Claim Missing Document
Check
Articles

Sekolah Luar Biasa sebagai Pusat Sumber Pengembangan Keterampilan Vokasional Tata Boga bagi Anak Dengan Hambatan Kecerdasan Ringan di Sekolah Inklusif Juli Niara; Ahsan Romadlon Junaidi; Ahmad Samawi; Wiwik Dwi Hastuti; Ranti Novianti
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p72-79

Abstract

: Keberadaan Pusat Sumber sebagai pusat informasi mengenai anak berkebutuhan khusus merupakan salah satu tempat yang diharapkan dapat memberikan informasi yang lengkap bagi orang tua, guru serta masyarakat sekitar mengenai pendidikan, penanganan anak berkebutuhan khusus, asesmen serta informasi lainnya yang berkaitan dengan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Untuk itu sekolah dengan seting inklusif diharapkan dapat membantu anak mengembangkan potensinya dengan optimal.Sekolah dengan seting inklusif memerlukan dukungan yang mumpuni baik itu dukungan sistem (support system), dukungan regulasi (regulation support) maupun dukungan professional (professional support). Mempersiapkan ADHK Ringan untuk memiliki modalitas bekerja sesuai dengan Standar Perusahaan, salah satunya melalui program Vokasional. Untuk itu kehadiran pusat sumber diharapkan dapat membantu pelaksanaan pendidikan inklusif. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Tujuan dari penelitian untuk membuat deskripsi atau gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang berupa pengembangan dan pengelolaan pusat sumber sekolah inklusif dan pelaksanaan pendidikan inklusif yang diselenggarakan di sekolah dasar. Bedasarkan hasil penelitian ini, dapat diperoleh informasi yaitu identifikasi kebutuhan pusat sumber dan program pusat sumber yang akan dikembangakan. Hal itu akan berdampak pada kebutuhan mendesak yang dihadapi oleh sekolah penyelenggara pendidikan Inklusif adalah pengembangan program pusat sumber yaitu pusat sumber sebagai pusat bantuan layanan professional, yang memberikan informasi secara meneyeluruh tentang anak berkebutuhan khusus, terkait identifikasi, layanan pendidikan, pembelajaran dan pelatihan assesmen yang dilakukan oleh tim atau guru dari pusat sumber kepada guru-guru di sekolah reguler penyelenggara pendidikan Inklusif tingkat pendidikan dasar.
Meningkatkan Keterampilan Melepas Diapers Melalui Teknik Modelling bagi Anak Autis di Sekolah Inklusi Rina Listya; Ahsan Romadlon Junaidi; Ediyanto Ediyanto; Wiwik Dwi Hastuti; Ranti Novianti
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p47-51

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan melepas diapers pada anak autis kelas III di Sekolah Inklusi melalui penerapan teknik modelling. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya kemandirian anak autis dalam aktivitas sehari-hari, khususnya toilet training, yang sering kali menjadi tantangan akibat ketergantungan pada diapers. Anak autis mengalami kesulitan dalam memahami dan mengekspresikan kebutuhan buang air, sehingga diperlukan intervensi yang efektif untuk membantu mereka menguasai keterampilan ini. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan kuantitatif, melalui observasi, wawancara dan literatur review. Subjek penelitian adalah anak autis kelas III di Sekolah Inklusi yang masih mengalami ketergantungan pada diapers. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar observasi, wawancara dengan guru dan orang tua, serta evaluasi hasil kerja siswa. Teknik modeling dipilih sebagai intervensi karena kemampuannya dalam memfasilitasi pembelajaran melalui pengamatan dan peniruan perilaku yang diperagakan oleh guru. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan peningkatan keterampilan melepas diapers pada anak autis, yang meliputi kemampuan mengenali tanda-tanda tubuh, mengikuti langkah-langkah menuju toilet, dan melepas diapers secara mandiri. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan yang dihadapi anak selama proses toilet training dan mengevaluasi efektivitas teknik modeling dalam mengatasi hambatan tersebut. Manfaat penelitian mencakup aspek praktis bagi pendidik dan orang tua dalam mengajarkan keterampilan mandiri, kontribusi terhadap pengembangan metode pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus, serta peningkatan kualitas hidup anak autis melalui kemandirian dan integrasi sosial. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan layanan pendidikan di SLB dan lembaga serupa.
Implementasi Pembelajaran dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Inklusi Annafi Al Mutaali; Wiwik Dwi Hastuti; Ranti Novianti
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p80-85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi pembelajaran dalam meningkatkan kualitas pendidikan inklusi di SD Negeri 2 Peureulak melalui pendekatan Indeks Praktik Inklusif pada indikator pembelajaran. Studi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menilai sejauh mana pelaksanaan prinsip-prinsip pembelajaran inklusif diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar negeri yang menyelenggarakan pendidikan inklusi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner terstruktur dan analisis tematik terhadap respons dari lima responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar indikator pembelajaran inklusif telah dilaksanakan dengan baik. Guru merencanakan pembelajaran dengan menyesuaikan kebutuhan semua siswa, mendorong partisipasi aktif dalam proses belajar, serta menerapkan penilaian yang mendukung prestasi. Lingkungan kelas yang mendukung, sikap saling menghormati, dan keterlibatan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler turut memperkuat budaya inklusi. Namun, masih terdapat tantangan pada aspek kemandirian siswa dalam menggunakan teknologi pembelajaran dan keterbatasan tenaga pendamping. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran inklusif di SDN 2 Peureulak sudah berada pada arah yang tepat, namun memerlukan penguatan pada dukungan teknis dan sumber daya manusia untuk mencapai kualitas yang lebih optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan inklusi di tingkat sekolah dasar.
Analisis In-Service Training dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru Non-PLB dalam Memahami Kebutuhan Belajar Siswa Sulastri Sulastri; Ahmad Samawi; Ranti Novianti; Wiwik Dwi Hastuti
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p24-28

Abstract

Pelatihan dalam jabatan (in-service training) telah menjadi salah satu strategi utama dalam meningkatkan kapasitas profesional guru, termasuk guru non-Pendidikan Luar Biasa (non-PLB) yang mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB). Guru non-PLB kerap menghadapi tantangan dalam memahami kebutuhan belajar siswa berkebutuhan khusus karena tidak memiliki latar belakang pendidikan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas in-service training dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru non-PLB agar mampu memahami dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan kebutuhan siswa SLB. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari guru non-PLB di SLB Negeri Pembina Bener Meriah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap proses pembelajaran dan wawancara mendalam dengan guru peserta pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dalam jabatan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru, baik dari aspek perencanaan pembelajaran, penggunaan strategi pembelajaran yang adaptif, maupun evaluasi hasil belajar siswa. Guru juga menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap karakteristik siswa SLB dan merasa lebih percaya diri dalam mengajar. Faktor pendukung efektivitas pelatihan meliputi adanya pendampingan, materi pelatihan yang relevan, dan praktik langsung di kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa in-service training sangat penting sebagai strategi pengembangan profesional guru non-PLB. Diperlukan pengembangan kurikulum pelatihan yang lebih spesifik, evaluasi berkelanjutan, serta dukungan teknologi untuk memperkuat dampak pelatihan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kebijakan pelatihan guru dalam pendidikan inklusif dan pendidikan khusus.
Pengembangan Pendidikan Inklusif Melalui Sistem Layanan Pembelajaran Tabitha Buang Komas; Ahsan Romadlon Junaidi; Umi Safiul Ummah; Wiwik Dwi Hastuti; Ranti Novianti
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p106-111

Abstract

Penyelenggaraan pendidikan di Indonesia diwujudkan melalui Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang tekanan pada pemerataan pendidikan tanpa ada diskriminasi terhadap Anak Berkebutuhan Khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan pendidikan inklusif dalam sistem layanan pembelajaran yang merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pendidikan inklusif yang efisien dan efektif dalam sistem layanan pembelajaran, serta peningkatan mutu pendidikan bagi peserta yang dibesarkan berkebutuhan khusus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilangsungkan di beberapa sekolah yang telah mengimplementasikan sistem layanan pembelajaran inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan inklusif yang dikembangkan mampu meningkatkan mutu pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Meningkatkan pendidikan dan pemahaman terhadap kebutuhan peserta didik dengan penerapan sistem layanan pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik berkebutuhan khusus.
Pendidikan Vokasional Anak Berkebutuhan Khusus Pada Masa Transisi Pasca Kelulusan di SMK Negeri 3 Takengon Maulida Maulida; Ahsan Romadlon Junaidi; Ediyanto Ediyanto; Wiwik Dwi Hastuti; Ranti Novianti
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p52-58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan vokasional di SMK Negeri 3 Takengon dan jenis keterampilan vokasional yang diterapkan bagi alumni anak berkebutuhan khusus di SMK Negeri 3 Takengon. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitiannya ialah pendidikan vokasional di SMK Negeri 3 Takengon beserta alumni yang aktif mengikuti kegiatan vokasional di sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan ialah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Implementasi pendidikan vokasional SMK Negeri 3 Takengon dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan kemampuan anak, guru serta sekolah. Secara penerapannya dari perencanaan, proses pelakasanaan dan evaluasinya sekolah sudah memberikan usaha yang cukup baik untuk memenuhi syarat dalam menerapkan pendidikan vokasional, walaupun masih saja terdapat kendala pada sarana prasana, tempat, tenaga pendidik, komunikasi dan program lanjutan, namun disisi lain kendala tersebut dapat diminimalisir dengan cara alternatif yang disesuaikan dengan kondisi anak, guru dan sekolah tersebut. 2) Program pendidikan vokasional yang diberikan oleh sekolah kepada alumni anak berkebutuhan khusus di SMK Negeri 3 Takengon diantaranya yaitu untuk anak M adalah keterampilan tata boga, untuk anak J dan P adalah pertanian.
Sikap dan Penerimaan Sosial Siswa Reguler terhadap Siswa Berkebutuhan Khusus: Sebuah Studi di Sekolah Inklusi Eka Kresnawati; Wiwik Dwi Hastuti; Ahsan Romadlon Junaidi; Ranti Novianti
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p133-141

Abstract

This study aims to examine the acceptance and attitudes of regular students towards the social acceptance of students with special needs in inclusive schools. Inclusive education is expected to create an environment that supports all students, including students with disabilities, to interact and learn together. However, there are challenges in the social acceptance of students with disabilities by regular students, which is often influenced by their own understanding, attitudes and adaptive behaviors. This study used a quantitative approach with a survey design, involving questionnaires, observation and documentation as data collection techniques. Respondents were regular students, students with disabilities and teachers who manage inclusive classes. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics. The results showed that while the majority of regular students were empathic, 10% showed a lack of empathy and their social engagement with children with disabilities was limited. Regular students' understanding of disability tended to be low, with about 30% of students having limited understanding. Teachers had positive attitudes towards inclusion but faced challenges in providing sufficient support. Students with disabilities, especially those with autism spectrum disorder (ASD) and intellectual disabilities, struggle with social interactions. In conclusion, although there has been progress in social acceptance, further efforts are needed to improve disability understanding and support to create a more effective inclusive environment.
Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Membangun Budaya Inklusif yang Berkelanjutan di Sekolah Inklusif Mohamad Randhy Andriyani; Mohammad Efendi; Sinta Yuni Susilawati; Wiwik Dwi Hastuti; Ranti Novianti
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p86-91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun budaya inklusif yang berkelanjutan di sekolah inklusif. Keberhasilan pendidikan inklusif sangat bergantung pada kepemimpinan kepala sekolah. Namun dalam implementasinya masih banyak tantangan yang dihadapi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Data dianalisis secara analisis interaktif model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan berbagai strategi seperti memaksimalkan kebijakan inklusif yang sistematis, peningkatan kapasitas guru, evaluasi berkali terhadap praktif inklusi dan penguatan kerja sama dengan komunitas dan pemerintah. Faktor pendukung utama nya adalah komitmen sekolah, keterlibatan komunitas dan dukungan sarana prasarana. Faktor penghambatnya adalah keterbatasan sumber daya, adanya resistensi dari pihak tertentu, dan fasilitas yang kurang memadai. Keberhasilan pendidikan inklusif tidak hanya bergantung pada struktur kebijakan dan praktik pengajaran tetapi juga nilai-nilai yang dikembangkan di dalam lingkungan sekolah.
Kolaborasi Orang Tua dan Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Anak Autis melalui Pendekatan Holistik Lindayanti Lindayanti; Ahsan Romadlon Junaidi; Ahmad Samawi; Wiwik Dwi Hastuti; Ranti Novianti
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p29-32

Abstract

Anak autis mengalami hambatan komunikasi yang memengaruhi interaksi sosial dan perkembangan akademiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis bagaimana kolaborasi antara orang tua dan guru dengan pendekatan holistik dapat meningkatkan kemampuan komunikasi anak autis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi pada anak-anak autis usia dini. Hasil menunjukkan bahwa komunikasi anak meningkat signifikan ketika intervensi dilakukan secara terintegrasi antara rumah dan sekolah. Kolaborasi yang aktif, saling percaya, dan konsisten antara orang tua dan guru menjadi kunci keberhasilan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi dua pihak dalam kerangka pendekatan holistik berperan strategis dalam meningkatkan kompetensi komunikasi anak autis secara menyeluruh.
Kemampuan Membaca, Menulis, dan Berhitung Anak ADHD: Analisis Hasil Asesmen Akademik pada Siswa Kelas 1 SD Kota Malang Natania Caroline Putri Zuandi; Wiwik Dwi Hastuti
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p12-19

Abstract

Anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) sering mengalami hambatan dalam belajar akibat kesulitan perhatian, impulsivitas, dan regulasi perilaku, terutama pada kemampuan akademik dasar. Kondisi ini menuntut asesmen yang komprehensif untuk memahami kemampuan anak. Penelitian studi kasus ini bertujuan mengetahui kemampuan membaca, menulis, dan berhitung seorang siswa kelas 1 SD dengan ADHD. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara guru, serta tes akademik terstruktur pada aspek membaca, menulis, dan berhitung. Hasil asesmen menunjukkan bahwa kemampuan membaca anak berada pada kategori cukup (56,25%), kemampuan menulis juga berada pada kategori cukup (50%), sedangkan kemampuan berhitung berada pada kategori baik (75%). Kesimpulan dari asesmen ini menunjukkan adanya ketimpangan kemampuan akademik yang dipengaruhi oleh hambatan perhatian dan fungsi eksekutif. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan penerapan pendekatan fonetik bertahap untuk membaca, latihan menulis multisensori dan bertahap, serta penggunaan alat konkret dalam pembelajaran matematika, disertai strategi manajemen perilaku untuk mendukung keberhasilan belajar. Abstract Children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) often experience learning difficultiesdue to problems with attention, impulsivity, and behavioral regulation, particularly in basic academicskills. This condition requires comprehensive assessment to understand the child’s abilities. This casestudy aimed to identify the reading, writing, and arithmetic abilities of a first-grade elementary schoolstudent with ADHD. The methods used included observation, teacher interviews, and structuredacademic tests assessing reading, writing, and arithmetic skills. The assessment results showed thatthe child’s reading ability was in the fair category (56.25%), writing ability was also in the faircategory (50%), while arithmetic ability was in the good category (75%). The conclusion of thisassessment indicates an imbalance in academic abilities influenced by attention difficulties andexecutive function deficits. Based on these results, it is recommended to implement a gradual phoneticapproach for reading, multisensory and step-by-step writing practice, and the use of concretematerials in mathematics instruction, accompanied by behavior management strategies to supportlearning success.
Co-Authors ., Sudarsini Abdul Huda Agung Kurniawan Ahmad Samawi Ahmad Sofwan AM, M Shodiq Anarta, Raihan Nurani Anisa Kurniawati Anna Akhirul Rokhmawati Annafi Al Mutaali Anton Cahyo Yuwhono Ariani, Fadilah Arie Lusiati Asep Sunandar Asim Asim Citra Rizky Ratna Putri Darmawati, Ajeng Arief Dias Setiyo Prasuranto Dico, Allan Maulid Diyah Rohma Wati Dwi Arnia Ulfa Ediyanto Eka Kresnawati Eka Pramono Adi Endro Wahyuno Eni Fariyatul Fahyuni Fauzi, Muhammad Rizqianto Firdiana, Ade Dian Fitrasari, Bella Dina Gita Martha Yulandha Handayani, Zannuba Lutfia Hengky Triwijaya, Henny Indreswari Henry Praherdhiono Herawati Mukminatin Holyness Nurdin Singadimedja Hutasuhut, Fadly Halim Ida Rindaningsih, Ida Imanuel Hitipeuw Irvan, Muchamad Jatiningsiwi, Tata Gading Jihaan Haniifah Christyodetaputri Juli Niara Junaidi, Ahsan Romadlon Kenila, Elisabet khusnul khotimah Kumala, Hanifa Khoiru Lindayanti Lindayanti Lintang Achmad Maulana Lusiati, Arie Malizal, Zelynda Zeinab Martha Novita Yatna Maulida Maulida Miftahul Huda Miftahul Mufarrihah Mohamad Randhy Andriyani Mohammad Efendi Mohd Hanafi Mohd Yasin Muhammad Nurrohman Jauhari Muhammad Rizqianto Fauzi Muhammad Syamsun Muthya Firagil Restuti Nadiyah, Salma Nanda Viorella Natania Caroline Putri Zuandi Noor Citra Pravita Adisty Noor Citra Pravita Adisty, Noor Citra Pravita Olivia Nur Isnaini Patricia Yuliana Pradipta, Riqi Fajar Pradipta, Rizqi Fajar Prasuranto, Dias Setiyo Prawisma Bela Putri Desy Liliana Putri Kartika Ningsih Putri Kartika Ningsih Putri, Citra Rizky Ratna Qurrotul A’yunin Ramadhani, Risa Safira Ranti Novianti Ratnayanti, Rahajeng Renny Setyaneng Tyas Rhespati, Dian Ayu Ria Sekarani Ria Sekarani, Ria Rina Listya Risa Safira Ramadhani Riswari, Fina Riyanda Putri Earlyarini Rizqi, Putri Rizqianti, Nindya Ayu saichudin saichudin Salsabila, Annisa Zahra Sari, Meitha Atika Sihkabuden Sihkabuden Sinta Yuni Susilawati Sintia Fitri Anggraeni Sopingi Sopingi, Sopingi Suhendri Suhendri Sulastri Susi Nur Wahyuningsih Susilawati, Sinta Yuni Tabitha Buang Komas Taufik Taufik Umah, Umi Saiful Umi Safiul Ummah Ummah, Umi Syaiful Usep Kustiawan Wahyuningsih, Susi Nur Weningsih Weningsih Widianti, Karrinia Sindy Ayu Win Jeroh Miko Wiwiek Sri Handayani Yaumil Ainin Pradina Yossi Novianti Yuli Andriani Yulian Findawati Yulianti Yulianti