p-Index From 2021 - 2026
4.948
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Journal of Tropical Forest Management Jurnal Gizi dan Pangan Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Forum Pasca Sarjana Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan (Journal of Soil Science and Environment) Jurnal Planologi Sultan Agung Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota SAINS DAN MATEMATIKA Jurnal Ilmu Lingkungan TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Jurnal Ilmu Komputer dan Agri-Informatika Jurnal Sumberdaya Lahan Analisis Kebijakan Pertanian JTSL (Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan) Journal of Degraded and Mining Lands Management Journal of Regional and City Planning Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Tataloka Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik MAJALAH ILMIAH GLOBE Journal of Regional and Rural Development Planning Journal of Socioeconomics and Development Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Analisis Kebijakan Pertanian Jurnal Sumberdaya Lahan Jurnal Tanah dan Iklim Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan Makara Journal of Technology Journal Research of Social Science, Economics, and Management International Journal of Integrative Sciences International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science Jurnal Ekonomi Pembangunan Jurnal Teknik Sipil Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital
Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of The Impact of Space Application Patterns in Placing the Location of Economic Activities Through the Conversion Mechanism of Raw Land Field Land Conversion Sukiptiyah Sukiptiyah; Ernan Rustiadi; Akhmad Fauzi; Baba Barus
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 1 No. 10 (2022): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3055.781 KB) | DOI: 10.59141/jrssem.v1i10.176

Abstract

Conversion of agricultural land into built-up land is a regional economic development mechanism, where to increase Gross Domestic Product can be done by allocating the widest possible pattern of space designation "industry, trade and settlement", the implication is the conversion of agricultural land into built-up land. land (rice fields) increases and rice production facilities decrease so that food fulfillment is constrained, in other words there is a trade off in the use of paddy fields. In an effort to optimize the allocation of space for rice fields, the purpose of this study is to analyze the factors of space allocation in influencing the location of economic activities (industry and housing) in rural areas. Through the mechanism for conversion of paddy fields and the determination of the priority scale for the revision of the designation pattern of paddy fields in the regional spatial plan. This study uses spatial overlay analysis, quantitative calculations, multiple linear regression and spatial analysis of 4 criteria (space allocation, road access, population density and land prices). The research locations are distinguished in rural areas with high and low industrialization and urbanization. Input data using spatial software with overlay techniques including spatial data on administrative boundaries of the sub-district area, paddy land use in 2013 and 2018, road access (tolls, arteries and collectors) in 2018, spatial allocation based on the Regency Spatial Plan, value zone land in 2018 and population density. The results showed that the location of economic activities (industrial and housing) was relatively influenced by the space allocation factor compared to the road access factor. Revision of Spatial Plan is recommended in rural areas with high rice field conversion potential in rural areas with high industrialization and urbanization.
Analisis Spasial Karakteristik Kawasan Strategis Ekonomi Koridor Barat-Timur dalam Pengembangan Wilayah Provinsi Sumatera Barat Siska Amelia; Ernan Rustiadi; Baba Barus; Bambang Juanda
TATALOKA Vol 24, No 2 (2022): Volume 24 No. 2, May 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.2.141-155

Abstract

Salah satu upaya dalam mewujudkan tujuan pembangunan adalah dengan pengembangan wilayah yang disesuaikan dengan potensi, permasalahan dan kondisi eksisting wilayah yang bersangkutan. Setiap wilayah memiliki karakteristik masing-masing yang membedakan wilayah tersebut dengan wilayah lainnya. Karakteristik yang berbeda pada setiap wilayah menyebabkan potensi dan permasalahan pada wilayah tersebut juga berbeda sehingga strategi pengembangan wilayah juga berbeda. Koridor barat - timur merupakan salah satu dari sebelas kawasan strategis ekonomi provinsi yang ada di Sumatera Barat. Koridor barat - timur yang melingkupi sembilan kabupaten/kota dan 65 kecamatan mempunyai karakteristik dan tipologi yang beragam, sehingga strategi pengembangan koridor barat - timur juga beragam. Dalam penelitian ini ingin melihat karagaman karakteristik dan tipologi kawasan strategis ekonomi provinsi koridor barat - timur. Metode yang digunakan adalah dengan teknik analisis Principal Component Analysis (PCA). Pengelompokkan karakteristik dan tipologi wilayah berdasarkan pada dimensi potensi ekonomi, struktur wilayah, lingkungan, dan topografi. Dimensi potensi terdiri dari 12 variabel pengamatan ekonomi menghasilkan 4 komponen utama yang dikelompokkan menjadi 1) perdagangan dan jasa wisata, 2) peternakan dan perikanan, 3) pertanian dan perkebunan, 4) wisata. Hasil dimensi potensi ekonomi adalah perdagangan dan jasa wisata 38 kecamatan, peternakan dan perikanan 15 kecamatan, pertanian dan perkebunan 7 kecamatan dan wisata 4 kecamatan. Dimensi struktur wilayah dari 11 variabel pengamatan menghasilkan 2 komponen utama yang dikelompokkan menjadi 1) perkotaan, 2) pedesaan. Hasil dimensi struktur wilayah adalah perkotaan 49 kecamatan, pedesaan 16 kecamatan. Dimensi lingkungan dikelompokkan menjadi 1) kawasan rawan bencana, 2) kawasan tidak rawan bencana. Dimensi topografi dikelompokkan menjadi 1) dataran rendah, 2) dataran tinggi.
Pengaruh Lahan Kosong terhadap Kemiskinan di Kota Bengkulu harmes harmes; Bambang Juanda; Ernan Rustiadi; Baba Barus
TATALOKA Vol 24, No 4 (2022): Volume 24 No 4, November 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.4.282-294

Abstract

Penataan ruang di Indonesia sudah diimplemetasikan sejak tahun 2007, namun pengaruhnya terhadap kemiskinan belum banyak dikaji dan diteliti. Sejak perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) provinsi dan kabupaten/kota banyak ditetapkan ada kecederungan terjadi perlambatan angka penurunan kemiskinan. Penelitian ini bertujuan menelaah pengaruh lahan kosong terhadap kemiskinan. Statistik yang biasa digunakan untuk menyelidiki adanya keterkaitan secara spasial sebuah variabel penelitian adalah indeks moran, sedangkan pengaruh antar variabel yang menyelidiki sampai pada setiap unit amatan biasa digunakan ekonometrika spasial yakni regresi terboboti spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan kosong dan kemiskinan memiliki autokorelasi spasial yang mengelompok dengan nilai indeks moran masing-masing 0,203 dan 0,331. Kebaikan model dilihat dari R2 sebesar 0,218, yang berarti model ini hanya dapat menjelaskan variasi kemiskinan yang terjadi sebesar 21,8%. Pengaruh antara lahan kosong terhadap kemiskinan bergradasi secara kontinum dari bagian utara kota, pusat dan bagian selatan kota, semakin ke arah selatan pengaruhnya semakin besar. Pengaruh terkecil adalah 0.056, di Kelurahan Kandang Limun sedangkan terbesar adalah 0.342 di Kelurahan Teluk Sepang. Nilai ini menjelaskan apabila luas lahan kosong meningkat 1%, maka jumlah penduduk miskin akan bertambah antara 0,56% sampai 34,2%. Re-rata koefisien regresinya adalah 0,145 artinya rata-rata pengaruh lahan kosong terhadap kemiskinan mencapai 14,5% per kenaikan 1 % lahan. 
Ancaman Konversi Lahan Sawah Terhadap Kecukupan Beras di Kabupaten Musi Rawas Alamin Yang First; Baba Barus; Boedi Tjahjono
Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan) Vol. 7 No. 1 (2023): Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangu
Publisher : P4W LPPM IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jp2wd.2023.7.1.42-57

Abstract

Rice production in 2019 decreased by 2.63 million tons or 7.75 percent compared to 2018, exacerbated by the increasingly massive conversion of agricultural land. One of the areas threatened by land conversion is Musi Rawas Regency in South Sumatra Province. This study aims to analyze changes in land use in 2000, 2010, 2020 and paddy fields for rice sufficiency in Musi Rawas Regency. The method used is Cellular Automata-Markov (CA-Markov), analysis of the surplus-deficit food balance, and paddy fields overlaying the spatial plan. Based on the results of the analysis, there was a change in land use in Musi Rawas Regency between 2000 to 2020, an increase in the area of plantation land by 128,867.74 ha. This increase is largely the result of conversion of paddy fields. The results of the calculation of the predicted demand for rice in 2030 show that in total there will be a rice deficit of -16,511 tons. It is predicted that there will be a rice deficit due to the decrease in the area of paddy fields which is affected by changes in land use from paddy fields to non-paddy fields. The suitability of existing paddy fields with the 2010 to 2030 RTRW shows an area of 7,598.73 ha of actual paddy fields in 2020 is suitable, 3,057.27 ha is not suitable. The incompatibility of paddy fields in 2020 with the RTRW can be input into the revision of the RTRW that will be carried out by the Musi Rawas Regency government, especially on the spatial pattern of paddy fields.
Analisis Penggunaan Lahan Budidaya Ikan di Kawasan Minapolitan Kabupaten Bogor, Jawa Barat Ugeng Wijanarko; Baba Barus; Fredinan Yulianda
TATALOKA Vol 25, No 2 (2023): Volume 25 No. 2 May 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.25.2.95-104

Abstract

Kawasan minapolitan Kabupaten Bogor di Kecamatan Ciseeng, Parung, Gunung Sindur, dan Kemang telah berkontribusi terhadap produksi ikan nasional dan perekonomian daerah. Meskipun demikian, kawasan ini juga mengalami tekanan karena letaknya yang berada di sekitar DKI Jakarta yang semakin berkembang dan semakin meningkatnya kebutuhan lahan untuk permukiman dan pendukungnya. Upaya menjaga produksi ikan di kawasan minapolitan dilakukan dengan menggunakan lahan budidaya yang lebih efisien pada lahan budidaya yang memenuhi syarat karakteristik lahan untuk budidaya ikan dan selaras terhadap RTRW Kabupaten Bogor tahun 2016-2036. Skenario penggunaan lahan tahun 2028 yang terbaik adalah dengan mengimplementasikan peraturan RTRW secara moderat, dimana penggunaan lahan di kawasan perkotaan diutamakan pada permukiman, namun masih diperbolehkan untuk lahan budidaya ikan.  Skenario ini masih memberikan waktu penyesuaian pembudidaya untuk alih teknologi jika kegiatan budidaya ikan tetap dilakukan di kawasan permukiman. Kegiatan budidaya ikan di kawasan permukiman (urban agriculture) dapat memperpendek rantai distribusi pemasaran, sehingga lebih efisien.
Modeling Land Use/Land Cover Change in Berau Pantai Forests, Berau Regency, East Kalimantan Province Andhi Trisnaputra; Baba Barus; Bambang Hendro Trisasongko
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.3.386-397

Abstract

Land demands increase with the rise of population and regional development. This results in considerable pressure on forest resources which is characterized by an increasing rate of deforestation. To further explore the impact of deforestation and forest management in regional planning process, this study specifically aimed 1) to identify patterns of land use/land cover changes, 2) to analyze driving factors and 3) to model future land use/land cover. This study employed Landsat imageries to construct land use/land cover maps and their variation across time. Driving factors were analyzed using binary logistic regression. Land use prediction was made through Artificial Neural Network approach. Multitemporal analysis indicated that the research area experienced a decreasing trend of natural forest and shrubs, with substantial extension of existing plantation forests, plantations, agricultural lands and settlements. Indicated driving factors included accessibility, slope class, soil type, forest permit, forest function, RTRW and population density. A forecast in 2030 suggested that natural forests and built-up land would increase from current figures.
Pengembangan Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) Berbasis Sektor Perikanan di Wilayah Luwuk-Bonebobakal, Kabupaten Banggai Bobby A. Palem; Baba Barus; Gatot Yulianto
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 19, No 3 (2023): JPWK Volume 19 No. 3 September 2023
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v19i3.40116

Abstract

KSK Luwuk-Bonebobakal merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah dengan potensi perikanan yang cukup besar dimana produksi perikanan tangkap di tahun 2020 mencapai 4.505 ton. Dengan potensi tersebut maka pembangunan berbasis sektor perikanan di wilayah ini menjadi begitu penting sehingga sektor perikanan dapat menjadi pendorong utama pembangunan di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan pengembangan wilayah berbasis sektor perikanan berdasarkan tingkat perkembangan wilayah dan potensi sumber daya ikan. Tingkat perkembangan wilayah diidentifikasi menggunakan analisis skalogram, potensi sumber daya ikan diidentifikasi dengan model surplus produksi dan arahan pengembangan wilayah dirumuskan menggunakan penggabungan metode Proses Hirarki Analitik (AHP) dan metode Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Ancaman (SWOT) yaitu analisis A’WOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa perkembangan wilayah pesisir di KSK Luwuk-Bonebobakal yang berada dalam Hierarki 1  berjumlah 3 desa/kelurahan, Hierarki 2  berjumlah 5 desa/kelurahan, dan Hierarki 3 berjumlah 34 desa/kelurahan. Pemanfaatan ikan pelagis besar dan ikan pelagis kecil di wilayah ini berada dalam status pemanfaatan penuh sedangkan pemanfaatan ikan karang dan ikan demersal berada dalam status pemanfaatan sedang.  Berdasarkan tingkat perkembangan wilayah dan potensi sumber daya ikan yang ada di wilayah ini maka arahan prioritas strategi untuk mengembangkan wilayah ini adalah meningkatkan produksi ikan karang dan ikan demersal berdasarkan wilayah penangkapan dan alat tangkap yang diperbolehkan, mendirikan koperasi nelayan dan menjalin kerjasama dengan Unit Pengolahan Ikan serta pengadaan perahu fiber 3-4 GT di setiap kelompok nelayan.
Prototipe Mobile GIS Kandungan Hara Lahan Spesifik Lokasi Adrianto, Hari Agung; Emilia Syafitri; Yani Nurhadryani; Baba Barus; Sri Malahayati Yusuf; Desi Nadalia
Jurnal Ilmu Komputer dan Agri-Informatika Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Ilmu Komputer, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jika.10.1.70-85

Abstract

Untuk memenuhi kebutuhan pangan yang semakin tinggi maka produktivitas usaha pertanian perlu ditingkatkan. Salah satu yang penting dilakukan untuk mendorong peningkatan produksi adalah menyediakan informasi karakteristik hara lahan kepada petani secara akurat, tepat dan mudah. Jika petani memahami kondisi area yang ditanami maka mereka dapat menentukan teknik budidaya yang sesuai. Dengan semakin banyaknya petani yang menggunakan smartphone, maka penting adanya sistem informasi geografis yang berjalan di perangkat mobile (mobile GIS) yang dapat memberikan informasi kandungan hara lahan spesifik lokasi. Penelitian ini akan mengembangkan prototipe mobile GIS untuk perangkat berbasis Android. Diharapkan dengan aplikasi ini petani dapat menentukan lokasi yang menjadi perhatian melalui menu pencarian lokasi atau menggunakan GPS di perangkat. Setelah lokasi ditentukan, sistem akan memperlihatkan peta dan tabel kandungan hara di wilayah tersebut. Aplikasi ini menghasilkan fitur utama berupa peta yang menampilkan kandungan nitrogen, phospor dan kalium serta kondisi keasaman tanah (pH) di lokasi tertentu di Jawa Barat. Sistem yang dikembangkan dilengkapi dengan petunjuk penggunaan fitur dan glosarium untuk membantu pengguna dalam menggunakan aplikasi dan memahami istilah penting yang terdapat di dalam aplikasi. Prototipe yang dihasilkan merupakan produk awal yang bersifat umum dan merupakan bagian dari usaha untuk mencari bentuk interaksi antarmuka yang tepat dan arsitektur sistem yang adaptif.
PENINGKATAN KEMISKINAN PERKOTAAN, SUBURBAN, DAN PERDESAAN PADA AWAL PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN KENDAL Widada, Rasyid; Barus, Baba; Juanda, Bambang; Mulatsih, Sri
Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian, Badan Keahlian DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22212/jekp.v14i1.3705

Abstract

In 2020, during the early stages of the Covid-19 pandemic, Kendal Regency witnessed an increase in poverty rates as both national and global levels. Urban areas in Kendal Regency experienced a higher surge of 4.42 percent in low-income families compared to rural areas, which saw only a 0.43 percent increase. Suburbanization played a significant role due to Kendal Regency's proximity to Semarang City, the capital of Central Java Province. Interestingly, poverty-related issues were more prevalent in suburban areas. Consequently, a study was conducted to analyze poverty in urban, suburban, and rural areas in Kendal Regency. The research aimed to achieve two objectives: (1) establish spatial zoning in Kendal Regency based on the three categories, and (2) analyze the increase in poverty during the early period of the pandemic in each category. Spatial zoning was performed using the K-Means Clustering technique, while descriptive quantitative techniques and spatial analysis with the Moran Index and Local Indicators of Spatial Autocorrelation (LISA) were used for analysis. The results indicated that the Covid-19 pandemic affected the composition of poor households differently across urban, suburban, and rural areas. Additionally, the analysis revealed that poverty tended to cluster in suburban areas of Kendal Regency.Keywords: poverty, urban, suburban, rural, Covid-19AbstrakPada tahap awal pandemi Covid-19 di tahun 2020, Kabupaten Kendal mengalami peningkatan angka kemiskinan sebagaimana terjadi di lingkup nasional maupun global. Daerah perkotaan di Kabupaten Kendal mengalami lonjakan yang lebih tinggi sebesar 4,42 persen pada keluarga miskin dibandingkan dengan daerah perdesaan yang hanya mengalami peningkatan sebesar 0,43 persen. Suburbanisasi memainkan peran penting karena kedekatan Kabupaten Kendal dengan Kota Semarang, ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Menariknya, isu-isu terkait kemiskinan lebih banyak terjadi di daerah suburban. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk menganalisis kemiskinan di perkotaan, suburban, dan perdesaan di Kabupaten Kendal. Penelitian ini bertujuan untuk mencapai dua tujuan: (1) menetapkan zonasi tata ruang di Kabupaten Kendal berdasarkan ketiga kategori tersebut, dan (2) menganalisis peningkatan kemiskinan pada periode awal pandemi di setiap kategori. Zonasi spasial dilakukan dengan menggunakan teknik K-Means Clustering, sedangkan teknik deskriptif kuantitatif dan analisis spasial dengan Moran Index dan Local Indicators of Spatial Autocorrelation (LISA) digunakan untuk analisis. Hasilnya menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 memengaruhi komposisi rumah tangga miskin secara berbeda di perkotaan, suburban, dan perdesaan. Selain itu, analisis mengungkapkan bahwa kemiskinan cenderung mengelompok di daerah suburban Kabupaten Kendal.Kata kunci: kemiskinan, perkotaan, suburban, perdesaan, Covid-19
Estimation of Palm Oil Biomass Carbon from Sentinel-2 Image using the Random Forest Classification Method Ardiansyah, Muhammad; Barus, Baba; Puspita, Gita; Jaya, Adi
International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science Том 1 № 02 (2023): International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/ijmars.v1i02.95

Abstract

Oil palm is a carbon absorbing plant that stores it in biomass. To monitor biomass, especially in large areas of oil palm plantations, remote sensing data can be used combined with machine learning algorithms. The aims of this study were to estimate oil palm biomass carbon according to age class using non-destructive methods, as well as analyze the relationship between the reflectance of Sentinel 2 image oil palm and oil palm biomass carbon, and estimate the distribution of oil palm biomass carbon using a learning algorithm random forest (RF) engine. Measurement of biomass at the study site was carried out non-destructively using stratified purposive sampling. The closeness of the relationship between Sentinel 2 image and measured oil palm biomass is assessed from the coefficient of determination of the regression equation. Estimation of the distribution of biomass carbon in all research locations was carried out using the RF method with the Dzetsaka classification tool. The results showed that the highest biomass carbon stock was obtained in oil palm aged 20 years with an average of 59.6 tons C/ha, while the lowest biomass carbon stock was obtained in oil palm aged 17 years with an average of 32.9 tons C/ha. The reflectance value of Sentinel-2 image on the blue, green, red, and near infrared channels has a positive correlation to biomass carbon from oil palm with an R² greater than 0.8. The classification of biomass carbon with the RF approach applied to Sentinel-2 image gives an adequate accuracy value of 76.40% in the combination of the proportion of training and testing data 60% : 40%.
Co-Authors A Akbar Achmad, Alfredian Ade Mirza Roslinawati Adi Jaya, Adi Afan Ray Mahardika Ake Wihadanto Akhmad Fauzi Alamin Yang First Alfin Murtadho Aminah, Mimin Andhi Trisnaputra Andrea Emma Pravitasari, Andrea Emma Andri Yushar Andria Ardhy Firdian Arya Hadi Dharmawan Asnelly Ridha Daulay Atang Sutandi Azis, Muh. Ikhsan Bakri, Subhan Bambang Hendro Trisasongko Bambang Juanda Bambang P. Noorachmat Bambang Pramudya Bobby A. Palem Boedi Tjahjono Bratakusumah, Deddy S. Budi Mulyanto Budi Nugroho Budi Prasetyo Cahyana, Destika Chiharu Hongo, Chiharu Corry Nurmala Danang Pramudita, Danang Darda Effendi Darmawan Darmawan Deddy S. Bratakusumah Deddy S. Bratakusumah Denis Muba Pandapotan Simanihuruk Desi Nadalia Dessy Arianti Destika Cahyana Diar Shiddiq Didit Okta Pribadi Didit Okta Pribadi Djuanda, Bambang Djuara P Lubis DP Tejo Baskoro, DP Tejo Drajat Martianto Dwi Maryanto, Dwi Dwi Putro Tejo Baskoro Dwi Ratnawati Christina Dyah Ita Mardianingsih Dyah R Panuju Dyah R. Panuju Dyah R. Panuju Dyah Retno Panuju Edy Djauhari Purwakusumah Eka Intan Kumala Putri Emilia Syafitri Endriatmo Soetarto Enni Dwi Wahjunie Erliza Noor Ernan Rustiadi Euis Sunarti Faris Rahmadian Fauzi, Firman Febrianti, Nur Fitri Insani Fredian Tonny Nasdian Fredinan Yulianda Gatot Yulianto Gersony Miri Hana Indriana Hans Moravia Hari Agung Hari Agung Adrianto Hari Wijayanto Harisman Edi Harmes Harmes harmes harmes Hartono, Arif Herianto Hermanto Siregar Hidayah, Nursantri Hilda Nurul Hidayati Hongo , Chiharu Imas Sukaesih Sitanggang Indraprahasta, Galuh Syahbana Irzaman, Irzaman Iskandar Iskandar Iswandi Umar Iwan Kurniawan Khursatul Munibah Kukuh Murtilaksono Kukuh Murtilaksono Kukuh Murtilaksono Kukuh Murtilaksono Kukuh Murtilaksono Kusumastuti, Ayu Candra Kusumawati, Balkis Lala M Kolopaking Laode Syamsul Iman Latifah Kosim Darusman M Habibi Yadi Irawanata M Munawir Mahmud A. Raimadoya Mahmud A. Raimadoya Mazlan Mira Harimurti Mohamad Rafi Muhamad Firdaus Muhammad Ardiansyah Muhammad Ardiansyah Muhammad Firdaus Muhammad Hikmat Muhammad Munawir Syarif Muhammad Mu’min Fahimuddin Muhammad Zulfikar Muhammad, Almawardi Nadia Shalehah Nandi Kosmaryandi NINA WIDIANA DAROJATI Nina Widiana Darojati Nindya Ayu Wardani Nur Febrianti Nur Febrianti Purwanto, Moh Yanuar Jarwadi Purwono Purwono Puspita, Gita Qalbi, Andria Harfani Rahmi Fajarini Reni Kusumo Tejo Reni Kusumo Tejo Reza Hanjaya Ricky Ricky Ricky, Ricky Rifyan Ruman Rilus Kinseng Rini Ariani Amir Rizaldi Boer Romiyanto Romiyanto Sabila, Salma Sabri Effendy Setia Hadi Sigit, Gunardi Siska Amelia Sitanggang, Imas S. Siti Faizah Zauhairah Siti Maesaroh Siti Nurisyah Soekmana Soma Sri Mulatsih Subhan Bakri Suci Sri Utami Sutjipto Sukiptiyah Sukiptiyah Sukiptiyah Sukiptiyah Sumardani Kusmajaya Suria Darma Tarigan Suryadi Suryadi Suryadi Suryadi Suwardi Suwardi Syahbana, Galuh Syaiful Anwar Syamsul Arifin Taopik Ridwan Tb Iwan Mulyawan Tenda, Edwin Tivianton, Tommy Andryan Tommi Tommi Tommi Tommi, Tommi Tommi, Tommi Tono, Tono Tuni, Muhd. Siraz Uciningsih, Winda Ugeng Wijanarko Umar Mansyur Untung Sudadi Vincentius P Siregar Wahyu Iskandar Werenfridus Taena Widada, Rasyid Widiatmaka Yani Nurhadryani Yiyi Sulaeman Yoyoh Indaryanti Yuda Pringgo Bayusukmara Yunito, Muhammad Rahmanda Yuri Ardhya Stanny Yusuf, Sri Malahayati Zluyan Firdaus Afif