Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Medical Science

Hubungan Skor CHADS2 dan CHA2DS2-VASc dengan Keluaran Stroke Iskemik: Correlation of CHADS2 and CHA2DS2-VASc Scores with Ischemic Stroke Outcomes Imran; Farida; Syahrul; Desi Ramayana
Journal of Medical Science Vol 5 No 2 (2024): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55572/jms.v5i2.149

Abstract

Skor CHADS2 dan CHA2DS2-VASc terkait dengan faktor risiko vaskuler seperti hipertensi, DM, riwayat-stroke/TIA, dan usia lanjut. Peningkatan skor ini cenderung meningkatkan atherosklerosis sehingga kemungkinan akan memperburuk keluaran stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan skor CHADS2 dan CHA2DS2-VASc dengan keluaran stroke iskemik. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah penderita stroke iskemik akut yang dirawat di Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh berjumlah 80 orang terdiri atas 38 pria (usia 60.1 + 9.0 tahun) dan 42 wanita (usia 63.0 + 11.2 tahun). Hasil penilaian keluaran fungsional stroke berdasarkan Indeks Barthel (IB) umumnya membaik/menetap yaitu 78 (97.5%) dan memburuk 2(2.5%) dengan skor CHADS2 terbanyak 2(41,3%), 3(23.8%) dan 4(18.8%), skor CHA2DS2-VASc 2(30.0%), 4(22.55%), 3 dan 5 (17.5%). Penilaian keluaran keparahan stroke berdasarkan National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS) umumnya membaik/menetap yaitu 79 (98.8%) dan memburuk 1 (1.2%) dengan skor CHADS2 terbanyak 2 (40,0%), 3(25.0%) dan 4(20.0%), skor CHA2DS2-VASc 2(30.0%), 4(22.55%), 3 dan 5 (17.5%). Penilaian keluaran stroke berdasarkan modified Rankin Scale (mRS) umumnya skor 1(45.8%) dan 4(21.3%). Skor CHADS2 umumnya 2(41.3%), 3(25.0%) dan 4(20.0%). Skor CHA2DS2-VASc 2(30.0%), 4(22.5%), 3(18.8%) dan 5(17.5%). Skor CHADS2 dan CHA2DS2-VASc menunjukkan hubungan yang bermakna dengan keluaran fungsional stroke (IB, IK95%, p=0.047 dan p=0.045), keluaran keparahan stroke (NIHSS; IK95%,p=0.000 dan p=0.000) dan keluaran disabilitas stroke (mRS; IK95%,p=0.000 dan p=0.000). Semakin tinggi Skor CHADS2 dan CHA2DS2-VASc semakin memburuk keluaran stroke karena kecenderungan peningkatan atherosklerosis pada pembuluh darah otak.
Efektifitas New Bobath Concept Terhadap Peningkatan Fungsional Pasien Stroke Iskemik dengan Outcome Stroke Diukur Menggunakan Fungsional Independent Measurement (Fim) dan Glasgow Outcome Scale (GOS) Di RSUDZA 2018 Imran; Faridah; Fithriany; Rahmadsyah; Sayed Ichwanus Shafa; Devi Yanti
Journal of Medical Science Vol 1 No 1 (2020): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.33 KB) | DOI: 10.55572/jms.v1i1.4

Abstract

Serangan stroke sering menyebabkan penderitanya mengalami disabilitas motorik seperti spastisitas atau kontraktur sendi sehingga kondisi ini perlu dicegah sejak awal terkena stroke. Salah satu usaha untuk mengatasi ini adalah tindakan fisioterapi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektifitas tindakan fisioterapi New Bobath Concept dibanding fisioterapi pasif terhadap kemampuan fungsional dan keluaran pasien stroke iskemik. Ini merupakan penelitian eksperimental. Subjek penelitian berjumlah 20 pasien stroke iskemik yang dibagi 2 kelompok, masing-masing 10 pasien, yaitu: kelompok yang dilakukan fisioterapi New Bobath Consept dan kelompok yang dilakukan fisioterapi pasif. Semua subjek penelitian dilakukan penilaian kemampuan fungsionalnya menggunakan Fungsional Independent Measure (FIM) dua kali saat masuk dan keluar rumah sakit dan keluarannya dinilai menggunakan Glasgow Outcome Scale (GOS) dilakukan saat pasien keluar rumah sakit. Skor FIM rerata saat pasien masuk rumah sakit pada kelompok fisioterapi Bobath adalah 27.8 + 12.3 dan pada kelompok fisioterapi pasif adalah 20.2 + 7.2, p=0.109, saat keluar rumah sakit pada kelompok fisioterapi Bobath adalah 48.0 + 15.3 dan pada kelompok fisioterapi pasif adalah 28.0 + 10.1, p=0.003. Terdapat perbedaan skor GOS pada kelompok Fisioterapi Bobath (3.0 + 0.9) dan kelompok Fisioterapi Pasif (2.2 + 0.4) dengan p=0.025 dimana outcome pasien kelompok fisioterapi Bobath lebih baik daripada kelompok fisoterapi pasif. Fisioterapi Bobath lebih baik dibanding fisioterapi pasif untuk memperbaiki fungsional pasien stroke iskemik fase akut. Outcome pasien saat keluar rumah sakit yang diukur menggunakan skor GOS menunjukkan bahwa kelompok fisioterapi Bobath lebih efektif daripada kelompok fisioterapi pasif.
Faktor Risiko, Gangguan Hemorheologi dan Outcome pada Pasien Stroke Iskemik Pasca Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Syahrul; Imran; Vivi Keumala Mutiawati
Journal of Medical Science Vol 4 No 1 (2023): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55572/jms.v4i1.95

Abstract

Gangguan hemoreologi berupa peningkatan kadar D-dimer dan penurunan nilai INR pada pasien stroke dengan Corona Virus Disease (COVID-19) merupakan faktor potensial penyebab perubahan sirkulasi serebral, sehingga dibutuhkan strategi baru dalam manajemen stroke fase akut dan pasca stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko, gangguan hemoreologi, dan outcome pada pasien stroke iskemik pasca pandemi COVID-19 dengan metodelogi cross sectional study. Penelitian dilakukan pada tahun 2022 di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh terhadap penderita stroke iskemik yang dibuktikan dengan pemeriksaan CT scan kepala, usia 45−75 tahun, dengan seluruh pasien dilakukan pemeriksaan hemoreologi darah. Dijumpai 90 pasien stroke iskemik, terdiri dari 52 laki-laki dan 38 perempuan, dengan faktor risiko hipertensi 79%, diabetes melitus 39%, penyakit jantung 9%, dan riwayat stroke 16%.  Hasil pemeriksaan D-dimer adalah 1124.7+1293.0, dan INR 1.1+0.2, dengan analisis one way ANOVA tidak menunjukkan perbedaan bermakna berdasarkan outcome fungsional stroke (p>0.05). Berdasarkan uji korelasi hanya D-dimer yang menunjukkan hubungan bermakna dengan outcome stroke iskemik (koefisien korelasi -0.220, p=0.037), di mana makin tinggi kadar D-Dimer maka makin jelek outcome stroke iskemik, demikian juga sebaliknya.
Co-Authors Ab, Fitrawati Agung Hartoyo Ahmad Syawaluddin Akbar Sabto Alwahab Alwahab Amelyadi Angga Febrian ANNISA VADA FEBRIANI ANNISA, KARIMA NUR Aqilah Attamimi Ardan, Muh Arsyad, Latang Aryandi, Rifani Dwi Aulia, Nabila Benedikta Mardewi Iswari Bhakti, Wida Kuswida Budi Setya Wardhana Cahyana, Erlina Darmawati Muchtar Desi Ramayana Devi Yanti Diana dini putri Djamaluddin, A Djaswadi Dasuki Eka Suharto, Totok Fakhri Yacob Farida FARIDAH Farih, Muhamad Farrah Fadhillah Hanum Fatwa, T Reza FEBRIANTI, LISA Fithriany Hanum, Farrah Fadhillah Hastian Hidayah HM, Suyuti Husnizar I W. Sutapa Ibrahim Qamarius Iman Ashari Imran Zamzami Irwansyah Suwahyu Kadir, La Ode Abd Kansil, Yoo Eka Yana Kawuryan, Uji Khair, Fathul La Agusu La Rudi Laily Nurliana Lukito, Hendra Lukito M. Mahbubi M. Yusuf Mahluddin Marbawi, Marbawi Mardiyani, Ridha Mariani Marmara, Agisha Talitha Marzuki, Kartini Masdin Matriadi, Faisal Moh Rizaldi Mudatsir Muh. Natsir, Muh. Muhamad Rohadi Muhammad Fadly Muhammad Nur Rizqi Muhammad Yasin Mulyani, Rini Muttaqim, Muhammad Imam Nasip, Harun Nasrah Nasrah Natsir Nasran Nohong Nugroho, Susetyo Nur Faliza Rafita Ofti Sepilena Rahmadsyah Rahmawati Raihani, Hulfa Ramadhaniyati Ratode, Hartato Kurniawan Ridha Taurisma Lajaria Rijal, Yus Ruslan Rusli M. Mau Rustam, Zulli Rustam Sabir Sampoerno, Mohd. Norma Sayed Ichwanus Shafa Sayuti, Rosiady Husaenie Setya Wardhana, Budi SISWOYO Sri Haryani sukmawati Supriadi Surahman, Yogi Suriadi Jais Syahrir Syahrul Syuaib, Dahlia THAMRIN AZIS Titop, Herman Tri Aan Agustiansyah Utha, Rasidin Uyun, Ratih Kuratul Vada Febriani, Annisa Vivi Keumala Mutiawati Widayati Pujiastuti Wulandari, Denek Bini Pradila Yennita Yolandika Yori Marwinda Zainal Zainal Syam Arifin Zuzan T Bachmid