Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Keberhasilan Terapi Pada Pasien Swamedikasi di Apotek Dunia Sehat Paputunngan, Mitha; Tuloli, Teti Sutriyati; Madania, Madania; Rasdianah, Nur
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2024): Volume 1, Edisi 2, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v1i2.56

Abstract

Swamedikasi merupakan penggunaan obat-obatan tanpa konsultasi medis sebelumnya mengenai indikasi, dosis, dan lamanya pengobatan yang dilakukan. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat, seperti demam, nyeri, pusing, batuk, influenza, sakit maag, kecacingan, diare, penyakit kulit dan lain-lain. Pada pelaksanaannya swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pengobatan (medication error) karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat dan penggunaannya. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif observasional yang bertujuan untuk mengetahui gambaran keberhasilan terapi pada pasien swamedikasi di Apotik Dunia Sehat. Subyek penelitian adalah seluruh pasien swamedikasi obat antibiotik di Apotik Dunia Sehat sebanyak 80 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Pengujian data menggunakan uji validitas dan realibilitas menggunakan program SPSS versi 22 yang bertujuan agar kuesioner mendapatkan hasil yang valid serta reliabel. Hasil Penelitian menunjukkan jumlah responden yang berhasil dalam terapi swamedikasi yaitu sebanyak 72 responden (90%) dansebagian kecilnya tidak berhasil dalam terapi swamedikasi yaitu sebanyak 8 responden (10%).
Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Dengan Perilaku Swamedikasi Common Cold (Batuk, Pilek) di Desa Padengo Kabupaten Gorontalo Puhi, Melly Agustin Is; Madania, Madania; Akuba, Juliyanty; Latif, Multiani S; Manno, Mohamad Reski; Tuloli, Teti Sutriyati
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2024): Volume 1, Edisi 2, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v1i2.87

Abstract

Pengetahuan merupakan domain penting terbentuknya tindakan seseorang terutama pada masyarakat yang berupaya mengobati dirinya sendiri terhadap penyakitnya atau sering disebut swamedikasi. Salah satu penyakit atau keluhan dalam swamedikasi adalah common cold. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku swamedikasi common cold (batuk, pilek) di Desa Padengo Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif kuantitatif melalui pendekatan cross sectional menggunakan data primer. Terdapat 303 sampel dengan analisis data dalam bentuk presentase dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat Desa Padengo tentang swamedikasi Common Cold dengan kategori pengetahuan rendah (3%), kategori pengetahuan sedang (10%) dan kategori pengetahuan tinggi (87%). Perilaku swamedikasi masyarakat Desa Padengo tentang Common Cold dengan kategori perilaku negatif (4%) dan kategori perilaku positif (96%). Adanya hubungan antara usia, pendidikan terakhir dan pendapatan dengan pengetahuan, serta adanya hubungan antara pendidikan terakhir dan status pernikahan dengan perilaku. Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, pekerjaan, status pernikahan dengan pengetahuan, serta tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan pendapatan dengan perilaku. Adanya hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku swamedikasi Common Cold di Desa Padengo, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05).
Analisis Penerapan Metode ATC/DDD dan DU90% Dalam Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Stella Maris Makassar Arsyad, Rival Al-fazri; Pakaya, Mahdalena Sy.; Paneo, Mohamad Aprianto; Rasdianah, Nur; Madania, Madania
-
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jrpi.v3i1.36531

Abstract

The antimicrobial resistance (AMR) crisis poses a serious threat to global health, making the rational use of antibiotics a priority within Antimicrobial Stewardship (AMS) programs. This study aims to evaluate the patterns and quantity of antibiotic use among inpatient populations at Stella Maris Hospital Makassar using the Anatomical Therapeutic Chemical (ATC) classification, Defined Daily Dose (DDD), and Drug Utilization (DU) 90% methods. This research employed a retrospective descriptive observational design using medical record data of patients who received antibiotic therapy from October to December 2024. The analysis was conducted by calculating DDD per 100 patient-days and identifying antibiotics contributing to 90% of total use. The results showed eight types of antibiotics were utilized. The three antibiotics with the highest DDD/100 patient-days were Cefuroxime (13.43), Ceftriaxone (11.8), and Cefotiam (10), which, together with Moxifloxacin, were included in the DU 90% segment. The predominance of second-generation cephalosporins—particularly among diagnoses such as unspecified fever, bronchiectasis, typhoid, and bronchitis—indicates a tendency toward broad-spectrum empirical therapy in chronic pulmonary conditions such as COPD and bronchiectasis. In conclusion, antibiotic use at Stella Maris Hospital Makassar is dominated by the cephalosporin class, highlighting the need for ongoing evaluation and strengthened implementation of AMS programs to optimize antibiotic therapy, improve treatment effectiveness, and reduce the risk of increasing antimicrobial resistance at the hospital level.
Gambaran Standar Pelayanan Kefarmasian Pada Paien Penderita Penyakit Kulit di Apotek Kimia Farma JDS Alecia Febriani Putri; La Ode Aman; Mu'thi Andy Suryadi; Madania Madania; Multiani S. Latif
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6200

Abstract

​Pelayanan kefarmasian merupakan layanan profesional yang diberikan secara langsung oleh apoteker kepada pasien untuk memastikan penggunaan obat yang aman, tepat, dan efektif. Perubahan orientasi pelayanan dari drug oriented menjadi patient oriented menuntut apotek untuk menerapkan standar pelayanan kefarmasian sesuai Permenkes No. 73 Tahun 2016. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan Apoteker Penanggung Jawab (APA) serta Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK), ditambah dokumentasi terkait proses pelayanan farmasi klinik di Apotek Kimia Farma JDS. Apotek memberikan informasi obat secara lengkap, melakukan konseling aktif, serta memantau terapi dan efek samping obat. Secara keseluruhan, pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma JDS berjalan optimal dan mendukung keberhasilan terapi pasien. Tujuan Penelitan menggambarkan pelaksanaan pelayanan farmasi klinik di apotek, terutama pada aspek pengkajian resep, dispensing, pelayanan informasi obat (PIO), konseling, pemantauan terapi obat (PTO), monitoring efek samping obat (MESO), serta pelayanan kefarmasian di rumah. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan Apoteker Penanggung Jawab (APA) serta Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK), ditambah dokumentasi terkait proses pelayanan farmasi klinik di Apotek Kimia Farma JDS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan farmasi klinik-meliputi pengkajian resep, dispensing, pelayanan informasi obat, konseling, PTO, dan MESO-telah dilaksanakan sesuai Permenkes No. 73 Tahun 2016. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Apotek Kimia Farma JDS, dapat disimpulkan bahwa penerapan tujuh aspek pelayanan farmasi klinik telah berlangsung dengan tingkat kepatuhan yang berbeda-beda. Proses skrining resep, dispensing resep, serta Pelayanan Informasi Obat (PIO) menunjukkan pelaksanaan yang baik dan telah sesuai dengan standar yang tercantum dalam Permenkes No. 73 Tahun 2016, yang ditandai dengan ketelitian petugas dalam memeriksa kelengkapan resep, memastikan ketepatan dosis.
Analisis Perbandingan Biaya Riil Dan Tarif INA-CBG’S Pada Pasien Tuberkulosis Di Rumah Sakit Umum Daerah Tombulilato Tahun 2025 Lamalani, Alia Nur; Madania, Madania; Rasdianah, Nur Rasdianah; Tuloli, Teti Sutriyati; Makkulawu, Andi
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.8138

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia yang berdampak terhadap pembiayaan pelayanan kesehatan. Penerapan sistem pembayaran Indonesian Case-Based Groups (INA-CBG’s) bertujuan untuk mengendalikan biaya dan meningkatkan efisiensi pembiayaan. Namun, perbedaan antara biaya riil dan tarif INA-CBG’s berpotensi memengaruhi keberlanjutan pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perbedaan biaya riil dengan tarif INA-CBG’s pada pasien tuberkulosis rawat inap di RSUD Tombulilato tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder pasien TB rawat inap peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sampel sebanyak 137 pasien yang memenuhi kriteria inklusi berdasarkan kelengkapan data rekam medis dan data klaim INA-CBG’s. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk melihat total, rata-rata, dan selisih biaya, serta secara analitik menggunakan uji Wilcoxon melalui program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 137 pasien TB rawat inap, sebanyak 113 kasus mengalami surplus dan 24 kasus mengalami defisit. Total biaya riil pelayanan sebesar Rp393.843.856, sedangkan total tarif INA-CBG’s mencapai Rp572.612.100, sehingga terdapat selisih positif sebesar Rp179.438.533. Secara keseluruhan, nilai klaim INA-CBG’s lebih tinggi dibandingkan biaya riil yang dikeluarkan rumah sakit. Berdasarkan uji Wilcoxon terdapat perbedaan yang bermakna antara biaya riil dan tarif INA-CBG’s (p
Pengaruh Booklet Terhadap Pengetahuan dan Sikap Pasien Asam Urat (Gout Arthritis) Di Puskesmas Biluhu, Kabupaten Gorontalo: Effect of Booklets on Knowledge and Attitudes of Gout Arthritis Patients at Biluhu Community Health Center (Puskesmas), Gorontalo Regency Madania, Madania; Ramadhani, Fika Nuzul; Tuloli, Teti Sutriyati; Uno, Wiwit Zuriati; tuna, nindiyani
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3, No. 1 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v3i1.218

Abstract

Asam urat merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat, terutama di usia lanjut. Rendahnya tingkat pengetahuan dan sikap terhadap penyakit ini dapat memengaruhi perilaku pengelolaan dan pencegahan asam urat. Oleh karena itu, dibutuhkan media edukasi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian booklet terhadap pengetahuan dan sikap pasien asam urat di Puskesmas Biluhu, Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 54 orang yang dipilih menggunakan metode sensus dan diolah melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, hanya 7,4% responden yang memiliki pengetahuan baik dan 53,7% memiliki sikap positif. Setelah pemberian booklet, terjadi peningkatan dengan 27,8% responden memiliki pengetahuan baik dan 74,1% memiliki sikap positif. Uji statistik menunjukkan bahwa pemberian booklet berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan (p = 0,000), namun tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap (p = 0,105). Dengan demikian, media booklet dapat digunakan sebagai sarana edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan pasien tentang asam urat, namun belum mampu membuat perubahan sikap yang signifikan.
Studi Farmakovigilance Obat Herbal di Kelurahan Dulomo Selatan Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo Dengan Metode Naranjo Tuloli, Teti Sutriyati; Makkulawu, Andi; Madania, Madania; Papeo, Dizky Ramadhani Putri; Bahtiar, Safitri
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3, No. 1 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v3i1.223

Abstract

Obat tradisional adalah bahan atau ramuan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral sediaan cairan dari bahan (galenik) yang secara turun temurun digunakan. Tujuan penelitian ini untuk melihat adanya ADRs terhadap penggunaan obat herbal masyarakat di kelurahan Dulomo Selatan Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo Dengan Metode Naranjo. Metode penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional dengan pengambilan sampel purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan Naranjo. Hasil Penelitian dari data karakteristik usia mayoritas umur 31-50 tahun 45 (46,9%), jenis kelamin mayoritas perempuan 53 (55,2%), status pendidikan mayoritas SD/SMP 44 (45,8%), status pekerjaan mayoritas Ibu Rumah Tangga 42 (43,8%), Masyarakat mayoritas menggunakan obat herbal 1-5 tahun 44 (45,8%), sumber informasi obat herbal dari keluarga 74 (77,1%), mayoritas masyarakat meracik sendiri obat herbal 66 (68,8%), mayoritas obat herbal direbus sebanyak 66 (68,8%) dan variasi penggunaan obat herbal 1 kali sehari sebanyak 48 (49,5%). Dari analisis kausalitas menggunakan algoritma Naranjo diketahui bahwa pasien yang menggunakan obat herbal pada kejadian ADRs sebanyak 8 subyek dengan kategori probable sebanyak 5 orang, kategori definite sebanyak 2 orang, dan kategori possible sebanyak 1 orang.
Profil Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Di Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo Madania, Madania; Thomas, Nur Ain; Tuloli, Teti Sutriyati; Djuwarno, Endah Nurrohwinta; manno, mohamad reski; Tahir, Sry Megawaty
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3, No. 1 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v3i1.229

Abstract

Antibiotik adalah obat yang digunakan pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik pada pasien di Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo periode April-Juni 2024 dengan fokus pada penyakit, golongan dan jenis antibiotik, dosis dan lama pemberian. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan jumlah sampel sebanyak 168 yang diambil serta total sampling. Data diolah menggunakan presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit yang paling banyak pada rawat jalan dan rawat inap yaitu ISPA. Golongan antibiotik yang banyak digunakan yaitu Penisilin jenis Amoxicilin. Dosis paling sering digunakan adalah 3x500 mg untuk antibiotik Amoxicilin, dengan waktu minum yang paling banyak pada pasien rawat jalan adalah 3-4 kali sehari, serta untuk rawat inap dengan waktu minum yang paling banyak adalah 3 kali sehari. Lama pemberian antibiotik tercepat untuk pasien rawat jalan dan pasien rawat inap adalah 3 hari.
Gambaran Potensi Medication Error Pada Proses Compounding Dan Dispensing Di Apotek Kabupaten Bone Bolango: Medication error are incidents that cause harm to patients due to the use of medication during healthcare treatment, which are, in fact, preventable. These errors can occur at any stage of the medication process, including prescribing, transcribing, compounding, dispensing, and administration. Medication errors remain a significant health issue, potentially leading to various adverse outcom Rasdianah, Nur; Hiola, Faramita; Madania, Madania; Pakaya, Mahdalena Sy; Mooduto, Putri Sibby
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3, No. 1 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v3i1.236

Abstract

Medication error merupakan kejadian yang merugikan pasien akibat pemakaian obat selama penanganan tenaga kesehatan, yang sebenarnya dapat dicegah. Peristiwa kesalahan pengobatan (medication error) dapat terjadi dalam tiap proses alur pengobatan, baik dalam proses prescribing, transcribing, compounding, dispensing, maupun administration. Medication error sampai saat ini tetap menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang banyak menimbulkan berbagai dampak bagi pasien mulai dari risiko ringan bahkan risiko yang paling parah yaitu menyebabkan suatu kematian. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya potensi medication error pada proses compounding dan dispensing pada apotek yang tersebar di kabupaten Bone Bolango. Metode yang digunakan adalah rancangan penelitian kualitatif deskriptif yang bersifat non-eksperimental. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan dengan jumlah responden sebanyak 13 orang Apoteker atau Asisten Apoteker. Data hasil yang diperoleh dari lembar check list kemudian diolah dan dianalisis menggunakan software pengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya potensi medication error proses compounding pada 3 parameter dan proses dispensing pada 5 parameter dengan masing-masing angka persentase tertinggi yaitu 57,1% dan 30,7%.
Analisis Stigma Sosial Terhadap Pasien Tuberkulosis Paru di Kecamatan Tilango Nur Rasdianah; Marsela Idrus Mohamad; Madania Madania; Teti Sutriyati Tuloli; Nur Ain Thomas
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i2.1588

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious disease that remains a global and national health problem. It also leads to social stigma, which may cause patients to be socially excluded, feel ashamed, and delay seeking examination and treatment, thereby becoming a barrier to TB control in the community. This study aims to analyze the level of stigma as well as the factors that are bivariately associated with the level of stigma towards pulmonary tuberculosis patients among respondents in Tilango District. This study employs quantitative design with an analytical cross-sectional approach conducted from January to April 2026 in Tilango Subdistrict. The population consists of 16,390 individuals, and a sample of 376 respondents was selected using the Raosoft calculator (margin of error 5% and confidence level 95%) and the purposive sampling technique. Data are collected using the TB stigma questionnaire (Van Rie) and a knowledge questionnaire regarding TB. Data analysis is conducted using the Chi-Square test. The level of social stigma in the community is predominantly moderate, accounting for 57.7% of the total 376 respondents. The bivariate analysis shows that age, level of education, occupation, history of contact with TB patients, and level of knowledge have a significant association with stigma (p < 0.001). Meanwhile, gender does not show a signifcant association (p = 0.205). This study indicates that social stigma toward pulmonary TB patients among respondents in Tilango Subdistrict remains at a moderate level and is associated with sociodemographic conditions and the level of public knowledge.
Co-Authors A. Mu’thi Andy Suryadi A. Mu’thi Andy Suryadi Adam Mustapa, Muhammad Aisyah Agustina Mokoginta Akuba, Juliyanti Alecia Febriani Putri Alfa B Handayani alkatiri, ahmad alkatiri Amran, Rosmala Ana Diantika Andi Makkulawu Andi Makkulawu Anggai, Rifka Anggraini Ariani H. Hutuba Arsyad, Rival Al-fazri Asnia Bangol Astuti, Karunita Ika Auliya, Nur Izzatul Ayu Rofia Nurfadillah Bahtiar, Safitri Baiq Husnul Aini bangol, asnia asnia baruadi., siti_yustika. Chindy Marcela Mooduto Datu, Yunita Devie Ariany Daud Djuwarno, Endah Nurrohwintah Dr. Apt. Hamsidar Hasan S.Si.,M.Si Endah N. Djuwarno Endah Nurrohwinta Djuwarno Evania P. Tuli Faizha Putri Delia Faradila Ratu Cindana Fika Nuzul Ramadhani Giasi, Mohamad Gledys Puti Hamzah, Alifiah Ramawaty Hidayat Ahmad Hiola, Faramita Igirisa, Fitriwiah Indah Pramesty Gobel Ismail, Rahmawati Julianti, Natasya Melly Julianty Akuba Juliyanti Akuba Kujiman, Kerin Vivian La Ode Aman Lamalani, Alia Nur Lasimpala, Natasya Indaputri LATIF, MULTIANI S Latif, Multiani S. lawani, putri Mahdalena Sy Pakaya Makkulawu, Andi Manno, Mohamad Reski Marsela Idrus Mohamad MAYANG, NURUL HANDAYANTI Megawati M Martani Meilan Pakaya Meli Cahayani Dalu Mohamad Aprianto Paneo Mohamad Reski Manno Mooduto, Putri Sibby Mu'thi Andy Suryadi Muhammad Ridho Jasin Muhammad Taupik Multiani S Latif Mursyidah, Andi Najmiyah S. Tuti Nangsih Sulastri Slamet Nur Ain Thomas Nur Rasdianah Nurchamidin Gobel Nurdevi Bte Abdul, Nurdevi Bte Papeo, Dizky Ramadani Putri Papeo, Dizky Ramadhani Putri Papeo, Pirdawati Paputunngan, Mitha Podungge, Yusni Puhi, Melly Agustin Is Puluhulawa, Lisa Efriani Putri Chahyani Lawani R. Moko, Delviyanti Rahmawati Marjun Rahmayani, Siti Farah Rasdiana, Nur Rasdianah, Nur Rasdianah Reski Manno Robert Tungadi S. Latif, Multiani Sapiun, Zulfiayu Selvi Marcellia Siti Alfanda Makmur Siti Fauziah Kadullah Siti Marhamah Siti Rahmatia Yusuf Sitti Rahmawaty Sisilia Mursidi Sri Nur&#039;ain E. Ahmad Sumaga, Khairunnisa Alya Suryadi, A. Mu'thi Andy Suryadi, A. Mut’thi Andi Suryadi,, A. Mu'thi Andy Tahir, Sry Megawaty Teti Sutriyati Tuloli Teti Tuloli Tety Sutriyati Tuloli Toluli , Teti Sutriyati Tolulu, Sri Noviani Tri Bella Angraini Suwandi Tuloli, Tety tuna, nindiyani Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widysusanti Abdulkadir Wiwit Zuriati Uno Yanti , Febri Dwi Yusuf, Wahyuni Adrian