Claim Missing Document
Check
Articles

The Influence of Generative AI on Student Engagement and Academic Outcomes in Arabic Language Learning Azkia Muharom Albantani; Abd. Rozak; Muhammad Sabri Sahrir; Bilqis Khoiriyyah
Asalibuna Vol. 9 No. 02 (2025): Volume 09, Nomor 02, Desember 2025
Publisher : UIN Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/asalibuna.v9i02.6810

Abstract

This study examines the influence of generative artificial intelligence (AI) on student engagement and academic outcomes in Arabic language learning through a quantitative descriptive survey design that captures learners’ perceptions of AI-assisted instruction. Participants were students engaged in Arabic language learning contexts who had used generative AI tools to support their studies. The findings show that learners perceived AI as most effective in facilitating access to learning materials and enhancing vocabulary acquisition, while its role in sustaining focus and supporting writing skill development received the lowest ratings. Qualitative findings further indicate that students valued AI for its immediacy, flexibility, and personalized feedback, alongside concerns about overreliance and reduced depth of engagement. Overall, the results suggest that while generative artificial intelligence provides meaningful pedagogical support in Arabic language learning—particularly for vocabulary development and resource accessibility—intentional instructional guidance remains necessary to address its limitations, contributing novel mixed-methods evidence to the underexplored field of AI-assisted Arabic as a second language learning.   Penelitian ini mengkaji pengaruh kecerdasan buatan generatif (AI) terhadap keterlibatan siswa dan hasil akademik dalam pembelajaran bahasa Arab melalui desain survei deskriptif kuantitatif yang menangkap persepsi siswa terhadap instruksi yang didukung AI. Peserta penelitian adalah siswa yang terlibat dalam konteks pembelajaran bahasa Arab dan telah menggunakan alat kecerdasan buatan generatif untuk mendukung studi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik menganggap AI paling efektif dalam memfasilitasi akses ke bahan pembelajaran dan meningkatkan penguasaan kosakata, sementara perannya dalam mempertahankan fokus dan mendukung pengembangan keterampilan menulis mendapatkan penilaian terendah. Temuan kualitatif lebih lanjut menunjukkan bahwa siswa menghargai kecerdasan buatan (AI) karena kecepatan, fleksibilitas, dan umpan balik yang dipersonalisasi, meskipun ada kekhawatiran tentang ketergantungan berlebihan dan berkurangnya kedalaman keterlibatan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kecerdasan buatan generatif memberikan dukungan pedagogis yang berarti dalam pembelajaran bahasa Arab—terutama dalam pengembangan kosakata dan aksesibilitas sumber daya—panduan instruksional yang terencana tetap diperlukan untuk mengatasi keterbatasannya, sehingga memberikan bukti baru berbasis metode campuran dalam bidang yang belum banyak dieksplorasi mengenai pembelajaran bahasa Arab sebagai bahasa kedua dengan bantuan kecerdasan buatan.
Optimizing Research Governance to Enhance Educational Quality at Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta Abd. Rozak; Azkia Muharom Albantani; Bilqis Khoiriyyah; Bilqis Naufi
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 2 2025
Publisher : Faculty of Educational Sciences, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v12i2.50628

Abstract

Abstract Islamic higher education faces a continuing challenge in aligning institutional academic outputs with labor market needs and societal demands. This study evaluates research governance at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta by examining how research management supports or constrains the integration of teaching, research, and community engagement within the Tridharma framework. Using a convergent parallel mixed-methods design, the study combines institutional data from SIAPP, SINTA, and SciVal, structured survey data, interviews with research governance stakeholders, and discourse analysis of policy documents from 2019 to 2024. The findings show that the Output Cost Standard, SIAPP system, and “The Seven Hypes” thematic framework have strengthened administrative control, proposal management, and research direction. However, the data also reveal fluctuating research grants, including 1,046 funded projects during 2019–2023, a decline in publication output after its 2021 peak, and limited participation in the 2024 competency-based research program, with only 33 of 81 study programs submitting proposals. The study concludes that research governance should move beyond administrative compliance toward stronger integration with curriculum development, teaching innovation, student involvement, and community engagement. Abstrak Pendidikan tinggi Islam masih menghadapi tantangan dalam menyelaraskan output akademik institusi dengan kebutuhan pasar kerja dan tuntutan masyarakat. Penelitian ini mengevaluasi tata kelola penelitian di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan menelaah bagaimana manajemen penelitian mendukung atau menghambat integrasi pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam kerangka Tridharma. Dengan menggunakan desain convergent parallel mixed methods, penelitian ini menggabungkan data institusional dari SIAPP, SINTA, dan SciVal, data survei terstruktur, wawancara dengan pemangku kepentingan tata kelola penelitian, serta analisis wacana terhadap dokumen kebijakan periode 2019–2024. Temuan menunjukkan bahwa Standar Biaya Keluaran, sistem SIAPP, dan kerangka tematik “The Seven Hypes” telah memperkuat kontrol administratif, pengelolaan proposal, dan arah penelitian. Namun, data juga menunjukkan fluktuasi hibah penelitian, termasuk 1.046 penelitian yang didanai pada 2019–2023, penurunan publikasi setelah mencapai puncak pada 2021, serta rendahnya partisipasi dalam program riset berbasis kompetensi 2024, dengan hanya 33 dari 81 program studi yang mengajukan proposal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tata kelola penelitian perlu bergerak melampaui kepatuhan administratif menuju integrasi yang lebih kuat dengan pengembangan kurikulum, inovasi pengajaran, keterlibatan mahasiswa, dan pengabdian masyarakat.  
Tracing the Development of Arabic Khat from the Land of Origin to Indonesian Archipelago Azkia Muharom Albantani; Ahmad Adhia Adha; Aida Mushoffa; Helya Syafiroh
AL-TA'RIB : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Palangka Raya Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/altarib.v9i1.2578

Abstract

Several studies showed that Arabic khat had been widely developed in countries with a Muslim majority population.
Deep Learning Framework for Arabic Course in Higher Education Azkia Muharom Albantani; Ade Arip Ardiansyah; Zubaidah; Muhammad Sabri Sahrir
AL-TA'RIB : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Palangka Raya Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/altarib.v13i1.10022

Abstract

This study explores the application of Deep Learning frameworks in Arabic language courses in higher education, focusing on four key dimensions: pedagogical practices, learning partnerships, learning environments, and digital utilization. Each framework serves as a critical pillar in addressing challenges and enhancing the effectiveness of Arabic language teaching, which is characterized by its linguistic and cultural complexities. The study highlights the need for innovative pedagogical approaches emphasizing conceptual understanding and practical application, collaborative partnerships among students, faculty, and communities, and supportive and inclusive learning environments. Moreover, integrating digital tools and resources is presented as a transformative strategy to create interactive and adaptive learning experiences. By examining these four frameworks, this article provides insights into designing a holistic, student-centered, and technologically enhanced learning process for Arabic language education. The findings underscore the importance of integrating these frameworks to produce graduates with comprehensive linguistic proficiency and critical thinking skills capable of engaging in global and multicultural contexts.