p-Index From 2021 - 2026
12.363
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan dan Pengajaran JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Mimbar PGSD Undiksha Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora (JPPSH) Journal of Education and Learning (EduLearn) IJIET (International Journal of Indonesian Education and Teaching) International Journal of Artificial Intelligence Research Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Basicedu Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran International Journal of Community Service Learning Journal of Education Action Research Journal of Education Technology Mimbar Ilmu Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Jurnal EDUTECH Undiksha Aulad : Journal on Early Childhood Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Jurnal Teknologi Informasi dan Pendidikan Jurnal Pendidikan Multikultural Indonesia EDUTEC : Journal of Education And Technology Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Jurnal Paedagogy Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Indonesian Values and Character Education Journal Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Didaktika: Jurnal Kependidikan Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Journal of English Language and Education SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Dharmas Education Journal (DE_Journal) Journal for Lesson and Learning Studies Indonesian Gender and Society Journal ALACRITY : Journal Of Education Empiricism Journal Journal of Educational Study Indo-MathEdu Intellectuals Journal Indonesian Journal of Innovation Studies Mimbar Pendidikan Indonesia Jurnal Media dan Teknologi Pendidikan Indonesian Journal of Instruction Indonesian Journal Of Educational Research and Review Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) Jurnal Basicedu Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Suluh Pendidikan: Jurnal Ilmu-ilmu Pendidikan Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Guna Widya : Jurnal Pendidikan Hindu Innovative: Journal Of Social Science Research Journal of Innovative and Creativity Jurnal Inovasi dan Teknologi Pendidikan Jurnal Pendidikan MIPA
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL SNOWBALL THROWING BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPA Ni Luh Putu Kamela Tristiana Dewi .; Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd. .; I Kadek Suartama, S.Pd. .
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5596

Abstract

Permasalahan pembelajaran IPA di SMP Negeri 2 Singaraja adalah rendahnya hasil belajar IPA pada siswa kelas VIII. Penelitan ini bertujuan 1) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing berbantuan multimedia interaktif, 2) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, dan 3) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing berbantuan multimedia interaktif dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional di kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMPN 2 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan menggunakan rancangan Posttest-Only Control Design. Populasi penelitian adalah seluruh kelas VIII SMPN 2 Singaraja yang berjumlah 588 orang dengan sampel kelas VIII.12 dan VIII.14. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes objektif. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan: (1) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing berbantuan multimedia interaktif menunjukkan skor rata-rata 24,96 berada pada kategori sangat tinggi, (2) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional menunjukkan skor rata-rata 16,39 berada pada kategori sedang, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran koperatif tipe Snowball Throwing berbantuan multimedia interaktif dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional (thitung = 10,645 > ttabel = 1,665). Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing berbantuan multimedia interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMPN 2 Singraja. Kata Kunci : snowball throwing, multimedia interaktif, hasil belajar The problem faced in learning IPA in SMP Negeri 2 Singaraja was the lowliness of eigthth grade students’ learning outcomes. This study was aimed 1) to describe the learning outcomes on IPA of students who given cooperative learning model especially Snowball Throwing technique combined with interactive multimedia, 2) to describe the students’ learning outcomes on IPA of students who given conventional technique, 3) to investigate the significant difference of the learning outcomes of IPA between students who are taught by Snowball Throwing technique combined with interactive multimedia and conventional technique on eighth grade students in SMPN 2 Singaraja academic year 2014/2015. This study was quasy experiment with Posttest-Only Control Design. The samples were VIII.12 and VIII.14. The population was eighth grade students which included 588 students. The data gathered was students learning outcomes. The instrument used was objective test. The data was analyzed with descriptive statistic and inferential statistic using t-test. The result of the study showed 1) the students learning outcomes on IPA who were taught by Snowball Throwing technique combined with interactive multimedia had the mean score 24.96 which was on highest category, 2) the students’ learning outcomes on IPA who are taught by conventional technique had the mean score 16.39 which was on average category, 3) there was a significant difference on students’ learning outcomes on IPA between students who are taught by Snowball Throwing technique combined with interactive multimedia and conventional technique where the tobserved (10.645) was higher than tcritical value (1.665). It concluded that Snowball Throwing technique combined with interactive multimedia had significant effect on eighth students’ learning outcomes on IPA in SMPN 2 Singaraja in academic year 2014/2015.keyword : snowball throwing, interactive multimedia, learning outcomes
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dengan Model ADDIE Untuk Siswa Kelas VII Semester Genap Tahun Pelajaran 2014-2015 Di SMP Negeri 1 Banjar I Gede Hendra Prastya .; Dr. Ketut Pudjawan,M.Pd .; I Kadek Suartama, S.Pd. .
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5605

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui proses rancang bangun multimedia pembelajaran dengan materi Peristiwa Alam pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VII semester genap di SMP N 1 Banjar, (2) mengetahui kelayakan kualitas multimedia pembelajaran dengan materi Peristiwa alam tersebut, dan (3) mengetahui efektivitas hasil pengembangan Multimedia Interaktif terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia kelas VII semester Genap di SMP Negeri 1 Banjar tahun pelajaran 2014-2015. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Banjar tahun pelajaran 2014-2015. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner dan metode pencatatan dokumen serta Penelitian pengembangan ini menggunakan tiga teknik analisis data, yaitu teknik analisis deskriptif kuantitatif, teknik analisis deskriptif kualitatif, dan statistika inferensial. Hasil penelitian ini adalah (1) desain multimedia interaktif yang dikembangkan dan disusun secara sistematis dengan tahap Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation. (2) Kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif menurut uji ahli isi sebesar 93% dengan kualifikasi sangat baik, ahli desain 92% dengan kualifikasi sangat baik, ahli media 88% dengan kualifikasi baik, uji perorangan 90% dengan kualifikasi sangat baik, uji kelompok kecil 91,2% dengan kualifikasi sangat baik dan uji lapangan 90,06% dengan kualifikasi sangat baik. (3) Efektifitas pengembangan multimedia pembelajaran interaktif Bahasa Indonesia telah dilakukan dengan metode tes untuk mendapat nilai rata-rata pretest sebesar 49,45 dan postest sebesar 82,37 serta nilai t hitung sebesar 58 dengan t tabel 2,000 taraf signifikan 5%. Jadi harga t hitung lebih besar daripada t tabel , h0 ditolak dan h1 diterima, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia.Kata Kunci : multimedia pembelajaran, model ADDIE, bahasa indonesia This study aimed at (1) finding out the process of teaching multimedia planning about natural phenomenon in Indonesian language for grade VII even semester in SMP N 1 Banjar, (2) finding out the quality feasibility of the teaching multimedia planning about natural phenomenon,and (3) finding out the result effectiveness of interactive multimedia development toward the students’ Indonesian language learning result in grade VII eve semester in SMP Negeri 1 Banjar in the academic year of 2014-2015. The kind of this study is development study that applied ADDIE model. The subjects of this study were students in grade VII in SMP Negeri 1 Banjar in the academic year of 2014-2015. The data collection method used was questionnaire and documentation method and also this development study use 3 technique data analyze, that is analyze descriptive quantitative, analyze descriptive qualitative and statistic inferential. The result showed that (1) interactive multimedia design which was developed and arranged systematically by steps of Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation, (2) the quality of interactive multimedia development according to the expert of content is about 93% with the best qualification, design is about 92% with the best qualification, media is about 88% with the good qualification, individual is about 90% with the best qualification and field test is about 90,06% with the best qualification, and (3) the effectivty of Indonesian language interactive teaching multimedia development had been conducted by using test method to gain pretest is about 49,45 and postest is about 82,37 average score and also t score is about 58 with t table is about 2,000 degree significance 5%. T score more than t table, Ho is rejected and H1 is accepted, so there is significance diverification about the result of study Indonesia Language.keyword : teaching multimedia, ADDIE model, Indonesian language
PENGEMBANGAN E-LEARNING BERBASIS MOODLE PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DI SMP LABORATORIUM UNDIKSHA I Gusti Ngurah Putu Mei Wartama .; Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd .; I Kadek Suartama, S.Pd. .
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5606

Abstract

Permasalahan yang ditemukan di SMP Laboratorium Undiksha adalah belum tersedia sistem pembelajaran online mata pelajaran IPA kelas VIII dan kurangnya pemanfaatan hotspot sekolah untuk menunjang proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan proses rancang bangun e-learning berbasis moodle pada mata pelajaran IPA, (2) mengetahui hasil validasi e-learning berbasis moodle, (3) mengetahui efektivitas e-learning berbasis moodle pada mata pelajaran IPA. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4-D(define, design, develop, desseminate). Data dikumpulkan dengan metode kuesioner dan tes dengan instrumen kuesioner dan tes hasil belajar berupa tes objektif. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah 1) proses rancang bangun e-learning berbasis moodle termasuk kedalam tahapan perancangan(design) dan pengembangan(develop) pada model 4-D. Proses rancang bangun e-learning melalui tiga tahapan yaitu: a)pembuatan flowchart, b)pembuatan storyboard, dan c) pengembangan storyboard. 2) hasil validasi e-learning berbasis moodle pada mata pelajaran IPA menurut penilaian ahli dan siswa yaitu: a) ahli bidang studi 90,66%, b) ahli desain pembelajaran 92%, c) ahli media pembelajaran 90,66%, tiga ahli berada pada kategori sangat baik serta d) uji coba perorangan 91,5% berada pada kategori sangat baik, e) uji coba kelompok kecil 91,2% berada pada kategori sangat baik, dan e)uji coba lapangan 86% berada pada kategori baik. 3) Efektivitas hasil pengembangan e-learning menunjukkan thitung = 19,72 > ttabel =2,000, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA sebelum dan setelah menggunakan e-learning berbasis moodle. Dengan demikian, e-learning yang dikembangkan efektif digunakan dalam proses pembelajaran IPA.Kata Kunci : Pengembangan, E-learning, Moodle, IPA The problems were found in SMP Laboratorium Undiksha is not available online learning system for teaching science class VIII and the lack of utilization school hotspot to support learning process. This research aimed to: (1) described the design and develop process of e-learning based moodle in science subjects, (2) determined the results of the validation process of e-learning based on moodle, (3) determined the effectiveness process of e-learning based moodle in science subjects. Development models used in this researched is a model 4-D (define, design, develop, desseminate). Data were collected by questionnaire method and test method with the questionnaire instrument and tests of learning outcomes in the form of objective tests. The data were analysed use descriptive analysis qualitative, quantitative and inferential statistics. Results of this research were 1) process design of e-learning based moodle included into the design and develop stage in 4-D models. Process design of e-learning through three stages, namely: a) made a flowchart, b) made a storyboards, and c) developed a storyboards. 2) validation results e-learning based on moodle in science subjects accorded to expert assessment and students are: a) the expert of study field 90.66%, b) the expert of instructional design 92%, c) the expert of instructional media 90.66%, three experts located in the very good category and d) individual trials 91.5% are in the very good category, e) small group trials 91.2% are in the very good category, and e) field trials 86% are in the good category. 3) The effectiveness of e-learning development results t = 19.72> table = 2.000, there were significant differences in science learned outcomes before and after used e-learning based moodle. Thus, e-learning is developed effectively used in the process of learning science.keyword : Development, E-learning, Moodle, Science
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN IPA MODEL HANNAFIN DAN PECK UNTUK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SAWAN Ni Luh Putu Megawati .; Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd .; I Kadek Suartama, S.Pd. .
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5612

Abstract

Permasalahan di SMP Negeri 1 Sawan yaitu belum tercapainya tujuan pembelajaran IPA yang maksimal sehingga nilai akhir siswa cenderung rendah. Nilai rata-rata siswa kelas VII adalah 65, yang tentunya masih berada dibawah KKM yang ditentukan, yaitu 80. Bahkan 70% siswa kelas VII masih ada yang mendapatkan nilai dibawah 60. Sehingga dilakukan penelitian produk pengembangan video pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancang bangun media video pembelajaran; (2) mengetahui validitas hasil pengembangan media video pembelajaran menurut review ahli dan uji coba oleh siswa serta (3) mengetahui efektivitas penggunaan media video pembelajaran terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D), model yang digunakan adalah Hannafin dan Peck. Model ini terdapat tiga tahapan yaitu, analisis kebutuhan, desain, dan pengembangan dan implementasi. Validasi dilakukan oleh 1 ahli isi mata pelajaran, 1 ahli desain, dan 1 ahli media pembelajaran, 3 siswa uji perorangan, 12 siswa uji kelompok kecil, dan 30 siswa uji lapangan. Efektivitas video pembelajaran dilakukan oleh 30 siswa menggunakan pre-test dan post-test. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner dan tes. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik analisis deskriptif kuantitatif, dan statistik inferensial uji- t. Hasil penelitian pengembangan ini adalah (1) deskripsi hasil rancang bangun pengembangan video pembelajaran (2) Hasil validasi media yang dilakukan oleh: a) ahli isi mata pelajaran skor 93,8% dan berada pada kualifikasi sangat baik; b) ahli desain pembelajaran skor 90% berada pada kualifikasi sangat baik; c) ahli media pembelajaran 88,9% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan skor 93,3% berada pada kualifikasi sangat baik, hasil uji kelompok kecil skor 95,8% berada pada kualifikasi sangat baik, hasil uji lapangan skor 88,6% berada pada kualifikasi baik. (3) efektivitas hasil pengembangan video pembelajaran menunjukkan t hitung lebih besar daripada t tabel (to>t tabel) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar siswa setelah menggunakan media (90,67) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (55,67). Dengan demikian, penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 1 Sawan ini terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media video pembelajaran.Kata Kunci : media video pembelajaran, IPA, dan hasil belajar The problem which is found at SMP Negeri 1 Sawan that have not achieved the goal so that maximum learning science students tend to lower final value. The average value of seventh grade students is 65, which would still be below the specified KKM, which is 80. In fact, 70% of seventh grade students there are getting values under 60. So do the product research development science teaching video. This study aims to: (1) describe result the design instructional video media; (2) determine the validity of the results of the development of instructional video media according to expert review and testing by the students and (3) determine the effectiveness of the use of video media science learning to the learning outcomes of students of class VII. This study is a research & development (R & D), the model used is Hannafin and Peck. This model there are three stages, namely, requirements analysis, design, and development and implementation. Validation is done by one expert course content, one expert design, and one instructional media expert, 3 students individual test, test a small group of 12 students, and 30 students of the field test. The effectiveness of the instructional video performed by 30 students using pre-test and post-test. Data were collected by questionnaire and tests. Analysis of data using qualitative descriptive analysis techniques, quantitative descriptive analysis techniques and inferential statistics uji- t. Results of this research is the development of (1) a description of the design development of instructional video (2) Results of the validation performed by the media: a) the content expert scores 93.8% of subjects were on excellent qualifications; b) instructional design experts score of 90% is at a very good qualification; c) 88.9% of instructional media experts are at a good qualification. The results of individual test score of 93.3% in the excellent qualifications, small groups of test results scores 95.8% in the excellent qualifications, the results of the field test score of 88.6% is at a good qualification. (3) the effectiveness of the development of instructional videos showing t is greater than t table (to> t table) so that H0 rejected and H1 accepted. Student learning outcomes after using the media (90.67) is higher than before using the media (55.67). Thus, research conducted in SMP Negeri 1 Sawan there are significant differences in student learning outcomes before and after using the media instructional video.keyword : video as a learning media, science, and learning outcomes
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DI SMP NEGERI 6 SINGARAJA I Ketut Bayu Agus Chandra Kamajaya .; Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd .; I Kadek Suartama, S.Pd. .
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5708

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yakni keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi ajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancang bangun dari multimedia yang dikembangkan pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 6 Singaraja, (2) mengetahui kualitas media yang dihasilkan melalui beberapa tes untuk pengujian media yang dikembangkan, diantaranya terdapat uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, uji coba lapangan, review ahli, dan (3) mengetahui efektivitas produk yang dihasilkan pada multimedia pembelajaran interaktif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Subjek validasi terdiri dari review ahli isi, desain, dan media pembelajaran serta uji perorangan, kelompok kecil, dan lapangan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu pencatatan dokumen, angket, dan pretest serta posttest. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial Hasil penelitian ini adalah 1) deskripsi rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran; 2) kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa yaitu: a) ahli bidang studi 90% b) ahli desain pembelajaran 96% c) ahli media pembelajaran 82,8% yang semuanya tiga ahli pada kategori baik dan sangat baik serta d) uji coba perorangan 88,6 %, uji coba kelompok kecil 92%, dan uji coba lapangan 91,7% yang semuanya pada kategori sangat baik; 3) Efektivitas hasil pengembangan Multimedia pembelajaran interaktif menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 17,86 > ttabel =1,99. Ini berarti terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan Multimedia pembelajaran interaktif.Kata Kunci : pengembangan, multimedia pembelajaran, IPA This research was motivated by the problems of the limitations of engaging learning media and appropriate teaching materials. The aims of this study are: (1) to describe the design of multimedia developed in Science subjects at SMP 6 Singaraja, (2)to know the quality of media produced through several tests for testing developed media, of which there are individual testing, small groups testing, field trials, experts’ reviews, and (3)to determine the effectiveness of the products produced in interactive learning multi media. This study was a research development which was using ADDIE model. Validation subject consists of experts content review, design, and media of learning and individual testing, small group testing, and the field trials. Data collection method used in this study was note taking, questionnaires, and pretest and posttest. Data analysis technique used was descriptive qualitative analysis, descriptive quantitative analysis and inferential statistical analysis. Results of this study are 1) a description of the development of instructional multimedia design; 2) the quality of the development of media according to the experts’ review and students’ review, namely: a) the expert of field study 90% b) 96% of instructional design experts c) 82.8% of instructional media experts who are all three experts on good and excellent categories and d) individuals testing 88.6%, small group testing 92%, and 91.7% field trials are all in very good category; 3) The effectiveness of the development of interactive learning multimedia indicates the significance which was obtained was t = 17.86> table = 1.99. This means that there is a significant difference in student learning outcomes before and after using interactive learning multimedia.keyword : development, multimedia interactive, natural science
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MATA PELAJARAN IPA DENGAN MODEL LUTHER PADA KELAS VIII SEMESTER GENAP TAHUN 2014/2015 DI SMP NEGERI 6 SINGARAJA I Made Anindya Mardawa .; Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd .; I Kadek Suartama, S.Pd. .
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5714

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yaitu keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi ajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancang bangun produk multimedia pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPA, (2) mengetahui kualitas produk multimedia pembelajaran interaktif menurut review ahli, dan uji coba yang dilakukan siswa, serta (3) mengetahui efektivitas multimedia pembelajaran interaktif mata pelajaran IPA. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Luther. Data dikumpulkan dengan metode pencatatan dokumen, wawancara, kuesioner dan tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian ini adalah 1) deskripsi rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran; 2) kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa yaitu: a) ahli bidang studi 83,3% berada pada kualifikasi baik b) ahli desain pembelajaran 94% berada pada kualifikasi sangat baik c) ahli media pembelajaran 83% berada pada kualifikasi baik serta d) uji coba perorangan 90 %, uji coba kelompok kecil 91,2%, dan uji coba lapangan 90,1% yang semuanya pada kategori sangat baik; 3) Efektivitas hasil pengembangan Multimedia pembelajaran interaktif menunjukkan signifikansi. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung 19,97. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 1,99. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan Multimedia pembelajaran interaktif. Kata Kunci : pengembangan, multimedia pembelajaran, IPA The research was motivated by the problems of the limitations of media learning interesting and according teaching materials. This study aimed to: (1) describe the design of multimedia interactive learning in science subjects, (2) know the quality of multimedia interactive learning products according to the review expert, and tests conducted on the students, and (3) know the effectiveness of multimedia interactive learning science subjects. This research was research development. This research used model of Luther. Data collected by the method of recording documents, questionnaires and tests. The data analysis using descriptive analysis qualitative, quantitative and statistical inferential / inductive t-test. Results of this research are 1) a description of the development of multimedia instructional design; 2) the quality of the development of media according to the review expert and students. Results of the review done by: a) Instructional content expert is 83.3% indicate good qualification b) instructional design experts is 94% indicate very good qualification c) expert instructional media is 83% in good qualification d) One-to-one testing is 90%, Small group testing is 91.2%, and Field testing is 90.1% which all in very good category; 3) The effectiveness of the development of multimedia interactive learning indicate significance. Learning outcome that was calculate manually obtains number of t count 19.97 Value of t 5% significance is 1.99. Therefore t count is higher than t table It can be concluded that H0 is refused and H1 was accepted. This means that there is a significant difference in student learning outcomes before and after using multimedia interactive learning.keyword : development, multimedia interactive, natural science
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MEMBUKA DAN MENUTUP SERTA MENJELASKAN PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH MICRO TEACHING I Kadek Teguh Aditya Lorenso .; Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd .; I Kadek Suartama, S.Pd. .
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5862

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan rancang bangun video pembelajaran tentang keterampilan membuka dan menutup serta menjelaskan pembelajaran, (2) mengetahui kualitas hasil video pembelajaran tentang keterampilan membuka dan menutup serta menjelaskan pembelajaran, (3) mengetahui efektivitas video pembelajaran tentang keterampilan membuka dan menutup serta menjelaskan pembelajaran pada pembelajaran micro teaching. Penelitian ini merupkan penelitian pengembangan, model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Kelima tahapan model pengembangan ini, dijadikan acuan dalam memproduksi, dan memvalidasi video pembelajaran yang dikembangkan. Hasil penelitian ini adalah 1) deskripsi desain pengembangan video pembelajaran yaitu mulai dari langkah membuat rancangan, mendesain produk, mengumpulkan materi produk, perakitan produk, uji coba produk dan evaluasi; 2) kualitas hasil pengembangan video menurut review ahli dan mahasiswa yaitu: a) ahli bidang studi 91% berada pada kategori sangat baik; b) ahli desain pembelajaran 92% berada pada kategori sangat baik; c) ahli media pembelajaran 88% berada pada kategori baik; d) uji coba perorangan 86,67% berada pada kategori baik; (e) uji coba kelompok kecil 90,67% berada pada kategori sangat baik; (f) dan uji coba lapangan 77,03% yang berada pada kategori baik; 3) Efektivitas hasil pengembangan video pembelajaran menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 11, 48 > ttabel =2,000. Berarti video pembeljaran efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini juga menggunakan tes psikomotor, nilai rata-rata dari tes psikomotor terhadap keterampilan dasar mengajar yaitu 84,51 dan 80,77 sehingga berada pada katagori baik, berarti pengunaan video pembelajaran efektif dalam membantu mahasiswa menguasai keterampilan mengajar.Kata Kunci : pengembangan, video pembelajaran, micro teaching. This research as a purpose (1) describe the design of video learning about opening and closing the skills and explain the learning, (2) determine the quality of the video learning about opening and closing the skills and explain the learning, (3) determine the effectiveness of the instructional video on the opening and closing skills and describes learning on micro teaching learning. This study merupkan development research, development models used in this study is the ADDIE model of which consists of five stages: analysis, design, development, implementation and evaluation. The fifth stage of this development model, used as a reference in the manufacture, and validate the developed instructional videos. Results of this study are 1) a description of the design development of instructional videos ranging from the steps to make the design, product design, collect material products, product assembly, product testing and evaluation; 2) the quality of the video according to a review of the development experts and students, namely: a) the expert field of study 91% are in the very good category; b) 92% of instructional design experts are in the very good category; c) 88% of instructional media experts are in the good category; d) individual testing 86.67% are in the good category; (E) testing a small group 90.67% are in the very good category; (F) and field trials which 77.03% are in the good category; 3) The effectiveness of the development of instructional video shows the significance obtained is t = 11, 48> table = 2.000. Means video pembeljaran effective in improving learning outcomes. This study also uses psychomotor tests, the average value of psychomotor tests against the teaching of basic skills, namely 84.51 and 80.77 so it is in good category, meaning the use of instructional video is effective in helping students master the skills taught.keyword : development, instructional video, micro teaching.
PENGEMBANGAN E-LEARNING BERBASIS MOODLE PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII DI SMPN 1 SELEMADEG Putu Gilang Marya Putra .; Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd .; I Kadek Suartama, S.Pd. .
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5864

Abstract

Permasalahan yang ditemukan di SMPN 1 Selemadeg adalah belum optimal penyerapan materi IPS oleh siswa kelas VIII dan kurangnya pemanfaatan fasilitas wifi di sekolah, sehingga dilakukan penelitian pengembangan produk e-learning moodle. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan desain pengembangan produk, (2) mendeskripsikan kualitas hasil pengembangan produk, dan (3) mendeskripsikan efektivitas produk pada mata pelajaran IPS. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan 4D. Model ini dijadikan acuan dalam memproduksi, memvalidasi dan menguji efektivitas. Data dikumpulkan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan metode tes dengan instrumen lembar pencatatan dokumen, kuesioner dan tes objektif. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah (1) desain pengembangan produk sudah sesuai tahapan model pengembangan 4D, (2) kualitas hasil pengembangan produk sudah diuji cobakan ke para ahli dan siswa. a) Ahli isi mata pelajaran menyatakan isi produk berkategori sangat baik, dengan persentase 92%, b) ahli media pembelajaran menyatakan media berkategori baik, dengan persentase 88%, c) ahli desain pembelajaran menyatakan desain produk berkategori sangat baik, dengan persentase 90,66%, dan d) uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan menyatakan produk berkategori sangat baik, dengan persentase uji coba perorangan 92%, uji coba kelompok kecil 93% dan uji coba lapangan 90,2%. (3) efektivitas pengembangan e-learning berbasis moodle menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPS siswa kelas VIII sebelum dan sesudah menggunakan e-learning berbasis moodle (thitung= 9,633 > ttabel= 2,000). Produk e-learning moodle sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 1 Selemadeg.Kata Kunci : e-learning berbasis moodle, IPS, pengembangan. Problems found in SMPN 1 Selemadeg were the absorption of IPS material by eighth grade students are not optimum yet and the lack of utilization of wifi facility in school, so the research development of e-learning moodle product was conducted. This research has aims at (1) describing the design of product development, (2) describing the quality of product development, and (3) describing the effectiveness of the product in social studies. Model development used was 4D development model. This model was used as a guidliness in producing, validating and testing the effectiveness. Data collected were done through recording documents method, questionnaires and test methods with instruments recording sheet documents, questionnaires and objective tests. The data were analyzed by using descriptive analysis qualitative, quantitative and inferential statistics. The results of this study were (1) the design development of product had been suitable with 4D development model, (2) the quality of product development had been tried out to experts and students. a) According to the expert of content subject, he stated that the content of product was categorized as very good (92%). b) the expert of instructional media stated that the media was categorized as good (88%), c) the expert of instructional design stated that design product was categorized as very good (90.66%), and also d) individual testing, small group testing, and class testing are revealed that the product was categorized as very good. individual testing (92 %), small group testing (93%), and class testing (90.2%). (3) the effectiveness of the development of Moodle-based e-learning showed that there was significant differences in the results of eighth grade social studies before and after using Moodle-based e-learning (tcount= 9,633 > ttabel= 2,000). E-learning moodle product is very effective in increasing students’ learning outcomes class VIII SMPN 1 Selemadeg.keyword : Moodle-based e-learning, IPS, development
PENGEMBANGAN PROGRAM SIARAN RADIO MELALUI ACARA KREATIVITAS SASTRA PROGRAMA 2 RRI SINGARAJA PADA SISWA PENGAMBIL EKSTRAKULIKULER JURNALISTIK DI SMP NEGERI 2 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2014/2015 Ida Bagus Widiana .; Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd .; I Kadek Suartama, S.Pd. .
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan program siaran radio melalui acara kreativitas sastra Programa 2 RRI Singaraja, (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan program siaran radio menurut review ahli, dan uji coba yang dilakukan siswa, serta (3) mengetahui efektivitas program siaran radio untuk ektrakulikuler jurnalistik. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model RAD (Rapid Application Development), dengan menggunakan 6 tahap, yaitu (1) tahap analisis kebutuhan, (2) tahap mendesain produk , (3) tahap pengumpulan materi, (4) tahap perakitan, (5) tahap uji coba dan (6) tahap distribusi. Keenam tahap model pengembangan ini dijadikan acuan dalam memproduksi, dan memvalidasi program siaran radio yang dikembangkan. Validasi program siaran radio dilakukan oleh satu ahli isi sastra dan jurnaistik, satu ahli desain program siaran radio, satu ahli program siaran radio, 3 siswa uji coba perorangan, 12 siswa uji coba kelompok kecil, dan 30 siswa uji coba lapangan. Uji efektivitas program siaran radio pada oleh 30 orang siswa menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test. Data penelitian dikumpulkan dengan metode kuesioner dan tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, deskritif kuantitatif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) deskripsi rancang bangun pengembangan program siaran radio memuat langkah analisis peserta didik, tujuan, pemilihan bahan materi, penggunaan media, partisipasi peserta didik di kelas, penilaian serta revisi; (2) kualitas hasil pengembangan media menurut: (a) ahli isi program siaran radio 96,66%; (b) ahli desain program siaran radio 93,33%; (c) ahli program siaran radio 96,66% yang ketiganya ada pada kategori sangat baik serta (d) uji coba perorangan 93,33% dengan kategori sangat baik, uji coba kelompok kecil 87,30%, dengan katagori baik dan uji coba lapangan 93,27% dengan kategori sangat baik; (3) uji efektivitas hasil pengembangan program siaran radio menunjukkan bahwa thitung = 13,113 > ttabel =2,000. Jadi dapat disimpulkan bahwa pogram siaran radio adalah efektif untuk meningkatkan kemampuan ekstrakulikuler sastra dan jurnalistik pada siswa pengambil ekstrakulikuler sastra dan jurnalistik di SMP Negeri 2 Singaraja.Kata Kunci : pengembangan, program siaran radio, Jurnalistik dan sastra This study aims at: (1) describing the plan of broadcast program development through Kreativitas Sastra Programa 2 program of RRI Singaraja, (2) finding out the result quality of the broadcast program development regarding to expert’s review, and (3) finding out the effectiveness of the broadcast program for journalistic extracurricular. This study belonged to research and development method which used RAD (Rapid Application Development) model, by applying 6 stages, namely (1) need analysis stage, (2) product designing stage, (3) material gathering stage, (4) assembling stage, (5) executing stage, and (6) distributing stage. The six stages became the “acuan” in producing and validating the broadcast program being developed. The validity process on the broadcast program was done by a professional of linguist and journalist, a professional broadcast program designer, a professional programmer, three individual testability students, twelve testability small-group students, and thirty testability field students. The effectiveness test on broadcast program on thirty students applied pre-test and post-test research design. The research data were gathered through test and questionnaire. The data analysis used qualitative descriptive analysis, quantitative descriptive and t-test inferential statistics. The research results show (1) the description of the broadcast-program development plan which consists of the analysis step on student, goal, material selection, media usage, students’ participation in class, evaluation, and revision; (2) the quality of the development result of the media regarding to: (a) the professional of broadcast program content 96.66%; (b) the professional broadcast program designer 93.33%; the professional programmer 96.66% which the three were in excellent category; and (d) individual test 93.33% in excellent category, small group test 87.30% in good category, and field test 93.27% in excellent category; (3) the effectiveness test on broadcast program development which shows that t observed = 13.113 > t table = 2.000. Therefore, it could be concluded that broadcast program is effective for improving the abilities of students of SMP Negeri 2 Singaraja in terms of linguistics and journalistic extracurricular.keyword : development, broadcast program, journalistic and linguistics
THE EFFECT OF LEARNING METHOD " SILENT WAY " aided MULTIMEDIA INTERACTIVE LEARNING LEARNING OUTCOMES OF JAPANESE LANGUAGE DEPARTMENT OF CLASS XI EVEN SEMESTER YEAR 2014/2015 STUDY IN SMA Negeri 1 BANGLI Bhujangga Ayu Putu Priyudahari .; Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd .; I Kadek Suartama, S.Pd. .
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5969

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran bahasa jepang, terutama dalam membaca dan menulis hiragana. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar siswa menggunakan metode konvensional, (2) mendeskripsikan hasil belajar siswa menggunakan metode pembelajaran silent way berbantuan multimedia interaktif, (3) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar siswa menggunakan Pengaruh Metode Pembelajaran ”Silent Way” Berbantuan Multimedia Pembelajaran Interaktif Terhadap Hasil Belajar Bahasa Jepang Siswa Kelas XI Jurusan Bahasa Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 Di SMA Negeri 1 Bangli penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain penelitian One Group Pre-test Post-test Design. Populasi penelitian ini adalah Siswa Kelas XI Semester Genap SMA Negeri 1 Bangli Tahun Pelajaran 2014/2015, yang terdiri dari 30 siswa.Data mengenai hasil belajar bahasa jepang dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif benar salah selanjutnya dianalisis dengan uji-t berkorelasi. Hasil belajar menggunakan metode konvensional tergolong rendah,hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata skor 60,27. Adapun hasil belajar siswa menggunakan Metode Pembelajaran Silent Way Berbantuan Multimedia Interaktif tergolong tinggi dengan hasil rata-rata skor 89,07. Hal ini membuktikan terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan metode Konvensional dan Metode Pembelajaran Silent Way Berbantuan Multimedia Interaktif, dengan adanya peningkatan perolehan skor hasil belajar sebanya 20%. Ini berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran Silent Way berbantuan multimedia pembelajaan interaktif mampu meningkatkan hasil belajar bahasa jepang siswa kelas XI Ilmu Pengetahuan Bahasa (IPB)Kata Kunci : metode silent way, multimedia interaktif, bahasa jepang The background of this study is an effort to improve student learning outcomes in Japanese language lessons, especially in reading and writing hiragana. This study aims to (1) describe the results of student learning using the conventional method, (2) describe the results of student learning using learning methods silent way aided interactive multimedia, (3) describe the differences in student learning outcomes using the Effect of Learning Method "Silent Way" Multimedia Assisted Learning Against Interactive Learning Outcomes Student Class XI Japanese Language Department Semester Academic Year 2014/2015 In SMA Negeri 1 Bangli this study is quasi-experimental (quasi experimental) to design studies One Group Pre-test Post-test Design. This study population is a Class XI student of SMAN 1 Semester Academic Year 2014/2015 Bangli, which consists of 30 siswa.Data the Japanese language learning outcomes was collected using objective tests completely wrong then analyzed by t-test correlated. Learning outcomes using conventional methods is relatively low, this is evidenced by the average value of the score 60.27. The results of student learning using Silent Way Assisted Learning Method Interactive Multimedia is high with an average yield of 89.07 score. This proves there is a significant difference between the conventional method and the use of Silent Way Assisted Learning Methods Interactive Multimedia, with an increase in the acquisition of learning outcomes sebanya score of 20%. This means that H0 is rejected and Ha accepted. So it can be concluded that the use of learning methods Silent Way-assisted multimedia interactive learning able to improve learning outcomes Japanese language class XI Language Sciences (IPB)keyword : learning method silent way, interactive multimedia, japanese
Co-Authors ., Gede Supartayasa ., Gede Yogi Karmawan ., Gst. Ayu Kt.Triana f ., Gus Nyoman Widhi Arsa Nugraha ., I Gede Cahyadi ., I Gusti Ayu Komang Nita Indah Pramita ., I Gusti Ngurah Teja Laksana ., I Kadek Agus Suryanata ., I Kadek Oka Mahendra Jaya Pg ., I Made Palguna Yasa ., I Putu Eka Sujaya ., I Wayan Aditya Pratama ., I Wayan Pradnya Setiawan ., Indriana Pratiwi ., Kadek Era Kariadnyani ., Kadek Masdana Mahardika ., Kadek Mawar ., Ketut Rita Supriani ., Komang Ani Pertiwi ., Komang Novi Artini ., M. Restu Fajar ., Made Dedy Sumardana ., Made Yogi Budi Astawa ., Ni Kade Yuni Ratnasari ., Ni Kadek Ani ., Ni Kadek Ayu Rita Agustina ., Ni Kadek Chandra Pratiwi ., Ni Luh Wika Sukmawati ., Ni Made Budiantini ., Ni Putu Ayu Suryaningsih ., Ni Putu Leoni Susiliastana Dewi ., Ni Wayan Rikawati ., Ni Wayan Suaryani Ade Ayu Sri Wulandari Adnyana, I Gusti Kadek Surya Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana Aisya Purnomo, Putri Eodytha Ajito, Timoteus Akmal Alexander Hamonangan Simamora Alexander Hamonangan Simamora Amelinda, Jovita Anak Agung Gde Yudistira . Anak Agung Gede Agung Anak Agung Gede Agung Anak Agung Gede Agung, Anak Agung Gede Angel Ardila Suci Q A Angga, Pande Made Weda Anggara, I Wayan Agus Dimas Anshori, Kurnia Kahfi Antara, I Gede Wahyu Suwela Ardana, I Wayan Ariawan, Putu Agus Artha, I N. Widya Ayu, Kintan Ayusadewi, Ni Nyoman Bago, Zefania Bhujangga Ayu Putu Priyudahari . Bhujangga Ayu Putu Priyudahari ., Bhujangga Ayu Putu Priyudahari Bramasta, I Gede Bayu Citariani, Ni Maede Desak Putu Parmiti Desak Putu Rimang Narayani ., Desak Putu Rimang Narayani Dewa Gede Agus Putra Prabawa Dewa Nyoman Sudana Dewi Arum Widhiyanti Metra Putri Dewi, Dewa Ayu Sintya Dharma Tari, I Dewa Ayu Eka Purba Diantara, I Komang Arya Drs. I Nyoman Murda,M.Pd. . Drs. Ndara Tanggu Renda Drs. Ndara Tanggu Renda . Drs. Nyoman Wirya . Dziky Muhamad Nurcholif Edwin Edy Sujana Eges Triwahyuni Eka Junaidi Eka Safitri Elly Herliyani Fabianus Bosco Fahriansyah, Faisal Fakhridho SBP Susilo Fifi Fitriana Sari Fitriani, Herdiyana Gede Raga Gede Rasben Dantes Gede Supartayasa Gede Tamba Arya Wargaya . Gede Wira Bayu Gusti Putu Arya Arimbawa Hadi, Mohamad Irsan I Dewa Kade Tastra I Gde Wawan Sudatha I Gde Wawan Sudatha I GdeWawan Sudatha I Gede Agus Setiawan . I Gede Bendesa Subawa I Gede Hendra Prastya . I Gede Hendra Prastya ., I Gede Hendra Prastya I Gede Okta Santikacahya I Gede Raga I Gusti Agung Ayu Wulandari I Gusti Ayu Komang Nita Indah Pramita . I Gusti Ngurah Japa I Gusti Ngurah Putu Mei Wartama . I Gusti Ngurah Putu Mei Wartama ., I Gusti Ngurah Putu Mei Wartama I Gusti Putu Suharta I Kadek Nulus Cittalaksana . I Kadek Oka Mahendra Jaya Pg . I Kadek Suranata I Kadek Teguh Aditya Lorenso . I Kadek Teguh Aditya Lorenso ., I Kadek Teguh Aditya Lorenso I Ketut Bayu Agus Chandra Kamajaya . I Ketut Bayu Agus Chandra Kamajaya ., I Ketut Bayu Agus Chandra Kamajaya I Ketut Darjika Astu I Ketut Gading I Komang Sudarma I Komang Sudarma I Komang Sudarma I Komang Wisnu Budi Wijaya I Made Aditya Dharma I Made Anindya Mardawa . I Made Anindya Mardawa ., I Made Anindya Mardawa I Made Citra Wibawa I MADE DWI WIDNYANA, I MADE DWI I Made Indra Adhi Wikanta I Made Palguna Yasa . I Made Suarjana I Made Sukma Muniksu I Made Tegeh I N. Widya Artha I Nyoman Arya Tegeh Mahendra . I Nyoman Jampel I Nyoman Laba Jayanta I Putu Aditya Widharma Satya Aditya I Putu Eka Sujaya . I Putu Suarmei Artana . I Putu Tresna Windhu Windhu I Wayan Aditya Pratama I Wayan Santyasa I Wayan Santyasa I Wayan Sukra Warpala I Wayan Sukra Warpala Ida Bagus Komang Sudarma . Ida Bagus Putu Arnyana Ida Bagus Widiana . Ida Bagus Widiana ., Ida Bagus Widiana Ignatius I Wayan Suwatra Imamah, Fauzatul Indriana Pratiwi . Irwan Kurniawan . Ismail Nasar Ismail, Fawwaz Abid Naufal Jing, Hou Kadek Ayu Mertasari . Kadek Linda Purnama Sari . Kadek Masdana Mahardika . Kadek Yudik Ariawan Ketut Agustini Ketut Pudjawan Ketut Susiani Khairil Hadi Komang Ardianti ., Komang Ardianti Komang Mega Wedayanti . Krisna Yana, Putu Sastra Kurniawan, I Ketut Septiyan Kusrianto, Wiwin Kusumakarang, I Made Alit Putra Kusumawati, Ni Putu Cista laxmi zahara Luh Ade Sri Lestari . Luh Putu Marliawati Luh Putu Putrini Mahadewi M.Hum Dra. Ni Nyoman Garminah . M.Pd Drs. I Ketut Dibia,S.Pd . M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . M.S. ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S. Made Atmaka Wati . Made Dedy Sumardana . Made Hery Santosa Made Hery Santosa Made Hery Santoso Made Sumantri Mahadewi, Luh Putu Putrini Manik, I Gusti Ayu Manik Aprilia Astuti Manurung, Mega Novela Ulina Martina, Kadek Mirayanti, Ni Made Moh. Farid Mohammad Akhyar Maulana . Muhammad Hafiz Ni Kade Yuni Ratnasari Ni Kade Yuni Ratnasari . Ni Ketut Ertamini Ni Ketut Martini Ni Ketut Suarni Ni Ketut Virna Jayanti Ni Luh Putu Bagiani Ni Luh Putu Jesi Agustini . Ni Luh Putu Kamela Tristiana Dewi . Ni Luh Putu Kamela Tristiana Dewi ., Ni Luh Putu Kamela Tristiana Dewi Ni Luh Putu Megawati . Ni Luh Putu Megawati ., Ni Luh Putu Megawati Ni Luh Putu Yanti Pratiwi ., Ni Luh Putu Yanti Pratiwi Ni Luh Sinter Ni Luh Sumesari Ni Made Agustini . Ni Made Ayu Suryaningsih Ni Made Citra Dewi . Ni Made Dainivitri Sinta Sari Ni Made Suarjani Ni Nyoman Ayu Trisnayani Ni Nyoman Parwati Ni Nyoman Serma Adi Ni Putu Ayu Suryaningsih . Ni Putu Dian Angga Monika Putri Ni Wayan Desi Darmayanti . Ni Wayan Mei Ananda Putri . Ni Wayan Nataliani . Niya Selfiana Panggabean Nurcholif, Dziky Muhamad Nurdin, Syamsul Nurdin, Syamsul Nurhasanah, Enung Nyoman Ayu Aryani . Nyoman Dantes Nyoman Trisna Herawati Pahriah, Pahriah Pande Made Weda Angga Parta Sanjaya . Pasaribu, Grace Melly Pasaribu, Noni Linzilah Mona Pauline Tricia Andriani Philipus Be Naisau Pradita, Made Krisna Astu Pratama, I Wayan Aditya Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd . Putri, Septya Novena Putri, Septya Novena Elwana Putu Agus Primandana Putu Eka Budi Utami . Putu Gilang Marya Putra . Putu Gilang Marya Putra ., Putu Gilang Marya Putra Putu Inten Cahaya Dewi . Putu Wika Susi Andriyani Ratna Mei Vidia Ratnasari, Ni Kade Yuni Romi Hartono Samosir, Erni Damayanti Br Santikacahya, I Gede Okta Sherafim, Zefanya Sogen, Afrianto T.L Sri Wedani, Ni Ketut Suartama, I Wayan Agus Sudarma, Komang Sudatha, I Gede Wawan Sudhata, Gde Wawan Sugita Utami, Ida Ayu Nyoman Trisna Sumertini, Ni Kadek Supartayasa, Gede Susilo, Fakhridho SBP Susilo, Fakhridho SBP Suwardana, Ketut Adi Suwirtana Putra, I Gede Juli Syamsul Nurdin Taufik Samsuri Tirza, Juliana Tuange, Junita Sara V. B. Umami, Thessa Sahara Utama, Kadek Dwi Prawira Vidia, Ratna Mei Wadi, Hairil Walidain, Birrul Warpala, Wayan Sukra Wati, Cindy Aprillia Yunita Wawan Sudatha Widiastuti, Ni Putu Kusumawa Windiyani, Komang Yasmiati, Ni Luh Wayan Yenni mesilina Haloho Yuventus Monemnasi