Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Asas Non-Retroaktif dalam Qanun Jinayat Aceh: Perspektif Hukum Pidana Islam Wilujeng, Wise; Adzanni, Putri; Najmudin, Deden
Jarima: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Pidana Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Jarima: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Pidana
Publisher : Program Studi Hukum Pidana Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jarima.v2i1.920

Abstract

Penerapan syariat Islam di Aceh memiliki dasar historis dan yuridis yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, yang melahirkan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat sebagai wujud konkret hukum pidana Islam. Salah satu asas penting dalam qanun ini adalah asas non-retroaktif (la rujū‘iyyah fī al-fiqh al-jinā’ī), yang menegaskan bahwa hukum pidana tidak berlaku surut. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep asas non-retroaktif dalam fikih jinayah, penerapannya dalam hukum pidana Islam, serta efektivitasnya dalam Qanun Jinayat Aceh. Menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif-analitis, hasil penelitian menunjukkan bahwa asas ini merupakan prinsip fundamental dalam hukum pidana Islam yang sejalan dengan kaidah lā jarīmah wa lā ‘uqūbah illā bin naṣṣ dan telah diterapkan secara prospektif sejak masa Rasulullah SAW, sebagaimana terlihat pada pengharaman khamr dan kisah kaum ‘Urainah. Dalam Qanun Jinayat Aceh, asas ini telah diatur secara eksplisit pada Pasal 2 huruf b, namun efektivitas penerapannya masih terbatas akibat lemahnya koordinasi antar lembaga, rendahnya pemahaman aparat dan masyarakat, serta minimnya evaluasi empiris. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis integratif antara konsep fikih jinayah dan praktik penegakan Qanun Jinayat Aceh, dengan kontribusi utama memberikan rekomendasi untuk memperkuat efektivitas penerapan asas non-retroaktif serta mendorong harmonisasi hukum Islam dan hukum nasional dalam menegakkan keadilan dan kepastian hukum.    
Co-Authors Abdul Aziz Achtia, Alika Chairana Adistie, Malika Syaharani Adzanni, Putri Aisy, Rihhadatul Akmal, Farhan Al-Khalik Ali, M. Farhan Alwan, Arif Aqshal, Nabil Aryanti, Annisa Asari, Ari Athoillah, Mohamad Aulia, Almas Azazy, Yusuf Azazy, Yusup Aziz, Muhammad Fadhlan Azzahra, Annisa Futri Cantika, Ghina Denisa, Elsa Fadil, Muhammad Irfan Fahrezi, Reza Faizal, Enceng Arif Faqihhuddin, Faridz Faruq, Raffi Muhammad Fathiyah Fatimah Azzahra Fauzi, Muhammad Rusydan Fauziah, Anindi Yuli Febrianti, Elsa Aulia Firdaus, Rasyid Ahmad Galih, Muhammad Rakyan Gilang Permana Halim, Halmi Abdul Hidayatulloh, Rizki Bagus Jefry Tarantang Joli, Angelika Khaerunisa, Syifa Mega Kholik, Muhamad Abdul Khosim, Ali Kusuma, Fajar Ichsan Mardiansyah, Andre Marzuq, Miftah Fauzy Maulana, Rayhan Muhamad Bagas Goval I Muhammad Kholid Muljana, Fathan Hadinur Malik Munawwaroh, Zharifa Attaqiyatul Muzaitun, Eka Novianti, Erika Nufus, Tsulis Zakiyyatun Nuraini, Elsa Nurfadillah, Syifa Nurhamidah, Dewi Siti Nurwijayanti Oganta, Apre Aldo Pahlevi, Mohamad Syahreza Prayoga, Fahmi puspita, dela Putra, Ahmad Zidan Muadi Putri, Rissa Aulia Rachmat, Muhammad Fadli Rahayu, Citra Rahayu, Wanda Fitri Rahma Atqiya, Auliya Rahmadani, Windy Rahmawati, Yunada Putri Ramadhani , Zaskia Herlia Ramadhani, Suciana Rizkiansyah, Aprila Rohman, Fikri Fathur Royani, Yayan Muhammad Rozikin, Opik Sabila, Muhammad Ilham Saepulloh, Usep Salsabila, Adzanah Mariska Septiani, Nabila Sofyani , Nisa Afifah Syifa, Najmatul Wahyuni, Resti Rienita Wardani, Emilia Kusuma Wijaya, Putra Arya Wilujeng, Wise Yuliana Sari Yuniarsih, Rina Isti Zaman, Badrul Zuhdi, Wilyan