Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

IDENTIFICATION OF MICROFILARIAE USING CONVENTIONAL POLYMERASE CHAIN REACTION AND QPCR-HRM Ihsan, Bagus Muhammad; Lakshmi Puspita, Widyana; Triana, Linda; Wahdaniah; Khayan; Dani Sucipto, Cecep
Journal of Vocational Health Studies Vol. 8 No. 1 (2024): July 2024 | JOURNAL OF VOCATIONAL HEALTH STUDIES
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jvhs.V8.I1.2024.42-47

Abstract

Background: The presence of filarial worms in the lymph nodes can result in acute symptoms, such as inflammation of the lymph nodes and ducts, particularly in the groin region. As part of the life cycle of filariasis, symptomatic or asymptomatic patients with microfilariae in their blood can transmit the disease via mosquito bites. The inspection of microfilariae that is currently being developed uses Polymerase Chain Reaction (PCR) to carry out a unique DNA search technique. Purpose: Identify the type of microfilaria present in filariasis patients using Quantitative PCR High- Resolution Melting (qPCR-HRM) and conventional PCR techniques. Method: This study involved the examination of 19 samples using the qPCR-HRM method. Subsequently, the results that were considered positive for microfilaria underwent further testing using conventional PCR. Result: The results of the examination using these two methods revealed the presence of Brugia malayi and Wuchereria bancrofti microfilariae with peak melting temperatures ranging from 78.2 – 78.7 °C and 80.8 – 81.2 °C, and fragment sizes of 199 bp and 227 bp, respectively. Conclusion: Based on the results of the identification from these two methods, it is evident that microfilariae of Brugia malayi and Wuchereria bancrofti can be detected using both conventional and qPCR-HRM methods.
Implementation of Nutrition Education and High-Calcium Supplementary Feeding Demonstration in Stunting Prevention: Knowledge Level and Satisfaction of Mothers with Toddlers Yanuarti Petrika; Suaebah; Widyana Lakshmi Puspita; Sri Rezki; Pawarti; Neny Setiawaty N; Asmadi
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2024): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v7i4.5454

Abstract

Stunting is a critical global health issue, with Indonesia experiencing high prevalence rates, particularly in regions like West Kalimantan, where the rate reached 26.6% in 2018. Despite some progress in reducing stunting rates, urgent interventions are necessary, particularly through government initiatives focused on improving nutritional status among pregnant women and young children, as well as comprehensive nutritional education programs to raise awareness and promote healthier dietary practices. The purpose of this community service activity is to enhance the knowledge of mothers with toddlers and improve their dietary intake, particularly focusing on foods rich in calcium to support the physical growth of children. The study utilized a quantitative approach with a quasi-experimental design, specifically a pretest-posttest format without a control group, to assess the impact of educational interventions on mothers' knowledge of stunting and calcium-rich foods. Participants included 25 mothers of toddlers from Posyandu Berdikari, who were engaged through interactive lectures and cooking demonstrations over two months. Knowledge was measured using pretest and posttest questionnaires, while satisfaction with food products was evaluated through a 5-point Likert scale. Data analysis included the Wilcoxon Rank Test for knowledge changes and descriptive statistics to assess satisfaction and organoleptic preferences. The community service program resulted in a significant increase in knowledge among 19 out of 25 respondents, with an average improvement of 25 points and statistical significance (P = 0.00). Additionally, 80% of participants expressed high satisfaction with the calcium-rich Nugget products, while 96% of mothers felt prepared to practice the PMT recipes at home. This indicates a positive impact on both knowledge and acceptance of nutritional education and products. The nutrition education program significantly improved mothers' knowledge about stunting, leading to high satisfaction with calcium-rich products and readiness to implement PMT recipes at home.
PERBEDAAN RESEP RUMAH SAKIT DAN MODIFIKASI RESEP TERHADAP SISA MAKANAN LAUK NABATI PADA PASIEN DEWASA DI RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK Maria Nilamina; Widyana Lakshmi Puspita; Agus Hermansyah; Bergita Levana
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 1 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1026

Abstract

Modifikasi resep merupakam cara untuk meningkatkan citarasa masakan, sehingga dapat mengurangi rasa bosan/ jenuh pasien terhadap masakan yang sering disajikan. Modifikasi resep dimaksudkan untuk meningkatkan keanekaragaman masakan bagi pasien, meningkatkan nilai gizi pada masakan, dan meningkatkan daya terima pasien terhadap masakan. Adanya modifikasi resep yang penekanannya pada standar mutu/kualitas, antara lain dengan mengubah rasa makanan dan penampilan makanan, tetapi tetap mempertahankan nilai gizi dan diharapkan dapat meningkatkan daya terima pasien atau semakin rendahnya persentase sisa makanan yang disajikan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan resep rumah sakit dan modifikasi resep terhadap sisa makanan lauk nabati pada pasien dewasa di RSUD Dr. Soedarso Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian quasy experiment dengan rancangan posttestv only control design. Subjek penelitian ini adalah pasien dewasa kelas III RSUD Dr. Soedarso Pontianak dengan jumlah sampel sebanyak 24 orang dengan kriteria tertentu. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian membuktikan bahwa ada perbedaan resep rumah sakit dan modifikasi resep terhadap sisa makanan. Selisih sisa makanan pada kelompok eksperiment lebik sedikit dibandingkan kelompk kontrol yaitu  61,17%. Berdasarkan analisis statistik pada sisa makanan didapat p value = 0,004 < 0,05. Kesimpulan  dari penelitian ini untuk sisa makanan lauk nabati resep rumah sakit sebanyak 67% dan modifikasi resep sebanyak 5,83%. Berdasarkn uji Wilcoxon terdapat perbedaan sisa makanan resep rumah dengan modifikasi resep.Saran penelitian ini untuk modifikasi resep sup tahu dapat dijadikan salah satu alternatif hidangan yang dapat disajikan pada pasien dewasa kelas III RSUD Dr. Soedarso Pontianak.
GAMBARAN PENGETAHUAN ANEMIA DAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE PADA IBU HAMIL DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS SEKURA Putri Purnama Sari; Dahliansyah Dahliansyah; Desi Desi; Widyana Lakshmi Puspita; Didik Hariyadi
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 4 (2024): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1043

Abstract

Anemia merupakan kondisi dimana tubuh memiliki jumlah sel darah merah (eritrosit) yang sedikit. Anemia pada ibu hamil ditandai dengan kadar Hb dibawah 11 gr/dl pada trimester I & III, kadar HB < 10,5 gr/dl pada trimester II. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kerja Puskesmas Sekura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang anemia dan kepatuhan konsumsi tablet Fe di Wilayah kerja puskesmas Sekura. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Metode ynag digunakan adalah dengan wawancara menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kerja Puskesmas Sekura. Hasil penelitian yang didapat bahwa pengetahuan ibu hamil tentang anemia sebagian besar baik yaitu 18 Responden (60%). Kepatuhan Ibu Hamil mengkonsumsi tabet Fe sebagian besar patuh mengkonsumsi yaitu sebanyak 17 Responden (56,7%). Kesimpulan penelitian ini yaitu Pengetahuan ibu hamil tentang anemia lebih banyak berpengetahuan baik dan kepatuhan konsumsi tablet Fe lebih banyak patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe.
DETERMINAN KEJADIAN STUNTING BALITA USIA 24 – 59 BULAN DI WILAYAH PUSKESMAS SUNGAI RAYA DALAM KABUPATEN KUBU RAYA Sukma Catri Rahmaniati; Widyana Lakshmi Puspita; Desi; Sabila Oktadiya Putri
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 2 (2024): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Juni 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1003

Abstract

Latar Belakang : Fenomena masalah balita pendek atau biasa disebut dengan istilah stunting menjadi  satu diantara  masalah gizi yang terjadi pada  anak. Stunting terjadi pada sekitar 150,8 juta (22,2%) anak usia  di bawah lima tahun di dunia. Puskesmas Sugai Raya Dalam merupakan salah satu puskesmas yang berada di Kabupaten Kubu Raya dengan angka kejadian stunting yaitu sebanyak 71 balita stunting. Tujuan Penelitian : Mengidentifikasi determinan kejadian stunting balita usia 24 – 59 bulan di wilayah Puskesmas Sungai Raya Dalam Kabupaten Kubu Raya.Metode Penelitan : Jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel yaitu 41 balita stunting usia 24-59 bulan. Menggunakan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square.Hasil : Terdapat 6 variabel yang memiliki hubungan bermakna diantaranya status gizi ibu (p-value = 0,012), riwayat anemia (p-value= 0,000), riwayat imunisasi (p-value= 0,005), ASI eksklusif (p-value= 0,009), riwayat penyakit infeksi (p-value= 0,000), sumber air minum (p-value= 0,0004). Variabel pengolahan sampah tidak memiliki hubungan bermakna dengan p-value= 0,224.Kesimpulan : Status gizi ibu, riwayat anemia, riwayat imunisasi, ASI eksklusif, riwayat penyakit infeksi dan sumber air minum memiliki hubungan bermakna dengan stunting.
Gambaran Pengetahuan Hipertensi dan Kepatuhan Diet pada Penderita Hipertensi Rawat Jalan RSUD dr Rubini Mempawah Devanti, Tania Putri; Ginting, Martinus; Desi, Desi; Dahliansyah, Dahliansyah; Hariyadi, Didik; Puspita, Widyana Lakshmi
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i1.1057

Abstract

Hipertensi  merupakan penyakit yang tidak dapat dianggap remeh, dan sering dijuluki sebagai penyakit silent disseas karena tanda dan gejala yang tidak terlihat dari penderitanya. Jumlah penderita hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 miliar orang yang terkena hipertensi. Pengetahuan tentang hipertensi memiliki pengaruh sangat penting. Prevalensi orang yang memiliki pengetahuan baik mengenai hipertensi mempunyai peluang 45 kali melaksanakan diet dan terhindar dari penyakit hipertensi. Beberapa faktor-faktor resiko yang dapat mempengaruhi hipertensi adalah pengetahuan, usia, genetic/keturunan, jenis kelamin, tingkat pendidikan, obesitas, asupan makan dan pola makan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan hipertensi dan kepatuhan diet pada penderita hipertensi rawat jalan di RSUD dr Rubini Mempawah.Jenis penelitian ini menggunakan observasional dengan metode survey melalui pendekatan cross sectional untuk mempelajari gambaran antara pengetahuan hipertensi dan kepatuhan diet di RSUD dr Rubini Mempawah.Penderita hipertensi rawat jalan di RSUD dr Rubini Mempawah memiliki pengetahuan yang kurang sebanyak 18 orang (64,3%) dan kepatuhan diet yang tidak patuh sebanyak 18 orang (64,3%).                Disarankan agar peningkatan pengetahuan responden difokuskan pada penyebab hipertensi dan makanan yang harus dihindariKata Kunci : Hipertensi, Pengetahuan, Kepatuhan Diet
GAMBARAN POLA MAKAN DAN STATUS GIZI IBU HAMIL DI PUSKESMAS PARIT TIMUR KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA Tika; Puspita, Widyana Lakshmi; Dahliansyah
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 2 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Juni 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1074

Abstract

Gizi merupakan elemen yang terdapat dalam makanan dan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tubuh seperti halnya karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Profil Puskesmas Parit Timur Umum hasil survey masalah status gizi dalam kehamilan dimana hal ini disebabkan oleh pengetahuan ibu hamil akan zat gizi dalam makanan yang kurang, status ekonomi, kebiasaan dan pandangan wanita terhadap makanan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Pola Makan dan Status Gizi Ibu Hamil di Puskesmas Parit Timur Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua populasi yaitu 105 ibu hamil. Analisis data penelitian dilakukan dalam bentuk analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan Jenis makanan pokok seperti nasi yang paling banyak dikosumsi (100%), ikan tenggiri sebesar (38,5%), telur ayam sebesar (80,8%), tahu sebesar (88,5%), sayuran sawi dan wortel sebesar (53,8%), buah-buahan semangka dan pepaya sebesar (46,2%), susu skim cair (46,2%), jajanan martabak sebesar (23,1%). Jumlah bahan makanan seperti nasi paling banyak dikosumsi per minggu (226,92 gr), cumi-cumi sebesar (36,38 gr), telur ayam sebesar (45,52 gr), kacang merah sebesar (21,00 gr), sawi sebesar (24,57 gr), apel sebesar (24,57 gr), susu skim cair sebesar (19,33 gr) dan martabak sebesar (26,00 gr). Frekuensi bahan makanan seperti nasi paling banyak dikosumsi per minggu (4 kali), telur ayam dan daging sebanyak (3 kali), tahu dan tempe sebanyak (3 kali). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola makan berdasarkan jenis makanan dan Jumlah makanan pokok seperti nasi, yang paling banyak dikosumsi ibu hamil dalam hitungan per gram, frekuensi konsumsi makanan yang paling banyak per minggu karbohidrat, protein nabati, status gizi ibu hamil berada pada kategori normal.
PENGARUH PENGGUNAAN KARTU EDUKASI SEHAT TANPA ANEMIA (SETAMI) TERHADAP PENGETAHUAN DAN ASUPAN PROTEINHEWANI DALAM MENCEGAH ANEMIA PADA REMAJA DI SMP NEGERI 01 TELUK BATANG Redha Listya Dwiningrum; Lakshmi Puspita, Widyana; Nopriantini
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 3 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi September 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1093

Abstract

Latar Belakang: Remaja adalah salah satu yang rawan terhadap masalah gizi salah satunya adalah defisiensi zat besi. Masalah gizi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius karena berdampak pada perkembangan fisik, psikis, perilaku, dan etos kerja seseorang. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan anemia dapat dilakukan dengan media yang tepat, menarik dan mudah dipahami oleh remaja putri. Salah satunya dengan media visual. Tujuan: Penelitian kajian literatur ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media visual terhadap pengetahuan anemia pada remaja putri. Metode: Menggunakan PICO framework, yang terdiri dari Population/problem yaitu masalah remaja putri. Intervention yaitu penatalaksanaan terhadap pengetahuan anemia dengan media visual. Outcome yaitu hasil yang diperoleh adalah pengaruh media visual terhadap pengetahuan anemia. Hasil: Persentase selisih pengetahuan anemia tertinggi sebesar 69,88% dengan media visual flash card, sedangkan persentase selisih terendah yaitu sebesar 1,96% dengan media visual booklet. Rata-rata persentase selisih kenaikan pengetahuan anemia sebesar 20,07%. Kesimpulan : Terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan anemia remaja putri sebelum dan sesudah diberikan menggunakan media visual.
Aplikasi teknologi tepat guna pengolahan air sebagai sumber air bersih masyarakat Khayan; Ihsan, Bagus Muhammad; Sucipto, Cecep Dani; Puspita, Widyana Lakshmi
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v4i2.20460

Abstract

Gangguan kesehatan di Indonesia yang berhubungan dengan penyakit yang ditularkan melalui air (Water Borne Disease) masih tergolong tinggi, seperti Diare dan hepatitis. Timbulnya penyakit menular terkait Water Borne Disease tersebut, diantaranya karena tidak terpenuhinya kuantitas dan kualitas air baku sebagai sumber air minum yang memenuhi syarat kesehatan. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan beberapa metode, yaitu pendekatan masyarakat, penyuluhan dan pembuatan sarana Pengolahan Air Permukaan dengan Teknologi Tepat Guna (TTG) kombinasi, yaitu dengan Aerasi, Filtrasi Pasir dan Absorpsi Kabon Aktif untuk Menurunkan kandungan Fe, Kekeruhan, Warna dan pH Air permukaan sebagai sumber air minum masyarakat di Desa Pranan Kota Serang. Hasil dan kesimpulan dari pengabdian pada masyarakat ini adalah Terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang TTG Filtrasi Air Bersih , Terciptanya revitalisasi sumber air bersih, transfer teknologi serta dampak sosial bagi masyarakat yaitu perubahan pola kegiatan mandi dan mencuci yang sebelumnya dilakukan di kali pembuangan air sawah setelah pelaksanaan pengabdian kegiatan tersebut beralih ke rumah masing-masing dan Metode penjernihan air secara filtrasi terbukti dapat meningkatkan kualitas air sumur bor ,sehingga air berada pada ambang batas layak digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Dengan ini masyarakat setempat tidak lagi mengambil air dari sungai pembuangan air sawah.
Pengaruh Pemberian Buku Saku Pantau Mandiri (KUSADARI) terhadap Pengetahuan dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Ibu Hamil Desi, Desi; Dewi, Tuti Mustika; Puspita, Widyana Lakshmi
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v3i2.1962

Abstract

Background: Pregnant women were one of the prone groups to nutritional problems, where during pregnancy the need for iron increased so that they were at high risk of anemia. This happened because the nutritional needs of the mother and fetus increase so that they were at high risk of it. Objective: This research is to find out the effect of provision of mandiri pocket book (kusadari) consumption knowledge and compliance tablet for adding blood for pregnant mothers. Method: This research type was a Quasy Experimental Design with a pretest-posttest design used. The subjects of this study were pregnant women in the first and second trimesters and the number of samples was 35respondents. Data were taken using a questionnaire and analyzed using univariate and bivariate analysis. Results: There was a difference in the knowledge score at the end of the study before and after education with pocket book media (p = 0.000), while the compliance score at the end of the study showed a difference in compliance before and after education with pocket book media (p = 0.000). Conclusion: There was an effect of providing an independent monitoring pocket book on the knowledge and compliance of the consumption of Blood-Added Tablets (TTD) in pregnant women. Keywords: Pregnantwomen, pocket book, blood-added tablets, knowledge, compliance to taking Blood-Added Tablets (TTD)