Claim Missing Document
Check
Articles

Relevansi kajian hakikat manusia dengan habituasi sebagai metode pendidikan Islam Milah, Saepul; Syihabuddin; Somad, Momod Abdul; Hidayat, Mupid
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21666

Abstract

The purpose of this study is to find the relevance between human nature and habituation as a method of Islamic education. The method used in this study is a descriptive method with a qualitative paradigm. The data collection technique used is a literature study, using four primary data sources, namely: 1) The book Tarbiyah al-Aulâd fî al-Islâm by Abdullah Nashih Ulwan, 2) The book Usus at-Tarbiyyah al-Islâmiyyah fî as-Sunnah an-Nabawiyyah by Abdul Hamid ash-Shaid az-Zintani, 3) The book Al-Fawâ'id by Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah, and 4) the article "Human Nature and Its Implications for Islamic Education" by Miftah Syarif in the Al-Thariqah journal. The nature of human beings as al-basyar, al-insân, an-nâs, and banî Âdam has relevance to habituation as an Islamic educational method that aims to make educational materials a habit for students and become part of their daily lives. The relevance of human nature to habituation as an Islamic educational method is that understanding human nature determines the method, subject, and material of habituation in Islamic education. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan relevansi antara hakikat manusia dengan habituasi sebagai metode pendidikan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan paradigma kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan, dengan menggunakan empat sumber data primer yaitu: 1) Kitab Tarbiyah al-Aulâd fî al-Islâm karya Abdullah Nashih Ulwan, 2) Kitab Usus at-Tarbiyyah al-Islâmiyyah fî as-Sunnah an-Nabawiyyah karya Abdul Hamid ash-Shaid az-Zintani, 3) Kitab Al-Fawâ'id karya Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah, dan 4) artikel “Hakikat Manusia dan Implikasinya pada Pendidikan Islam” karya Miftah Syarif pada jurnal Al-Thariqah. Hakikat manusia sebagai al-basyar, al-insân, an-nâs, dan banî Âdam memiliki relevansi dengan habituasi sebagai metode pendidikan Islam yang bertujuan untuk membuat materi pendidikan menjadi habit bagi siswa dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Relevansi hakikat manusia dengan habituasi sebagai metode pendidikan Islam adalah pemahaman tentang hakikat manusia menentukan metode, subjek, dan materi habituasi.
From Scrolling to Learning: Multimodal Arabic Vocabulary Learning through Instagram and TikTok Mila Saadataen; Syihabuddin; Asep Sopian
Jurnal Internasional Pendidikan Bahasa Arab Vol 7 No 02 (2025): International Journal of Arabic Language Teaching (IJALT)
Publisher : Postgraduate of IAIN Metro Lampung Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/ijalt.v7i02.9969

Abstract

Vocabulary acquisition is a fundamental component in mastering the Arabic language, as it forms the basis for all language skills. Technological advancements in education are driving the utilization of social media as an alternative learning tool, particularly through Instagram and TikTok within the context of Mobile-Assisted Language Learning (MALL). This study aims to describe the digitalization of Arabic vocabulary learning through these two platforms. The method used is qualitative, employing techniques of observation, document study, and triangulation. The findings show that vocabulary learning is presented multimodally through text, visuals, audio, translations, and semantic relations such as synonyms and antonyms, which is proven to enhance learners' comprehension and retention. This research introduces a novel approach by integrating the linguistic and visual aspects of social media as a model for digital vocabulary instruction. Further research is recommended to examine its impact specifically on Arabic language skills.
Tantangan Integritas Akademik di Era Artificial Intelligence dalam Penulisan Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Yualita, Perla; Syihabuddin
Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP) Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/f0wvtn05

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan integritas akademik yang berkaitan dengan penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam penulisan karya ilmiah mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui Systematic Literature Review dan analisis bibliometrik dengan menyeleksi artikel dari basis data ProQuest dan ScienceDirect pada rentang tahun 2011–2025. Mengikuti pedoman PRISMA 2020, sebanyak 20 artikel terpilih dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren publikasi didominasi oleh isu risiko plagiarisme, keaslian kepengarangan, dan etika penilaian, yang sering kali mengaitkan penggunaan AI dengan niat serta kepercayaan terhadap mahasiswa. Secara krusial, penelitian ini menekankan pentingnya pergeseran paradigma dari deteksi kecurangan menuju transformasi literasi digital untuk membangun kompetensi yang bertanggung jawab. Diskursus ini meningkat signifikan pada periode 2022–2023 dalam konteks pascapandemi COVID-19, ketika sektor pendidikan pada awalnya bersikap defensif dengan memandang AI sebagai potensi ancaman. Namun demikian, paradigma tersebut kini berkembang dari pendekatan sempit “anti-plagiarisme” menuju konsep yang lebih luas, yaitu “tanggung jawab digital”. Oleh karena itu, institusi pendidikan tinggi perlu melampaui upaya pengawasan pelanggaran semata dan berfokus pada pengembangan lingkungan pembelajaran etis berbasis literasi digital kritis, guna memastikan pemanfaatan AI secara bertanggung jawab, reflektif, dan kreatif. Kata Kunci: Artificial Intelligence, Generative-AI,  Integritas Akademik, Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa