malik, Arief Abdul Mesa Rahmi Stephani, Mesa Rahmi Muchamad Arif Al Ardha Mujiarti, Atie Muliasari, Ema Astri Mulyana, Edi Hendri Mulyaningsih, Ely Muslihin, Heri Yusuf Mustaqim, Ridha Muziffar, Muhammad Fayyadh Rasyid Najiah, Irna Nandang Rusmana Nilan, Fariha Nugraha, Muhammad Rizki Nuraeni, Anita Siti Nuraeni, Hani NURAENI, RANI Nurlaela , Wulan Nurzaman, Istikhoroh Oman Hadiana Perdana, Muhammad Azhar Pingon, Les Purwati Purwati Putu Citra Permana Dewi Qohar, Ghin Ghin Abdul Qolby, Rhaysa Dzinur R, Anggi Maulana Rabwan Satriawan Rahadian, Adi Rahayu, Rina Nur Rahmat, Mita Aulia Rahmawati, Ocha Tria Ramadhan, Dilardi Respati, Resa Ricky Wibowo Riduwan, Muchamad Rina Ambar Dewanti Sa’diyyah, Hilma Halimatus Santika, Desi Arianti Saputra, Erwin Rahayu Sary, Putri Kemuning Satria, Teguh Sianturi, Risbon Soleha, Anis Solihati, Elis Sumardi . Sungkawa, Muhamad Guntur Gaos Suryana, Dodi Taopik Rahman Tarigan, Beltasar Teten Hidayat, Teten Utami, Karinta Widiani, Heni Wulansari, Resi Yadi Ruyadi Yamin, Alfian Azhar Yasbiati, Yasbiati Yudy Hendrayana, Yudy Yusuf Suryana