Claim Missing Document
Check
Articles

Developing Science E-Modules based on Scientific reasoning Skills for Primary Education Course Helmia Tasti Adri; Suwarjono
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 8 (2023): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i8.4727

Abstract

This research was conducted to answer the need for teaching materials in natural science education lectures in elementary schools due to the importance of teaching materials that can answer the challenges of technological advances. Where at this time technology is needed to support learning in the classroom so that it is more interactive, interesting, fun and can be done anywhere and anytime. Based on the needs analysis, lecturers have not fully used electronic-based media in lectures, and have not been fully able to produce good and correct electronic-based media or teaching materials. In addition, there is still a lack of teaching materials that can improve students' scientific reasoning abilities. This study aims to develop electronic modules (E-Modules) based on scientific reasoning in natural science education lectures in elementary schools in the Elementary School Teacher Education Study Program. The research design used is research and development with the stages of the ADDIE model which consists of the stages of Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. The findings of this research are products in the form of Scientific Reasoning E-Modules for natural science education lectures in elementary schools in the Elementary School Teacher Education Study Program. Based on the results of the validation test by the team of experts, the module was declared fit for use and met the criteria as an online teaching module. Based on the test results of the implementation of the use of the module, the module was declared feasible for use and able to facilitate the improvement of students' scientific reasoning abilities based on the results of the pretest and posttest, the t test results showed that t-count was greater than t-table which was (8.30 > 1.691). Therefore it can be concluded that the developed e-module is very useful and can meet the criteria for the need for natural science education lectures in elementary schools.  
Analisis Hasil Implementasi Model Pembelajaran Kontektual dalam Mendukung Pemahaman Materi Mengubah Bentuk Energi di Kelas IV SDN Sukatani Reni Mulyani; Helmia Tasti Adri
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.23759

Abstract

Model pembelajaran kontekstual merupakan pendekatan yang menekankan keterkaitan antara materi pelajaran dan pengalaman nyata peserta didik, sehingga pengetahuan yang diperoleh menjadi lebih berarti. Penelitian ini, bertujuan untuk meneliti penerapan model pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan pemahaman peserta didik kelas IV SDN Sukatani terhadap materi perubahan bentuk energi. Penelitian ini,  menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, serta pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilaksanakan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kontekstual mampu meningkatkan pemahaman konsep perubahan bentuk energi secara menyeluruh. Peserta didik mampu mengaitkan konsep energi dengan berbagai fenomena yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari serta menunjukkan keterlibatan aktif selama proses pembelajaran. Temuan dari observasi dan wawancara mengindikasikan bahwa menghubungkan pembelajaran dengan konteks lingkungan sekitar membantu peserta didik memahami proses perubahan bentuk energi secara lebih jelas. Dengan demikian, model pembelajaran kontekstual terbukti mampu meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi perubahan bentuk energi dalam pembelajaran IPAS di tingkat sekolah dasar.
Perubahan Miskonsepsi Siswa pada Perkuliahan Evolusi Melalui Dual Situated Learning Model Adri, Helmia Tasti; Rustaman, Nuryani Y; Tapilouw, Fransisca Sudargo; Hidayat, Topik
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12, No 2 (2019): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.804 KB) | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v12i2.32950

Abstract

This research departs from the many found misconceptions experienced by students in evolutionary lectures. So it is very important to make improvements. The efforts carried out in this study were to improve students' misconceptions through the use of Dual situated learning model as a model of change in conception based on the criteria considered to be very capable of correcting problems. The study was conducted at a public university in Bandung in the department of biology with 33 respondents as the subject of research. To find out the success of the activities carried out, data was taken using the Certainty of response index test. The results found are that there is a significant effect of Dual Situated Learning Model usage on the level of change in student misconception.
Pemahaman Konseptual Siswa tentang Perubahan Wujud Benda melalui Eksperimen Ilmiah Terapan Anjani Sudrajat; Helmia Tasti Adri; Annissa Mawardini
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v5i2.2216

Abstract

Pemahaman konseptual merupakan aspek penting dalam pembelajaran sains di sekolah dasar karena membantu siswa tidak hanya mengingat istilah ilmiah, tetapi juga menjelaskan peristiwa berdasarkan hubungan antar konsep. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman konseptual siswa kelas IV sekolah dasar tentang perubahan wujud benda melalui pengalaman eksperimen ilmiah terapan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian adalah 17 siswa kelas IV SDN Cijedil yang mengikuti pembelajaran IPAS pada materi perubahan wujud benda. Data dikumpulkan melalui tes uraian, wawancara terhadap delapan siswa yang dipilih secara purposive untuk mewakili variasi kategori pemahaman siswa dan guru kelas, serta dokumentasi berupa LKPD, modul ajar, catatan lapangan, foto, dan video pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konseptual siswa berada pada kategori paham utuh, paham sebagian, dan miskonsepsi. Sebagian besar siswa mampu mengidentifikasi perubahan wujud yang diamati secara langsung, seperti mencair, menguap, dan menyublim, tetapi masih mengalami kesulitan menjelaskan penyebab perubahan secara ilmiah, terutama pada konsep menyublim serta dalam membedakan perubahan akibat pemanasan dan pendinginan. Temuan ini menunjukkan bahwa eksperimen membantu siswa memperoleh pengalaman belajar yang konkret, tetapi belum sepenuhnya membentuk pemahaman konseptual yang utuh. Oleh karena itu, pembelajaran eksperimen perlu disertai refleksi, diskusi, dan klarifikasi konsep oleh guru agar siswa mampu menghubungkan hasil pengamatan dengan konsep ilmiah secara tepat.
PENINGKATAN KESADARAN PENDIDIKAN LANJUTAN KETURUNAN MIGRAN MELALUI EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PEKERJA INDONESIA DI MALAYSIA Helmia Tasti Adri; Suwarjono; Wilis Firmansyah
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): ALAINA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i2.828

Abstract

Anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia masih menghadapi berbagai kendala dalam memperoleh akses pendidikan yang berkelanjutan, terutama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Rendahnya literasi pendidikan orang tua serta keterbatasan informasi mengenai jalur pendidikan tinggi dan peluang beasiswa menjadi faktor yang memengaruhi aspirasi pendidikan anak migran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran pendidikan lanjutan keturunan migran melalui edukasi dan pendampingan kepada pekerja migran Indonesia di Malaysia. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan peserta secara aktif dalam identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Kegiatan Pengabdian dilaksanakan kepada 10 pekerja migran Indonesia yang memiliki anak usia sekolah melalui seminar edukatif, diskusi kelompok, konsultasi individual, dan pendampingan penyusunan rencana pendidikan anak. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest serta didukung observasi dan wawancara reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dan kesadaran peserta dari 58,5 menjadi 85,6 atau meningkat sebesar 27,1 poin. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pendidikan tinggi, peluang beasiswa, serta komitmen yang lebih kuat dalam mendukung keberlanjutan pendidikan anak. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran pendidikan lanjutan dan membantu keluarga pekerja migran menyusun perencanaan pendidikan yang lebih terarah bagi masa depan anak.
Production of Wet Organic Waste Ecoenzymes as an Alternative Solution for Environmental Conservation Supporting Sustainable Development Goals (SDGs): A Techno-Economic and Bibliometric Analysis Afridha Sesrita; Helmia Tasti Adri; Irman Suherman; R. Rasmitadila; Muhammad Zainal Fanani
ASEAN Journal for Science and Engineering in Materials Vol 4, No 2 (2025): AJSEM: Volume 4, Issue 2, September 2025
Publisher : Bumi Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the techno-economic feasibility of producing ecoenzymes from wet organic waste, supported by a bibliometric analysis of relevant global research trends. Spanning a 20-year projection, the study evaluated the production costs, potential profitability, and market pricing of ecoenzymes as an environmentally friendly product. Results indicated that even small-scale, home-based production was economically viable, requiring a minimal daily capital investment of $0.27 (or approximately $80,625 annually). With a selling price of IDR 200,000 per kg, the projected annual revenue was IDR 400,000,000. Notably, the return on investment was achieved within the first three years. The bibliometric analysis highlighted a growing global focus on sustainable waste-to-product conversion. The novelty of this study lied in its application of techno-economic modeling to a previously underexplored product, ecoenzymes from wet organic waste. The findings contribute to multiple Sustainable Development Goals (SDGs), especially SDG 11 (Sustainable Cities), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), and SDG 13 (Climate Action).
Gender, Region, and Field of Expertise in Vocational Education: A Map of Inequality among Vocational High School Students Agustina Multi Purnomo; R. Siti Pupu Fauziah; Martin Roestamy; Abraham Yazdi Martin; Helmia Tasti Adri; Maura Najwa Noor Raina Tirta
ASEAN Journal of Educational Research and Technology Vol 4, No 3 (2025): AJERT: VOLUME 4, ISSUE 3, December 2025
Publisher : Bumi Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study maps and analyzes inequalities in vocational field of expertise choices among Indonesian vocational school students by gender and region. The research employed descriptive quantitative methods, including the Chi-square Test, Analysis of Variance (ANOVA), Heatmaps, Decision Tree Classifiers, Lasso Regression, and Quartiles. The research data were vocational school data in 39 regions and vocational school students in 2023. Gender differences influenced the choice of area of expertise in vocational schools. There were areas of expertise in the male domain or the female domain. The region categorization did not influence the number of male and female students or the choice of field of expertise. These results were due to a gendered distribution across vocational fields arising from social norms and peer-composition signals rather than from a regional inequality context. This research is poised to significantly influence policies that promote equitable gender representation among students in vocational fields at vocational schools.
The Improving Students’ Scientific Reasoning through Discovery Learning in Elementary Science Instruction Helmia Tasti Adri; Suwarjono Suwarjono
EDUJAVARE: International Journal of Educational Research Vol. 2 No. 2 (2024): EDUJAVARE: International Journal of Educational Research
Publisher : CV. Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/edujavare.v2i2.1055

Abstract

Scientific reasoning is an essential competency in elementary science education, yet many students show limited ability to analyze evidence, formulate hypotheses, and draw logical conclusions due to teacher-centered instruction. This classroom action research aimed to improve students’ scientific reasoning through the implementation of the Discovery Learning model. The study involved 28 fourth-grade students at SD Amaliah and was conducted in three cycles consisting of planning, action, observation, and reflection. Data were collected through scientific reasoning tests, observations, and field notes, then analyzed descriptively. The results showed a significant improvement in students’ scientific reasoning, with average scores increasing from 56.8 in the pre-action stage to 87.4 in Cycle III, while learning mastery improved from 36% to 92%. These findings indicate that Discovery Learning effectively enhances scientific reasoning by encouraging active inquiry and evidence-based problem-solving. It can be concluded that Discovery Learning is an effective instructional model for elementary science learning.
Pemahaman Konseptual Siswa tentang Perubahan Wujud Benda melalui Percobaan Sederhana pada Pembelajaran IPAS Kelas IV Anjani Sudrajat; Helmia Tasti Adri
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konseptual siswa kelas IV mengenai perubahan wujud benda melalui penerapan percobaan sederhana dalam pembelajaran IPAS. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mampu memahami konsep meleleh, menguap, dan menyublim secara lebih jelas setelah mengikuti percobaan. Observasi memperlihatkan tingginya partisipasi, ketelitian mengamati, serta kemampuan siswa dalam menghubungkan perubahan wujud dengan pengaruh panas. Wawancara mengungkapkan adanya miskonsepsi awal seperti anggapan bahwa semua benda padat dapat meleleh atau kapur barus meleleh sebelum menghilang. Namun setelah percobaan, terjadi conceptual change yang signifikan karena siswa memperoleh pengalaman konkret yang memperkuat pemahaman mereka.
Tantangan Guru dalam Implementasi Pembelajaran Inklusif bagi Peserta didik Tunawicara di Kelas I SDN Cijedil Riska Pratiwi; Helmia Tasti Adri
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22277

Abstract

Pembelajaran inklusif di SDN Cijedil menghadapi tantangan ketika guru harus menangani seorang peserta didik tunawicara tanpa dukungan fasilitas dan perencanaan khusus. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tantangan guru serta strategi yang digunakan dalam melaksanakan pembelajaran inklusif. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap satu guru kelas I dan satu peserta didik tunawicara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menyesuaikan pembelajaran melalui komunikasi nonverbal, penggunaan gambar, serta pendekatan individual, namun belum memiliki RPP khusus dan masih mengandalkan improvisasi. Kendala terbesar meliputi keterbatasan media, kurangnya pelatihan guru, serta perilaku tantrum peserta didik yang memerlukan keterlibatan orang tua. Penelitian menyimpulkan bahwa meskipun guru telah berupaya menerapkan pembelajaran inklusif, implementasinya masih perlu dukungan sarana, pelatihan, dan program pembelajaran yang lebih terstruktur.
Co-Authors -, Suwarjono Abdul Kholik Abraham Yazdi Martin Affane, Anne Afridha Sesrita Agung Muttaqien Agung Purwanto Agung Purwanto Agus Priyatno Agustina Multi Purnomo Amril, La Ode Anggitya Rizkita Putri Lasmana Anjani Sudrajat Anne Effane Anne Effanne Annisa Mawardini Annisa Mawardini Annissa Mawardini Apriliani, Rifka Auliandari, Lia Ayu Eka Saputri Balghis, Lilis Fauziah Cemara, Ade Raihan Daningsih Daningsih Daningsih Kurniasari Daronsyah, Irmya Darti, Firyal apipah Dede Sultan Dedeh Sumarni Deski Halim Sudjani Desky Halim Sudjani Desky Halim Sudjani Desky Halim Sudjani Desky Halim Sujana Dewi Kania Didin Syamsudin Dinda Aulia Dwi Agustina , Anggyta E. Lita Fitriyani Eneng Nurmaharani Andari Erlina Erlina Erlina Erlina Euis Mauna Mujibah Evi Rusmiaty Fachri Helmanto Fauziatul Hamamy Fauziyah Wudda, Rikza Fauziyatul Hamamy Fauziyatul Hamamy Febrian , Ronald Febriyanti, Siti Fransisca Sudargo Tapilouw, Fransisca Sudargo Fudhlah, Iklima Nurul Giuseppe Fabrini Gultom, Indri Yani Hamamy, Fauziyatul Hasan Bisri Helmanto, Fachry Henita Rahmayanti Hikam Alfarabi, Muhammad Ilmi Zajuli Ichsan Indri Yani Gultom Indri Yani Gultom Irma Inesia Sri Utami Irman Suherman Isil Koc Isil Koc Iyon Muhdiyati Kaniaazahrra Nurkahfi, Fatti Rahmmah Khairunnisa Nurzaini khusnul latifah, zahra Kusnaedi, Tithania Laeli, Sobrul Lala Laila Zulfa Lilis Fauziah Balqis Margini Maryani , Novi Maulida, Nur Asti Maura Najwa Noor Raina Tirta Md. Mehadi Rahman Md. Mehadi Rahman Megan Asri Humaira Merve Turan Merve Turan Miza Nina Adlini Muhamad Artha Kamayan Muhamad Rifki Al Munajar Muhammad Ichsan Muhammad Ichsan Muhammad Ridwan Muhammad Zainal Fanani Mukhaladun , Wildatun Mursyid, Risalatul Nenah, Sephia Nurafiani Niki Salma Ninda Audia Suci Mutiara Nopiyanti, Nurdira Maisarah Novi Maryani Nurfitria Salsabila Nurkilah, Siti Nuryani Rustaman Paulo Weslem Gomes Paulo Weslem Portal Gomes Pupu Fauziah, R. Siti R. Rasmitadila R. Siti Pupu Fauziah Rahmi Khoerur Rizki Ramdani Rasmitadila, Rasmitadila Ratna Sartika Reni Mulyani Riska Pratiwi Risma Ananda Rizkia Syafia Qalbi Roestamy, Martin Ruhiyat, M. Deni Ruhiyat, M.Deni Rusli, Radif Khotamir Salsabila, Khansa Aqil Sania Ayu Lestari Sartika, Dewi Maya Sendika, Annisa Sae Sesrita, Afridha Siti Alfiah Siti Melia Siti Sarah Apriliani Sudjani, Desky Halim Sugeng Santoso Sulastri, Asri Sumarni, Dedeh Suwarjono Suwarjono Suwarjono Suwarjono Suwarjono Suwarjono Suwarjono Suwarjono Suwarjono, Suwarjono Sya, Mega Febriani Syukri Indra Tamy, Ervin Agia Teguh Prasetyo Topik Hidayat Tuti Rahmawati Uslan Uslan Wilis Firmansyah Willis Firmansyah Wiworo Retnadi Rias Hayu, Wiworo Retnadi Rias Yudianto SA Yuni Nursaniah, Siti Yusuf Safari Zahra Khusnul Lathifah Zaini Rahmawati, Zaini Rahmawati