Claim Missing Document
Check
Articles

Metode Drill dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Tambak, Syahraini
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 13 No. 2 (2016): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.653 KB) | DOI: 10.25299/al-hikmah:jaip.2016.vol13(2).1517

Abstract

Banyak metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Salah satunya adalah metode drill. Metode drill adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran pendidikan agama Islam dengan jalan melatih peserta didik secara berulang-ulang dan sungguh-sungguh dalam bentuk lisan, tulisan, maupun aktivitas fisik agar peserta didik memiliki ketangkasan atau keterampilan yang tinggi dalam menguasai bahan pelajaran, memperkuat suatu asosiasi atau menyempurnakan suatu keterampilan supaya menjadi permanen. Metode drill dapat digunakan baik pada saat mengajarkan kecakapan motoris maupun kecakapan mental. Namun demikian, metode drill ini juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Oleh karenanya, diperlukan langkah-langkah khusus agar penggunaan metode drill ini dapat berjalan dengan efektif sehingga hasil pembelajaran Pendididikan Agama Islam (PAI) dapat mencapai hasil maksimal. Adapun langkah-langkah metode drill tersebut adalah: asosiasi, menyampaikan tujuan yang hendak dicapai, memotivasi peserta didik, melakukan latihan dengan pengulangan secara bertahap, aplikasi, evaluasi dan tindak lanjut.
Etika Pergaulan Islami Santri Madrasah Aliyah (MA) di Pesantren Jabal Nur Kecamatan Kandis Kabupaten Siak Ahmad, Muhammad Yusuf; Tambak, Syahraini; Syafitri, Mira
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 13 No. 2 (2016): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.042 KB) | DOI: 10.25299/al-hikmah:jaip.2016.vol13(2).1524

Abstract

Islam telah mengatur etika pergaulan remaja, perilaku tersebut merupakan batasan-batasan yang dilandasi nilai-nilai agama. Oleh karena itu perilaku tersebut harus diperhatikan, dipelihara dan dilaksanakan oleh para remaja. Berdasarkan studi permasalahan di Pesantren Jabal Nur Kecamatan Kandis Kabupaten Siak di temukan beberapa gejala sebagai berikut: (1) Ada sebagian para santri/santriwati dalam proses pergaulan yang masih berbicara yang kurang sopan kepada teman sebaya; (2) Ada sebagian para santri/santriwati kurang menghormati guru, hal ini bisa dilihat ketika bertemu mereka tidak menegur atau menyapa guru yang dijumpainya; (3) Ada sebagian didalam pergaulan antara santri dan santriwati tidak menjaga pandangannya terhadap sesama lawan jenis, yang akibatnya akan membawa dampak menimbulkan nafsu; (4) Ada sebagian dalam pergaulan antara santri dan santriwati saling membenci dan iri yang mengakibatkan antara mereka saling bermusuhan. Untuk mengetahui situasi yang lebih jelas terkait etika pergaulan remaja pada para santri/santriwati di Pesantren Jabar Nur Kecamatan Kandis Kabupaten Siak, maka penulis melakukan penelitian terkait etika pergaulan ini. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif kuantitatif, penelitian ini berlokasi di Pesantren Jabal Nur Kecamatan Kandis Kabupaten Siak selama 4 bulan. Populasinya berjumlah 350 orang sedangkan sampelnya berjumlah 86 orang. Data primer yang dikumpulkan menggunakan angket, sedangkan data skunder berupa dokumentasi yang berhubungan dengan penelitian. Teknik pengolahan data dengan melakukan editing, skoring, dan tabulating. Berdasarkan analisis data peneliti memperoleh hasil penelitian 84,35% berada pada rentang 81-100%. Ini menggambarkan bahwa etika pergaulan Islami santri Madrasah Aliyah (MA) Pesantren Jabal Nur Kecamatan Kandis Kabupaten Siak pada kategori “Baik”.
Metode Cooperative Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Tambak, Syahraini
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 14 No. 1 (2017): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.03 KB) | DOI: 10.25299/al-hikmah:jaip.2017.vol14(1).1526

Abstract

Manusia sebagai makhluk sosial senantiasa memiliki ketergantungan dengan orang lain. Manusia membutuhkan interaksi-komunikasi-sosialisasi dengan manusia lainnya yang kemudian terbentuklah komunitas bermasyarakat. Dalam berbagai kegiatan, manusia sewajarnya melakukan kegiatan saling membantu antar sesama termasuk dalam kegiatan memperoleh pengetahuan. Dengan kata lain, melalui metode kooperatif maka upaya dengan bekerja sama dapat menyelesaikan persoalan guna meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami materi pelajaran. Metode cooperative learning dapat memotivasi peserta didik untuk berfikir kritis sekaligus dialogis, kreatif dan interaktif yakni problem solving atau pengajuan masalah-masalah yang dituangkan dalam bentuk pertanyaan. Permasalahan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian diupayakan untuk dicari jawabannya baik secara individu maupun bersama dengan pihak lain, misalnya sesama peserta didik maupun dengan pengajar sendiri. Metode cooperative learning dalam pembelajaran pendidikan agama Islam adalah cara menyajikan pembelajaran dengan belajar bersama berbentuk kelompok kecil yang terstruktur di dalamnya peserta didik melakukan aktivitas belajar saling membantu guna meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam memahami materi pelajaran dan memecahkan masalah secara kolektif sesuai dengan indikator pembelajaran PAI yang telah ditetapkan.
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Kepribadian Islam Siswa di SMA Negeri 2 Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu Hamzah, Hamzah; Tambak, Syahraini; Ariyani, Nella
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 14 No. 1 (2017): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.185 KB) | DOI: 10.25299/al-hikmah:jaip.2017.vol14(1).1528

Abstract

Dalam Islam kepribadian merupakan salah satu faktor yang sangat penting, bahwa tujuan pendidikan Islam tertuju pada pembentukan kepribadian. Di zaman sekarang ini, banyak siswa yang belajar Pendidikan Agama Islam tetapi dalam dirinya belum terbentuk kepribadian Islam. Begitu juga dalam penelitian yang penulis lakukan di SMA Negeri 2 Kelayang kabupaten Indragiri Hulu penulis menemukan gejala-gejala yang terjadi diantaranya: guru kurang membiasakan siswa untuk mengucapkan salam ketika bertemu guru dan siswa lainnya, kurangnya kesopanan siswa ketika bertegur sapa dengan guru, kurangnya bimbingan dalam melaksanakan ibadah serta banyak siswa yang bertutur kata kurang sopan dan mengucapkan kata-kata kotor. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa saja upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam pembentukan kepribadian Islam siswa di SMA Negeri 2 Kelayang. Tujuan penelitian untuk mengetahui upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam pembentukan kepribadian Islam siswa di SMA Negeri 2 Kelayang kabupaten Indragiri Hulu. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian studi kasus. Tempat penelitian di SMA Negeri 2 Kelayang kabupaten Indragiri Hulu. Subjek penelitian adalah guru PAI di SMA Negeri 2 Kelayang, objek penelitian adalah upaya guru PAI dalam pembentukan kepribadian Islam siswa di SMA Negeri 2 Kelayang. Populasi penelitian 1 orang guru PAI di SMA Negeri 2 Kelayang kabupaten Indragiri Hulu. Teknik pengumpul data adalah wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan pengolahan dan analisis data dapat disimpulkan upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam pembentukan kepribadian Islam siswa di SMA Negeri 2 Kelayang kabupaten Indragiri Hulu dengan memberikan penjelasan kepada siswa mengenai maksud dari kepribadian mukmin, muslim dan muhsin, guru juga memberikan contoh dan menyuruh siswa untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat, guru juga mengajarkan kepada siswa untuk meneladani sifat-sifat yang baik sesuai dengan penjelasan materi dari kepribadian mukmin, muslim dan muhsin serta menanamkannya di kehidupan sehari-hari.
Pemikiran Pendidikan al-Ghazali Tambak, Syahraini
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 8 No. 1 (2011): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.248 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana rekonstruksi pemikiran pendidikan al-Ghazali dalam pendidikan Islam kontemporer. Manfaatnya adalah bagi pemerintah dan pendidik dapat menjadikan pemikiran pendidikan al-Ghazali sebagai inspirasi dalam menegakkan pendidikan Indonesia berkualitas. Hasil tulisan ini adalah bahwa bangunan pemikiran pendidikan al-Ghazali bersifat religius-etis. tujuan pendidikan al-Ghazali mencakup tiga aspek, yaitu aspek kognitif, aspek apektif, dan aspek psikomotorik. Di samping itu menempatkan dua hal penting sebagai orientasi pendidikan yaitu mencapai kesempurnaan manusia untuk secara kualitatif mendekatkan diri kepada Allah SWT; dan mencapai kesempurnaan manusia untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Pendidik adalah pribadi yang menguasai suatu disiplin ilmu dan mampu mengamalkannya serta sosok manusia yang secara total berkonsentrasi kepada bidang pendidikan. Anak didik ditempatkan sebagai obyek sekaligus subyek dan menetapkan sepuluh kriteria ideal yang harus diupayakan oleh anak didik agar berhasil dalam pendidikan. Al-Ghazali menyebutkan empat kategori klasifikasi ilmu pengetahuan, yaitu; klasifikasi ilmu syar’iyah (religi) dan ‘aqliyah (nalar); ilmu teoritis dan praktis; ilmu yang dihadirkan (hudhûri) dan yang diperoleh (hushûli); Ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifâyah. Metode pengajaran Al-Ghazali menekankan bagi guru yang memberikan ilmu dituntut menggunakan metode teladan dan dialog dalam proses pembelajaran.
Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Akidah Melalui Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Ahmad, Muhammad Yusuf; Tambak, Syahraini
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 15 No. 1 (2018): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.823 KB) | DOI: 10.25299/jaip.2018.vol15(1).1581

Abstract

Akidah merupakan ketentuan dasar mengenai keimanan seorang muslim dan landasan dari segala perilakunya. Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam merupakan perkembangan perjalanan hidup manusia muslim dari masa ke masa dalam usaha bersyari’ah dan berakhlak serta mengembangkan sistem kehidupan yang dilandasi akidah. Pada zaman sekarang ini banyak siswa yang belum menanamkan nilai-nilai pendidikan akidah dalam dirinya sehingga guru seharusnya terus berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan akidah ini. Begitu juga gambaran yang ditemukan pada siswa di MTs An-Nur Desa Hangtuah Kecamatan Perhentian Raja Kabupaten Kampar. Setelah dilakukannya observasi, penulis menemukan adanya beberapa gejala-gejala yang terjadi, diantaranya: guru kurang membiasakan penanaman nilai-nilai pendidikan akidah pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), guru kurang menanamkan sikap kepercayaan diri pada peserta didik dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), guru kadang-kadang lupa mengajarkan nilai-nilai pendidikan akidah pada peserta didik dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Rumusan masalah: bagaimana penanaman nilai-nilai pendidikan akidah pada mata pelajaran SKI di MTs An-Nur Hangtuah. Tujuan penelitian untuk mengetahui penanaman nilai-nilai pendidikan akidah melalui mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MTs An-Nur Hangtuah. Berdasarkan pengolahan dan analisis data dapat disimpulkan bahwa guru menanamkan sikap percaya diri dan berupaya untuk mempertahankan harga diri, guru menanamkan untuk berlaku jujur dan adil dengan mencontoh dari kehidupan Rasulullah, guru menanamkan sikap sabar dan berpendirian teguh dengan meneladani para rasul yang mendapat gelar Ulul Azmi, guru menanamkan sikap ksatria, semangat dan berani pada diri siswa dengan meneladani perjuangan Rasulullah dan para pejuang Islam lainnya, guru menanamkan sikap patuh dan taat menjalankan perintah Allah dengan beriman kepada Allah menjalankan perintahNya seperti sholat, puasa, menuntut ilmu serta menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya.
PENERAPAN METODE DISKUSI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MURID PADA PELAJARAN FIQH Ahmad, Mawardi; Tambak, Syahraini
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 15 No. 1 (2018): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.962 KB) | DOI: 10.25299/jaip.2018.vol15(1).1585

Abstract

Hasil belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi pada diri seseorang setelah terjadinya proses belajar. Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baru sebagai pengalaman dalam interaksinya dengan lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan hasil belajar Fiqih kelas IV PDTA Ittihadul Khairiyah Kubang Jaya 2016/2017 melalui penerapan model pembelajaran Diskusi pada materi shalat wajib 5 waktu. Masalah dalam penelitian ini adalah ternyata hasil belajar siswa di PDTA Ittihadul Khairiyah Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar masih rendah dan belum mencapai batas ketuntasan KKM. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai bulan April 2016. Subjek penelitian adalah Guru yang menerapkan model pembelajaran diskusi serta Murid kelas IV PDTA Ittihadul Khairiyah Kubang Jaya yang berjumlah 40 orang siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dan observasi menggunakan lembaran observer. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa dapat meningkat dengan penerapan model pembelajaran diskusi dari siklus I kesiklus II, hal tersebut dapat dilihat dari hasil belajar siswa, pada siklus I hasil belajar siswa secara klasikal memperoleh rata-rata persentase 70% rata-rata ini berada pada kategori belum tuntas, namun pada siklus II hasil belajar siswa meningkat dengan perolehan rata-rata persentase 80% dengan kategori tuntas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran diskusi dapat meningkatkan hasil belajar Fiqih siswa kelas IV PDTA Ittihadul Khairiyah Kubang Jaya tahun ajaran 2016/2017
Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Penyesuaian Diri Mahasiswa Thailand Ahmad, Muhammad Yusuf; Tambak, Syahraini; Hasanah, Uswatun
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 15 No. 2 (2018): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.705 KB) | DOI: 10.25299/al-hikmah:jaip.2018.vol15(2).2374

Abstract

Individual self-adjustment is needed for survival, because humans are social beings who cannot live without others. Self-adjustment is very necessary if someone moves from one place to another. Self-adjustment greatly encourages them to improve their standard of living, not only in the fields of Education but also Economics, Social, Culture, Religion and so on. Of course, in this case, it is inseparable from problems and difficulties in communication, Thai students who study at the faculty of Islamic religion in islamic university of Riau found difficulties to adjust, because of lacking of mastering Indonesian language, communicating, lacking mingling with Indonesians, tend to be quiet many times, and also often gather with fellow Thai students, then the problem formulation in this study iswhether there is an influence of intelligence Emotional towards Thai Student Adaptation. The purpose of this study was to find out the effect of Emotional Intelligence on Thai Student Adaptation. This study is a type of correlation research that aims to find out how much influence of emotional intelligence on the self-adjustment of Thai students. Sampling used is saturated sampling method which involve the entire population to be used as a research sample because the population was less than 100 people, namely 33 students.To collect data using questionnaires and documentation, data analysis techniques using simple linear regression analysis. Based on the results of data analysis in the ANOVA table, it can be concluded that the significant value is 0.926, which means that there is no significant influence between Emotional Intelligence and Thai Student Adaptation.
Pengembangan Penilaian Menulis Guru Bahasa Indonesia dengan Melibatkan Self Esteem Sukenti, Desi; Tambak, Syahraini; Sabila, Nur
Sajak: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Sastra, Bahasa, dan Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/s.2025.25028

Abstract

This study aims to analyze the development of Indonesian language teachers' writing assessments involving self-esteem. This study uses a quantitative approach with an ex post facto design. The sample used was Indonesian language high school teachers, both public and private teachers in Pekanbaru City, Riau, Indonesia. The research sample used was 52 Indonesian language teachers. The data collection technique used was a questionnaire. The measurement design of this research instrument was carried out using a Likert scale. Data were analyzed using descriptive statistics for variable levels and inferential statistics for requirement tests. A model equation structure test was conducted by evaluating the measurement model (outer model). The results showed that there was a direct effect of self-esteem on the writing assessment of Indonesian language teachers in Pekanbaru, Riau, Indonesia of 62%. This illustrates that strengthening the affective mental aspect is prioritized and considered in assessing the learning process, this is useful as affective feedback or self-evaluation. The findings revealed that writing assessments involving high self-esteem have a positive impact, thus increasing self-confidence in assessing and growing self-confidence. This makes self-esteem an important aspect of self-esteem to have for Indonesian language teachers.
Co-Authors Abd Rahman bin Abd Ghani Abd. Rahman bin Abd. Ghani Agustina Ahmad Munjin Nasih Ahmad, Muhammad Yusuf Ahmad, Muhammad Yusuf Alber Alber, Alber Amin Ahmad, Khalilullah Amril Amril Amril Amril Amril M Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Ariyani, Nella Ariyani, Nella Charlina Charlina Choirul Mahfud Daharmi Astuti Desi Sukenti Desi Sukenti Desi Sukenti Desi Sukenti Devi, Sylvia Pratama Dian Namora Dyah S.Y Agustin Erma Linda Siregar Erma Linda Siregar Ermalinda Siregar Ermalinda Siregar Eva Latipah Fatmawati Fatmawati Firdaus Firdaus Firdaus Firdaus H.M. Ali Noer H.M. Ali Noer, H.M. Ali Hamzah Hamzah Hamzah Hamzah Hamzah Hamzah Harun Rahman Helman Helman, Helman Hendra Rambe Hidayatunnur, Hidayatunnur Ika Yunia Fauzia Ilyas Husti Latif Latif Lubha, Lubha M. Yusuf Ahmad M. Yusuf Ahmad M. Yusuf Ahmad M. Yusuf Ahmad, M. Yusuf Mahfud, Choirul Mardhiyah Hayati Mashitah Sabdin Mashitah Sabdin Mawardi Ahmad Mawardi Ahmad, Mawardi Miftah Syarif Miftah Syarif, Miftah Mira Syafitri Moh. Saifulloh Muhammad Ali Noer Muhammad Syaifuddin Muhammad Yusuf Ahmad Muhammad Zaylani Mukhaiyar, Mukhaiyar Musaddad Harahap Muyasaroh Najmi Hayati Niken Prasetyawati Rahman, Harun Ratna Rintaningrum Ratu Bai Rohimah Rianawati Rianawati Sabdin, Mashitah Sabila, Nur Saharudin Saharudin SATRIYAS ILYAS Siregar, Rahmayani St. Marwiyah Suarmini, Ni Wayan Sukenti, Desi Sukenti, Desi Surya Susanti Syahrul R, Syahrul Sylvia Pratama Devi Uswatun Hasanah Wan Muhammad Fariq Wisudatul Ummi Tanjung Yasin, Muhammad Dhiya’ul Hafidh bin Fatah Yasin, Muhammad Muthi’ul Haqq bin Fatah Yusuf Hanafi Zabidi Abdul Razak, Ahmad Zakaria, Gamal Abdul Nasir Zamsiswaya Zamsiswaya Zamsiswaya Zamsiswaya