Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi relevansi etnosains pada cidomo dalam konteks materi fisika. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskiptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Kegiatan observasi lingkungan masyarakat dilakukan di desa Pejeruk dan Moncok telaga mas dengan 2 narasumber dari pelaku ettnosains dan 1 berasal dari guru muatan lokal. Intrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar observasi, pedoman wawancara, dan lembar validasi ahli. Hasil penelitian menunjukan bahwa relevansi etnosains pada alat transportasi cidomo dalam materi fisika ditinjau melalui bahan dan proses pembuatan cidomo seperti momentum, kinematika, dinamika gerak, elastisitas bahan, dan kesetimbangan benda tegar. Hal ini menunjukkan bagaimana pengetahuan lokal dan ilmiah dapat saling melengkapi dalam pemahaman konsep fisika.