Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Kelompok Bungong Chirih melalui Produksi Tenun Lidi Nipah Adi Bejo Suwardi; Baihaqi Baihaqi; Zidni Ilman Navia; Syardiansah Syardiansah
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2020): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.6.1.62-71

Abstract

Bungong Chirih group is one of the handicraft women groups in Aceh Timur District which has produced various kinds of handicrafts. The lack of equipment technology facilities and limited member's knowledge were crucial problems in producing high-quality handicraft products. The aim of this activity is to produce high-quality nipah stick weaving products. The activity was carried out for five months from April to August 2019. These activities involved 22 participants of Bungong Chirih members group. The mixed methods to develop group capacities in producing quality products were carried out including. group discussions coordination, socialization, training and mentoring. The results of group assessment after the program show that knowledge of the group members on producing various kinds of nipah stick weaving has increased. Twenty group members (90.9%) have an excellent understanding of the whole of training materials; two members (9.1%) have a moderate understanding of the training material. The 81.8% group members that participating in the training are very satisfied with the program and 18.2% are just satisfied. From the mentoring programBungong Chirih women groups are able to produce 25 units of tissue boxes, 15 units of napkins, 2 units of beverage packaging boxes, 8 units of maps, 6 pairs of hotel slippers, 8 units of female bags and 3 units of flower vases. Bungong Chirih women groups are able to develop a business plan that has been cascaded into the group annual work program.
Inventaris Jenis Fitoplankton Di Pulau Pusong, Langsa, Aceh Andri Yusman Persada; Zidni Ilman Navia; Andini Saputri; Kartika Aprilia Putri; Beni Al Fajar
Elkawnie: Journal of Islamic Science and Technology Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v5i1.4494

Abstract

Plankton merupakan organisme kecil yang melayang di dalam badan air pada perairan dan memiliki kemampuan bergerak yang pasif. Perubahan kondisi lingkungan menentukan kehadiran komunitas plankton yang hadir. Plankton terbagi menjadi fitoplankton dan zooplankton. Fitoplankton merupakan plankton yang dapat melakukan fotosintesis. Salah daerah pesisir yang berada di Kota Langsa adalah Pulau Pusong. Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui  jenis fitoplankton apa saja yang terdapat di perairan sekitar Pulau Pusong dan kondisi lingkungan di perairan sekitar Pulau Pusong. Pencuplikan sampel plankton di perairan Pulau Pusong dilakukan sebanyak empat titik sampling. Pengukuran sampel air dilakukan dengan tiga ulangan. Ada 30 jenis fitoplankton yang diperoleh yang terdiri dari genus yaitu Bacillaria, Bacteriastrum, Biddulphia, Ceratium, Chaetoceros, Coscinusdiscus, Dactyliosolen, Dithylum, Eucampia, Leucosolonia, Merismopedia, Navicula, Nitzschia, Odentella, Planktonella, Pseudo-nitzschia, Pyrocystis, Rhizosolenia, dan Thalassionema.
PENGUATAN PEMASARAN PRODUK TENUN LIDI NIPAH PADA KELOMPOK BUNGONG CHIRIH MELALUI APLIKASI E-MARKETING PADA MASA PANDEMIK COVID-19 Adi Bejo Suwardi; Baihaqi Baihaqi; Zidni Ilman Navia; Syardiansah Syardiansah; Hanafiah Hanafiah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 27, No 2 (2021): APRIL-JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v27i2.19552

Abstract

Pandemik Covid-19 berdampak pada perkembangan bisnis UKM di Indonesia termasuk Bungong Chirih. Kegiatan ini bertujuan untuk Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan produk kerajinan tenun lidi nipah pada kelompok Bungong Chirih. Kegiatan ini dilakukan di desa Mangan Gleum, Kecamtan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur dengan melibatkan 23 orang peserta. Metode yang digunakan berupa pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), Participatory Tecnology Development, dan Community development. Telah terjadi peningkatan jumlah produk tenun lidi nipah dari 13 jenis pada tahun 2019 menjadi 34 jenis pada tahun 2020. Terdapat penambahan varian produk berupa produk tenun lidi nipah motif khas Aceh sebanyak 15 jenis produk. Pengembangan pemasaran online menjadi langkah efektif dalam mempertahankan bisnis pada masa pandemik Covid-19.
DISEMINASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN GULA AREN SEBAGAI PRODUK UNGGULAN KABUPATEN ACEH TAMIANG Imam Hadi Sutrisno; Heri Irawan; Baihaqi Baihaqi; Zidni Ilman Navia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.07 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.4785

Abstract

Abstrak:Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menghasilkan produk gula aren ramah lingkungan melalui diseminasi teknologi pengolahan. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan participatory technology development berupa introduksi teknologi mesin pengolahan gula aren pada kelompok pengrajin gula aren geneho kampung sungai kuruk I kecamatan seruway kabupaten aceh tamiang melalui serangkaian tahapan kegiatan seperti koordinasi, sosialisasi, perakitan mesin, uji coba penggunaan mesin, penguatan manajemen, pendampingan serta monitoring dan evaluasi. Seluruh tahapan kegiatan yang tercatat melalui hasil lembar post test menunjukkan 7 anggota kelompok (50%) sangat memahami prosedur penggunaan mesin, perbedaan konstur gula aren dan gula kelapa serta perbedaan waktu pengadukan antara mesin dan non mesin, 5 anggota kelompok (35,7%) memahami dengan baik perbedaan antara gula aren dan gula semut, serta teknik pengapian gula aren dan 2 anggota kelompok (14,3%) cukup memahami durasi pendidihan gula aren serta produk turunan dari gula aren. Hasil pendampingan memperlihatkan 9 anggota kelompok (64,2%) memahami prosedur administrasi dan 5 anggota kelompok (35,8%) cukup memahami manajemen keuangan dan pemasaran produk. Disimpulkan mesin pengolahan gula aren mampu menghasilkan produk gula aren ramah lingkungan dan menjadikan produk itu sebagai produk unggulan kabupaten aceh tamiangAbstract:This community service (PKM) aims to produce environmentally friendly palm sugar products through the dissemination of processing technology. The method used is an educative approach and participatory technology development in the form of the introduction of palm sugar processing machine technology to the geneho palm sugar producer group, Sungai Kuruk I Village, Seruway District, Aceh Tamiang Regency through a series of stages of activities such as coordination, socialization, machine assembly, testing the use of machines, strengthening management, assistance and monitoring and evaluation. All stages of activities recorded through the results of the post test sheet show that 7 group members (50%) really understand the procedure for using the machine, the differences in the textures of palm sugar and coconut sugar and the difference in mixing time between machine and non-machine 5 group members (35.7%) understand well the difference between palm sugar and ant sugar, as well as the technique of ignition of palm sugar and 2 group members (14.3%) quite understand the boiling duration of palm sugar and products derived from palm sugar. The results of the mentoring show that 9 group members (64.2%) understand administrative procedures and 5 group members (35.8%) quite understand financial management and product marketing. It was concluded that the palm sugar processing machine was able to produce environmentally friendly palm sugar products and made the product the extraordinary product of Aceh Tamiang Regency. 
Penelusuran Ragam Jenis Bambu di Kota Langsa, Aceh Muhammad Azli Ritonga; Siti Nurchalidah; Karmiati Karmiati; Zidni Ilman Navia; Adi Bejo Suwardi
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v3i1.6065

Abstract

Langsa City has a wealth of plant species that need to be studied, especially bamboo plants. This study aims to explore the types of bamboo found in Langsa City. The study was conducted from April to July 2019 using the exploration method. The method of sample collection by purposive sampling. The results showed that in Langsa City there were found 4 genera bamboo namely Bambusa, Gigantochloa, Schizostachyum, and Thyrsostachys which consisted of 6 species of bamboo namely Bambusa multiplex (Lour.) Raeusch. Ex Schhult., Bambusa vulgaris Schrad. Ex Wendl., Gigantochloa apus (J.A. J.H.Schult.) Kurz, Gigantochloa atter (Hassk.) Kurz, Schizostachyum brachycladum (Kurz) Kurz, and Thyrsostachys siamensis Gamble. The most widespread bamboo distribution in Langsa was found in Langsa Lama and Langsa Baro amounted to 5 species.
Inventarisasi Jenis Paku Terestrial (Pteridophyta) Di Kawasan Wisata Air Terjun Tujuh Tingkat Desa Selamat Kecamatan Tenggulun Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Risa Ramadani; Zidni Ilman Navia; Andri Yusman Persada
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v4i2.7227

Abstract

The area of the Seven Waterfalls at the Village Level Selamat Tenggulun District has an area that is still beautiful, very supportive for the growth and development of terrestrial nails. This study aims to determine the types of terrestrial ferns in the Seven Level Waterfall Area. The research was conducted from January to May 2020 in the Seven Waterfall Area at Selamat Village Level, Tenggulun District, Aceh Tamiang Regency using the roaming method. The results showed that in the Seven Level Waterfall Area there were as many as 20 species, from 3 nations, 9 tribes, 17 genera of ferns and lived terrestrial, namely Dicranopteris linearis (Burm. F.) Underw, Deparia petersenii (Kunze) M. Kato , Diplazium esculentum (Retz) Sw, Diplazium sandwichianum (C. Precl) Diels, Pleocnemia irregularis (Burm. F.), Blechnum orientale L, Stenochlaena palustris (Burm. F.), Nephrolepis cordifolia (L.) C. Precl, Nephrolepis exaltata (L.) Schott, Drynaria quercifolia (L.) J. Sm, Microsorum scolopendria (Burm. f.) Copel, Adiantum trapeziforme L, Pityrogramma calomelanos L.Link, Pteris biaurita L, Tectaria acerifolia RC Moran, Tectaria decurrens (C. Presl) Copel, Heterogonium pinnatum (Copel.) Holttum, Christella dentata (Forssk) Brownsey Jermy, Cyclosorus heterocarpus (Blume) Ching and Selaginella sp . 
Pelatihan Manajemen Kelompok Masyarakat bagi Petani Ikan Nila di Desa Paya Udang Kecamatan Seruwai Kabupaten Aceh Tamiang Zidni Ilman Navia; Sandri Maulizar; Ramaidani Ramaidani; Milfa Aini; Sri Rahayuni; Sindi Mahyuda; Ridho Maulana Andika
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 1 No 2 (2021): JAMSI - November 2021
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.962 KB) | DOI: 10.54082/jamsi.101

Abstract

Paya Udang merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Seruway kabupaten Aceh Tamiang, Propinsi Aceh. Karena kurangnya pemahaman terkait manajemen kelompok masyarakat dalam penglolaan budidaya ikan air tawar di desa Paya Udang maka perlu dilakukan pelatihan menajemen kelompok. Tujuan dari kegiatan pelatiahan ini adalah untuk membantu masyarakat desa Paya Udang dalam membentuk kelompok budidaya ikan air tawar di desa Paya Udang dan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di desa Paya Udang pentingnya membentuk usaha dengan melibatkan kelompok. Kegiatan ini dilakukan di desa Paya Udang, Kecamtan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang dengan melibatkan 20 orang peserta. Metode yang digunakan berupa pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Community development. Hasil dalam kegiatan pelatihan ini adalah terbentuknya kelompok budidaya ikan nila di desa Paya Udang Kecamatan Seruwai Kabupaten Aceh Tamiang yang dikoordinir langsung oleh ketua BUMK desa.
Identifikasi karakter morfologi dan sensoris Mangga (Mangifera indica L.) di desa Hinai Kiri, Langkat, Sumatera Utara Wahyu Firmana Isnijar; Zidni Ilman Navia
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 1 (2022): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangga (Mangifera indica L.) merupakan salah satu buah yang Sangat popular dan disukai masyarakat luas serta memiliki banyak kultivar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter morfologi dan sensoris mangga dan kultivarnya di Desa Hinai Kiri, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Indonesia. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2020 di 4 dusun yang terdapat di Desa Hinai Kiri. Pengumpulan data lapangan dilakukan dengan mengamati tanaman mangga dan kultivarnya yang dibudidayakan penduduk di kebun dan pekarangan rumah. Analisis sensoris dilakukan terhadap 40 orang panelis dipilih secara acak untuk menilai kualitas warna, rasa, dan aroma dari buah mangga yang ditemukan. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 3 kultivar mangga, yaitu mangga arumanis, mangga apel, dan mangga madu. Karakter morfologi kultivar manga memiliki karakteristik masing-masing. Mangga apel menjadi jenis kultivar mangga yang paling disukai berdasarkan analisis sensoris.
Pemberdayaan Masyarakat Pembudidaya Ikan Nila di Desa Paya Udang Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang Sandry Maulijar; Julia Ananda; Naila Fauziah; Septi Masnuria Siregar; Sayed Latiful Ashrori; Zidni Ilman Navia
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.51 KB) | DOI: 10.30653/002.202271.45

Abstract

Paya Udang is a village located in Seruway sub-district, Aceh Tamiang district, Aceh Province. Due to the lack of understanding related to community aquaculture management in managing freshwater fish farming in Paya Udang village, it is necessary to conduct aquaculture management training. The purpose of this training activity is to equip the Paya Udang village community in tilapia cultivation activities. This activity was carried out in Paya Udang village, Seruway sub-district, Aceh Tamiang district, involving 6 participants. The method used is a Participatory Rural Appraisal (PRA) and Community development approach. The result of this training activity is an increase in the knowledge of the members of the PEMUDA JAYA cultivation group in the cultivation of freshwater fish, especially tilapia.
PKM KELOMPOK TANI MAJU JAYA MELALUI BUDIDAYA LEBAH MADU LINOT Baihaqi Baihaqi; Zidni Ilman Navia; Heri Irawan; Imam Hadi Sutrisno; Adi Bejo Suwardi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13707

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkenalkan budidaya lebah madu linot pada masyarakat sekitar hutan terutama bagi 25 anggota kelompok tani maju jaya kampung batu bedulang kabupaten Aceh Tamiang sebagai usaha penguatan ekonomi dan konservasi taman nasional gunung leuser secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah participatory rural appraisal dan transfer teknologi melalui beberapa tahapan kegiatan antaranya koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, pendampingan dan monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan yang terangkum dalam lembar post test menunjukkan 40,1% anggota kelompok memahami ukuran standar sebuah rumah koloni, 33,4% cukup mengetahui jangka waktu panen budidaya lebah madu linot, 23,3% sangat mengetahui ciri-ciri kelompok tani yang sehat, 47,4% mengetahui fungsi dan peran badan penyuluh pertanian, 30.1% cukup mengetahui prosedur pengembangan rencana usaha pada kelompok tani dan 13,3% sangat mengetahui prosedur menghitung harga jual produk. Disimpulkan bahwa 26,7% anggota kelompok sangat memahami prosedur kerja pembuatan rumah koloni, 40% memahami jenis hama yang sering ditemukan dalam budidaya lebah madu linot, 56,7% cukup mengetahui potensi sumber daya kelompok tani maju jaya, 23,3% sangat mengetahui prosedur pengembangan rencana usaha pada kelompok tani dan 36,6% mengetahui tujuan melakukan pembukuan secara rutin.Abstract: This community service (PKM) aims to introduce linot honey bee cultivation to communities around the forest, especially for 25 members of the Maju Jaya farmer group, Batu Bedulang village, Aceh Tamiang district as an effort to strengthen the economy and conserve Gunung Leuser National Park in a sustainable manner.The method used is participatory rural appraisal and technology transfer through several stages of activity including coordination, outreach, implementation of activities, mentoring and monitoring and evaluation. The results of the activities summarized in the post test sheet showed that 40.1% of group members understood the standard size of a colony house, 33.4% knew enough about the harvest period for linot honey bee cultivation, 23.3% really knew the characteristics of a healthy farmer group, 47.4% know the function and role of the agricultural extension agency, 30.1% know enough about the procedure for developing a business plan for farmer groups and 13.3% really know the procedure for calculating product selling prices. It was concluded that 26.7% of group members really understood the work procedures for making colony houses, 40% understood the types of pests that are often found in linot honey bee cultivation, 56.7% knew enough about the resource potential of the advanced jaya farmer group, 23.3% knew the procedure very well. Development of business plans for farmer groups and 36.6% know the purpose of carrying out regular bookkeeping.
Co-Authors . Fitriani Adi Bejo Suwardi Afrah Junita Agus Putra AS Alfi Suciyati Ali Djamhuri Ananda, Julia Andika, Muhammad Ernanda Andini Saputri Andini Saputri Andri Yusman Persada Andriani, Meri Anjelia, Via Arlya Kurniawati Asri Maulana Aulia Syahputri Ayuni Muhaini Ayuni Muhaini Baihaqi Baihaqi Baihaqi Baihaqi Beni Al Fajar Boangmanalu, Andre M. Chandra Dewi, Septiani Dandiansyah, Ahmad Devi Pratiwi Dwijowati Asih Saputri Dwitya, Yonadiah Endryeni M Epan, Asep Eva Rosanti Fadhilatun Nisak Fadhliani Fadhliani Fadhliani, Fadhliani Fajar, Beni Al Fara Nadila Fauzia, Arisna Fijannah, Reva Riski Fitiriani Fitria Fitriani Fitriani Fitriani Garuda Garuda Halimatussakdiah Hana Irfa, Anisa Hanafiah Hanafiah Hanim, Wirda Heri Irawan Heri Irawan I Putu Gede P. Damayanto Ibrahim Imam Hadi Sutrisno ISWAHYUDI ISWAHYUDI Julia Ananda Junidil Asna, Intan Karliandi Karmiati Karmiati Karmiati, Karmiati Kartika Aprilia Putri Laras Hati br.s. Pelawi Lubis, Parlindungan Malau, Marturia Mardudi, Mardudi Marturia Malau Mastura Meutia Meyrita, Meyrita Milfa Aini Muchsin Achmad Muhaini, Ayuni Muhammad Azli Ritonga Muhammad Azli Ritonga Muhammad Heru Arie Edytia Muhammad Ilham Muhammad Naufal Mulia Safrida Sari Mulyani, Cut Nabilla, Ulya Nadya, Yusri Naila Fauziah Najmi, Istafan Nanda Fajar Putra Nanda Muhammad Razi Nasrianti Syam Niaci, Sarah Niswatul Khaira Nufus, Cut Azura Izatul Nurchalidah, Siti Nurjannah Nurjannah Nursia Nurul Hayati, Siti Okhaifi Prasetyo Parlindungan Lubis Parlindungan Lubis Pasulle, Mia Permadani, Arsyka Persada, Andri Yusman Putri Simarmata Putriani Simarmata Puty Andini Rachmi Afriani Rahmadani Rahmadani Rahmadani, Debi Rahmazani, Intan Ramadani, Risa Ramaidani Ramaidani Ratna Lestari Rezeki, Juli Trianda Sri Ridho Maulana Andika Risa Ramadani Ritonga, Muhammad Azli Rupa, Darius Safrida Sari, Mulia Saida Rasnovi Samsul Muarrif Sandri Maulizar Sandry Maulijar Sara Gustia Wibowo SARI, MULIA SAFRIDA Sasmita, Putri Sayed Latiful Ashrori Septi Masnuria Siregar Seri Devi Silfia Ilma Silitonga, Ade Nursafitri Simarmata, Putriani Sindi Mahyuda Siti Fatimah Dewi Bancin Siti Nurchalidah Sri Rahayu Br Siregar Sri Rahayuni SURI AMILIA, SURI Syardiansah, Syardiansah Taufan Arif Adlie Tisna Harmawan, Tisna Ulil Amna, Ulil Vivi Mardina Wahyu Firmana Isnijar Wahyu Firmana Isnijar Wendy Achmmad Mustaqim Wijaya, Gadis Arsinta Wira Dharma Yesika Rumondang Sitorus Yonadiah Dwitya Yulistiani, Indri Yurika Septi Yusnawati Yusnidar Zulfadli Zulfan Arico Zulfan Arico Zulvia Maika Letis