Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Buana Ilmu

Aktualisasi Nilai-Nilai Kepalangmerahan Dalam Kasus Demonstrasi Hasil Pemilu di Jakarta Ascosenda Ika Rizqi; Bunyamin Maftuh; Elly Malihah
BUANA ILMU Vol 5 No 1 (2020): Buana Ilmu
Publisher : Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/bi.v5i1.1211

Abstract

Demokrasi menempati posisi vital dalam kaitannya pembagian kekuasaan dalam suatu negara. Pendidikan demokrasi tidak saja dalam kajian konsep verbalistik, melainkan telah membumi dalam interaksi dan pergaulan sosial baik dikelas maupun diluar kelas. Salah satu unsur pengamanan demonstrasi sesuai dengan protap negara adalah Palang Merah Indonesia (PMI). Palang Merah Indonesia merupakan organisasi yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan berbadan hukum. PMI melaksanakan tugasnya dengan berpedoman kepada prinsip dasar yaitu Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit merah serta berpedoman kepada Code of Conduct dan Saver Access dalam setiap melaksanakan tugasnya di lapangan serta dilindungi oleh payung hukum yang berlaku. Kata Kunci: Demokrasi, PMI, Prinsip Dasar Democracy is at a critical position in relation to the sharing of power in a country. The education of democracy is not only in the study of verbalism but also in the social interactions and in both classes and outside classes. One of many elements of demonstration security in accordance with the state regular procedure is the Indonesian Red Cross (PMI). The Indonesian Red Cross is a socially organized, law-abiding organization. PMI conducts its duties guided to the fundamental principles of the international movement of the Red Cross and red crescent and guides to the code of conduct and saver access in each to conduct its duties in the field and protected by a prevailing legal umbrella. Keywords: democracy, Indonesian Red Cross, Fundamental principles
Membentuk Karakter Antikorupsi Melalui Pendekatan Multikultural di MI Maarif Parakan Temanggung Rhindra Puspitasari; Bunyamin Maftuh; Elly Malihah
BUANA ILMU Vol 5 No 1 (2020): Buana Ilmu
Publisher : Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/bi.v5i1.1213

Abstract

Artikel ini mengungkap tentang bagaimana membentuk karakter antikorupsi pada siswa, sehingga dapat memberikan solusi terhadap permasalahan pencegahan tindak pidana korupsi yang sedang menimpa bangsa ini. Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pembentukan karakter antikorupsi pada siswa MI Maarif Parakan Temanggung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi Studi lapangan (Field Research). Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa MI Maarif Parakan Temanggung membentuk karakter antikorupsi dengan pendeketan multikultural melalui pembelajaran di dalam dan diluar kelas. Pembiasaan dan karakter yang ditonjolkan adalah karakter kejujuran dan hidup sederhana. Penanamkan nilai kejujuran dan hidup sederhana yang di lakukan oleh MI Maarif Parakan Temanggung tidak hanya dalam kurikulum yang ada dikelas saja namun juga melalui pembiasaan nyata dengan saling menghargai latar belakang dan budaya di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh seluruh elemen sekolah. Hal ini terbukti cukup berhasil dibuktikan dengan adanya penurunan laporan kehilangan yang tercatat di guru bimbingan konseling selama tiga tahun terakhir dan penurunan pertengkaran atau konflik antar siswa. Sehingga langkah nyata yang bisa dilakukan untuk membentuk karakter antikorupsi siswa adalah membiasakan berlaku jujur dan hidup sederhana. Kata kunci: Karakter, antikorupsi dan multikultural This article reveals how to shape the character of anti-corruption in students, so that it can provide solutions to the problem of preventing corruption that is happening to this nation. The purpose of this study is to describe the formation of anti-corruption character in MI Maarif Parakan Temanggung students. This research is a descriptive study using a qualitative approach using Field Research methods. From the results of this study it was found that MI Maarif Parakan Temanggung formed an anti-corruption character with a multicultural approach through learning inside and outside the classroom. The habits and characters that are highlighted are honesty and simple living. Instilling the value of honesty and simple life that is done by MI Maarif Parakan Temanggung not only in the curriculum in the classroom, but also through real habituation with mutual respect for the background and culture in the school environment that is carried out by all elements of the school. This proved to be quite successful as evidenced by the decrease in reports of losses recorded in counseling guidance teachers during the last three years and a decrease in quarrels or conflicts between students. So that concrete steps that can be taken to shape the student's anti-corruption character are to get used to being honest and living simply. Keywords: Character, anti-corruption and multicultural
Pendidikan Resoulsi Konflik Melalui Model Pembelajaran Dicovery Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengemukakan Pendapat Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Abd. Rahman; Bunyamin Maftuh; Elly Mulihah
BUANA ILMU Vol 5 No 1 (2020): Buana Ilmu
Publisher : Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/bi.v5i1.1214

Abstract

Kemampuan mengemukakan pendapat merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran, sekaligus salah satu aspek keterampilan yang dikembangkan di sekolah, namun kemampuan menggemukakan pendapat di beberapa sekolah belum berkembang, oleh sebab itu perlu dikembangkan dengan model pembelajaran Discovery Learning. Peneltian ini bertujuan untuk menganalisis Pendidikan Resoulsi Konflik Melalui Model Pembelajaran Dicovery Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengemukakan Pendapat Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka atau literature review teori yang mempelajari buku refensi serta hasil penelitian sebelumnya yang sejenis yang berguna untuk mendapatkan landasan teori mengenai masalah yang akan diteliti. Dengan demikian dapat dismpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan kemampuan peserta didik mengemukakan pendapat pada pembelajaran mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Disarankan guru Pendidikan Kewarganegaraan dapat menggunakan metode pembelajaran studi kasus sebagai salah satu metode pembelajaran efektif membantu guru meningkatkan kemampuan peserta didik peserta didik mengemukakan pendapat saat proses pembelajaran berlangsung Kata kunci: Discovery Learning, kemampuan mengemukakan pendapat.
Strategi Mediasi Dalam Menyelesaikan Konflik Kekerasan Dalam Rumah Tangga Berbasis Kesetaraan Gender Nunung Nurjanah; Bunyamin Maftuh; Elly Malihah
BUANA ILMU Vol 5 No 1 (2020): Buana Ilmu
Publisher : Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/bi.v5i1.1215

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga sebagai suatu konflik yang salah satu sumbernya yakni relasi yang timpang antara suami dan isteri yang berakar pada budaya patriakhi yang menempatkan peran, fungsi, dan tanggung jawab yang bebeda pada laki-laki dan perempuan. Dalam mengatasi persoalan kekerasan dalam rumah tangga tidak cukup dengan melihat pemicu konflik yang mengakibatkan tindak kekerasan yang dialami oleh salah satu pihak, yang sebagain besar perempuan, diperlukan pemahaman akan akar persoalan tersebut. Artikel ini membahas mengenai makna kekerasan dalam rumah tangga, factor –faktor penyebab kekerasan dalam rumah tangga, bagaimana keterkaitan kekerasan dalam rumah tangga dengan konsep gender. Diakhir artikel ini, diperoleh gambaran mengenai strategi mediasi berbasis kesetaraan gender dalam mengatasi kekerasan dalam rumah tangga. Kata kunci : gender, kekerasan, rumah tangga, mediasi. Abstract Domestic violence as a source of conflict is an unequal relationship between husband and wife rooted in a patriarchal culture that places different roles, functions, and responsibilities on men and women. In overcoming the problem of domestic violence it is not enough to look at the triggers of conflict that result in acts of violence experienced by one of the parties, who are mostly women, an understanding of the root of the problem is needed. This article discusses the meaning of domestic violence, the factors that cause domestic violence, how the relation of domestic violence to the concept of gender. At the end of this article, an overview of gender equality-based mediation strategies is obtained in dealing with domestic violence. Keywords: gender, violence, household, mediation.
Co-Authors - Sapriya Abd. Rahman Abdullah, Khairul Hafezad Adit Yuliani Aim Abdul Karim Anggraeni, Poppy Anif Istianah Ari Yanto Ariesta, Freddy Widya Aris Riswandi Sanusi Aryanto, Sani Ascosenda Ika Rizqi Atep Sujana Aulia Sholichah Iman Nurchotimah Bakti Fatwa Anbiya Citra Bahadur Hanum Dadang Sunendar Dasim Budimansyah, Prayoga Bestari, Redi Yamanto, Dasim Budimansyah, Davi Sofyan Dayu Rifanto Deni Darmawan Dianasari Dianasari Dianasari Didin Saripudin Dini Miftakhul Jannah Dwi Putri Elly Malihah Elly Malihah Elly Mulihah Erna Wulan Ernawulan Syaodih Erwin Susanto Fatimah Azzahra Ferah Fairus Feriandi, Yoga Ardian Gunawan Santoso Hamdan, Hamdan Harmawati, Yuni Hatma Heris Mahendra Helius Sjamsuddin Helius Sjamsuddin Huda, Mochammad Miftachul I Ilfiandra Juppri Bacotang Kokom Komala Sari Kokom Komalasari Laksono Trisnantoro Lusiana Rahmatiani Ma Arsenia C Gomez Ma Arsenia Gomez Ma'mun Murod Maulia Depriya Kembara Mia Komariah Mohamad Yasin As’ary Nanda William Normalasarie, Normalasarie Opik Opik Pradana, Yudha Pristi Anjani Sundayani Puji Siswanto Puji Siswanto Rahma Hayati Reksa Pribadi Rhindra Puspitasari Rhindra Puspitasari Rintia, Rintia Risma Hikmah Rahmadini Rizki Amalia Rodiyana, Roni Rohartati, Sri Roni Rodiyana Sa'odah Sa'odah Sani Aryanto Sani Aryanto Sapriya Sapriya Sapriya Sapriya Sendi Fauzi Giwangsa Sinta Maria Dewi Siti Nurbayani Sofyan, Davi Suprapto, Wasis Supriatna, Mamat Tatat Hartati Tiara, Inoki Ulma Usmaedi Usmaedi Vismaia Sabariah Damayanti Wahyu Sopandi Wasis Suprapto Wilodati Wilodati, Wilodati Yayuk Hidayah zulkifli zulkifli