Claim Missing Document
Check
Articles

RESPON PERTUMBUHAN BIBIT LADA TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH IKAN RUSMINI, IKA; ANGGOROWATI, DINI; MUSTAMIR, ELLY
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.51460

Abstract

Penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) limbah ikan dalam budidaya tanaman bibit lada yaitu dapat secara cepat mengatasi kekurangan unsur hara. Tujuan penelitian untuk mengetahui konsentrasi POC limbah ikan yang menghasilkan pertumbuhan bibit lada yang terbaik. Lokasi penelitian terletak di Desa Lonam Kecamatan Pemangkat Kabupaten Sambas. Waktu penelitian mulai dari tanggal 3 Maret - 1 Mei 2021. Rancangan Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan perlakuan dosis POC limbah ikan terdiri dari 5 taraf yaitu p1(3,5%); p2(4%); p3(4,5%); p4(5%); p5(5,5%). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap ulangan terdiri dari 3 sampel tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pertambahan jumlah tunas, pertambahan panjang tunas, pertambahan jumlah daun, dan persentase bibit hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC limbah ikan dengan konsentrasi 4,5% memberikan hasil paling tinggi di semua variabel pengamatan. Dosis dengan hasil yang paling baik ditunjukkan pada pemberian 4,5% berdasarkan potensi bibit tanaman lada yaitu pertambahan jumlah tunas tanaman dengan rata-rata 13,56.
PENGARUH KOMBINASI BOKASHI AMPAS SAGU DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT PADA TANAH ALUVIAL Gunawan, Gunawan; Santoso, Eddy; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57634

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frustescens L.) merupakan komoditi hortikultura yang memiliki fluktuasi harga yang paling tinggi jika dibandingkan dengan komoditi hortikultura lainnya. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis kombinasi bokashi ampas sagu dan NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan yang berlokasi di Jalan Pramuka, Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat yang dilaksanakan dari tanggal 11 Januari sampai dengan 17 April 2022. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah benih cabai rawit varietas Dewata 43 F1, tanah aluvial, bokashi limbah ampas sagu, NPK, kapur dolomit, polybag, pestisida dan lanjaran. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah cangkul, parang, ayakan, terpal, gembor, paranet, meteran, kertas label, penggaris, corong, jerigen, timbangan digital, timbangan duduk, hand sprayer, termohigrometer, tali rapia, ember, oven, gunting, kamera, pulpen dan buku tulis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali dan terdiri atas 4 tanaman sampel sehingga seluruhnya terdiri atas 100 tanaman sampel. Adapun perlakuannya adalah sebagai berikut b1= 0 ton/ha Bokashi Ampas Sagu + NPK 100%, b2 = 10 ton/ha Bokashi Ampas Sagu + NPK 75%, b3 = 20 ton/ha Bokashi Ampas Sagu + NPK 50%, b4 = 30 ton/ha Bokashi Ampas Sagu + NPK 25% dan b5 = 40 ton/ha Bokashi Ampas Sagu + NPK 0%. Pelaksanaan penelitian meliputi pembuatan bokashi ampas sagu, pembersihan lahan, persemaian benih, persiapan tanah aluvial, pemberian kapur dolomit dan bokashi ampas sagu, penanaman, pemberian NPK, pemeliharaan tanaman dan panen. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah) dan berat buah per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi yang paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah aluvial yaitu kombinasi bokashi ampas sagu 20 ton/ha dan NPK 50%.Kata Kunci: Bokashi Ampas Sagu, Cabai Rawit, NPK, Tanah Aluvial
PENGARUH VARIETAS DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL GAMBAS DI TANAH GAMBUT Supriandi, Dandy; Anggorowati, Dini; Sasli, Iwan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57655

Abstract

Tanaman Gambas (Luffa acutangula L.) merupakan tanaman sayuran merambat dengan alat pemegang berbentuk pilin, batang panjang dan kuat, dapat mencapai puluhan meter. Daerah asal gambas dari India, tanaman ini telah beradaptasi lama di daerah Asia Tenggara termasuk Indonesia. Buah gambas berkhasiat untuk membersihkan darah, selain berguna untuk obat, kulit buah yang telah kering baik sekali untuk penggosok tempat cucian. pemilihan varietas tanaman yang tidak tepat menjadi salah satu masalah dalam budidaya tanaman, pengunaan bahan tanam yang bukan berasal dari varietas unggul akan sangat berpengaruh bagi budidaya tanaman. pengaturan jarak tanam merupakan faktor penting dalam upaya meningkatan hasil dari tanaman. Jarak tanam yang terlalu jarang mengakibatkan besarnya proses penguapan air dari dalam tanah, sehingga proses pertumbuhan dan perkembangan terganggu. Penelitian ini telah dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Sungai Raya Dalam Ujung, Desa Punggur. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 9 Febuari sampai 30 April 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sebagai rancangan dasar. Sistem Jarak Tanam ditentukan sebagai petak utama (main plot) yang terdiri dari 3 taraf dan Varietas sebagai anak petak (sub plot) yang terdiri dari 3 taraf dan setiap kombinasi 9 perlakuan diulang sejumlah 3 (kelompok). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, berat buah perbuah, berat buah perpetak, panjang buah, diameter buah. Hasil penelitian menunjukkan varietas Hibrida Prima dengan jarak tanam 70 cm x 70 cm memberikan pertumbuhan yang terbaik dan jarak tanam 70 cm x 70 cm mampu memberikan hasil yang terbaik untuk tanaman gambas pada tanah gambut. Kata Kunci : Gambas, Gambut, Jarak Tanam, Varietas.
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT PADA TANAH ALUVIAL Naumi, Umi; Warganda, Warganda; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57832

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan tanaman hortikultura yang sangat diminati di kalangan masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari interaksi dari pemberian pupuk hayati dan pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil cabai rawit yang terbaik pada tanah aluvial, untuk mencari konsentrasi pupuk hayati yang memberikan pertumbuhan dan hasil cabai rawit yang terbaik pada tanah aluvial, dan untuk mencari dosis pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil cabai rawit yang terbaik pada tanah aluvial.Penelitian ini dilaksanakan di lahan yang berlokasi di Gang Sospol, Bansir Darat, Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada tanggal 6 Januari "“ 31 Maret 2022. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola factorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk hayati yang terdiri dari 3 taraf yaitu h1 = pupuk hayati sebanyak 1%, h2 = pupuk hayati sebanyak 2% dan h3 = pupuk hayati sebanyak 3%, sedangkan faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK (16:16:16) yang terdiri dari 3 taraf yaitu n1 = 225 kg/ ha, n2 = 150 kg/ha and n3 = 75 kg/ ha. Sehingga jumlah total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang 3 kali sampel perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 108 unit percobaan. Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, berat buah pertanaman, jumlah buah pertanaman dan berat perbuah. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pupuk hayati dan pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit. Pemberian pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, volume akar berat kering tanaman dan jumlah buah, Pemberian pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah aluvial. Pemberian pupuk hayati sebanyak 1% dapat meningkatkan meningkatkan volume akar, berat kering tanaman dan tinggi tanaman cabai rawit. Pada konsentrasi 2% berpengaruh nyata pada variabel jumlah buah per tanaman.Kata Kunci : Cabai Rawit,Pupuk Hayati, Pupuk NPK dan Tanah Aluvial
PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH IBA TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK PUCUK JAMBU AIR MERAH Lestari, Suka Mardyatno; Anggorowati, Dini; Hadijah, Siti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58325

Abstract

Jambu air (Syzygiumaqueum) merupakan komoditi tanaman buah yang hidup di daerah tropis. Buah jambu air memiliki daging buah yang tebal, berwarna merah, rasa manis, bertekstur renyah, dan kadar air yang tinggi. Upaya dalam pemanfaatan pangkasan pucuk cabang atau pucuk ranting pada tanaman jambu air sehingga menghasilkan bibit yang unggul dan berkualitas maka dilakukan pembudidayaan tanaman dengan cara setek. Mengaplikasikan ZPT sintetik dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu konsentrasi. Pada konsentrasi yang rendah tanaman tidak memberikan respon yang cukup baik sebaliknya juga pada konsentrasi tinggi juga dapat menghambat pertumbuhan tanaman, sehingga perlu dicari konsentrasi yang tepat untuk pertumbuhan setek pucuk jambu air. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan konsentrasi ZPT IBA yang memberikan pertumbuhan setek jambu air yang terbaik. Penelitian ini telah dilaksanakan di Dusun Bali, Desa Sebarra, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau. Penelitian berlangsung pada tanggal 29 Maret 2022 sampai 29 Juni 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan terdiri 5 tanaman sampel, sehingga total jumlah keseluruhan tanaman adalah 125 tanaman. Perlakuan yang diberikan adalah k0 = 0 ppm, k1 = 1000 ppm, k2 = 2000 ppm, k3 = 3000 ppm, k4 = 4000 ppm. Variabel yang diamati adalah jumlah akar, jumlah daun, volume akar, panjang akar, persentase setek hidup. Hasil Penelitian menunjukkan pemberian konsentrasi ZPT IBA berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah akar, panjang akar, volume akar dan jumlah daun. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pemberian IBA dengan konentrasi 2000 ppm memberikan konsentrasi terbaik terhadap semua variabel pengamatan. Kata kunci: IBA, Jambu air, Konsentrasi, ZPT
THE EFFECT OF CHICKEN MANURE AS ORGANIC MATTER AND NPK FERTILIZER ON GROWTH AND YIELD OF CABBAGE IN ALLUVIAL SOIL Tanti Hidayah, Nikmatun; Warganda, Warganda; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60539

Abstract

Cabbage Flowers are flower buds in large numbers forming thick and dense circles. Utilization of alluvial soil as a growing medium is faced with low soil fertility, acidic soil pH, low levels of organic matter availability, and lack of nutrient content. The limited carrying capacity of the alluvial soil needs to be overcome by adding organic matter and nutrients needed to improve soil fertility as a growing medium for cauliflower plants. This study aims to determine the interaction of chicken manure as organic matter and NPK on the growth and yield of flower cabbage on alluvial soil. This research was conducted at Jalan Daya Nasional, Tanjungpura University Lecturer Complex, Pontianak from 27 December "“ 28 March 2022. This research is a field experiment with a factorial pattern of Completely Randomized Design (CRD) consisting of 2 factors. The first factor consisted of chicken manure (K) which consisted of 3 treatment levels and the second factor was NPK fertilizer (N) with 3 treatment levels. Each treatment combination was repeated 3 times and each experimental unit contained 4 sample plants, so there were 108 plants. The first factor is chicken manure which consists of 3 levels, namely: 108 ton/ha, 243 ton/ha and 378 ton/ha. The second factor is NPK fertilizer which consists of 3 levels, namely: 300 kg/ha, 450 kg/ha and 600 kg/ha. Observation variables include: number of leaves, root volume, dry weight of the top of the plant, fresh weight of flowers and flower diameter. The results showed that there was an interaction between chicken manure and NPK fertilizer on the variable number of leaves 4 WAP. The dose of 243 ton/ha and pupuk NPK 600 kg/ha fertilizer is an efficient dose to increase the growth of flower cabbage on alluvial soil. Keywords : Alluvial, Cabbage Flowers, NPK, Chicken Manure
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH TERHADAP PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH DAN PUPUK NPK PADA MEDIA GAMBUT Herani, Antonia; Anggorowati, Dini; Gusmayanti, Evi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i2.61302

Abstract

Kebutuhan masyarakat terhadap bawang merah akan terus meningkat sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk dan daya belinya. Produksi bawang merah di Kalimantan saat ini tercatat sebagai salah satu daerah penghasil bawang merah namun produksinya masih rendah. Rata-rata kebutuhan bawang merah di Kalimantan Barat sekitar 13.028 ton/tahun sedangkan produksi bawang merah tahun 2022 hanya sebesar 226,90 ton dari 118 ha luas panen. Bawang merah agar dapat berproduksi dengan maksimal perlu dilakukan budidaya yang baik, salah satunya dengan pemberian zat pengatur tumbuh dan pemupukan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh interaksi pemberian zat pengatur tumbuh dan dosis pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil bawang merah yang terbaik pada media gambut. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, waktu penelitian mulai 15 Agustus s/d 25 Oktober 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama zat pengatur tumbuh dengan 2 taraf (tanpa zat pengatur tumbuh, dengan zat pengatur tumbuh) dan faktor kedua pupuk NPK dengan 3 taraf (0,8 g/polybag ; 1,2 g/polybag ; 1,Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi dari pemberian hormon tumbuhan dan pupuk NPK diperoleh pada variabel berat segar umbi dan berat kering angin. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah umbi, berat umbi segar (g) dan berat Umbi Kering Angin Per Rumpun (g). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi dari pemberian hormon tumbuhan dan pupuk NPK diperoleh pada variabel berat segar umbi dan berat kering angin. sedangkan variabel lainnya tidak terdapat interaksi. Interaksi pemberian hormon tumbuhan dan pupuk NPK dengan dosis 400 kg/ha merupakan dosis efektif yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman bawang merah yang ditanam pada media gambut. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah umbi, berat umbi segar (g) dan berat Umbi Kering Angin Per Rumpun (g). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi dari pemberian hormon tumbuhan dan pupuk NPK diperoleh pada variabel berat segar umbi dan berat kering angin. sedangkan variabel lainnya tidak terdapat interaksi. Interaksi pemberian hormon tumbuhan dan pupuk NPK dengan dosis 400 kg/ha merupakan dosis efektif yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman bawang merah yang ditanam pada media gambut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi dari pemberian hormon tumbuhan dan pupuk NPK diperoleh pada variabel berat segar umbi dan berat kering angin. sedangkan variabel lainnya tidak terdapat interaksi. Interaksi pemberian hormon tumbuhan dan pupuk NPK dengan dosis 400 kg/ha merupakan dosis efektif yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman bawang merah yang ditanam pada media gambut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi dari pemberian hormon tumbuhan dan pupuk NPK diperoleh pada variabel berat segar umbi dan berat kering angin. sedangkan variabel lainnya tidak terdapat interaksi. Interaksi pemberian hormon tumbuhan dan pupuk NPK dengan dosis 400 kg/ha merupakan dosis efektif yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman bawang merah yang ditanam pada media gambut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ZPT secara mandiri berpengaruh terhadap variabel jumlah daun dan variabel jumlah umbi. Pemberian pupuk NPK secara mandiri berpengaruh terhadap variabel jumlah umbi.
RESPON PERTUMBUHAN SETEK LADA AKIBAT APLIKASI PGPR DAN KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT PADA TANAH ALUVIAL Masangge, Yelsi; Anggorowati, Dini; Palupi, Tantri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.61401

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Segorong, Desa Mayak, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang. Waktu penelitian berlangsung dari tanggal 15 Mei sampai 28 Agustus 2022. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan perlakuan terbaik dari aplikasi plant growth promoting rhizobakteria (PGPR) dan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) terhadap pertumbuhan setek lada pada tanah aluvial. Penelitian ini yaitu faktorial dengan pola rancangan acak kelompok yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah aplikasi PGPR yang terdiri dari 2 taraf perlakuan yaitu Tanpa PGPR dan Dengan PGPR dan faktor kedua adalah kompos TKKS yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu 1:0, 1:1, 1:2, dan 1:3 . Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali dan setiap unit percobaan terdapat 5 sampel tanaman sehingga terdapat 120 tanaman. Variabel pengamatan meliputi persentase setek hidup, jumlah daun, jumlah ruas, panjang tunas, panjang akar, berat kering tunas dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Dengan PGPR dan kompos TKKS 1:1 dan 1:2 merupakan perlakuan yang sama baiknya, namun kompos TKKS 1:1 merupakan perlakuan yang lebih efisien untuk pertumbuhan setek lada.
PENGARUH BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK ORGANIK CAIR URINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELEDRI PADA TANAH ALUVIAL Aliamin, Aliamin; Anggorowati, Dini; Budi, Setia
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62794

Abstract

Tanaman seledri (Apium graveolens L.) merupakan tanaman sayuran daun yang banyak digunakan sebagai bahan penyedap pada berbagai masakan, sebagai tanaman obat dan kosmetik. Pengembangan produksi seledri yang optimal sangat ditentukan oleh teknik budidaya tanaman yang baik dan tepat, salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu tanah dan pemupukan serta ketersediaan unsur-unsur hara bagi pertumbuhan dan produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara dosis biochar sekam padi dan konsentrasi pupuk organik cair urine sapi yang memberikan pertumbuhan dan hasil seledri yang terbaik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Reformasi Gg. Racana Untan, mulai dari bulan September - November 2022. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Faktorial RAL yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis biochar sekam padi (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu b1 = 10 ton/ha, b2 = 15 ton/ha, dan b3 = 20 ton/ha. Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair urine sapi (U) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu u1 = 100 ml/l air, u2 = 150 ml/l air, u3 = 200 ml/l air, dan u4 = 250 ml/l air. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 144 tanaman. Variabel yang di amati dalam penelitian ini yaitu pertambahan tinggi tanaman, jumlah pelepah daun, jumlah anakan, volume akar, berat basah tanaman, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara dosis biochar sekam padi dan POC urine sapi pada variabel volume akar dan berat basah tanaman tetapi tidak terjadi interaksi terhadap variabel pertambahan tinggi tanaman, jumlah pelepah daun, jumlah anakan, dan berat kering tanaman. Perlakuan dosis biochar sekam padi 15 ton/ha dan konsentrasi POC urine sapi 100 ml/l air merupakan perlakuan yang efektif yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil seledri pada tanah aluvial.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG BEBEK DAN RED MUD TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL EDAMAME PADA TANAH GAMBUT Puspa, Sandra Sri; Darussalam, Darussalam; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.62933

Abstract

Edamame (Glycine max (L.) Merill) merupakan tanaman multiguna yang memiliki peluang cukup besar untuk dikembangkan di Indonesia. Optimalisasi lahan gambut untuk areal produksi edamame dapat dilakukan dengan penambahan pupuk organik salah satunya pupuk kandang bebek. Tanah gambut yang bersifat masam upaya yang dilakukan untuk menetralkan tanah dengan pemberian red mud karena memiliki pH yang tinggi berkisar antara 10-14. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis interaksi antara pupuk kandang bebek dan red mud yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil edamame yang terbaik pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan RAL yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pupuk kandang bebek (b) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua yaitu red mud (d) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Jumlah keseluruhan tanaman terdapat 108 percobaan. Perlakuan tersebut terdiri dari b1d1 = pupuk kandang bebek 95 g/polybag + red mud 2 g/polybag, b1p2 = pupuk kandang bebek 95 g/polybag + red mud 3 g/polybag, b1p3 = pupuk kandang bebek 95 g/polybag + red mud 4 g/polybag, b2p1 = pupuk kandang bebek 125 g/polybag + red mud 2 g/polybag, b2p2 = pupuk kandang bebek 125 g/polybag + red mud 3 g/polybag, b2p3 = pupuk kandang bebek 125 g/polybag + red mud 4 g/polybag, b3p1 = pupuk kandang bebek 156 g/polybag + red mud 2 g/polybag, b3p2= pupuk kandang bebek 156 g/polybag + red mud 3 g/polybag, b3p3 = pupuk kandang bebek 156 g/polybag + red mud 4 g/polybag. Variabel pengamatan meliputi : tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah cabang per tanaman (buah), jumlah polong per tanaman (buah), dan berat polong per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Pupuk Kandang Bebek 20 ton/ha dapat menghasilkan jumlah cabang yaitu 30,44 /tanaman, jumlah polong yaitu 54,78 buah/tanaman, dan berat polong yaitu 76,69 g/tanaman atau red mud 4 ton/ha dapat menghasilkan jumlah cabang yaitu 30,44 /tanaman, jumlah polong yaitu 51,78 buah/tanaman, dan berat polong yaitu 72,49 g/tanaman.
Co-Authors - Maulidi, - ., Astina ., Rahmidiyani A.A. Ketut Agung Cahyawan W Agung, Abelsius agus ruliyansyah Agustina Listiawati Ahmad Mulyadi Ainurrahman, Yadi Ali Djamhuri aliamin aliamin Andra, Andra Angelina Angelina aprilia cintia, aprilia Aprizkiyandari, Siti Arianta, Sahrul Qori Ariesta, Nia Amrianti Ashari, Asri Mulya Asmuna, Asmuna Ayas, Yustianus Dandi Basuni, Basuni christofer, ardy Cornelius Gery, Cornelius Darussalam Darussalam, Darussalam Dedi Purwanto, Dedi Delvi, Ainun Dhayan, Sarah diranto abet nego, Raul Dwi Zulfita Eddy Santoso Edi Susanto Elly Mustamir Erinda, Novia Estiani, Dwi Evi Gusmayanti Fadjar Rianto Fany, Ade Fendi Fendi Fernando Etes Gemilang, Salase Kanz Gunawan Gunawan Haithami, Ibnu Halim, Bruari HALOMOAN NABABAN, ANDRE WINASCO Hariyanti, Agus Herani, Antonia HERMAWAN, JEFFRY Ifatrul Yani Nurjannah Iman Suswanto Indri Yuniarti Inpurwanto Inpurwanto Ismawan, Eko Iwan Sasli januar, yustinus JASANI, JASANI juwita, katarina Kadir Kadir Kurniawan, Chandra Chandra Kuswandi, Janu Lestari Lestari Lestari, Suka Mardyatno Lina Lina Lushfieka, Diah Lusiana Lusiana Maria Magdalena marpaung, intan purnama sari Marselini, Marselini Martina Martina Masangge, Yelsi Maulidi Maulidi MUFLIHAN, MUFLIHAN Muhammad Kahar, Muhammad Muhammad Rusli Mukhlis - Mulyadi Safwan Naumi, Umi Neni, Lusia NOVIA, EVI FANIA Novita, Devie Nurjani Octoarie, Muhammad Yudhy Oktaviani oktaviani Orlenda Rindi, Orlenda Patriani Patriani, Patriani Paulus, Sardi Prayoga, Egie prihatini, reni Purnama, Petrus Riki Purwaningsih - Puspa, Sandra Sri Putra, Jisan Yulius Ansi Putri, Ekas July Putu Dupa Bandem Radian Radian Rahmadi, Nopiandito Fredi Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Razanni - Resti Resti Rifani, Muhammad Khaidir Rini Susana Riris, Riris Rivaldy, Ferdy Rulinda, Meli Oktavia RUSMINI, IKA SAFITRI, MARIA ANDANI Saiful Huda Sambas, Qomarul Saputra, Danu SARI, ARTI PURNAMA Sari, Pegi Sukma Senangka, Vinsensius Bagus Setia Budi Setiono, Christianus Sholahuddin Shoviya, Shoviya Simamora, Cico Jhon Karunia Simanjuntak, David Remond Sinaga, Juanita Boru Sinaga, Sahata Patuan Rungga Siti Aisyah Siti Hadijah Siti Zulaiha SRI RAHAYU Sukardi, Viktor Supriandi, Dandy Surachman Surachman Surya Ningsih Suswanto, Iman - Syahdiman - Tambunan, Deva Julianty Tanti Hidayah, Nikmatun Tantri Palupi Tatang Abdurrahman, Tatang Teleng, Andry Stevanus TRIS HARIS RAMADHAN Warganda Warganda Warganda, - Wati, Julia Julia Wiksana, Jaka Arya Yeni Oktavia Yuni, Oktaviani