Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KESIAPAN KERJA ALUMNI JURUSAN TRADISI LISAN MELALUI PELATIHAN USAHA KECIL DAN MENENGAH Shinta Arjunita Saputri; La Ode Marhini; Agus Rihu; Salniwati Salniwati; Dian Trianita Lestari; Taufiq Said
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37907

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan kerja alumni jurusan Tradisi Lisan melalui pelatihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Peningkatan kesiapan kerja tersebut diwujudkan dalam bentuk pembekalan pengetahuan dan skill alumni melalui sosialisasi dan pelatihan terkait dengan UMKM berbasis kearifan lokal khususnya kerajinan nentu di Kota Kendari. Hal ini penting dilakukan karena berdasarkan analisis hasil tracer study dan FGD diperoleh informasi bahwa mahasiswa jurusan Tradisi Lisan mengalami kesulitan mencari pekerjaan di periode awal kelulusan. Pengabdian ini dilaksanakan dengan tiga tahapan yaitu 1) tahapan persiapan terdiri dari: a) pembentukan tim, b) koordinasi kegiatan baik secara teknis dan administrasi dengan stakeholder terkait, dan c) identifikasi masalah secara parsial, 2) tahapan pelaksanaan kegiatan terdiri dari: a) Pelaksanaan FGD, b) Pelaksanaan Sosialisasi, dan c) Pelatihan (Praktik), dan 3) tahap evaluasi. Peserta dalam kegiatan ini adalah alumni yang tercatat sebagai lulusan baru pada Jurusan Tradisi Lisan. Lokasi pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di UPPKS Kerajinan Nentu Hati Mulia. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa peserta sangat antusias baik dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan dan berdasarkan hasil kuesioner dan wawancara yang dilakukan terdapat 80 % dari total peserta sangat tertarik untuk menekuni kerajinan nentu baik dalam konteks pemasaran maupun menjadi pengrajin nentu. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini memiliki peran penting dalam mengatasi atau mengurangi masa tunggu kerja alumni yang dapat berdampak positif pada peningkatan mutu lulusan dan mutu jurusan.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN BULETIN PURBAKALA EDISI DESEMBER 2023 Salniwati Salniwati; Faika Burhan; Rahmat Sewa Suraya; Sandy Suseno; Komang Wahyu Rustiani; I Gusti Made Swastya Dharma Pradnyan; Jaimun Jaimun; Visthalya Thevistha; Nurul Hikmah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.42947

Abstract

Tujuan kegiatan penegbdian ini yaitu untuk mendeskripsikan tahapan pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan Buletin Purbakala Edisi Desember 2023 dan mendeskripsikan Buletin Purbakala Edisi Desember 2023 yang dihasilkan oleh peserta kegiatan. Metode pengabdian ini dilakukan dengan 3 (tiga) tahapan yaitu tutorial, pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukan bahwa tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi tutorial tentang konsep jurnalistk, produk jurnalistik, konsep buletin dan tata cara pembuatan buletin serta pembentukan tim redaksi. Tahap selanjutnya adalah pelatihan desain cover bulletin, desain layout, penentuan tema dan topik, tata cara menarasikan isi rubrik dan penyusunan daftar pustaka.  Tahap terakhir adalah pendampingan yang merupakan tindaklanjut pelatihan yang meliputi pendampingan finalisasi desain cover Buletin Purbakala Edisi Desember 2023, desain dan inovasi tampilan gambar, menarasikan gambar dalam rubrik, serta penyusunan daftar pustaka dengan style dan font tertentu. Selanjutnya, buletin yang dihasilkan oleh peserta kegiatan berupa buletin ilmiah dengan tema, “Arkeologi Islam” dan topiknya, “Memahami Jejak Peradaban Islam: Penelusuran Arkeologi Islam di Sulawesi Tenggara”. Buletin yang dihasilkan juga dilengkapi dengan cover, tim redaksi, desain layout, rubrik, narasi rubrik, halaman, dan daftar pustaka. Kegiatan pengabdian ini membawa dampak positif, baik dalam bidang ilmiah, skill maupun psikologis yang berupa dorongan dan antusias untuk berkarya, khususnya pada generasi muda yang merupaka peserta kegiatan.
The Soundmark of Tradition: Communicative Functions of Pentatonic Music in the Gula Gending Street Trade of West Nusa Tenggara Galih Suryadmaja; Nurtikawati Nurtikawati; Salniwati Salniwati; Qian Xiang Yun
Keteg : Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi Vol. 26 No. 1 (2026): Keteg: Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi
Publisher : Surakarta: Jurusan Karawitan Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/keteg.v26i1.8313

Abstract

This study investigates the communicative functions of pentatonic music in the Gula Gending street vending practice in West Nusa Tenggara, Indonesia, positioning it as a culturally embedded soundmark within everyday economic activity. While previous soundscape scholarship has largely foregrounded environmental listening, relatively little attention has been paid to the ways in which structured musical systems function as active communicative agents in informal economic contexts. Adopting an ethnomusicological ethnographic approach, this research integrates participant observation, in-depth interviews, and audio-visual documentation to examine the intersections between musical structure, performance practice, and socio-cultural context. The findings demonstrate that Gula Gending music operates as a multi-layered communicative system: it serves as an auditory marker of identity, a mechanism for attracting attention, a medium for transmitting cultural memory, and a facilitator of social interaction between vendors and consumers. The deployment of pentatonic structures enhances perceptual accessibility, enabling rapid recognition and response within fluid and dynamic street environments. Beyond its functional dimension, the music embodies symbolic meanings that link individual experience to broader collective cultural identities. This study contributes to ethnomusicology and sound studies by reconceptualizing the notion of soundmark as an active semiotic and economic practice rather than a passive acoustic phenomenon. Furthermore, it highlights the capacity of traditional musical forms to operate as adaptive communicative strategies within contemporary informal economies, offering critical implications for cultural sustainability and policy formulation.
The Importance of Archaeological Sites in the Hiuka Karst Lake Area, Routa, Southeast Sulawesi Sandy Suseno; Melanie Lapenant; Evrard Wadenbaum; Salniwati Salniwati; Dodi Satriadi; Wa Ode Sifatu; Danial Danial
Journal of Law, Social Science and Management Vol. 3 No. 1 (2026): January - June
Publisher : Yayasan Cipta Anak Bangsa (YCAB) Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/jlssm.v3i1.2051

Abstract

Background: The Hiuka Karst Lake area is rich in cultural heritage, including caves containing archaeological remains. Currently, this area is quite isolated but faces a very high level of threat due to destructive exploitation, including mining. Therefore, scientific arguments are needed to serve as a bargaining chip to preserve this area and prevent it from destructive exploitation. Therefore, it is necessary to examine its significance in accordance with Law No. 11 of 2010 concerning Cultural Heritage, thus making the existence of archaeological sites a key bargaining chip. Objective: This research examines archaeological data from cave sites containing archaeological remains in the form of various pottery, porcelain, stone artifacts, metal artifacts, and ecofacts. Methods: This research was conducted through direct exploration in the Hiuka Karst Lake area. Exploration data, including site location, variety of findings, and environmental context, were processed using a Geographic Information System approach to produce distribution maps and data tabulation. The GIS data processing results were then analyzed to formulate conclusions about the significance of the archaeological sites in the area. Results: The Hiuka Karst Lake area contains 20 archaeological caves containing pottery, stone artifacts, metal artifacts, porcelain, and ecofacts. The Hiuka Karst Lake area has historical, scientific, educational, and cultural significance, as stipulated in Law No. 11 of 2010 concerning Cultural Heritage. Conclusion: The Hiuka Karst Lake area is evidence of the development of early civilization in South Sulawesi, a key component in shaping the cultural identity of traditional communities in Southeast Sulawesi, and a space for developing scientific learning practices.  Keywords: Hiuka Karst Lake, Archaeological Remains, Significance, Cave Distribution
THE BALINESE DIASPORA IN THE MULTICULTURAL SOCIETY OF SOUTHEAST SULAWESI Rahmat Sewa Suraya; Mohd Roslan Rosnon; Komang Wahyu Rustiani; Salniwati Salniwati; Gusti Ayu Kadek Arni Suwedawati
Al-Qalam Vol. 30 No. 1 (2024)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v30i1.1354

Abstract

Multiculturalism can generally affect cultural degradation and serve as a basis forconflict. However, the Balinese tribe in Southeast Sulawesi is different. This research aims to discuss the existence of transmigrants in Jati Bali Village, West Ranometo Subdistrict, South Konawe Regency, and the existence of the Balinese amidmulticulturalism in Southeast Sulawesi society. Semiotic, existential, and symbolicinteractionism theories were used to reveal the problems. The data were analyzed using a critical approach with a qualitative descriptive method. The results showed that the Balinese were able to adapt, which was characterized by social interactions such as religious, socially oriented, food security-oriented, and security and order oriented.To maintain the existence of the Balinese, they preserveBalinese customs and traditions, as evidenced by the Narayanan construction, the Balinese houses architecture, and the Ogoh-ogoh procession.
Co-Authors Abdul alim Abdul Alim Abdul Alim Abdul Rahman Afingki, Afingki Agus Rihu Akhmad Marhadi Alias Alias Anisa Anisa Arie Toursino Hadi Arif Wicaksono Aslim, La Ode Aspin, La Ode Aspin, La Ode Aswati, Aswati Bainuddin Bainuddin Bilal Akbar Muhammad Arsad Burhan Alwi Cisilia Saragi Danial Danial Dewi Puspita Ningsih Dewi Puspita Ningsih Dian Ardianti Dodi Satriadi Evrard Wadenbaum Faika Burhan fera margawati Gusti Ayu Kadek Arni Suwedawati Hadi, Arie Toursino Hayati, Sitti Nur Hekta Plantikano Hekta Plantikano Hendra Saputra Hermina, Sitti I Gusti Made Swastya Dharma Pradnyan I Gusti Made Swastya Dharma Pradnyan Ishak Kadir Jaimun Jaimun Kafidah Kafidah, Kafidah Komang Wahyu Rustiani Komang Wahyu Rustiani Komang Wahyu Rustiani La Ode Dirman La Ode Marhini La Ode Muhammad Ilham La Ode Syukur Laode Alimin Lestari, Dian Trianita Martina, Feny Mei Hardina Melanie Lapenant Mohd Roslan Rosnon Muh Alkautsar Muh. Syawal Zul Saputra Muhammad Hafiz Sukri Muhammad Sabri Mukminah Mukminah Naswir Naswir Nurtikawati Nurtikawati Nurtikawati Nurtikawati Nurtikawati Nurtikawati Nurtikawati Nurtikawati, Nurtikawati Nurul Hikmah Pradnyan, I Gusti Made Swastya Dharma Putri S Rahmayani Qian Xiang Yun Rahmat Sewa Suraya Rahmat Sewa Suraya Rahmat Sewa Suraya Rida Rida Rika Afriana S Riski Hamriani Rosniati Rosniati Rustiani, Komang Wahyu Safitri, Elsa Mayora Sandy Suseno sandy suseno Saputra, Muh Syawal Zul Saputri Handayani Saputri, Shinta Arjunita Sarsina Meyni Usman Sarsina Meyni Usman Shinta Arjunita Saputri siswardin siswardin Sitti Hermina Sofia Sofia, Sofia Suryadmaja, Galih Suseno, Sandy Susi Susanti Syafryadin, Syafryadin Syahrun Syahrun Syahrun Syahrun Syahrun Syahrun Syahrun, Syahrun Syahrun Syahrun, Syahrun Taufiq Said Visthalya Thevistha WA KUASA Wa Ode Ato Wa Ode Heli Wa Ode Sifatu Watlada Rauf Yusma Yusma Yusma Yusma