Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH PELARUT, WAKTU DAN SUHU EKSTRAKSI TERHADAP KANDUNGAN SENYAWA FLAVONOID DAN KURKUMINOID EKSTRAK RIMPANG TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe) Lia Marliani; Yonara Anandari; Wempi Budiana
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 4 No Edisi Khus (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 Edisi Khusus SemNas Tanaman Obat Indone
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temu putih merupakan salah satu anggota family Zingiberaceae yang sering digunakan sebagai obat tradisional di Indonesia. Rimpang temu putih mengandung senyawa aktif seperti kurkuminoid, polifenol, flavonoid, minyak atsiri, terpenoid. Kandungan senyawa dalam ekstrak dipengaruhi beberapa variabel ekstraksi seperti pelarut, waktu, suhu, maupun metode ekstraksi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pelarut, waktu, dan suhu ekstraksi rimpang temu putih (Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe ) terhadap kadar flavonoid dan kadar kurkuminoid ekstrak. Ekstraksi simplisia dilakukan dengan metode ekstraksi maserasi dinamik dengan menggunakan variasi dengan design faktor variabel 23 meliputi variasi pelarut (etanol 95% dan air), suhu (25oC dan 70oC) dan waktu (6 jam dan 24 jam). Analisa kandungan senyawa menggunakan Spektrofotometri UV-Visible. Design eksperimen dan analisa data menggunakan software Design Expert ver.10. Ekstraksi menggunakan pelarut etanol 95% , suhu ekstraksi 70oC dan waktu ekstraksi selama 24 jam menghasilkan ekstrak dengan kadar flavonoid dan kurkuminoid yang paling tinggi. Analisis data menunjukkan bahwa kandungan senyawa flavonoid hanya dipengaruhi oleh jenis pelarut. Sedangkan kandungan senyawa kurkuminoid dipengaruhi oleh ketiga faktor yaitu pelarut, suhu dan waktu ekstraksi.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, PENETAPAN KADAR TOTAL FLAVONOID DAN SENYAWA FENOLIK EKSTRAK DAUN DAN BATANG SUBONG-SUBONG (Scaevola taccada L.) Wempi Budiana; Hilda Novianti; Asep Roni
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman subong-subong (Scaevola taccada L.) merupakan tanaman yang termasuk dalam famili Goodeniaceae, Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar total fenol dan flavonoid dan aktivitas antioksidan dari ekstrak daun dan batang tanaman Subong-Subong. Ekstraksi simplisia dilakukan dengan metode refluks menggunakan tiga pelarut dengan polaritas yang berbeda. Pengujian antioksidan menggunakan metode DPPH dan CUPRAC, dan penentuan kadar total fenol dan flavonoid menggunakan spektrofotometri UV-sinar tampak. Ekstrak etanol daun memiliki nilai IC50 DPPH (IC50 109,81 ± 0,707 ?g/mL) dan nilai EC50 CUPRAC (EC50 102,75 ± 0,443 ?g/mL), flavonoid total (2,160 ± 0,041 mg QE/100 mg ekstrak), fenol total (4,695 ± 0,008 mg GAE/100 mg ekstrak). Ekstrak etanol batang memiliki nilai IC50 DPPH (IC50 87,15 ± 0,707 ?g/mL) dan nilai EC50 CUPRAC (EC50 153,72 ± 1,595 ?g/mL), flavonoid total (1,663 ± 0,029 mg QE/100 mg ekstrak), fenol total (5,499 ± 0,014 mg GAE/100 mg ekstrak). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol batang memiliki aktivitas antioksidan yang paling kuat.
Pengetahuan tentang penanganan pertama cedera olahraga pada siswa akademi sepak bola Rahayu, Sri Mulyati; jamil, Maria Ulfah; Dirgahayu, Inggrid; Budiana, Wempi; Husein, Herlina; Ulfah, Diana
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.327

Abstract

Introduction: Football is a form of physical activity that can be played by both men and women. This sport is inseparable from the use of the feet which involve body structures such as joints and muscles. The problem that often occurs in soccer players is experiencing injuries that can occur to the ankles due to sprains or collisions between players. Serious injury can occur if there is a hard impact on the neck and head area. Sports injuries can cause disturbances in physical activity, psychology, and achievement. The solution to dealing with repetitive sports injuries is by providing education about the first treatment for soccer sports injuries. Purpose: To increase knowledge in the first handling of soccer sports injuries to students at the Ebod Jaya Football Academy and Cimahi FC. Methods: Descriptive with pre-test and post-test design. Population is 60 students, sample is 35 students, with purposive sampling technique. Results: The results obtained were that more than half of the respondents had insufficient knowledge about the first handling of soccer sports injuries before being given education (54%) and more than half of the respondents had sufficient knowledge about the first handling of soccer sports injuries after being given education (69%). Conclusion: Half of the respondents had sufficient knowledge about the first treatment for soccer sports injuries after being given education.   Keywords: Knowledge; First Handling; Injury; Football.   Pendahuluan: Olahraga sepak bola merupakan bentuk aktivitas fisik yang  bisa dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan. Olahraga ini tidak terlepas dari penggunaan kaki yang melibatkan struktur tubuh seperti sendi dan otot. Permasalahan yang sering terjadi pada pemain sepak bola adalah mengalami cedera yang dapat terjadi pada pergelangan kaki akibat terkilir atau benturan antar pemain. Cedera berat dapat terjadi jika ada benturan keras pada daerah leher dan kepala. Cedera olahraga dapat menimbulkan gangguan aktivitas fisik, psikis, dan prestasi. Solusi untuk mengatasi cedera olahraga berulang dengan diberikan edukasi tentang penanganan pertama cedera olahraga sepak bola.  Tujuan:  Untuk meningkatkan pengetahuan dalam penanganan pertama cedera olahraga sepak bola pada siswa Akademi sepak bola Ebod Jaya dan Cimahi FC. Metode: Deskriptif dengan pre-test dan post-test design. Populasi 60 siswa, sampel 35 siswa, dengan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil yang didapatkan lebih dari setengah responden memiliki pengetahuan kurang  tentang penanganan pertama cedera olahraga sepak bola sebelum diberikan edukasi (54%) dan lebih dari setengah responden memiliki pengetahuan cukup tentang penanganan pertama cedera olahraga sepak bola setelah diberikan edukasi (69%). Simpulan: Setengah responden memiliki pengetahuan cukup tentang penanganan pertama cedera olahraga sepak bola setelah diberikan edukasi.
PENILAIAN SIFAT ANTIOKSIDAN DAN STANDARISASI HERBA Centella asiatica L. Urb DARI BERBAGAI DAERAH DI JAWA BARAT Fajarwati, Kania; Budiana, Wempi; Kusriani, Herni; Mardiana, Neng Dian; Fakih, Taufik Muhammad
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v15i2.2520

Abstract

Herba pegagan (Centella asiatica L.Urb) merupakan tanaman yang memiliki khasiat dan salah satunya adalah sebagai antioksidan yang berperan dalam menetralkan radikal bebas dan mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas. Radikal bebas diketahui terlibat dalam timbulnya berbagai penyakit. Senyawa yang terkandung dalam herba pegagan yang berpotensi sebagai antioksidan yaitu tanin, flavonoid, dan terpenoid. Tujuan dari penelitian yaitu untuk menentukan parameter standarisasi herba pegagan dan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari kelima daerah herba pegagan (Centella asiatica L.Urb). Pada hasil standarisasi parameter spesifik dan non spesifik hasil yang diperoleh telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Farmakope Herbal Indonesia. Sampel diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kemudian dipantau dan diuji aktivitaas antioksidannya secara kualitatif menggunakan kromatorafi lapis tipis dan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer sinar tampak. Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrihidrazil) diperoleh rentang nilai IC50 67,61-89,32 μg/mL, dimana ekstrak yang paling aktif memiliki aktivitas antioksidan adalah ekstrak pegagan dari daerah pangandaran dengan nilai 67,61 μg/mL dibandingkan terhadap pembanding asam askorbat dengan nilai 4,22 μg/mL. kelima ekstrak herba pegagan berpotensi sebagai antioksidan.
Establishment of a Medical Team in Girimekar Village, Bandung District Fenti Fatmawati; Patonah Patonah; Dedep Nugraha; Wempi Budiana; Yanyan Mulyani; Supriyatni Kartadarma
Warta Pengabdian Andalas Vol 31 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.31.1.128-134.2024

Abstract

Bhakti Kencana University (BKU) community service activities were conducted in Girimekar Village, Bandung Regency. This activity involved BKU lecturers from various disciplines, such as Midwifery, Nursing, Public Health, and Pharmacy. This activity was carried out by forming a medical team, which was an effort to empower the community, especially the youth of the local group. This activity aims to socialize emergency treatment measures that must be carried out as soon as possible before residents are taken to the community health center or hospital. This will help the community care more about their health. Girimekar Village has topography and land contours in the form of highlands and lowlands at an altitude of between 400 meters above sea level and 600 meters above sea level, with an average temperature ranging from 19°C to 37°C. Girimekar Village consists of 5 hamlets, 22 RWs, and 79 RTs. Based on the topography, most areas outside the forest area are slopes or peaks with varying heights. Most RWs are located outside forest areas. Conditions like this are the background for the formation of this medical team. The method for forming a medical team was carried out by identifying the number of young people in the area and then carrying out preliminary outreach by educating them about the importance of emergency treatment before residents are taken to the hospital. After the socialization, the medical team was given training on first aid in the form of basic life support. The formation of the medical team was carried out by first identifying the number of youth. This activity, which was carried out for one month, produced a medical team from among the youth who were expected to be at the forefront in assisting. First, to residents before taking them to the health center or hospital. 26 Girimekar residents attended it, and the long-term plan for this activity is to hold first aid training for the medical team at least once every six months.
Utilization of TOGA to Reduce the Risk of Hypertension in Cibiru Wetan Village Jajang Japar Sodik; Fenti Fatmawati; Mia Nisrina Anbar Fatin; Wempi Budiana
Warta Pengabdian Andalas Vol 32 No 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.32.1.55-60.2025

Abstract

Community service activities in Cibiru Wetan Village, Bandung Regency have been carried out by lecturers and students of the Faculty of Pharmacy, Bhakti Kencana University (BKU) with partners, namely PKK Cibiru Wetan and Cibiru Wetan Health Center. Activities carried out in November include health screening (blood pressure, blood sugar, uric acid and total cholesterol checks), education on hypertension and the benefits of TOGA, training in processing medicinal plants such as ginger, Kaempferia galanga, and Curcuma into ready-to-consume herbal products, distribution of booklets on practical guidelines for the use of TOGA. This activity involves BKU lecturers from various expertise groups such as Pharmacology & Clinical Pharmacy; Pharmacy and Pharmaceutical Technology; General Pharmacy and Pharmacists; Pharmaceutical Biology.
In Vitro Inhibitory Activity of the α-Glucosidase Enzyme from Eucheuma cottonii Macroalgae Extract Kurnia, Dewi; Zakiyah, Farah; Budiana, Wempi; Andriansyah, Ivan
Jurnal Kimia Riset Vol. 10 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v10i1.65372

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disorder caused by damage to the pancreas, insulin resistance, or other factors. α-glucosidase inhibitors are compounds that can prevent the breakdown of complex carbohydrates into glucose, so α-glucosidase inhibitors have the potential to be used as diabetes drugs. One of the natural marine ingredients that has the potential to act as an antidiabetic is the macroalgae Eucheuma cottoniii. This research aims to determine the potential of Eucheuma cottoniii extract in inhibiting the activity of the α-glucosidase enzyme extract using an in vitro approach. Eucheuma cottoniii was extracted by a multistage maceration method used n-hexane, ethyl acetate and 70% ethanol as solvents. Extracts were characterized by the TLC method. The α-glucosidase inhibitory activity was tested in vitro used a microplate reader at 405 nm. TLC analysis results showed that the extract of Eucheuma cottonii contained flavonoid, phenol, alkaloid, steroids, and terpenoid. The α-glucosidase enzyme inhibition activity test showed that the IC50 values of the n-hexane, ethyl acetate and 70% ethanol extracts were 567.84; 174.32 and 99.57 μg/mL, while the IC50 of acarbose as a comparison was 64.41 μg/mL. It can be concluded that Eucheuma cottoniii extract with 70% ethanol has strong α-glucosidase enzyme inhibitory activity, so it has the potential to be developed as an alternative in antidiabetic treatment.
PEMANFAATAN EKSTRAK DAU DAN BATANG PELAWAN (Tristaniopsis obovata) SEBAGAI INHIBITOR ENZIM ALFA GLUKOSIDASE Budiana, Wempi; Anggraeni, Vina Juliana; Wahyudi, Ade
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 7 No 3 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Vol 7 No 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v7i3.183

Abstract

Diabetes tipe 2 merupakan diabetes yang tidak tergantung pada insulin, terjadi pada 90-95% kasus dari keseluruhan penderita diabetes. Salah satu pilihan terapi yang digunakan ialah obat yang bekerja menghambat aktivitas enzim ?-glukosidase. Pengembangan obat tradisional menjadi sangat potensial dalam terapi, dikarenakan efek samping yang ditimbulkan lebih sedikit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi antidiabetes pada ekstrak daun dan batang pelawan melalui uji aktivitas inhibitor enzim ?-glukosidase. Daun dan batang pelawan diekstraksi dengan metode refluksmenggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol. Ketiga ekstrak tersebut dilakukan pengujian penghambatan terhadap enzim ?-glukosidase menggunakan microplate reader, dengan akarbose sebagai pembandingnya. Hasil uji aktivitas inhibitor enzim ?-glukosidase ekstrak n-heksan, etil asetat dan etanol pada daun pelawan memiliki IC50 secara berturut-turut yaitu 341,026 µg/mL, 114,953 µg/mL, dan 73,898 µg/mL. Sedangkan ekstrak n-heksan, etil asetat, dan etanol pada batang pelawan memiliki IC50 secara berturut-turut yaitu 427,891, 612,131 µg/mL, 447,657 µg/mL. Sementara akarbose memiliki IC50 19,454µg/mL. Hal ini menunjukan bahwa pada daun pelawan ekstrak etanol dan pada batang pelawan ekstrak n-heksana yang memiliki aktivitas inhibitor enzim ?-glukosidase paling kuat.
REVIEW JURNAL: PEMANFAATAN LAVENDER (Lavandula angustifolia) SEBAGAI AROMATERAPI Yunita, Dilla; Wilis, Hawa; Rinaldi, Muhammad Dodit; Ulfah, Raden Roro Maryana; Jungjunan, Repita Anis; Septiani, Yuni; Budiana, Wempi
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.55655

Abstract

Aromaterapi merupakan pengobatan alternatif hasil ekstraksi suatu tanaman dalam bentuk minyakesensial atau minyak atsiri yang dapat memberikan efek tenang dan nyaman bagi penggunanya.Lavender merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang dapat meredakan gejala stresmental, insomnia dan gangguan pencernaan, dan secara eksternal untuk aromaterapi, neuralgia, dansebagai antiseptik. Formulasi aromaterapi dengan bahan aktif lavender dilakukan untuk mempermudahpemakaian serta memaksimalkan efek terapinya. Formulasi aromaterapi lavender dapat dibuat dalamberbagai bentuk, contohnya yaitu dalam bentuk roll on serta lilin aromaterapi. Evaluasi sediaanaromaterapi dilakukan untuk memastikan mutu sediaan baik dari segi manfaat, keamanan, dan stabilitas.Pengujian yang umumnya dilakukan dalam evaluasi sediaan roll on diantaranya uji organoleptik, pH,homogenitas, daya sebar, serta kesukaan. Sedangkan dalam pengujian sediaan lilin dapat berupa ujiorganoleptik, titik leleh, waktu bakar, ketahanan aroma, dan kesukaan.
REVIEW JURNAL: UJI EVALUASI SEDIAAN LULUR BAHAN ALAM Budiana, Wempi; Amelia, Ferda; Ahmad, Afifah Isybillah; Mulya, Rheini Dwi; Hanifah, Nidaa; Cahyani, Dhiana Eka; Al-Akbar, Ayatullah Malik; Rulazi, Bagus Akbar
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.55630

Abstract

Lulur merupakan sediaan untuk perawatan tubuh yang berfungsi untuk melembutkan, mengencangkan, mencerahkan kulit, membantu proses detoksifikasi. Lulur tradisional adalah sediaan lulur yang dibuat dari rempah-rempah serta tepung dengan tekstur yang kasar, sedangkan lulur modern dibuat dari butiran scrub yang dilengkapi dengan losion serta campuran ekstrak bahan alam yang dibuat agar sediaan lulur bertahan lama, dan dirancang lebih praktis sehingga mudah dalam penggunaannya. Berbagai tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan lulur adalah ampas kopi, rimpang kunyit, rimpang jahe, lidah buaya, daun papaya, ubi jalar ungu,  serbuk kemiri, bunga kembang sepatu, manggis dan lain-lain. Berdasarkan formula yang didapatkan dari beberapa artikel, diketahui bahwa dalam pembuatan lulur terdapat bahan aktif dan bahan tambahan (eksipien) yang digunakan dalam formula. Bahan aktif yang digunakan memiliki kandungan sebagai eksfoliator, karena sebagai fungsi utama lulur untuk membersihkan kulit dari berbagai kotoran dan sel kulit mati. Standardisasi untuk sediaan lulur evaluasi sediaan dengan tujuan untuk mengetahui mutu dari sediaan tersebut baik dari segi manfaat, keamanan dan stabilitas suatu sediaan lulur. Beberapa pengujian yang umumnya dilakukan untuk mengevaluasi sediaan lulur yaitu Uji homogenitas, Uji tipe emulsi, Uji stabilitas, Uji pH, Uji iritasi, Uji efektivitas, Uji hedonik, Uji daya oles, Uji daya sebar, dan Uji daya lekat. Selain beberapa uji yang tersebut, terdapat beberapa pengujian lainnya seperti uji tipe emulsi/krim, uji cemaran, uji kadar air/kelembapan, uji waktu mongering, uji hedonic/kesukaan dan uji aktivitas zat aktif seperti antioksidan.
Co-Authors Ade Wahyudi Ahmad, Afifah Isybillah Aiyi Asnawi Ajeng Pramesti Al-Akbar, Ayatullah Malik Amelia, Ferda Anandari, Yonara Andriansyah, Ivan Anggraeni, Vina Juliana Aris Suhardiman Aris Suhardiman Aris Suhardiman Astira Kosmawati Burhanudin Burhanudin Burhanudin Burhanudin Cahyani, Dhiana Eka Dedep Nugraha Dedep Nugraha Destia Tresna Prima Dewi Kurnia Diana Ulfah Diana Ulfah dirgahayu, inggrid Fajarwati, Kania Fatmawati, Fenti Fenti Fatmawati Fenti Fatmawati Fenti Fatmawati Fitri Bella Mustika Sari Hanifah, Nidaa Hasimun, Patonah Helen Fitri Novianti Herlina Husein Hikmiah Hikmiah Hilda Novianti Husein, Herlina Ida Lisni Inggrid Dirgahayu Isnugraheni Sumarah Istiqomah, Aulia Nurfazri Jajang Japar Sodik Jamil, Maria Ulfah juliana, Vina Jungjunan, Repita Anis Kartadarma, Supriyatni Mardiana, Neng Dian Maria Ulfah Jamil Marliani, Lia Maulana Isman Naki Mia Nisrina Anbar Fatin Mulya, Rheini Dwi Nara, Theodorik Erik Nuryana, Ela Fitri Patonah Patonah Pratama, Reza Purwaniati, Purwaniati - Rahayu, Sri Mulyati Ratu Fania Aprilyanti Rinaldi, Muhammad Dodit Roni, Asep Rulazi, Bagus Akbar Ruswanti, Seffi Septiani, Yuni Suhardiman, Aris Suhardiman, Aris Sumarah, Isnugraheni Susilawati, Elis Sutrisno, Entris Taufik Muhammad Fakih Theodorik Erik Nara Thoriq Nurdin Ulfah, Raden Roro Maryana Wahyudi, Ade Wahyudin wilis, hawa Y, Aghni Khaeratul Zannah Yani Mulyani Yanyan Mulyani Yanyan Mulyani Yonara Anandari Yunita, Dilla Zaelani, Diki Zahra Sayyidatunnisa Zakiyah, Farah Ziska, Rahma