Claim Missing Document
Check
Articles

Sistem Distribusi Listrik pada Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Yenni Arnas; Zulina Kurniawati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.3705

Abstract

 AbstrakPoliteknik Penerbangan Indonesia Curug (PPI Curug) berlangganan daya dari PLN sebesar 3 Mega Watt. Sejak awal sistem kelistrikan di Kampus PPI Curug diimplementasikan, belum pernah dilakukan penyesuaian-penyesuaian. Penambahan-penambahan sistem distribusi baru tidak melalui perencanaan yang matang, hal ini dapat ditunjukkan dengan data bahwa sampai saat ini masih ada bangunan di PPI Curug yang disuplai tegangan 110 V per phase. Upgrade sistem kelistrikan pada beberapa bangunan yang disuplai tegangan 110 V per fase pernah dilakukan secara perlahan-lahan melalui mekanisme penyesuaian instalasi listrik pada bangunan tersebut, dan belum menyentuh pada sistem distribusinya. Jumlah trafo daya yang banyak ternyata tidak sebanding dengan suplai daya yang ditanggung oleh masing-masing trafo, bahkan secara keseluruhan tidak ada trafo yang terbebani lebih dari 40% dari beban nominalnya. ( Salsa, 2019) Pada sisi lain jumlah tagihan langganan daya listrik yang dibayar oleh PPI Curug dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.Kata Kunci: Daya, Distribusi Tagihan, Trafo AbstractIndonesian Aviation Polytechnic of Curug (PPI Curug) uses power from PLN of 3 Mega Watts. Since the beginning implementation of the electrical system at the PPI Curug Campus, adjustments have never been made. The additions of a new distribution system did not go through careful planning, this can be shown by the data that until now there are still buildings at PPI Curug which are supplied with a voltage of 110 V per phase. Upgrading the electrical system in several buildings that are supplied with a voltage of 110 V per phase has been carried out slowly through the adjustment mechanism of the electrical installation in these buildings, and has not yet touched on the distribution system. The large number of power transformers turned out to be not proportional to the power supply borne by each transformer, and overall none of the transformers was burdened more than 40% of the nominal load. (Salsa, 2019) On the other hand, the number of electricity subscription bills paid by PPI Curug has increased from year to year.Keywords: Bill, Distribution, Power, Transformer
Analisis kerusakan sistem papi berbasis solar cell di bandara douw aturure nabire Fuji Ismatul Rahma; Yenni Arnas; Nurhedhi Desryanto
Jurnal Pengetahuan dan Pendidikan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Baru Haji Samsudin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The background of this study is the frequent damage to the solar cell-based Precision Approach Path Indicator (PAPI) system at Douw Aturure Nabire Airport, while this system is the only visual landing aid used. This condition has the potential to disrupt the operational reliability of the airport and flight safety, especially during the approach and landing of aircraft. The purpose of this study is to analyze the causes of damage to the solar cell-based PAPI system and compare its reliability with the conventional PAPI system that uses a Constant Current Regulator (CCR). The method used is a descriptive method with a survey approach through field observations, technical measurements, technician interviews, and documentation studies. The data were analyzed descriptively and using a fishbone approach to identify the factors causing the damage, as well as a comparative analysis between the solar cell PAPI and CCR PAPI systems. The discussion of the research includes the performance of solar panels, batteries, inverters, and PAPI lights, the patterns of damage that occurred, and a comparison of the reliability, energy sources, and frequency of interference between the solar cell and CCR systems. The conclusion of the study shows that solar cell-based PAPI systems have a lower reliability level than CCR-based PAPI systems due to power supply instability and environmental influences, thus requiring improved maintenance and system evaluation to support flight safety
ANALISIS KONDISI SMOKE DAN HEAT DETECTOR DALAM UPAYA MITIGASI KEBAKARAN DI GEDUNG PRODI PKP-PK POLITEKNIK PENERBANGAN INDONESIA CURUG Antony Prabowo; Nawang Kalbuana; Yenni Arnas
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 3 (2026): Inpress Vol. 9 No. 3 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i3.62650

Abstract

Smoke detector dan heat detector merupakan komponen penting sistem proteksi kebakaran aktif untuk deteksi dini kebakaran. Penelitian ini menganalisis kondisi kedua perangkat serta merekomendasikan program pemeliharaan berkala di Gedung Prodi PKP-PK PPI Curug. Metode deskriptif kualitatif didukung data kuantitatif digunakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan 7 dari 54 detektor rusak, tidak responsif saat diuji, dan tidak ada aliran listrik. Jumlah detektor terpasang telah sesuai SNI 03-3985-2000, kecuali ruangan Kantin. FACP dinonaktifkan karena alarm terus-menerus. Diperlukan program pemeliharaan sistematis dan berkelanjutan agar sistem deteksi kebakaran dapat kembali berfungsi optimal.
Rancangan Pemasangan Runway Threshold Identification Lights di Bandar Udara Nusawiru Josua Bungaran Raja; Rubby Soebiantoro; Yenni Arnas
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9110

Abstract

Landasan pacu di Bandara Udara Nusawiru Pangandaran Jawa Barat memiliki panjang 1.400 meter dan lebar 30 meter. Kondisi saat ini runway 07 dan 25 belum tersedia fasilitas approach light belum. Berdasarkan PR 21 Tahun 2023, aspek keselamatan dan keamanan pada threshold non-precision approach runway memerlukan indikator yang jelas. Jika pemasangan approach light tidak memungkinkan, regulasi tersebut menghendaki penggunaan Runway Threshold Identification Light (RTIL) sebagai solusi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pemasangan RTIL sesuai standar yang berlaku dalam bentuk Detail Engineering Design (DED) yang dapat diaplikasikan di Bandar Udara Nusawiru. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) level satu, meliputi tahap identifikasi masalah, pengumpulan data, perancangan desain, hingga validasi desain. Penelitian ini menghasilkan beberapa poin penting, antara lain penempatan RTIL dilakukan secara simetris terhadap threshold light dengan jarak aman 10 meter dari runway edge light, sistem kelistrikan dioperasikan pada tegangan 230 VAC menggunakan kabel tipe NYFGbY 3x10 mm² sepanjang 1.886 meter, aspek proteksi kelistrikan menggunakan MCB dengan kapasitas 4A serta konstruksi dudukan berstandar SKEP 114 Tahun 2002 berdimensi 60×72×50 cm. Seluruh hasil rancangan ini diintegrasikan ke dalam dokumen Detail Engineering Design (DED), sehingga siap diaplikasikan sebagai panduan operasional di bandar udara.
Rancangan Pemasangan Runway Threshold Identification Light Runway 08 Bandara Ngloram Hanif Firjatullah; Yenni Arnas; Adli Adia Putra
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9111

Abstract

Runway 08 Bandar Udara Ngloram, Cepu, saat ini hanya dilengkapi Automatic Precision Approach Path Indicator (APAPI) sebagai fasilitas visual approach, sementara belum tersedia sarana bantu visual yang secara khusus memberikan identifikasi awal terhadap letak threshold runway, terutama pada kondisi kabut dan visibilitas rendah yang kerap terjadi akibat kondisi topografi perbukitan di sekitar bandara. Keterbatasan lahan pada Runway 08, yang hanya menyisakan ruang RESA sekitar 67 meter, turut menyulitkan penerapan sistem approach lighting berskala besar seperti MALS maupun PALS. Penelitian ini bertujuan menghasilkan rancangan pemasangan Runway Threshold Identification Light (RTIL) yang sesuai dengan ketentuan ICAO Annex 14 Volume I dan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor PR 21 Tahun 2023 sebagai upaya peningkatan keselamatan operasi pendaratan di Bandar Udara Ngloram. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) level 1, yaitu penelitian yang hanya menghasilkan rancangan tanpa dilanjutkan pada tahap pembuatan maupun pengujian produk, melalui tahapan identifikasi masalah, pengumpulan data (survei lokasi, wawancara, dan studi literatur), perancangan desain, serta validasi oleh Unit Listrik Bandar Udara Ngloram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RTIL dirancang terpasang secara simetris terhadap runway centerline pada jarak 10 meter di luar runway edge light, menggunakan kabel NYFGBY 3×10 mm² sepanjang 1.383 meter dengan voltage drop sebesar 1,13 persen, diamankan oleh Miniature Circuit Breaker (MCB) 4 A, serta ditopang pondasi beton bertulang berukuran 60×72×50 cm. Rancangan disusun dalam bentuk Detail Engineering Design (DED) yang dilengkapi Rencana Kerja dan Syarat (RKS) serta Bill of Quantity (BOQ) sehingga siap dijadikan acuan teknis pelaksanaan pemasangan RTIL di lapangan.
Rancang Bangun Modular Fire Protection System Panel Listrik Berbasis IoT Dengan Pemutusan dan Pemadaman Otomatis Fadhil Fadlurrahman Rinaldi; Yenni Arnas; Basil Aldrian Prawiraatmaja
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9117

Abstract

Panel listrik merupakan pusat distribusi tenaga listrik yang memiliki risiko kebakaran akibat hubungan arus pendek, beban berlebih, sambungan kabel yang longgar, maupun kerusakan komponen. Sistem proteksi yang umum digunakan masih terbatas pada pemutusan arus dan belum terintegrasi dengan deteksi dini serta pemadaman kebakaran otomatis. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun Modular Fire Protection System pada panel listrik berbasis Internet of Things (IoT) dengan fitur pemutusan dan pemadaman otomatis. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) Level 3 menurut Sugiyono melalui delapan tahapan pengembangan. Sistem menggunakan ESP32 sebagai pengendali, sensor MQ-2 untuk deteksi asap, sensor Flame untuk deteksi api, relay dan kontaktor untuk pemutusan daya, servo MG996R untuk mengaktifkan APAR CO₂, buzzer sebagai alarm, LCD sebagai indikator lokal, serta Blynk untuk monitoring dan notifikasi. Hasil pengujian menunjukkan sensor MQ-2 dan Flame dapat mendeteksi asap dan api hingga jarak 80 cm. Sistem mampu mengaktifkan alarm, memutus aliran listrik, menggerakkan APAR CO₂ secara otomatis, dan mengirimkan notifikasi melalui Blynk secara real-time. Prototype mengintegrasikan deteksi dini, pemutusan daya, pemadaman otomatis, dan monitoring IoT sehingga dapat meningkatkan respons proteksi terhadap potensi kebakaran panel listrik.
Analisis Kesesuaian Sistem Penerangan Apron Floodlight Untuk Mendukung Keselamatan Operasional Penerbangan di Bandar Udara Karel Sadsuitubun Nurul Daniah Hasbi; Yenni Arnas; Edy Kurniawan
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9137

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan intensitas penerangan apron di Bandar Udara Karel Sadsuitubun, Langgur, yang dinilai kurang memadai dan tidak merata sebagai akibat penurunan kinerja (depresiasi) lampu halogen eksisting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian kuat penerangan aktual terhadap ketentuan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor PR 21 Tahun 2023 dan ICAO Annex 14, serta menguji pengaruh keandalan sistem penerangan tersebut terhadap keselamatan operasional penerbangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui pengukuran lapangan dengan Digital Lux Meter pada kondisi permukaan kering dan basah di Parking Stand 1–4 serta area transisi gedung terminal, yang dilengkapi dengan penyebaran kuesioner kepada 42 personel operasional sisi udara. Analisis data mencakup komparasi nilai iluminansi, rasio keseragaman cahaya (uniformity ratio), serta uji statistik inferensial (regresi linear parsial dan koefisien determinasi) menggunakan SPSS versi 26. Hasil pengukuran menunjukkan kuat penerangan rata-rata di area apron berkisar antara 2,00–14,25 Lux, berada di bawah standar minimal regulasi sebesar 20 Lux. Kondisi paling kritis ditemukan pada Parking Stand 3 dan 4 (2,00–3,50 Lux) akibat belum tersedianya tiang floodlight mandiri. Hasil uji regresi parsial (uji t) menunjukkan nilai t-hitung (8,039) lebih besar dari t-tabel (2,021) dengan taraf signifikansi < 0,001, serta koefisien determinasi (R²) sebesar 60,8%, yang membuktikan bahwa kualitas pencahayaan apron floodlight berpengaruh positif dan signifikan terhadap keselamatan penerbangan. Penelitian ini merekomendasikan pemeliharaan preventif secara berkala serta migrasi ke teknologi lampu LED guna meningkatkan keandalan dan keselamatan operasional darat.
Co-Authors A, Hendra Bahtiar Adit Pratama Adli Adia Putra Agoes Soebagio Agus Supriyadi Andy Ahmad Angga Subekti, Ibnu Anton Bagus Wicaksono Antony Prabowo Ardiansyah, Muhammad Zaky Arief Susanto Arrahma, Khuzamah Arti, Endang Sugih Aufar Zhafari, Muhammad Bachrul Huda Basil Aldrian Prawiraatmaja Benny Kurnianto Desryanto, Nurhedhi Dian Novita Diana Sari, Dita Edy Kurniawan Ego Widoro Endrawijaya, Ika Fadhil Fadlurrahman Rinaldi Fadly Warnangan Fahrizal, Danis Fatra, Oka Fuji Ismatul Rahma Hanif Firjatullah Hanzalah Gustan Nahar Hari Kurniawanto Haryadi Wibowo, Imam Hilmanto, Millenias Ibnu Miftakhul Azis Ika Endrawijaya Ika Endrawijaya Imam Haryadi Imam Haryadi Wibowo Indria Sari Purwaningrum Inof Seno Acton ISMAIL, KGS Ismail, KGS. M. Isnaini, Mohamad Izaty, Hadina Shofia Josua Bungaran Raja Jovi Nandra Saragih Julio Rumkorem, Sefanya Kadek Agus Agastia Paramartha Kalbuana, Nawang Kartika Putri Kartika, Budi KGS Ismail KHOIRUL ANAM khoirul anam Krisdian, Safa Kurnianto, Benny Kurniawati, Zulina M. Ismail, KGS. M. Samudera Novarizki Adityanto Nursin M. Sutarjo Mahendrah, Ida Bagus Rai Marpaung, Ray Ivan Mediaswati, Cristina Novi Miftahur Rizqi Nasution Muh Wildan Muhammad Bagas Dirgantara Napitupulu, Immanuel Novi Mediaswati, Cristina Novia Ardianti Nurhedhi Desryanto Nurudin Siraj Nurul Daniah Hasbi Oka Fatra Otto Fajarianto Ozwaldo Henriquez Paramartha, I Ketut Aditya Raden Mohamad Herdian Bhakti Rafli Aditya Rahman Rafy Fauzian Agsal RB Budi Kartika W RB. Budi Kartika W Rifa Nashardin, M Riyanto Saputro Riyanto Saputro RR. Ella Evrita Hestiandari Rubby Soebiantoro Saputri, Joan Thalia Savitri, Anak Agung Putu Cecilia Simanjuntak, Febrian Siti Maemunah Soebagio, Agoes Sptra, Made Aditya Sukamto Sukamto Sundoro Sundoro Suse Lamtiar Ubaedillah W., Imam Hariyadi Wahyu, Anggy Wibowo, Sandi Nasrudin Widiarto, Hendro Widoro, Ego Wildan, Muh Yhonanda Harsono Zulham Hidayat Zulina Kurniawati