Claim Missing Document
Check
Articles

SASTRA ANAK BERBASIS ECOPRENUERSHIP SEBAGAI MUATAN PEMBELAJARAN LITERASI FINANSIAL DI SEKOLAH DASAR Sani Aryanto; Tatat Hartati; Bunyamin Maftuh; Deni Darmawan
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.737 KB) | DOI: 10.31949/jcp.v8i3.2569

Abstract

Penelitian ini merupakan salah satu upaya kongkret dalam menyukseskan program pemerintah Indonesia sebagai pemegang estafeta presidensi G20. Hal ini menjadi momentum pemulihan ekonomi secara Nasional dan Internasional. Salah satu kunci keberhasilan Indonesia menjadi bagian G-20 adalah kemampuan literasi finansial penduduk Indonesia. Sastra Anak berbasis ecoprenuership dianggap sebagai konsep yang tepat dalam meningkatkan kemampuan literasi finansial di Sekolah Dasar. Penelitian ini dilakukan di SDN Cipayung 04 Pagi dengan menjadikan dua orang guru kelas IV sebagai subjek utama penelitian. Rasionalisasi pemilihan subjek penelitian didasarkan pada aspek metodologis dan hasil analisis kurikulum 2013.  Penelitian ini menggunakan metode studi kasus melalui wawancara, observasi, dan kajian literatur dengan empat prosedur serta analisis data diantaranya: (1) pengumpulan data yang relevan sesuai dengan fokus penelitian (2) peneliti menyajikan data-data yang telah terkumpul (3) reduksi dan inventarisasi data (4) menyimpulkan berdasarkan hasil verifikasi data yang valid dan reliabel. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pendidikan literasi finansial di Indonesia masih sangat terbatas sehingga diharapkan hasil penelitian ini memberikan gambaran konseptual dan kontekstual untuk setiap guru dan pimpinan sekolah dalam mengembangkan berbagai aktivitas pembelajaran literasi finansial melalui pemanfaatan sastra anak berbasis ecopreneurship.
Kelarasan Bodi Caniago Ajaran Datuak Parpatiah Nan Sabatang Inoki Ulma Tiara; Bunyamin Maftuh; Elly Malihah; Didin Saripudin
Jurnal Empirika Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Master Program in Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Sriwijay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.107 KB) | DOI: 10.47753/je.v7i2.124

Abstract

Kelarasan Bodi Caniago lahir untuk pemahaman baru yang memperbaiki nilai-nila lama. Pemahaman baru berbentuk membesut dari bumi yang melibatkan anak kamanakan yang hari ini dikenal dengan atau kebjikan partispatif. Kelarasan Bodi Caniago dicetuskan pertama kali Datuak Parpatiah Nan Sabatang yang lahir diawal Minangkabau berdiri melihat pemimpin hanya seranting didahulukan dibandingkan orang yang dipimpin, mengizinkan perbedaan pendapat sebagai cara mencari solusi dalam kerangka musyawarah mufakat. Laras Bodi Caniago adalah tesis yang lahir dari sebagai anti tesis terhadap hukum dan aturan yang ada sebelumnya ada di Pariangan. Sebagai tesis kelarasan Bodi Caniago mengembangkan fondasi-fondasi ideologis yang konseptual untuk mencapai tujuan-tujuannya, dasarnya keinginan dari bawah dalam keseteraan yang diselesaikan dengan musyawarah mufakat.
The Use of Cooperative Learning Method Type of Listening Team to Increase Students’ Learning Outcomes in Social Studies at 4th Grade of Elementary School Usmaedi Usmaedi; Bunyamin Maftuh; Hamdan Hamdan; Siti Nurbayani K; Puji Siswanto
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 4 (2022): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i4.4051

Abstract

Cooperative learning (CL) has a pivotal role in the teaching and learning process to achieve better academic performance using an attractive teaching trait. This study aims at investigating the use of the Cooperative Learning method type listening team, knowing the students’ response and their learning outcomes in a social science subject. The study is conducted at one of the Public Elementary schools in Rangkasbitung. Classroom Action Research was employed in this study. The Cooperative Learning method type of listening team was conducted within 2 cycles. There are 22 students as the subjects of the current study. The data of the study were collected using two research instruments, they are observation and written test. The results of the study revealed that the activities of both teachers and students in the learning process using a Cooperative Learning type listening team improve students’ learning outcomes. The level of students’ learning mastery in the pre-cycle was 24%, in cycle 1 was 48% and in cycle 2 the passing grade reached 79%. While, the activities of teachers and students increased by 75% in the use of cooperative learning methods of the previous team listening and learning outcomes of students also increased, and 75% of the number of students achieved the standard of minimum completeness of mastery learning predetermined. Based on the data findings, it can be highlighted that the CL method type listening team is an effective method to improve both students’ learning outcomes and their activities during the class.  
Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi melalui Kajian Filosofis Pembukaan UUD 1945 Indonesia Abad 21 Gunawan Santoso; Aim Abdul Karim; Bunyamin Maftuh; Sapriya; Ma'mun Murod
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i1.137

Abstract

Kemajuan teknologi dan globalisasi juga mempengaruhi perkembangan pendidikan kewarganegaraan. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan harus diperbaharui dan disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam dan menguraikan konsep, makna, strategi, dan wawasan tentang pengantar pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi melalui Kajian Filosofis Pembukaan UUD 1945 Indonesia Abad 21 agar dapat mudah di aplikasikan di coba dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian dekskriptif menggunakan hasil observasi, dokumentasi dan studi literatur pada beberapa buku, jurnal dll dengan dianalisis dan dirangkum secara komprehensif dalam satu rangkaian struktur paragraf. Hasil Pendidikan Kewarganegaraan yang disajikan melalui kajian filosofis Pembukaan UUD 1945 Indonesia Abad 21 adalah salah satu cara untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai nilai-nilai kewarganegaraan dalam konteks Indonesia saat ini. Pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi harus dijadikan sarana untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dalam memahami maksud dan tujuan Indonesia sebagai negara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Oleh karena itu, pembelajaran di perguruan tinggi harus mencakup kajian filosofis pembukaan UUD 1945 Indonesia Abad 21, agar mahasiswa dapat memahami nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia, keberagaman, dan persatuan bangsa sebagai landasan dasar Indonesia saat ini. Selain itu, pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi juga harus mencakup praktik, seperti peningkatan partisipasi dan kontribusi mahasiswa dalam kegiatan sosial, politik, dan masyarakat, serta peningkatan keterampilan komunikasi dan kepemimpinan.
Kajian Wawasan Nusantara melalui Local Wisdom NRI yang Mendunia dan Terampil dalam Lagu Nasional dan Daerah Abad 21 Gunawan Santoso; Aim Abdul Karim; Bunyamin Maftuh; Sapriya; Ma'mun Murod
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i1.144

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman dan globalisasi, banyak kearifan lokal yang terancam punah di Indonesia. Hal ini dapat terjadi karena terlalu banyaknya campur tangan teknologi modern yang tidak mempertimbangkan nilai-nilai lokal. Metode penelitiannya kualitatif deskriptif, metode penelitian yang digunakan adalah gabungan antara studi literatur, wawancara, dan analisis kualitatif. Hasil telaahnya yaitu Wawasan Nusantara memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran tentang identitas bangsa Indonesia dan membangun rasa persatuan dan kesatuan di tengah keanekaragaman budaya dan latar belakang suku di Indonesia. Selain itu, Local Wisdom Nasional merupakan aspek penting dalam WN, karena membangun kearifan lokal yang dapat mengintegrasikan nilai-nilai pembelajaran global untuk menciptakan karakter khas bangsa. Pendekatan pengajaran WN haruslah kreatif, interaktif, multikultural, integratif, dan adaptif untuk membantu siswa memiliki pemahaman yang utuh mengenai WN dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kajian WN Penting pula sebagai upaya untuk membangun rasa kepedulian terhadap lingkungan hidup, mengapresiasi keanekaragaman budaya, serta membangun tatanan masyarakat yang bersifat inklusif dan harmonis. Kajian WN juga dapat membuka peluang untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional dan menjadi penunjuk arah dalam menghadapi tantangan globalisasi di era sekarang. Dalam keseluruhan, kajian WN dapat membantu menciptakan masyarakat yang memiliki kearifan lokal yang kuat dan mampu bersaing di dunia global saat ini.
Bibliometric Analysis of Research on Multicultural Education in Google Scholar Database (2018-2022) Hatma Heris Mahendra; Bunyamin Maftuh
Dinamika Ilmu Vol 23 No 1 (2023): Dinamika Ilmu, 23(1), June 2023
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/di.v23i1.6170

Abstract

The implementation of good multicultural education in schools will be able to have a positive influence on fostering multicultural traits in students. With the development of science and technology, there will be more and more challenges in research on multicultural education, but it is not yet known whether research on multicultural education is still in demand in educational research. This study utilized the VOSViewer software to conduct a bibliometric analysis of articles available in the open-source Google Scholar database for a 5-year period (2012-2021). The research methodology involved using bibliometric analysis with VOSViewer mapping on the Google Scholar database. From the search results with the keyword multicultural education, it was found that there were 617 relevant articles published in the last 5 years. It can be concluded that from the results of the mapping it appears that the field of multicultural education is still open to carrying out newer research linked to other terms so that newer and up-to-date research can be carried out. The implementation of research with the theme of Multicultural Education is still very broad and can be carried out by connecting it to various new terms such as 21st learning skills, social conflict, conflict-based management, diversity and global education, and other terms.
IPAS Implementation in Elementary Schools: How Teachers Build Student Understanding Mia Komariah; Mohamad Yasin As’ary; Citra Bahadur Hanum; Bunyamin Maftuh
Edunesia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : research, training and philanthropy institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v4i3.533

Abstract

Merging science (IPA) and social studies (IPS) subjects into science and learning (IPAS) in elementary schools is challenging for teachers. This study aims to determine how teachers build students' understanding of IPAS subjects. The research method used is descriptive qualitative through case studies. Data collection techniques using observation, in-depth interviews, and documentation studies. The research subjects were SDIT At-Taqwa KPAD Bandung IV teachers. Data analysis utilizes Miles and Huberman's techniques. Based on the research results, the teacher's way of building student understanding is by highlighting the dominant material between Science and Social Sciences; the teacher uses a student-centered approach with cooperative learning models and scientific methods as well as various types of cooperative learning, although the combination of the two subjects (IPA and IPS) are considered less effective. However, with various creativities and innovations created by the teacher, the learning process can still run well. The implications of this research for IPAS learning in the classroom are as an alternative for teachers in carrying out science learning to build students' understanding of IPAS comprehensively. Besides that, the results of this research are expected to be input for policymakers in deciding or providing a policy in a curriculum.
KONSEP SEKOLAH DAMAI: HARMONISASI PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR Anif Istianah; Bunyamin Maftuh; Elly Malihah
Jurnal Education and Development Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No.3.2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v11i3.5048

Abstract

Saat ini pendidikan berpusat pada konsep Sekolah Damai yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang harmonis, inklusif dan damai. Artikel ini menjelaskan pentingnya mengintegrasikan kurikulum terbuka Pancasila, kurikulum dan profil siswa ke dalam konsep Sekolah Damai. Penelitian ini adalah penelitian kajian pustaka. Hasil kajian pustaka mendeskripsikan bahwa untuk menjawab tantangan yang dihadirkan dengan menyelaraskan Kebebasan Belajar, Kurikulum Kebebasan, dan profil pelajar Pancasila, seperti menyeimbangkan praktik kebebasan akademik dengan keberlanjutan dan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dengan baik. Manfaat yang mungkin diperoleh dari penerapan konsep Sekolah Damai, seperti: menyediakan lingkungan belajar yang inklusif dan inovatif serta mendorong keterlibatan siswa. Memberikan contoh best practice sekolah yang berhasil mengintegrasikan Pembelajaran Bebas, Kurikulum Mandiri dan Profil Pelajar Pancasila dengan tujuan mewujudkan sekolah damai. Metode untuk menulis artikel ini analisis literatur dan penelitian yang relevan untuk lebih memahami topik yang dibahas. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman tentang pentingnya hubungan antara konsep Sekolah Damai: Harmonisasi kurikulum dan profil Pelajar Pancasila dalam implementasi kurikulum Borderless Learning mengarah pada upaya menciptakan lingkungan belajar kooperatif yang damai, inklusif, dan lintas batas. Dalam konteks integrasi antar kurikulum, profil Pelajar Pancasila, dan pemahaman konteks global berperan penting dalam membentuk generasi yang memiliki pemahaman yang lebih luas dan adaptif, generasi yang menjaga perdamaian dan keamanan.
How Do 6Cs Appearance at Elementary Schools Learning? Poppy Anggraeni; Dadang Sunendar; Bunyamin Maftuh; Wahyu Sopandi
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i2.75668

Abstract

Pembelajaran abad ke-21 harus diselenggarakan dengan berorientasi pada pengembangan berbabagi kompetensi yang diperlukan agar siswa dapat sukses di abad ini, terutama menyangkut 6C (character, critical thinking, creativity, citizenship, collaboration dan communication). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif mengenai profil kemunculan 6C pada pembelajaran di sekolah dasar. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan melibatkan sepuluh sekolah dasar, sepuluh orang guru dan 50 orang siswa dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil kemunculan pada perencanaan pembelajaran berada pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 62.04%, dan pada pelaksanaan pembelajaran berada pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 62.57%. Berdasarkan analisis terhadap hasil uji korelasi Pearson Product Momment  menggunakan software SPSS 26 diperoleh nilai korelasi sebesar 0,667 pada taraf signifikansi 0,01, hal ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat kemunculan 6C pada perencanaan dengan pelaksanaan pembelajaran dan ada hubungan yang signifikan antara kemunculan 6C pada perencanaan pembelajaran dengan pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya berdasarkan analisis terhadap model pembelajaran yang digunakan diketahui kemunculan 6C baik pada perencanaan pembelajaran maupun pada pelaksanaan pembelajaran menunjukkan hasil yang bervariasi.
Toleransi dalam Perbedaan Pendapat melalui Model Pembelajaran Inkuiri Berbasis Nilai Roni Rodiyana; Bunyamin Maftuh; Sapriya Sapriya; Ernawulan Syaodih; Ari Yanto; Davi Sofyan
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.4945

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan kurangnya sikap toleransi di kelas IVB SDN Tonjong I Majalengka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan sikap toleransi dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri nilai. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas Kemmis & Taggart. Instrumen yang digunakan meliputi penilaian LKPD, penilaian kegiatan presentasi dan observasi, serta penilaian penanda pencapaian peningkatan sikap toleransi. Berdasarkan hasil temuan, telah terjadi peningkatan sikap toleransi siswa yang terlihat dengan tumbuhnya kemampuan explainable, interpretable, mampu memberikan contoh (examples), mampu mengklasifikasikan, mampu membandingkan, dan mampu berempati. Dari siklus I yang memperoleh predikat “memadai”, siklus II memperoleh predikat “baik”, dan siklus III yang memperoleh predikat “baik”. Tantangan terbesar dalam penelitian ini adalah mengatur alokasi waktu dengan berbagai langkah pembelajaran dan mengatur perilaku siswa selama kegiatan observasi lapangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa menggunakan paradigma pembelajaran inkuiri nilai dapat memberikan peningkatan kapasitas sikap toleransi mereka.
Co-Authors - Sapriya Abd. Rahman Abdullah, Khairul Hafezad Adit Yuliani Agil Nanggala Aim Abdul Karim Anggraeni, Poppy Anif Istianah Ari Yanto Ariesta, Freddy Widya Aris Riswandi Sanusi Aryanto, Sani Ascosenda Ika Rizqi Atep Sujana Aulia Sholichah Iman Nurchotimah Bakti Fatwa Anbiya Citra Bahadur Hanum Dadang Sunendar Dasim Budimansyah, Prayoga Bestari, Redi Yamanto, Dasim Budimansyah, Davi Sofyan Dayu Rifanto Deni Darmawan Dianasari Dianasari Dianasari Didin Saripudin Dini Miftakhul Jannah Dwi Putri Dodoh Siti Saadah Elly Malihah Elly Malihah Elly Mulihah Erna Wulan Ernawulan Syaodih Erwin Susanto Fatimah Azzahra Ferah Fairus Feriandi, Yoga Ardian Gunawan Santoso Hamdan, Hamdan Harmawati, Yuni Hatma Heris Mahendra Helius Sjamsuddin Helius Sjamsuddin Huda, Mochammad Miftachul I Ilfiandra Juppri Bacotang Kokom Komala Sari Kokom Komalasari Laksono Trisnantoro Lusiana Rahmatiani Ma Arsenia C Gomez Ma Arsenia Gomez Ma'mun Murod Maulia Depriya Kembara Mia Komariah Mohamad Yasin As’ary Nanda William Normalasarie, Normalasarie Opik Opik Pradana, Yudha Pristi Anjani Sundayani Puji Siswanto Puji Siswanto Rahma Hayati Reksa Pribadi Rhindra Puspitasari Rhindra Puspitasari Rintia, Rintia Risma Hikmah Rahmadini Rizki Amalia Rodiyana, Roni Rohartati, Sri Roni Rodiyana Sa'odah Sa'odah Sani Aryanto Sani Aryanto Sapriya Sapriya Sapriya Sapriya Sendi Fauzi Giwangsa Sinta Maria Dewi Siti Nurbayani Sofyan, Davi Suprapto, Wasis Supriatna, Mamat Tatat Hartati Tiara, Inoki Ulma Usmaedi Usmaedi Vismaia Sabariah Damayanti Wahyu Sopandi Wasis Suprapto Wilodati Wilodati, Wilodati Yayuk Hidayah zulkifli zulkifli