Claim Missing Document
Check
Articles

PKM workshop pengembangan modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan kepercayaan diri guru SMP di Makassar Maruf; Dewi, Anita Candra
Jurnal Citra Kuliah Kerja Nyata Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Citra Kuliah Kerja Nyata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jckkn.v3i1.4753

Abstract

Tujuan utama dari kegiatan pengabdian ini adalah melaksanakan kegiatan workshop untuk guru-guru SMP di Sulawesi Selatan dalam mengembangkan modul ajar Kurikulum Merdeka. Adapun Metode pelaksanaan kegiatan berupa workshop guru-guru Tingkat SMP di Kota Makassar. Adapun tahapan dalam kegiatan workshop pengembangan modul ajar digital, mulai dari penyusunan TP dan ATP, langkah-langkah atau aktivitas pembelajaran, asesmen pembelajaran, kegiatan aksi nyata, refleksi dan tindak lanjut, serta evaluasi kegiatan. Workshop diselenggarakan oleh tim yang terdiri dari 2 dosen yang merupakan fasilitator sekolah penggerak di Sulawesi Selatan. Adapun pesertanya terdiri dari 10 guru, 5 Kepala Sekolah, dan 3 Pengawas Sekolah. Workshop dilakukan secara luring. Melalui kegiatan ini, guru-guru mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang prinsip-prinsip pembelajaran aktif, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta penyusunan asesmen yang autentik. Selain itu, workshop juga memfasilitasi guru untuk saling berbagi pengalaman dan berkolaborasi dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang inovatif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan workshop pengembangan modul ajar berbasis kurikulum Merdeka dapat meningkatkan kepercayaan diri guru-guru SMP di Kota Makassar terutama dalam menerapkan berbagai strategi pembelajaran yang telah dipelajari dan mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
PkM Membangun Kemampuan Digital Guru dalam Pembelajaran Nuridayanti, Nuridayanti; Suhaeb, Sutarsi; Dewi, Anita Candra; Djawad, Yasser Abdul; Labusab, Labusab
TEKNOVOKASI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2: Issue 2 (May 2024)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/teknovokasi.v2i2.2129

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para guru dalam membuat materi pembelajaran digital menggunakan aplikasi Canva. Kegiatan ini diarahkan kepada seluruh guru di SD Inpres Bonto-Bontoa yang berjumlah 20 orang. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, praktik, demonstrasi, dan diskusi interaktif. Data terkumpul melalui angket respons dari para peserta setelah mengikuti pelatihan Canva. Evaluasi dilakukan terhadap penggunaan Canva melalui instrumen kepuasan peserta yang mencakup aspek materi, narasumber, dan kegiatan praktik. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan ini sangat tinggi, dengan persentase kepuasan mencapai 90% yang berada dalam kategori tinggi. Tanggapan dan saran dari peserta terhadap workshop menunjukkan respon yang positif dan harapan untuk adanya kegiatan serupa di masa depan. Dengan demikian, kegiatan pelatihan Canva ini telah berhasil memberikan manfaat yang signifikan bagi para guru di SD Inpres Bonto-Bontoa, serta membangun dorongan untuk pengembangan lebih lanjut dalam pemanfaatan teknologi informasi digital dalam pendidikan.
Gamifikasi Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia: Studi Efektivitas Game Interaktif Dalam Peningkatan Literasi Digital Siswa Dewi, Anita Candra
Jurnal Sultra Elementary School Volume 6 Nomor 1 2025 : Februari
Publisher : Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/jses.v6i1.175

Abstract

This study aims to explore the effectiveness of interactive games in improving digital literacy of students at the senior high school (SMA) level, especially in Makassar City. The method used in this study is quantitative with a quasi-experimental design, which is designed to compare two groups of students. The experimental group received gamification-based learning, while the control group followed conventional learning methods. A total of 120 students from SMA Negeri 17 Makassar and SMA Negeri 5 Makassar were involved in this study, which were then divided into two groups. For data collection, this study involved a digital literacy test consisting of a pre-test and post-test, along with observations and questionnaires that explored students' perceptions regarding their experiences. The results of the analysis showed a significant increase in digital literacy scores for the experimental group compared to the control group. The average score on the post-test of the experimental group was recorded at 82.5, while the control group only had an average score of 72.3. Through the t-test, a significant difference was found (p 0.05), indicating that the learning method with interactive games was proven to be more effective in improving students' digital literacy. In addition, the results of the questionnaire showed that 87% of students found it easier to understand the lesson material through interactive games, and 82% of students felt more motivated to learn.
Pengaruh Umpan Balik Dalam Asesmen Formatif Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dalam Kurikulum Merdeka Dewi, Anita Candra
Jurnal Sultra Elementary School Volume 5 Nomor 2 2024 : Desember
Publisher : Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/jses.v5i2.172

Abstract

This study aims to analyze the effect of feedback in formative assessment on improving student learning outcomes in private junior high schools in Makassar City. The research method used is a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design. The sample consisted of 80 eighth grade students who were divided into two groups: the experimental group (40 students) who received in-depth formative feedback and the control group (40 students) who only received minimal feedback. Data were collected through learning outcome tests (pretest and posttest), classroom observations, and student perception questionnaires. Data analysis was carried out using a t-test to measure differences in learning outcomes between the two groups. The results showed that the experimental group experienced an increase in scores of 17.3 points, while the control group only increased by 7.5 points. More specific and reflective formative feedback contributed significantly to improving student learning outcomes.
Peran Guru Fasilitator dalam Pembelajaran berbasis Proyek pada Kurikulum Merdeka Dewi, Anita Candra
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru sebagai fasilitator dalam PjBL di Kurikulum Merdeka, mengidentifikasi strategi yang digunakan, tantangan yang dihadapi, serta solusi yang diterapkan guna meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan 40 siswa SMP dan beberapa guru sebagai partisipan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode analisis tematik dengan triangulasi untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pembimbingan bertahap, penyediaan sumber belajar tambahan, serta umpan balik formatif. Namun, masih terdapat kendala seperti keterbatasan waktu, kesiapan siswa, dan keterbatasan sumber daya. Solusi yang diterapkan guru meliputi adaptasi metode, bimbingan tambahan, serta pemanfaatan teknologi. Evaluasi terhadap 40 siswa menunjukkan peningkatan rata-rata skor berpikir kritis (3.9), kolaborasi (3.7), dan kreativitas (3.8) dalam skala 1-5.
Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Tiktok: Analisis Pengaruh Media Sosial terhadap Kemampuan Literasi Siswa Dewi, Anita Candra
Sublim: Jurnal Pendidikan Vol 4 No 1 (2025): Sublim: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial TikTok dalam pembelajaran bahasa Indonesia terhadap kemampuan literasi siswa. Dengan pendekatan mixed-method, penelitian ini menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh data yang lebih komprehensif. Sampel penelitian terdiri dari 38 siswa sekolah menengah yang dipilih berdasarkan keterlibatan mereka dalam penggunaan TikTok sebagai media pembelajaran. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi di lingkungan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 68% siswa lebih tertarik belajar melalui TikTok dibandingkan metode pembelajaran konvensional, sementara 55% siswa mengalami peningkatan pemahaman terhadap materi bahasa Indonesia setelah menggunakan TikTok sebagai referensi pembelajaran. Meskipun TikTok terbukti meningkatkan minat belajar, 45% siswa tidak mengalami perubahan signifikan dalam kemampuan literasi mereka. Hal ini mengindikasikan bahwa efektivitas TikTok sebagai alat pembelajaran bergantung pada strategi penggunaannya. Oleh karena itu, penggunaan TikTok dalam pembelajaran bahasa Indonesia harus disertai dengan metode tradisional seperti diskusi teks dan latihan menulis agar siswa tetap memiliki kemampuan berpikir kritis dan analitis. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa TikTok dapat menjadi media pembelajaran yang efektif jika diterapkan dengan strategi yang tepat. Guru berperan penting dalam mengawasi dan mengarahkan penggunaan TikTok agar siswa tidak hanya mengonsumsi informasi secara instan, tetapi juga dapat memahami dan menganalisis konten secara kritis. Kombinasi antara media sosial dan metode pembelajaran konvensional menjadi solusi terbaik untuk meningkatkan literasi siswa.
PESONA MORAL SASTRA POPULER PASCA TAHUN 2000-AN Satriani, Irma; Ramadhani, Andi Reski; Salam, Aprinus; Dewi, Anita Candra
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 8 No 1 (2025): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v8i1.29306

Abstract

Personal morality is one of the important things in the existence of literature, not least in popular literature. Popular literature in Indonesia displays different moral faces from time to time. One of the dilemmas of moral issues is in presenting issues of ethnicity, religion, race, inter-group (SARA), and sex. This study questions how popular literature after the 2000s presents the morality of ethnicity, religion, violence, inter-group, and sex. These differences are possible because Indonesian society is increasingly educated and literate on the one hand, and when social media technology takes over "immoral things". This causes popular literature to manage the remaining morals that have been taken by social media more exclusively. This study will present several popular literature (novels) after the 2000s purposively. This study uses the theory of the concept of popular literature with a qualitative method of descriptive-analytical approach. The results of this study show that with the strengthening of the middle class in Indonesia which is increasingly educated and literate, its popular literature displays a more elegant “middle-class moral charm” in dealing with issues of ethnicity, religion, race, inter-group (SARA), and sex.
Analisis Pemahaman Mahasiswa terhadap Afiksasi dalam Bahasa Indonesia: Studi Kasus di Universitas Negeri Makassar Herdiani, Rizki; Dewi, Anita Candra; Fitri, Sakinah; Satriani, Irma
HUMAN: South Asian Journal of Social Studies Vol 5, No 1 (2025): HUMAN: South Asian Journal of Social Studies
Publisher : HUMAN: South Asian Journal of Social Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/human.v5i1.72474

Abstract

Abstract. The lack of understanding regarding affixation can lead to errors in word usage, resulting in ambiguity in the meaning of their academic writing. This study aims to thoroughly examine how students comprehend affixation in the Indonesian language, the factors influencing that understanding, and the challenges they face in applying it in academic communication. The type of research employed is descriptive qualitative, focusing on the collection and analysis of in-depth data regarding students' understanding of affixation. The sample for this study consists of 68 students from the Indonesian Language and Literature Education programme at Universitas Negeri Makassar. Data collection techniques include interviews, questionnaires, text analysis, and direct classroom observations. Data analysis is conducted through thematic analysis to identify key themes related to the understanding of affixation. The results indicate that the application of affixation in students' academic writing still reveals errors in affix usage, the use of confixes, and the writing of affixes and prepositions. Several factors influencing students' understanding of affixation can be observed from cognitive, pedagogical, and learning environment aspects. Various teaching strategies have proven effective in enhancing students' engagement, conceptual understanding, and analytical skills regarding the structure of affixes in the Indonesian language, including contextual approaches, project-based learning, digital technology, and collaborative methods. This research reinforces the fact that mastery of morphology, particularly affixation, remains a significant challenge in students' academic writing. This necessitates a more applied, contextual, and error-based approach to teaching morphology that addresses the common mistakes encountered.Keywords: affixation, morphology, learning strategies
Empiricism and Rationalism: Two Poles in the Search for the Truth of Knowledge Dewi, Anita Candra; Putri, Febrianingsih Alsa; Mustiara, Mustiara
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas dua aliran besar dalam epistemologi, yakni empirisme dan rasionalisme, sebagai dua kutub utama dalam upaya manusia memahami dan memperoleh pengetahuan yang benar. Empirisme menekankan bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman inderawi dan observasi langsung, sedangkan rasionalisme meyakini bahwa akal dan penalaran logis merupakan dasar utama bagi pengetahuan yang sahih dan universal. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, artikel ini mengeksplorasi sejarah, prinsip dasar, tokoh utama, serta kontribusi masing-masing aliran terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Analisis ini menunjukkan bahwa meskipun keduanya tampak berseberangan, sintesis antara empirisme dan rasionalisme justru melahirkan fondasi yang kokoh bagi metodologi ilmiah modern. Dalam praktik ilmiah kontemporer, penggabungan antara teori rasional dan verifikasi empiris menjadi pendekatan paling efektif dalam menguji dan memvalidasi kebenaran. Dengan demikian, pemahaman terhadap kedua pendekatan epistemologis ini tidak hanya penting dalam diskursus filsafat ilmu, tetapi juga krusial dalam pengembangan cara berpikir kritis dan reflektif di era informasi saat ini.
Pengaruh Rasionalisme terhadap Penyebaran Berita Hoaks di Media Sosial Wahyuni, Ayunita; Dahlia, Dahlia; Astuti, Astuti; Dewi, Anita Candra
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mempercepat arus informasi, namun juga memperbesar potensi penyebaran berita hoaks, khususnya di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh rasionalisme yakni pendekatan filsafat yang menekankan penggunaan akal dan logika terhadap kecenderungan masyarakat dalam menerima dan menyebarkan informasi hoaks. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik survei daring terhadap 52 responden pengguna aktif media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kecenderungan berpikir kritis dan rasional, ditandai dengan verifikasi informasi sebelum menyebarkannya dan pemahaman akan pentingnya akal dan logika. Sebanyak 94,23% responden mengaku melakukan verifikasi terhadap informasi, dan 86,54% memahami fungsi akal dan logika dalam menilai kebenaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa prinsip-prinsip rasionalisme dapat menjadi landasan efektif dalam membentuk ketahanan masyarakat terhadap disinformasi digital. Oleh karena itu, peningkatan literasi digital dan pelatihan berpikir kritis berbasis rasionalisme menjadi strategi penting dalam menangkal hoaks di era informasi.
Co-Authors Adelia, Fina Dwi Alfian Alfian Amalia M, Reski Nining Amrullah, Nur Fadillah Ananda, Aulia Ananda, Zhilzy Anggini, Sri Aprinus Salam Aqilah, Aqna khaerun Arisda, Nur Asifa, Rasni Aslan Abidin, Aslan Asrifan, Andi Astuti - Ayu, Wiska Putri Azzahra, Andi Nayla Bachtiar, Tiara Cahyani, Nur Indah citra, Citra Dahlia Dahlia Dary Mochamad Rifqie Dianingsi, Rani Djawad, Yasser Abdul Edy Sabara Emaliah, Emaliah Fadhil, A. Ahmad Fadhil, Firqah Fadilah, St. Aisyah Nur Fatimah, Sarifah Nurul Fauzan, Muh. Fahri Febriyanti, Tiara Ganggang Canggi Arnanto Gusfatiani, A. Irda Hajar, Nurwahyuni Hendra Jaya Hidayat, Muh. Raifadhil Hidayati, Nurul Hikmah Husain, Muhammad Ichzan Ichsan, Muhammad Farichul Idris, Andi Mufidah Imran, Muthi’ah Fathinah Indriani, Mutiara Irma Satriani, Irma Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Irnawati Irnawati Ismail, Muh. Ilham Jahar, Asvira Pebriani Johar Amir Kh. Atikur Rahman Khushi, Nur Fadillah Labusab, Labusab Laele, Muhammad Afdhal Lamasitudju, Chaerunnisa S. Luís Miguel Oliveira de Barros Cardoso Lulaj, Enkeleda Ma’ruf Mantasia Mantasia Marisa, Auli Inda Maruf Marzuqi, Safwan Maysa, Jinan Melikasari, Melikasari Mira Mohamed, Sheik Mubaraq, Syahrul Muh. Ma’ruf Idris Muhdar, Wahdania Muhkmar, Ulfah Munandar, Isra Agustina Al musawir, ahmad Mustiara, Mustiara Natasya A, Aurel Nirmala Nirmala, Nirmala Noprianti, Noprianti NURAENI, ANDI Nuraeni, Intan Nurasisah, Nurasisah Nurfausya, Tasya Nurhasana, Nurhasana Nuridayanti Nuridayanti, Nuridayanti Nurna, Nurna Patara, Anggitha Putri, Arsetia Mega Putri, Febrianingsih Alsa Putri, Melani Ananda Putri, Regina Rahman, Akila Ghaniya Salsabila Rahmawati, Laely Rahmawati, Rahmawati Ramadani, Safitrah Ramadhan, Bayin Ramadhani, Andi Reski Ramadhani, Inaya Nadita Ramlan, Andi Rias Rasyid, Rahayu Tri Artanti Rihanna, Farhanah Aulia Rikram, Iqra Faturrahman Riska Riska Rizki Herdiani Saharuddin Sakinah Fitri, Sakinah Sakinah, Lutfiah Nur Saleh, Andi Abdul Rahman Salsabila, Nabila Sapto Haryoko Saputri, Mince Silviyanti Sari, Dessy Ana Laila Selvi Selvi Sheik Mohamed Siregar, Shafiyah Asy-Syifa Suci Ramadhani, Suci suhaeb, Sutarsi Surti, Esti Syahri, Misba Wana Syamsur, Ayu Lestari Taufik, M Alif Ufairah, Rifdah Upairah, Ariqah Usman Usman Virtaseni H, Maria Novriani WAHYUDI Wahyudi Wahyudi Wahyuni, Ayunita Wardatul Jannah, Wardatul Widya wati Wiyatun, Fatasya WULAN PURNAMASARI, WULAN Wulandari Wulandari Yanti, Nur Fawilda Yusri, Widya Nur Amalia Yusrin, M. Aqila Dzakwan Zakiyyah, Warda Zera, Riswana