Claim Missing Document
Check
Articles

TINGGALAN ARKEOLOGIS BENTENG LIWU WAWONO DI KECAMATAN MAWASANGKA KABUPATEN BUTON TENGAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA Watlada Rauf; Aslim Aslim; Salniwati Salniwati
SANGIA JOURNAL OF ARCHAEOLOGY RESEARCH Vol. 6 No. 1: June 2022
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v6i1.1687

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) Menjelaskan Latarbelakangi Sejarah situs benteng Liwu Wawono di Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah. (2)Menjelaskan apa saja tinggalan Arkeologi di situs benteng Liwu Wawono (3) Menjelaskan FungsiBenteng Liwu Wawono Sebagai Pertahanan dan pemukimanKesultanan Buton di Mawasangka.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Latar belakangipembangunan Benteng Liwu Wawono yaitu sebagai strategi pertahanan dan keamanan guna melindungi masyarakat dari gangguan serangan yang akan datang (musuh) yang bermukim di Benteng Liwu Wawono. (2) Tinggalan arekeologis yang ada di Benteng Liwu Wawono terdiri atas Makam Kuno, dan Baruga, liang kuno serta temuan-temuan lepas berupa pecahan kramik, moluska dan pecahan gerabah. (3) Fungsi Benteng Liwu Wawono adalah sebagai tempat pertahanan pada Kesultanan Buton di bagianBarat Benteng Keraton Buton guna melindungi dari gangguan serangan musuh yang akan datang. selanjutnya Benteng ini sekarang dijadikan sebagai tempat pemukiman dan perkebunan masyarakat setempat.
PELATIHAN JURNALISTIK DALAM MENULIS BULETIN DENGAN KONTEN BUDAYA Salniwati Salniwati; Komang Wahyu Rustiani; Faika Burhan; Nurtikawati Nurtikawati; Wa Ode Heli; Laode Alimin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i2.5932

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan implementasi Program MBKM yang mengangkat judul pelatihan jurnalistik dalam menulis buletin dengan konten budaya. Tujuan kegiatan ini Untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tahapan pelatihan jurnalistik dalam menulis buletin dengan konten budaya dan mendeskripsikan dan menjelaskan konten budaya yang berhasil diliput untuk menulis buletin oleh peserta kegiatan pelatihan jurnalistik. Sasaran dari kegiatan ini adalah mahasiswa pada salah satu program studi di Universitas Kota Kendari yang memiliki minat dan bakat jurnalistik namun belum memiliki pengetahuan dan keterampilan menulis jurnalistik yang baik. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi pembekalan tentang konsep jurnalistik, etika dan cara kerja jurnalis, cara peliputan berita dan cara menuliskannya dalam bentuk buletin dengan konten budaya. Media yang digunakan dalam kegiatan ini adalah applikasi whatsApp, google meet dan peralatan pembekalan materi dan perlengkapan meliput berita. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah terwujudkan tahapan pelatihan jurnalistik yang meliputi tahap tutorial pembekalan jurnalistik, Pelatihan Meliputan berita tentang warisan budaya tangible di lapangan, rapat redaksi penyusunan naskah buletin dengan konten budaya dan tahap penerbitan buletin pada media cetak. Konten buletin budaya yang dihasilkan berupa deskripsi warisan budaya tangible penggalan masa kolonila Jepang di Kota Kendari. Inilah salah satu dampak positif dari program MBKM yang membuka ruang dan kreatifitas dosen dan genersi muda untuk berkarya memajukan Indonesia, khususnya melalui dunia pendidikan.
STRATEGI PERTAHANAN JEPANG BERDASARKAN TINGGALAN ARKEOLOGI DI KECAMATAN POLEANG SELATAN KABUPATEN BOMBANA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Naswir Naswir; Aswati Aswati; Salniwati Salniwati
SANGIA JOURNAL OF ARCHAEOLOGY RESEARCH Vol. 6 No. 2: December 2022
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v6i2.1910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa fungsi setiap tinggalan Jepang dan bagaimana strategi pertahanan Jepang berdasarkan tinggalan arkeologi di Kecamatan Poleang Selatan Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan teori Arkeologi, medan pertempuran dan teori Arkeologi Ruang. Metode penelitian berupa kuantitatif sebagai teknik pengumpulan data berupa studi pustaka. Metode kualitatif metode yang dilakuakan dilapangan yaitu survei permukaan, perekaman data setiap tinggalan dan wawancara. Pengolahan dan Analisis data menggunakan analisis data sejarah, analisis morfologi dan analisis kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggalan arkeologi yang ditemukan di Kecamatan Poleang Selatan berjumlah 42 tinggalan yaitu Wales berumlah 1, Revetment berjumlah 38, Bunker berjumlah 1, dan terowongan buatan Jepang berjumlah 2. Pembangunan setiap tinggalan arkeologis Jepang tersebut menunjukan strategi Jepang dalam menghadapi dan menghalau serangan sekutu. Strategi yang di gunakan Jepang yaitu memabanguna dan menempatkan sarana militer Jepang di area penting dan strategis yaitu area bendara, jety (dermaga) dan jalan utama.
IDENTIFIKASI KOMPLEKS MAKAM KUNO PONGGAWA MOITA DI DESA BAROWILA KECAMATAN TONGAUNA UTARA KABUPATEN KONAWE PROVINSI SULAWESI TENGGARA Susi Susanti; Abdul Alim; Salniwati Salniwati
SANGIA JOURNAL OF ARCHAEOLOGY RESEARCH Vol. 6 No. 2: December 2022
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v6i2.1912

Abstract

Penelitian ini mengkaji variasi bentuk dan unsur budaya yang mempengaruhi Kompleks makam kuno ponggawa moita di Desa Barowila, Kecamatan Tongauna Utara, Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara. Masalah yang diangkat pada penelitian ini adalah bagaimana bentuk-bentuk makam kuno pada kompleks makam ponggawa moita dan unsur budaya apa yang mempengaruhi bentuk kompleks makam kuno kuno ponggawa moita di desa barowila, kecamatan tongauna utara, kabupaten konawe. Tujuan Penelitian ini untuk mengkaji bentuk makam, dan unsur budaya yang mempengaruhi makam tua di Desa Barowila, Kecamatan Tongauna Utara, Kabupaten Konawe. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif analitis. Tahap pengumpulan data dengan cara Observasi, Wawancara, Dokumentasi dan Studi Pustaka. Dalam analisis data penelitian ini menggunakan analisis morfologi (bentuk) dan analisis teknologi (pembuatan dan bahan baku). Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 7 makam. Dari 7 makam pada kompleks makam ponggawa moita ini memiliki 3 jenis tipe makam yaitu (pertama) Tipe A1 makam dengan jirat dan nisan tanpa gundukan dengan jumlah makam sebanyak 4 makam. (Kedua) Tipe A2 dengan gundukan tanpa jirat dan nisan dengan jumlah 2 makam. (ketiga) Tipe A3 dengan gundukan dan nisan tanpa jirat dengan jumlah makam sebanyak 1 makam. Unsur budaya pada kompleks makam Ponggawa Moita adalah unsur budaya megalitik. Hal ini dibuktikan pada jirat makam yang terbuat dari sususan batu alam dan adanya ziarah kubur masyarakat, yang dipengaruhi oleh unsur budaya pra-Islam masuk di Kabupaten Konawe. Dari hasil penelitian ini dapat di jelaskan bahwa terdapat nilai kultural, historis dan arkeologis yang tinggi pada kompleks makam Ponggawa Moita
ANALISIS BENTUK KERUSAKAN DAN UPAYA PENANGANANNYA BENTENG BONE-BONE DI DESA BONE KECAMATAN BATUKARA Burhan Alwi; Salniwati Salniwati; Akhmad Marhadi
SANGIA JOURNAL OF ARCHAEOLOGY RESEARCH Vol. 7 No. 1: June 2023
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v7i1.2175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kerusakan dan upaya penanggulangan kerusakan yang terdapat pada Benteng Bone-Bone yang terletak di Kecamatan Batukara Kabupaten Muna. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif didukung dengan bentuk penalaran induktif. Analisis data yang digunakan dalam pemecahan rumusan permasalahan dalam penenlitian ini memnggunakan analisi kerusakan dan analisis konservasi. Selain analisis data, dalam upaya pemecahan rumusan permasalahan juga menggunakan landasan konseptual yaitu konsep kerusakan, pelapukan, vandalisme dan konsep konservasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bentuk kerusakan yang terdapat pada Benteng Bone-Bone terdiri atas empat yakni (1) kerusakan mekanis ditandai dengan runtuhan-runtuhan dinding Benteng Bone-Bone,(2) pelapukan fisis yautu adanya rongga dan lubang pada lapisan material batu, (3) pelapukan biologis yaitu kerusakan akibat akar tumbuhan pohon yang merusak dinding benteng dan (4) vandalisme yaitu adanya pencurian nisan makam dan pengrusakan pada jirat makam. Upaya penanganan kerusakan pada benteng tersebut yaitu dengan melakukan pembersihan, restorasi atau reparasi, pemberian pagar keliling dan penataan lingkungan serta pemberian dan penguatan payung hukum.
SEBARAN GUA DAN CERUK PRASEJARAH DI DESA PADALERE UTAMA Hendra Saputra; Syahrun Syahrun; Salniwati Salniwati
SANGIA JOURNAL OF ARCHAEOLOGY RESEARCH Vol. 7 No. 1: June 2023
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v7i1.2179

Abstract

ABSTRAK Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) Gua dan Ceruk Prasejarah apa saja yang ada di Desa Padalere Utama, Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara (2) Bagaimana karakteristik Gua dan Ceruk Prasejarah di Desa Padalere Utama, Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara. Penelitian ini menggunakan metode penalaran induktif yaitu pernyataan secara khusus yang disimpulkan secara umum. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu data kepustakaan, data lapangan (observasi), dan wawancara. Selain itu, teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis morfologi dan analisi kontekstual. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukan bahwa ada sekitar 14 gua dan 2 ceruk yang ada di desa Padalere Utama ini dan masing- masing gua dan ceruk memiliki potensi adanya tinggalan arkeologis di dalamnya. Beberapa tinggalan arkeologis yang dapat ditemukan adalah moluska, tulang belulang, gerabah, alat batu,keramik dan gambar cadas. Dari banyaknya gua dan ceruk yang ditemukan, tinggalan arkeologis yang mendominasi adalah berupa moluska. Selain itu, karakteristik gua dan ceruk dapat dilihat dari keadaan morfologi, keadaan lingkungan dan keadaan tinggalan arkeologisnya. Sebaran gua dan ceruk prasejarah di Desa Padelere Utama dengan lingkungan yang mendukung kehidupan manusia prasejarah saai itu, menunjukan adanya budaya dan peradaban manusia serta imigrasinya. Kata Kunci: Sebaran; Gua; Ceruk; Karakteristik; Tinggalan Arkeologis
SOSIALISASI NILAI PENTING TINGGALAN ARKEOLOGI PRASEJARAH DI DESA SAWAPUDO, KECAMATAN SOROPIA Salniwati Salniwati; Abdul Alim; Arie Tourisno Hadi; Sandy Suseno; Syahrun Syahrun; La Ode Aspin; M. Hafiz Sukri; Bainuddin Bainuddin; Cisilia Saragi; Muh. Syawal Zul Saputra
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19704

Abstract

Sosialisasi Nilai Penting Tinggalan Arkeologi Prasejarah di Desa Sawapudo, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara bertujuan untuk memberikan ilmu pengetahuan tentang nilai penting cagar budaya dan manfaatnya terdadap kehidupan masyarakat. Faktor alam dan juga manusia sangat erat kaitannya dalam eksistensi dan pelestarian cagar budaya. Dari nilai yang terkandung di dalamnya, maka dapat berperan untuk pebentukan kareakter masyarakat. Karakter yang dimaksud adalah tumbuhnya cinta terhadap warisan budaya bendawi (tangible) dan implementasi nilai-nilai di dalamnya yang berguna untuk kehidupan saat ini dan masa yang akan datang. Untuk itu, perlu dilakukan sosialisasi nilai-nilai tersebut khususnya kepada masyarakat tentang nilai-nilai penting tinggalan Arkeologi Prasejarah di Desa Sawapudo. Adapun metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi survey kawasan situs prasejarah di Desa Sawapudo, Tutorial langsung kepada masyarakat, serta presentasi situs Tinggalan Arkeologi Prasejrah berupa temua karakteristik bentukdan ragam hias tembika yang terdapat di Gua Sawapudo Desa Sawapudo. Langka terkahir adalah wawancara terhadap masyarakat terkait manfaat pelaksanaan kegiatan sosialisasi nilai penting tinggalan Arkeologi Prasejarah didesa tersebut. Dari hasil kegiatan ini mampu menanamkan kembali nilai-nilai luhur warisan leluhur dan budaya Indonesia yang kaya akan karakter seni dan adanya kesadaran masyarakat Desa Sawapudo untuk ikut serta melestarikan cagar budaya Bangsa Indonesia sudah mulai terbentuk. Untuk itu, kegatan seperti ini diharapkan dapat terus diterapkan untuk menjaga kekaayan warisan budaya Indonesia
TRADISI POKADULU PADA MASYARAKAT MUNA STUDI DI DESA WALELEI KECAMATAN BARANGKA KABUPATEN MUNA BARAT Mei Hardina; Wa Kuasa Baka; Salniwati Salniwati
LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya Vol 1 No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari - Juni 2018
Publisher : Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Univeritas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lisani.v1i1.434

Abstract

Penelitian mengenai “Tradisi Pokadulu pada Masyarakat Muna di Desa Walelei Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat” adalah sebuah penelitian yang tujuan untuk mendeskripsikan manfaat tradisi gotong royong (Pokadulu) pada masyarakat di Desa Walelei Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat, serta untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi tradisi gotong royong (Pokadulu) pada masyarakat di Desa Walelei Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat.Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif dengan informan penelitian yakni Kepala Desa, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda serta masyarakat umum di Desa Walelei, yang diambil secara sengaja (purposive sampling). Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi/pengamatan terlibat (participatory observation), wawancara mendalam (indepth interview), dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa manfaat tradisi gotong royong (Pokadulu) pada masyarakat di Desa Walelei Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat berupa efisiensi pekerjaan, dan terciptanya harmonisasi atau kerukunan masyarakat desa. Sedangkan strategi tradisi Pokadulu pada masyarakat di Desa Walelei Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat melalui tiga instrumen sebagaimana yang dimaksud oleh Koentjaraningrat (1990) yakni enkulturasi, internalisasi dan sosialisasi.
EKSISTENSI NILAI TOLONG MENOLONG (ASSITULU-TULUNGENG) PADA PROSES PERNIKAHAN ETNIS BUGIS: (Studi Kelurahan Boepinang Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana) Muhammad Sabri; La Ode Dirman; Salniwati Salniwati
LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya Vol 2 No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Univeritas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lisani.v2i2.736

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk memahami bentuk-bentuk tolong menolong pada proses pernikahan Etnis Bugis di Kelurahan Boepinang Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana. (2) Untuk mengetahui Implikasi Tolong menolong pada proses pernikahan Etnis Bugis di Kelurahan Boepinang Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana. (3) Untuk mengetahui Nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam proses pernikahan Etnis Bugis di Kelurahan Boepinang Kecamatan Poleng Kabupaten Bombana. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berlokasi di Kelurahan Boepinang Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui penelitian lapangan (Field work) dengan tujuan untuk memperoleh data secara langsung dilapangan dengan menggunakan teknik pengamatan dan wawancara mendalam serta diperkuat dengan dokumentasi. Hasil penelitian megenai Eksistensi Nilai Tolong Menolong (Assitulu-Tulungeng) Pada Proses Pernikahan Etnis Bugis (Studi Kelurahan Boepinang Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana) menunjukkan bahwa bentuk tolong menolong nampak terlihat mulai dari pembuatan pelaminan, namun tolong menolong tersebut sudah mulai memudar. Hal ini disebabkan banyaknya masyarakat yang lebih memilih untuk menyewa tenda pelaminan atau yang disebut dengan tenda jadi. Adapun implikasi dari adanya penyedia jasa pelaminan tersebut berakibat pada tolong menolong yang mulai memudar. Selain itu, penulis menemukan adanya nilai tolong menolong dalam proses pernikahan etnis bugis. Adapun nilai tersebut meliputi (1) Nilai kekerabatan, (2) Status Sosial, (3) Penghargaan terhadap perempuan. Namun secara umum nilai tolong menolong dalam pernikahan etnis bugis mengandung nilai selaras (orientasi horizontal), nilai loyalitas (orientasi vertikal), nilai konformitas (sama rata sama rasa), dan nilai kebersamaan (saling tergantung) tradisi dalam proses pernikahan masih di pertahankan oleh masyarakat bugis di Kelurahan Boepinag Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana.
RITUAL BANTANG PADA SUKU BAJO DI DESA TASIPI KECAMATAN TIWORO UTARA KABUPATEN MUNA BARAT Riski Hamriani; Sitti Hermina; Salniwati Salniwati
LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya Vol 2 No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Univeritas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lisani.v2i2.737

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pelaksanaan ritual bantang, dan mendeskripsikan makna simbolik yang terkandung dalam ritual bantang. Lokasi penelitian yang dipilih adalah di Desa Tasipi Kecamatan Tiworo Utara Kabupaten Muna Barat. penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Cara pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan secara langsung dan ikut terlibat pada saat proses ritual bantang, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskripsi melalui tiga alur yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga tahap pada proses pelaksanaan ritual bantang, yakni tahap awal persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir. Pada tahap awal persiapan ritual bantang sehari sebelum dilaksanakan pihak keluarga memberitahukan panguleh (sandro atau dukun beranak). Kemudian pihak keluarga menyiapkan media yakni lapa-lapa, ketupat, songkol, bedak kuning, kelapa, cincin emas, kucing, dan sangkineh. setelah itu melakukan baca-baca, lalu dilanjutkan duduk bersilang berhadapan dengan panguleh (dukun beranak). Selanjutnya tahap pelaksanaan mengangkat wadah dan memutarnya tiga kali. Pada tahapan akhir tetangga yang datang dipersilahkan untuk makan. Pada setiap tahap tradisi ini memiliki simbol, pada simbol-simbol tersebut memiliki makna secara umum, yaitu sebagai pengharapan akan adanya pertolongan Allah SWT agar bayi kelak menjadi anak yang memiliki kepribadian yang baik.
Co-Authors Abdul Alim Abdul alim Abdul Rahman Afingki, Afingki Akhmad Marhadi Alias Alias Anisa Anisa Arie Tourisno Hadi Arie Toursino Hadi Arif Wicaksono Aslim Aslim Aswati Aswati Bainuddin Bainuddin Bilal Akbar Muhammad Arsad Burhan Alwi Burhan, Faika Cisilia Saragi Dewi Puspita Ningsih Dian Ardianti Faika Burhan fera margawati Hayati, Sitti Nur Hekta Plantikano Hekta Plantikano Hendra Saputra I Gusti Made Swastya Dharma Pradnyan Ishak Kadir Jaimun, Jaimun Kadek Arni Suwedawati, Gusti Ayu Kafidah Kafidah, Kafidah Komang Wahyu Rustiani Komang Wahyu Rustiani La Ode Aspin La Ode Dirman La Ode Muhammad Ilham La Ode Syukur Laode Alimin Lestari, Dian Trianita M. Hafiz Sukri Marhini, La Ode Martina, Feny Mei Hardina Muh Alkautsar Muh. Syawal Zul Saputra Muhammad Sabri Mukminah Naswir Naswir Nurtikawati Nurtikawati Nurtikawati Nurtikawati Nurtikawati Nurtikawati, Nurtikawati Nurul Hikmah Pradnyan, I Gusti Made Swastya Dharma Putri S Rahmayani Rahmat Sewa Suraya Rahmat Sewa Suraya Rida Rida Rihu, Agus Rika Afriana S Riski Hamriani Rosniati Rosniati Rosnon, Mohd Roslan Rustiani, Komang Wahyu Safitri, Elsa Mayora Said, Taufiq sandy suseno Saputra, Muh Syawal Zul Saputri Handayani Saputri, Shinta Arjunita Sarsina Meyni Usman Sarsina Meyni Usman siswardin siswardin Sitti Hermina Sofia Sofia, Sofia Suryadmaja, Galih Suseno, Sandy Susi Susanti Syafryadin, Syafryadin Syahrun Syahrun Syahrun Syahrun Syahrun Syahrun Syahrun, Syahrun Syahrun Syahrun, Syahrun Thevistha, Visthalya WA KUASA Wa Ode Ato Wa Ode Heli Watlada Rauf Yusma Yusma Yusma Yusma