Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR TERHADAP KUANTITAS DAN KUALITAS AIR SUSU IBU (ASI) PADAIBU MENYUSUI BAYI 0-6 BULAN Zakaria Zakaria; Veni Hadju; Suryani As'ad; Burhanuddin Bahar
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 12 No. 3: SEPTEMBER 2016
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.801 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v12i3.1077

Abstract

Daun kelor mengandung berbagai macam zat gizi serta sumber fitokemikal. Rendahnya gizi mikro yang dikonsumsi ibu menyusui akan memengaruhi kemampuan untuk menyediakan ASI dengan kandungan gizi mikro yang cukup untuk pertumbuhan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek dari ekstrak daun kelor terhadap kuantitas dan kualitas ASI pada ibu menyusui. Penelitian ini adalah double blind randomized kontroled design dan dilaksanakan di Kabupaten Maros. Subjek adalah ibu menyusui setelah seminggu melahirkan dan dibagi kedalam dua kelompok. Kelompok pertama menerima ekstrak daun kelor (EK) dua kali dua kapsul, 800mg/kapsul, (kelompok EK, n=35) dan kelompok lainnya menerima tepung daun kelor (TE) dengan dosis yang sama (kelompok TE, n=35). Kuantitas dan kualitas ASI diukur sebelum dan sesudah 3 bulan diintervensi. Diukur menggunakan metode Byerley sedangkan kualitas dinilai melalui pengukuran zat besi, vitamin C, dan vitamin E. Ana- lisis statistik menggunakan uji t sampel berpasangan dan bebas. Kuantitas ASI meningkat pada kedua kelompok EK (397±118 menjadi 661±158, p=0,001) dan TK (449±129 to 600±120, p=0,001). Peningkatan kuantitas ASI berbeda signifikan antara kelompok EK dan TK (masing-masing 263±41 vs. 151±9, p=0,40). Kadar besi, vitamin C dan vitamin E tidak berubah sebelum dan sesudah intervensi pada kedua kelompok (p>0,05). Pemberian EK dan TE dapat meningkatkan volume ASI, peningkatan volume ASI lebih tinggi pada kelompok yang mendapat EK dibanding TK, tetapi tidak berpengaruh terhadap kualitas ASI (besi, vitamin C dan vitamin E).
Hubungan IMT dan Kadar Albumin berhubungan dengan Penyembuhan Luka Syahrul Said; Nurpudji A. Taslim; Burhanuddin Bahar
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.639 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v4i1.137

Abstract

Pasien perioperatif gastrointestinal berisiko tinggi mengalami malnutrisi. Malnutrisi dapat menyebabkan hasil yang tidak diharapkan pada asuhan keperawatan perioperatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan status gizi pasien bedah gastrointestinal berdasarkan parameter antropometri (Indeks Massa Tubuh, Tebal Lipatan Kulit, dan Lingkar Lengan Atas) dan klinis (albumin dan tingkat hemoglobin) dengan penyembuhan luka dan lama rawat inap, serta mengidentifikasi asupan makanan pasien pra dan pasca operasi. Penelitian cross-sectional ini mengukur 38 pasien yang menjalani pembedahan gastrointestinal di sebuah rumah sakit umum daerah di Indonesia. IMT, TLK, LLA, albumin dan kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah operasi. asupan makanan diukur dengan 24 jam makanan Recall. Sementara penyembuhan luka pasien diukur pada hari ke-3 dan ke-7 hari pasca pembedahan. Terjadi peningkatan prevalensi malnutrisi pada pasien sebesar 60% selama tinggal di rumah sakit. IMT dan kadar albumin secara bermakna berhubungan dengan penyembuhan luka (p <0,05). Rerata lama rawat inap pasien dengan IMT normal (13,8 ± 5,6 hari) lebih pendek dari pasien gizi kurang (27,8 ± 17,7 hari) dan pasien gizi lebih (22,4 ± 11,6 hari). Asupan pasien umumnya di bawah kebutuhan mereka. IMT, tingkat albumin, dan asupan makanan memiliki peran penting untuk penyembuhan luka dan lama rawat inap pasien pembedahan gastrointestinal di rumah sakit. Rumah sakit harus melakukan penilaian awal status gizi pasien (setidaknya IMT dan kadar albumin) untuk mengidentifikasi kebutuhan pasien, dan memberikan intervensi yang tepat sebelum dan setelah operasi.Kata kunci: Kadar albumin, lama rawat inap, penyembuhan luka, status gizi. Body Mass Index and Albumin Level related to Wound HealingAbstractPatients with gastrointestinal perioperative are at high risk of being malnutrition. Malnutrition could cause an adverse outcome of perioperative nursing care. This study aimed to identify the relationship of nutritional status of gastrointestinal surgical patients based on anthropometrical (Body Mass Index, Tricep Skin Fold, Mid Arm Circumference) and clinical laboratory (albumin and haemoglobin level) parameters to wound healing and length of stay (LOS), and identify food intake of patients pre and post surgery. This cross-sectional study included 38 patients who were undergoing gastrointestinal surgery at a regional hospital in Indonesia. BMI, TSF, MAC, albumin and hemoglobin level were measured pre and post surgery. Food intake was measured by 24 hours Food Recall. While patients wound healing was measured on the 3rd and 7thday of surgery. Malnutrition among patients increases 60% during the stay in the hospital. BMI and albumin level were significantly related to wound healing (p<0,05). The average LOS of patients with normal BMI (13.8 ± 5.6 days) was shorter than the underweight patient (27.8 ± 17.7 days) and overweight patients (22.4 ± 11.6 days). Intake of patients was generally under the need of their body. BMI status, albumin level, and food intake play a significant role to wound healing and length of stay patient gastrointestinal surgery at the hospital. The hospital should perform an initial assessment (at least BMI and albumin level) of nutritional status of patients to identify the need for patients, and provide appropriate intervention before and after surgery.Keywords: Albumin level, length of stay, nutritional status, wound healing.
IL-1β Expression of Patients with Chronic Rhinosinusitis is negatively correlated with Lund-Mackay score Lidya Turupadang; Muhammad Fadjar Perkasa; Abdul Qadar Punagi; Azmi Mi'rah Zakiah; Burhanuddin Bahar
Nusantara Medical Science Journal Volume 6 Issue 2, July - December 2021
Publisher : Faculty of Medicine, Hasanuddin University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/nmsj.v6i2.18765

Abstract

Introduction: IL-1β is one of the proinflammatory cytokines which is commonly found in various diseases, including Chronic Rhinosinusitis (CRS). It has been widely targeted as a therapeutic approach for inflammatory diseases. However, study of IL-1β expression and its correlation with CT-Scan grading scores in CRS is still scarce. Objective: To investigate IL-1β expression based on immunohistochemical examination and analyse its correlation with Lund-Mackay score in CRS with and without polyps. Method: This analytic observational study was done on 50 patients: 25 subjects in the CRS with Nasal Polyps (CRSwNP) group and 25 subjects in the CRS without Nasal Polyps (CRSsNP) group. The uncinate process was taken for immunohistochemical examination of IL-1β. Lund-Mackay score was calculated based on CT-Scan of the paranasal sinus. Result: IL-1β expression in CRSsNP (mean=36.38) was significantly higher than that in the CRSwNP (mean=14.62) with p<0.001. Lund-Mackay score in CRSwNP was higher (mean=35.22) compared to CRSnNP group (mean=15.78) with p<0.001. There was a moderate negative correlation (-0.403) between IL-1β expression and Lund-Mackay score (p<0.05). Conclusion: There was a moderate negative correlation between IL-1β expression and Lund-Mackay score. The IL-1β and the Lund-Mackay score in CRSwNP were lower and higher, respectively, than in CRSsNP
ANALISIS HUBUNGAN PEMAHAMAN DIABETIC LITERACY DENGAN SELF MANAGEMENT PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RS. UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR Evi Lusiana; Kusrini Kadar; Burhanuddin Bahar
Jurnal LINK Vol 15, No 1 (2019): MEI 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.616 KB) | DOI: 10.31983/link.v15i1.3963

Abstract

Salah satu diantara peran tenaga kesehatan adalah sebagai educator atau sebagai pendidik, yang mana fokus nya adalah tingkat diabetic literacy individu, yaitu kemampuan individu dalam memperoleh, menginterpretasi serta menggunakan informasi tersebut sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan dalam hal ini adalah peningkatan self management. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pemahaman diabetic literacy dengan self management pada pasien diabetes melitus di RS.  Universitas Hasanuddin Makassar. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan jumlah sampel 30. Sampel merupakan pasien yang datang berobat ke Instalasi Rawat Jalan Interna yang terdiagnosa penyakit diabetes melitus dengan teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji statistik chi square. Hasil yang diperoleh adalah terdapat hubungan antara pemahaman diabetic literacy dengan self management dengan nilai p=0,002. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemahaman diabetic literacy pada pasien diabetes melitus dipengaruhi oleh performa tenaga kesehatan dalam melakukan komunikasi dengan pasien yang secara signifikan nantinya akan berhubungan dengan self mangement pasien dalam melakukan perawatan diri.
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN ZAT GIZI MIKRO DENGAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA 1 PUSKESMAS KABERE KECAMATAN CENDANA KABUPATEN ENREKANG Nur Amaliah rahmadani; Burhanuddin Bahar; Djunaedi M Dachlan
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 8 No. 2 (2019): Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia: The Journal of Indonesian Community Nutrition
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.454 KB) | DOI: 10.30597/jgmi.v8i2.8512

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang muncul sebagai salah satumasalah kesehatan di Indonesia. Global Nutrition Report tahun 2014 menunjukkanIndonesia termaksuk dalam 17 negara, di antara 117 negara, yang mempunyai tiga masalahgizi yaitu stunting, wasting dan overweight pada anak. Berdasarkan Hasil Riset KesehatanDasar pada tahun 2018 Sulawesi Selatan berada pada peringkat ke 6 provensi denganprevalensi tinggi dengan presentase 35%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan  untukmengetahui hubungan asupan zat gizi makro dan mikro pada anak usia 24-59 bulan diwilayah kerja Puskesmas Kabere Kabupaten Enrekang. Metode: Jenis penelitian yangdigunakan adalah deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian  ini adalah balita usia 24-59 bulan. Didapatkan sebanyak 105 sampel. Teknik sampling dalampenelitian ini adalah cara probability sampling menggunakan teknik purposive sampling.Asupan zat gizi makro dan mikro di ukur dengan cara wawancara langsung kepada orangtua. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa balita 24-59 bulan diwilayah kerja PuskesmasKabere Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang yang mengalami stunting sebanyak 46,7%dan yang normal sebanyak 53,3%. Dalam penelitian ini, didapatkan hasil berdasarkan uji statistikChi-Square bahwa terdapat hubungan yang sgnifikan antara asupan zat gizi makro (Karbohidrat,Protein, Lemak) (p<0,005) dengan stunting, terdapat hubungan yang signifikan antara asupan zat besidan zink (p<0.005), Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan kalsium denganvitamin D dengan stunting(p>0.005). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara asupan zatgizi makro serta zat besi dan zink dengan stunting.
GAMBARAN ASUPAN ZAT GIZI DAN STATUS GIZI REMAJA PENGUNGSIAN PETOBO KOTA PALU ezha widnatusifah; sabaria battung; Burhanuddin Bahar; Nurhaedar Jafar; Marini Amalia
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 9 No. 1 (2020): Vol.9, 2020,, Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia, The Journal of Indonesian Commu
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.201 KB) | DOI: 10.30597/jgmi.v9i1.10155

Abstract

Pendahuluan: Kondisi bencana alam menyebabkan masyarakat yang tinggal di tempatpengungsian memiliki segala keterbatasan, baik dari segi sandang, pangan maupun papan. Ketersediaan pangan yang terbatas sangat berdampak kepada asupan zat gizi dan status giziremaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asupan zat gizi  dan statusgizi remaja di pengungsian Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Bahan dan Metode: Jenispenelitian yang digunakan adalah observasional dengan desain penelitian deskriptif. Sampelpenelitian ini sebanyak 59 remaja dengan menggunakan tekhnik total sampling. Pengambilandata asupan makanan menggunakan metode recall 24 jam selama 2 hari pada hari sekolah danhari libur. Penentuan status gizi diperoleh dari parameter IMT/U. Pengolahan dan analisis datapada penelitian ini menggunakan SPSS. Hasil:  Hasil dari analisis diketahui bahwa asupan zatgizi makro responden masih kurang yaitu asupan energi kurang sebanyak 93,2%, karbohidratkurang sebanyak 78%, lemak kurang sebanyak 98,3% dan protein kurang sebanyak 89,8%.Asupan zat gizi mikro responden juga masih kurang yaitu asupan vitamin C dan folat kurangsebanyak 96,6%, kalsium kurang sebanyak 100%, zat besi kurang sebanyak 69,5% dan zinkkurang sebanyak 91,5%. Sedangkan status gizi responden tergolong baik yaitu sebanyak 84,7%dan status gizi kurang sebanyak 11,9%. Kesimpulan: Asupan zat gizi makro dan mikroresponden masih kurang dari kebutuhan AKG yang telah dianjurkan dan status gizi respondentergolong status gizi baik.
Hubungan Asupan Air, Status Hidrasi, Dan Kebugaran Remaja Di Pengungsian Petobo Kota Palu Hardianti .; Sabaria Manti; Burhanuddin Bahar; Nurhaedar Jafar; Marini Amalia Mansur
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 9 No. 2 (2020): Vol. 9, No.2, November 2020
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v9i2.18948

Abstract

Introduction: Disasters experienced by citizen in Palu forced the community moved to refuge camp. The movement makes the community live in a place with limited clothe food, shelter, and clean water. physical fitness in adolescents is low and forgotten. Based on conditions, the problem found is the relationship of Water Intake, Hydration Status and Adolescent fitness in the Petobo refugee camp. Purposes: To find out the relationship between water intake, hydration status, and the level of adolescent fitness in the Petobo refugee camp. Material and Methods: Research using analytic observational methods using cross sectional design. The sample are 59 youth in Petobo refugee, using the Total Sampling Method. Fitness status is taken through Balke Test, Water Intake is collected based on Recall Results, and Hydration status data is analyzed using the urine color analysis method. Results: The results found that adolescents in refugee petobo with less than 47% Fitness Status, while less by 41% and enough by 12%, Adolescent Water Intake with a category of less than 69%, quite 17%, and more by 14%. Hydration status of adolescents with severe dehydration category 39%, dehydration 27%, and well hydrated 34%. In this study, the results obtained based on the Chi-square test that there is a relationship between water intake and fitness level with p value 0.001 <0.05, and there is a relationship between Hydration Status and fitness level with p value 0.025 <0.05. Conclusion: There is a relationship between water intake, hydration status and the level of adolescent fitness in Petobo refugee camps.
PENGARUH KEPATUHAN KONSUMSI BISKUIT MP-ASI TERHADAP ASUPAN DAN STATUS GIZI BADUTA WASTING USIA 6-18 BULAN Harlinah Harlinah; Burhanuddin Bahar; Anna Khuzaimah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 1 No. 3: Agustus 2018
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v1i3.8828

Abstract

Memperbaiki masalah gizi dilakukan dengan berbagai langkah antara lain: peningkatan penyuluhan danpendidikan gizi masyarakat, penanggulangan gizi kurang dan menekan kejadian gizi buruk anak balita melaluiPemberian Makanan Tambahan (PMT). Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh kepatuhan konsumsi BiskuitMP-ASI terhadap asupan dan status gizi pada baduta wasting usia 6-18 bulan di Kota Makassar. Jenis penelitianyang digunakan adalah quasi eksperimen. Desain penelitian yaitu pretest - posttest without control group design,intervensi pemberian Biskuit MP-ASI pada baduta wasting usia 6-18 bulan. Penelitian ini dilakukan di PuskesmasMaccini Sawah dan Pattingalloang dengan teknik sampel purposive sampling pada baduta wasting sebanyak 58orang. Hasil analisis menunjukkan bahwa setelah dilakukan intervensi pada anak selama tiga bulan tidak adapengaruh kepatuhan konsumsi Biskuit MP-ASI terhadap asupan. Tidak ada pengaruh kepatuhan konsumsi biskuitMP-ASI terhadap status gizi baduta wasting usia 6-18 bulan di Kecamatan Ujung Tanah dan Kecamatan Makassar(pvalue>0,05). Responden yang patuh dalam mengkonsumsi biskuit MP-ASI PMT pada baduta wasting diKecamatan Ujung Tanah sebanyak 2 orang. Responden yang patuh dalam mengkonsumsi biskuit MP-ASI PMTpada baduta wasting di Kecamatan Makassar sebanyak 21 orang. Berdasarkan asupan gizi menunjukkan tidak adaperbedaan yang signifikan p-value>0.05 (energi, protein, dan lemak). Berdasarkan status gizi menunjukkanperbedaan yang signifikan p-value<0.05 (bulan1, 2 dan 3). Sehingga disimpulkan bahwa tidak ada hubunganantara kepatuhan konsumsi Biskuit MP-ASI dengan asupan. Diharapkan petugas puskesmas agar melakukanpendampingan pada keluarga sasaran penerima PMT Biskuit MP-ASI.
PROTEINURIA DALAM STROK DISERTAI DIABETES MELITUS DAN TANPA DISERTAI DIABETES MELITUS Misnah Misnah; Suci Aprianti; Fitriani Mangerangi; Burhanuddin Bahar
INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Indonesian Association of Clinical Pathologist and Medical laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24293/ijcpml.v19i2.1060

Abstract

Proteinuria is a predictor of stroke in diabetic and non diabetic patients, but remains poorly documented from the available researchstudies. The aim of this study is to determine. Proteinuria in stroke (Hemorrhagic and non Hemorrhagic) patients which suffer diabeticand non diabetic. A cross sectional study had been done in stroke patients, diabetics and non diabetics who were hospitalized at theWahidin Sudirohusodo Hospital Makassar during the period of May to July 2010. Urine samples were analyzed using a dipstick method.There were 30 samples of non Hemorrhagic stroke (NHS) with diabetics: 71.4% with proteinuria; Hemorrhagic stroke (HS) with diabetics:87.5% with proteinuria (p = 0.55). Non diabetic HS: 100% with proteinuria; Non diabetic NHS: 40% with proteinuria; (p=0.04).Proteinuria in stroke could occur either in diabetic or non diabetic subjects, but proteinuria was higher in HS the existence of diabetes.Further research is needed on the role of proteinuria in stroke in terms of diagnostic or prognostic values.
ASAM HIDROKSIINDOLASETIK 5 (5-HIAA) AIR KEMIH DI KANKER KOLOREKTAL Mansyur Arif; Yosep F. Tallulembang; Burhanuddin Bahar; Ibrahim Abd. Samad; Ibrahim Labeda
INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY Vol 20, No 1 (2013)
Publisher : Indonesian Association of Clinical Pathologist and Medical laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24293/ijcpml.v20i1.438

Abstract

Colorectal cancer, in fact is one of the three most malignant tumour types found in the world. Early detection is recommended to find out the problem and will affect better life expectancy. Various study have been conducted looking for a test that can be easily, non invasive, inexpensive, no special equipment and skills required such as by detecting 5-hidroxyindolacetic acid that can be found in the urine. The aim of this study was to analyze 5-HIAA in the urine of colorectal cancer patients. The study was conducted at the Clinic and Surgical Ward, and Clinical Pathology Laboratory, at Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital in Makassar during the period May–August 2011. The study was conducted on 42 patients and 45 controls ranging from 35−74 years old and 20−52 years old, respectively. The diagnosis is based on the histopathological and most were in stage III of adenocarcinoma profile. Rated of 5-HIAA colorectal cancer the highest is in the value of 4–6 and all normal control had value of 1–3. There is a significant association between 5-HIAA and colorectal cancer, that shown the highest stadium of colorectal cancer, and the highest value of urine 5-HIAA. The ideal cut-off point for screening is two (2) with its sensitivity and specificity values are 100% and 88. 9%, respectively. 5-HIAA urine test can be used as a tumor marker for colorectal cancer in conjunction with other supporting tests. Further study is needed to determine the cut-off point with a various clinical stage.
Co-Authors Abdul Qadar Punagi Agus Alim Abdullah Alimin Maidin Amalia, Marini Aminuddin Aminuddin Amir, Muzakir Andi Husni Tanra, Andi Husni Andi Nilawati Usman Andi Wardihan Singrang Andi Zulkifli Anwar Daud Anwar Mallongi Arsin, Arsunan A. Asriyani, Sri Astuty, Esti Azmi Mi'rah Zakiah Bachtiar Murtala Bachtiar Murtala Bahruddin Thalib Battung, Sabaria Cahyono Kaelan Citra Kesumasari Dachlan, Djunaedi M Dahlia Dahlia Darwati Muhadi Datu, Madonna D. Djunaedi M Dachlan Elly Lilianty Sjattar Evi Lusiana ezha widnatusifah Farming Fauzan, Regi Firdaus Hamid Fitriani Mangerangi Fitriyanti Fitriyanti Guntur R Fara Hardianti Harlinah Harlinah Hasan Basri Hasmirah Hasriani, St. Herman Priyono Luawo Hermansyah, Hermansyah hidayat hidayat Ibrahim Abd. Samad Ibrahim Labeda Idris, Nurlaily Indarwati, Rezky Putri Irwan, Andi Alamsyah Irwan, Andi Masyitha Jamaluddin, Maryam Joko Widodo Junaid Junaid, Junaid Juranah . Juwita, Rita Kartini Kartini Kasim, Hasyim Khuzaimah, Anna Kusrini S. Kadar La Dupai, La Dupai La Masahuddin Latief, Nikmatia Latief, Shofiyah Lidya Turupadang Mahatma Lamuru Makmun, Armanto Maming Mansyur Arif Marini Amalia Marini Amalia Mansur Marini Amaliah Mansur Mirna Muis Muh Syafar Muhammad Fadjar Perkasa, Muhammad Fadjar Muhammad Ilyas Muhammad Ilyas Muhammad Ridha Maulana Muhammad Ruslin, Muhammad Muhammad Yunus Amran,*,** Seung Pil Ban,** Ashari Bahar,* O-Ki Kwon** Muis, Mirna Mukono Murtala, Bacthiar Nasruddin, Hermiaty Noer Bahry Noor Nur Alam Nur Amaliah rahmadani Nur Hikmah Nurdin, Abbas Zavey Nurdin, Haizah Nurhaedar Jafar Nurhaedar Jafar Nurlaily Idris Nurmaladewi, Nurmaladewi Nurpudji A. Taslim Nurwijayanti Nu’man As Daud Palloge, Salahuddin Andi Rachmat Faisal Syamsu, Rachmat Faisal rahmadani, Nur Amaliah Rini Rachmawaty Risnah B sabaria battung Sabaria Manti Safrullah Amir Saldy Yusuf Sharvianty Arifuddin Singrang, Andi Wardihan Sitti Hasriani Soamole, Amirullah Sri Asriyani Suci Aprianti Suhadi Suhadi Sukri Palutturi Sundun, Ririn Rezky Ananda Suryani As'ad Suryani As’ad Suryani As’ad Susanti, Risqi Wahyu Syafruddin Syarif Syahrul Said Syamsiar S Russeng Tatok Rudiharto Thahira, Yugni Maula Utama, Dharma Veni Hadju Veni Hadju Veny Hadju Veny Hadju, Veny Wahyuni Alinengsih Werna Nontji Werna Nontji, Werna widnatusifah, ezha Wirawan, Nur Surya Yasin, Sabrina Yasnani Yasnani, Yasnani Yohanes Irsandy Yosep F. Tallulembang YULIATI Zahir Zainuddin ZK Abdurahman Baizal