Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Potensi Kelongsoran pada Ruas Jalan Raya Pangalengan menggunakan Sistem Informasi Geografis Rahman, Muhamad Raffi; Suharnoto, Yuli; Putra, Heriansyah
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 5 No. 2: Agustus 2020
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.5.2.79-90

Abstract

Indonesian National Board for Disaster Management (BNPB) claimed the landslide incident on 5 May 2015 in Pangalengan District caused gas pipelines owned by PT. Geothermal Star Energy exploded, 9 people died, 154 displaced and 10 houses buried. Based on the facts, it is necessary to make an effort to reduce the risk of landslides by utilizing satellite imagery. The purpose of this study was to identify potential landslides on the Pangalengan highway and make recommendations mitigation actions for the local government. The method used was using 2 estimation system models made by the Directorate of Volcanology and Geological Disaster Mitigation in 2004 and 2005. The result of the DVMBG 2004 showed the very high classification had a percentage of 97.24% and the DVMBG 2005 result showed the high classification reached 53.26% and the very high classification reached 53.26%. The potential for landslides on the Pangalengan road is 98.37%. Recommended mitigation actions were cutting slopes or making soil retaining walls or drainage channel planning.
Peningkatan Kekuatan Beton Plastik dengan Penambahan Kalsit menggunakan Metode Soybean Crude Urease Calcite Precipitation Putri, Risky Sherly; Putra, Heriansyah
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 7 No. 3: Desember 2022
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.7.3.191-200

Abstract

Beton sebagai bahan konstruksi terus meningkat penggunaannya karena kuat tekannya yang tinggi dan mudah dalam pengerjaannya. Pengelolaan sampah plastik menjadi persoalan karena plastik sulit untuk diuraikan secara alami. Subtitusi plastik saja tidak dapat dilakukan pada beton, sehingga diperlukan tambahan lain untuk mempertahankan kekuatan beton. Soybean crude urease calcite precipitation (SCU-CP) dijadikan sebagai alternatif pemecahan masalah dengan menggunakan kedelai sebagai pengganti enzim urease yang dapat meningkatkan kekuatan tanah. Penelitian ini menggunakan metode SCU-CP untuk menutupi rongga-rongga kecil antara plastik dan agregat serta memperkuat ikatannya dengan pembentukan kalsit. Oleh karena itu diperlukan evaluasi pengaruh subtitusi plastik serta penambahan larutan kalsit terhadap kuat tekan dan tegangan-regangan beton. Sampel beton direncanakan memiliki kuat tekan 20,75 MPa dengan mutu K-250. Subtitusi cacahan plastik highdensity polyethylene (HDPE) menurunkan kuat tekan beton 5,5% dan 8,2% pada subtitusi 1% dan 5%. Semakin banyak agregat halus yang disubtitusi semakin menurun kuat tekan beton plastik. Subtitusi plastik menyebabkan tegangan menurun dan beton menjadi lebih lentur. Penambahan kalsit pada beton plastik dapat meningkatkan kuat tekan beton hingga 44%. Kalsit dapat mengisi rongga-rongga kecil pada beton plastik, semakin banyak larutan kalsit yang ditambahkan pada beton artinya banyak endapan kalsit yang terbentuk antara plastik dan beton. Penambahan kalsit meningkatkan tegangan pada regangan yang sama. Hal ini ditunjukkan dari kurva yang semakin tegak yang artinya modulus elastisitas meningkat dan mutu beton semakin baik.
Pengaruh Variasi Ukuran Butiran Tepung Kedelai pada Metode Calcite Precipitation untuk Peningkatan Kekuatan Tanah Pasir Lofianda, Luthfi; Putra, Heriansyah; Yasuhara, Hideaki
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 1: April 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.8.1.29-36

Abstract

Kedelai merupakan alternatif penggunaan enzim urease murni komersial dalam metode calcite precipitation. Ukuran butiran tepung kedelai merupakan salah satu faktor penting karena berpengaruh terhadap jumlah material yang tidak terlarut dan selanjutnya terhadap reaksi pembentukan kalsit. Tepung kedelai yang digunakan dalam penelitian ini telah diayak dengan saringan No. 300 (50 μm), No. 150 (100 μm), dan No. 75 (200 μm) dan bagian yang tertahan di setiap saringan digunakan dalam penelitian. Larutan tepung kedelai dengan konsentrasi sebanyak 20 g/L digunakan dan disaring melalui saringan No. 400 (40 μm), untuk mendapatkan ekstrak. Pasir Bangka digunakan sebagai sampel tanah pasir dan memiliki koefisien keseragaman sebesar 1.53. Evaluasi kemudian dilakukan dengan mengggunakan tiga parameter yaitu pengendapan kalsit, laju hidrolisis urea, dan evaluasi calcite content menggunakan asam klorida. Berdasarkan uji pengendapan kalsit dengan menggunakan tabung, semakin kecil ukuran biji kedelai, semakin banyak bahan tak terlarut yang dihasilkan. Rasio presipitasi kalsit dan massa kalsit yang diendapkan optimum tercapai pada ukuran butiran kedelai 100 μm. Laju hidrolisis tertinggi terjadi pada ukuran butiran kedelai 50 μm pada 752 U/g. Persentase kalsit tertinggi di dalam sampel terbentuk pada sampel dengan ukuran butiran kedelai 50 μm dengan persentase massa kalsit sebesar 0.60% atau setara dengan 43.81 kPa. Berdasarkan parameter yang dievaluasi, tepung kedelai dengan ukuran 50 μm memiliki hasil terbaik dan penurunan ukuran butiran tepung kedelai sejalan dengan peningkatan kekuatan tanah pasir.
Pengaruh Penambahan CaCO3 terhadap Parameter Kuat Geser Pasir Pantai Tri Julianto, Baskoro; Ramadhan, Fathur; Fauzan, Muhammad; Putra, Heriansyah
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 3: Desember 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.8.03.233-239

Abstract

Tanah pasir merupakan salah satu jenis tanah yang memiliki sifat mekanik yang baik. Namun, tanah pasir dapat menjadi mimpi buruk bila dalam kondisi jenuh serta terbebani secara siklik terus-menerus. Kondisi seperti ini dapat memicu terjadinya potensi likuefaksi. Upaya penambahan bahan aditif sebagai upaya perbaikan tanah banyak dilakukan untuk meminimalkan dampak dari potensi likuefaksi tersebut. Penelitian ini melakukan upaya peningkatan kuat geser pasir pantai dengan menambahkan CaCO3 Teknis sebagai upaya perbaikan dan stabilisasi tanah. Pasir pantai yang digunakan merupakan pasir dengan gradasi buruk yang dapat dibuktikan dari nilai Koefisien Derajat Keseragaman (Cc) sebesar 0,90 dan nilai Koefisien Kelengkungan (Cu) sebesar 4,00. Selain itu, dilakukan juga pengujian sifat fisis lain berupa pemeriksaan kadar air, pemeriksaan berat isi kering, pemeriksaan berat isi basah, pemeriksaan berat jenis butir, pemeriksaan angka pori serta pemeriksaan porositas. Sampel diberi perlakuan berupa penambahan CaCO3 dengan dosis sebanyak 10% dan 20%. Hasil pengujian laboratorium yang telah dilakukan menunjukkan peningkatan nilai parameter kuat geser tanah yang disajikan dalam bentuk model persamaan linear serta memperlihatkan perubahan nilai parameter kuat geser pasir berupa sudut geser dalam dan kohesi secara berturut-turut dengan nilai sebesar 25,82% dan 25,00% untuk sampel dengan dosis CaCO3 sebesar 10% serta 54,43% dan 250,00% untuk sampel dengan dosis CaCO3 sebesar 20%.
Schiff Base Synthetic Coating from The Chitosan Acylation of Green Mussel Shell (Perna viridis) as A Corrosion Inhibitor in Reinforcing Steel Lukvy, Wisely; Yuwono, Arief Sabdo; Putra, Heriansyah
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 1: April 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.9.1.51-60

Abstract

Reinforced concrete is widely used in construction implementation in Indonesia. The use of reinforcing steel as a structural material has the potential to experience corrosion. A Schiff base is one of the compounds considered a potential corrosion inhibitor. Green mussel (Perna viridis) contains chitosan which can produce chitosan Schiff base. This study aimed to analyze chitosan, Schiff base, optimum inhibitor concentration, and morphological structure. This research consisted of extraction and acylation transformation stages, corrosion rate measurement, and SEM testing. This research resulted in the degree of deacetylation of chitosan from the FT-IR spectra of 53.71%. Chitosan Schiff base from green mussel shells was successfully synthesized as much as 188.41 g. The optimum corrosion rate is found at the inhibitor concentration of 1500 ppm, with the highest efficiency level of 91.84%. The results of SEM testing on treated steel samples yielded fewer corrosion products in the form of uniform corrosion and pitting corrosion than untreated steel samples. This result shows that the chitosan Schiff base inhibitor from the optimum concentration of green mussel shells effectively inhibits the corrosion rate.
Analisis Seismik Struktur Bangunan Mengunakan ASCE 41-17 dan SNI 1726:2019 Febrianto, Ari; Erizal; Putra, Heriansyah
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.9.2.211-220

Abstract

Indonesia memiliki tingkat kejadian gempa yang cukup tinggi, tercatat 71.628 kejadian gempa bumi dari tahun 2009 hingga 2019, selain itu juga ditemukan kejadian gempa di Indonesia yang diakibatkan oleh sesar aktif yang belum teridentifikasi sebelumnya seperti gempa bumi Cianjur November 2022, Kondisi ini menuntut adanya pembaharuan standar gempa di Indonesia, Pembaharuan ini menyebabkan peningkatan beban gempa di beberapa wilayah Indonesia mencapai 27% hingga 69%, SNI 1726:2019 adalah standar gempa terbaru di Indonesia menggantikan SNI 1726-2012 yang dianggap tidak memadai sebagai panduan struktur tahan gempa. Bangunan gedung XYZ 8 lantai yang di bangun pada tahun 2001 sebelum penerapan SNI 1726:2019 perlu dilakukan evaluasi untuk melihat kinerja struktur terhadap standar yang terbaru. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi bangunan XYZ menggunakan SNI 1726:2019, SNI 2847:2019 dan ASCE 41-17 untuk meninjau kapasitas struktur. Hasil evaluasi dengan SNI 1726:2019 dan ASCE 41-17 menyimpulkan struktur yang di evaluasi dengan SNI dan ASCE sama-sama tidak memenuhi persyaratan yang di tinjau dari simpangan antar lantai dan pushover, pada pemeriksaan elemen terdapat perbedaan yang signifikan terhadap jumlah elemen yang tidak memenuhi syarat standar, evaluasi dengan SNI menemukan 140 balok dengan rata-rata DCR = 1.09 dan 120 pada kolom dengan rata-rata DCR = 1.33, evaluasi dengan ASCE demand BSE-1E tidak satupun elemen melampaui kinerja keselamat LS, namun saat demand BSE-2E ditemukan 8 elemen kolom lantai dasar yang melampaui kinerja CP, sendi plastis terlebih dahulu terjadi pada kolom lantai dasar tidak memenuhi persyaratan strong column weak beam, kondisi ini dapat membahayakan karena menyebabkan kegagalan struktur secara tiba-tiba, sehingga direkomendasikan melakukan perkuatan dengan metode jacketing. Evaluasi SNI 1726:2019 dan ASCE 41-17 memiliki metode yang berbeda namun dapat di simpulkan evaluasi dengan ASCE 41-17 memiliki hasil perhitungan yang lebih efisien.
Improvement of the Shear Strength and Reduction of the Permeability of Sandy Soil using Soybean Crude Urease Calcite Precipitation (SCU-CP) Erizal; N Annisa, Chika; Putra, Heriansyah; Apriadi
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 10 No. 1: April 2025
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.10.1.27-34

Abstract

Calcite precipitation is a sustainable soil improvement method because it can increase soil strength and is environmentally friendly. This study aimed to evaluate the use of an innovative soil improvement method, namely soybean crude urease calcite precipitation (SCU-CP), in modifying the strength and permeability of sandy soil. Two types of reagents based on their purity, namely pro analysis (PA) and technical (technical grade), combined with two types of soybeans, namely seeds (conventional) measuring 0.1–0.5 mm and manufactured soybean powder measuring <0.1 mm, were used in this study as the main ingredients in the preparation of calcite. This research was conducted using various tests, including test-tube testing, soil characterization, compressive strength testing (UCS), and permeability testing. The results showed that the variation in reagent purity had no significant effect on the sand soil parameters. Technical and pro-analytical reagents can produce significant soil strength in soils with UCS values >50 kPa and reduce permeability by 50%. Meanwhile, soybean type is an important parameter affecting soil strength in the SCU-CP method. The smaller size of the soybean can lead to a large amount of soybean content in the SCU-CP solution, which affects the disruption of the calcination and bonding process in the soil. This study also showed that the variation in curing time had no significant effect on the soil properties. This study concluded that the particle size of soybean powder is an important factor in the SCU-CP method.
Analysis of Green Open Space Changes at Gunung Gede - Cilibende Campus Using Geographic Information System Prawira, Gilang Indracakti; Sutoyo; Putra, Heriansyah
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 10 No. 1: April 2025
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.10.1.55-64

Abstract

IPB Gunung Gede - Cilibende Campus is one part of IPB University which is used by IPB Vocational School and IPB Business School. With limited land, the increase in the number of students and lecturers, as well as the development of campus infrastructure and facilities has the potential to increase carbon emissions on campus. So it is necessary to have a green space that acts as a carbon dioxide (CO2) absorber and creates a healthier environment at IPB Gunung Gede - Cilibende Campus. This study aims to analyze land use, and changes in green space at IPB Gunung Gede Campus - Cilibende. Processing involved secondary data of satellite imagery of IPB Gunung Gede - Cilibende Campus in 2019-2023 collected from Google Satellite using Google Earth Pro. Digitization was carried out to determine the land use area in calculating the green space ratio and the minimum green space requirement. Land use at IPB Gunung Gede - Cilibende Campus consists of forests, plants, buildings, parking areas, and roads. The percentage of green space in 2019 amounted to 64.05% until 2023 to 45.13%, smaller than the minimum green space requirement of 58%. The Green Roof concept can be applied as a business activity to increase green land area. By applying the Green Roof concept, IPB Gunung Gede - Cilibende Campus gets an additional green open space of 16.5% so the total green space ratio in 2023 becomes 61.63%.
Tsunami Hazard Level Mapping and Evaluation of Temporary Evacuation Sites (TES) on the Palabuhanratu Coast Rosyadah, Rani; Sutoyo; Putra, Heriansyah; Ramadhanis, Zainab
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 10 No. 2: October 2025
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.10.2.227-286

Abstract

Indonesia is highly prone to disasters due to its location at the convergence of three active tectonic plates: the Eurasian, Pacific, and Indo-Australian plates. Sukabumi Regency ranks as the second-highest risk area in the country. In the coastal region, Palabuhanratu Urban Village has the highest population density in Palabuhanratu District, reaching 6,042 people/km². The high population density in coastal areas increases the potential for casualties in the event of a tsunami. Therefore, mitigation efforts in the form of Temporary Evacuation Sites (TES) are essential across the coastal areas of Palabuhanratu District. A reassessment of the existing TES locations is necessary to evaluate their effectiveness. This study aims to identify the affected area and population under tsunami scenarios with run-up heights of 10 m, 15 m, and 20 m. Additionally, it analyzes the coverage of TES locations and the effectiveness of evacuation routes in Palabuhanratu District. The analysis is conducted using ArcGIS and QGIS software through several stages, including tsunami hazard zoning, tsunami inundation modeling, TES coverage analysis, and evacuation route optimization using network analyst tools. The results indicate that 90.6% of the coastal area in Palabuhanratu District falls into the safe category. The tsunami inundation modeling shows an affected area of 3.32 km² (run-up 10 m), 4.9 km² (run-up 15 m), and 6.1 km² (run-up 20 m). The estimated affected population for these run-up heights is 6,123, 9,348, and 12,849 people, respectively. On average, 68% of the affected population can reach a TES. A total of 68 evacuation routes were generated, with 30 routes classified as highly safe, safe, or moderate, requiring 0–20 minutes of travel time. The findings suggest that additional TES locations should be strategically placed along the coastal areas, particularly near residential zones, to improve evacuation efficiency.
Efektivitas Penyerapan Amonia dalam Metode Soybean Crude Urease Calcite Precipitation Febrita, Joana; Natasyarini, Nanda Purwita; Putra, Heriansyah
CIVED Vol. 10 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v10i1.380112

Abstract

Penggunaan metode soybean crude urease calcite precipitation (SCU-CP) untuk perbaikan tanah menghasilkan produk sampingan berupa amonia, yang jika nilainya tinggi dapat memberikan dampak buruk pada lingkungan. Penelitian ini menggunakan zeolite, arang aktif, dan karang sebagai bahan penyerap amonia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bahan yang paling efektif dalam penyerapan amonia dan pengaruhnya saat diaplikasikan pada tanah. Pengujian dilakukan menggunakan dua konsentrasi dan tiga waktu pengadukan untuk semua bahan penyerap. Hasil pengujian menunjukkan penyerapan amonia terbesar terjadi pada arang aktif dengan konsentrasi 0,1 g/ml dan waktu pengadukan 20 menit, dengan nilai penyerapan 62%. Arang aktif disimpulkan memiliki efektivitas penyerapan amonia terbaik dibandingkan dengan zeolite dan karang. Penyiraman larutan aquades sebanyak 5 PV pada sampel dengan arang aktif menghasilkan nilai konsentrasi amonia terkecil sebesar 0,00001500 g/ml yang belum memenuhi baku mutu. Efektivitas penyerapan total yang terukur setelah dilakukan penyiraman pada tanah adalah sebesar 99% dari konsentrasi amonia kontrol. Penggunaan arang aktif terbukti efektif untuk mengurangi konsentrasi amonia saat larutan SCU-CP diaplikasikan pada tanah, meskipun nilainya belum memenuhi baku mutu.
Co-Authors Achmad Hafidz Agus Purwito Akbar Renaldi Loebis Albar, Dimas Kharizmi Alfian Helmi Alifah Fidela Amigunani, Zahra Wajdini Amperanoto, Agus Andes Ismayana Andra Ardiana Angie Irmajulianna Annisa Daniswara Apriadi, Apriadi Apriadi, Apriadi Ardhana, Wigo Ari Setiawan Arief Nugroho, Danang Arief Sabdo Yuwono Arif Satria Aryanti, Windy D Aswin Lim Athourrohman, Muhammad Aulia , Syifa Aulia Andi Mustika Bella Yuliani Bilqist, Fitri W Budi Purwanto Budijanto Widjaja Chusnul Arif Daniswara, Annisa Debendra Neupane Devya Meisnnehr Devyan Meisnnehr Dian Hestiyantari Dodik Ridho Nurrochmat Dwi Utami , Anisa Eka Putra, Reza Erizal Erizal , Erizal . Erizal Erizal Faiq, Muhammad F Fauzan Subeantoro Fazrina Andriani Sakinah Lubis Febrianto, Ari Febrita, Joana Fifi Gus Dwiyanti Fikha Raihani Fitriyah, Fadla Salma Giri Rasyidpradana Ganda Hafidz, Achmad Hamdun, Mohammad Handian Purwawangsa Hendra Prasetia Henky Muljana Herlan Darmawan Hidayat, Febrian R Hideaki Yasuhara Hideaki Yasuhara Hideaki Yasuhara Hideaki Yasuhara Hudaya, Aang Husin Alatas Hutapea, Jose T I Wayan Wirya Aristyana IBNUL QAYIM Imam Suyanto IPB, BPKB Irgie Yudhistira irwan meilano Irzaman, Irzaman ISKANDAR ZULKARNAEN SIREGAR Julianto, Baskoro Tri Khairunnisa, Zayyaan Nabiila Khayyira, Avrill Khoirunisa, Hana Khoirunnisa, Hana Kosasih, Akhmad Larasaty Layla Alifani Ekrep Loebis, Akbar Renaldi Lofianda, Luthfi Lukvy, Wisely Luthfi Lofianda Maharama , Mochammad Zhafran Ichsan Maria Evita Maulasih, Resti Meti Ekayani Mitra Djamal Moch Ridwan Widiansyah Mochammad Izzudin Ma’mun Moh Yasin Muhamad Raffi Rahman Muhammad Adhiragil Kandyas Muhammad Fauzan Muhammad fauzan Munawar, Muhammad A I Murdiono, Jatmiko N Annisa, Chika Naoki Kinoshita Naoki Kinoshita Naoki Kinoshita Natasyarini, Nanda Purwita Nina Siti Aminah Nofriadi Nurmansyah, Muhammad Reza Nurul Chairunnisa Nyoto Santoso Oktafiani, Pradyta Galuh Oktafiani, Pradyta Galuh Oktaviani, Tetra Praditya, Meindika R Prawira, Gilang Indracakti Purwo Mahardi Putri , Riska Aulia Putri , Risky Sherly Putri Zafira, Aura Putri, Risky Sherly Putri, Wirdatun Nafiah Putri, Zenia Dwi Rahman, Muhamad Raffi Rahmawan, Rama Zaky Rai Sita Ramadhan, Fathur Ramadhanis, Zainab Regina Aprilia Zulfikar Retna Apsari Rhini Wulan Dary Rifnadhi, Bayu RIKA RAFFIUDIN Rina Mardiana Risky Sherly Putri Risma Amelia Rivansyah, Mohamad Daffa Rizki Amelia Rosyadah, Rani Rukmana, Adi Sari, Windi Mayang Satyanto Krido Saptomo Shahilla Larasaty Slamet, Alim S Slamet, Alim Setiawan Suryanto, Wiwit Sutanto , Filipus Gianus Sutoyo Sutoyo Sutoyo Sutoyo Syamsul Arifin Tri Sudibyo Triyogo Aleksandria Ulhaq, Yasminna Dhiya Umam, Faqih Nadiya Utami, Anisa D Utami, Anisa Dwi Utami, Annisa Dwi Wahyu Srigutomo Wahyudi Wahyudi WINDRA PRIAWANDIPUTRA, WINDRA Yasuhara, Hideaki Yudi Chadirin Yuli Suharnoto Zaenal Abidin Zafira, Aura Putri Zalfa Maulida Ihsani