p-Index From 2021 - 2026
6.346
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Journal of Nonformal Education Jurnal Pendidikan Usia Dini AWLADY Jurnal Pendidikan Anak Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat International Research Based Education Journal Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Aulad : Journal on Early Childhood AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini GOLDEN AGE: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Jurnal Karinov Jurnal PAUD: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Graha Pengabdian KIDDO: Jurnal pendidikan Islam Anak Usia Dini MURHUM : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Journal of English Language and Education Journal of Education Research DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Eduvest - Journal of Universal Studies Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Journal of Educational Management Research Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Jurnal Pendidikan Anak Proceedings Series of Educational Studies Journal of Childhood Education, Development and Parenting Multidisciplinary Indonesian Center Journal QOUBA : Jurnal Pendidikan Jurnal Cendekia Ilmiah Education and Sociedad Journal Pro Justicia: Jurnal Hukum dan Sosial Indonesian Journal of Social Science and Education
Claim Missing Document
Check
Articles

Tinjauan Kriminologis Terhadap Anak Yang Melakukan Aksi Balap Liar di Kabupaten Sintang Nur Hana Azizah; Eny Nur Aisyah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2687

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena balap liar yang melibatkan anak di Kabupaten Sintang melalui perspektif kriminologi, dengan menyoroti kesenjangan penelitian sebelumnya yang cenderung hanya menggambarkan balap liar sebagai kenakalan remaja tanpa menelaah secara mendalam peran kepolisian dalam pencegahan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor penyebab keterlibatan anak dalam balap liar serta menganalisis efektivitas patroli Cipta Kondisi (Cipkon) sebagai upaya preventif dan edukatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, melalui wawancara dengan Polres Sintang, anak pelaku, dan orang tua, serta observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan anak dalam balap liar dipengaruhi oleh tekanan kelompok sebaya, lemahnya pengawasan dan komunikasi keluarga, serta ketiadaan ruang ekspresi positif bagi remaja. Kepolisian Resor Sintang menerapkan patroli Cipkon dan pendekatan restorative justice yang mengutamakan pembinaan, edukasi, serta keterlibatan orang tua dibandingkan sanksi represif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian kriminologi anak dengan menegaskan bahwa pencegahan kenakalan remaja memerlukan sinergi antara kepolisian, keluarga, sekolah, dan komunitas untuk memperkuat kontrol sosial dan nilai moral sejak dini
Analisis Eksploitasi Anak oleh Orang Tua: Perspektif Sosiologis, Hukum Islam (Maqasid Al-Syarī ‘ah), dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Sumarni; Eny Nur Aisyah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2758

Abstract

Eksploitasi anak tetap menjadi masalah serius mengenai pelanggaran hak-hak anak di Indonesia, sering kali melibatkan orang tua yang seharusnya melindungi mereka. Fenomena ini menghasilkan berbagai dampak, termasuk kerusakan pada kondisi fisik dan mental anak, serta pelanggaran terhadap norma hukum, sosial, dan ajaran agama Islam. Artikel ini bertujian untuk menganalisis praktik eksploitasi anak yang dilakukan oleh orang tua melalui dua sudut pandang utama yang saling terkait:perspektif sosiologis dan hukum Islam (syariah), dengan menggunakan dasar normatif dari Undang-UndanNomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Studi ini menerapkan metode deskriptif kualitatif, dengan tehnik studi literatur pada sumber-sumber hukum positif, penafsiran Al-Qur’an, hadist, serta data empiris dari KPAI, Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa berbagai bentuk eksploitasi, baik dalam konteks ekonomi, media digital, maupun aspek sosial budaya, merupakan pelanggaran serius terhadap Pasal 76I UU No. 35 Tahun 2014 dan secara mendasar bertentangan dengan maqasid al syari’ah, khususnya dalam nilai-nilai perlindungan terhadap kehidupan (ḥifz), pikiran, dan garis keturunan. Dalam pandangan Islam, anak dilihat sebagai tanggung jawab yang harus dijaga, bukan sekadar alat untuk memenuhi kepentingan dunia. Oleh karena itu, kerja sama antara hukum yang berlaku dan prinsip-prinsip hukum Islam sangat diperlukan untuk meningkatkan usaha pencegahan serta penegakan hukum dalam melawan eksploitasi anak oleh orang tua di era modern ini.
Analisis Yuridis terhadap Perlindungan Hak Anak di Lembaga PAUD di Indonesia Iftidatul Nurul Maiyah; Eny Nur Aisyah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2761

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memainkan peran strategis dalam pembentukan karakter dan perlindungan hak anak sejak usia dini. Namun, dalam praktiknya, berbagai kasus pelanggaran hak anak, seperti kekerasan fisik, verbal, dan psikis, masih sering terjadi. Kejadian-kejadian ini menunjukkan adanya kesenjangan antara norma hukum ideal dengan implementasinya di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara hukum implementasi perlindungan hak anak di lembaga PAUD di Indonesia, dengan meninjau kerangka hukum nasional dan kasus-kasus faktual yang terjadi di beberapa daerah, termasuk Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, yaitu mengkaji peraturan perundang-undangan yang relevan seperti Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan berbagai kebijakan turunan lainnya. Analisis dilakukan melalui studi dokumen, tinjauan pustaka, dan interpretasi hukum terhadap kasus-kasus aktual terkait kekerasan di lembaga pendidikan anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, kerangka hukum di Indonesia memberikan jaminan yang kuat bagi perlindungan hak-hak anak di lembaga pendidikan. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, seperti lemahnya pengawasan, rendahnya kapasitas pendidik dalam memahami undang-undang perlindungan anak, serta kurangnya mekanisme pelaporan dan penegakan hukum yang berpihak pada anak. Oleh karena itu, penguatan kebijakan berbasis hukum, pelatihan wajib bagi pendidik tentang perlindungan anak, dan peningkatan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan anak usia dini, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.
Pembelajaran Calistung pada Anak Usia Dini: Kajian Fenomenologis terhadap Dampak Emosional dan Perkembangan Anak Siti Nadhifah; Eny Nur Aisyah
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i4.2809

Abstract

Pembelajaran membaca, menulis, dan berhitung pada anak usia dini masih banyak diterapkan meskipun tidak selaras dengan kesiapan perkembangan anak, sehingga menimbulkan berbagai tekanan emosional seperti stres, mudah marah, kelelahan, dan hilangnya minat belajar. Penelitian ini bertujuan mengkaji fenomena tersebut melalui pendekatan fenomenologis deskriptif dengan merefleksikan pengalaman empiris pendidik serta teori perkembangan anak. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, catatan reflektif, dan diskusi informal bersama orang tua dan rekan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan akademik pada usia dini memicu respons psikologis negatif dan menghambat perkembangan sosial-emosional anak, sekaligus menurunkan motivasi belajar jangka panjang. Temuan ini menegaskan pentingnya pembelajaran ramah anak yang sesuai tahapan perkembangan serta perlunya orang tua dan guru memprioritaskan pendekatan bermain yang menghargai hak anak untuk belajar secara alami dan menyenangkan
Analisis Perlindungan Hukum Komprehensif: Menjamin Hak Anak Usia Dini dalam Ekosistem Pendidikan Inklusif di Indonesia Nurhayati, Farihah; Aisyah, Eny Nur
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13139

Abstract

Perlindungan hukum komprehensif bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) diperlukan agar mereka bisa belajar bersama di sekolah inklusif tanpa diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap hak anak usia dini dalam pendidikan inklusif di Indonesia, dengan fokus pada penerapan prinsip non-diskriminasi, aksesibilitas, serta pemenuhan hak belajar yang layak. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis yuridis-normatif dengan meninjau kerangka hukum internasional dan nasional, seperti Konvensi Hak Anak (CRC), Konvensi Hak Penyandang Disabilitas (CRPD), serta Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 dan Juknis PPKSP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap hak anak dalam PAUD inklusif telah memiliki dasar hukum yang kuat, namun implementasinya masih menghadapi kendala, terutama pada kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), ketersediaan sarana dan prasarana yang aksesibel, serta lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan Individual Education Program (IEP). Selain itu, masih ditemukan praktik diskriminasi halus seperti pengucilan sosial terhadap ABK di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan kebijakan melalui sertifikasi kompetensi guru inklusif, audit kepatuhan IEP, serta pelatihan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) agar hak anak dapat terlindungi secara menyeluruh dalam lingkungan belajar yang aman dan inklusif.
PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK PERMATA IMAN 1 MALANG Dea Kaffah Amelia; Eny Nur Aisyah; Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.1936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan berpikir kritis anak usia dini usia 5–6 tahun di TK Permata Iman I Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen Pretest–Posttest Control Group Design. Subjek penelitian berjumlah 40 anak yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan lembar ceklis keterampilan berpikir kritis yang mencakup indikator analisis, inferensi, evaluasi, dan pengaturan diri. Data dianalisis menggunakan uji prasyarat dan uji perbedaan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata keterampilan berpikir kritis pada kedua kelompok, dengan peningkatan yang lebih tinggi pada kelompok eksperimen. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan PBL mampu memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan keterampilan berpikir kritis anak usia dini. Dengan demikian, PBL dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang bermakna dalam pembelajaran kecakapan hidup di PAUD.
Analisis Pengasuhan Anak Dalam Keluarga Kedua Asmaul Kusna; Eny Nur Aisyah; Amanatul Uluwiyah
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v2i2.534

Abstract

Pengasuhan anak dalam keluarga kedua didefinisikan sebagai sistem pengasuhan alternatif yang diselenggarakan oleh pihak non-biologis, seperti keluarga asuh, wali, atau institusi sosial. Mekanisme ini sering digunakan sebagai solusi bagi anak yang kehilangan dukungan keluarga inti akibat faktor ekonomi, sosial, atau bencana. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis secara sistematis dokumen-dokumen penting terkait konstruk pengasuhan anak. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif berbasis telaah literatur. Data dikumpulkan dari database Google Scholar, yang mencakup 200 dokumen dalam rentang publikasi 2009–2024, diekstraksi menggunakan perangkat lunak Publish or Perish. Hasil penelitian memperlihatkan adanya fluktuasi publikasi yang mencolok (fluktuasi pada periode pertama, kedua, dan ketiga). Sebanyak 15 dokumen signifikan dianalisis berdasarkan jumlah sitasi dan analisis isinya. Implikasi temuan tersebut kemudian didiskusikan secara mendalam, diikuti dengan usulan peluang penelitian lanjutan.
Efektivitas Penegakan Hukum terhadap Kekerasan Anak di PAUD: Tinjauan Yuridis dan Upaya Pemulihan Korban Nadia, Soviana Nadia; Eny Nur Aisyah
Pro Justicia: Jurnal Hukum dan Sosial Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin Ngabar (IAIRM) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/projus.v5i02.1207

Abstract

Violence against children in Early Childhood Education (PAUD) settings remains a serious issue despite explicit regulations in the Child Protection Law and the National Education System Law. This study aims to analyze the legal norms related to child protection, assess the effectiveness of their implementation in PAUD institutions, and formulate recommendations to strengthen child protection efforts. Using a normative juridical research method through literature review of legislation, scholarly journals, and case reports, the study finds that although regulations on child protection and sanctions for perpetrators are comprehensive, their implementation remains weak due to the absence of anti-violence SOPs, limited teacher competence, and inadequate reporting mechanisms in PAUD settings. The study recommends the development of child protection guidelines in every PAUD institution, capacity-building for teachers through violence-prevention training, and the strengthening of recovery services and psychological support for child victims as essential efforts to create a safe educational environment.
Regulasi Perlindungan Anak di Ruang Digital di Indonesia : Implementasi, Tantangan, dan Peluang Implementasi Izzatun Khusnaini; Eny Nur Aisyah
Pro Justicia: Jurnal Hukum dan Sosial Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin Ngabar (IAIRM) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/projus.v5i02.1208

Abstract

The development of digital technology has provided both opportunities and risks for children in learning, playing, and socializing in digital spaces. However, children's high exposure to the internet poses potential threats such as data misuse, cyberbullying, online exploitation, and access to age-inappropriate content. In response, the Indonesian government issued Government Regulation No. 17 of 2025 concerning the Governance of Electronic Systems for Child Protection (PP TUNAS) as a legal basis for strengthening child protection in the digital space. This research used a literature review method with a qualitative descriptive approach through a review of regulations, scientific articles, and documents from relevant international institutions. The results show that PP TUNAS provides a clear direction for protection through regulations on age verification, protection of children's personal data, and the application of the principle of safety by design on digital platforms. However, its implementation still faces challenges, particularly related to technological readiness, institutional coordination, and low digital literacy among children and parents. Therefore, the success of the regulation requires strengthening institutional capacity, multi-stakeholder collaboration, and sustainable digital literacy programs that encourage collective awareness in creating a safe digital space that supports children's growth and development.
Tinjauan Yuridis Pelanggaran Hak Perlindungan Anak: Analisis Kasus Kekerasan oleh Aparatur Dinas Perlindungan Anak Rafaiyah, Shabrina Adilah Rafaiyah; Eny Nur Aisyah
Pro Justicia: Jurnal Hukum dan Sosial Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin Ngabar (IAIRM) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/projus.v5i02.1209

Abstract

This study examines cases of violence against children committed by civil servants at the Medan City Women's Empowerment and Child Protection Agency, which raises profound contradictions because the perpetrators come from an institution whose main responsibility is to protect children. This study aims to evaluate the implementation of child protection laws and the legal and ethical accountability of state officials in relation to these incidents. The method used is a normative juridical approach through the analysis of legislation, legal principles, and scientific literature to assess the conformity between normative provisions and their implementation in practice. The findings show that although child protection regulations have been comprehensively formulated, their implementation has not been effective when violations are committed by public officials who are supposed to carry out protective functions. The perpetrator's actions not only violated criminal provisions but also contradicted the principles of integrity, professionalism, and responsibility that must be upheld by state officials. In addition, the study identifies a discrepancy between written law and law enforcement practices, as evidenced by weak internal oversight, a tendency toward reactive legal responses, and suboptimal efforts to provide redress to victims. This study concludes that strengthening child protection requires consistent law enforcement and accountability mechanisms.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Rasyad Adi Atmoko Agus Setiyono Agus Setyono Ahmad Samawi Ajeng Putri Pratiwi Alif Mudiono Amanatul Uluwiyah Amelia, Nafisa Mela Anis Shofiyatul Izzah Arif Rohman Asmaul Kusna Azizah, Alfi Rohmatul Azizah, Fithrotul Baharun, Hasan Chasanah, Mifthachul Chosiah, Chosiah Dea Kaffah Amelia Dila Umnia Soraya Djunaidi, Siti Musrifah Eka Norma Lilitasari Emi Kuswanti Endang Sri Redjeki Evania Yafie Fajarwatiningtyas, Alfiana Hardika Hardika Hardika Hardika, Hardika Harun Harun Hayatiningsih, Ula Nur Huwaina, Nurrul Iftidatul Nurul Maiyah Iftitah, Selfi Lailiyatul Imron Arifin Izzatul Munawarah Izzatun Khusnaini Kholasoh Riflatullisa, Nur Kuswanti, Emi Laela Laela Leni Gonadi Lenita Puspitasari M. Ishaq M. Ishaq, M. Magnesya, Wazabrilla Artha Maningtyas, Rosydamayani Twin Maningtyas, Rosydamayani Twinsari Maningtyas, Rosyidamayani Twin Maningtyas, Rosyidamyani Twinsari Maulidya, Aisyah Mohammad Zainuddin, Mohammad Muh. Arafik Munaisra Tri Tirtaningsih Nadia, Soviana Nadia Nur Hana Azizah Nurhayati, Farihah Nurul Hasanah Pramono Pramono Pramono Prastyo, Danang Putra, Yudithia Dian Putri Mahanani, Putri Rafaiyah, Shabrina Adilah Rafaiyah Rahayu, Emy Puji Rahayu Rahma Putri Wina Rahmatin, Luluk Arifatur Retno Tri Vulandari Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas Sa'dun Akbar Salehuddin, Shafira Nurulita Sholihah, Qonita Sidarta, Martin Siti Nadhifah Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulaiman, Alfarobi Ahmad SUMARNI Surahman, Ence Suryaningsih Suryaningsih Syafrida, Tri Putri Taufik Kurniawan Tegariyani, Sandy Tomas Irianto, Tomas Tomas Iriyanto Twinsari, Rosyi Damayanti Umu Da’watul Choiro Usep Kustiawan Utamimah, Sri Wina, Rahma Putri Wuri Astuti Yudith Dian Putra Yusuf Sobri, Ahmad Zainul Arifin Zaitun Nur Rizqi Ilahi