Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN EDUKASI DAN EVALUASI INDEKS MASSA TUBUH SERTA RASIO PINGGANG-PINGGUL SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI RISIKO SINDROM METABOLIK DI CENGKARENG Sari, Triyana; Santoso, Alexander Halim; Destra, Edwin; Jap, Ayleen Nathalie; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello
AlMurtado Journal of Social Innovation and Community Service Vol 2 No 2 (2025): sinergi berdaya untuk masyarakat
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metabolic syndrome is characterized by a cluster of metabolic abnormalities associated with body fat distribution, particularly the accumulation of visceral fat. Body mass index (BMI) and waist-to-hip ratio (WHR) are simple yet effective anthropometric parameters that can serve as indicators of metabolic risk. In this study, anthropometric assessments were conducted on 57 participants at the Cengkareng Baptist Foundation School. Measurements included BMI, waist circumference, and hip circumference, which were used to calculate WHR. The data were analyzed descriptively to evaluate body fat status and distribution. The mean BMI was 26.54, while the mean WHR was 0.89. A total of 59.65% of participants fell into the obesity category, and 68.42% exhibited central obesity based on WHR values. These elevated BMI and WHR readings reflect excessive fat accumulation and a higher tendency for metabolic risk. Excessive caloric intake is likely a contributing factor to this disproportionate fat distribution. BMI and WHR assessments can be utilized as practical screening tools for the early identification of metabolic syndrome risk in the adult population. Keywords: Metabolic Syndrome, Body Mass Index, Waist-To-Hip Ratio, Central Obesity, Anthropometry
DEVELOPMENT OF AMPLIFICATION REFRACTORY MUTATION SYSTEM PCR TO DETECT ANDROGEN RECEPTOR GENE G1773A (RS6152) POLYMORPHISM Triyana Sari; Erick Sidarta; Sari Mariyati Dewi Nataprawira; Giovani Evangelista Alfonsius; Damar Sajiwo
Jurnal Scientia Vol. 12 No. 03 (2023): Education, Sosial science and Planning technique, 2023 (June-August)
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Androgen receptor (AR) is a ubiquitous receptor responsible for responses by androgen stimulus. Androgen, a hormone which will bind to the AR, is essentials for normal male sexual development. Nevertheless, one of the polymorphisms in the AR gene, G1733A (rs6152) have been associated with numerous clinical risks such as cardiovascular disease (CD), androgenetic alopecia, high prostate-specific antigen (PSA) levels, male infertility, recurrent spontaneous abortions and prostate cancer. This study aims to develop an alternative and cost-effective method to detect G1773A (rs6152) polymorphism. In this study, amplification refractory mutation system-polymerase chain reaction (ARMS-PCR) using two pair of primers was used to detect the G1733A (rs6152) polymorphism. Primer design was done using http://primer1.soton.ac.uk/primer1.html online tools and then manually adjusted to increase the specificity. A total of 54 samples were screened using ARMS PCR and 2 representative samples of each allele from previous screening were used to validate the results using Sanger DNA sequencing. Among 54 subjects screened, we found 52 (96.3%) subjects carry G allele and 2 (3.7%) subjects carry A allele. No heterozygote was found in this study. The frequency of G allele was 96.97% and the frequency of A allele was 3.03%. Result validation using DNA sequencing was in agreement with ARMS-PCR method results. ARMS-PCR can be used as efficient alternative for genotyping of G1733A (rs6152) AR gene polymorphism
Skrining dan Edukasi Tekanan Darah untuk Deteksi Dini Hipertensi pada Populasi Dewasa Sari, Triyana; Santoso, Alexander Halim; Gunaidi, Farell Christian; Jap, Ayleen Nathalie; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello
Health Community Service Vol. 3 No. 1 (2025): Artikel Riset Mei 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v3i1.6285

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular serta penyebab morbiditas dan mortalitas tinggi di seluruh dunia. Deteksi dini hipertensi sangat penting untuk mencegah komplikasi serius dan meningkatkan kualitas hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui skrining tekanan darah pada 87 peserta usia produktif di SMP Kalam Kudus, Jakarta Barat, menggunakan alat pengukur tekanan darah digital terstandarisasi. Selain skrining, peserta juga diberikan edukasi mengenai faktor risiko dan pencegahan hipertensi melalui penerapan gaya hidup sehat, seperti pengaturan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik. Hasil skrining menunjukkan bahwa 21,84% peserta mengalami hipertensi, 40,23% pre-hipertensi, dan 37,93% memiliki tekanan darah normal. Efektivitas kegiatan ini tercermin dari partisipasi aktif seluruh peserta selama proses edukasi dan pemeriksaan, serta hasil skrining yang menunjukkan adanya proporsi signifikan peserta dengan potensi risiko tinggi, sehingga menegaskan pentingnya deteksi dini dan edukasi sebagai program rutin untuk menurunkan angka kejadian hipertensi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peran Kadar Gula Darah dan Asam Urat terhadap Komposisi Lemak dan Massa Otot Wanita Dewasa di Jakarta: Studi Multisenter dengan Kontrol Usia: The Role of Blood Sugar and Uric Acid Levels on Fat Composition and Muscle Mass in Adult Women in Jakarta: A Multicenter Study with Age Control Sari, Triyana; Santoso, Alexander Halim; Sidarta, Erick; Wijaya, Christian; Satyanegara, William Gilbert
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.176

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi diabetes melitus dan hiperurisemia yang meningkat pada wanita dewasa di Indonesia menjadi perhatian karena berkaitan dengan peningkatan lemak tubuh dan penurunan massa otot. Lemak viseral diketahui sebagai prediktor risiko metabolik, sementara massa otot penting dalam regulasi glukosa. Namun, studi untuk evaluasi hubungan antara kadar gula darah, asam urat, dan komposisi tubuh pada populasi wanita Indonesia masih terbatas. Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang multisenter di enam kelurahan DKI Jakarta, melibatkan 325 perempuan dewasa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan gula darah puasa dan asam urat dari darah vena setelah puasa ≥8 jam, serta pengukuran komposisi tubuh menggunakan OMRON HBF-375. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dan partial correlation dengan usia sebagai variabel kontrol. Hasil: Rerata usia responden adalah 48,7 tahun (SD 13,26). Kadar gula darah puasa berkorelasi positif signifikan dengan total lemak tubuh (r = 0.175, p = 0.002), lemak viseral (r = 0.156, p = 0.005), dan lemak subkutan (r = 0.136, p = 0.014); korelasi tetap signifikan setelah kontrol usia (p < 0.05). Kadar asam urat juga berkorelasi signifikan dengan lemak viseral (r = 0.235) dan subkutan (r = 0.210), p < 0.001. Tidak ditemukan korelasi signifikan antara kedua biomarker dengan massa otot (p > 0.05). Kesimpulan: Gula darah dan asam urat berkaitan dengan peningkatan lemak tubuh secara independen terhadap usia, sedangkan penurunan massa otot lebih dipengaruhi oleh proses penuaan.
Analisis Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Kanker Payudara Pada Siswa/I SMAN 1 Jasinga Pratama, Dena Adistiya; Sari, Triyana
Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 9 No 2 (2025): JULY
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/alami.v9i2.60728

Abstract

Breast cancer is one of the major health problems that not only affects adult women but also increasingly threatens the adolescent population. Limited knowledge regarding risk factors, signs and symptoms, as well as preventive efforts makes adolescents a vulnerable group. This study aims to describe the level of knowledge about breast cancer among students at SMAN 1 Jasinga. This research employed a cross-sectional design with a descriptive approach. The sample included all students who met the inclusion criteria using a total sampling technique, with 290 respondents in total. The research instrument was a questionnaire tested for validity and reliability, with knowledge levels categorized into good, fair, and poor. The results showed that 52.8% of respondents had good knowledge, 45.9% had fair knowledge, and 1.4% had poor knowledge. Good knowledge was more frequently found among female students (46.2%) compared to male students (6.6%). In addition, the majority of respondents with good knowledge were grade XII students, indicating the influence of longer learning experiences and greater exposure to health information compared to grades X and XI. In conclusion, most adolescents demonstrated a relatively good level of knowledge about breast cancer, although gaps remain in understanding risk factors, symptoms, and preventive measures. Therefore, continuous health education, particularly through schools and digital media, is essential to enhance adolescents’ awareness of early detection of breast cancer.
Penelusuran Profil Kadar Gula Darah Sewaktu pada Pria dan Wanita Usia Produktif di SMA Kalam Kudus II, Duri Kosambi, Jakarta Sari, Triyana; Satyo, Yovian Timothy; Mashadi, Fladys Jashinta; Destra, Edwin
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 3 No. 2 (2024): Juni Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/pengabdian45.v3i2.1630

Abstract

Temporary blood sugar is the level of glucose in the blood that measured without considering the time of the last meal, and often used to detect diabetes mellitus or impaired glucose tolerance. This community service activity aims to describe the distribution of blood sugar levels in 68 men and women of productive age at  Kalam Kudus II High School, Jakarta. This community service activity is carried out using the Plan-Do-Check-Action method. The results showed that the majority of respondents had normal fasting blood sugar levels (97.1%), with an average of 113.26 mg/dL and a median of 104 mg/dL. Lifestyle factors, nutrition, genetics, and chronic medical conditions can affect blood sugar levels at any time. Regular monitoring of blood sugar levels is essential for early detection and management of diabetes mellitus, which can prevent serious complications such as cardiovascular disease and nephropathy. Prevention strategies include a healthy diet, physical activity, patient education, and appropriate medical interventions. Comprehensive public health programs are needed to increase awareness and management of diabetes, as well as improve the quality of life of individuals affected by this disease.  
Edukasi dan Skrining Pentingnya Pemantauan Obesitas Terhadap Terjadinya Resistensi Insulin Pada Lanjut Usia Sari, Triyana; Sitorus, Ribka Angeline Hariesti; Destra, Edwin; Gunaidi, Farell Christian
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 3 No. 3 (2024): September : Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/pengabdian45.v3i3.1762

Abstract

Obesitas adalah kondisi di mana seseorang memiliki berat badan melebihi batas normal akibat penumpukan lemak berlebih dalam tubuh. Obesitas berhubungan erat dengan terjadinya resistensi insulin, yaitu suatu kondisi dimana tubuh tidak dapat memberikan respon kepada insulin secara efektif. Oleh sebab itu, edukasi dan skrining rutin pada kelompok lanjut usia dalam rangka mendeteksi dan mengelola resistensi insulin pada tahap awal merupakan hal yang sangat penting. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode PDCA (Plan-Do-Check-Act), yang mencakup edukasi tentang pola makan sehat, aktivitas fisik, dan manajemen berat badan, serta skrining kadar insulin. Berdasarkan kegiatan ini, edukasi dan skrining terbukti penting dalam mencegah komplikasi lebih lanjut dan meningkatkan kualitas hidup lanjut usia.
HUBUNGAN LINGKUNGAN PERGAULAN REMAJA DENGAN SIKAP DAN PERILAKU SEKS BEBAS DI MAN 1 KOTA BOGOR Fadilah, Diana; Sari, Triyana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30588

Abstract

Pada remaja tubuh akan mengalami transformasi biologis, salah satunya adalah kematangan fungsi sekual. Hal tersebut akan membangkitkan hasrat seksual, salah satunya adalah keinginan untuk merasakan kenikmatan seksual melalui aktivitas seksual. Sekitar 20-30% remaja mengaku telah melakukan hubungan seks. Penelitian ini bertujuan mengetahui lingkungan pergaulan, sikap dan perilaku seks bebas serta hubungan keduanya di MAN 1 Kota Bogor. Sampel penelitian diperoleh dengan teknik consecutive random sampling, dengan kriteria usia 15 – 18 tahun dan bersedia mengikuti penelitian. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebar kepada responden, lalu dilakukan analisis SPSS cross tabulation. Parameter lingkungan pergaulan di MAN 1 Kota Bogor mayoritas baik. Lingkungan pergaulan keluarga 137 siswa (60,35 %) baik dan 90 siswa (39,64 %) tidak baik; Lingkungan Pergaulan Sekolah 133 siswa (58,59 %) baik, dan 94 siswa (41,40 %) tidak baik; Lingkungan masyarakat 134 siswa (59,03 %) baik, dan 93 siswa (40,97 %) tidak baik. Sikap seks bebas remaja di MAN 1 Kota Bogor mendapatkan hasil mayoritas baik sebanyak 153 siswa (67,40 %) dan 74 siswa (40,97 %) tidak baik. Perilaku seks bebas di MAN 1 Kota Bogor  mayoritas baik sebanyak162 siswa (71,3 %) dan 65 siswa (28,63 %) tidak baik. Hubungan yang signifikan terjadi antara lingkungan pergaulan sekolah dengan sikap seks (p-value 0,000), lingkungan pergaulan masyarakat dengan sikap seks (p-value 0,000). Hubungan yang signifikan terjadi antara lingkungan pergaulan sekolah dengan perilaku seks bebas (p-value 0,001).
Pengaruh Usia dan Biomarker Lipid terhadap Distribusi Lemak dan Massa Otot Wanita Dewasa: Studi Observasional di 6 Kelurahan DKI Jakarta: The Effect of Age and Lipid Biomarkers on Fat Distribution and Muscle Mass in Adult Women: An Observational Study in 6 Subdistricts of DKI Jakarta Normala, Ajeng; Sari, Triyana; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Christian; Satyanegara, William Gilbert
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.187

Abstract

Pendahuluan: Penuaan menyebabkan perubahan komposisi tubuh, seperti peningkatan lemak viseral dan penurunan massa otot rangka, yang dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik dan penyakit kardiovaskular. Profil lipid berperan dalam memengaruhi distribusi lemak dan kualitas otot, khususnya pada wanita dewasa. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh usia dan biomarker lipid (trigliserida, HDL, LDL, dan kolesterol total) terhadap distribusi lemak (lemak total, viseral, dan subkutan) serta massa otot rangka pada wanita dewasa. Metode: Penelitian cross-sectional ini dilakukan secara multisenter di enam kelurahan DKI Jakarta pada 325 perempuan dewasa sehat yang dipilih secara purposive, dengan pengambilan data dari Agustus 2024 hingga Mei 2025. Pemeriksaan profil lipid dilakukan dari sampel darah vena puasa, sedangkan komposisi tubuh diukur menggunakan bioimpedansi; data dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan metode Backward LR dengan batas signifikansi p<0,05. Hasil: Penelitian ini melibatkan 325 perempuan dewasa dengan rerata usia 48,7 tahun (SD 13,26). Usia dan kadar trigliserida berpengaruh signifikan terhadap peningkatan lemak tubuh total (p<0,001), lemak viseral (p<0,001), lemak subkutan (p<0,001), serta penurunan massa otot rangka (p<0,001 dan p=0,006). Sebaliknya, HDL berasosiasi negatif signifikan terhadap total lemak (p=0,015) dan lemak subkutan (p=0,011), sedangkan kolesterol total, LDL, dan rasio kolesterol/HDL tidak menunjukkan hubungan bermakna. Kesimpulan: Usia dan kadar trigliserida berasosiasi positif secara signifikan dengan peningkatan lemak tubuh (total dan viseral) serta penurunan massa otot rangka, sementara HDL berperan protektif terhadap akumulasi lemak, dan komponen lipid lain seperti LDL serta kolesterol total tidak memiliki hubungan bermakna dengan distribusi lemak maupun otot.
Correlation of Hemoglobin, Uric Acid, and Anthropometric as Predictor Parameters in Subcutaneous Fat Deposition Sari, Triyana; Sidharta, Erik; Santoso, Alexander Halim; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Gaofman, Brian Albert; Edbert, Bruce
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v4i1.4890

Abstract

Subcutaneous fat deposition is a key factor influencing overall health, playing a significant role in metabolic regulation, energy balance, and the risk of chronic diseases such as obesity and cardiovascular conditions. Understanding and accurately predicting subcutaneous fat accumulation is critical for early intervention and effective management of these health risks. This study aims to analyze the correlation between hemoglobin levels, uric acid, and anthropometric parameters as predictors of subcutaneous fat deposition in elderly individuals. A cross-sectional study was conducted on 32 elderly participants at St. Asisi Church. Anthropometric measurements, including body weight, height, muscle composition, and circumferences, were assessed using OMRON Body Composition Monitor HBF-375, elastic tape and GEA Medical HT721. Biochemical tests for hemoglobin and uric acid levels were performed using Fora 6 Plus. Spearman correlation analysis was used to evaluate the relationship between these variables and subcutaneous fat deposition. Body weight, upper arm circumference, abdominal circumference, and calf circumference showed strong positive correlations with subcutaneous fat (r>0.9, p<0.001). Skeletal muscle percentage exhibited a negative correlation with fat accumulation. Hemoglobin and uric acid levels had weaker correlations, suggesting more complex metabolic interactions. Anthropometric parameters serve as strong predictors of subcutaneous fat deposition in elderly individuals, while hemoglobin and uric acid levels show limited predictive capability.
Co-Authors Alfianto Martin Andianto, Ivan Christian Angel Sharon Suros Arlends Chris Averina, Friliesa Brian Albert Gaofman Bruce Edbert Bryan Anna Wijaya Chairunnisa Savitri Damar Sajiwo Damar Sajiwo Daniel Goh Daniel Goh David Limanan Dean Ascha Wijaya DENY KURNIAWAN Destra, Edwin Dewi, Andriana Kumala Dorna Y.L. Silaban Dwiana, Alya Edbert, Bruce Edwin Destra Edwin Destra Enike, Syilvia Cendy Erick Sidarta Erick Sidharta Erik Sidharta Fadilah, Diana Farell Christian Gunaidi Farell Christian Gunaidi Fernando Nathaniel Fidelia Alvianto Fiona Valencia Setiawan Fladys Jashinta Mashadi Gabriella, Regina Gaofman, Brian Albert Geoffrey Christian Lo Giovani Evangelista Alfonsius Giovani Evangelista Alfonsius Giovanno Sebastian Yogie Goh, Daniel Gracienne Gracienne Gunaidi, Farell Christian Hartono, Vincent Aditya Budi I Made Satya Pramana Jaya Ivan Christian Andianto Jap, Ayleen Nathalie Johny Hartawan Sutrisno Joshua Kurniawan Kenzie Rafif Ramadhani Khoto, Anthon Eka Prayoga Kosasih, Robert Kristianto, Angeline Florencia Grace Kurniawan, Joshua Laura, Gabrielle Lucius, Steven Hizkia Lumintang, Valentino Gilbert Mashadi, Fladys Jashinta Meilani Kumala Muhammad Rifat Umar Alwini Nabila Jingga Permatasari Najwa Anindya Nataprawira, Sari Mariyati Dewi Naufal Rayhan Normala, Ajeng Olivia Charissa Peter Ian Limas Pratama, Dena Adistiya Rambe, Novitasari Reynardo, Reynardo Ribka Anggeline Hariesti Sajiwo, Damar Santoso, Alexander Halim Sara Jayanti Sari Mariyati Dewi Nataprawira Sari Mariyati Dewi Nataprawira Sari Mariyati Dewi Nataprawira Sari Mariyati Dewi Nataprawira Sari Mariyati Dewi Nataprawira Sari Mariyati Dewi Nataprawira Sari, Fadhilah Permata Satyanegara, William Gilbert Satyo, Yovian Timothy Savitry, Chairun Nisa Setiawan, Fiona Valencia Shirly Gunawan Sidarta, Erick Sidharta, Erik Silvia W. Lestari Sitorus, Ribka Angeline Hariesti Sugiharto, Hans Sukianto, Louise Audrey Sukmawati Tansil Tan Susilodinata Halim Sutrisno, Johny Hartawan Syarifah, Andini Ghina Syilvia Cendy Enike Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello Tiara Rahmananda Tosya Putri Alifia Valentino Gilbert Lumintang Wijaya, Bryan Anna Wijaya, Christian William Gilbert Satyanegara Windiatmoko, Dhio Dwi Yani, Jovan Falian Yohanes Firmansyah Yovian Timothy Satyo