p-Index From 2021 - 2026
8.484
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) DIMENSIA: Jurnal Kajian Sosiologi KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Jurnal Empirika Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) JURNAL IQRA´ Al Ishlah Jurnal Pendidikan DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Etika Demokrasi Jurnal Basicedu JETL (Journal Of Education, Teaching and Learning) Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Jurnal Komunikasi Pendidikan JURNAL ILMIAH MIMBAR DEMOKRASI Buana Ilmu Jurnal Educatio FKIP UNMA Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan Journal of Innovation in Educational and Cultural Research ASANKA: Journal of Social Science And Education Jurnal Penelitian Agama Hindu Jurnal Kalacakra JPPHK (Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan) Journal La Sociale Inovasi Kurikulum Edusentris: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Journal of Childhood Development DINAMIKA ILMU: Jurnal Pendidikan Jurnal Cakrawala Pendas Jurnal Pendidikan Transformatif Journal of Pedagogy and Education Science Action Research Journal Indonesia (ARJI) IBERS : Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu Jurnal Elementaria Edukasia Journal of Education and Teacher Training Innovation (JETTI) Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn INDONESIAN JOURNAL OF SOCIAL SCIENCE EDUCATION (IJSSE) Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi Journal of Educational and Learning Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

MEMBANGUN KETERAMPILAN RESOLUSI KONFLIK MELALUI PKN DENGAN PENDEKATAN MULTIKULTURAL DI SMK NU TEMANGGUNG Rhindra Puspitasari; Bunyamin Maftuh; Elly Malihah
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2020): Juli
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v1i1.2685

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana membangun keterampilan resolusi konflik melalui mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan pendekatan multikultural yang dilakukan di SMK NU Temanggung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya konflik yang terjadi dimasyarakat kita, sehingga perlu membangun ketrampilan resolusi konflik bagi generasi muda, salah satunya adalah siswa SMK NU Temanggung. Siswa SMK yang nantinya akan langsung diserap oleh dunia kerja dan terjun ke masyarakat penting dibekali dengan keterampilan resolusi konflik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan metode deskriptif kualitatif. Analisis data dilakukan dengan triangulasi metode melalui dua siklus. Hasil temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus satu menunjukkan bahwa keterampilan resolusi konflik yang dimiliki siswa kelas XI sebanyak 40% dan diperlukan tambahan materi dan metode, sedangkan pada siklus dua setelah ditambah materi dan metode pendekatan multikultural keterampilan resolusi konflik siswa kelas XI meningkat sebanyak 75%. Hal ini menujukkan peningkatan yang berarti.
PENDIDIKAN MULTIKULTURALISME SEBAGAI RESOLUSI KONFLIK : PERSPEKTIF PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN zulkifli zulkifli; Bunyamin Maftuh; Elly Malihah
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multikulturalisme merupakan salah satu realitas utama yang dimiliki oleh bangsa di Indonesia. Multikulturalisme dapat diartikan bahwa negara memberikan pengakuan adanya keragaman atau kemajemukan pada masyarakatnya. Adanya keragaman ini mestinya menjadi dasar bagi pendidikan yang berkeadaban. Multikulturalisme menjadi landasan budaya bagi kewargaan, kewarganegaraan, dan pendidikan. Resolusi konflik  yang menekankan pendidikan multikulturalisme dalam Pendidikan Kewarganegaraan dipandang memiliki urgensi yang penting karena secara historis bangsa ini telah melewati konflik karena budaya yang cukup pahit. Pendidikan apa pun bentuknya, tidak boleh kehilangan dimensi multikulturalnya, termasuk di dalamnya pendidikan kewarganegaraan, karena realitas dalam kehidupan pada hakikatnya bersifat multidimensional. Demikian juga halnya manusia sendiri pada hakikatnya adalah sebagai makhluk yang multidimensional. Karena itu, pendekatan kepada manusia dan untuk mengatasi problem kemanusiaan yang ada, tidak bisa lain kecuali dengan menggunakan pendekatan yang multidimensional dan di dalamnya adalah pendidikan multikultural. Pendidikan kewarganegaraan untuk Indonesia, secara filosofik dan substantif-pedagogis/andragogis, merupakan pendidikan untuk memfasilitasi perkembangan pribadi peserta didik agar menjadi warga negara Indonesia yang religius, berkeadaban, berjiwa persatuan Indonesia, demokratis dan bertanggung jawab, dan berkeadilan, serta mampu hidup secara harmonis dalam konteks multikulturalime-bhinneka tunggal ika. Perlu dikembangkan budaya kewarganegaraan Indonesia yang multikultural, yang berintikan “civic virtue” atau kebajikan atau akhlak kewarganegaraan. Kabajikan itu sepenuhnya harus terpancar dari nilai-nilai Pancasila yang secara substantif mencakup keterlibatan aktif warganegara, hubungan kesejajaran/egaliter, saling percaya dan toleran, kehidupan yang kooperatif, solidaritas, dan semangat kemasyarakatan multikultural. Semua unsur akhlak kewarganegaraan itu diyakini akan saling memupuk dengan kehidupan “civic community” atau “civil society” atau masyarakat madani yang multikultural berdasarkan Pancasila. 
KEARIFAN LOKAL SUNDA DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK KEPERCAYAAN MASYARAKAT DESA CIREJAG Lusiana Rahmatiani; Bunyamin Maftuh; Elly Malihah
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas mengenai konflik kepercayaan masyarakat. Pembahasan mengenai kearifan lokal sunda dalam menyelesaikan konflik kepercayaan masyarakat penting untuk dilakukan karena sejumlah alasan, diantaranya buruknya citra kepercayaan masyarakat diakibatkan oleh tindakan manusia yang mempercayai kepercayaan serta melenceng pada tindakan musrik. Salah satu alternatif yang dilakukan oleh elite desa untuk mengatasi permasalahan kepercayaan tersebut dengan menggunakan prinsip nilai kearifan lokal sunda, dengan prinsip silih asah, silih asuh, silih asih. Sejalan dengan pandangan hidup orang sunda yang menganjurkan agar hidup rukun dengan mendahulukan kebersamaan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara dan dokumentasi.
Traditional Games as a Multicultural Education Planning for Children in Primary Schools Freddy Widya Ariesta; Bunyamin Maftuh
Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2020): The Journal of Innovation in Elementary Education
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.559 KB) | DOI: 10.22236/jipd.v5i2.114

Abstract

This study aims to examine the planting of values of multicultural education in children in Primary Schools through traditional games. This is motivated by the diversity of cultures, races, languages, and religions in Indonesia. Traditional children's games or called “Dolanan Anak” is one of the nation's cultural assets that must be preserved. Traditional games not only provide value for recreation or pleasure. More than that, traditional games also contain and contain elements of cultural values that are identical to multicultural education. These values are cultural heritage, which is full of the meaning of goodness and is useful in developing community life in children. This article is a study of the research literature that describes traditional games as an attempt to integrate the values of multicultural education. This importance is given to children or students of Primary Schools age in the hope that the children can understand early on that the diversity of national cultures is a vehicle to foster tolerance and respect in their living environment and the external environment that has a diversity of cultures.
Pengaruh Media Video Animasi terhadap Kemampuan Resolusi Konflik Siswa Sekolah Dasar Sinta Maria Dewi; Bunyamin Maftuh; Sapriya Sapriya; Erna Wulan
Jurnal Basicedu Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kegiatan pembelajaran resolusi konflik siswa dengan menggunakan media video animasi pada siswa kelas V SDN Anggadita V Karawang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SDN Anggadita V tahun ajaran 2020/2021. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VA dan VB. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pembelajaran resolusi konflik siswa yang diberi perlakuan media video dengan pembelajaran resolusi konflik siswa yang tidak diberikan perlakuan. Perhitungan hipotesis diperoleh nilai signifikansi 0.000 < α = 0.05, maka Ho di tolak dan berarti hipotesis diterima. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media video pada mata pelajaran IPS dengan tema Keanekaragaman Suku dan Budaya memiliki pengaruh yang signifikan dalam pembelajaran resolusi konflik siswa kelas V sekolah dasar. Dari hasil penelitian ini berharap dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi semua pihak yang terkait, terutama pihak sekolah dalam rangka meningkatkan kemampuan resolusi konfik siswa sekolah dasar
Internalization of Living Value Education Program (LVEP) as A Based of Developing Conflict Resolution Model Wasis Suprapto; Bunyamin Maftuh; Helius Sjamsuddin; Elly Malihah
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Number 1 March 2021
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.44 KB) | DOI: 10.26737/jetl.v6i1.2305

Abstract

Violence become a serious problem in this country. All parties including students have been involved in this swirl of problems. The phenomenon of violence in the educational environment can be minimized by internalizing the Living Value Education Program (LVEP) in learning activities. LVEP internalization is carried out as a reference basis in developing resolution models in social studies learning. This article focuses on examining (1) the process of internalizing values in social studies learning, (2) the importance of including LVEP in the learning process, and (3) making LVEP the basis for developing a conflict resolution model. Articles are reviewed using literature study. The results showed that (1) the process of internalizing values in social studies learning was carried out in order to prepare students to become good citizens. (2) LVEP contains universal values such as peace, respect, love, cooperation, happiness, honesty, humility, responsibility, simplicity, tolerance, freedom and unity which can be used as a reference in classroom learning activities. (3) LVEP can be used as a reference in developing a conflict resolution model because it contains values of peace-loving, tolerance, and upholds the value of national unity and integrity
Singkawang from Coser’s Perspective Wasis Suprapto; Bunyamin Maftuh; Helius Sjamsuddin; Elly Malihah
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 5, No 1 (2020): Volume 5 Number 1 March 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.45 KB) | DOI: 10.26737/jetl.v5i1.1894

Abstract

History records that Singkawang was an inseparable part of the conflict between ethnic groups in West Kalimantan. This article aims to examine three things, namely (1) the description of Coser's structuralist theory, (2) the strategic role of the city of Singkawang, and (3) the relevance of Singkawang City to Coser's theory. This research was studied with a qualitative descriptive. The research subject is the object of research is the city of Singkawang. Data collection techniques are carried out by literature study, interviews, and observations. The results showed that (1) the presence of conflict can play a role in restoring the social integration of members of society. Besides, the presence of conflict also plays a role in strengthening the social and emotional bonds of its followers. (2) Singkawang had a strategic role as a trading area and transit point for gold miners during the Sambas Sultanate. This condition lasted for a long time and made the people of Singkawang at that time learn to blend in with each other. In its development, the history of assimilation made the city of Singkawang finally used as one of the locations when there was an inter-ethnic conflict in West Kalimantan. (3) Coser's theory teaches that to avoid conflict there needs to be a safety value. In Singkawang City, safety value is carried out through natural assimilation through marriage, including culture. Apart from that, there is also artificial assimilation carried out by creating associations of both ethnicity and religion.
MODEL PEMBELAJARAN INDIGINASI DALAM IPS UNTUK PENGEMBANGAN WAWASAN MULTIKULTUR MAHASISWA Kokom Komalasari; Bunyamin Maftuh
Edusentris Vol 1, No 1 (2014): Maret
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.232 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v1i1.133

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya pengembangan wawasan multicultural terhadap mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan pendidikan IPS pada mata kuliah Kebudayaan Indonesia melalui model pembelajaran indiginasi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1) Bagaimanakah gambaran konseptual model pembelajaran indiginasi dalam perkuliahan Kebudayaan Indonesia; 2) Bagaimana implementasi model pembelajaran indiginasi dalam perkuliahan Kebudayaan Indonesia; dan 3) Bagaimana pengaruh penerapan model pembelajaran indiginasi terhadap pengembangan wawasan multikultural mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain Research and Development dengan subjek penelitian mahasiswa Program Studi Pendidikan IPS pada mata kuliah Kebudayaan Indonesia tahun akademik 2013/2014. Penelitian ini menemukan bahwa: 1) Konsep pembelajaran indiginasi merupakan strategi untuk menciptakan lingkungan belajar dan merancang pengalaman belajar yang mengintegrasikan budaya asli daerah. Materi perkuliahan berisi kebudayaan etnis/daerah di Indonesia. Media yang digunakan adalah audio visual, model mahasiswa asli daerah, dan pertunjukan budaya daerah, 2) Implementasi pembelajaran indiginasi dilakukan melalui langkah-langkah berikut: a) Perkenalan dan kontrak belajar untuk membangun komitmen “Kelas Berkarakter Multikultur”; b) pembagian kelompok dan penyampaian materi melalui brainstorming dan value clarification, dan analisis nilai; c) Pembelajaran model Indiginasi (group investigation, demonstrasi, modeling, field study, dan analisis nilai budaya); d) melakukan review materi dan refleksi nilai; dan 3) model pembelajaran indiginasi dalam perkuliahan Kebudayaan Indonesia berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan wawasan multikultur mahasiswa sebesar 40,1%.Kata Kunci: Model pembelajaran indiginasi, Pendidikan IPS, wawasan multikultural, pendidikan multikultural.
RESPON MAHASISWA PGSD TERHADAP PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) BERBASIS TRANSFER NILAI PANCASILA DALAM PENULISAN BAHAN AJAR PKN Dianasari Dianasari; Bunyamin Maftuh; Ernawulan Syaodih
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.303 KB) | DOI: 10.31949/jcp.v8i1.2008

Abstract

Pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PjBL) berbasis transfer nilai Pancasila adalah hal baru dalam pembelajaran PKn bagi mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Cirebon. PjBL ini dilatihkan kepada mahasiswa sebagai penguat kemampuan menulis bahan ajar PKn Sekolah Dasar. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis respon mahasiswa calon guru SD dalam pembelajaran menggunakan model PjBL berbasis transfer nilai Pancasila dalam meningkatkan keterampilan menulis bahan ajar PKn Calon Guru SD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan menggunakan instrumen berupa lembar angket. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuntitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa calon guru yang mengontrak mata kuliah Pembelajaran PKn di Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon. Hasil penelitian menujukan bahwa Respon calon guru SD terhadap pembelajaran PjBL dapat dilihat dari hasil angket mahasiswa calon guru yang menunjukkan nilai rata-rata 3,3 dengan kategori respon yang sangat baik. Sehingga dapat dikatakan pembelajan PjBL berbasis transfer nilai Pancasila ini, dapat meningkatkan kemampuan menulis bahan ajar PKn bagi calon guru SD.
SASTRA ANAK BERBASIS ECOPRENUERSHIP SEBAGAI MUATAN PEMBELAJARAN LITERASI FINANSIAL DI SEKOLAH DASAR Sani Aryanto; Tatat Hartati; Bunyamin Maftuh; Deni Darmawan
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.737 KB) | DOI: 10.31949/jcp.v8i3.2569

Abstract

Penelitian ini merupakan salah satu upaya kongkret dalam menyukseskan program pemerintah Indonesia sebagai pemegang estafeta presidensi G20. Hal ini menjadi momentum pemulihan ekonomi secara Nasional dan Internasional. Salah satu kunci keberhasilan Indonesia menjadi bagian G-20 adalah kemampuan literasi finansial penduduk Indonesia. Sastra Anak berbasis ecoprenuership dianggap sebagai konsep yang tepat dalam meningkatkan kemampuan literasi finansial di Sekolah Dasar. Penelitian ini dilakukan di SDN Cipayung 04 Pagi dengan menjadikan dua orang guru kelas IV sebagai subjek utama penelitian. Rasionalisasi pemilihan subjek penelitian didasarkan pada aspek metodologis dan hasil analisis kurikulum 2013.  Penelitian ini menggunakan metode studi kasus melalui wawancara, observasi, dan kajian literatur dengan empat prosedur serta analisis data diantaranya: (1) pengumpulan data yang relevan sesuai dengan fokus penelitian (2) peneliti menyajikan data-data yang telah terkumpul (3) reduksi dan inventarisasi data (4) menyimpulkan berdasarkan hasil verifikasi data yang valid dan reliabel. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pendidikan literasi finansial di Indonesia masih sangat terbatas sehingga diharapkan hasil penelitian ini memberikan gambaran konseptual dan kontekstual untuk setiap guru dan pimpinan sekolah dalam mengembangkan berbagai aktivitas pembelajaran literasi finansial melalui pemanfaatan sastra anak berbasis ecopreneurship.
Co-Authors - Sapriya Abd. Rahman Abdullah, Khairul Hafezad Ace Suryadi Ace Suryadi Acep Supriadi Adit Yuliani Agil Nanggala Aim Abdul Karim Alifa Izzatun Nisa Anggraeni, Poppy Anif Istianah Anto Akbar Ari Yanto Ariesta, Freddy Widya Arini Puspa Wardani Aris Riswandi Sanusi Aryanto, Sani Ascosenda Ika Rizqi Asep Dahliyana Atep Sujana Aulia Sholichah Iman Nurchotimah Babang Robandi Bakti Fatwa Anbiya Cicilia Melinda Citra Bahadur Hanum Dadang Sunendar Dasim Budimansyah, Prayoga Bestari, Redi Yamanto, Dasim Budimansyah, Davi Sofyan Dayu Rifanto Deni Darmawan Dianasari Didin Saripudin Dini Miftakhul Jannah Dwi Putri Disman Disman Dodoh Siti Saadah Elly Malihah Elly Malihah Elly Mulihah Elpri Darta Putra Encep Syarief Nurdin Encep Syarief Nurdin Erlina Wiyanarti Erna Wulan Ernawulan Syaodih Erwin Susanto Fatimah Azzahra Ferah Fairus Feriandi, Yoga Ardian Ganjar Muhammad Ganeswara Gumelar, Abih Gunawan Santoso Hamdan, Hamdan Handani, Sari Sri Harmawati, Yuni Hatma Heris Mahendra Haviz Kurniawan Helius Sjamsuddin Helius Sjamsuddin Hendy Satria Nugraha Huda, Mochammad Miftachul I Ilfiandra I Putu Suyasa Ariputra Iim Siti Masyitoh Intan Indah Permatasari Juppri Bacotang Kadek Aria Prima Dewi PF Kama Abdulhakam Kenny Syalwatyarsa Kokom Komala Sari Kokom Komalasari Kokom Komalasari Laksono Trisnantoro Lusiana Rahmatiani Ma Arsenia C Gomez Ma Arsenia Gomez Ma'mun Murod Mamat Supriatna Mariatul Kiptiah Martina Sudibja Mastur Maulia Depriya Kembara Mia Komariah Mohamad Yasin As’ary Muhammad Elmy Mupid Hidayat Mupid Hidayat Nanda William Normalasarie Normalasarie Normalasarie, Normalasarie Nurihsan, Achmad Juntika Opik Opik Pradana, Yudha Pristi Anjani Sundayani Puji Siswanto Puji Siswanto Putra Asga Elevri Putri Fatimatuz Zuhro Rachmat Setiawan Rahma Hayati Rahmat Raisa Aditya Putri Reksa Pribadi Rhindra Puspitasari Rhindra Puspitasari Rifana Nurul Nisya Rika Purnamasari Rintia Rintia Rintia, Rintia Risma Hikmah Rahmadini Rizki Amalia Rohartati, Sri Roni Rodiyana Ryan Prayogi Sa&#039;odah Sa&#039;odah Saepul Anwar Sahila Putri Airin Sani Aryanto Sani Aryanto Sapriya Sapriya Sapriya Sapriya Sarbaini Sendi Fauzi Giwangsa Sinta Maria Dewi Siti Nurbayani Sofyan, Davi Somad, Momod Abdul Sri Rohartati Suprapto, Wasis Supriatna, Mamat Supriyadi, Tedi Supriyono Supriyono Syahbila Zalfa Tatat Hartati Tiara, Inoki Ulma Usmaedi Usmaedi Uus Kuswendi Vismaia Sabariah Damayanti Wahyu Sopandi Warlim Warlim Wasis Suprapto Wilodati Wilodati, Wilodati Wisal Jereis Asad Alrabadi Wulan Asmi Nurapipah Yadi Ruyadi Yayuk Hidayah Yuwan Fijar Anugrah zulkifli zulkifli