p-Index From 2021 - 2026
10.83
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan dan Pengajaran PRASI: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Lingua Scientia Journal Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora (JPPSH) Jurnal IKA Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Jurnal Pendidikan Indonesia Jurnal Kajian Bali Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurnal Pendidikan Bahasa Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Jurnal Arbitrer EXPOSURE JOURNAL Ngayah: Majalah Aplikasi IPTEKS IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Linguistic, English Education and Art (LEEA) Journal k@ta Esteem Journal of English Study Programme International Journal of Language and Literature WIDYA LAKSANA Journal of Education Technology ACITYA Journal of Teaching & Education JALL (Journal of Applied Linguistics and Literacy) Journal of English Language and Culture E-Link Journal Journal of English Teaching and Applied Linguistics (JETAL) Lexeme : Journal of Linguistics and Applied Linguistics Interference: Journal of Language, Literature, and Linguistics The Art of Teaching English as a Foreign Language (TATEFL) Journal of English Language and Education Journal of Educational Study Jurnal Penelitan Mahasiswa Indonesia Jurnal Impresi Indonesia Linguistic, English Education and Art (LEEA) Journal Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Indonesian Journal Of Educational Research and Review Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat PEMA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara International Journal of Community Engagement Payungi Room of Civil Society Development IJLHE: International Journal of Language, Humanities, and Education Pubmedia Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Journal of Linguistic and Literature Studies (JOLLES) Room of Civil Social Development Journey: Journal of English Language and Pedagogy e-Journal of Linguistics Mabasan
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 193 Documents
Search
Journal : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris

AN ANALYSIS OF DERIVATIONAL AND INFLECTIONAL MORPHEMES IN NUSA PENIDA DIALECT ., I Ketut Mantra; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.2527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran di Dialek Nusa Penida (DNP) yang termasuk derivasi dan infleksi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dua informan dari Nusa Penida telah dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua jenis awalan derivasi di DNP; awalan {mΛ-} dan {m-} dan ada lima jenis awalan infleksi di DNP; awalan {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-} dan {Λ-}. Ada dua jenis akhiran derivasi di DNP; akhiran {-Λŋ} dan {-In} dan ada tiga jenis akhiran infleksi di DNP; akhiran {-ē}, {-Λŋ}, dan {-In}. Awalan dan akhiran di Dialek Nusa Penida yang termasuk derivasi adalah awalan {mΛ-} dan {m-} dan akhiran {-Λŋ}, dan {-in}. Awalan dan akhiran di Dialek Nusa Penida yang temasuk infleksi adalah awalan {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, dan {Λ-} dan akhiran {-ē}, {-Λŋ}, dan {-In}.Kata Kunci : morfem derivasi, morfem infleksi, dialek Nusa Penida This study aimed at describing the prefixes and suffixes in Nusa Penida Dialect (NPD) which belong to derivation and inflection. This research was a descriptive qualitative research. Two informants sample of Nusa Penida were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study showed that there were two kinds of derivational prefixes in NPD; prefix {mΛ-} and {m-} and there were five kinds of inflectional prefixes in NPD; prefix {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-} and {Λ-}. There were two kinds of derivational suffixes in NPD; suffix {-Λŋ} and {-In} and there were three kinds of inflectional suffixes; suffix {-ē}, {-Λŋ}, and {-In}. Prefixes and suffixes in NPD which belong to derivation: prefix {mΛ-} and {m-} and suffix {-Λŋ} and {-in}. Prefixes and suffixes in NPD which belong to inflection: prefix {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, and {Λ-} and suffix {-ē}, {-Λŋ}, and {-In}.keyword : derivational morpheme, inflectional morpheme, Nusa Penida Dialect (NPD)
THE EFFECT OF SCRIPTED SONGS TECHNIQUE ON STUDENTS' ENGLISH COMPETENCE (An Experimental Study of Fourth Grade Students of SD Negeri No 6 Dalung, Kuta Utara Sub-District, Badung in Academic Year 2013/2014) ., Putu Wulandari Tristananda; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3355

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk menemukan efek yang signifikan dari penggunaan teknik Scripted Songs dengan teknik pembelajaran konvensional terhadap siswa kelas 4 SD Negeri No 6 Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Tahun Ajaran 2013/2014. Desain penelitian ini adalah post-test only control group design. Penggunaan teknik cluster random sampling menunjukan bahwa kelas 4A dipilih sebagai kelas control yang diajarkan dengan menggunakan teknik pembelajaran konvensional sedangkan kelas 4C dipilih sebagai kelas eksperimen yang diajarkan dengan menggunakan teknik Scripted Songs. Kedua kelompok tersebut masing-masing terdiri dari 40 siswa. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa siswa yang diajarkan dengan menerapkan teknik Scripted Songs tampil lebih baik daripada siswa yang diajarkan dengan menerapkan teknik pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata dari kelas eksperimen adalah 79,1 dan kelas control 75,5. Hasil analisis uji-t menunjukan bahwa thitung adalah 3.755. Nilai itu lebih tinggi daripada ttabel 1,99085 (α = 0,05). Selain itu, hasil kuisioner mengindikasikan bahwa penerapan teknik Scripted Songs membuat siswa termotivasi dalam memahami kompetensi berbahasa inggris. Dengan demikian, hipotesis dari penelitian ini diterima. Kesimpulannya, teknik lagu kreasi berkontribusi dalam memberikan efek yang signifikan pada kompetensi berbahasa inggris siswa. Kata Kunci : Scripted Songs, kompetensi bahasa inggris This experimental study aimed at finding out the significant effect of Scripted Songs technique and conventional teaching technique towards English competences of fourth grade students of SD Negeri No 6 Dalung, Kuta Utara Sub-District, Badung in academic year 2013/2014. The design of this study was post-test only control group design. The implementation of cluster random sampling technique showed that class 4.A as the control group which was taught by using conventional teaching technique and class 4.C as the experimental group which was taught by using Scripted Songs technique. Both groups consisted of 40 students each. The results of data analysis showed that the students who were taught by implementing Scripted Songs technique performed better than those who were taught by implementing conventional teaching technique. The mean score of experimental group was 79.1 and the control group was 75.5. The results of t-test analysis showed that the tobs was 3.755. It was higher than the value of the tcv at 1.99085 (α = 0.05). Moreover, the result of questionnaire indicated that the implementation of Scripted Songs technique motivated the students in comprehending English competences. In conclusion, Scripted Songs technique contributed in giving highly significant effect to students’ English competence.keyword : Scripted songs, English competence
THE EFFECT OF SCRIPTED SONGS UPON THE ENGLISH COMPETENCE OF FOURTH GRADE ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS (An Experimental Study toward the Students of SD Negeri 4 Padangkerta in the Academic Year 2013/2014) ., Ni Kadek Suartini; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3365

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengungkap ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajar menggunakan teknik lagu-lagu kreasi dan siswa yang diajar menggunakan teknik konvensional dalam hal kompetensi berbahasa Inggris. Desain penelitian ini menggunakan Post-Test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini melibatkan seluruh siswa kelas empat sekolah dasar di SD Negeri 4 Padangkerta pada tahun ajaran 2013/2014. Kelas IV A dan kelas IV B terpilih sebagai sampel melalui teknik Cluster Random Sampling. Sampel penelitian ini terbagi menjadi dua kelompok yaitu, kelompok experimen dan kelompok kontrol,yang masing- masing diajar menggunakan teknik yang berbeda. Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari hasil post-test sesudah pengajaran dilakukan. Hasil tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil dari analisis deskriptif menunjukkan bahwa kelompok experimen memperoleh nilai rata-rata 82, sementara kelompok kontrol memperoleh nilai rata-rata 73. Hasil dari analisis inferensial melalui uji-t menunjukan nilai dari to (t-hitung) yaitu 4.034, melampaui nilai dari tcv (t-tabel) yaitu 1.99 (dengan level signifikan 5%). Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kompetensi berbahasa Inggris kelompok experimen dan kelompok kontrol. Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa penggunaan lagu-lagu kreasi sebagai teknik dalam pengajaran Bahasa Inggris memiliki pengaruh yang lebih baik dibandingkan dengan teknik konvensional.Kata Kunci : kompetensi berbahasa Inggris, lagu-lagu kreasi This is research was an experimental research which concerned on revealing whether or not there was a significance difference in students’ English competence taught by using scripted songs and conventional technique. The design of this research was Post-Test Only Control Group Design. The population of the study was all fourth grade students of SD Negeri 4 Padangkerta in the academic year 2013/2014. Class IV A and class IV B were chosen as the sample through Cluster Random Sampling. The samples were divided into two groups, experimental group and control group, which were given different treatment. The data in this research were obtained from the result of posttest after the treatments were given and were analyzed further descriptively and inferentially. The result from descriptive analysis showed that the experimental group achieved higher mean score in English competence than the control group, in which the mean score of experimental group was 82 and the mean score of control group was 73. The result of the inferential statistical analysis through independent sample t-test showed that value of to (t-observed) was 4.034, exceeding value of tcv (t-critical value) at 1.99 (significance level 5%). Those results concluded that there was a significant difference between the experimental group and the control group, in which scripted songs as a technique for teaching English affected better than conventional technique.keyword : English competence, scripted songs
THE IMPLEMENTATION OF SCRIPTED SONGS AS INNOVATIVE TEACHING TECHNIQUE UPON STUDENTS’ ENGLISH COMPETENCY IN FOURTH GRADE STUDENTS OF SDN 1 SEMARAPURA TENGAH IN ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Made Wahyu Mahendra; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan dalam pemanfaatan scripted songs sebagai strategi belajar terhadap kompetensi bahasa Inggris siswa. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas IV di SDN 1 Semarapura Tengah, Klungkung. Untuk menentukan sample, peneliti menggunakan teknik cluster random sampling dimana dua kelas terpilih setelah melalui proses lotre. Hasil lotre menunjukkan bahwa kelas IV C ditetapkan sebagai grup eksperimen dan IVB sebagai grup kontrol. Kedua kelompok ini kemudian diberikan perlakuan berbeda dimana grup eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan lagu, sedangkan grup kontrol diberi perlakuan dengan menggunakan teknik konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan pelaksanaan pembelajaran dan post test sebagai instrumen. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik deskriptif dan inferensial. Hasil dari statistik deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari grup eksperimen adalah 76.89, sedangkan nilai grup kontrol adalah 70.11. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan lagu memberikan efek yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan teknik konvensional. Secara inferensial, didapatkan bahwa nilai tob adalah 2.16, sedangkan nilai tcv adalah 1.99. Dari perbandingan keduanya, didapati bahwa nilai tob lebih besar dari tcv . Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan lagu dan yang diberi perlakuan dengan teknik konvensional. Dapat disimpulkan juga bahwa hipotesis alternatif dapat diterima.Kata Kunci : Scripted Songs, Kompetensi Bahasa Inggris Siswa This study aimed at investigating whether or not there was a significant difference in students’ English competency between students who were taught by scripted songs as innovative teaching technique and conventional technique. The population in this study was the students of grade four in SDN 1 Semarapura Tengah, Klungkung. Cluster random sampling was applied to obtain the sample of study, and two classes were taken by using lottery. The result of lottery shows that IVC was chosen as the experimental group, and IVB as the control group. In order to obtain the required data, the two groups were given treatments. The experimental group was taught by using scripted songs, while the control group was taught by using conventional technique. The instruments used in this study were teaching scenario and post test. The obtained data were analysed through descriptive and inferential statistics. From the descriptive statistics, it was shown that the mean score of the experimental group was 76.89, while the mean score of the control group was 70.11. It means that songs as technique in teaching affects better than conventional technique. From the inferential statistics, it was found that the value of t observed ( to ) was 2.16. While, the critical value of t (tcv) is 1.99. From the comparison of these two values, it was clear that the to exceeded the tcv. It means that there was a significant difference in students’ English competency for those who were taught by using songs and conventional technique. Thus, the alternative hypothesis was accepted.keyword : Scripted Songs, Students’ English Competency
AFFIXATION OF TIGAWASA DIALECT: A DESCRIPTIVE STUDY ., Putu Edi Kusuma; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5641

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang fokus pada analisis morphology dari kata imbuhan di dialek Tigawasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran. infleksi dan awalan dan akhiran derivasi dari Dialek Tigawasa di desa Tigawasa. Dua contoh informan dari Dialek Tigawasa dipilih berdasarkan kriteria yang ditentukan. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua jenis awalan di Dialek Tigawasa yang termasuk derivasi, awalan {m∂-}, {ŋ∂-}. Ada lima jenis awalan di Dialek Tigawasa yang termasuk infleksi, awalan {ŋ-}, {n}, {ñ-}, {m-} dan {kʌr-}. Ada dua jenis akhiran di Dialek Tigawasa yang termasuk derivasi, akhiran {-Λŋ} dan {-In}. Ada dua jenis akhiran di Dialek Tigawasa yang termasuk infleksi, akhiran {-ʌn } dan {-Ʌ}. Awalan dan akhiran di Dialek Tigawasa yang termasuk derivasi adalah awalan {m∂-}, {ŋ∂-}, akhiran {-Λŋ} dan {-In}. Awalan dan akhiran di Dialek Tigawasa yang temasuk infleksi adalah awalan {ŋ-}, {n-}, {ñ-}, {m-}, and {kʌr-} dan akhiran {-ē} dan {-Ʌ}.Kata Kunci : Awalan dan Akhiran Derivasi, Awalan dan Akhiran Infleksi, Dialek Tigawasa This is a qualitative research concerning the morphological analysis of affixation in Tigawasa dialect. The study aimed at describing inflectional prefixes and suffixes and derivational prefixes and suffixes in Tigawasa dialect. Two informant samples of Tigawasa Dialect were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study show that there are two kinds of derivational prefixes in Tigawasa Dialect such as prefix {m∂-}, {ŋ∂-}. There were five kinds of inflectional prefixes in Tigawasa Dialect; prefix {ŋ-}, {n-}, {ñ-}, {m-} and {kʌr-}. There were two kinds of derivational suffixes in Tigawasa Dialect; suffix {-Λŋ} and {-In}. There were two kinds of inflectional suffixes; suffix {-ʌn} and {-Ʌ}. Prefixes and suffixes in Tigawasa Dialect which belong to derivation are: prefix {m∂-}, {ŋ∂-}, and suffix {-Λŋ} and {-In}. Prefixes and suffixes in Tigawasa Dialect which belong to inflection are: prefix {ŋ-}, {n-}, {ñ-}, {m-}, and {kʌr-} and suffix {-ʌn} and {-Ʌ}.keyword : Derivational Prefixes and Suffixes, Inflectional Prefixes and Suffixes, Tigawasa Dialect
AN ANALYSIS OF COMMUNICATION STRATEGIES USED IN NGIDIH WEDDING CEREMONY IN SAWAN VILLAGE ., Made Arniati; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5285

Abstract

Penelitian ini bertujian untuk: (1) mendeskripsikan langakah langkah pada perkawinan Ngidih di desa Sawan, (2) mendeskripsikan jenis jenis strategi berkomunikasi yang digunakan oleh Prajuru ‘kepala desa, klian desa adat, dan delegasi dari keluarga laki-laki’, dalam perkawinan Ngidih di desa Sawan, (3) mengivestigasi alasan dari Prajuru ‘kepala desa, klian desa adat, dan delegasi dari keluarga laki-laki’ dalam menggunakan strategi berkomunikasi pada perkawinan Ngidih di desa Sawan. Bentuk penelitian ini adalah deskriptip. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara deskripsi. Subjek dari penelitian ini adalah lima orang yang terlibat dalam perkawinan Ngidih di desa Sawan. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa ada delapan langkah-langkah dalam perkawinan Ngidih di desa Sawan, diantaranya: Ngeluku ‘perkenalan keluarga mempelai laki laki dan perempuan’, Nyedekang/ Meparisedek ‘penentuan hari meminta mempelai perempuan, Ngidih ‘meminta mempelai perempuan untuk dibawa kerumah mempelai laki laki’ Pebiayakala ‘penyucian mempelai laki laki dan perempuan’, Mesakapan/Medengenan ‘penyatuan mempelai laki laki dan perempuan’ , Medapetan ‘pengesahan perkawinan’, Mepedambel ‘menjelaskan berbagai rasa dalam hidup’, and Ngelaliang ‘berkunjung ke rumah mempelai perempuan’. Berdsarkan hasil penelitian maka ditemukan bahwa ada lima jenis strategi berkomunikasi yang digunakan oleh Prajuru ‘kepala desa, klian desa adat, dan delegasi dari keluarga laki-laki’, diantaranya: approximation, circumlocution, language switching, paralanguage, dan clarification request. Alasan mereka menggunkan strategi berkomunikasi, diantaranya: untuk mengidari kesalahpahaman/ membuat pendengar mengerti, memberikan penjelasan yang baik, dan menekankan ucapan ucapan. Kata Kunci : strategi berkomunikasi, perkawinan This study aimed at (1) describing the procedures in Ngidih wedding in Sawan village, (2) describing the types of communication strategies used by Prajuru ‘the head of the village, the village head of culture and tradition, and the groom’s delegation’ in ngidih wedding in Sawan village, (3) investigating the reasons of Prajuru ‘the head of the village, the head culture and tradition of village, and the groom’s delegation’ in applying the communication strategies during Ngidih wedding in Sawan village. This study was designed in the form of qualitative research. The obtained data were analyzed descriptively. The subjects of this study were five people who were involved in Ngidih wedding in Sawan village. It was found that they were several procedures of Ngidih wedding in Sawan village which included: Ngeluku ‘Introducing the family member of the groom’s family to the bride’s family’, Nyedekang/ Meparisedek ‘Determining the date of Ngidih wedding ceremony’, Ngidih ‘Asking the bride to the groom’s house’, Pebiayakala ‘Purification of the groom and the bride arriving in groom’s house’, Mesakapan/Medengenan ‘Uniting the groom and bride’, Medapetan ‘Legalizing the marriage’, Mepedambel ‘Explaining the taste of life’, and Ngelaliang ‘Visiting the groom’s house’. The results of the analysis show that the Prajuru ‘the head of the village, the head culture and tradition of village, and the groom’s delegation’ used six types of communication strategies which included: approximation, circumlocution, language switching, paralanguage, and clarification request. Their reasons to use the communication strategies were to avoid misunderstanding/ make the listeners understand, to give brief explanation, and to emphasize the utterances. keyword : This study aimed at (1) describing the procedures in Ngidih wedding in Sawan village, (2) describing the types of communication strategies used by Prajuru ‘the head of the village, the village head of culture and tradition, and the groom’s delegation’ in ngidih wedding in Sawan village, (3) investigating the reasons of Prajuru ‘the head of the village, the head culture and tradition of village, and the groom’s delegation’ in applying the communication strategies during Ngidih wedding in Sawan village. This study was designed in the form of qualitative research. The obtained data were analyzed descriptively. The subjects of this study were five people who were involved in Ngidih wedding in Sawan village. It was found that they were several procedures of Ngidih wedding in Sawan village which included: Ngeluku ‘Introducing the family member of the groom’s family to the bride’s family’, Nyedekang/ Meparisedek ‘Determining the date of Ngidih wedding ceremony’, Ngidih ‘Asking the bride to the groom’s house’, Pebiayakala ‘Purification of the groom and the bride arriving in groom’s house’, Mesakapan/Medengenan ‘Uniting the groom and bride’, Medapetan ‘Legalizing the marriage’, Mepedambel ‘Explaining the taste of life’, and Ngelaliang ‘Visiting the groom’s house’. The results of the analysis show that the Prajuru ‘the head of the village, the head culture and tradition of village, and the groom’s delegation’ used six types of communication strategies which included: approximation, circumlocution, language switching, paralanguage, and clarification request. Their reasons to use the communication strategies were to avoid misunderstanding/ make the listeners understand, to give brief explanation, and to emphasize the utterances.
The Types of Communication Strategies Used by Kindergarten Teachers of Aura Sukma Insani Bilingual School in Teaching English as a Second Language ., Ni Made Ayuni Wulandari; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5306

Abstract

Tujuan dari penelitian in adalah untuk mendeskripsikan tentang jenis strategi komunikasi yang digunakan oleh guru- guru Taman Kanak- kanak Aura Sukma Insani dalam mengajar Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Penelitian ini melingkupi jenis-jenis strategi komunikasi yang digunakan oleh guru-guru dalam mengajar, alasan guru-guru dalam menggunakan jenis-jenis strategi komunikasi dalam mengajar, dan pedapat siswa mengenai jenis-jenis strategi komunikasi yang digunakan oleh guru dalam mengajar. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan oleh peneliti sebagai instrumen utama, dan dibantu oleh beberapa alat, seperti perekam video, lembar observasi, dan pedoman wawancara. Data mengenai jenis dari strategi komunikasi yang digunakan oleh guru-guru dikumpulkan memalui proses merekam dan mengamati proses belajar mengajar, sedangkan pedoman wawancara digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang alasan guru-guru dalam menggunakan tipe-tipe strategi komunikasi dalam mengajar, dan pendapat siswa mengenai strategi komunikasi yang digunakan oleh guru dalam mengajar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 15 jenis dari strategi komunikasi yang digunakan oleh guru. Strategi perubahan kode adalah yang paling sering digunakan oleh guru. Alasan dari guru menggunakan strategi tersebut adalah untuk membantu guru-guru dalam menjelaskan materi kepada siswa, mempermudah siswa dalam memahami materi, dan mencegah terjadinya kesalahpahaman antara siswa dan guru saat berkomunikasi. Data juga menunjukkan bahwa guru mendapatkan persepsi yang positif dari siswanya dalam menggunakan strategi komunikasi selama proses belajar mengajar. Kata Kunci : Strategi Komunikasi, guru bahasa Inggris, dan proses belajar mengajar. The purpose of this study was to describe the communication strategies used by kindergarten teachers of Aura Sukma Insani in teaching English as a second language. It includes the types of communication strategies used by the teachers in teaching, the reasons of the teachers in using such types of communication strategies and the students’ perception toward communication strategies used by the teachers. The subjects of this study were kindergarten teachers of Aura Sukma Insani Kindergarten. The data were collected by using the researcher as the main instrument helped by some devices, namely audio-video recorder, observation sheets, and the interview guides.The types of communication strategies were gathered by observing and recording the teacher during teaching and learning process, while the interview guides were used to gather the data about the teacher’s reason in using such types of communication strategies and the students’ perception toward the communication strategies used by the teachers. The results of this study showed that there were 15 types of communication strategies used by the teachers. Code switching strategy was the most frequently used by the teachers. The reasons of the teachers used those strategies were to help the teachers in delivering the material to the students, made the students easier to understand the material, and avoid the communication breakdown among teachers and the students. The data also showed that the teachers got positive perception from their students in applying Communication Strategies during teaching and learning process. keyword : Communication Strategies, English teacher, teaching and learning process
Affixation of Banyuseri Dialect : A Descriptive Study ., Kadek Sari Wahyuni; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran infleksi dan awalan dan akhiran derivasi dari Dialek Banyuseri di desa Banyuseri.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.Tiga contoh informan dari Dialek Banyuseri dipilih berdasarkan kriteria yang ditentukan. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua jenis awalan di Dialek Banyuseri yang termasuk derivasi, awalan {mә-} dan{m-}. Ada enam jenis awalan di Dialek Banyuseri yang termasuk infleksi, awalan {n-}, {ŋ-}{-ñ}, {m-}{-Λ}, dan {-kΛ}. Ada dua jenis akhiran di Dialek Banyuseri yang termasuk derivasi, akhiran {-Λŋ} dan {-In}. Ada empat jenis akhiran di Dialek Banyuseri yang termasuk infleksi, akhiran {ē-},{-nē}, {-ә} dan{-Λŋ}.Awalan dan akhiran di Dialek Banyuseri yang termasuk derivasi adalah awalan {mә-} dan{m-}dan akhiran {-Λŋ} dan {-In}. Awalan dan akhiran di Dialek Banyuseri yang temasuk infleksi adalah awalan {n-}, {ŋ-},{-ñ}, {m-}{-Λ}, dan {-kΛ}dan akhiran {ē-},{-nē}, {-ә} dan{-Λŋ}.Kata Kunci : Awalan dan Akhiran Derivasi, Awalan dan Akhiran Infleksi, Dialek Banyuseri The study aimed at describing inflectional prefixes and suffixes and derivational prefixes and suffixes of Banyuseri Dialect in Banyuseri village. This research is a descriptive qualitative research. Three informants sample of Banyuseri Dialect were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study showed that there were two kinds of derivational prefixes in Banyuseri Dialect; prefix {mә-} and {m-}. There were six kinds of inflectional prefixes in Banyuseri Dialect; prefix {n-}, {ŋ-},{-ñ}, {m-}{-Λ}, and {-kΛ}. There were two kinds of derivational suffixes in Banyuseri Dialect; suffix {-Λŋ} and {-In}.There were four kinds of inflectional suffixes; suffix {ē-},{-nē}, {-ә} and{-Λŋ}. Prefixes and suffixes in Banyuseri Dialect which belong to derivation: prefix {mΛ-}, {m-} and {kɅ-} and suffix {-Λŋ} and {-In}. Prefixes and suffixes in Banyuseri Dialect which belong to inflection: prefix {n-}, {ŋ-},{ñ-}, {m-}, and {Λ-} and suffix {-ē}.keyword : Derivational Prefixes and Suffixes, Inflectional Prefixes and Suffixes, Banyuseri Dialect
Scripted Song-based Audio Media and Its Effect toward the Fifth Grade Students' English Competence in Kubutambahan Sub-district 1 in Academic Year 2014-2015 ., I Wayan Eri Kurnia; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5362

Abstract

Penelitian ini adalah sebuah studi experimen yang menyelidiki efek dari penggunaan scripted song-based audio media pada kompetensi bahasa Inggris yang dimiliki oleh siswa kelas 5 di gugus 1 Kecamatan Kubutambaha, Buleleng-Bali pada tahun ajaran 2014/2015. Desain penelitian ini adalah post-test only control group design dan menggunakan teknik random sampling untuk menentukan sample penelitian. SDN 1 Kubutambahan ditentukan sebagai grup experimen yang kemudian diberikan perlakuan berupa scripted song-based audio media dan SDN 2 Kubutambahan ditentukan sebagai grup control yang kemudian diberikan perlakuan berupa conventional teaching. Hasil dari analisis data menunjukan bahwa grup experimen mencapai kompetensi bahasa Igggris yang lebih tinggi daripada grup control.itu dibuktikan oleh rata-rata nilai mereka dimana siswa grup experimen memperoleh nilai 90.17 dan siswa grup control memperoleh nilai 79.85. Hasil dari t-test juga membuktikan bahwa scripted song-based audio media memberikan efek signifikan terhadap kompetensi bahasa Inggris yang dimiliki oleh siswa-siswa kelas 5 di Subdisktrik 1, Kubutambahan.Kata Kunci : media audio, kompetensi bahasa Inggris, scripted song, This study was an experimental study which investigated the effect of scripted song-based audio media on the fifth grade students’ English competence in Kubutambahan Sub-district 1, Buleleng-Bali in academic year 2014/2015. The design of this study was post-test only control group design and used a random sampling technique to determine the sample. SDN 1 Kubutambahan was determined as the experimental group and further treated by scripted song-based audio media and SDN 2 Kubutambahan was determined as the control group and further treated by conventional teaching technique. The results of data analysis show that the experimental group students achieved a higher English competence than the control group. It was proven by their mean score where the experimental group students got 90.17 and the control group got 79.85. The result of the t-test also proves that scripted song-based audio media gave significant effect on the fifth grade students’ English competence. In conclusion, scripted song-based audio media gave significant effect on the fifth grade students’ English competence in Kubutambahan Sub-district 1.keyword : audio media, English competence, scripted song,
AN ANALYSIS OF JARGON USED BY RECEPTIONISTs IN FRONT OFFICE AT LOVINA BEACH HOTEL ., Made Wikrama; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi dan analisis bentuk-bentuk linguistics, arti dan fungsi jargon yang digunakan oleh petugas front officers di bagian front office Lovina Beach Hotel. Dalam menganalisis jargon didukung oleh theory Allan&Burridge(2006), theory yule (2006), dan theory chaer and Agustina’s (2010). Penelitian ini menggunakan kualitatif. Penelitian pada jargon diteliti berdasasrkan bentuk pembicaraan dan bentuk tulisan. Penelitin ini dilaksanakan di Lovina Beach Hotel yang beralamat Desa Kalibubuk-Kecamatan Buleleng-Kabupaten Buleleng. Subject penelitian dalam penelitian ini adalah Front officers di Front Office, hotel Lovina Beach Hotel. Object penilitian ini adalah jargon yang digunakan dalam proses komunikasi dan interaksi antara orang-orang dengan kelompok, orang-orang dengan orang lain, kelompok dengan kelompok di Front Office. Dalam penilitian ini ditemukan berbagai bentuk jargon seperti phrasa (2 or 1,9 %), Singkatan (30 or 28%), Kata-kata (45 or 42 %), Pemendekan ( 19 or 10,9%), Peminjaman (2 or 1,9 %), Pengabungan (2 or 1,9%) and Akronym (5 or 4,7%). Dalam istilah arti jargon bahwa terdapat sebanyak 105 arti jargon. Berdasarkan teori Allan dan Burridge (2006, p.58) jargon memiliki dua fungsi pertama (1) jargon untuk menyajikan sebagai teknis atau spesialis bahasa untuk berkomunikasi yang tepat dan effisiensi dalam berkomunikasi (51, 54 %). Kedua (2) jargon sebagai bentuk memajukan bahasa dalam kelompok solidaritas dan diluar dari kelompok solidaritas kepada orang-orang yang tidak menggunakan jargon (51, 48%).Kata Kunci : jargon, front office department, lovina beach hotel. This study aimed at identify and analyze the the linguistics forms, the meanings and the function of jargon used by front officers of the front office department at Lovina Beach Hotel. The analysing of jargon was supported by Allan&Burridge (2006) theory,Yule’s (2006) theory and Chaer & Agustina’s (2010) theory. This study was conducted in a qualitative research design. The jargons was investigated based on spoken and written form. This study was conducted at Lovina Beach Hotel and located in Kalibubuk Village Buleleng Subdistrict- Buleleng Regency.The subjects of the study were receptionists at the front office department of Lovina Beach Hotel.The object of this research was jargon used in the process of communicating and interacting people with groups, people with people and group with group in front office department. This study found the types of jargon in form of phrases (2 or 1,9 %), abbreviation (30 or 28%), words (45 or 42 %), clipping ( 19 or 10,9%), borrowing (2 or 1,9 %), compounding (2 or 1,9%) and acronym (5 or 4,7%). Terms of the meaning, there were 105 jargons meaning. According to Allan and Burridge (2006, p.58) jargon has two functions, as follows.Firstly, to serve as a technical or specialist language for precise and economical communication (51, 54 %).Secondly,to promote in-group solidarity, and to exclude as out-groupers, the people who do not use the jargon (51, 48%)keyword : Keyword : jargon, front office department, lovina beach hotel.
Co-Authors ., Anak Agung Inten Sakanti ., Anak Agung Inten Sakanti ., Anak Agung Istri Yurika Kanya Paramita D ., Anak Agung Istri Yurika Kanya Paramita D ., Desak Made Mira Diahningsih ., Desak Made Mira Diahningsih ., DIAH CYNTHIA PUTRI ., Gede Agus Lesmana Putra ., Gede Agus Lesmana Putra ., Gede Ari Suyasna Putra ., Gede Ari Suyasna Putra ., Gede Dharma Arya Wicaksana ., Gede Dharma Arya Wicaksana ., I DEWA MADE BAGUS KASUMAJAYA ., I G A N Alitia k ., I G A N Alitia k ., I GEDE ARIS PRATAMA PUTRA ., I Gede Shasy Bagus ., I Gede Shasy Bagus ., I Gede Soni Restiadi ., I Gede Soni Restiadi ., I Gede Wahyu W.p ., I Gede Wahyu W.p ., I GUSTI AYU AGUNG MIRAH MEYLIANA ., I Gusti Bagus Widi Darmadi ., I Gusti Bagus Widi Darmadi ., I Kadek Gunarsa ., I Kadek Gunarsa ., I Kadek Sudarma ., I Ketut Satria Adiguna ., I Ketut Seken ., I Komang Bramawan ., I Komang Bramawan ., I Made Dedi Kurniawan ., I Nym Dedy Rahland Krisna Hari ., I Nyoman Surya Manggala ., I Putu Adhi Wirayasa ., I PUTU AGUS ENDRA SUSANTA ., I Putu Hendra Adi Sutika ., I Putu Hendra Adi Sutika ., I Putu Rika Adi Putra ., I Putu Rika Adi Putra ., I Putu Suamba Wijaya ., I Wayan Bagastana ., Iga Putu Ardaba Kory ., Iga Putu Ardaba Kory ., Intania Harismayanti ., Intania Harismayanti ., Kadek Puspa Ariantini ., Kadek Puspa Ariantini ., Kadek Toni Sumartawan ., Kadek Vera Mia Asitari ., Kadek Vera Mia Asitari ., Km Triyunita Yani ., Km Triyunita Yani ., Komang Evayanti ., Komang Evayanti ., Komang Tia Dwi Pradipta ., KOMANG TRY WAHYUNI DEWI ., LUH GEDE TRISNAWATI ., Luh Putu Dewi Ariani ., Luh Putu Dewi Ariani ., Luh Widiyaswary ., Made Ady Pradana Wiyasa ., Made Intan Kusuma Dewi ., Made Intan Kusuma Dewi ., Made Wikrama ., Made Wikrama ., MADE WINNY PARAMITHA ., Md Arini Purnamasari ., Md Arini Purnamasari ., Ngurah Putra Bayu Krisna ., Ngurah Putra Bayu Krisna ., Ni Kadek Meina Andriani ., Ni Kadek Meina Andriani ., Ni Kadek Sudiartini ., Ni Kadek Sudiartini ., NI LUH MIA ADNYANI ., Ni Luh Putu Wida a ., Ni Luh Putu Wida a ., Ni Made Eni Parwati ., Ni Made Sariningsih ., Ni Made Sariningsih ., NI MADE SRI ARTINI ., Ni Nym. Ayu Padmitri ., Ni Putu Anggie Orchidiani ., Ni Putu Anggie Orchidiani ., Ni Putu Sri Erawati ., Ni Putu Sri Erawati ., Ni Putu Sri Merta Utami ., Ni Putu Sri Merta Utami ., Ni Putu Stefi Anjani Darmarini ., Ni Putu Stefi Anjani Darmarini ., Ni Putu Wahyuni Sri Rahayu Cahyani ., Ni Putu Wahyuni Sri Rahayu Cahyani ., Nyoman Erlina ., Nyoman Erlina ., Pande Nyoman Ita Wulandari ., Pande Nyoman Ita Wulandari ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A. ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd. ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd. ., Putu Eka Jaya Famugi ., Putu Eka Jaya Famugi ., Putu Mas Juliatmadi ., Putu Mas Juliatmadi ., Putu Pipin Septiari ., Putu Rika Pramayani ., Putu Rika Pramayani ., Putu Sri Ayu Padmi ., Putu Sutarma ., Putu Sutarma ., RISMA DIYAN SAPUTRI ., Servasius. Tawurutubun ., Servasius. Tawurutubun A.A. Putu Putra Adnyani, Ni Luh Putu Sri Adnyayanti, Ni Luh Putu Era Agus Yogi Pranata ., Agus Yogi Pranata Anak Agung Istri Mas Diah Utari Dewi Andreyana, I Komang Anita Sofia Veronia Ariantari, Pande Kadek Dea Aridana, I Komang Japar Aron Meko Mbete Aron Meko Mbete Aryasuari, Putu Tanniya Pradnyan Batan, I Gede Budiantari Putu Yuli Cantika, Kadek Meisani Dinda Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Komang Tantra Dewa Putu Ramendra Dewi, Feby Febriyanti Dewi, Ketut Puspa Dewi, Ketut Sintya Dewi, Ni Putu Desy Krisna Dharmasanti, Ni Made Utari Drs. Asril Marjohan,MA . Drs.Gede Batan,MA . Eka Grana Aristyana Dewi Fitriani Lestari G.A.P. Suprianti GD Hoki Artha Tama Wijaya Gede Bagus Kresnantara Gede Krisna Widiantara Gede Mahendrayana Gusanto, Athanasia Gusti Ayu Putu Linda Riani Gusti Made, Jyotika Gusti Ngurah Rai Dwijantara . Hayuni, Nyoman Tri I Dewa Gede Budi Utama I Gede Bagus Wisnu Bayu Temaja I Gede Batan I Gede Erlan Cahaya Unggawan . I Gede Putu Adhitya Prayoga . I Gede Sumerjaya ., I Gede Sumerjaya I Gusti Bagus Wiksuana I Ketut Mantra I Ketut Mantra . I Ketut Trika Adi Ana I Ketut Trika Adi Ana I Ketut Trika Adi Ana I Komang Japar Aridana I Made Adi Widarta Kusuma I Made Pasek Suwarbawa ., I Made Pasek Suwarbawa I Nyoman Adi Jaya Putra I NYOMAN SUPARWA I Putu Abdi Bhuwana I Putu Anjas Widya k ., I Putu Anjas Widya k I PUTU BAYOE MAHA PUTRA . I Putu Edi Sutrisna . I Putu Indra Kusuma I PUTU MARIANA . I Putu Ngurah Wage Myartawan I PUTU SUYOGA DHARMA . I PUTU YOGA LAKSANA . I Putu Yoga Purandina I Wayan Adi Wiweka . I Wayan Agus Anggayana I Wayan Eri Kurnia ., I Wayan Eri Kurnia I WAYAN PUTRAWAN . I Wayan Sandiyasa . I Wayan Suarnajaya I Wayan Swandana I Wayan Wikajaya ., I Wayan Wikajaya I Wayan Wira Praditya I Wayan Wira Praditya I Wayan Wiranata . Ida Ayu Iran Adhiti IDA AYU MADE ISTRI UTAMI . IGA Pt Novita Sari Paragae Kadek Adyatna Wedananta Kadek Dwi Candra Oktariana Kadek Dwi Maharani ., Kadek Dwi Maharani Kadek Nila Hendra Yani Kadek Sari Wahyuni ., Kadek Sari Wahyuni Kadek Sintya Dewi Kadek Sonia Piscayanti Kadek Suardika Kartika, Ni Made Intan Widya Surya Kd Astri Nirwitta Wijayanti Ketut Ayu Swati Pramitha Yuliandari KOMANG MELIAWATI . Luh Diah Surya Adnyani Luh Eka Susanti Luh Parmawati Luh Putu Artini Luh Putu Artini Luh Siantari M.A. ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A. Made Arniati ., Made Arniati Made Hery Santosa Made Jane Purnama ., Made Jane Purnama Made Sri Satyawati MADE SUCI SUANDARI . Made Wahyu Mahendra . Mahayoni, Ni Putu Sukma Mahendrayana, I Gede Manik Puspita, Ni Nyoman Mantra, I Ketut Maria Yuliana Geofany Mella Resita Widhiastari Nafiis, Nahla Annisa Ainun Natih, Made Sarasvati Wirapuspa Ngurah Agung Riski Restuaji ., Ngurah Agung Riski Restuaji Ni Kadek Suartini . Ni Komang Arie Suwastini Ni Luh Aristyawati Ni Luh Putu Era Adnyayanti Ni Made Ayu Sulatri Okta Pratiwi Ni Made Ayuni Wulandari ., Ni Made Ayuni Wulandari Ni Made Dhanawaty Ni Made Dhanawaty Ni Made Rai Wisudariani Ni Made Ratmingsih Ni Made Ratminingsih Ni Made Suniyasih NI MADE YUNIARI . Ni Nyoman Manik Puspita Ni Nyoman Padmadewi Ni Putu Astiti Pratiwi Ni Putu Deanitha Rizki Awalia . Ni Putu Desi Wulandari Ni Putu Dianita Safitri Ni Putu Puriasih Ni Putu Sintia Dewi Kusuma Wardani Ni Wayan Monik Rismadewi Nursyafeizah, Andi Nyoman Karina Wedhanti Okta Pratiwi, Ni Made Ayu Sulatri Pande Agus Putu Dharma Putra Panensia, Feraliensis Mangifera Paragae, IGA Pt Novita Sari Paramarta, I Made Suta Petrus I Wayan Brahmadyantara . Pradnyani, Pande Eka Putri Pratama, I Gede Febry Wira Pratama, Putu Reynald Ridana Prayoga, Gusti Km Arysuta Pridayani, Kadek Prof. Dr. A. A. I. Ngurah Marhaeni,MA . Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Prof. Dr.I Ketut Seken,MA . Putu Adi Krisna Juniarta Putu Ayu Kinanti Praditha Putu Bagus Mahardika . Putu Diandra Dama Suri Putu Dinia Suryandani Putu Edi Kusuma ., Putu Edi Kusuma Putu Eka Dambayana Putu Eka Dambayana Putu Eka Dambayana S Putu Eka Dambayana Suputra Putu Hendra Kusuma . Putu Kerti Nitiasih Putu Kerti Nitiasih Putu Niken Praweda Yanti Putu Pande Novita Sari Putu Ramendra, Dewa PUTU TIKA VIRGINIYA ., PUTU TIKA VIRGINIYA Putu Wulandari Tristananda . Rahayu, Made Sri Ratmingsih, Ni Made S.Pd. I Putu Ngurah Wage M . Salsabila, Unik Hanifah Sang Ayu Made Diah Utami Putri Sang Ayu Putu Sriasih Sari, Nyoman Arina Putri Satriya Wibawa, I Putu Gede Seken I Ketut Seniasih, Ni Kadek Mira Sri Pithamahayoni . Suardika, Kadek Sugiani, Ni Nyoman Sugiantari, Putu Ayu Dinda Suka, Eva Suniyasih, Ni Made Sutrini, Ayu Nyoman Tristiani, Ni Kadek Ita UNDIKSHA . Utamayana, I Wayan Yoga Utari Dewi, Anak Agung Istri Mas Diah Wawan Marhanjono Mustamar Wawan Marhanjono Mustamar Wedanthi, Nyoman Karina Wibawa, I Gusti Putu Satria Wicaksana, GDA Widarta Kusuma, I Made Adi Widya Suputra I Gede Wiguna, Ida Bagus Andika Wikajaya, I Wayan Wulandari, Putu Ratih Yogiantari, Ni Putu Egik Yuliantari, I Gusti Ayu Winda