Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Penerapan The 7 Islamic Daily Habits dalam Membangun Sumber Daya Manusia Berkarakter Unggul Indah Wahyuni
Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2024): Juli : Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Prodi. Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah, Institut Pesantren Sunan Drajat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/mudir.v6i2.1615

Abstract

With a very large population, Indonesia needs human resources in large quantities and quality as the main supporter in development. Experts agree that quality human resources are not only measured by skill abilities but are largely determined by their character. The results of a study at Harvard University in the United States concluded that a person's success is not solely determined by knowledge and technical abilities (hard skills), but is more determined by the ability to manage oneself and others (soft skills). This study revealed that success is only determined by about 20 percent by hard skills, the remaining 80 percent by soft skills. Even the most successful people in the world can succeed because they are more supported by soft skills than hard skills. Soft skills refer to individual brilliance in several aspects such as attitude and personality, language skills (communication), politeness, having a wide circle of friends, and being optimistic. Soft skills in the definition above are identical to character. Character is the values ​​of human behavior that relate to God Almighty, oneself. fellow human beings, the environment, and nationality that are manifested in thoughts, attitudes, feelings, words, and actions based on religious norms, law. lata kiama. culture, and customs. Character education is actually not something foreign to the religious Indonesian nation. In our State Philosophy, character education is stated in all the principles of Pancasila, stated in the national anthem with the term 'bangunlah jiwanya', and clearly stated in the National Education Law. The Law No. 20 of 2003 concerning the National Education System. Article 3 of the Law states that national education functions to develop abilities and shape the character and civilization of a dignified nation in order to educate the life of the nation. National education aims to develop the potential of students to become human beings who believe in and fear God Almighty, have noble morals, are healthy, knowledgeable, capable, creative, independent, and become democratic and responsible citizens. To fulfill these human resources, education and training have a very important role. In fact, I am of the opinion that character education is mandatory, an obligation that must be immediately implemented by the government and all parties who care about human resources.
STRATEGI DAUR ULANG LIMBAH AIR CUCIAN BERAS SEBAGAI ALTERNATIF PUPUK CAIR ORGANIK RAMAH LINGKUNGAN Meilinda Suriani Harefa; Samuel Natanael; Tiara Renata; Indah Wahyuni
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/69kc2d84

Abstract

Masalah kerusakan lingkungan dan kecanduan pada pupuk sintetis telah mendorong kebutuhan akan inovasi dalam penanganan sampah domestik untuk mendukung pertanian yang lestari. Kajian ini dilakukan untuk menyelidiki pendekatan pengolahan ulang air sisa cucian beras melalui fermentasi sebagai pilihan pupuk organik cair yang eco-friendly. Pendekatan penelitian bersifat eksperimental, dengan fokus pada air sisa cucian beras yang difermentasi secara anaerobik menggunakan bioaktivator EM4 dan gula aren selama 7 hingga 15 hari. Evaluasi dilakukan pada produk fermentasi serta manfaatnya terhadap perkembangan tanaman percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk cair organik hasil fermentasi air cucian beras mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman, seperti tinggi dan jumlah daun, dibandingkan kontrol tanpa perlakuan. Penerapan strategi daur ulang ini terbukti sederhana, ekonomis, dan mudah diterapkan pada skala rumah tangga. Kesimpulan ini mengonfirmasi bahwa pengolahan ulang air sisa cucian beras adalah metode sederhana namun efisien untuk mengurangi sampah rumah tangga, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, dan mempromosikan praktik pertanian lestari di kalangan masyarakat.
Penerapan Sistem Pembelajaran di Pelosok Daerah pada Masa Pandemi Fazli Abdillah; Maya Masita; Indah Wahyuni
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i1.2280

Abstract

Sistem adalah satu kesatuan komponen yang satu sama lain saling berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu. Oleh karena itu sistem mempunyai tiga ciri yaitu memiliki tujuan tertentu, memiliki fungsi tertentu, ditunjang oleh sebagai komponen. Untuk mencapai tujuan dari sistem setiap sistem pasti memiliki fungsi tertentu. Sistem pembelajaran adalah kombinasi terorganisasi yang meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Unsur manusiawi dalam sistem pembelajaran adalah siswa, guru atau pengajar, pustakawan, laboratorium, tenaga administrasi serta orang-orang yang mendukung terhadap keberhasilan proses pembelajaran. Oleh karena itu penerapan sistem pembelajaran di sekolah ataupun di lembaga pendidikan haruslah saling bekerja sama dan harus terus berkaitan untuk menjadi satu kesatuan yang memiliki tujuan untuk memajukan pendidikan di negara kita ini.Dalam penelitian ini kami mencoba mengamati bahwa susahnya belajar jarak jauh di pelosok daerah karena minimnya fasilitas serta teknologi yang ada di pelosok-pelosok daerah membuat para peserta didik itu kurang dalam sistem yang telah diterapkan oleh lembaga sekolah atau naungan pendidikan. Terlebih lagi pada masa pandemi seperti ini masyarakat juga sangat dirugikan akibat dari pandemi ini karena berkurangnya beberapa penghasilan dari masyarakat dan bertambahnya biaya dari setiap siswa agar dipenuhi karena itu adalah pendidikan kan yang mana harus terus diperjuangkan, karena masyarakat di desa itu tidak mau memiliki seorang anak yang nantinya bakal bekerja di bawa pekerjaan orang tuanya. Maka dari itu masyarakat di daerah pelosok itu memegang prinsip bahasanya anak mereka itu tidak boleh bekerja di bawah derajat orang tuanya masing-masing melainkan ingin menjadikan anak dari masyarakat tersebut menjadi orang yang sukses yang bisa mengangkat derajat orang tuanya.
Implementation of Principal Academic Supervision in Improving Teacher Performance at Schools Mis Hubbul Wathon Sei Berombang Filma Muhazri Sembiring; Alfieridho Alfieridho; Cendani Alfanizha Hidma; Indah Wahyuni; Arina Denggan Munthe; Renilda Putri
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 2 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i2.4361

Abstract

Academic supervision has the aim of influencing the development and management of the learning process in schools for the better. The purpose of this research is to complement teacher administration, discipline, commitment, and implementation barriers to supervision to manage the learning process. This research is qualitative, namely by using observation and interview techniques for data collection. With the results we can conclude that the supervisory research at MIS HUBBUL WATHON SEI BEROMBANG has followed the management functions to facilitate development in managing the learning process in improving the quality of teacher work.
Development of Learning Media Based on Scratch Educational Games for Straight Line Equation Jarilla Syahdita Azza Nehro Al Amirus Salma; Indah Wahyuni
Didaktik Matematika Vol 12, No 2 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jdm.v12i2.47205

Abstract

Rapid technological developments in the 21st century have encouraged the use of digital media in mathematics learning. Using technology-based interactive learning materials is one way to enhance student learning results. This study was conducted at a public junior high school in Rambipuji, Jember, East Java, Indonesia, to develop and test Fly and Count, a Scratch-based learning medium that is valid, practical, and effective in enhancing learning outcomes. The ADDIE development model, which comprises the phases of analysis, design, development, implementation, and evaluation, was applied in this study. A validation sheet, a practicality questionnaire, and a learning outcome test on the subject of straight line equation were among the tools utilized. The results showed that the media was highly valid according to subject matter experts (87.14%) and valid according to media experts (66.66%). The practicality test showed very practical responses from teachers (88%) and students (90.33%). The effectiveness test showed an increase in student learning outcomes with an N-Gain score of 0.69 (moderate category). Thus, Fly and Count is declared valid, practical, and effective for use as a learning medium for straight line equation.
INTEGRASI KURIKULUM IPA DAN MATEMATIKA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN ABAD 21 Amaza Ilmil Mufidah; Anzilna Qotrun Nada; Indah Wahyuni; Umi Farihah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47432

Abstract

This study was motivated by the importance of developing students’ critical thinking skills in 21st-century learning through the integration of Science and Mathematics curricula in elementary schools. Learning processes that are still conducted separately often cause students to have difficulty understanding the relationship between concepts and solving contextual problems effectively. This study aims to describe the implementation of the integration of Science and Mathematics curricula, analyze the improvement of students’ critical thinking skills, and identify the supporting and inhibiting factors in the implementation of integrated learning in elementary schools. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of principals, teachers, and students involved in the learning process. Data analysis used the Miles and Huberman interactive model, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the integration of Science and Mathematics curricula was able to create more active, contextual, and meaningful learning experiences. Students became more active in discussions, problem analysis, data processing, and drawing conclusions based on observations. Integrated learning was also proven to improve students’ critical thinking skills through experiments, problem-solving activities, and group discussions. Supporting factors in the implementation of integrated learning included teacher creativity, school support, and students’ enthusiasm, while the inhibiting factors included limited learning time and teachers’ difficulties in designing integrated learning tools. Therefore, the integration of Science and Mathematics curricula can be an effective learning strategy in improving students’ critical thinking skills in 21st-century learning at the elementary school level.
Penerapan Pembelajaran Berbasis Teori Bruner Melalui Representasi Enaktif, Ikonik, dan Simbolik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pecahan Berbeda Penyebut Siswa Kelas V Sekolah Dasar Nur Fauziah, Nahdiah; Alvi Syafa`atu Rosidah; Muhammad Ma`dinul In`am Al Kamil; Umi Farihah; Indah Wahyuni
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47555

Abstract

This study aims to improve students’ learning outcomes in the subject of addition and subtraction of fractions with different denominators through the application of Bruner’s Theory, specifically the enactive, iconic, and symbolic stages. This study employs the Classroom Action Research (CAR) design based on the Kemmis and McTaggart model, conducted over two cycles with a sample of 26 fifth-grade elementary school students. Data collection techniques included observation, documentation, and achievement tests, while data analysis was conducted both quantitatively and qualitatively. The results indicate a significant improvement in student learning outcomes, evidenced by an increase in the average score from 59.5 in the pre-intervention phase to 69.46 in Cycle I, and further to 82.19 in Cycle II, as well as a rise in mastery rates from 30.77% to 84.62%. These findings indicate that the systematic integration of the enactive, iconic, and symbolic stages of representation is capable of enhancing students’ conceptual understanding and procedural skills in fraction material. The novelty of this study lies in the explicit and systematic integration of Bruner’s stages of representation within the Classroom Action Research design for fractions with different denominators an area that has been rarely explored in depth in previous research. This study makes a theoretical contribution to the advancement of the constructivist approach and offers a practical contribution in the form of an applicable learning model designed to improve mathematics learning outcomes in elementary schools.
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, BUDAYA SEKOLAH, IKLIM ORGANISASI, DAN MANAJEMEN MUTU GURU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMKN DI D. I. YOGYAKARTA Indah Wahyuni; Darmono Darmono; Husaini Usman
Jurnal Pendidikan Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2020): June
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpts.v2i1.31961

Abstract

Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap prestasi belajar siswa SMKN di Provinsi D.I. Yogyakarta melalui 5 tinjauan variabel bebas, yaitu: "Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1), Budaya Sekolah (X2), Iklim Organisasi (X3), Manajemen Mutu Guru (X4), dan Total Quality Management (X5)". Kelima variabel bebas tersebut akan dilihat sejauhmana besar pengaruhnya terhadap Prestasi Belajar Siswa (Y) yang merupakan variabel terikat dalam kajian ini. Jenis kajian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian korelasional. Populasi dalam kajian ini adalah 69 orang di SMKN di Provinsi D.I Yogyakarta dan sample yang diambil  sebanyak61 guru. Analisis data menggunakan dua teknik yaitu statistik deskriptif kuantitatif dan yang kedua menggunakan Regresi. Melalui 61  responden didapatkan hasil bahwa Hasil Belajar Siswa (Y) sangat dipengaruhi oleh Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1), Budaya Sekolah (X2), Iklim Organisasi (X3), Manajemen Mutu Guru (X4), dan Total Quaity Managemen (X5).
PENINGKATAN KETERAMPILAN PEMBELAJARAN MICRO TEACHING BERBASIS VIDUK (VIDEO UNJUK KERJA) PADA MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN, FT, UNY Galeh Nur Indriatno Putra Pratama; Nur Hidayat; Indah Wahyuni
Jurnal Pendidikan Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2020): June
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpts.v2i1.31967

Abstract

Tujuan kajian ini adalah untuk mengungkap bagaimana pengaruh implementasi penggunaan media VidUK (Video  Unjuk  Kerja)  dalam  pembelajaran micro  teaching  aspek  tinjauan  mata  pelajaran  praktik  mampu meningkatkan keterampilan mengajar mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan, FT, UNY. Kajian ini merupakan kajian tindakan kelas (classroom research). Populasi kajian ini adalah mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan FT UNY yang sedang melaksanakan praktik pengajaran Mikro pada tahun 2018. Sampel kajian adalah kelas B2 sejumlah 11 mahasiswa. Kajian dilaksanakan selama tiga siklus. Tinjauan pertama adalah kemampuan membuka pelajaran, tinjauan kedua adalah penyampaian materi, tinjauan ketiga adalah evaluasi. Observasi kegiatan dilakukan oleh peneliti dengan lembar pengamatan. Penilaian keterampilan juga menggunakan lembar penilaian keterampilan. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil kajian menunjukan bahwa penggunaan media VidUK (Video Unjuk Kerja) dalam pembelajaran micro teaching aspek tinjauan mata pelajaran praktik mampu meningkatkan keterampilan mengajar mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Sipil  dan  Perencanaan untuk  aspek  tinjauan kemampuan membuka pelajaran, kemampuan penyampaian materi, serta kemampuan evaluasi; penggunaan media VidUK (Video Unjuk Kerja) dalam pembelajaran micro teaching dapat dijadikan sebagai sarana demonstrasi awal guru kepada siswa sebelum demonstrasi inti dilaksanakan. 
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN MUTU DAN DISTRIBUTIF KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI 8 STANDAR NASIONAL PENDIDIDKAN (SNP) Indah Wahyuni; Muhammad Nuruzzaman; Husaini Usman; Darmono Darmono
Jurnal Pendidikan Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpts.v2i2.36350

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui sejauhmana pengaruh kepemimpinan mutu kepala SMKN 2 Depok Sleman dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP); (2) sejauhmana pengaruh kepemimpinan distributif kepala SMKN 2 Pengasih Kulon Progo dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP). Kajian ini merupakan kajian kuantitatif. Populasi kajian adalah seluruh guru (termasuk kepala sekolah) yang mengajar di SMKN 2 Depok Sleman dan SMKN 2 Pengasih Kulon Progo di Provinsi D.I Yogyakarta. Sampel penelitian dipilih 30 Guru (termasuk kepala sekolah) berjumlah 30 masing-masing sekolah, sehingga total sampel berjumlah 60 orang. Pengumpulan data menggunakan angket dimana untuk menambahan informasi menggunakan observasi dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik statistik kuantitatif dengan terlebih dahulu data diuji normalitas, linieritas dan multikolinieritas kemudian baru dapat dilanjutkan dengan analisis regresi tunggal. Hasil kajian adalah sebagai berikut. (1) Kepemimpinan mutu (X1) Kepala SMKN 2 Depok tidak berpengaruh terhadap SNP (Y) dengan nilai Sig. 0,543 (syarat berpengaruh nilai sig. < 0, 05); (2) Kepemimpinan distributif (X2) Kepala SMKN 2 Pengasih berpengaruh terhadap SNP (Y) dengan nilai Sig. 0,004 (syarat berpengaruh nilai sig. < 0, 05).