Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Relationship between Knowledge Level and Attitude with Ovarian Cancer Early Detection Behavior at Ibnu Sina Hospital Makassar Raihan Aulia Arbani; Shofiyah Latief; Febie Irsandi Syahruddin; Hamsah Hamsah; Berry Erida Hasbi
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i9.286

Abstract

Ovarian cancer is a malignant tumor originating from the ovary with various histological types that can affect all ages, in the early stages of the disease does not show specific clinical symptoms. The Indonesian Society of Gynecologic Oncology recorded 354 cases of ovarian cancer and is the second most common gynecologic cancer. The high mortality rate is due to asymptomatic tumor growth, delayed onset of symptoms, and lack of proper screening so that ovarian cancer is only diagnosed at an advanced stage. Ovarian cancer cases that are recognized and found at an early stage and receive rapid and appropriate treatment and treatment will provide a better life expectancy. Currently, radiologic examinations for ovarian cancer detection include: Ultrasound, CT scan, PET scan, and MRI. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge and attitudes with the behavior of early detection of ovarian cancer at Ibnu Sina Hospital Makassar. Research using quantitative descriptive design with cross-sectional design. Of the 60 respondents obtained results based on the category of knowledge level in patients diagnosed with ovarian cancer who have good knowledge as many as 19 respondents (100%), enough as many as 10 (41.7%), less (5.9%) good category attitudes as many as 18 (40.9%), enough 12 (80.0%), less 0 respondents (0.0%). And for the level of knowledge in patients who are not diagnosed with ovarian cancer who have good knowledge 0 respondents (0.0%), enough 14 (58.3%), less knowledge as many as 16 (94.1%), good category attitudes 26 (59.1%), sufficient category attitudes 3 (20.0%), less category attitudes 1 (100.0%). There is a relationship between the level of knowledge and attitude towards ovarian cancer early detection behavior.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap terhadap Deteksi Dini Kanker Payudara pada Pegawai RS Ibnu Sina andi bulqis khaerunnisa; Shofiyah Latief; Febie Irsandi Syahruddin; Ida Royani; Reeny Purnamasari Juhamran
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i9.291

Abstract

Kanker payudara merupakan keganasan pada jaringan payudara yang dapat berasal dari epitel duktus maupun lobulus. Ditinjau dari biomolekuler, kanker payudara merupakan penyakit akibat mutasi gen yang dipicu oleh multifaktor seperti faktor diet, faktor lingkungan, dan faktor keturunan yang dikenal sebagai faktor risiko. Dari data Global Burner of Cancer (GLOBOCAN) 2020, Penderita kanker payudara menempati urutan pertama kanker paling banyak pada wanita dengan presentasi kasus tertinggi dibanding dengan kanker lain yaitu 2,3 juta kasus dengan presentasi mortalitas sebesar 684,996 kasus pada wanita didunia, Berdasarkan data International Agency for Research on Cancer dari Word Health Organization (WHO) tahun 2020, penderita kanker tertinggi di Indonesia untuk wanita adalah kanker payudara yaitu sebesar 65.858 kasus dengan mortalitas sebesar 22.430 kasus. Tujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap deteksi dini kanker payudara pada pegawai rumah sakit Ibnu Sina Makassar. Merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cross-sectional. Dari 40 Responden didapatkan hasil berdasarkan kategori tingkat pengetahuan, dengan pengetahuan cukup sebanyak 16 responden (40%), dan tingkat pengetahuan baik sebanyak 11 responden (27,5%), sikap kategori baik sebanyak 17 responden (42,5%) dan sikap kategori cukup sebanyak 11 responden (27,5%), dan deteksi dini kanker payudara yang tidak melakukan sebanayak 21 responden (52,5%), dan yang melakukan deteksi dini kanker payudara sebanyak 19 responden (47,5%). Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap deteksi dini kanker payudara p=0.002 dan terdapat Hubungan antara sikap terhadap deteksi dini kanker payudara p= 0.037 pada pegawai Wanita di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar
Literature Review: Hubungan antara Tingkat Kebugaran Jasmani dengan Frekuensi Denyut Nadi pada Mahasiswa Ananda Putra Difa; Imran Safei; Rezky Pratiwi L Basri; Shofiyah Latief; Arni Isnaini Arfah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 6 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i6.307

Abstract

Menurut data World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular menyumbang 17,5 juta kematian di seluruh dunia, atau 31% dari 56,5 juta kematian di seluruh dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara denyut nadi mahasiswa dan tingkat kebugaran jasmani. Kajian pustaka dengan format kajian naratif merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Studi ini mengungkapkan bahwa siswa yang berpartisipasi dalam kebugaran jasmani memiliki keuntungan yang signifikan dibandingkan mereka yang tidak. Motivasi di balik penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara tingkat kesehatan aktual dan kekambuhan detak jantung pada mahasiswa. Kajian pustaka dengan format kajian naratif merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara mahasiswa yang melakukan kebugaran jasmani dengan yang tidak melakukan kebugaran jasmani.
Gambaran Radiologi Pneumonia Viral Causa Covid-19 pada Pasien TB Paru Fitri Alfiah Zahrah; Shofiyah Latief; Andi Rompegading; Febie Irsandy; Erwin Arief
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i10.354

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis sedangkan COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Selama pandemi, gangguan pernapasan diperparah oleh infeksi COVID-19 terutama berlaku untuk pasien dengan tuberkulosis paru yang sangat rentan terhadap infeksi virus. Untuk mengetahui gambaran radiologi pneumonia viral causa covid-19 pada pasien TB Paru. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan desain penelitian narrative review yang menggunakan elektronik based yang terakreditasi. Hasil akhir dari pencarian dan penyaringan artikel didapatkan 10 artikel yang relevan untuk digunakan dalam narrative review ini yang membahas mengenai gambaran radiologi pneumonia viral causa covid-19 pada pasien TB Paru. Sebagian besar pasien koinfeksi menunjukkan gejala dengan gambaran klinis dan temuan pencitraan pasien koinfeksi cenderung serupa dengan pasien tanpa TB adapun penemuan pencitraan terbanyak yang ditemukan pada pasien koinfeksi ialah ground glass opacity, kavitas, infiltrate.
Literature Review: Hubungan Riwayat Kelahiran dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia Balita Adeka, Adeka Wulandari; Shofiyah Latief; Marzelina Karim; Sidrah Darma; Susdiaman
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i2.553

Abstract

Stunting adalah masalah kesehatan global yang berdampak jangka panjang pada pertumbuhan fisik dan kognitif anak. Salah satu faktor penyebab utamanya adalah kondisi kelahiran, seperti berat badan lahir rendah (BBLR), kelahiran prematur, usia ibu saat hamil, dan jarak kelahiran. Di Indonesia, prevalensi stunting masih tinggi, yaitu 35% pada tahun 2023, menunjukkan perlunya upaya serius dalam pencegahannya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan narrative review . Sumber data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah dengan rentang waktu 10 tahun terakhir (2015-2025) yang membahas hubungan antara faktor kelahiran dan kejadian stunting pada balita. Hasil: Dari 20 jurnal yang ditelaah, ditemukan bahwa BBLR, prematuritas, usia ibu saat hamil, dan jarak kelahiran memiliki pengaruh signifikan terhadap risiko stunting. Selain itu, gizi ibu selama kehamilan dan pemberian ASI eksklusif juga terbukti berperan penting dalam menurunkan angka stunting. Kesimpulan: Faktor kelahiran merupakan salah satu determinan penting dalam kejadian stunting. Intervensi dini seperti pemantauan gizi ibu dan dukungan terhadap ASI eksklusif sangat penting untuk menurunkan prevalensi stunting. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk menggali faktor lain dan menyusun strategi penanganan yang lebih efektif.
Narrative Review: Hubungan Faktor Sosial Demografi terhadap Kejadian Stunting Putri Perdana; Shofiyah Latief; Sidrah Darma; Andi Husni Esa Darussalam; Abdi Dwiyanto Putra Samosir
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i2.554

Abstract

Stunting merupakan isu kesehatan global yang ditandai dengan pertumbuhan tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan usianya akibat kekurangan gizi kronis. Pada tahun 2020, sekitar 22% anak di seluruh dunia tercatat mengalami kondisi ini. Faktor-faktor sosial demografi seperti tingkat pendidikan ibu, kondisi ekonomi keluarga, serta keterjangkauan layanan kesehatan memiliki kontribusi besar terhadap terjadinya stunting. Studi ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan rentang waktu 10 tahun terakhir (2015-2025) untuk mengeksplorasi keterkaitan antara faktor-faktor sosial demografi dengan prevalensi stunting. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan ibu yang rendah, kondisi ekonomi yang lemah, serta jumlah anggota keluarga yang banyak memiliki hubungan erat dengan meningkatnya angka stunting. Selain itu, perilaku keluarga yang menerapkan pola hidup sadar gizi, termasuk konsumsi makanan sehat dan pemanfaatan layanan kesehatan, terbukti dapat menurunkan risiko stunting. Intervensi gizi yang tepat, seperti pemberian ASI eksklusif dan imunisasi dasar lengkap, juga efektif dalam mengurangi angka stunting. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan ibu, perbaikan ekonomi keluarga, dan perluasan akses terhadap layanan kesehatan menjadi langkah strategis dalam mencegah stunting pada anak usia balita, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses pelayanan dasar.
Peran Pasangan Dari Wanita Dengan Carcinoma Mammae Stadium Lanjut Di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Nia Anggreni; Shofiyah Latief; Evi Silviani Gusnah; Febie Irsandy; Muh Irwan Gunawan
The Indonesian Journal of General Medicine Vol. 12 No. 1 (2025): The Indonesian Journal of General Medicine
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70070/kbzh5p37

Abstract

Carcinoma mammae stadium lanjut merupakan tantangan besar bagi pasien dan pasangan dalam menghadapi dampak emosional dan psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pasangan dalam mendukung pasien dengan carcinoma mammae stadium lanjut di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif, dimana data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert. Sampel penelitian berjumlah 40 pasangan pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pasien dengan carcinoma mammae stadium awal dan stadium lanjut dalam hal kesadaran pasangan, komunikasi, pengungkapan perasaan, ketanggapan pasangan, dan tingkat keintiman hubungan. Pasangan dengan pasien stadium awal menunjukkan dukungan emosional yang lebih baik dibandingkan dengan pasangan pasien stadium lanjut (p<0.05). Kesadaran pasangan dan komunikasi yang efektif berperan penting dalam menjaga kualitas hidup pasien, terutama pada tahap awal penyakit. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan dukungan emosional dan edukasi untuk pasangan pasien carcinoma mammae guna mengurangi dampak psikososial yang lebih berat pada stadium lanjut.
Pleural Effusion in Pulmonary Tuberculosis Patients: A Case Review and Diagnostic Challenges with Radiological Examination Nidaul Khairy Nurfan; Shofiyah Latief; Nur Ahmad Tabri
The International Journal of Medical Science and Health Research Vol. 16 No. 6 (2025): The International Journal of Medical Science and Health Research
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70070/6jn9de39

Abstract

Tuberculous pleural effusion is a common form of extrapulmonary tuberculosis, especially in regions with a high tuberculosis incidence. This condition may result from an immunological response to Mycobacterium tuberculosis infection or the rupture of subpleural lesions into the pleural cavity. This study aims to assess the role of radiological examination in diagnosing tuberculous pleural effusion and compare the accuracy of different imaging modalities, including chest radiography, computed tomography (CT) scans, and ultrasonography. The study adopts an analytical observational design involving a 74-year-old male patient suspected of having pulmonary tuberculosis with right-sided pleural effusion. The diagnosis was supported by clinical evaluation, radiological assessment, and laboratory analysis of pleural fluid. Chest radiography in the posteroanterior (PA) position revealed active pulmonary tuberculosis with right pleural effusion. Radiological examinations, particularly CT scans and ultrasonography, play a crucial role in distinguishing tuberculous pleural effusion from other causes, such as malignancy or parapneumonic effusion. Early detection through accurate imaging facilitates better clinical decision-making, ensuring optimal patient treatment.
Narrative Review : Hubungan Lama Pemberian ASI, MPASI, Riwayat Penyakit Ibu Dan Anak, Imunisasi Dasar Terhadap Kejadian Stunting Dafa Rizki; Shofiyah Latief; Marzelina Karim; Sidrah Darma; Abdi Dwiyanto
The Indonesian Journal of General Medicine Vol. 19 No. 1 (2025): The Indonesian Journal of General Medicine
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70070/dkytzv05

Abstract

Latar Belakang:Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi jangka panjang, tingginya paparan penyakit infeksi, serta praktik pemberian makan yang tidak optimal. Indonesia masih menghadapi beban stunting yang cukup besar, termasuk di Kota Makassar, sehingga diperlukan pemahaman komprehensif mengenai faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian stunting, terutama pada periode kritis 1000 HPK. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara naratif berbagai faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting, meliputi pemberian ASI, kualitas dan waktu pemberian MP-ASI, riwayat penyakit ibu dan anak, serta status imunisasi dasar. Metode: Penelitian menggunakan metode narrative review dengan telaah literatur dari Google Scholar, PubMed, Elsevier, dan NCBI. Pemilihan literatur mengikuti kriteria inklusi tahun publikasi 2019–2025 (textbook 2015–2025) dan menghasilkan 41 artikel yang dianalisis secara kualitatif. Data diringkas dalam tabel deskriptif dan disintesis untuk menghasilkan kesimpulan tematik. Hasil: Hasil review menunjukkan bahwa ASI eksklusif berperan protektif terhadap stunting, dengan beberapa studi menemukan hubungan signifikan (p < 0,05). MP-ASI yang bergizi dan tepat waktu juga berkaitan dengan risiko stunting yang lebih rendah. Riwayat penyakit infeksi—seperti diare dan ISPA—dalam banyak studi menunjukkan hubungan signifikan dengan stunting, meskipun tidak konsisten di semua lokasi. Faktor maternal, termasuk status gizi ibu dan usia kehamilan berisiko, turut meningkatkan kemungkinan terjadinya stunting. Status imunisasi dasar menunjukkan hasil bervariasi: beberapa studi tidak menemukan hubungan langsung, tetapi ada bukti efek tidak langsung melalui pencegahan infeksi. Kesimpulan: Pemberian ASI eksklusif, kualitas MP-ASI, pencegahan infeksi, serta kesehatan ibu selama kehamilan merupakan faktor kunci dalam pencegahan stunting. Intervensi integratif berbasis data lokal sangat diperlukan untuk menurunkan prevalensi stunting secara efektif.
Gambaran Cakupan Imunisasi Dasar Balita Pada Masa Pandemi COVID-19 Tahun 2020-2022 Fajriani Yusma; Shofiyah Latief; Sidrah Darma; Andi Husni Esa Darussalam; Abdi Dwiyanto Putra Samosir
The Indonesian Journal of General Medicine Vol. 21 No. 1 (2025): The Indonesian Journal of General Medicine
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70070/rw3f8j43

Abstract

Latar Belakang: Imunisasi dasar merupakan intervensi kesehatan primer yang terbukti efektif dalam menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Pandemi COVID-19 sejak 2020 menyebabkan pembatasan mobilitas, perubahan akses layanan kesehatan, dan penundaan pelayanan rutin, sehingga berpotensi menurunkan cakupan imunisasi balita. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya risiko Kejadian Luar Biasa (KLB) PD3I pada periode pascapandemi. Tujuan: Meninjau gambaran cakupan imunisasi dasar balita serta faktor-faktor yang memengaruhi penurunannya selama pandemi COVID-19 tahun 2020–2022. Metode: Penelitian menggunakan desain literature review dengan pendekatan narrative review. Pencarian artikel dilakukan melalui PubMed, Google Scholar, DOAJ, ScienceDirect, dan SINTA menggunakan kata kunci terkait imunisasi dasar balita dan pandemi COVID-19. Kriteria inklusi mencakup artikel tahun 2020–2025 dan textbook 2015–2025 dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Total 20 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara naratif berdasarkan hasil, metode, dan konteks wilayah penelitian. Hasil: Sebagian besar studi menunjukkan penurunan cakupan imunisasi dasar selama pandemi, berkisar 18–30% di berbagai daerah. Faktor yang memengaruhi penurunan adalah ketakutan orang tua terhadap penularan COVID-19, akses fasilitas kesehatan yang terbatas, kebijakan pembatasan mobilitas, kurangnya sosialisasi, keterbatasan tenaga kesehatan, serta faktor sosiodemografis seperti pendidikan dan pengetahuan ibu. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa dukungan keluarga, kualitas layanan, serta intervensi pendidikan kesehatan mampu meningkatkan kembali cakupan imunisasi. Beberapa daerah mulai menunjukkan pemulihan cakupan pada 2021–2022. Kesimpulan: Pandemi COVID-19 berdampak signifikan terhadap penurunan cakupan imunisasi dasar balita di berbagai wilayah Indonesia. Faktor dominan yang berpengaruh meliputi pengetahuan ibu, dukungan keluarga, akses layanan, serta persepsi risiko terhadap COVID-19. Upaya pemulihan cakupan diperlukan melalui peningkatan edukasi, penguatan layanan primer, pemerataan akses posyandu, serta strategi mitigasi agar program imunisasi tetap berjalan dalam kondisi krisis.
Co-Authors Abbas Zavey Nurdin Abdi Dwiyanto Abdi Dwiyanto Putra Samosir Abdullah, Rezky Putri Indarwati Achmad Harun Muchsin Adeka, Adeka Wulandari Afrilia Chaerunnisa Alifyah Alza Adawiya Latuconsina Aminuddin Aminuddin Ana Meliyana Ananda Putra Difa Andi Alamanda Irwan Andi Azizah Nur Fadhilah Salim andi bulqis khaerunnisa Andi Husni Esa Darussalam Andi Mappaware, Nasrudin Andi Nilawati Usman Andi Pangnguriseng, Utomo Andi Rompegading Andi Tenri Sanna Arifuddin Andy Visi Kartika Arni Isnaini Arfah Arni Isnaini Arfah Asni, Sitti Nur Asrini Safitri Asrini Safitri Azizah Anoez Berry Erida Hasbi Chaerunnisa Amir Dafa Rizki Dahlia Dahlia Diah Tantri Darkutni Edward Pandu Wiriansya Erlin Syahril Erlin Syahril Erwin Arief Evi Silviani Gusnah Fadil Mula Putra Faisal Sommeng Fajriani Yusma Febie Irsandi Syahruddin Febie Irsandi Syahruddin Febie Irsandy Febie Irsandy Fitri Alfiah Zahrah Hamsah Hamsah Hasliyawati Hasan Hasmaul Husna Amin Hendrian Chaniago Hermiaty Hikmah Hiromi R Ida Royani Ida Royani Imran Safei Imran Safei Indah Lestari Daeng Kanang Irna Diyana Kartika K Irwan, Andi Alamanda Julian Muhammad Yasin M Hamsah Mappaware, Nasrudin Andi Marliyanti Nur Rahmah Akib Marliyanti Nur Rahmah Akib Marzelina Karim Marzelina Karim Moudyana Lukman Muh Irwan Gunawan Muhamad Ilhamsyah Dandung Muhammad Afief Batara Putra Muhammad Al Qidham Alqifari M Munjia Assagaf Nasrudin Andi Mappaware Natasha, Ratih Nemal Anugrahyanti Nevi Sulvita Nevi Sulvita Karsa Nevi sulvita karsa Nia Anggreni Nidaul Khairy Nurfan Nur Ahmad Tabri Nurul Fadilah Ali Polanunu Pangnguriseng, Utomo Andi Prema Hapsari Hidayati Putri Perdana Rahmawati Raihan Aulia Arbani Ratih Natasha Maharani Reeny Purnamasari Juhamran Rezky Pratiwi L Basri Rezky Pratiwi L. Basri Rezky Putri Indarwati Abdullah Sarinah Mandella Rumlawan Sello, Lenni Shulhana Mokhtar Sidrah Darma Siti Anisah Azzahra Rasmin Siti Arafiah Aqmarina Sitti Rukiyah Syawal Sri Ainun Zainal Siddiq Sri Julyani Sri Wahyuni Gayatri Sri Wahyuni Gayatri Suci Ramadhani Suliati Amir Susdiaman Syahril, Erlin Syamsu Rijal Utami, Dian Fahmi Wawan Susilo Wirawan Harahap Wiriansya, Edward Pandu Zulfahmidah Zulfahmidah Zulfahmidah