Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

The Effect Of Applying Virgin Coconut Oil (VCO) Ointment On the Healing Of Vulnus Scissum In Mice (Mus Musculus) Tahir, Sugiarti; Wahid, Syarifuddin; Hasbi, Berry Erida; Purnamasari, Reeny; Karim, Marzelina
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10167

Abstract

Penyembuhan luka merupakan proses kompleks yang melibatkan beberapa tahap biologis, inflamasi, proliferasi, dan maturasi. Salah satu terapi yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka adalah penggunaan Virgin Coconut Oil (VCO), yang diketahui memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek salep VCO terhadap penyembuhan vulnus scissum pada mencit (Mus musculus). Penelitian eksperimental ini menggunakan desain true experimental dengan tiga kelompok, yaitu dua kelompok perlakuan yang masing-masing diberi salep VCO dengan dosis 1,5 ml dan 2 ml dan kelompok kontrol yang tidak diberi VCO selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian salep VCO dosis 1,5 ml dan 2 ml secara signifikan mempercepat penyembuhan luka dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kelompok dengan dosis 2 ml menunjukkan penyusutan luka yang lebih cepat, dengan panjang luka pada hari ke-14 menjadi lebih kecil 0,6 mm hingga 0,0 mm. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p = 0.000). Penelitian ini menyimpulkan bahwa salep VCO efektif dalam mempercepat penyembuhan luka vulnus scissum pada mencit, dengan dosis 2 ml memberikan hasil yang optimal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi dosis lebih optimal dan aplikabilitas klinis pada manusia.
“Antibacterial Activity of Olive Oil Against Salmonella Typhi.” Fauziyah, Nailatul; Syamsu, Rachmat Faisal; Sodiqah, Yani; Karim, Marzelina; Arifuddin Karim, Abdul Mubdi Ardiansar
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10374

Abstract

Salmonella typhi merupakan penyebab utama demam tifoid yang sering memerlukan pengobatan antibiotik, namun masalah resistensi bakteri terhadap antibiotik menjadi tantangan besar dalam pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek antimikroba dari tiga jenis minyak zaitun: Extra Virgin Olive Oil (EVOO), Extra Light Olive Oil (ELOO), dan Olive Pomace Oil (OPO) terhadap pertumbuhan Salmonella typhi. Metode yang digunakan adalah uji difusi cakram selama tiga hari di Laboratorium UP3M Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis minyak zaitun menunjukkan zona hambat terbatas antara 7,0 mm hingga 9,0 mm, yang semuanya dinilai “Resisten”, mengindikasikan efektivitasnya yang terbatas. Meskipun EVOO memiliki zona hambat rata-rata tertinggi (8,37 mm), tidak ada perbedaan signifikan antara ketiga jenis minyak zaitun maupun dengan Ciprofloxacin (kontrol positif) yang menunjukkan zona hambat sebesar 33 mm. Penelitian ini menyoroti pentingnya pengembangan terapi alternatif berbasis alami untuk mengatasi infeksi bakteri seperti Salmonella typhi, namun juga menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami potensi penuh minyak zaitun dan cara untuk meningkatkan efektivitasnya, termasuk modifikasi kimia atau pengolahan lebih lanjut.
Co-Authors Adrian Adrian Ahmad Ardhani Pratama Ahmad, Izhar Fitrah Alamanda Irwan, Andi Alhumaerah, Musdalifah Amrizal Muchtar Anggita, Dwi Anshary, Suci Noviyanah Arfah, Arni Isnaini Arifuddin Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Baba, Firda Bamahry, Aryanti Basri, Sri Wahyuni gayatri Briliany Rahman, Dinda Churiani, Churiani Daeng Kanang, Indah Lestari Darma, Sidrah Domu, Anugrah Julistiar Aksan Evi Sulastri Faisal Syamsu, Rachmat Faisal, M. Fathir Fauziyah, Nailatul Fazdlurrahman, Fazdlurrahman Fendy Dwimartyono Gani, Azis Beru Gufron, Muh. Hadi, Santriani Harahap, Wirawan Haris, Haslianti H. Hasbi, Berry Erida Hatta, Dhian Karina Hattah, Dhian Karina Aprilani Hirda, Tiara Aviva Ida Royani Ikram, Dzul Imran Syafei Muhammad Nur Indarwati Abdullah, Rezky Putri Iskandar, Gina Isni D. Isnaini, Arni Jafar, Alfian Jannah, Reza Miftahul Jaya, Muhammad Alim Julyani, Sry Jumaide, Nurul Isnaeni Juwita Purnamasari, Juwita Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin Kartika, Andy Visi Lantara, A. Millaty Halifah D. Maharani, Ratih Natasha Makmun, Armanto Maulidya, Dhinda Lunizar Muhammad Ilham Nurmadilla, Nesyana Pandu, Edward Purnama, Indah Dian Purnamasari, Reeny Purnamasari, Reniy Puspita, Andi Adelia R. Bamahry, Aryanti Rachmat Faisal Syamsu, Rachmat Faisal Rahman, Dewi Rahman, Dinda Briliany Rifai B, Muh. Rivaldy, Naufal Safitri, Asrini Sam, Andi Dhedie Prasatia Sitti Fahirah Arsal, Andi Sodiqah, Yani Sommeng, Faisal Sri Julyani Sri Vitayani Syamsu Rijal Syarifuddin Wahid Tahir, Sugiarti Usman, Muh. Muflih Wahyuni Gayatri B, Sri Wiriansya, Edward Pandu Zulfitriani Murfat