Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Concentrations Coconut Water on Growth and Yield Plant Cutting of Mint octoarie, muhammad yudhy; Anggorowati, Dini; ., Astina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.36181

Abstract

This study aims to determine the best concentration of coconut water on growth and yield plan cutting of mint. This study held from on February 25st to April 25th 2019. The research was conducted in Purnama Agung VII, Komplek Pondok Agung Permata, South Pontianak. The method use is randomized completely design of one factor,the treatment consisted of 5 treatments, namely (p1 = concentrations of coconut water 0%, p2 = concentrations of coconut water 12,5%, p3 = concentrations of coconut water 25%, p4 = concentrations of coconut water 37,5%, p5 = concentrations of coconut water 50%,) all treatmets were repeated 5 times, each treatment consisting of 4 plant samples. The results showed that the concentrations of 25% coconut water was the best concentration for improving yield of cuttings of mint plants. Keywords: Coconut Water, Plant Cutting of Mint.
PENGARUH KOMBINASI BIOCHAR LIMBAH KAYU DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG KENARI DI TANAH GAMBUT Gemilang, Salase Kanz; Anggorowati, Dini; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.38470

Abstract

Biochar adalah arang hitam hasil dari proses pemanasan biomassa pada keadaan oksigen terbatas atau tanpa oksigen, yang berperan sebagai penyedia karbon dan sebagai pengganti bahan organik, dapat menjaga kelembaban tanah, dan membantu menyerap air dan menjerap unsur hara. Biochar juga meningkatkan ketersediaan hara mikro dan makro serta menjadi penyedia ekologi bagi pertumbuhan mikroorganisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis pemberian kombinasi biochar limbah kayu dan pupuk kandang yang memberikan pertumbuhan dan hasil terung kenari yang terbaik di tanah gambut. Penelitian ini dilakukan di Lahan Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Kalimantan Barat dan berlangsung selama tiga bulan (April 2019 sampai Agustus 2019). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 macam perlakuan dan 4 ulangan dengan 4 sampel tanaman. Perlakuan yang diberikan adalah kombinasi dosis biochar limbah kayu dan pupuk kandang sapi yaitu 5 ton/ha biochar limbah kayu + 7,5 ton/ha pupuk kandang sapi (A), 5 ton/ha biochar limbah kayu + 15 ton/ha pupuk kandang sapi (B), 10 ton/ha biochar limbah kayu + 7,5 ton/ha pupuk kandang sapi (C), 10 ton/ha biochar limbah kayu + 15 ton/ha pupuk kandang sapi (D), 15 ton/ha biochar limbah kayu + 7,5 pupuk kandang sapi (E), dan 15 ton/ha biochar limbah kayu + 15 ton/ha pupuk kandang sapi (F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi biochar limbah kayu dan pupuk kandang sapi di tanah gambut berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 4 MST akan tetapi tidak berpengaruh nyata pada variabel lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian kombinasi biochar limbah kayu dan pupuk kandang sapi di tanah gambut memberikan pengaruh yang sama.
Pengaruh Jenis Bioaktivator pada Pembuatan Pupuk Organik Cair Limbah Ikan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Okra pada Tanah Aluvial Neni, Lusia; Anggorowati, Dini; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.38601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis bioaktivator pada pembuatan pupuk organik cair limbah ikan terbaik untuk pertumbuhan dan hasil okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 11 Mei 2019 - 25 Agustus 2019 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu perlakuan jenis pupuk organik cair limbah ikan dengan berbagai bioaktivator yang terdiri dari 5 taraf perlakuan, 5 ulangan dan setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga terdapat 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu: A = Bioaktivator EM-4, B = Bioaktivator Trichoderma sp., C = Bioaktivator M-21, D = Bioaktivator Tangguh, E = Bioaktivator Super. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g), dan panjang buah (cm). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian jenis pupuk organik cair limbah ikan dengan bioaktivator EM-4, Trichoderma sp., M-21, dan Tangguh sama baiknya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil okra pada tanah aluvial. Kata Kunci: Limbah Ikan, Okra, Pupuk Organik Cair, Tanah Aluvial.
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI BESAR PADA TANAH ALUVIAL Wati, Julia Julia; Sasli, Iwan; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.43918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil cabai besar pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, pada 14 Maret sampai 10 Juni 2020. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan yaitu pupuk hayati (H) (h0: tidak diberikan pupuk hayati dan h1: diberikan pupuk hayati konsentrasi 10 ml/L air) dan pupuk NPK (P) (p1: NPK 100%, p2: NPK 75%, p3: NPK 50% dan p4: NPK 25% dari dosis anjuran). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, umur berbunga, berat kering tanaman, volume akar, berat kering akar, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat per buah, diameter buah dan panjang buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk hayati dan pupuk NPK tidak menunjukkan adanya interaksi. Penambahan pupuk hayati menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan tanpa pupuk hayati, serta penggunaan dosis pupuk NPK yang efisien adalah 50%.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT PEPAYA CALIFORNIA AKIBAT PEMBERIAN BOKASI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN PUPUK NITROGEN PADA TANAH ALUVIAL januar, yustinus; ., Rahmidiyani; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.44931

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara bokasi tandan kosong kelapa sawit dan pupuk nitrogen yang memberikan pertumbuhan bibit pepaya California yang terbaik pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Komplek Untan Jalan Silat Baru Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimen lapangan dengan pola faktorial rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari 2 faktor yaitu faktor pertama pemberian bokasi TKKS dan faktor kedua pemberian pupuk nitrogen. Pemberian bokasi TKKS terdiri dari 3 taraf dan pemupukan nitrogen 3 taraf. Didapatkan kombinasi perlakuan sebanyak 9 kombinasi yaitu : a1n1 = 400 g bokasi TKKS + 0,3 g N, a1n2 = 400 g bokasi TKKS + 0,5 g N, a1n3 = 400 g bokasi TKKS + 0,7 g N, a2n1 = 800 g bokasi TKKS + 0,3 g N, a2n2 = 800 g bokasi TKKS + 0,5 g N, a2n3 = 800 g bokasi TKKS + 0,7 N, a3n1 = 1200 g bokasi TKKS + 0,3 g N, a3n2 = 1200 g bokasi TKKS + 0,5 g N, a3n3 = 1200 g bokasi TKKS + 0,7 g N . Adapun variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat kering tanaman, kadar klorofil daun, dan volume akar. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pemberian bokasi TKKS dan urea tidak saling mempengaruhi untuk pertumbuhan bibit pepaya California. Namun, semakin tinggi dosis pemberian bokasi TKKS dan urea semakin efektif untuk pertumbuhan bibit pepaya California hal tersebut dapat dilihat dari variabel berat kering tanaman pada dosis bokasi TKKS 800 g dan dosis urea 0,7 g. Kata Kunci: aluvial, bibit pepaya california, bokasi tandan kosong kelapa sawit, nitrogen
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG GELATIK TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA TANAH ALUVIAL Oktavia, Yeni; Anggorowati, Dini; Listiawati, Agustina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49257

Abstract

ABSTRAKTerung (Solanum melongena) adalah jenis sayuran yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Pemanfaatan tanah Aluvial sebagai media tumbuh untuk budidaya terung gelatik dihadapkan pada sejumlah kendala, seperti kesuburan yang bervariasi dari satu daerah ke daerah lainnya dengan ketersediaan unsur hara yang umumnya rendah. Upaya mengatasi kekurangan unsur hara pada tanah aluvial dapat dilakukan dengan penambahan Pupuk Organik Cair Hormon Tanaman Unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi Pupuk Organik Cair Hormon Tanaman Unggul yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil terung gelatik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Gang Asia Jaya, Jalan Harapan Jaya Kota Baru Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari satu faktor dengan 5 taraf perlakuan konsentrasi Pupuk Organik Cair yaitu p1 = 1 ml/liter; p2 = 2 ml/liter; p3 = 3 ml/liter; p4 = 4 ml/liter; p5 = 5 ml/liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Pupuk Organik Cair Hormon Tanaman Unggul berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman 2 mst, namun berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun,volume akar, waktu berbunga, berat kering tanaman, tinggi tanaman 3 mst, tinggi tanaman 4 mst , jumlah buah pertanaman, berat per buah dan berat buah. Tinggi tanaman tertinggi terdapat pada pemberian Pupuk Organik Cair Hormon Tanaman Unggul dengan konsentrasi 3 ml/liter menghasilkan tinggi tanaman terung gelatik sebesar 7,43 cm. Kata Kunci: Aluvial, Pupuk Organik Cair, Terung Gelatik
Pengaruh Kombinasi Pupuk NPK dan Pupuk Organik Cair Limbah Kulit Nanas terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi Pagoda pada Tanah Gambut. Ariesta, Nia Amrianti; Sasli, Iwan; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49309

Abstract

Pengembangan produksi sawi pagoda masih terbatas, hanya secara hidroponik. Sawi pagoda merupakan salah satu komoditas hortikultura yang layak dibudidayakan di Kalimantan Barat. Salah satu jenis tanah yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya Sawi Pagoda adalah tanah gambut. Budidaya pada lahan gambut memiliki kendala yaitu kandungan unsur hara yang rendah dan kondisi pH tanah yang rendah. Unsur hara yang rendah perlu perbaikan yaitu dengan penambahan pupuk diantaranya pupuk organik cair dan pupuk anorganik, diharapkan kombinasi pupuk NPK dan pupuk organik cair limbah kulit nanas meningkatkan kandungan unsur hara pada tanah gambut sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi pagoda pada tanah gambut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis pupuk NPK dan pupuk organik cair limbah kulit nanas yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil Sawi Pagoda pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di rumah penelitian agronomi Fakultas Pertanian Untan dimulai pada tanggal 19 Desember 2021 sampai dengan 28 Februari 2021 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan diulang sebanyak 6 kali dan terdapat 4 sampel tanaman. Perlakuan yang di maksud yaitu : P1 = 0,8 g/tanaman + 30 ml/l, P2 = 1,6 g/tanaman + 25 ml/l, P3 = 2,4 g/tanaman + 20 ml/l, P4 = 3,2 g/tanaman + 15 ml/l. Variabel pertumbuhan dan hasil yang diamati dalam penelitian ini meliputi : jumlah daun, kadar klorofil daun, berat segar tanaman, berat kering tanaman, volume akar. Kombinasi pupuk NPK dan pupuk organik cair limbah kulit nanas memberikan pengaruh yang tidak nyata untuk semua variabel pengamatan. Hasil penelitian tidak didapatkan kombinasi terbaik, kombinasi pupuk NPK dan POC kulit nanas memberikan pengaruh yang sama baiknya untuk semua variabel pengamatan
Pengaruh Kombinasi Pupuk Kandang Kotoran Sapi dan Kapur Dolomit terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pakcoy pada Tanah Gambut Kurniawan, Chandra Chandra; Anggorowati, Dini; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50105

Abstract

Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tumbuh pakcoy pada umumnya dihadapkan pada permasalahan rendahnya pH tanah, rendahnya kandungan unsur hara yang tersedia dalam tanah diantaranya adalah unsur hara N, P dan K, dan rendahnya aktivitas mikroorganisme di dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan dosis kombinasi pupuk kandang sapi dan kapur dolomit yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil pakcoy pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Jln Aloevera Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak mulai dari tanggal 23 Mei sampai 23 Juni 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap (RAL). Peralakuank1 = 20 ton/ha pupuk kandang kotoran sapi setara dengan 250 g/polybag 11,25 ton/ha kapur dolomit setara dengan 45 g/polybag, k2 = 20 ton/ha pupuk kandang kotoran sapi setara dengan 250 g/polybag 15 ton/ha kapur dolomit setara dengan 60 g/polybag, k3 = 20 ton/ha pupuk kandang kotoran sapi setara dengan 250 g/polybag 18,75 ton/ha kapur dolomit setara dengan 75 g/polybag,k4 = 30 ton/ha pupuk kandang kotoran sapi setara dengan 375 g/polybag 11,25 ton/ha kapur dolomit setara dengan 45 g/polybag, k5 = 30 ton/ha pupuk kandang kotoran sapi setara dengan 375 g/polybag 15 ton/ha kapur dolomit setara dengan 60 g/polybag, k6 = 30 ton/ha pupuk kandang kotoran sapi setara dengan 375 g/polybag 15 ton/ha kapur dolomit setara dengan 75 g/polybag, k7 = 40 ton/ha pupuk kandang kotoran sapi setara dengan500 g/polybag 11,25 ton/ha kapur dolomit setara dengan 45 g/polybag, k8 = 40 ton/ha pupuk kandang kotoran sapi setara dengan 500 g/polybag15 ton/ha kapur dolomit setara dengan 60 g/polybag, k9 = 40 ton/ha pupuk kandang kotoran sapi setara dengan 500 g/polybag 18,75 ton/ha kapur dolomit setara dengan 75 g/polybag. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, luas daun, volume akar, berat kering tanaman, berat segar tanaman, dan kadar klorofil daun. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi pupuk kandang kotoran sapi 40 ton/ha dan dolomit dosis 15 ton/ha merupakan perlakuan yang terbaik tehadap pertumbuhan dan hasil pakcoy pada tanah gambut tetapi kombinasi pupuk kandang kotoran sapi 40 ton/ha dan dolomit dosis 11,25 ton/ha sudah efektif terhadap pertumbuhan dan hasil pakcoy pada tanah gambut.
PENGARUH ABU CANGKANG KERANG LAUT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PADA TANAH GAMBUT Kuswandi, Janu; Santoso, Eddy; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Abu Cangkang Kerang Laut dan mencari dosis terbaik untuk pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah gambut. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 26 Maret 2020 "“ 25 Mei 2020. Penelitian dilaksanakan di Jalan Reformasi Gang Struktur Untan Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan, setiap ulangan terdiri dari empat sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu Abu Cangkang Kerang Laut 9 ton/ha (b1), 12 ton/ha (b2), 15 ton/ha (b3) dan 18 ton/ha (b4). Variabel pengamatan meliputi : jumlah daun, diameter umbi, berat segar tanaman, berat segar umbi, panjang umbi, dan berat kering tanaman. Hasil analisis keragaman pemberian berbagai dosis abu cangkang kerang laut memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap komponen pertumbuhan tanaman lobak pada tanah gambut yaitu variabel jumlah daun, berat segar tanaman, panjang umbi dan berat kering tanaman. Pada penelitian ini ditemukan dosis abu cangkang kerang laut yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah gambut yaitu 15 ton/ha. Kata Kunci : abu cangkang kerang laut, gambut, lobak
PENGARUH KOMBINASI BOKASI DAUN LAMTORO DAN DOLOMIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU PADA TANAH GAMBUT Simanjuntak, David Remond; Anggorowati, Dini; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50827

Abstract

Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tumbuh tanaman sawi pada umumnya dihadapkan pada permasalahan rendahnya pH tanah, rendahnya kandungan unsur hara yang tersedia dalam tanah diantaranya adalah unsur hara N, P dan K, dan rendahnya aktivitas mikroorganisme di dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan dosis kombinasi bokasi daun lamtoro dan kapur dolomit yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan fakultas pertanian Universitas Tanjungpura, mulai dari tanggal Mei sampai Juni 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap (RAL). Peralakuan pertama b1 = Bokashi daun lamtoro 10 ton/ha setara dengan 125 g/polybag , Kapur dolomit 11,25 ton/ha setara dengan 45 g/polybag, b2 = Bokashi daun lamtoro 10 ton/ha setara dengan 125 g/polybag Kapur dolomit 15 ton/ha setara dengan 60 g/polybag, b3 = Bokashi daun lamtoro 10 ton/ha setara dengan 125 g/polybag Kapur dolomit 18,75 ton/ha setara dengan 75 g/polybag, b4 = Bokashi daun lamtoro 20 ton/ha setara dengan 250 g/polybag Kapur dolomit 11,25 ton/ha setara dengan 45 g/polybag, b5 = Bokashi daun lamtoro 20 ton/ha setara dengan 250 g/polybag Kapur dolomit 15 ton/ha setara dengan 60 g/polybag, b6 = Bokashi daun lamtoro 20 ton/ha setara dengan 250 g/polybag kapur dolomit 18,75 ton/ha setara dengan 75 g/polybag, b7 = Bokashi daun lamtoro 30 ton/ha setara dengan 375 g/polybag Kapur dolomit 11,25 ton/ha setara dengan 45 g/polybag, b8 = Bokashi daun lamtoro 30 ton/ha setara dengan 375 g/polybag Kapur dolomit 15 ton/ha setara dengan 60 g/polybag, dan b9 = Bokashi daun lamtoro setara dengan 375 g/polybag Kapur dolomit 18,75 ton/ha setara dengan 75 g/polybag. Variabel yang di amati yaitu jumlah daun, luas daun, volume akar, berat kering tanaman, berat segar tanaman, dan kadar klorofil daun. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi bokasi daun lamtoro dosis 30 ton/ha dan dolomit dosis 18,75 ton/ha merupakan perlakuan yang terbaik tehadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut tetapi kombinasi bokasi daun lamtoro dosis 30 ton/ha dan dolomit dosis 11,25 ton/ha sudah efektif terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut.
Co-Authors - Maulidi, - ., Astina ., Rahmidiyani A.A. Ketut Agung Cahyawan W Agung, Abelsius agus ruliyansyah Agustina Listiawati Ahmad Mulyadi Ainurrahman, Yadi Ali Djamhuri aliamin aliamin Andra, Andra Angelina Angelina aprilia cintia, aprilia Aprizkiyandari, Siti Arianta, Sahrul Qori Ariesta, Nia Amrianti Ashari, Asri Mulya Asmuna, Asmuna Ayas, Yustianus Dandi Basuni, Basuni christofer, ardy Cornelius Gery, Cornelius Darussalam Darussalam, Darussalam Dedi Purwanto, Dedi Delvi, Ainun Dhayan, Sarah diranto abet nego, Raul Dwi Zulfita Eddy Santoso Edi Susanto Elly Mustamir Erinda, Novia Estiani, Dwi Evi Gusmayanti Fadjar Rianto Fany, Ade Fendi Fendi Fernando Etes Gemilang, Salase Kanz Gunawan Gunawan Haithami, Ibnu Halim, Bruari HALOMOAN NABABAN, ANDRE WINASCO Hariyanti, Agus Herani, Antonia HERMAWAN, JEFFRY Ifatrul Yani Nurjannah Iman Suswanto Indri Yuniarti Inpurwanto Inpurwanto Ismawan, Eko Iwan Sasli januar, yustinus JASANI, JASANI juwita, katarina Kadir Kadir Kurniawan, Chandra Chandra Kuswandi, Janu Lestari Lestari Lestari, Suka Mardyatno Lina Lina Lushfieka, Diah Lusiana Lusiana Maria Magdalena marpaung, intan purnama sari Marselini, Marselini Martina Martina Masangge, Yelsi Maulidi Maulidi MUFLIHAN, MUFLIHAN Muhammad Kahar, Muhammad Muhammad Rusli Mukhlis - Mulyadi Safwan Naumi, Umi Neni, Lusia NOVIA, EVI FANIA Novita, Devie Nurjani Octoarie, Muhammad Yudhy Oktaviani oktaviani Orlenda Rindi, Orlenda Patriani Patriani, Patriani Paulus, Sardi Prayoga, Egie prihatini, reni Purnama, Petrus Riki Purwaningsih - Puspa, Sandra Sri Putra, Jisan Yulius Ansi Putri, Ekas July Putu Dupa Bandem Radian Radian Rahmadi, Nopiandito Fredi Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Razanni - Resti Resti Rifani, Muhammad Khaidir Rini Susana Riris, Riris Rivaldy, Ferdy Rulinda, Meli Oktavia RUSMINI, IKA SAFITRI, MARIA ANDANI Saiful Huda Sambas, Qomarul Saputra, Danu SARI, ARTI PURNAMA Sari, Pegi Sukma Senangka, Vinsensius Bagus Setia Budi Setiono, Christianus Sholahuddin Shoviya, Shoviya Simamora, Cico Jhon Karunia Simanjuntak, David Remond Sinaga, Juanita Boru Sinaga, Sahata Patuan Rungga Siti Aisyah Siti Hadijah Siti Zulaiha SRI RAHAYU Sukardi, Viktor Supriandi, Dandy Surachman Surachman Surya Ningsih Suswanto, Iman - Syahdiman - Tambunan, Deva Julianty Tanti Hidayah, Nikmatun Tantri Palupi Tatang Abdurrahman, Tatang Teleng, Andry Stevanus TRIS HARIS RAMADHAN Warganda Warganda Warganda, - Wati, Julia Julia Wiksana, Jaka Arya Yeni Oktavia Yuni, Oktaviani