Claim Missing Document
Check
Articles

UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA BAKTERI ENDOFIT PSEUDOMONAS BERFLUORESEN TERHADAP Escherichia coli, Staphylococcus aureus DAN Candida Eka Nuraini, Fauzi; Hilda Putri, Dwi; Advinda, Linda; Irdawati; Handayani, Dezi; Mardhiyah Nazri, Laila; Wulandari, Tesya; Febrianti, Liza
Jurnal Biogenerasi Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11, no 1, 2026, (Januari - Maret 2026)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v11i1.7989

Abstract

Antimicrobial resistance is increasing every year. New and better antimicrobial sources are needed. One source of antimicrobials that can be explored is from endophytic bacteria. This study aims to test the ability of fluorescent Pseudomonas endophytic bacteria from the roots of plantain lemongrass in producing antimicrobial compounds. The type of research is descriptive. The antimicrobial activity of fluorescent Pseudomonas isolates was tested using the point inoculation method using test microbes E. coli, S. aureus and C. albicans. The clear zone was observed after 24 hours. The results showed that fluorescent Pseudomonas isolates were able to inhibit E. coli with a diameter of 3.9 mm found in isolate 51. S. aureus bacteria had an inhibition zone of 9.4 mm in isolate 89. Interesting results were shown by isolate 51 in inhibiting C. albicans with an inhibition zone diameter of 29.9 mm. These differences in response are thought to be related to variations in cell wall structure and the presence of an outer membrane in Gram-negative bacteria, which inhibits the penetration of active compounds. Overall, fluorescent Pseudomonas endophytic bacteria from the roots of the plantain have the potential to be developed as a source of new antifungal candidates against C. albicans, while their antibacterial activity still needs to be optimized through compound purification and further testing.
KEMAMPUAN PSEUDOMONAS BERFLUORESEN SEBAGAI AGEN ANTAGONIS TERHADAP Ralstonia solanaceaerum PENYEBAB LAYU TANAMAN NILAM (Pogestemon cablin Benth) Pratama Putra, Abil; Advinda, Linda; Chatri, Moralita; Handayani, Dezi
Jurnal Biogenerasi Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11, no 1, 2026, (Januari - Maret 2026)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v11i1.8088

Abstract

Patchouli (Pogestemon cablin Benth) is a cultivated plant that can produce oil and generate income for farmers. However, attacks by plant pests (OPT) often pose a challenge to patchouli production in Indonesia. One organism that causes wilt disease in patchouli plants is the bacterium Ralstonia solanaceaerum. Therefore, more environmentally friendly and sustainable control methods are needed. One strategy is the use of biological agents, especially antagonistic rhizosphere bacteria such as fluorescent pseudomonas. This study was conducted from June to August 2025 at the Plant Physiology Laboratory, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Padang State University. This study used a completely randomized design (CRD) as the experimental design. In this study, there were 6 treatments (different isolates), each repeated 3 times. The parameter observed was the formation of an inhibition zone using the disc diffusion method. The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). If there were significant differences, Duncan's New Multiple Range Test (DNMRT) was used at a 5% level. Based on the results and discussions, it can be concluded that all fluorescent Pseudomonas isolates tested have the ability to inhibit R. solanaceaerum, the cause of wilt disease in patchouli plants. The isolate with the best ability to inhibit the growth of R. solanaceaerum on patchouli plants was isolate Pf S36 with an inhibition zone of 20.37 mm, but there was no significant difference between the other isolates because the inhibition effectiveness was relatively uniform.
POTENSI ISOLAT Pseudomonas BERFLUORESEN DALAM MENGHASILKAN ASAM SIANIDA (HCN) UNTUK APLIKASI AGENS HAYATI aulia, fadila; Advinda, Linda; Chatri, Moralita; Farma, Siska Alicia
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.6804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai kemampuan beberapa isolat Pseudomonas berfluoresen dalam menghasilkan asam sianida (HCN) sebagai indikator potensi agens hayati. Lima isolat diuji, yaitu Pf Cas 3, Pf Cas, Pf LAH T2, Pf LAH, dan Pf LAH S1, serta satu kontrol tanpa inokulum. Pengujian dilakukan menggunakan indikator asam pikrat–Na₂CO₃ dan pengukuran nilai absorbansi dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 625 nm. Hasil menunjukkan bahwa isolat Pf Cas 3, Pf Cas, dan Pf LAH T2 menghasilkan HCN dengan nilai absorbansi masing-masing 0,021; 0,014; dan 0,012. Sementara Pf S32 dan Pf LAH S1 menunjukkan hasil negatif dengan nilai absorbansi rendah (0,003 dan 0,002). Kontrol menunjukkan nilai 0,00. Isolat Pf Cas 3 dikategorikan paling potensial untuk dikembangkan sebagai agens hayati penghasil HCN dalam mendukung sistem pertanian berkelanjutan.
UJI ANTAGONIS BAKTERI ENDOFIT Pseudomonas BERFLUORESEN TERHADAP RALSTONIA SOLANACEARUM PENYEBAB LAYU TANAMAN TOMAT DAN NILAM Nazri, Laila Mardhiyah; Putri, Dwi Hilda; Advinda, Linda; Nuraini, Fauzi Eka; Handayani, Dezi; Chatri, Moralita
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.6876

Abstract

Penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya tomat dan nilam karena mampu menurunkan produktivitas secara signifikan. Penggunaan agen hayati seperti pseudomonas berfluoresen menjadi alternatif pengendalian yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan antagonis tujuh isolat bakteri endofit pseudomonas berfluoresen yang berasal dari akar pisang buai dalam menghambat pertumbuhan R. solanacearum yang menginfeksi tomat dan nilam. Penelitian memakai pendekatan deskriptif-kuantitatif dan dilaksanakan di Laboratorium Biologi FMIPA UNP pada Agustus–November 2025. Isolat pseudomonas berfluoresen dan R. solanacearum diremajakan pada media selektif, kemudian diuji antagonismenya menggunakan metode swab pada medium MHA. Suspensi patogen distandarkan pada McFarland 0,5, sedangkan isolat antagonis diinokulasikan secara titik. Zona hambat yang terbentuk setelah inkubasi 24 jam diukur menggunakan jangka sorong dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kemampuan penghambatan antar isolat. Pada patogen tomat, isolat PfB305, PfB309, PfB311, dan PfB322 menghasilkan zona hambat yang relatif besar, sedangkan PfB32, PfB51, dan PfB52 tidak menunjukkan aktivitas antagonis. Pada patogen nilam, tiga isolat yang sebelumnya tidak aktif pada patogen tomat justru menghasilkan zona hambat, sementara empat isolat lainnya tidak membentuk zona hambat. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas pseudomonas berfluoresen dipengaruhi oleh spesifisitas isolat terhadap patogen serta potensi produksi metabolit antibakteri
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI PADA CUMI-CUMI (Loligo sp.) DAN SOTONG (Sepia sp.) Hamdah, Alya; Winardi, Fhuji; Aulia, Fadila; Zen, Muhammad Nazif; Farma, Siska Alicia; Advinda, Linda
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.7035

Abstract

Cumi-cumi (Loligo sp.) dan Sotong (Sepia sp.) adalah komoditas perikanan bernilai tinggi di Indonesia, dikenal karena kandungan protein dan rasanya yang lezat. Penyimpanan yang tidak tepat dapat mempercepat pertumbuhan bakteri pembusuk, menurunkan kualitas produk dan membahayakan kesehatan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh lama penyimpanan terhadap pertumbuhan bakteri pada daging Cumi-cumi (Loligo sp.) dan Sotong (Sepia sp.). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Sampel daging cumi-cumi dan sotong diberikan perlakuan penyimpanan pada suhu ruang dan suhu kulkas selama 2, 4, dan 6 jam dan kontrol yaitu sampel yang tidak diberi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan lama penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan bakteri. Pada suhu ruang, jumlah bakteri pada Cumi-cumi dan Sotong meningkat tajam setelah 6 jam penyimpanan. Penyimpanan pada suhu dingin atau kulkas pada lama penyimpanan 6 jam pada Cumi-cumi dan Sotong mengalami peningkatan jumlah bakteri walaupun tidak terlalu signifikan, hal ini terjadi karena pada suhu dingin terdapat bakteri psikrofilik yang mampu bertahan pada suhu dingin.
Training and Mentoring for Goat Milk-Based Product Innovation as an Effort to Increase Added Value for Members of the Koperasi Produsen “Al Barkah Mandiri Bersama” in Sijunjung Regency Resti Fevria; Santi Diana Putri; Mentari Larashinda; Taufiqqurrahman Taufiqqurrahman; Linda Advinda; Yunis Marni; Wilna Sari; Kiki Amelia
Pelita Eksakta Vol 9 No 1 (2026): Pelita Eksakta, Vol. 9, No. 1
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pelitaeksakta/vol9-iss1/301

Abstract

The Al Barkah Cooperative continues to produce goat milk, but the milk's distinctive aroma, unpopular with many, remains a limiting factor, resulting in low demand. To address this, innovation in goat milk processing is needed to ensure wider consumer acceptance. To enrich the cooperative's economic value, training and mentoring in dairy product processing are needed to optimize dairy farmers' milk production, including milk crackers and ginger milk. The training included lectures, demonstrations, and hands-on practice, covering everything from preparation to packaging. Evaluation results showed that 85% of participants felt they had gained new insights and were motivated to develop dairy products independently or in groups. Therefore, this activity has the potential to encourage business diversification, increase the added value of goat milk, and open wider market opportunities for the cooperative and the surrounding community.
Business Unit "Mooghurt" Academic Community Biology Department FMIPA Universitas Negeri Padang Syamsurizal, Syamsurizal; Advinda, Linda; Fevria, Resti; Maizirwan, M
Pelita Eksakta Vol 1 No 2 (2018): Pelita Eksakta Vol. 1 No. 2
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pelitaeksakta/vol1-iss2/31

Abstract

Abstract - Science and Technology Program for Entrepreneurship and Campus Innovation (IbKIK) involves a number of experienced lecturers from various disciplines. IbKIK carries out guidance to prospective entrepreneurs / novice entrepreneurs (students) through business management training and a number of other creative activities to produce new entrepreneurs who are independent in science and technology based. The form of new entrepreneurship offered is the production of fermented cow's milk which is named the "Mooghurt" Business Unit of the Biology Department of the Faculty of Mathematics and Natural Sciences UNP. Mooghurt is designed primarily to generate and develop the entrepreneurial spirit of students in the Biology Department at FMIPA UNP. The activities that have been carried out are the manufacture of moquette with a taste of plan (original, pineapple, starwbery and blue berry packaged with 150mL glass. The total production of 600 packs / month with a selling price of Rp.4,000. IbKIK activities have successfully trained and fostered new entrepreneurs. as many as eight students joined in the KWU unit of the student association of the Department of Biology FMIPA UNP.
POTENSI Bacillus licheniformis strain Nam 2-2 DALAM PRODUKSI BIOLISTRIK PADA VARIASI pH Silvi, Silvi Tamara; Irdawati; Advinda, Linda; Yuniarti, Elsa
Jurnal Biogenerasi Vol. 11 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/55fxme08

Abstract

The increasing global energy demand has encouraged the development of sustainable alternative energy sources such as Microbial Fuel Cells (MFCs). This study aimed to determine the optimum pH for bioelectricity production using Bacillus licheniformis strain Nam 2-2 in a dual-chamber MFC system. The experiment employed a completely randomized design with pH variations of 7, 7.5, and 8. Voltage output was measured every 2 hours over a 24-hour incubation period. The results showed that bioelectricity production increased over time, reached a peak at 16–20 hours, and then declined. The highest voltage was observed at pH 7.5, reaching 0.782 mV, followed by pH 8 (0.758 mV) and pH 7 (0.748 mV). These findings indicate that slightly alkaline conditions are more favorable for microbial activity and electron transfer efficiency. Therefore, pH optimization is essential to improve MFC performance and supports its potential as a renewable energy source.
POLA PRODUKSI BIOENERGI SEL AMOBIL Bacillus licheniformis KGEB16 SISTEM MFC PADA REUSABILITAS KETIGA Anggraeni, Shella; Irdawati; Advinda, Linda; Farma, Siska Alicia
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i2.7979

Abstract

Penggunaan bahan bakar fosil yang terus menurun mendorong pengembangan energi terbarukan, salah satunya melalui teknologi Microbial Fuel Cell (MFC). Penelitian ini bertujuan menganalisis pola produksi bioenergi sel amobil Bacillus licheniformis strain KGEB16 dalam sistem MFC pada siklus reusabilitas ketiga. Sel bakteri diamobilisasi menggunakan matriks natrium alginat 5% (b/v) dengan metode penjebakan (entrapment), dan sistem MFC bertipe dual chamber digunakan sebagai bioreaktor. Tegangan listrik diukur setiap 2 jam selama 24 jam dengan 4 ulangan (n = 4) menggunakan multimeter digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan tertinggi tercatat pada jam ke-0 sebesar 0,553 V dan menurun secara konsisten hingga 0,117 V pada jam ke-24, dengan total akumulasi tegangan sebesar 3,277 V. Pola penurunan berlangsung dalam dua fase: penurunan tajam pada jam ke-0 hingga jam ke-8 akibat deplesi substrat, dilanjutkan penurunan gradual hingga jam ke-24 karena keterbatasan difusi substrat ke dalam matriks beads. Meskipun demikian, aktivitas elektrogenesis B. licheniformis KGEB16 masih terdeteksi hingga akhir pengamatan, yang menunjukkan bahwa sel amobil dalam matriks alginat masih mampu mempertahankan aktivitas metaboliknya pada reusabilitas ketiga.
INVENTARISASI TANAMAN HIAS DI KAMPUS UNIVERSITAS NEGERI PADANG Almiah, Mina; Chatri, Moralita; Advinda, Linda; Yulina Ade, Filza
Jurnal Biogenerasi Vol. 11 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/yg3bpj84

Abstract

Inventarisasi tanaman hias merupakan langkah penting dalam mendukung pengelolaan ruang terbuka hijau dan penerapan konsep green campus di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tanaman hias yang terdapat di Kampus Universitas Negeri Padang (UNP), mengetahui sebarannya, serta menganalisis fungsi ekologisnya. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survei eksploratif melalui metode jelajah (cruise method). Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung, dokumentasi, dan identifikasi tanaman berdasarkan karakter morfologi menggunakan literatur botani dan aplikasi identifikasi tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kampus UNP ditemukan 12 spesies tanaman hias yang tergolong ke dalam 8 famili, dengan famili Araceae dan Asparagaceae sebagai famili yang paling dominan. Tanaman hias tersebar di berbagai area kampus seperti taman fakultas, halaman rektorat, jalur pedestrian, dan area parkir. Keberadaan tanaman hias tersebut tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga memiliki peran ekologis penting seperti penyerap polutan udara, penghasil oksigen, pengatur suhu mikro, serta penunjang keanekaragaman hayati. Hasil inventarisasi ini diharapkan dapat menjadi data dasar dalam perencanaan dan pengelolaan lanskap hijau kampus yang berkelanjutan serta mendukung kegiatan pembelajaran dan konservasi lingkungan di Universitas Negeri Padang.
Co-Authors A. Nabilla Nabilla Achyar, Afifatul Ade Indra Utama Aditya Willy Putra Ahmad Wibisana, Ahmad Aissa Febrya, Malika Almiah, Mina Alya Fariani Fariani Amelya Ningsih, Putri Andesmora, Evan Vria Andriani Andriani Anggraeni, Shella Arlina, Sistika Atifah, Yusni Atiqahh Muthiah Aulia, Fadila Azwir Anhar Beni Gusnadi Betti Anggrayeni Chahya, Anisha Claudia Ayesha Dartiani Sagurung, Mariance Delfi Suganda Des M Devi Aprillia Sary Dezi Handayani Dhea Sabrina Aprilia Dilla, Aprina Dina Sukma Dwi Hilda Putri Eka Nuraini, Fauzi Elsa Badriyya Elsa Yuniarti Ernawati Ernawati Fauziah Hervi Febri Doni Febrianti, Liza Feby Yeriska Fevria, Resti Filza Yulina Ade Fitri Angraini Fitri Arsih Fitri, Ryantika Fitria, Davina Fronica, Imelda Ghiffari, Muhammad Hamdah, Alya Handayani, Delsi Fitri Haqil Triyatdipa Huda Asra, Rahmatul Husnul Khatimah Idos Susila Ningsih Ilham Pratama Inayatul Fatia Indra Hartanto Indrawani Matondang Intan Febriani Irawati, Wike IRDAWATI Irdawati Irdawati Irma Leilani Irma Leilani Eka Putri Irma Leilani Eka Putri Jannah Koftiah Jumatul Hafsah Kenny Aprilika Kiki Amelia Kiki Amelia, Kiki Larashinda, Mentari Lati Jovanita Listi Handayani Mades Fifendy Mardhiyah Nazri, Laila Marisa Marisa Marsha Utami Maysyarah Ardiana Mel, Maizirwan Mentari Larashinda Milka Saputri Moralita Chatri Muhammad Deedat Ayasy Mukhlis Mukhlis Mulia Mulia Mulia Mulyadi, Rival Mutia Sari Nabilah, Rezi Nadia Nanta Mulia Nazri, Laila Mardhiyah Nella Fauziah Niken Maharani Putri Nola Nurdianata Norman, Mayanda Novi Novi Nur Vaizi Nuraini, Fauzi Eka Nurfa Dewiza Luzik Nurfatihah Z, Zahara Pratama Putra, Abil Puspa Anggraeni Putri Putri Andam Dewi Putri, Annisya Putri, Santi Diana Rahmadhani Fitri Rahmawita Rahmawita Rahmawita Rahmawita Rahmi Holinesti Rahmi, Elva Ramadhan Sumarmin Resti Yulia Rusendra, Nabilla Makra S. Syamsurizal Salma Sakina Salsabilla, Vishtari Sari, Feby Djumaita Selly Fildawati Silvi, Silvi Tamara Silviana Okwisan Simbolon, Perima Siska Alicia Farma Situmorang, Rivaldo Sri Rahmadani Fitri Syahrastani, Syahrastani Syamsurizal - - Syamsurizal S Syamsurizal Syamsurizal Taufiqqurrahman Taufiqqurrahman Vauzia, Vauzia Violita Violita Violita Violita Viona, Alda Wilna Sari Wilna Sari Winardi, Fhuji Windi Nopitasari Wulandari, Tesya Yossi Rahmadeni Yulanda Saputri Yuni Ahda Yunis Marni Yusrizal Y Yusrizal Yusrizal Zen, Muhammad Nazif Zulyusri, Zulyusri