Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK SATAKO (SAMPAH TANAMAN KOPI) DI DESA TABA SATING KECAMATAN TEBAT KARAI KABUPATEN KEPAHIANG Fitranita, Vika; Makhrian, Andy; Purnama Sari, Julia; Sugara, Ayub; Akbar, Achmad; Tarisa; Dwi Kurniawan, Bagas; Fakhirah; Dearti, Fitri; Win Syaputra, Edo; Nanda Putri, Lyra; Aulia, Ramadha; Nur Azizah, Siti; Juwandi, Dwidriandito
TRIBUTE: JOURNAL OF COMMUNITY SERVICES Vol. 4 No. 2
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/tribute.v4i2.30738

Abstract

Limbah tanaman kopi menjadi permasalahan yang dihadapi oleh petani kopi di desa Taba Sating Kecamatan Tebat Karai. Salah satu solusi untuk mengurangi limbah kopi tersebut adalah dengan membuat pupuk organik dengan bahan dasar limbah kulit kopi. Limbah kulit kopi adalah salah satu jenis limbah organik yang dihasilkan oleh tanaman kopi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan potensi pemanfaatan limbah kopi sebagai pupuk kompos. Limbah dari tanaman kopi terdiri dari kulit kopi, ranting, daun yang gugur atau terbuang, dan biji kopi yang cacat. Limbah ini mengandung senyawa organik yang dapat bermanfaat apabila diolah menjadi pupuk untuk meningkatkan produksi tanaman. Pada pelaksanaannya dilakukan pembuatan pupuk sebanyak 1 kg, dengan bahan utama yang digunakan yaitu limbah kulit kopi kering sebanyak 500 gr.
PENGEMBANGAN MINAT DAN BAKAT ANAK-ANAK DESA BAJAK II TAHUN 2023 Anggoro, Ari; Makhrian, Andy; Sugara, Ayub; Purnama Sari, Julia; Rangga Aditya, Muhammad; Susanto, Jefri; Tanzul, Muhammad; Mery Leyani, Etika; Putri Amanda, Ericha; Yuriz Silviani, Nandini; Moneka, Kostari; Nur Arief Putri, Viche; Assabillah, Muhammad
TRIBUTE: JOURNAL OF COMMUNITY SERVICES Vol. 4 No. 2
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/tribute.v4i2.30739

Abstract

Pengembangan minat dan bakat pada anak-anak memiliki beberapa manfaat penting. Dalam hal ini membantu mereka mengenali potensi dan keahlian mereka sejak dini, yang dapat meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri. Selain itu, focus pada minat dan bakat juga membantu anak-anak mengembangkan keterampilan kritis seperti kreativitas,pemecahan masalah dan disiplin. Proses ini juga memungkinkan anak-anak untuk mengeksplorasi berbagai bidang dan menemukan apa yang mereka nikmati. Pengembangan minat bakat juga dapat menjadi sumber kegembiraan dan motivasi, membantu anak-anak menjaga semangat dan dedikasi dalam belajar dan berlatih. Mendengarkan dan memahami minat dan bakat anak-anak serta memberikan dukungan dan bimbingan yang positif, dapat membantu mereka tumbuh menjadi individu yang berbakat dan berpotensi.
PEMETAAN HABITAT BENTIK BERBASIS PIXEL PERAIRAN DANGKAL DI PULAU SEBARU BESAR KEPULAUAN SERIBU MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SENTINEL-2A: (Shallow Water Benthic Habitat Mapping based on Pixel in Sebaru Besar Island of the Kepulauan Seribu using Sentinel-2A Satellite Imagery) Ayub Sugara; Citra Arum Sari; Ari Anggoro; Esty Kurniawati; Ully Wulandari; Robin Saputra
Majalah Ilmiah Globe Vol. 24 No. 2 (2022): GLOBE VoL 24 No 2 TAHUN 2022
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Sebaru Besar merupakan bagian dari Kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu yang memerlukan pengawasan dan pengelolaan yang baik dan benar. Pendekatan berbasis piksel digunakan untuk memetakan habitat bentik di Pulau Sebaru Besar, Kepulauan Seribu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran habitat bentik dan menghitung tingkat akurasi hasil klasifikasi habitat bentik dengan data citra Sentinel-2A di Pulau Sebaru Besar Kepulauan Seribu. Penelitian ini memanfaatkan data citra satelit Sentinel-2A untuk membandingkan citra setelah koreksi kolom air dan tanpa koreksi kolom air dengan metode klaisfikasi maximum likelihood (MLH). Penelitian ini menggunakan data in situ yang digunakan untuk validasi data. Survei pengambilan data lapang dilakukan pada tanggal 03-12 Mei 2018 dan 04-10 Desember 2018. Metode klasifikasi MLH menghasilkan peta habitat bentik dengan tujuh kelas tutupan. Berdasarkan hasil penelitian klasifikasi berbasis pixel dengan metode klasifikasi MLH yang terkoreksi kolom air memberikan hasil keakuratan menyeluruh (overall accuracy) yang lebih baik (63,33%) dari pada yang belum terkoreksi kolom air (56,67%). Pemetaan habitat bentik berbasis pixel di Pulau Sebaru Besar dengan koreksi kolom perairan dapat meningkatkan akurasi pemetaan sebesar 6,66%.
EVALUASI TINGKAT AKURASI KLASIFIKASI HABITAT BENTIK PERAIRAN DANGKAL PADA PERBEDAAN JUMLAH KELAS MENGUNAKAN CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI: STUDI KASUS: PULAU SEBARU BESAR, KEPULAUAN SERIBU Ayub Sugara; Vincentius P. Siregar; Syamsul B. Agus
Majalah Ilmiah Globe Vol. 22 No. 2 (2020): GLOBE VOL 22 NO 2 TAHUN 2020
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Sebaru Besar merupakan salah satu pulau yang terdapat di bagian utara Kepulauan Seribu yang memliki keanekaragaman habitat perairan laut dangkal. Citra resolusi tinggi diintegrasikan dengan data observasi lapang dapat menjadi alternatif sumber informasi terkait habitat bentik perairan laut dangkal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi akurasi hasil klasifikasi habitat bentik perairan dangkal di Pulau Sebaru Besar Kepulauan Seribu menggunakan citra WorldView-2 dengan penerapan 9 dan 7 kelas serta melakukan uji akurasi hasil klasifikasi. Data citra WorldView-2 yang digunakan merupakan salah satu citra resolusi tinggi dengan resolusi spasial 1,84 x 1,84 meter2 yang diakuisisi pada tanggal 7 Mei 2018. Survei lapang habitat bentik perairan dangkal dilakukan pada tanggal 10-12 Mei 2018 dan 09-10 Desember 2018 dengan teknik foto kuadrat yang menghasilkan sampelsampel sebanyak 159 titik. Persentase tutupan habitat setiap foto kuadrat dianalisis dengan perangkat lunak Coral Point Count with Excel extensions (CPCe). Berdasarkan hasil penelitian akurasi klasifikasi pemetaan habitat bentik perairan dangkal untuk 9 dan 7 kelas dihasilkan akurasi sebesar 63,2% dan 67,5% dengan algoritma Maximum Likelihood Classification (MLC). Habitat bentik perairan dangkal dapat dipetakan dengan baik, sehingga bisa menjadi masukan basis data informasi untuk pengelola Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS) kaitannya dalam usaha monitoring habitat bentik terkhusus terumbu karang dan upaya konservasi habitat perairan laut dangkal.
PEMETAAN DISTRIBUSI SPASIAL PADANG LAMUN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SENTINEL-2A DI DESA BATU LUNGUN KECAMATAN NASAL KABUPATEN KAUR Riska Ayu Kurniati; Zamdial; Ayub Sugara
Majalah Ilmiah Globe Vol. 26 No. 1 (2024): GLOBE VOL 26 TAHUN 2024
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lamun merupakan tumbuhan tingkat tinggi (Anthophyta) yang tumbuh subur dilingkungan laut. Lamun di lingkungan perairan juga berfungsi sebagai habitat dan sumber makanan bagi berbagai jenis hewan, termasuk ikan, burung dan invertebrata. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan distribusi spasial lamun dan menghitung tingkat akurasi dengan data citra Sentinel-2A di Desa Batu Lungun Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur. Pengambilan data lapangan dilakukan secara systematic random sampling. Data diambil dengan metode Underwater Photo Transect (UPT) yang dilakukan di 138 titik dengan bantuan transek kuadrat berukuran 10 x 10 meter dengan jarak antar transek ±20 meter. Foto hasil survei lapang dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak CPCE (Coral Point Count with Excel Extensions). Berdasarkan hasil pengamatan di perairan Pantai Batu Lungun ditemukan 2 jenis lamun yaitu jenis Thallasia hemprichii dan Cymodocea rotundata. Luasan tutupan lamun jarang dengan kondisi tutupan lamun buruk sebesar 1,40 ha (12%), luas tutupan lamun sedang dengan kondisi sedang sebesar 2,76 ha (24%), luas tutupan lamun padat dengan kondisi baik sebesar 4,43 ha (39%) dan luas tutupan lamun sangat padat dengan kondisi sangat baik sebesar 2,82 ha (25%). Tingkat akurasi secara keseluruhan yaitu (Overall Accuration) yaitu sebesar 61,53 %.
Pemanfaatan Sumber Daya Lingkungan Eksisting Untuk Pengembangan Potensi Wilayah Sekitar Kampus Sugara, Ayub; Nugroho, Muhammad Nur Dita; Amrullah, Amir Husaini Karim
JURNAL KASTARA Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Pertanian_Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kastara.v4i1.1417

Abstract

Beringin Raya Village's position, near the Bengkulu University campus and directly adjacent to Central Bengkulu Regency, should allow it to flourish as a satellite area. This location has the potential to become a new hub of activity, serving as a gateway between Bengkulu City and its neighboring districts. However, the development of the area surrounding the school in Beringin Raya Village is slower than that of neighboring villages nearby. The restrictions of regional expansion in the Beringin Raya sub-district resulted in the formation of spaces between residential settlements with a high potential for agricultural, livestock, and home industry development. The agricultural and livestock sectors are not the primary economic drivers in the Beringin Raya sub-district. The realities on the ground demonstrate that some individuals earn a living as farmers, particularly vegetable and horticulture growers who work in settlements. Identification of surrounding environmental resources in Beringin Raya Village is the first step toward understanding the potential problems, possibilities, and risks that will arise in the area. Field observations and conversations with community leaders are part of the data collection process. The next stage following identification is to establish priorities. The development of the area surrounding the Bengkulu University campus is a difficult task that necessitates a collaborative approach. Various variables are interconnected and impact one another in attempts to solve existing problems. The study programs of Bengkulu University play a vital role in contributing ideas, research, devotion, and solutions to help overcome or decrease current difficulties. Collaboration with the government, stakeholders, and local communities is essential for developing and executing effective policies.
PAMERAN BATIK SUNGAI LEMAU SEBAGAI UPAYA PENGUATAN IDENTITAS BUDAYA DAN BRANDING KAMPUNG BATIK DI KABUPATEN BENGKULU TENGAH Angraini, Noverina; Anugrah Mahesya, Andes; Okta Asmaranti, Arini; L. Vini Siregar, Rosi; Purnama Sari, Julia; Sugara, Ayub; Lubis, Bustanudin; Makhrian, Andi; Afriliani, Dia
TRIBUTE: JOURNAL OF COMMUNITY SERVICES Vol. 5 No. 2
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/tribute.v5i2.37409

Abstract

Pameran Batik Sungai Lemau merupakan upaya yang signifikan dalam penguatan identitas budaya dan branding kampung batik di Kabupaten Bengkulu Tengah. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa Universitas Bengkulu. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat desa Panca Mukti, maka terjadi sinergi antara perguruan tinggi dengan masyarakat sebagai wujud knowledge demokrasi. Pengabdian ini bertujuan untuk untuk mengenalkan batik Sungai Lemau sebagai warisan budaya khas Bengkulu Tengah. Batik sungai Lemau dalam penguatan identitas budaya dan branding Kampung Batik di Kabupaten Bengkulu Tengah. Metodelogi pelaksaan kegiatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pameran Batik Sungai Lemau mampu memperkuat identitas budaya lokal melalui pengenalan motif batik yang khas, serta meningkatkan daya tarik kampung batik sebagai destinasi wisata budaya. Namun, tantangan masih ditemukan, terutama dalam hal kontinuitas pelaksanaan pameran dan dukungan dari berbagai pihak terkait serta keterbatasan Sumber Daya Manusia. Diperlukan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri kreatif dalam upaya pelestarian budaya dan pengembangan Kampung Batik.
Monitoring the Impact of Land Cover Change on Urban Heat Island with Remote Sensing & GIS Feri Nugroho; Ayub Sugara; Ayi Priana; An Nisa Nurul Suci
Geosfera Indonesia Vol. 8 No. 3 (2023): GEOSFERA INDONESIA
Publisher : Department of Geography Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/geosi.v8i3.27796

Abstract

The increasing need for land has resulted in a higher rate of land conversion and urbanization, leading to a rise in urban density and the occurrence of an Urban Heat Island (UHI) effect. The application of remote sensing and GIS can serve as a substitute for data collection in monitoring the UHI phenomena. This work utilizes Landsat 8 OLI satellite image data, namely band 10, to analyze Land Surface Temperature (LST). Bands 5 and 4 are employed to assess the distribution of Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) in Bekasi Regency during the years 2014 and 2020. The relationship between NDVI and LST is highly correlated as they can effectively forecast the influence of areas with sparse vegetation on temperature. The guided classification approach, employing the maximum likelihood algorithm and kappa validation, is utilized to evaluate alterations in land use. The kappa accuracy test yielded a score of 0.90% for 2014 and 0.99% for 2020. The research conducted between 2014 and 2020 revealed changes in land distribution. Specifically, the built-up land area increased by 99.92 Km2, empty land expanded by 280.82 Km2, bodies of water covered an additional 46.13 Km2, and vegetation expanded by 293.91 Km^2. According to the UHI research, it is evident that there has been a rise in surface temperature in Bekasi Regency from 2014 to 2020. In 2014, the minimum temperature reached 30 °C, and the maximum temperature reached 51 °C. In 2020, the minimum temperature was recorded at 34 °C, while the maximum temperature reached 52 °C.
Utilization of Sentinel-2 Imagery in Mapping the Distribution and Estimation of Mangroves' Carbon Stocks in Bengkulu City Ayub Sugara; Agung H. Lukman; Aninda W. Rudiastuti; Ari Anggoro; Muhammad F. Hidayat; Feri Nugroho; Ali M. Muslih; An Nisa N. Suci; Rifi Zulhendri; Marissa Rahmania
Geosfera Indonesia Vol. 7 No. 3 (2022): GEOSFERA INDONESIA
Publisher : Department of Geography Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/geosi.v7i3.30294

Abstract

The mangroves' aboveground biomass significantly contributes to the global carbon cycle or economic and ecological values. This makes knowledge about the spatial extent of the mangroves indispensable for policymakers. The sequence of mangroves’ condition range also requires remote sensing data to update the geographical information and synthesize carbon stock in Bengkulu. Therefore, this study aims to create a spatial distrribution of mangroves and evaluate their carbon stock in Bengkulu City using Sentinel-2 imagery. The semi-empirical method uses Sentinel-2 imagery through NDVI to appraise and picture the mangroves' aboveground carbon stock. An allometric equation was used to compute the mangroves' aboveground carbon stock from field measurements. Non-linear regression was used to establish a connection between the NDVI calculated from the Sentinel-2 imagery and the mangroves' aboveground biomass measured in the field, which was subsequently used for aboveground carbon estimation. The results showed that mangroves mapping could derive overall accuracy of 89.09%, where the high-density class existed in 135.12 Ha of total area. It was also discovered that Sentinel-2 imagery could estimate mangroves carbon stock up to 61%. The carbon stock estimation based on the imagery has a value of 16.3992 – 115.134 t C/ha, while that of field survey data ranges from 19.69 to 326.06 t C/ha. These results showed that Sentinel-2B spectral data is functional and has a good chance of being able to predict carbon stock. Keywords : Carbon; mangroves; NDVI; remote sensing; sentinel-2B Copyright (c) 2022 Geosfera Indonesia and Department of Geography Education, University of Jember This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share A like 4.0 International License
STUDI KERAPATAN DAN PENUTUPAN JENIS LAMUN DI PERAIRAN ENGGANO, BENGKULU Risnita Tri Utami; Wica Elvina; Yulfiperius Yulfiperius; Ayub Sugara; Ari Anggoro; Teddy Triandiza; La Ode Abdul Fajar Hasidu
JURNAL AKUAKULTUR, TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN PERIKANAN TANGKAP, ILMU KELAUTAN Vol 6 No 2 (2023): JOINT-FISH - Jurnal Akuakultur, Teknologi Dan Manajemen Perikanan Tangkap, Ilmu K
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar, Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/joint-fish.v6i2.263

Abstract

Seagrass has an important role in coastal ecosystems. Seagrass is a primary producer and constituent of habitats and ecosystems that support life on coral reefs and mangroves or coastal land The distribution of seagrass in Indonesia is quite extensive, covering almost all water areas in Indonesia. Information regarding the distribution of seagrass in the waters of Enggano Island is still limited, so a study is needed to provide information regarding the distribution of seagrass in this area. This study aims to identify the types of seagrass and variations in their density and cover on Enggano Island, Bengkulu. This research was conducted in March 2022 in Kaana Village, Enggano, Bengkulu. Seagrass data collection method using purposive sampling method. Sampling was carried out at four stations, where each station was repeated three times. Seagrass was identified at the research location; its density and closure were calculated. Measurement of water quality is done in situ. The results of this study indicate that three species of seagrass were found, namely Enhalus acoroides, Cymodocea rotundata and Halodule uninervis. However, the types of C. rotundata and H. Uninervis were scattered in all research stations. The highest cover was found at station 1 with 86% cover while the lowest cover was found at station 3 with 16% cover. There are variations in composition and density at each research station, this shows that there is environmental influence and there is not an even distribution of seagrass in the area
Co-Authors Adityo Raynaldo Afriliani, Dia Agung H Lukman Agung H. Lukman Agung Hasan Lukman Agung Hasan Lukman Ahmad Ilan Aprianto Akbar Abdurrahman Mahfudz Akbar, Achmad Alfiqi Maulana Ali Muhammad Muslih Ali Muqsit Ali Muqsit Amelia Suryanita Ami Nolisa Amir Husaini Karim Amrullah Amirizal Ammar Habibi An Nisa N. Suci An Nisa Nurul Suci An Nisa Nurul Suci An Nisa Nurul Suci Ana Ariasari Andy Makhrian Anggraini, Selva Angraini, Noverina Aninda W. Rudiastuti Anitya Dwi Putri Anitya Dwi Putri Anna Farida Anna Farida Anugrah Mahesya, Andes Ari Anggoro Ari Anggoro Ari Anggoro Ari Anggoro Ari Anggoro Ashabul Anhar Assabillah, Muhammad Aulia, Ramadha Ayi Priana Ayub Sugara Anggini Fuji Astuti Boby Bagja Pratama Bustanuddin Lubis Cindy Claudea Hanami Citra Arum Sari Cut Meurah Nurul ‘Akla Dearti, Fitri Deddy Bakhtiar Deddy Bakhtiar, Deddy Delvia Novitasari Durrah Hayati Durrah Hayati Dwi Kurniawan, Bagas Erlangga Erniati Esty Kurniawati Etha Marista Fahrurrozi, Fahrurrozi Fakhirah Feri Nugroho Feri Nugroho Feri Nugroho Feri Nugroho Feri Nugroho Firdha Iresta Wardani Firdha Iresta Wardani Fitranita, Vika Haikal Fikri, Muhammad Hasidu, La Ode Abdul Fajar Hefni Effendi Ida Rosita Ilhami, Bq Tri Khairani Imamshadiqin, Imamshadiqin Imanullah Jarulis Jarulis Jufrise, Siska Julia Purnama Sari Julia Purnama Sari Julia Purnama Sari Julia Purnama Sari Juwandi, Dwidriandito Lola Adres Yanti Lubis, Bustanuddin Lubis, Bustanudin Makhrian, Andi Makhrian, Andy Margono, Setio Marissa Rahmania Maryam Jamilah Maryam Jamilah Mery Leyani, Etika Miftakhul Munir Mohammad Nur Dita Nugroho Moneka, Kostari Mudjiono Muhammad Alsy Perdana Muhammad F. Hidayat MUJIZAT KAWAROE Mukti Dono Wilopo Mulkan Nuzapril Nanda Putri, Lyra Nella Tri Agustini, Nella Tri NEVIATY PUTRI ZAMANI Nirawandi, Iwan Nugroho, Muhammad Nur Dita Nur Arief Putri, Viche Nur Audina Nur Lina Maratana Nabiu Nurmeiliasari Okta Asmaranti, Arini Pardede, Meri Kristina Pratama, Wahyunda Priyono Prawito Putri Amanda, Ericha Rahmi Yuristia Rangga Aditya, Muhammad Ria Ramadhani Dafitri Rifi Suhendri Rifi Zulhendri Rifi Zulhendri Riska Ayu Kurniati Risnita Tri Utami Robin Saputra Romiza, Naziha Rosi L. Vini Siregar Rudiastuti, Aninda Wisaksanti Safaat, Muhammad Saiful Adhar Samsul Bahri septa, nickyastria Shofiyah, Sofi Siti Sigit Widianto Firsta Silvy Syukhriani Siti Nur Azizah, Siti Suryanita, Amelia Susanto, Jefri Syafa Aisyah Putri Syamsul B. Agus Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Syaputra, Andika Charles Tanzul, Muhammad Tarisa Teddy Triandiza Tuti Arlita Tuti Arlita Ulfa Hansri Ar Rasydi Ulfa Hansri Ar Rasyid Ulfah Anis Ully Wulandari, Ully Vincentius P Siregar Wica Elvina Win Syaputra, Edo Wulandari, Diah Anggraini Yola Wulandari, Yola Yudho Andika Yudho Andika Yulfiperius, Yulfiperius Yurike Yurike Yuriz Silviani, Nandini Zamdial Zamdial Zamdial Zamdial Zerli Selvika Zibar, Zan Zulkhasyni