Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Adaptasi Budaya Suku Jawa Dengan Suku Banjar di Kabupaten Asahan Nurul Izati; Ainol Mardhiah; Muchlis; Anismar; Muhammad Ali
Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70193/cendekia.v4i1.275

Abstract

Abstrak: Penelitian ini membahas proses komunikasi antarbudaya antara suku Jawa dan suku Banjar dalam adapatasi budaya di Desa Banjar, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan. Fokus penelitian terletak pada unsur kebudayaan bahasa dan tiga fase adaptasi budaya yaitu honeymoon, culture shock, dan adjusment. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk komunikasi antarbudaya yang terjadi antara masyarakat suku Jawa dan suku Banjar serta mengetahui proses adaptasi budaya yang dilakukan masyarakat Jawa dengan lingkungan sosial yang didominasikan oleh suku Banjar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriftif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi terhadap masyarakat dari kedua suku yang tinggal di Desa Banjar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam unsur kebudayaan bahasa memiliki peran penting dalam proses komunikasi antarbudaya antara suku Jawa dengan suku Banjar di Desa Banjar Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan. Meskipun perbedaan bahasa dan sikap etnosentrisme ringan sempat menjadi hambatan, kedua suku mampu beradaptasi melalui penggunaan bahasa Indonesia, pembelajaran bahasa lokal, serta interaksi sosial yang intens. Proses adaptasi masyarakat suku Jawa terhadap masyarakat Banjar berjalan melalui tiga fase honeymoon, culture shock dan adjusment sehingga akhirnya tercipta hubungan sosial sosial yang harmonis, saling memahami dan mencerminkan keberhasilan adaptasi budaya tengah beragaman. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi antarbudaya memiliki peran penting dalam menciptakan keharmonisan sosial dan memperkuat integrasi budaya antar etnis di lingkungan masyarakat multikultural pedesaan. Kata Kunci: Komunikasi antarbudaya, Adaptasi, Hambatan budaya Abstract: This study discusses the intercultural communication process betweet the Javanese and Banjar tribes in cultural adaptation in Banjar Village, Air Joman District, Asahan Regency. The research focuses on the cultural element of language and the there phases of cultural adaptation: Honeymoon, culture shock and adjusment. This study aims to describe the forms of intercultural communication that occur between the Javanese and Banjar ethnuc communities, as well as to identity the cultural adaptation processes undertaken by the Javanese people within a social environment dominated by the Banjar ethnic group. Data were collected through observation, in-depth interviews and documentation involving members of both ethnic groups residing in Banjar Village. The resulty of this study show that language plays an important role in the process of intercultural communication between the Javanese and Banjar tribes in Banjar Village, Air Joman District, Asahan Regency. Although language differences and mild ethnocentrism were obstacles, both tribes were able to adapt through the user of Indonesia, learning the local language, and intense sosial interaction. The process of adaptation of the Javanese tribe to the Banjar tribe went through three phases : honeymoon, culture shock and adjusment, which utimately created harmonious social relations, mutual understanding and reflected the success of cultural adaptation amid diversity.This study emphasizes that intercultural communication plays a vital role in creating social harmony and strengthening cultural integration among ethnic groups in multicultural rural communities. Keywords: Intercultural communication, Adaptation, Culture Barriers
Gerakan Peduli Lingkungan melalui Penanaman Pohon sebagai Program Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Meunasah Panggoi, Kota Lhokseumawe Fitria Akmal; Sarrah Kurnia Fadhillah; Ainol Mardhiah; Harinawati Harinawati; Cut Andyna; Jafaruddin Jafaruddin
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Juni : Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jppmi.v5i2.2668

Abstract

This community service program aimed to promote a community-based environmental care movement through the planting of productive trees in Meunasah Panggoi Village, Muara Dua District, Lhokseumawe City. The program was implemented over four weeks using a Community-Based Participatory (CBP) approach, actively involving local residents in the planning, observation, seedling procurement, tree planting, and initial maintenance stages. The observation results indicated that vegetation cover in the village was still limited, highlighting the need for sustainable greening efforts. A total of 25 productive trees, including mango, longan, coconut, guava, and avocado, were successfully planted at several strategic locations. The activity involved village officials, youth groups, and community members, thereby strengthening public participation in environmental conservation. The program not only increased vegetation cover but also reinforced the spirit of mutual cooperation, enhanced collective awareness of environmental preservation, and encouraged the productive use of available land. The productive trees are expected to provide long-term ecological, social, and economic benefits by improving environmental quality and generating harvests that can be utilized by the community. Therefore, community-based greening represents an effective strategy for supporting sustainable environmental development at the village level.
Penerapan Modal Sosial, Dinamika Gender, dan Keberlanjutan Usaha Pisang Cavendish dan Kopi di KWT Bener Meriah. Mursyidin Mursyidin; Nur Hafni; Ainol Mardhiah; Rayuwati Rayuwati; Dedy Darmansyah; Agung Rivandi; Lukman Maulana; Huzaifah Huzaifah; Aldi Prayogi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 6, No 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v6i2.10517

Abstract

Economic development in rural Indonesia heavily relies on the agricultural sector, including the production of bananas and coffee. Bener Meriah Regency is one of the key production centers in this sector. The success of agricultural enterprises is not only determined by economic and technical factors but also by social capital, which includes social networks, trust, and community norms. This study examines the interaction between gender dynamics and social capital in the context of banana and coffee enterprises in KWT Karya Maju, Bener Meriah Regency. Gender inequality often hinders women's access to social capital on an equal footing with men, affecting the sustainability of the enterprise. This research adopts a qualitative approach through in-depth interviews, observations, and document analysis. The findings reveal that men have broader access to influential social networks, while women are often restricted by social norms and smaller local networks. This inequality impacts production efficiency and market opportunities. Gender-sensitive interventions are needed to expand women's social networks and enhance their participation in decision-making processes. The study concludes that the sustainability of enterprises depends on both social capital and gender equality in its utilization.
IMPLEMENTASI PROMOTION MIX DUTA WISATA DALAM STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN PARIWISATA KABUPATEN BENER MERIAH Fitriana; Ainol Mardhiah; Muchlis; Harinawati; Zahari
At-Tabayyuun: Journal Islamic Studies Vol. 8 No. 1 (2026): AT-TABAYYUN - JOURNAL ISLAMIC STUDIES
Publisher : Pascasarjana IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/atjis.v8i1.7280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi elemen promotion mix yang diterapkan oleh Duta Wisata Kabupaten Bener Meriah dalam strategi komunikasi pemasaran pariwisata guna meningkatkan jumlah pengunjung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas unsur Dinas Pariwisata Kabupaten Bener Meriah, Duta Wisata (Ikatan Beru Bujang Gayo Bener Meriah), dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi bauran promosi (promotion mix) yang dilakukan oleh duta wisata telah berjalan melalui lima elemen utama. Pada elemen periklanan (advertising), pemanfaatan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook telah dilakukan, namun belum optimal karena pengelolaannya masih cenderung pasif dan kurang konsisten. Pada promosi penjualan (sales promotion), duta wisata aktif terlibat dalam event-event besar daerah dan kegiatan sosialisasi edukatif di sekolah. Pemasaran langsung (direct marketing) dan penjualan pribadi (personal selling) menunjukkan efektivitas yang tinggi melalui interaksi tatap muka, komunikasi yang ramah, persuasif, serta penampilan profesional yang membangun kepercayaan pengunjung. Sementara itu, strategi hubungan masyarakat (public relation) diterapkan melalui pembekalan sikap positif, pendekatan partisipatif dengan pengelola destinasi, serta pembinaan hubungan harmonis dengan masyarakat. Secara keseluruhan, strategi komunikasi duta wisata telah mencerminkan prinsip komunikasi yang efektif, tetapi memerlukan penguatan pada pengelolaan konten digital, konsistensi promosi, dan perluasan jangkauan pasar.
Model AISAS sebagai Media Promosi Digital (Analisis Respon Konsumen pada Akun Instagram @Dapue.Moonra dan @Bitsybites.m) Siti Hana Fatinah; Ade Muana Husniati; Masriadi; Ainol Mardhiah; Anismar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon konsumen terhadap promosi digital yang dilakukan oleh akun Instagram @dapue.moonra dan @bitsybites.m dengan menggunakan model AISAS (Attention, Interest, Search, Action, dan Share). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap konsumen dari kedua akun tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap Attention dan Interest, strategi visual seperti foto produk yang menarik, promo, dan testimoni mampu menarik perhatian serta minat konsumen. Pada tahap Search, konsumen aktif mencari informasi tambahan melalui highlight, dan story, maupun komunikasi langsung dengan penjual. Tahap Action terlihat dari proses pembelian yang sebagian besar dilakukan melalui pemesanan online maupun pembelian langsung di outlet. Sementara itu, tahap Share menunjukkan bahwa sebagian konsumen bersedia merekomendasikan produk melalui cerita di media sosial maupun secara langsung kepada orang-orang terdekat. Secara keseluruhan, penerapan model AISAS pada akun @dapue.moonra dan @bitsybites.m terbukti efektif dalam menarik perhatian, membangkitkan minat beli, hingga mendorong tindakan konsumen melakukan pembelian dan rekomendasi.
Analisis SWOT (Strenght, Weaknesses, Opportunities, Threats) Toko Isano Collection Lhokseumawe Dalam Menentukan Strategi Komunikasi Pemasaran Reza Abdar; Anismar; Ade Muana Husniati; Ainol Mardhiah; Cindenia Puspasari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15818

Abstract

Penelitian ini membahas strategi pemasaran untuk meningkatkan daya saing Toko Isano Collection Lhokseumawe di tengah persaingan usaha ritel yang ketat. Isano Collection menjual berbagai merek sandal dan sepatu serta telah memanfaatkan media sosial sebagai saluran promosi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemilik, pengelola, karyawan, dan pelanggan, serta studi dokumentasi. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa kekuatan (Strengths) Isano Collection meliputi kelengkapan varian merek dan produk, lokasi yang strategis, kualitas produk, layanan ramah, promosi online aktif, dan penawaran diskon produk. Kelemahan (Weaknesses) mencakup keterbatasan jumlah karyawan dan sistem pencatatan stok manual. Peluang (Opportunities) ditemukan melalui pemanfaatan media sosial, kerja sama dengan pemasok luar kota, dan pemanfaatan momen hari besar, sedangkan ancaman (Threats) berasal dari hadirnya pesaing baru, persaingan harga, serta perubahan tren fesyen sepatu. Berdasarkan temuan tersebut, strategi komunikasi pemasaran Toko Isano Collection yang disarankan meliputi interaksi tatap muka (personal selling) di dalam toko, iklan/promosi digital melalui media sosial, dan penguatan komunikasi antar-pelanggan (word-of-mouth). Hasil penelitian diharapkan dapat memperkuat daya saing usaha Isano Collection di pasar lokal.
Pencegahan KBGO Guna Membangun Ruang Aman Digital Bagi Anak & Perempuan Muslim di Era Society 5.0 Cindenia Puspasari; Eva Darnila; Widyana Verawaty Siregar; Ade Muana Husniati; Ainol Mardhiah
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang pencegahan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) sebagai upaya membangun ruang aman digital bagi anak dan perempuan di era Society 5.0, di mana teknologi seperti AI, IoT, dan big data dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah sosial sambil menempatkan manusia sebagai pusatnya. KBGO, sebagai bentuk kekerasan gender yang difasilitasi teknologi (menurut UN Women), mencakup pelecehan online, revenge porn, doxxing, cyberstalking, deepfake pornography, dan hate speech berbasis gender. Dampaknya merusak kesehatan mental korban, terutama generasi muda, serta memperburuk ketidaksetaraan gender dan menghambat partisipasi perempuan di ruang digital. Di Indonesia, kasus KBGO melonjak dan didominasi penyebaran konten intim non-konsensual. Upaya anti-KBGO meliputi strategi edukasi kampanye #AwasKBGO oleh SAFENet, Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP) yang diperingati 25 November-10 Desember, serta inisiatif pemerintah melalui KemenPPPA, Komnas Perempuan, dan regulasi seperti UU ITE. Artikel ini berbasis pengabdian masyarakat di Universitas Malikussaleh menggunakan teknik PAS (Problem-Agitate-Solution) untuk edukasi. Strategi pencegahan mencakup edukasi kesadaran masyarakat tentang consent dan etika digital, dukungan korban melalui laporan dan konsultasi psikologis, peran platform digital dalam deteksi konten berbahaya, serta kolaborasi multi-pihak untuk transformasi budaya. Gerakan ini tidak hanya melindungi korban, tetapi juga membangun akhlak generasi muda menuju Indonesia Emas 2045 yang inklusif dan bebas diskriminasi, dengan ajakan aktif melaporkan kasus ke lembaga terkait.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL CUT PONSEL MELALUI TIKTOK DALAM PENINGKATAN PENJUALAN SMARTPHONE Raudhatul Jannah; Ainol Mardhiah; Ade Muana Husniati; Anismar Anismar; Muhammad Fazil
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8383

Abstract

Cut Ponsel Store is a business engaged in the sale of smartphones and mobile phone accessories located in Krueng Mane, Muara Batu District, North Aceh Regency. The background of this study is based on technological developments and the increasing use of social media as a means of marketing communication, which has encouraged businesses to adapt in the face of business competition. This study aims to determine the marketing communication strategies used by Cut Ponsel Store through TikTok social media to increase smartphone sales. This study uses a qualitative descriptive approach. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, direct observation, and documentation. Informants in this study consisted of the owner of Cut Ponsel Store, store promoters, and several consumers who had made purchases. Data analysis was conducted based on the marketing mix concept, which includes product, price, place, and promotion. The results of the study show that Cut Ponselstore implements a direct marketing communication strategy and utilizes the social media platform TikTok as its main promotional tool. In terms of products, Cut Ponsel store offers a variety of smartphone brands with guaranteed quality. In terms of price, information is conveyed transparently and competitively. The store's strategic location makes it easy for consumers to visit in person. Meanwhile, sales promotions in the form of discounts, cashback, and additional bonuses are the main factors in increasing consumer interest in purchasing. The obstacle faced is the limited variety of promotional content. The conclusion of this study shows that the implementation of a marketing mix supported by sales promotions can increase smartphone sales at Cut Ponsel store.
KAJIAN SEMIOTIKA TERHADAP KONSTRUKSI MAKNA EMOSI DALAM LAGU “SELALU ADA DI NADIMU” PADA FILM JUMBO (2025) Cut Dara Nabila; Anismar Anismar; Muhammad Fazil; Ainol Mardhiah; Asmaul Husna
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi makna emosional dalam lagu “Selalu Ada di Nadimu” yang menjadi bagian dari film Jumbo (2025). Lagu tersebut memiliki peran penting dalam membangun kedalaman emosional sebuah narasi film serta menciptakan keterikatan antara film dan penonton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes yang memiliki tiga tahapan pemaknaan yaitu denotasi, konotasi dan mitos. Selain itu, penelitian ini juga didukung oleh teori emosi Robert Plutchik untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan indikator emosi yang muncul. Objek penelitian difokuskan pada lirik lagu “Selalu Ada di Nadimu” yang dianalisis sebagai sistem tanda dalam konteks visual dan naratif film Jumbo (2025). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, lirik lagu menunjukkan pesan dukungan, doa, dan kehadiran emosional dalam menghadapi kerasnya kehidupan. Pada tingkat konotasi, lagu ini mengonstruksi makna emosional berupa ketulusan cinta, keikhlasan, harapan, serta keteguhan dalam menghadapi kehilangan dan kesedihan. Sementara itu pada tingkat mitos, lagu ini membentuk ideologi budaya tentang figur orang tua dan kasih tanpa syarat yang diberikan kepada anak mereka. Berdasarkan teori Plutchik, lagu ini memunculkan kombinasi emosi dasar seperti kesedihan, kepercayaan, kebahagiaan dan harapan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lagu “Selalu Ada di Nadimu” berfungsi sebagai sarana komunikasi yang efektif dalam membangun emosional yang mendalam pada penonton.
Analisis Pola Komunikasi Keluarga dalam Film How to Make Millions Before Grandma Dies Marsha Aulia; Zahari Zahari; Ainol Mardhiah; Cut Andyna; Asmaul Husna
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8256

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh popularitas film How to Make Millions Before Grandma Dies yang merepresentasikan dinamika hubungan antargenerasi dalam keluarga etnis Tionghoa, sarat dengan pesan komunikasi dan konflik kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pola komunikasi keluarga yang tergambar dalam film tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup makna denotasi, konotasi, dan mitos. Analisis dilakukan terhadap 30 adegan yang merepresentasikan interaksi utama antar tokoh. Kerangka teori yang digunakan adalah teori pola komunikasi keluarga Fitzpatrick yang meliputi pola konsensual, pluralistik, protektif, dan laissez-faire. Data primer diperoleh melalui observasi mendalam terhadap aspek audio-visual film, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 adegan, terdapat 10 adegan berpola konsensual, 8 adegan berpola protektif, 7 adegan berpola pluralistik, dan 5 adegan berpola laissez-faire. Temuan ini mengindikasikan bahwa pola komunikasi konsensual paling dominan, yang mencerminkan adanya keseimbangan antara penghormatan terhadap nilai tradisional dan keterbukaan diskusi dalam keluarga. Hasil penelitian ini penting untuk memahami representasi komunikasi keluarga dalam media film sebagai refleksi nilai sosial dan budaya.