Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PERMAINAN KATA BAKU BENAR (KABAR) TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIASISWA KELAS IV SD SWASTA ADVENT AIR BERSIH MEDAN Silaban, Rolanda; Lubis, Wildansyah; Irsan; Sirait, Albert Pauli; Purnomo, Try Wahyu
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.3630

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pengaruh Permaianan Kata Baku Benar (KABAR) Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SD Swasta Advent Air Bersih Medan. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Penelitian ini menggunakan desain kelompok kontrol pretest-posttest, yang berarti mereka (kedua kelompok) akan diberi pretest dan postest. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan berupa tes, wawancara, observasi dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV-A dan IV-B yang berjumlah 44 siswa di SD Swasta Advent Air Bersih Medan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah uji statistic uji-t (t-test) dengan menggunakan SPPS 26. Berdasarkan hasil uji-t , diketahui bahwa nilai pada kolom sig.(2-tailed) sebesar 0,000. Mengacu pada hasil yang didapatkan, jika dibandingkan dengan nilai signifikansi 0,05, maka dapat diketahui bahwa 0,000 < 0,05, dan mendapatkan t- hitung = 4,938 sedangkan t-tabel = 2,021 (t-hitung < t-tabel). Hal tersebut berarti bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan pada permainan kata baku benar (KABAR) terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Advent Air Bersih Medan.
Kekebalan Kejaksaan Dalam Perspektif Konstitusi: Analisis Putusan MK NO. 15/PUU-XXIII/2025: Prosecutorial Immunity from a Constitutional Perspective: An Analysis of Constitutional Court Decision No. 15/PUU-XXIII/2025 Ernesta Arita Ari; Suwito; Liani Sari; Irsan; Faharudin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9290

Abstract

Perdebatan mengenai kekebalan hukum bagi kejaksaan kembali mengemuka setelah terbitnya Putusan Mahkamah Konstitusi No. 15/PUU-XXIII/2025 yang menguji ketentuan perlindungan hukum bagi jaksa saat menjalankan tugas penuntutan. Putusan ini menjadi relevan dalam konteks negara hukum karena memunculkan pertanyaan tentang bagaimana konstitusi mengatur batas-batas kewenangan kejaksaan dan sejauh mana perlindungan tersebut dapat dibenarkan. Kajian ini berupaya menganalisis secara mendalam dasar konstitusional kekebalan kejaksaan, terutama yang berkaitan dengan prinsip persamaan di hadapan hukum serta independensi lembaga penuntutan dalam sistem peradilan pidana. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif yang bertumpu pada interpretasi terhadap UUD 1945, Undang-Undang Kejaksaan, serta putusan-putusan Mahkamah Konstitusi yang relevan, disertai penelaahan literatur ilmiah mengenai asas negara hukum, akuntabilitas pejabat publik, dan teori kekuasaan penuntutan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Mahkamah Konstitusi menempatkan kekebalan jaksa sebagai bentuk perlindungan fungsional yang diberikan agar proses penuntutan dapat dilaksanakan secara independen tanpa tekanan eksternal. Namun, perlindungan tersebut tidak bersifat tanpa batas. MK menegaskan bahwa kekebalan tidak berlaku bagi tindakan yang melampaui kewenangan, penyalahgunaan jabatan, atau perbuatan yang memiliki unsur kesengajaan melanggar hukum. Dengan demikian, konsep kekebalan kejaksaan dipahami sebagai mekanisme perlindungan yang tetap beroperasi dalam koridor prinsip negara hukum dan sistem pengawasan yang berlaku. Putusan ini juga memiliki implikasi penting terhadap penguatan akuntabilitas institusi kejaksaan dan kebutuhan reformasi kelembagaan untuk memastikan perlindungan hukum tidak menjadi celah bagi penyimpangan kewenangan.
Resiliensi Masyarakat Petani Irigasi di Sekitaran Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) Dalam Menghadapi Masalah Kekeringan Cahyadi, Verdi Wahyu; Alissa Dian Bratajaya; Irsan; Ahmad Wildan Habibi; Entry Welny Tindaon
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 14 No. 2 (2025): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v14i2.29708

Abstract

Penelitian ini mendiskusikan tentang permasalahan kekeringan yang dihadapi oleh masyarakat petani sawah irigasi yang ada di sekitar Danau Dendam Tak Sudah (DDTS), serta bentuk resiliensi yang mereka lakukan dalam menghadapi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya permasalahan berkurangnya debit air dan kekeringan di sekitar DDTS mulai dari, perubahan lingkungan/tata ruang untuk kepentingan pembangunan infrastruktur dan pengembangan ekonomi, hingga faktor kondisi cuaca yang tidak menentu. Untuk tetap bisa eksis, para petani dengan latar belakang sosial-ekonomi dan budaya yang berbeda melakukan berbagai bentuk resiliensi sebagai upaya strategi adaptasi. Ada beragam bentuk strategi adaptasi yang dilakukan oleh para petani dalam merespon permasalahan kekeringan di antaranya yaitu: 1) Melakukan penyedotan air dan pembuatan sumur bor. 2) Merubah jenis varietas bibit padi. 3) Merubah sawah menjadi ladang/merubah jenis komoditas dari padi ke palawija. 4) Melakukan transformasi mata pencaharian.