Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN SELF-ESTEEM DENGAN KEBERANIAN MELAPOR CYBERBULLYING DI SMP Maulidia Farah Diba; Muhammad Andri Setiawan; Ririanti Rachmayanie Jamain
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.12426

Abstract

The development of digital technology has created opportunities for cyberbullying to occur among adolescents, particularly junior high school students. However, the reporting rate remains low, and one variable assumed to be related to the courage to report is self-esteem. Previous studies have mostly positioned self-esteem as a factor related to whether an individual becomes a victim or perpetrator of cyberbullying, whereas this study differs by focusing on the courage to report. This study aims to analyze the relationship between self-esteem and the courage to report cyberbullying in junior high school. A quantitative correlational approach was used with a sample of 167 seventh-grade students at SMP Negeri 24 Banjarmasin, selected using purposive sampling. Data were collected using two questionnaires, namely a self-esteem questionnaire and a courage to report cyberbullying questionnaire, and were then analyzed using Pearson’s Product Moment correlation. The results showed that students’ self-esteem and courage to report cyberbullying were both in the moderate category. In addition, self-esteem had a positive, significant, and strong relationship with the courage to report cyberbullying. In other words, the higher the students’ self-esteem, the greater their courage to report. These findings indicate that students’ self-esteem needs to be strengthened through guidance and counseling services because it is related to students’ courage to report cyberbullying cases. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah membuka celah munculnya cyberbullying di kalangan remaja, khususnya pada siswa SMP. Namun, tingkat pelaporan masih rendah, dan salah satu variabel yang diduga berkaitan dengan keberanian melapor adalah self-esteem. Kajian terdahulu banyak menempatkan self-esteem sebagai faktor yang berkaitan dengan posisi seseorang sebagai korban atau pelaku cyberbullying, sedangkan penelitian ini berbeda karena berfokus pada keberanian melapor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-esteem dengan keberanian melapor cyberbullying di SMP. Pendekatan kuantitatif korelasional digunakan dengan sampel sebanyak 167 siswa kelas VII SMP Negeri 24 Banjarmasin yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan dua angket, yaitu angket self-esteem dan angket keberanian melapor cyberbullying, kemudian dianalisis dengan Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-esteem dan keberanian melapor cyberbullying siswa sama-sama berada pada kategori sedang. Selain itu, self-esteem memiliki hubungan positif, signifikan, dan kuat dengan keberanian melapor cyberbullying. Dengan kata lain, semakin tinggi self-esteem siswa, semakin tinggi pula keberanian mereka untuk melapor. Temuan ini menunjukkan bahwa self-esteem siswa penting diperkuat melalui layanan bimbingan dan konseling karena berkaitan dengan keberanian siswa dalam melaporkan kasus cyberbullying.
ANALISIS SELF-DEFENSE TERHADAP KORBAN CYBERBULLYING PADA REMAJA DI SMA NEGERI 12 BANJARMASIN Siti Nurhaifa; Ririanti Rachmayanie Jamain; Muhammad Andri Setiawan
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.12686

Abstract

ABSTRACT Digital technological development and the increasing use of social media among adolescents have brought both positive and negative impacts, one of which is the rising incidence of cyberbullying that affects victims’ psychological conditions. This study focuses on the forms of self-defense mechanisms used by adolescent victims of cyberbullying at SMA Negeri 12 Banjarmasin in dealing with psychological pressure resulting from such experiences. This research employs a qualitative approach with a descriptive design. The research subjects were selected using purposive sampling, consisting of two student victims of cyberbullying, a Guidance and Counseling teacher, and the Vice Principal. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing, and validated through source and technique triangulation. The results indicate that victims employ nine forms of defense mechanisms, namely denial, projection, reaction formation, displacement, fixation, regression, repression, rationalization, and sublimation. The most dominant mechanism is reaction formation, reflected in the tendency of victims to remain friendly, calm, and positive despite experiencing emotional distress. The study concludes that defense mechanisms not only serve to reduce anxiety but also function as adaptive strategies for adolescents in maintaining social relationships and gaining environmental acceptance. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital dan meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan remaja telah membawa dampak positif sekaligus negatif, salah satunya adalah meningkatnya kasus cyberbullying yang berdampak pada kondisi psikologis korban. Penelitian ini berfokus pada bentuk-bentuk mekanisme pertahanan diri (self-defense mechanisms) yang digunakan remaja korban cyberbullying di SMA Negeri 12 Banjarmasin dalam menghadapi tekanan psikologis akibat pengalaman tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling yang terdiri dari dua siswa korban cyberbullying, guru Bimbingan dan Konseling, serta Wakil Kepala Sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban menggunakan sembilan bentuk mekanisme pertahanan diri, yaitu denial, proyeksi, reaction formation, displacement, fiksasi, regresi, represi, rasionalisasi, dan sublimasi. Mekanisme yang paling dominan adalah reaction formation, yang ditunjukkan melalui sikap tetap ramah, tenang, dan positif meskipun mengalami tekanan emosional. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa mekanisme pertahanan diri tidak hanya berfungsi sebagai cara mengurangi kecemasan, tetapi juga sebagai strategi adaptif remaja dalam mempertahankan hubungan sosial dan memperoleh penerimaan lingkungan.
HUBUNGAN KEBIASAAN MENONTON KONTEN HUMOR DI TIKTOK DENGAN PERILAKU COPING STRESS PADA GENERASI Z Zidan Al Fiqri; Ririanti Rachmayanie Jamain; Ali Rachman
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.13009

Abstract

ABSTRACT The development of social media has transformed the way individuals obtain entertainment and manage psychological pressure in their daily lives. One of the most widely used platforms among Generation Z is TikTok, which provides various types of content, including humorous content that may help individuals cope with stress. This study aims to describe the habit of watching humorous content on TikTok, examine stress coping behavior among Generation Z, and analyze the relationship between these variables. The study employed a quantitative approach using a correlational method. The sample consisted of 155 Generation Z respondents selected through purposive sampling. Data were collected using Likert-scale instruments developed based on Verplanken and Orbell’s theory to measure the habit of watching humorous content on TikTok and Lazarus and Folkman’s theory to assess stress coping behavior. Data were analyzed using descriptive statistics and Spearman’s rho correlation analysis. The findings indicate that the habit of watching humorous content on TikTok tends to be at a moderate level, while respondents generally demonstrate relatively high stress coping behavior. The study also found a positive and significant relationship between the habit of watching humorous content on TikTok and stress coping behavior among Generation Z. These findings suggest that engagement with humorous TikTok content may contribute to better stress management and coping abilities ABSTRAK Perkembangan media sosial telah mengubah cara individu memperoleh hiburan sekaligus mengelola tekanan psikologis dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu platform yang banyak digunakan oleh Generasi Z adalah TikTok yang menyediakan berbagai jenis konten, termasuk konten humor yang berpotensi membantu individu dalam menghadapi stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebiasaan menonton konten humor di TikTok, gambaran perilaku coping stress pada Generasi Z, serta menganalisis hubungan antara kedua variabel tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 155 responden Generasi Z yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui skala Likert yang disusun berdasarkan teori Verplanken dan Orbell untuk mengukur kebiasaan menonton konten humor di TikTok serta teori Lazarus dan Folkman untuk mengukur perilaku coping stress. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan menonton konten humor di TikTok cenderung berada pada tingkat sedang, sedangkan perilaku coping stress responden berada pada tingkat yang relatif tinggi. Penelitian juga menemukan adanya hubungan positif dan signifikan antara kebiasaan menonton konten humor di TikTok dengan perilaku coping stress pada Generasi Z. Temuan ini menunjukkan bahwa kebiasaan mengakses konten humor di TikTok berpotensi mendukung kemampuan Generasi Z dalam mengelola stres dan menghadapi tekanan psikologis sehari-hari.
Pengembangan Panduan Model Think-Pair-Share untuk Meningkatkan Komunikasi Empatik dalam Pencegahan Bullying di Sekolah Bantaran Sungai Ririanti Rachmayanie; Shoofii Syammari; Asih Nor Zahidah
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20756

Abstract

This study aimed to develop and test the effectiveness of a Think-Pair-Share (TPS) guideline to enhance empathic communication as a preventive effort against bullying among junior high school students. The study employed the Borg and Gall Research and Development model, limited to the initial product trial stage because the guideline was not yet ready for broader dissemination. Participants consisted of seven ninth-grade students at SMP Negeri 24 Banjarmasin who were selected based on low to moderate levels of bullying behavior, recommendations from the school counselor, and willingness to participate. The instruments included expert validation sheets, an empathic communication questionnaire based on Adler and Towne’s indicators, process evaluation, outcome evaluation, and a student satisfaction questionnaire. The feasibility test showed that the guideline was valid, with scores of 79.6% from the material expert, 91.5% from the media expert, and 97.9% from the practitioner. Normality testing indicated that the data were not normally distributed; therefore, the Wilcoxon Signed Rank Test was used. The results showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), which indicates a significant increase in students’ empathic communication after participating in group guidance using TPS. In addition, process, outcome, and satisfaction evaluations were in the very high category._____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas panduan model Think-Pair-Share (TPS) untuk meningkatkan komunikasi empatik sebagai upaya pencegahan bullying pada siswa SMP. Penelitian menggunakan metode Research and Development model Borg dan Gall, namun hanya dilaksanakan sampai tahap uji coba produk awal karena produk belum siap disebarkan secara luas. Subjek penelitian terdiri dari tujuh siswa kelas IX SMP Negeri 24 Banjarmasin yang dipilih berdasarkan tingkat perilaku bullying rendah–sedang, rekomendasi guru BK, serta kesiapan bekerja sama. Instrumen yang digunakan meliputi validasi ahli, angket komunikasi empatik berdasarkan indikator Adler & Towne, evaluasi proses, evaluasi hasil, dan angket kepuasan siswa. Hasil validasi menunjukkan kelayakan panduan dengan persentase 79,6% (ahli materi), 91,5% (ahli media), dan 97,9% (praktisi). Uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga analisis efektivitas menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), menandakan adanya peningkatan komunikasi empatik setelah layanan diberikan. Evaluasi proses, hasil, dan kepuasan juga berada pada kategori sangat tinggi, masing-masing 90%, 91,4%, dan 94%. Dengan demikian, panduan TPS dinyatakan layak dan efektif digunakan dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan komunikasi empatik siswa sebagai upaya pencegahan bullying.
Korelasi Harga Diri dan Keterbukaan Diri dalam Pelaksanaan Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah Menengah Pertama Ana Kholisa; M. Andri Setiawan; Ririanti Rachmayanie Jamain
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74779

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui tingkat harga diri dan keterbukaan diri siswa serta mengetahui hubungan antara harga diri dan keterbukaan diri dalam pelaksanaan layanan BK di SMPN 10 Banjarmasin. Pendekatan menggunakan kuantitatif dengan jenis korelasional. Teknik penarikan sampel menggunakan probability sampling dengan metode simple random sampling. Subjek penelitian berjumlah 104 siswa. Instrumen yang digunakan berupa angket yang terdiri dari angket variabel harga diri dan keterbukaan diri. Uji korelasi Pearson Product Moment untuk teknik analisis data. Hasil penelitian pada tingkat harga diri siswa termasuk kategori tinggi dengan persentase sebesar 53% sedangkan tingkat keterbukaan siswa dalam pelaksanaan layanan BK termasuk ke dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 49%. Hasil uji korelasi Pearson Product Moment dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien korelasi r = 0,539 yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan dengan kategori sedang antara harga diri dan keterbukaan diri. Hasil tersebut menunjukkan semakin tinggi harga diri siswa maka semakin tinggi keterbukaan diri siswa dalam pelaksanaan layanan BK. Temuan ini mengindikasikan bahwa guru BK perlu mengaplikasikan strategi layanan yang dapat meningkatkan harga diri siswa dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling.
EFEKTIVITAS PERMAINAN SNEAKY POLY TERHADAP KESADARAN PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TENTANG PERILAKU BULLYING Rahma Daniyah Oktaviani; Ririanti Rachmayanie Jamain; Hendro Yulius Suryo Putro
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.8625

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat menimbulkan dampak negatif bagi peserta didik. Rendahnya kesadaran terhadap perilaku bullying menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tindakan tersebut terus terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas permainan sneaky poly terhadap kesadaran peserta didik tentang perilaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-experiment dengan desain one group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 25 peserta didik kelas VIII D di SMP Negeri 27 Banjarmasin yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa angket kesadaran perilaku bullying yang diadopsi dari penelitian sebelumnya terdiri atas aspek penginderaan, pikiran, perasaan, dan tindakan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, uji N-Gain, dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai N-Gain sebesar -0.1484 berada pada kategori tidak efektif. Hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,623 (>0,05), sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test. Permainan sneaky poly dalam layanan bimbingan klasikal tidak efektif untuk meningkatkan kesadaran peserta didik tentang perilaku bullying pada peserta didik kelas VIII D di SMP Negeri 27 Banjarmasin.
EFEKTIVITAS TEKNIK REPARENTING DALAM KONSELING KELOMPOK UNTUK MEREDUKSI WOUNDED INNER CHILD PADA MAHASISWA Nurul Hikmah; Ririanti Rachmayanie J; Sulistiyana Sulistiyana
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.8776

Abstract

Wounded inner child merupakan konsep psikologis yang menggambarkan luka emosional pada masa kecil yang terbawa hingga masa dewasa dan dapat menghambat perkembangan psikologis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran wounded inner child pada mahasiswa sebelum dan sesudah diberikan layanan konseling kelompok dengan teknik reparenting, serta menganalisis efektivitasnya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen kuasi (pre-test post-test) yang melibatkan tiga orang mahasiswa dengan kategori tinggi. Subjek diberikan intervensi berupa empat sesi konseling kelompok dengan teknik reparenting, kemudian data pre-test dan post-test dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test menggunakan SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan skor wounded inner child ketiga subjek menurun secara konsisten dari kategori tinggi menjadi sedang, meskipun secara statistik penurunan ini belum signifikan (p = 0,677 > 0,05) akibat ukuran sampel yang sangat terbatas. Dapat disimpulkan bahwa teknik reparenting dalam konseling kelompok belum terbukti efektif secara statistik, namun menunjukkan potensi yang menjanjikan sebagai intervensi untuk mereduksi wounded inner child pada mahasiswa.
Pengaruh Musik Pop Terhadap Suasana Hati Generasi Z Nadiah Khasanah Putri; Ririanti Rachmayanie Jamain; Eklys Cheseda Makaria
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.669

Abstract

Musik pop merupakan salah satu genre musik yang banyak diminati oleh Generasi Z dan sering digunakan sebagai sarana hiburan maupun pengelolaan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran musik pop, gambaran suasana hati, serta pengaruh musik pop terhadap suasana hati Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausal-komparatif. Populasi penelitian berjumlah 362 siswa kelas X dan XI SMA Negeri 12 Banjarmasin dengan sampel sebanyak 190 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa skala musik pop yang disusun oleh peneliti dan skala suasana hati menggunakan Positive and Negative Affect Schedule (PANAS) yang dikembangkan oleh Watson et al. (1988). Analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik pop berada pada kategori sedang dengan frekuensi 73 responden (38%), sedangkan suasana hati berada pada kategori sedang dengan frekuensi 106 responden (56%). Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,464 (>0,05) dan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,003. Temuan tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara musik pop terhadap suasana hati Generasi Z. Musik pop hanya memberikan kontribusi sebesar 0,3% terhadap suasana hati, sedangkan 99,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
Hubungan Peer Support Dengan Pencegahan Cyberbullying Pada Siswa SMA Negeri 6 Banjarmasin Di Kawasan Lahan Basah Kalimantan Selatan Kanaya Aura Putri; Nina Permata Sari; Ririanti Rachmayanie Jamain
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.763

Abstract

Cyberbullying merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi pada remaja dan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kondisi psikologis maupun sosial. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam mencegah cyberbullying adalah peer support. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peer support dengan pencegahan cyberbullying pada siswa SMA Negeri 6 Banjarmasin di kawasan lahan basah Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 218 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen peer support dan instrumen pencegahan cyberbullying yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat peer support kategori sedang (89%) dan pencegahan cyberbullying kategori sedang (71%). Analisis korelasi Pearson Product Moment menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara peer support dan pencegahan cyberbullying (r = 0,744; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi peer support yang dimiliki siswa, semakin tinggi pula kemampuan pencegahan cyberbullying. Oleh karena itu, penguatan dukungan teman sebaya dapat menjadi salah satu strategi dalam upaya pencegahan cyberbullying di lingkungan sekolah.
Pengembangan Panduan Model Think-Pair-Share untuk Meningkatkan Komunikasi Empatik dalam Pencegahan Bullying di Sekolah Bantaran Sungai Ririanti Rachmayanie; Shoofii Syammari; Asih Nor Zahidah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 11 No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20756

Abstract

This study aimed to develop and test the effectiveness of a Think-Pair-Share (TPS) guideline to enhance empathic communication as a preventive effort against bullying among junior high school students. The study employed the Borg and Gall Research and Development model, limited to the initial product trial stage because the guideline was not yet ready for broader dissemination. Participants consisted of seven ninth-grade students at SMP Negeri 24 Banjarmasin who were selected based on low to moderate levels of bullying behavior, recommendations from the school counselor, and willingness to participate. The instruments included expert validation sheets, an empathic communication questionnaire based on Adler and Towne’s indicators, process evaluation, outcome evaluation, and a student satisfaction questionnaire. The feasibility test showed that the guideline was valid, with scores of 79.6% from the material expert, 91.5% from the media expert, and 97.9% from the practitioner. Normality testing indicated that the data were not normally distributed; therefore, the Wilcoxon Signed Rank Test was used. The results showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), which indicates a significant increase in students’ empathic communication after participating in group guidance using TPS. In addition, process, outcome, and satisfaction evaluations were in the very high category._____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas panduan model Think-Pair-Share (TPS) untuk meningkatkan komunikasi empatik sebagai upaya pencegahan bullying pada siswa SMP. Penelitian menggunakan metode Research and Development model Borg dan Gall, namun hanya dilaksanakan sampai tahap uji coba produk awal karena produk belum siap disebarkan secara luas. Subjek penelitian terdiri dari tujuh siswa kelas IX SMP Negeri 24 Banjarmasin yang dipilih berdasarkan tingkat perilaku bullying rendah–sedang, rekomendasi guru BK, serta kesiapan bekerja sama. Instrumen yang digunakan meliputi validasi ahli, angket komunikasi empatik berdasarkan indikator Adler & Towne, evaluasi proses, evaluasi hasil, dan angket kepuasan siswa. Hasil validasi menunjukkan kelayakan panduan dengan persentase 79,6% (ahli materi), 91,5% (ahli media), dan 97,9% (praktisi). Uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga analisis efektivitas menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), menandakan adanya peningkatan komunikasi empatik setelah layanan diberikan. Evaluasi proses, hasil, dan kepuasan juga berada pada kategori sangat tinggi, masing-masing 90%, 91,4%, dan 94%. Dengan demikian, panduan TPS dinyatakan layak dan efektif digunakan dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan komunikasi empatik siswa sebagai upaya pencegahan bullying.
Co-Authors Ainun Jariah Akhmad Sugianto Akhmad Sugianto Akhmad Sugianto Ali Rachman, Ali Ana Kholisa Andriyanto, Aurelia Andriyaniputri Ariliani, Tiara Asih Nor Zahidah Aswat, Bujang Ayu Christy Desy Putri Rahmadina Eklys Cheseda Makaria Fachry Abda El Rahman Febriana, Nina Firdausi, Rahmi Fiya Hukmuti Ghina Aulia Ghina Aulia Hairunisa Hairunisa Hairunisa Hairunisa, Hairunisa Halida Halida Halida Hamidah . Hendro Yulius Suryo Putro Hendro Yulius Suryo Putro Hidayanti, Nor Hizratun Nisa Isma Isma Isma, Isma Kanaya Aura Putri Karyono Ibnu Ahmad M. Andri Setiawan M. Arli Rusandi M. Nor Faizi Mahdina Munawarah Manurung, Verawati Maulidia Farah Diba Muhammad Andri Setiawan Muhammad Andri Setiawan Muhammad Andri Setiawan Muhammad Andri Setiawan Muhammad Arsyad Muhammad Ayub Muhammad Indra Sadewa Muhammad Irfan Hafidzi Nadiah Khasanah Putri Nidia Intan Larissa Nina Permata Sari Nina Permata Sari Nina Permata Sari Nina Permata Sari Noor Anida Rahmida Novitawati Novitawati Nur Azizah Nur Azizah Nuramalia, Nadya Nurul Hikmah Nuryana, Shinta Permatasari, Nina Putri, Ayu Aprilia Pangestu Rabiatul Janah Rahma Daniyah Oktaviani Rahmadina, Desy Putri Ramadhan, Muhamad Rico Raysa Nazwa Putri Rizka Amalia Rizki Widia Wati Rizky Ildiyanita Rizky Ildiyanita Rumina Rumina, Rumina S.Pd. ., Putu Ari Dharmayanti, S.Pd. Selamad Riyadi Setiawan, Muhammad Andri Shoofii Syammari Siti Khotimah Siti Nurhaifa Sulistiyana Sulistiyana, Sulistiyana Syammari, Shoofii Wahyu Adi Permana Wahyu Wahyu Zahidah, Asih Nor Zidan Al Fiqri